• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2017 di Kantor

Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cengkareng Jakarta di Jalan. Lkr. Luar No.10A, RT.6/RW.8, Cengkareng Timur, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730 .

B. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal yang bertujuan untuk menguji hipotesis secara empiris mengenai adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara kualitas pelayanan pajak , sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak .

Data diperoleh dengan melakukan observasi secara langsung kepada responden yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada wajib pajak yang berada di KPP Pratama Cengkareng Jakarta sehingga data responden yang didapat sesuai dengan tahun penelitian . 100 responden menjadi sampel pada penelitian ini .

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel

Masing-masing variabel di ungkapkan dalam definisi konsep yang diuji secara operasional. Variabel bebas (independen) terdiri dari variaber pertama

(2)

yaitu kualitas pelayanan pajak yang merupakan perbandingan antara harapan yang diinginkan oleh pelanggan dengan penilaian mereka terhadap kinerja aktual dari suatu penyediaan layanan kemudian variabel kedua yaitu sanksi perpajakan yang merupakan alat pencegahan agar angka penghindaran pajak yang dilakukan Wajib Pajak dapat ditekan sehingga penerimaan negara dan kepatuhan wajib pajak dapat meningkat dan variabel independen yang ketiga yaitu kesadaran wajib pajak yaitu masyarakat memiliki kesadaran wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak agar penerimaan pemerintah dapat berjalan dengan baik , sedangkan variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah kepatuhan wajib pajak dimana masyarakat berada dalam keadaan tahu, mengerti, bertanggung jawab dan tidak merasa dipaksa dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak.

Tabel 3.1

Operasional Variabel

No .

Variabel Indikator Skala

Pengukuran

Instrumen

1 Kepatuhan Wajib Pajak

Mendaftarkan diri sebagai wajib pajak untuk

memenuhi kewajiban sebagai warga Negara yang baik.

Likert Primer Kuesioner Melaporkan SPT tepat pada waktunya. Likert Primer Kuesioner

(3)

Menghitung pajak terhutang dengan jujur dan benar

Likert

Primer Kuesioner Membayar pajak tepat

pada waktunya

Likert

Primer Kuesioner Patuh membayar sanksi

Administrasi Likert Primer Kuesioner 2 Kualitas Pelayanan Pajak Pemberian sosialisasi

tentang pajak menyadarkan anda tentang pentingnya melakukan kepatuhan pajak.

Likert Primer Kuesioner

Teknologi informasi yang digunakan KPP sudah cukup modern

Likert Primer Kuesioner

Petugas tanggap dan sangat membantu bila anda dalam kesulitan.

Likert Primer Kuesioner

Petugas memberikan

pelayanan dengan cepat dan memuaskan.

Likert Primer Kuesioner

Perlu dilakukan perbakan infrastruktur seperti

perluasan tempat pelayanan terpadu .

Likert Primer Kuesioner

(4)

3 Sanksi Perpajakan

Sanksi pajak berlaku untuk semua pihak yang menggar ketentuan undang-undang perpajakan.

Likert Primer Kuesioner

Sanksi perpajakan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Likert Primer Kuesioner

Sanksi perpajakan membuat wajib pajak jera dalam melalaikan kewajiban perpajakannya.

Likert Primer Kuesioner

Sanksi administrasi denda Rp. 100.000 untuk WPOP yang telat melaporkan SPT masa sudah memberatkan

Likert Primer Kuesioner

Sanksi administrasi bunga 2% yang telat membayar pajak sudah memberatkan.

Likert Primer Kuesioner

4 Kesadaran Wajib Pajak

Kesadaran wajib pajak

bahwa melakukan kepatuhan pajak berarti berpartisipasi dalam penyelenggaraan Negara.

Likert Primer Kuesioner

(5)

Kesadaran bahwa pajak merupakan

penerimaan Negara terbesar

Likert Primer Kuesioner

Kesadaran bakwa pajak bersifat memaksa

Likert Primer Kuesioner Kesadaran bahwa

memnunda pemayaran pajak sangat merugikan Negara

Likert Primer Kuesioner

Kesadaran wajib pajak bahwa pajak digunakan untuk membiayai pembanguna Negara

Likert Primer Kuesioner

D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

Populasi penelitian ini adalah wajib pajak yang berada di ruang Lingkup kantor pelayanan pajak (KPP) pratama Cengkareng Jakarta . pemilihan sampling ini menggunakan rumus Slovin :

Keterangan :

n Jumlah sampel N Jumlah populasi

e Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel (1%)

(6)

2. Sampel Penelitian

Berdasarkan data dari KPP Pratama Jakarta Cengkareng , hingga bulan Juni tahun 2017, tercatat sebanyak 142.548 wajib pajak orang pribadi . Oleh karena itu jumlah sampel untuk penelitian dengan margin of error sebesar 10% adalah :

Penetapan ukuran sampel dalam penelitian ini berdasarkan perhitungan rumus Slovin. Berdasarkan perhitungan diatas, peneliti menentukan 100 responden yang akan dijadikan sampel penelitian ini dan dapat mewakili jumlah keseluruhan dari populasi.

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik melalui sumber data primer yang diperoleh

langsung dari para wajib pajak yang berada di ruang lingkup Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Cengkareng melalui penyebaran kuisioner.

Penilaian dari kuesioner dalam penelitian ini menggunakan sistem penilaian skala likert. Metode penilaian skala likert merupakan perskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan

n= 142.548 1+142.548(0,1)2 n= 99,99

(7)

skalanya. Jumlah alternatif respon yang ada dalam skala likert ada 5 jenis yaitu : sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju dan sangat setuju sekali .

Tabel 3.2 Skala Likert

F. METODE ANALISIS

Analisis ini menggunakan teknik analisis regresi berganda yang dapat menyimpulkan secara langsung mengenai pengaruh masing-masing variabel bebas yang digunakan secara parsial ataupun secara bersama-sama. Hair et al. (1998)

menyatakan bahwa regresi berganda merupakan teknik statistik untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel terikat dengan beberapa variabel bebas.

Fleksibilitas dan adaptifitas dari metode ini mempermudah peneliti untuk melihat suatu keterkaitan dari beberapa variabel sekaligus. Regresi berganda juga dapat memperkirakan kemampuan prediksi dari serangkaian variabel bebas terhadap variabel terikat (Hair et al., 1998).

Opini Skor

Sangat tidak setuju 1

Tidak setuju 2

Setuju 3

Sangat setuju 4

(8)

Setelah data yang diperlukan terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengola data tersebut. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statical Product and Service Solution) Versi 22. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis.

Sebelum diolah ke tahap selanjutnya, data yang telah dikumpulkan akan diuji terlebih dahulu dengan menggunakan uji :

1. Pengujian Instrumen Pengumpulan data

Pengujian instrumen pengumpulan data digunakan untuk memastikan bahwa kuesioner tersebut berkualitas dan layak digunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan dari responden. Uji instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah :

a. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, Imam (2013). Kuesioner dikatakan valid

apabila r hitung lebih besar dari r tabel maka item dikatakan valid dan sebaliknya

b. Uji Reliabilitas

Penelitian ini menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Dimana suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai koefisien Alpha sesuai criteria (Nunnlly, 1994) pada buku (Ghozali, Imam (2013) lebih besar dari pada 0,70 .

(9)

2. Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dilakukan sebelum pengujian hipotesis. Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, Imam (2013) .

b. Uji multikolonearlitas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi terdapat korelasi antara variabel bebas atau variabel independen (Ghozali, Imam (2013). Gejala multikolinieritas ini

dapat dideteksi dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, Imam (2013).

3. Pengujian hipotesis

Dalam penelitian ini, hipotesis diuji dengan menggunakan model regresi linier berganda untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengaruh kualitas pelayanan pajak, sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dilakukan dengan bantuan sofware SPSS (statistical productand service solution

(10)

version 22). Data statistik olahan data SPSS untuk pengujian secara parsial.

Untuk tujuan pengujian hipotesis, model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Dimana :

Y : Kepatuhan wajib Pajak

β1 : Koefisien regresi kualitas pelayanan Fiskus β2 : Koefisien regresi Sanksi Pajak

β3 : Koefisien regresi kesadaran Wajib Pajak X1 : Variabel kualitas pelayanan fiskus X2 : Variabel sanksi pajak

X3 : Variabel kesadaran Wajib Pajak e : Residual eror

Uji parsial (Uji t) dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara individu (parsial) terhadap variabel dependen (Ghozali,

Imam (2013). Dasar pengambilan keputusan pengujian menggunakan uji t

adalah :

a. Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak an Ha diterima

(11)

b. Dengan tingkat signifikansi α = 5% jika sig. penelitian < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Dalam proses untuk mengambil kesimpulan atas hipotesis yang akan diuji, harus dilakukan pengamatan dengan pertimbangan nilai-nilai berikut ini :

1. Koefisien Regresi (β)

Koefisien regresi (β) digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependendan seberapa besar pengaruh tersebut.

2. Analisis Korelasi Ganda (R)

Analisis korelasi ganda (R) adalah untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel-variabel yang tertera pada model regresi linear, terutama untuk melihat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Nilai dari koefisien korelar (R) menjelaskan seberapa kuat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Dinyatakan kuat apabila nila R tersebut berada diatas 0,5 dan mendekati 1.

3. Analisa koefisien Dertiminasi (R2)

Analisis koefisien dertiminasi digunakan untuk mengetahui presentasi sumbangan pengaruh variabel independen (X1, X2, X3) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukan seberapa besar presentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisen derteminasi berada diantara nol (0) dan satu (1).

(12)

4. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis yang telah dirumuskan dapat dilakukan dengan aturan sebagai berikut :

a. Bila nilai sig < 0,05 , maka Ho ditolak dan Ha diterima.Dengan kata lain, suatu variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap variabel dependen.

b. Bila nilai sig > 0,05 , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan kata lain, suatu variabel bebas secara individu tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

5. Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji F) atau (ANOVA) Uji simultan (uji F) dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Ghozali, Imam (2013). Dasar pengambilan keputusan pengujian

menggunakan uji t adalah :

a. Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak an Ha diterima

b. Dengan tingkat signifikansi α = 5% jika sig. penelitian < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima .

Gambar

Tabel 3.2  Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan paparan singkat penulis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pertama, inovasi dan perubahan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia tidak terlepas dari

Profil senyawa bioaktif hasil analisis GC-MS ekstrak etil asetat suspensi sel jeruk purut ( Citrus hystrix DC.) perlakuan MeJa konsentrasi 5 mM dan waktu panen hari

Dari beberapa kajian mengenai orang Bali di luar Pulau Bali seperti yang disebutkan di atas, belum ada yang menempatkan kajian orang Bali, terutama di Lampung yang

Pengorganisasian atau singkronisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik, dan sumber daya modal dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.. 

Pada tahun berikutnya (1909) berkembang Sarekat Dagang Islam (SDI), berbeda dengan Budi Utomo, pedukung gerakan adalah para pedagang batik, yang merasa

menjaga kawasan perairan agar organisme yang hidup diperairan tetap terjaga, serta diharapkan agar dilakukan penelitian lanjutan akan faktor lainnya yang diduga

Adapun pembiayaan murabahah yang diberikan oleh BRI Syariah dalam bentuk, KKB BRiSyariah iBmerupakan produk jual-beli yang menggunakan system murabahah, dengan akad

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan rutin mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan yang dilakukan dengan cara memberikan pengalaman belajar