• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN POLEWALI MANDAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KABUPATEN POLEWALI MANDAR"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

TAHUN 2017

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Indikator Kinerja Utama Rencana dan penetapan Kinerja Realisasi Kinerja

(2)

Judul :

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

Buku ini disusun dan diterbitkan oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Jalan Andi Depu nomor 2 Polewali

Telp (0428) 2410997 Fax (0428) 2410998 Polewali

Web site : http://dinkespolman.com Email : [email protected]

(3)

Selalu berusaha mewujudkan keadaan sehat

fisik-jasmani, mental-spiritual serta sosial yang

memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif

secara sosial dan ekonomis

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenanNya, Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2017, walaupun dengan punuh keterbatasan dan kekurangan namun dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan, kami telah berusaha menyajikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun anggaran 2017 ini yang merupakan wujud pertanggung jawaban pelaksanaan Perencanaan Strategis (Renstra), yang berisi informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan yang dihadapi dan pemecahan masalahnya.

Kami sadar bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa kami harapkan untuk perbaikan atau penyempurnaan dalam penyusunan Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di tahun

mendatang.Akihirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan Laporan Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk serta memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, amin.

Polewali, 27Januari 2017. Kepala Dinas Kesehatan

H.M. Suaib Nawawi, SKM, M.Kes NiP. 19630927 198311 1 001

(5)

Ikhtisar Eksekutif

Dinas Kesehatan Kabupaten merupakan unsur pelaksaksana Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan. Dinas di pimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Kesehatan dalam pembangunan bidang kesehatan mempunyai visi Terwujudnya kemandirian sehat masyarakat Polewali Mandar berdasarkan agama dan nilai-nilai budaya. Visi ini merupakan penjabaran dari harapan seluruh masyarakat Polewali Mandar yang tertuang dalam indikator kesehatan yang dan ditetapkan sebagai Indikator Kienerja Utama (IKU), yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar 2014-2018.

Hasilnya adalah indikator derajat kesehatan masyarakat Polewali Mandar yang dilihat dari Realisasi Kinerja dan Anggaran disimpulkan 1). Penetapan 34 indikator kinerja hanya dapat dicapai 3 indikator kinerja dengan capaian 100% atau lebih. 2) Alokasi Anggaran untuk 17 program,tidak ada program yang berhasil dengan realisasi 100%.

Secara keseluruhan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2016, kurang sesuai dengan sasaran strategis dari Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan oleh Bupati Polewali Mandar, Demikian ringkasan LAKIP Dinas Kesehatan 2017 ini dibuat, sebagai bagian dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

(6)

Daftar Isi

KATA PENGANTAR (ii) IKHTISAR EKSEKUTIF (iii) DAFTAR ISI (iv)

DAFTAR TABEL (vi) BAB IPENDAHULUAN (9) 1.1 Latar Belakang (9) 1.2 Dasar Hukum (10)

1.3 Maksud dan Tujuan (11) 1.4 Sistematika Penyajian (33) BAB IIPERENCANAAN KINERJA (35) 1.1 Rencana Strategis

1.2 Penetapan Kinerja Tahun 2015 BAB IIIAKUNTABILITAS KINERJA (49) 3.1 Tujuan, Sasaran dan indikator Utama 3.2 Tujuan, Sasaran dan indikator Pertama 3.3 Tujuan, Sasaran dan indikator Kedua 3.4 Tujuan, Sasaran dan indikator Tiga 3.5 Tujuan, Sasaran dan indikator Empat 3.6 Tujuan, Sasaran dan indikator Lima 3.7 Tujuan, Sasaran dan indikator Enam 3.8 Akuntabilitas Keuangan

3.9 Kendala dan Solusi BAB IVPENUTUP (54) LAMPIRAN-LAMPIRAN.

(7)

Daftar Lampiran

Lampiran I : Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017.

Lampiran II : Penetapan Kinerja Tahun 2017.

Lampiran III : Pengukuran Kinerja tahun 2016.

Lampiran IV : Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran

(8)

Daftar Tabel

1. Tabel 1. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan 2. Tabel 2 Angka Harapan Hidup Kabupaten Polewali Mandar tahun

2012 s.d 2016

3. Tabel 3 Jumlah Bayi Lahir Hidup, AKB dan AKHBTahun 2012 s.d 2016Kabupaten Polewali Mandar

4. Tabel 04 Jumlah Bayi Lahir Hidup, Angka Kematian Ibu tahun 2012 s.d 2016Kabupaten Polewali Mandar

(9)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahdiartikan sebagai

dokumen pelaporan dan pertanggungjawaban kinerja penggunaan anggaran yang dilaksanankan sesuai dengan Rencana Kerja Dinas

Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017.Urgensi atau

pentingnyaLaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas

Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar disusun berdasarkan

Penetapan Kinerja Tahun 2017 yang dibuat,Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017, dan kemudian dinilai berdasarkan Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran Tahun 2016.

Subtansi Muatan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan

Kabupaten Polewali Mandar adalah program dan kegiatan yang harus dicapai selama tahun 2016 sebagai penjabaran dari Rencana Renja tahun 2016 dan Renstra Dinas Kesehatan tahun (2014-2019) sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar, oleh karenanya disusun dengan orientasi “Apa yang telah dicapai” (Output and outcome Realitation).

Proses penyusunanLaporan Akuntabilitas Dinas Kesehatan Kabupaten

Polewali Mandar dimulai dengan persiapan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017, Penetapan Kinerja Tahun 2017 dalam format Perjanjian Kinerja Tahunan, pemantauan dan monitoring pelaksanaannya, kemudian dinilai berdasarkan Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran Tahun 2016 dan laporan program dan kegiatan lainya berupa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang di keluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam proses penyusunannya dibawah koordinasi Sekretariat Daerah Bagian Organisasi dan Tata Kelola Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

(10)

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dengan adanya LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017 maka dapat dijadikan acuan dalam mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun, dan sebagai dasar dalam melaksanakan kinerja tahun berikutnya agar lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih,

bertanggungjawab serta bebas dari Korupsi, Kolusidan Nepotisme.

1.2 Dasar Hukum Penyusunan Laporan

Dasar hukum penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2016 meliputi:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Instruksi Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah;

3. Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah;

4. Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 5. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 10 tahun

2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Polewali Mandar.

6. Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 31 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Polewali Mandar.

(11)

2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2012-2032(Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013 Nomor 2).

8. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 Nomor 1);

9. Surat Keputusan Bupati Polewali Mandar Nomor:

KPTS/050.13/369 /HUK tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2014-2019 pada Lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

10. Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 23 Tahun 2014

tentang Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

1.3 Maksud dan Tujuan Pelaporan 1.3.1 Maksud

Maksud penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten

Polewali Mandar Tahun 2017 adalah untuk meningkatkan

transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kinerja organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

1.3.2 Tujuan

Adapun tujuan penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2017 adalah:

1. Mempertanggungjawabkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar kepada Kepala Daerah Kabupaten Polewali Mandar dan pihak yang berkepentingan, dalam rangka

mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang

ditandai dengan adanya transparansi dan akuntabilitas.

2. Memberikan umpan balik dalam rangka peningkatan kinerja instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

(12)

1.4. Sistimatika Penyajian

Sistematika penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar 2017 dibagi dalam Lima Bab, masing-masing dapat di jelaskan sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN,

Berisi uraikan tentang pentingnya Ssasaran Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)dalam menjamin

peningkatan kinerja SKPD yang termuat dalam Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan dan Sistematika Penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan.

BAB II.PERENCANAAN KINERJA,

Berisi dua Komponen dasar perencanaan kinerja, Pertama ; Rencana Strategi berupa uraikan tentang Visi, Misi, Tujuan serta Sasaran dan indikator sasaran yang terdapat dalam Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2018. Kedua Penetapan Kinerja Tahun 2017 berupa uraian tentang Sasaran dan Indikator Sasaran serta Target Kinerja Dinas Kesehatan dalam Tahun 2017

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA,

Memuat uraian secara terstruktur, mulai dari Tujuan, Sasaran dan Indikator, disajikan dalam bentuk tabel dan Grafik, juga dilengkapi data foto-foto kegiatan.Pada Bab tiga ini juga disajikan laporan akuntabilitas keuangan, menjelaskan anggaran program dan atau kegiatan yang digunakan untuk mencapai target indikator. Penyajian akuntabilitas terurai per Sasaran berdasarkan sumber-sumber dana APBD dan APBN tahun 2017.

(13)

BAB IV. PENUTUP.

Memuat uraian kesimpulan umum dari Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan penyusunan langkah-langkap perbaikan kinerja Sistematika penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar 2017yang dibagi dalam Lima Bab tersebut diakhir dengan lampiran diantaranya Perjanjian Kinerja (PK), Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017, Pengukuran Kinerja (PK) tahun 2016 dan Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran (PK-RA) Tahun 2016.

PETA POSISI PUSKESMAS KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Lokasi (Koordinat) Puskesmas Ket Matangnga Bulo Tubbi Taramanu Batupanga Tutallu Limboro Binuang Pelitakan Katumbangan Anreapi Pambusuang Tinambung Polewali Massenga Campalagian Pekkabata Matakali Kebunsari Wonomulyo Mapilli www.arali2008.com

(14)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS

2.1.1.VISI

Terwujudnya Masyarakat Polewali Mandar yang

sehat, mandiri dan berkeadilan

Arti dan makna Visi ini dapat dijelaskan sebagai berikut

Sehat diartikan sebagai manivestasi dari pengertian kesehatan yang terdapat dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 sebagai visi nasional sekaligus juga sebagai sebagai upaya ---motto ---dari setiap petugas kesehatan untuk selalu berusaha mewujudkannya yaitu mewujudkan keadaan sehat fisik-jasmani, mental-spiritual serta sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis

Mandiri diartikanbahwa untuk mewujudkan keadaan sehat, pembangunan kesehatan masyarakat hanya dapat diwujudkan dengan adanya kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat.

Berkeadilan diartikan bahwa untuk mewujudkan keadaan sehat dan mandiri diperlukan keadilan dalam pelayanan kesehatan terhadap jenis kelamin, suku, ras, golongan, status sosial, wilayah dan kemampuan yang berbeda, baik dari aspek akses, partisipasi, pengawasan maupun manfaat. 2.1.2 MISI

1. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang prima

2. Mengendalikan masalah kesehatan berdasarkan pola

perkembangan penyakit dan masalah kesehatan

3. Menyediakan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian sesuai dengan kebutuhan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia 4. Mewujudkan Kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup

(15)

5. Mewujudkan Sumber Daya Kesehatan Manusia yang merata, adil dan professional.

6. Menyelenggarakan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan yang berorientasi pada pencapaian kinerja dan pengelolaan keuangan yang baik.

2.1.3 TUJUAN DAN SASARAN 2.1.3.1 Tujuan

Dalam rangka mewujudkan misi dalam mewujudkan visi mewujudkan masyarakat Polewali Mandar yang sehat, mandiri dan berkeadilan maka ditetapkan tujuan utama yaitu pencapaian derajat kesehatan yang setingi-tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar sampai dengan tahun 2018, diarahkan dengan pencapaian sasaran utama,

“ menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup. Dan menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %. Serta Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%”

Sasaran Utama ini dapai dicapai dengan penetapan 5 tujuan khusus : 1. Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi kesehatan

2. Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui

(16)

pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan pengendalian wabah dan bencana.

3. Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan kefarmasin, akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia.

4. Meningkatkan kesadaran, Kemauan dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

5. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan.

6. Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi.

2.1.3.2 Sasaran

1. Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi kesehatan dengan pencapaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut

a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai

dengan 80%

c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sampai dengan 90%

d. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%

e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan 80%

f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%

(17)

h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100%

i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100% j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan

100%

k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%

2. Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui

pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan

pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan pengendalian wabah dan bencana, melalui pencapaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut;

a. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 penduduk;

b. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk;

c. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi100%; d. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per

100.000 penduduk.

e. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 250 per 1000 balita

f. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita menjadi 25 per 1000 balita

g. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 100%

h. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open Defecation Free) dari 10% menjadi 60%

i. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%

3. Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan kefarmasian, akses sarana

(18)

kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia, melalui pencpaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut :

a. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat sampai dengan 100%

b. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan 100%

c. Rasio Poskesdes per desa (1:1)

d. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80% e. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin,

sampai dengan 100%

f. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin sampai dengan 100%

4. Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat melalui

a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% c. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80%

5. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan.

a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk

b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%

c. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap sampai dengan 100 % kebutuhan.

6. Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi melalui pencapaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut

(19)

a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya aparatur.

c. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja dan keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

2.1.4 Strategi dan Kebijakan 2.1.4.1 Strategi

Strategi yang digunakan untuk mencapai visi, misi tujuan dan sasaran adalah kerjasama lintas program, lintas sektoral, koordinasi vertical dan horizontal serta dengan pendekatan Top down dan botton up. Pelaksanaan Strategi disesuaikan dengan tugas dan fungsi untuk mencapai kinerja organisasi yaitu

a. Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup.

b. Peningkatan capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan (SPM –Kesehatan) sampai dengan target yang ditetapkan.

c. Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis

d. Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan

e. Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat

f. Peningkatan kualitas SDM-Kesehatan.

g. Peningkatan mutu manajemen administrasi bidang kesehatan. 2.1.4.2 Kebijakan

Kebijakan pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar akan diarahkan pada permasalahan-permasalahan

(20)

pada pelaksanaan strategi status kelangsunagn hidup, status kesehatan dan status pelayanan kesehatan yang ditemukan. Penyelesaian masalah berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang ditemuat dalam renstra Kesehatan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta pemenuhan hak-hak asasi manusia akan kesehatan dengan prioritas induvidu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang beresiko serta bersperspektif gender. Kebijakan pelaksanaan pembangunan kesehatan ini termuat dalam bentuk program dan kegiatan rutin, prioritas dan penunjang. Kebijakan program dan kegiatan utama adalah Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup, melalui penurunan AKI, AKB dan Penurunan Status Gizi Buruk dan Kurang serta daya tahan anak balita terhadap berbagai macam penyakit. Dan dijabarkan dalam 6 Kebijakan program dan kegiatan sebagai berikut.

1. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekankan pada peningkatan akses dan jaminan pelayanan kesehatan yang merata, adil dan terus menerus, secara kualitas dan kwantitas dapat mencapai standar pelayanan prima.

2. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekan pada tersedianya fasilitas kesehatan yang yang standar termasuk Jaminan Pelaksanaan Asuransi Kesehatan Nasional dan Daerah. 3. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekan pada

tersedianya fasilitas kesehatan yang yang standar termasuk Jaminan Pelaksanaan Asuransi Kesehatan Nasional dan Daerah. 4. Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat

dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat melalui kegiatan konsolidasi, pengembangan dan kemandirian antara petugas dan kelompok masyarakat.

5. Peningkatan kualitas SDM-Kesehatan melalui bimbingan tehnis secara berkala dan bekerja berdasarkan standar oprasional prosedur

(21)

6. Peningkatan mutu manajemen administrasi kesehatan melalui peningkatan sumber daya aparatur, perencanaan program dan pengengelolaan keuangan serta pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

(22)

Tabel 1. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan

VISI Terwujudnya Masyarakat Polewali Mandar Yang Sehat,

Mandiri dan Berkeadilan MISI :

1. Sehat diartikan sebagai upaya ---motto ---dari setiap petugas kesehatan untuk selalu berusahamewujudkankeadaan sehat fisik-jasmani, mental-spiritual serta sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis

2. Mandiri dartikan Adanya kesadaran, Kemauan dan Kemampuan setiap Masyarakat untuk Hidup Sehat

3. Berkeadilan diartikandiperlukan keadilan dalam pelayanan

kesehatan terhadap jenis kelamin, suku, ras, golongan, status sosial, wilayah dan kemampuan yang berbeda, baik dari aspek akses, partisipasi, pengawasan maupun manfaat.

1. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang prima

2. Mengendalikan masalah kesehatan berdasarkan pola perkembangan penyakit dan masalah kesehatan

3. Menyediakan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian sesuai dengan kebutuhan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia

4. Mewujudkan Kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. 5. Mewujudkan Sumber Daya Kesehatan Manusia yang merata, adil dan

professional.

6. Melaksanakan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan yang berorientasi pada pencapaian kinerja dan pengelolaan keuangan yang baik.

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Tujuan Utama adalah Pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya

1. Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup,

2. Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup.

3. Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %.

4. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%, Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan

Kelangsungan hidup, melalui penurunan AKI, AKB dan Penurunan Status Gizi Buruk dan Kurang serta daya tahan anak balita terhadap berbagai macam penyakit. 1. Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi kesehatan

1. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95%

2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai dengan 80% 3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih

sampai dengan 90%

4. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%

5. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan 80% 6. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%

7. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%

8. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100% 9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24

bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%

10. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan 100% 11. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%

12. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin, sampai dengan 100%

13. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Peningkatan capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan (SPM –Kesehatan) sampai dengan target yang ditetapkan

Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekankan pada

peningkatan akses dan jaminan pelayanan kesehatan yang merata, adil dan terus menerus, secara kualitas dan kwantitas dapat mencapai standar pelayanan prima.

(23)

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 2. Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan pengendalian wabah dan bencana.

1. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 penduduk;

2. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk;

3. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi100%; 4. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per 100.000

penduduk.

5. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 250 per 1000 balita

6. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita menjadi 25 per 1000 balita

7. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 100%

8. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open Defecation Free) dari 10% menjadi 60%

9. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%

Peningkatan Status Kesehatan agar

masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis

Peningkatan Status Kesehatan yang menekankan pada peningkatan akses dan jaminan hidup sehat atau tidak sakit agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis

3. Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan kefarmasin, akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia.

1. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat sampai dengan 100%

2. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan 100%

3. Rasio Poskesdes per desa (1:1)

4. Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80%

Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan

Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekan pada tersedianya fasilitas kesehatan yang yang standar termasuk Jaminan Pelaksanaan Asuransi Kesehatan Nasional dan Daerah. 4. Meningkatkan kesadaran, Kemauan dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

1. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% 2. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% 3. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80%

Peningkatan kesadaran, kemauan dan

kemampuan masyarakat dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat

Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat melalui kegiatan konsolidasi, pengembangan dan kemandirian antara petugas dan kelompok masyarakat.

(24)

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 5. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan.

1. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk

2. Jumlah Puskesmas dengan standar operasional prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%

3. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap sampai dengan 100 % kebutuhan.

Peningkatan kualitas

SDM-Kesehatan. Peningkatan kualitas SDM-Kesehatan melalui bimbingan tehnis secara berkala dan bekerja berdasarkan standar oprasional prosedur 6. Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi.

1. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

2. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya aparatur. 3. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja dan

keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

Peningkatan mutu manajemen administrasi bidang kesehatan.

Peningkatan mutu manajemen administrasi kesehatan melalui peningkatan sumber daya aparatur, perencanaan program dan pengengelolaan keuangan serta pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

(25)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

2.1 PENETAPAN KINERJA TAHUN 2017

Penetapan Kinerja Tahun 2017 adalah uraian tentang Sasaran dan 34Indikator Sasaran serta Target Kinerja Dinas Kesehatan dalam Tahun 2017, sebagaimana terlampir dalam LAMPIRAN 1 (SATU) dapat dijelaskan Sebagai berikut :

2.1.1 SASARAN UTAMA : Peningkatan derajat kesehatan yang setingi-tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar, diarahkan dengan pencapaian indicator sasaran utama sebagai berikut : a. menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000

menjadi 10 per 1000 kelahiran hidup,

b. menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 106 per 100.000 kelahiran hidup.

c. menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi dibawah 10.05 %. Serta

d. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%,

2.1.2 SASARAN PERTAMA : Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan

keluarga dan promosi kesehatan dengan pencapaian

INDIKATOR SASARAN sebagai berikut

a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai

dengan 80%

c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sampai dengan 90%

(26)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan 80%

f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%

g. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%

h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100%

i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100% j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai

dengan 100%

k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%

l. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin, sampai dengan 100%

m. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin sampai dengan 100%

2.1.3 SASARANKEDUA :Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan pengendalian wabah dan bencana, melalui pencapaian Indikator sasaran sbb.

a. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 195 per 100.000 penduduk;

b. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1.3 per 1.000 penduduk;

c. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi 90%;

d. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 8 per 100.000 penduduk.

(27)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

e. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 325 per 1000 balita

f. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita menjadi 45 per 1000 balita

g. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 60%

h. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open

Defecation Free) dari 10% menjadi 30%

i. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 60% 2.1.4 SASARAN KETIGA Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan

dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan

kefarmasian, akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia, melalui pencpaian Indiaktor sasaran :

a. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat sampai dengan 100%

b. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan 100%

c. Rasio Poskesdes per desa (1:1)

d. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80%

2.1.5 SASARAN KE EMPAT ; Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat melalui dengan pencapaian Indikator sasaran sebagai berikut :

a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60%

(28)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

c. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80%

2.1.6 SASARAN KE LIMA : Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan dengan pencapaian indicator sasaran sebagai berikut

a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk

b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%

c. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap sampai dengan 100 % kebutuhan.

2.1.7 SASARAN KE ENAM : Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi melalui pencapaian indicator sasaran sebagai berikut :

a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya aparatur.

c. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja

dan keuangan secara rutin dan terpadu,

(29)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Salah Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan digunakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menyusun Laporan Akhir Indeks Pembangunan Manusia selama 5 tahun menjabat (tahun 2014-2019) adalah Capaian Angka Harapan Hidup (AHH)tahun 2015.

Angka Harapan hidup dapat di interpretasikan sebagai dimensi umur panjang dan sehat, dihitung dari Anak yang Lahir hidup dan anak yang masih hidup dari seorang wanita yang telah nikah. Di tahun 2016 capaiannya di kabupaten Polewali Mandar berada pada usia 65.62 tahun, kisaran idealnya berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun maksimal. Artinya usia maksimal umur panjang dan sehat belum mencapai umur maksimal 85 tahun, seringnya ditemukan kematian anak diusia muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi dan kematian ibu serta kematian-kematian karena kesakitan dan penyakit adalah penyebab utamanya.

Tabel 2

Angka Harapan Hidup

Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011 s.d 2016 Angka Harapan Hidup per tahun Tahun

2012 Tahun2013 Tahun 2014 Tahun2015 Tahun 2016

65.53 65.82 66.08

Sumber. BPS Polewali Mandar

Penjabaran AHH tersebut adalah Kinerja Dinas Kesehatan yang di dapat dari hasil Pengukuran Kinerja Tahun 2016 sebagaimana terlampir dalam LAMPIRAN 3 (TIGA).

Penetapan Kinerja Tahun 2016 adalah uraian tentang 3 Sasaran dan 34 Indikator Sasaran serta Target Kinerja Dinas Kesehatan dalam Tahun 2015, hanya dapat dicapai 15 indikator kinerja.

(30)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

3.1 TUJUAN UTAMA : Peningkatan derajat kesehatan yang

setingi-tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar,dengan pencapaian indicator sasaran utama sebagai berikut :

a. menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup, yang ditargetkan ditahun 2016 sebesar 8.82 per 1000 kelahiran hidup TIDAK

BERHASIL dicapai, Angka kematian bayi mengalami

penurunan sebesar 12.64 per 1000 kelahiran hidup. Tabel 03

Jumlah Bayi Lahir Hidup, AKB dan AKHB Tahun 2012 s.d 2016Kabupaten Polewali Mandar

NO Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

1. Jumlah Bayi Lahir

Hidup 8749 8355 7694 8336 8150

2. Jumlah Kematian Bayi 109 95 85 109 103

3. AKB per 1000 12.46 11.37 11.05 13.08 12.64

4. AKH 988 988 989 987

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar

b. menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup, dengan target penurunan ditahun 2016 sebesar 94 per 100.000 kelahiran hidup, TIDAK BERHASIL dicapai. Angka kematian ibu mengalami penurunan sebesar 171.8 per 100.000 kelahiran hidup.

Tabel 04. Jumlah Bayi Lahir Hidup, Angka Kematian Ibu tahun 2012 s.d 2016 Kabupaten Polewali Mandar

NO Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

1. Jumlah Bayi Lahir

Hidup 8749 8355 7694 8336 8150

2. Jumlah Kematian Ibu 12 11 5 17 14 3. AKI per 100.000 137 132 65 204 171.8 Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar

(31)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

c. menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %. Dengan target di tahun 2016 sebesar 09 % prevalensi gizi kurang dan buruk, di tahun 2016, BERHASIL di turunkan menjadi 1 %

d. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%, di tahun 2016 mengalami peningkatan dengan capaian 93.2%

3.2 TUJUAN PERTAMA : Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui

peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi kesehatan dengan pencapaian INDIKATOR SASARAN sebagai berikut

a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% tahun 2016 hanya dapat dicapai sebesar 74.6 %. Permasalahannya adalah masih ada ibu-ibu hamil yang datang melakukan

pemeriksaan kehamilannya pada bulan-bulan akhir

kehamilan, solusinya adalah, promosi agar ibu-ibu hamil dapat melakukan pemeriksanaan sedini mungkin pada tenaga kesehatan (bidan).

b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai

dengan 80%, tahun 2016 BERHASIL dicapai 85.5%. karena

ibu-ibu hamil dengan Faktor Resiko sudah dengan sadar memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan (FR= besarnya kemungkinan menderita sakit dari keadaan normal/sehat), nanti menderita sakit baru kemudian dilakukan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan.

c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sampai dengan 90%, ditahun 2015 hanya dapat dicapai sebesar 82.64%. masih ada pertolongan persalinan yang dilakukan oleh dukun. Sebaiknya pertolongan persalinan

(32)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

dapat dilakukan oleh Tenaga Kesehatan (Bidan) bermitra dengan Dukun Bersalin.

d. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%, hanya dapat dicapai sebesar 84.10 %. Disamping dipengaruhi persalinan yang di tolong oleh dukun juga karena ibu hamil yang sudah bersalin melakukan mobilisasi ke luar daerah.

e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan 80%. Hanya tercapai 39.26%, identifikasi faktor resiko komplikasi neonatus harus lebih teliti untuk menghindari sasaran yang tidak dapat ditangani.

f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%, dapat di dicapai 92.84%.

g. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%, hanya dapat di capai sebesar 69.22%, penyebabnya adalah focus pelayanan program layanan lebih ditekan pada 1000 hari pertama kelahiran yaitu usia bayi dalam kandungan dampoai dengan balita usia 2 tahun.

h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100%, BERHASIL di capai 100 %. Semua gizi buruk (22 kasus) dapat dirawat oleh tenaga kesehatan.

i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%. Hanya dapat dicapai sebesar 72.6 %, ketersediaan MP-ASI adalah kendala besar dalam pencapaian target 100%

j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan 100%, hanya dapat di capai sebesar 90%. Perencanaan penjaringan yang tidak menjadi prioritas pada tingkat pelayanan adalah masalah utama tidak tercapainya indicator ini.

k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%, hanya tercapai 67.73 %, ada peserta KB aktif tahun sebelumnya yang tidak

(33)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

aktif lagi pada tahun berikutnya karena beberapa alasan diantaranya ingin mempunyai anak lagi, belum mau ber KB dan lain-lain.

l. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin, sampai dengan 100%, Berhasil di capai sebesar 99.42 %. Kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan bagi keluarga miskin sudah cukup membaik bila di bandingkan target yang hanya 20%.

m. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin sampai dengan 100%, hanya di capai sebesar 83.2%. Kesadaran keluarga miskin untuk mendapat layanan rujukan belum cukup baik.

3.3 TUJUAN KEDUA :Meningkatkan pengendalian masalah

kesehatan melalui pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan pengendalian wabah dan bencana, melalui pencapaian Indikator sasaran sbb.

j. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 penduduk; dapa dicapai sampai dengan penurunan prevalensi sebesar 99 per 100.000 penduduk.

k. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk; tidak ditemukan kasus malaria baru, sehingga pencapai 0.01%

l. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi100%; Berhasil di capai sebesar 83.0% atau 139 desa sebagai desa UCI dari 167 desa/kel yang ada di Kabupaten Polewali Mandar.

(34)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

m. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per 100.000 penduduk. Dapat ditemukan kejadian sebesar 47.7 per 100.000 penduduk dari yang ditargetkan sebesar 7 per 100.000 penduduk.

n. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 250 per 1000 balita. berhasil diturunkan sebagaimana yang ditargetkan, penderita diare ditemukan 123 per 1000 balita. Kebiasaan tidak cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas adalah salah satu factor utama sering terjadinya kasus diare. o. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita

menjadi 25 per 1000 balita. berhasil diturunkan, ada penurunan kasus 24 per 1000 balita.

p. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 100%. Tahun 2016 tidah ada desa/kelurahan mengalami KLB.

q. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open

Defecation Free) dari 10% menjadi 60%. Hanya di capai 14.0 % atau 24 desa dari 167 desa/kel bebas dari buang hajat sebarangan tempat.

r. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%. Berhasil di capai sebesar 50.0 % dari seluruh sasaran suspek (yang dicurigai dengan factor resiko).

3.4 TUJUAN KETIGA Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan

dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan kefarmasian, akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia, dengan pencapaian Indiaktor sasaran :

a. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai

(35)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

dengan 100%. Berhasil di pertahankan 100% dari seluruh (22 Sarana pelayanan) dalam memberikan pelayanan gawat darurat.

b. Rasio Poskesdes per desa (1:1). Hanya mencakup 1 % atau hanya 157 poskesdes yang ada dari 167 desa. Pada dasarnya rasio ini belum termasuk keberadaan pustu dan bidan yang mempunyai tanggung jawab dengan wilayah kerja 1 desa 1 bidan.

c. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80%. Baru 6 Puskesmas dengan dengan pelayanan JKN standar dari 20 Puskesmas yang ada.

3.5 TUJUAN KE EMPAT ; Meningkatkan kesadaran, kemauan dan

kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan pencapaian Indikator sasaran sebagai berikut :

a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80%, hanya tercapai 74.8 % atau 85 desa siaga aktif dari 167 desa/kelurahan. Pada tahun 2016 berhasil dicapai 84% atau 141 desa/kelurahan siaga aktif

b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60%. Hanya 250 (40.0%) Posyandu yang aktif (Mandiri dan Purnama) dari 618 posyandu yang ada.

3.6 TUJUAN KE LIMA : Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan

Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana kesehatan dengan pencapaian indicator sasaran sebagai berikut

a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk. Di tahun 2015 karena belum ada penambahan tenaga dokter dengan rasio

(36)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

1 dokter dapat melayani 2.500 penduduk tidak dapat dicapai. Seorang dokter melayani 3154 penduduk.

b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%. Ditahun 2016 dicapai 50% atau 10 Puskesmas, dari 20 Puskesmas sudah mempunyai SPO yang di persyarakatkan minimal SOP Program Puskesmas yang ada.

3.7 TUJUAN KE ENAM : Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan

manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi melalui pencapaian indicator sasarandibawah ini merupakan sasaran kegiatan rutin guna mendukung capaian kinerja utama dan penunjang sebagai berikut :

a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya aparatur.

c. Berkembangnya sistem pencatatan dan pelaporan kinerja dan keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

3.8 AKUNTABILITAS KEUANGAN

Jumlah Total Anggaran untuk pencapaian sasaran indicator kinerja program dan kegiatan setelah perubahan (DPA Perubahan) Anggaran Kesehatan secara keseluruhan sebesar Rp. 107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi sebesar

Rp 73,600,481,965.00 (DPA Perubahan) atau sebesar 68.27%,

(37)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Tabel 6. Sasaran strategis, program dan realisasi anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2016 SASARAN

STRATEGIS Program

Anggaran Rp

PAGU Realisasi Persen

1 2 3 4 5 Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup Program Peningkatan

Keselamatan Ibu Melahirkan &

Anak 2,142,676,500.00 561,814,844.00 26.22

Program Perbaikan Gizi

Masyarakat 172,115,000.00 144,202,000.00 83.78

Program Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Anak Balita 61,386,000.00 54,146,000.00 88.21

Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis

Program Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Lansia 19,541,000.00 15,403,000.00 78.82

Program Pengembangan

Lingkungan Sehat 9,329,234,500.00 8,982,961,500.00 96.29

Pencegahan & Penanggulangan

Penyakit Menular 1,509,523,500.00 1,204,498,700.00 79.79 Peningkatnya capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan (SPM– Kesehatan) sampai dengan target yang ditetapkan

Program Upaya Kesehatan

Masyarakat 860,884,500.00 785,002,520.00 91.19

Program Pengadaan, Peningkatan Perbaikan Sarana dan Prasarana

PKM Pustu & Jaringannya 35,803,421,200.00 33,602,523,950.00 93.85 Program Pengadaan Obat dan

Perbekalan Kesehatan 8,560,084,000.00 8,346,666,105.00 97.51

Program Kemitraan Peningkatan

Pelayanan Kesehatan 37,773,148,764.00 12,334,707,685.00 32.65

Program Promosi Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat 2,591,326,500.00 2,534,736,900.00 97.82 Program pengawasan obat dan

makanan 2,150,000.00 2,150,000.00 100.00

Program Standarisasi Pelayanan

(38)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan

Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran 1,581,247,587.00 1,366,407,609.00 86.41

Program Peningkatan Sarana &

Prasarana Aparatur 1,474,773,500.00 1,320,215,209.00 89.52

Program Peningkatan Disiplin

Aparatur 0 0 0

Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur 280,654,000.00 266,117,120.00 94.82

Program Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan

capaian kinerja dan keuangan 5,636,147,785.00 2,069,800,823.00 36.72

JUMLAH 107,814,592,336.00 73,600,481,965.00 68,27

Dengan jumlah Total Anggaran yang dialokasilkan

sebesar Rp. 107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi

sebesar Rp 73,600,481,965.00(DPA Perubahan) atau

sebesar 68.27%, Kontribusi terhadap pencapaian sasaran kinerja seperti yang di perlihatkan pada tabel diatas, dari 18 Program 2 program dengan realisasi 100 %.

3.9. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian Kinerja Kesehatan

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian kinerja kesehatan diantaranya :

1. Penggunaan Data dan informasi sebagai dasar dalam penyusunan program dan kegiatan belum maksimal terutama Puskesmas dalam menjabarkan penggunaan dana Kapitasi JKN-BPJS belum optimal.

(39)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

2. Sistem kerja program dan kegiatan belum diarahkan secara maksimal untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan

3. Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan horizontal kurang dilakukan secara tim work, masih ditemukan berjalan sesuai dengan program dan sector masing-masing. 4. Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan dan

program belum dapat diakses secara umum, sehingga upaya-upaya perbaikan yang melibatkan masyarakat belum dilakukan secara maksimal.

3.10. Solusi yang telah diupayakan tahun 2016

Beberapa solusi yang telah diupayakan ditahun 2016 adalah

1. Bahwa penjabaran penggunaan dana Kapitasi dan non kapitasi puskesmas untuk kegiatan pelayanan kesehatan diarahkan pada perbaikan dan bimbingan tehnisk puskesmas dalam merancang kegiatan dan program berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan.

2. Bahwa Sistem kerja program dan kegiatan akan diarahkan secara ketat untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan

3. Bahwa Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan horizontal diarahkan pada cara-cara kerja secara tim.

4. Bahwa Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan dan program dapat diakses secara umum, melalui elektronik-goverment (Komunikasi Data Online dinkes.polman.id )

(40)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

sehingga upaya-upaya perbaikan segera dapat dilakukan secara maksimal.

(41)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

BAB IV PENUTUP

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai suatu lembaga dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 31 tahun 2011 tentang Tugas dan Fungsi, perubahan atas peraturan Bupati Polewali Mandar no 27 tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

2. Perencanaan Pembangunan Dinas Kesehatan di dasarkan pada Rencana Strategis Dinas Kesehatan tahun 2014-2018 sesuai Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar nomor 440/021/KES Tentang Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2014-2019.

3. Di tahun 2015 capaian Angka Harapan Hidup di kabupaten Polewali Mandar berada pada usia 65.62 tahun, kisaran idealnya berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun maksimal. Artinya usia maksimal umur panjang dan sehat belum mencapai umur maksimal 85 tahun, seringnya ditemukan kematian anak diusia muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi dan kematian ibu serta kematian-kematian karena kesakitan dan penyakit adalah penyebab utamanya.

4. Jumlah anggaran yang dialokasikan pada Dinas Kesehatan untuk

urusan kesehatan pada tahun 2016 sebesar Rp.

107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi sebesar Rp 73,600,481,965.00(DPA Perubahan) atau sebesar 68,27%.

5. Secara garis besarnya program dan kegiatan penentu pencapaian kinerja kesehatan diarahkan untuk pencapaian Tujuan dan

(42)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Sasaran Utama sasaran strategi sebagaimana yang tertuang dalam renstra Dinas Kesehatan 2014-2019 yaitu 1) Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup. 2) Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis, Dan 3). Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan, masih terus di tingkatkan sampai mencapai standarisasi yang di targetkan, misalnya Standarisasi fasilitas pelayanan 20 puskesmas, yang optimal baru 6 puskesmas juga upaya untuk meng BLUDkan puskesmas masih terus diupayakan.

(43)

LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

(44)

dekripsi Capaian Kendala dan solusi

1 2 3 4 10

Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup

Angka per 1000 KH

10,00 13,08 Jumlah Kematian bayi (A) = 109. Jumlah Bayi Lahir Hidup (B) = 8336. Konstanta (K) = per 1000 kelahiran hidup. A/B x 1000 = 13.08 kelahiran hidup

Program JKN belum diarahkan secara maksimal untuk penurunan angka kematian bayi, perlu pengendalian dan kerja sama lintas sektoral pada tingkat semua stakeholder Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per

100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup

Angka per 100.000 KH

106 203,9 Jumlah Kematian ibu (A) = 17. Jumlah Bayi Lahir Hidup (B) = 8336. Konstanta (K) = per 100.000 kelahiran hidup. A/Bx 100.000 = 203.9 per 100.000 kelahiran hidup

Program JKN belum diarahkan secara maksimal untuk penurunan angka kematian bayi, perlu pengendalian dan kerja sama lintas sektoral pada tingkat semua stakeholder Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk

dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %

Angka Per 100 10,05% 10,93 Jumlah Balita Gizi Kurang(418) +Gizi Buruk(46)= (A) =285 Jumlah Balita yang Ditimbang (B) = 4244. Konstanta (K) = per 100 balita ditimbang = 10.93

Mencapai Target, Program dan Kegiatan kurang diarahkan pada pencapain hasil Penimbangan Balita, perlu melibatkan sektor terkait untuk memaksimalkan kegiatan tiap bulannya

Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%;

Per 100 90% 90,0 Jumlah bayi mendapat imunisasi lengkap (BCG, HBO, DPT, Polio dan Campak) (A) = 8173. Jumlah sasaran bayi dalam tahun bersangkutan (B) = 9077 di kali konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100 = 90 Per 100

Mencapai target, Distribusi Vaksin terhambat dengan ketiadaan cold chain pada 9 Puskesmas, cakupan masih bisa terus ditingkatkan di triwulan IV dengan memakismal cold chain yang ditempat di dinas Kesehatan

Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis

Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 penduduk;

Angka per 100.000 pddk

195 133 Jumlah Penderita TB Paru Positif (A) = 505. Jumlah Penduduk dalam tahun bersangkutan (B) = 412.122 A/B x 100.000 = 133 per 100.000 penduduk

Mencapai Target, Pervalensi TB Paru per jumlah penduduk telah turun dari per jumlah target 884 ( 2.1/1000 x pddk), namun demikian upaya penemuan faktor resiko masih harus mendapat perhatian

Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk;

Angka per 1.000 pddk

1,3 0,1 Jumlah Penderita Kasus Malaria Positif (A) = 26. Jumlah Penduduk dalam tahun bersangkutan (B = 412,122. A/B x 1000= 0.1 per 1000 penduduk

Tidak ditemukan Kasus, Beberapa kasus malaria yang ditemukan adalah kasus inport. Upaya pendeteksian kaus inport perlu melihat sektor terkait

Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi 90%;

Per 100 90% 86,8 Jumlah Desa dengan UCI=80% (A) = 145. Jumlah Desa/kel (B)= 167 ----> A/B x 86.8= 0 %

Tidak mencapai Target, Kegiatan kurang dilaksanakan sesuai dengan target sasaran Pencapaian UCI tahun 2015, cakupan masih dapat ditingkatkan di triwulan IV dengan memaksimal sumber daya yang ada. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 8 43,4 Jumlah Penderita DBD Positif (A) = 179.Mencapai Target, Beberapa kasus DBD yang

FORMAT MONITORING DAN EVALUASI

CAPAIAN TARGET KINERJA DINAS KESEHATAN SESUAI DENGAN PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

Peningkatan Status

pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan

Kelangsungan hidup

Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi

Target 2015

KEADAAN TAHUN 2015

SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja 2015

(45)

dekripsi Capaian Kendala dan solusi

1 2 3 4 10

Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi

Target 2015

SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja 2015 Menurunya penderita diare dari 389 per 1000

balita menjadi 250 per 1000 balita

Angka per 1000 Balita

325 116 Jumlah Penderita diare Positif (A) = 5857. Jumlah balita resiko menderita diare 50279. A/B x 1000 = 116 per 1000 balita

Tidak mencapai target, Kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan Pola Kasus terjadinya penyakit diare di Polewali Mandar dengan angka kesakitan diare 214 per 1000 penduduk

Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita menjadi 25 per 1000 balita

Angka per 1000 balita

45 211,6 Jumlah Penderita Pneumonia Positif (A) = 1064. Jumlah saspek balita

penumonia dalam tahun bersangkutan (B) 5028 di kali konstanta (k=1000 ) ----> A/B x 1000= 211 per 1000 balita

Tidak Mencapai Target, Kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan Pola pengendalian terjadinya Kasus pneumonia

Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%

Per 100 60% 23,9 Jumlah penderita suspek PM (diare dan Pneumonia) dan PTM (Dm, HP, Strok) yang lacak (A) = 4923. Jumlah keseluruhan saspek PM dan PTM dalam tahun bersangkutan (B) 20.606 di kali konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100 = 23.9 Per 100 suspek yang dilacak

Tidak mencapai Target, Kegiatan Penyakit tidak menular melalui kegiatan Posbindu belum terlalu diprioritaskan dari pada kegiatan Penyakit Menular. Solusinya penyakit tidak menular ( Hipertensi, Strok dan DM) adalah prioritas untuk ditanggulangi.

Peningkatnya capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan

(SPM –Kesehatan) sampai

dengan target yang ditetapkan

Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95%

Per 100 95% 77,2 A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan 1 kali pada tribulan pertama, 1 kali pada triwulan ke 2 dan 2 kali pada triwulan ke 3 (7698) dibagi dengan, B = jumlah sasaran ibu hamill dalam tahun bersangkutan (9977) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 77.2 %

Tidak mencapai target, Data real yang dilaksanakan telah sesuai dengan target namun demikian sasaran proyeksi belum sesuai yang ditargetkan

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai dengan 80%

Per 100 80% 77,20 A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan komplikasi kebidanan (1554) dibagi dengan, B = 20% jumlah sasaran ibu hamill dengan komplikasi dalam tahun bersangkutan (2013) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100= 77.2 %

Tidak mencapai target, Data real yang dilaksanakan telah sesuai dengan target namun demikian sasaran proyeksi komplikasi kebidanan belum sesuai yang ditergetkan yaitu 20 % dari jumlah ibu hamil

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sampai dengan 90%

Per 100 90% 83,61 A = Jumlah Ibu Hamil dengan dengan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (1739) dibagi dengan, B = jumlah sasaran persalinan dalam tahun bersangkutan (2380) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 73 %

Tidak mencapai target, Data real yang dilaksanakan telah sesuai dengan target namun demikian sasaran proyeksi belum sesuai yang ditergetkan

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 90% 84,21 A = Jumlah Pelayanan ibu nifas (8019) dibagi dengan, B = jumlah sasaran ibu nifas dalam tahun bersangkutan (9523)

Tidak mencapai target, Data real yang dilaksanakan telah sesuai dengan target namun demikian sasaran proyeksi belum

(46)

dekripsi Capaian Kendala dan solusi

1 2 3 4 10

Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi

Target 2015

SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja 2015 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani

sampai dengan 80%

Per 100 80% 48,90 A = Jumlah neonatus komplikasi yang ditangani (665) dibagi dengan, B = 15 % jumlah sasaran neonatus komplikasi dalam tahun bersangkutan (1360) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 48.9 %

Tidak mencapai target, Data real yang dilaksanakan telah sesuai dengan target namun demikian sasaran proyeksi komplikasi neonatus belum sesuai yang ditergetkan yaitu 15 % dari jumlah sasaran bayi lahir. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 90% 92,74 A = Jumlah kunjungan bayi (8409)

dibagi dengan, B = jumlah sasaran bayi dalam tahun bersangkutan (9.067) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 92.74 %

Tidak mencapai target, Pelayanan kunjungan kesehatan bayi belum dilaksanakan sesuai dengan yang ditargetkan tiap bulannya

Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%

Per 100 90% 61,80 A = Jumlah Pelayanan Kesehatan anak balita (25467) dibagi dengan, B = jumlah sasaran anak balita dalam tahun bersangkutan 41.212 di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 61.8 %

Tidak mencapai target, Pelayanan kunjungan kesehatan bayi belum dilaksanakan sesuai dengan yang ditargetkan tiap bulannya

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%

Per 100 100% 17,1 A = Jumlah anak baduta (6-24 bln) dari keluarga miskin yang mendapatkan MP-ASI (1755)dibagi dengan, B = jumlah baduta dari keluraga miskin dalam tahun bersangkutan (10285) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 17.1 %

PelayananMP-ASI telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditargetkan tiap bulannya

Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100%

Per 100 100% 100 A = Jumlah balita dengan gizi buruk yang mendapatkan perawatan (946 dibagi dengan, B = jumlah seluruh balita yang menderita gizi buruk dalam tahun bersangkutan (46) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100=100 %

Pelayanan gizi buruk telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditargetkan ditemukannya kasus gizi buruk

Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan 100%

Per 100 100% 78,75 A = Jumlah siswa SD kelas 1 yang mendapatkan menjaringan kesehatan (7130) dibagi dengan, B = jumlah seluruh siswa SD Kelas dalam tahun bersangkutan (9054) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 =78.75 %

Beberapa Puskesmas belum melakukan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, pengawasan yang ketat harus mendapat prioritas pihak pelaksana program kabupaten

Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 70% 62,45 A = Jumlah Peserta KB Aktif (40755)dibagi dengan, B = jumlah seluruh peserta KB aktif dan tidak aktif dalam tahun bersangkutan (70061) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100

Drop out Peserta KB Aktif. Promosi Keluarga Berencana dengan melibat semua sektor harus mendapat prioritas

(47)

dekripsi Capaian Kendala dan solusi

1 2 3 4 10

Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi

Target 2015

SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capaian Kinerja 2015 Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 %

masyaralat miskin, sampai dengan 100%

Per 100 100% 88,99 A = Jumlah Peserta yang mendapat pelayanan kesehatan dasar dari keluarga miskin (230.484) dibagi dengan, B = 20 % jumlah sasaran menderita sakit dari masyarakat miskin (258.987) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100=88.99%

Tidak Merncapai Target, Pelayanan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin telah sesuai dengan yang ditargetkan

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin sampai dengan 100%

Per 100 100% 134,8 A = Jumlah Peserta yang mendapat pelayanan kesehatan rujukan dari keluarga miskin (6.894) dibagi dengan, B = 2 % jumlah sasaran rujukan dari masyarakat miskin yang menderita sakit (5.113) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100= 134.8 %

Mencapai Target, Pelayanan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat miskin telah sesuai dengan yang ditargetkan

Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan 100%

Per 100 100% 100 A = Jumlah Sarana Fasilitas Kesehatan dengan pelayanan gawat darurat level 1 (23) dibagi dengan, B = jumlah seluruh sarana falitas kesehatan yang ada (23) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 100 %

Sesuai target yang di rencanakan

Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 100%

Per 100 100% 100 A = Jumlah Desa/Kel yang mengalami KLB yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 jam (15) dibagi dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel yang mengalami KLB (15) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100=89 %

Sesuai target namun ada beberapa kasus KLB yang terjadi secara berulang diantara diare, gizi buruk, campak dll

Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 80% 74,85 A = Jumlah Desa/Kel Siaga Aktif (85) dibagi dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel Siaga yang terbentuk (125) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 78%

Tidak mencapai Target, Dukungan dari lintas sektor masih kurang dan arah pelaksana program belum diarahkan pada keaktifan desa siaga

Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% Per 100 45% 40,5 A = Jumlah Posyandu aktif ( Mandiri dan Purnama) (250) dibagi dengan, B = jumlah seluruh Posyandu yang terbentuk (618) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 40.5 %

Anggaran Insentif Kader dan anggaran lainnya untuk posyandu belum diarahkan pada kemandirian posyandu dan keluarga sadar gizi

Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai dengan 60%

Per 100 30% 14,37 A = Jumlah Desa/Kel dengan ODF (Open Defecation Free) (24) dibagi dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel yang ada (167) di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100= 14.4%

Tidak Mencapai Target, Dukungan dari lintas sektor dan dana masih kurang

Gambar

Tabel 1. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan
Tabel 04. Jumlah Bayi Lahir Hidup, Angka Kematian Ibu tahun 2012 s.d  2016 Kabupaten Polewali Mandar
Tabel 6. Sasaran strategis, program dan realisasi anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2016 SASARAN

Referensi

Dokumen terkait

dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir yang berjudul “ Prosedur Pemberian Kredit Pada Bagian Small Medium Enterprise Di Bank BTPN Cabang

Penelitian yang dilakukan oleh Susi Susanti tahun 2009 tentang pengaruh likuiditas terhadap tingkat profitabilitas pada Bank Jabar Banten diperoleh kesimpulan

(pensucian), maka sangat wajar jika Mu’tazilah benar-benar mensucikan Tuhan dari materi, karena Tuhan tidak ber- jism (bersifat immateri), tidak dibatasi oleh

dimana kebijakan awal berasal dari pemerintah tidak bisa memenuhi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perempuan penerima PKH, selain itu semua tidak dilibatkanya

Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dengan judul Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam berinteraksi dengan Dosen di universitas

Selain mengklik pada palet layer, cara lain untuk menyeleksi bisa dengan cara klik kanan pada kanvas kemudian pilih layer yang

 Oleh karena pemakai tidak dapat langsung browsing ke jajaran maka agak sulit untuk mencari alternatif lain apabila dokumen yang diperlukan ternyata tidak sesuai dengan yang

Berhubung fasilitas listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) belum menjangkau keempat desa tersebut, maka sebagai tenaga penggerak dalam proses penyediaan air bersih ini,