• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh: PRISTHA HASTI KESUMA PUTRI NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI. Oleh: PRISTHA HASTI KESUMA PUTRI NIM"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh:

PRISTHA HASTI KESUMA PUTRI NIM. 09208244075

JURUSAN PENDIDIKAN SENI MUSIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

v

tak dapat terhapus lagi"

(Thomas Carlyle)

“Tuhan mungkin tidak pernah mengabulkan doa kita, tapi Tuhan memberi kita pentunjuk dan jalan untuk mendapatkannya”

(John Savique Capone)

“Jangan selalu katakan apa yang kau ketahui, tapi selalu ketahui apa yang kau katakan”

(Claudius)

“Setiap hari dalam hidupmu adalah satu halaman dari sejarahmu”

(6)

vi 1. Joko Tri Haryanto Kusumo Pranoto (Papa). 2. Sriwigati Kusumo Pranoto (Mama).

(7)
(8)

viii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

MOTTO ...v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI...viii

DAFTAR TABEL...x

DAFTAR GAMBAR ...xi

DAFTAR LAMPIRAN... xii

ABSTRAK...xiii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah...1

B. Identifikasi Masalah...6

C. Batasan Masalah ...7

D. Rumusan Masalah...7

E. Tujuan Penelitian ...7

F. Manfaat Penelitian ...7

BAB II KAJIAN TEORI ...9

A. Deskripsi Teori...9

1. Minat...9

2. Motivasi... 16

B. Penelitian yang Relevan... 27

C. Kerangka Pikir ... 28

D. Skema Penelitian... 30

BAB III METODE PENELITIAN ... 31

A. Pendekatan Penelitian ... 31

B. Tempat dan Waktu Penelitian... 31

(9)

ix

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 45

A. Hasil Penelitian ... 45

1. Deskripsi Data Penelitian ... 45

2. Analisis Regresi Berganda ... 55

B. Pembahasan... 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 61

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 63

(10)

x

Lampiran 2. Kisi-Kisi Angket Penelitian Variabel Motivasi... 34

Lampiran 3. Hasil Validitas Minat Mahasiswa... 37

Lampiran 4. Hasil Validitas Motivasi Mahasiswa... 39

Lampiran 5. Hasil Uji Reliabilitas ... 41

Lampiran 6. Distribusi Kategorisasi Variabel Minat Siswa ... 46

Lampiran 7. Distribusi Kategorisasi Indikator Faktor Internal... 48

Lampiran 8. Distribusi Kategorisasi Indikator Faktor Eksternal ... 49

Lampiran 9. Distribusi Kategorisasi Variabel Motivasi Siswa... 51

Lampiran 10. Distribusi Kategorisasi Indikator Motivasi Intrinsik... 52

Lampiran 11. Distribusi Kategorisasi Indikator Motivasi Ekstrinsik ... 54

(11)

xi

Gambar 2.Pie ChartMinat Siswa...46

Gambar 3.Pie ChartIndikator Faktor Internal...48

Gambar 4.Pie ChartIndikator Faktor Eksternal...49

Gambar 5.Pie ChartMotivasi Siswa ...51

Gambar 6.Pie ChartIndikator Motivasi Intrinsik...53

(12)

xii

1. Angket Penelitian... 65

2. Data Uji Validitas dan Reliabilitas ... 78

3. Data Penelitian ... 80

4. Data Kategorisasi ... 82

5. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas... 83

6. Hasil Uji Deskriptif... 86

7. Rumus Perhitungan Skor Ideal ... 87

8. Hasil Uji Kategorisasi ... 89

(13)

xiii Oleh:

Pristha Hasti Kesuma Putri NIM. 09208244075

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa Mayor Vokal dalam menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang menempuh PIM 6 vokal dengan jumlah 16 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa kuesioner. Hasil uji validitas pada variabel minat dari 40 butir soal yang diuji coba, terdapat 35 soal yang valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,973; sedangkan pada variabel motivasi dari 20 butir soal yang diuji coba, terdapat 18 soal yang valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,949. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) minat mahasiswa mayor vokal berada pada kategori tinggi (62,5%), (2) motivasi mahasiswa mayor berada pada kategori tinggi (68,8%), (3) minat internal mempengaruhi mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6 (4) minat ekternal mempengaruhi mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6, (5) motivasi intrinsik mempengaruhi mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6, dan (6) motivasi ekstrinsik mempengaruhi mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6. Kata kunci: Minat, Motivasi, Vokal

(14)

1 A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Salah satu lembaga dalam pendidikan adalah universitas. Universitas merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Universitas sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya universitas memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial.

Banyak faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal merupakan kunci keberhasilan belajar. Faktor internal yang dimaksud adalah sikap terhadap belajar, minat belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, mengolah bahan belajar, dan perolehan hasil belajar, sedangkan unsur eksternal yang berpengaruh pada perilaku belajar antara lain, dosen, sarana prasarana, kebijakan penilaian, lingkungan dan kurikulum.

Faktor intern yang mempengaruhi dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran mahasiswa di antaranya adalah minat dan motivasi belajar. Minat merupakan salah satu aspek psikis yang dapat mendorong manusia mencapai tujuan. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu objek, cenderung memberikan perhatian atau merasa senang yang lebih besar kepada

(15)

objek tersebut. Namun, apabila objek tersebut tidak menimbulkan rasa senang, maka orang itu tidak akan memiliki minat atas objek tersebut. Oleh karena itu, tinggi rendahnya perhatian atau rasa senang seseorang terhadap objek dipengaruhi oleh tinggi rendahnya minat seseorang tersebut.

Faktor minat merupakan motif yang mendorong mahasiswa untuk menyenangi, memperhatikan dengan disertai keinginan untuk mengetahui, mempelajari dan membuktikan lebih lanjut serta mengarahkan pilihannya. Oleh karena itu, minat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor internal berasal dari dalam diri sendiri. Faktor internal tersebut antara lain: pemusatan perhatian, keingintahuan, dan kebutuhan. Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat mahasiswa berminat yang datangnya dari luar diri, seperti: dorongan dari orang tua, dorongan dari dosen, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

Suatu aktivitas akan dilakukan atau tidak sangat bergantung pada minat seseorang terhadap aktivitas tersebut. Di sini nampak bahwa minat merupakan motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas. Minat memungkinkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas, karena minat merupakan dorongan yang paling kuat dari dalam diri seseorang. Besar kecilnya minat, akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas seseorang. Seseorang yang memiliki minat terhadap apa yang dipelajari lebih dapat mengingatnya dalam jangka panjang dan menggunakannya kembali sebagai sebuah dasar untuk pembelajaran di masa yang akan datang.

Motivasi juga dapat menciptakan keberhasilan dalam belajar mahasiswa. Pada semua usia, motivasi memainkan peran yang sangat penting

(16)

dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar. Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung akan mempunyai sikap positif untuk berhasil. Bagi mahasiswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka akan menyebabkan keberhasilan belajar mahasiswa menjadi kurang. Seperti kurangnya perhatian mahasiswa saat dosen menjelaskan materi di kelas dan berbicara dengan teman saat dosen menjelaskan materi, hal ini terjadi karena kurangnya motivasi belajar pada diri mahasiswa dan motivasi untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah mahasiswa menjadi tekun dalam proses belajar mengajar, dan dengan motivasi itu pula kualitas hasil belajar mahasiswa dapat diwujudkan dengan baik. Tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya hasil belajar.

Motivasi dapat berasal dari diri pribadi seseorang (motivasi intrinsik) dan berasal dari luar diri pribadi (ekstrinsik). Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik yang kuat akan nampak dari beberapa hal, seperti: keinginan diri, kepuasan, kebiasaan baik, dan kesadaran. Seseorang yang memiliki motivasi ekstrinsik yang kuat dipengaruhi beberapa faktor, seperti: pujian, nasehat, semangat, hadiah, hukuman, dan meniru sesuatu. Apabila seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, berarti orang itu selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. Ciri-ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar-mengajar.

Seseorang yang tidak mempunyai motivasi belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar dan hasil belajarnya pun akan rendah. Sebaliknya, seseorang yang mempunyai motivasi belajar, akan dengan baik

(17)

melakukan aktivitas belajar dan memiliki hasil belajar yang lebih baik. Hal ini menunjukkan seorang mahasiswa yang memiliki bakat, apabila memiliki motivasi belajar yang rendah maka dia tidak akan mencapai hasil belajar yang baik. Sebaliknya, seorang mahasiswa yang kurang berbakat, tetapi memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, maka dia akan mencapai hasil belajar yang baik.

Seorang mahasiswa yang termotivasi dengan baik dalam belajar akan melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan mahasiswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Keberhasilan yang diraih akan lebih baik apabila mempunyai motivasi yang tinggi. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang diduga besar pengaruhnya terhadap hasil belajar. Mahasiswa yang motivasi tinggi diduga memiliki kedisiplinan belajar yang baik. Pentingnya motivasi belajar mahasiswa terbentuk antara lain agar terjadi perubahan belajar ke arah yang lebih positif.

Salah satu mata kuliah yang terdapat dalam kurikulum pendidikan seni musik UNY adalah mata kuliah Praktik Instrumen Mayor atau sering disebut PIM atau Mayor. Praktik Instrumen Mayor (PIM) adalah mata kuliah praktik. Pembelajaran praktik yang dimaksud adalah praktik instrumen musik sesuai instrumen yang dipilih mahasiswa saat masuk di Jurusan Pendidikan Seni Musik. Instrumen yang masuk dalam PIM digolongkan dalam 6 jenis, yaitu instrumen gesek, tiup, perkusi, petik, keyboard, dan vokal. Instrumen gesek meliputi biola, cello, contra bass, viola. Instrumen tiup meliputi tiup kayu yaitu klarinet, oboe, dan flute, dan tiup logam yaitu trumpet, trombone dan corno. Instrumen perkusi seperti marimba, drum, dan lain-lain. Instrumen

(18)

keyboard seperti: piano dan organ. Instrumen petik yaitu gitar, dan instrumen vokal.

Instrumen vokal merupakan salah satu instrumen yang banyak diminati oleh mahasiswa yang masuk di Jurusan Pendidikan Seni Musik. PIM Vokal pada dasarnya diajarkan dengan tujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menguasai teknik vokal dan dapat diaplikasikan dalam lagu dengan benar dan baik. Penyanyi yang baik harus dapat membawakan sebuah lagu denganperformance yang baik dan ekspresif yang didukung dengan teknik yang benar, sehingga pesan yang terkandung dalam lagu yang dibawakan dapat tersampaikan pada penonton. Tentunya hal ini tidak mudah, karena penyanyi dituntut mempunyai talenta dan selalu melatih keterampilan dalam membawakan sebuah lagu seperti yang diajarkan dalam pembelajaran PIM 6 vokal.

Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan penulis pada bulan Oktober 2015 dengan bertanya langsung di luar jam kuliah ke beberapa mahasiswa PIM 5 diketahui bahwa terdapat beberapa mahasiswa dengan minat rendah dalam mengikuti PIM 5 hal ini terlihat dari kurangnya latihan vokal. Ditinjau dari motivasi mahasiswa dalam menempuh PIM 5 terdapat beberapa mahasiswa dengan motivasi rendah dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan tidak semua mahasiswa berasal dari sekolah kejuruan musik, melainkan ada yang berasal dari SMA. Latar belakang pendidikan mahasiswa yang tidak berasal dari sekolah musik membuat mahasiswa kesulitan dalam menerima materi pembelajaran karena mahasiswa dengan

(19)

kemampuan musik yang rendah membuat kepercayaan diri mereka semakin menurun karena kurangnya motivasi untuk menjadi yang lebih baik.

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat dan Motivasi Mahasiswa Mayor Vokal dalam Menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini antara lain:

1. Terdapat beberapa mahasiswa dengan minat rendah dalam mengikuti PIM 6 hal ini terlihat dari kurangnya latihan vokal.

2. Terdapat beberapa mahasiswa dengan motivasi rendah dalam mengikuti pembelajaran.

3. Tidak semua mahasiswa berasal dari sekolah kejuruan musik, melainkan ada yang berasal dari SMA.

4. Latar belakang pendidikan mahasiswa yang tidak berasal dari sekolah musik membuat mahasiswa kesulitan dalam menerima materi pembelajaran.

5. Mahasiswa dengan kemampuan musik yang rendah membuat kepercayaan diri mereka semakin menurun karena kurangnya motivasi untuk menjadi yang lebih baik.

(20)

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang ada, penelitian ini lebih memfokuskan pada “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat dan Motivasi Mahasiswa Mayor Vokal dalam Menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Faktor-Faktor apa sajakah yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa Mayor Vokal dalam menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa Mayor Vokal dalam menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoretis

a. Dapat memberikan sarana untuk menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca.

(21)

b. Dapat digunakan sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya atau sejenis.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Mahasiswa

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada mahasiswa untuk meningkatkan minat dan motivasi dalam menempuh PIM 6 di Jurusan Pendidikan Seni Musik FBS UNY.

b. Bagi DosenJurusan Pendidikan Seni Musik FBS UNY

Sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam meningkatkan pembelajaran seni musik.

(22)

9 1. Minat

a. Pengertian Minat

Minat merupakan salah satu faktor psikologis manusia yang menentukan kemajuan dan keberhasilan seseorang tentang suatu hal. Slameto (2010: 180) mengatakan minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Sedangkan menurut Hamdani (2011: 140) minat adalah suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu terus menerus.

Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu (Syah, 2011: 152). Minat merupakan suatu dorongan yang kuat dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Minat dapat timbul dengan sendirinya, yang ditengarai dengan adanya rasa suka terhadap sesuatu.

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Adanya hubungan seseorang dengan sesuatu di luar dirinya, dapat menimbulkan rasa ketertarikan, sehingga tercipta adanya penerimaan. Dekat maupun tidak hubungan tersebut akan mempengaruhi besar kecilnya minat yang ada.

(23)

Adanya ketertarikan seseorang terhadap sesuatu karena sesuatu tersebut mampu menimbulkan perasaan senang. Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah atau keinginan (Poerwadarminta, 2007: 744). Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu (Baharudin dan Wahyuni, 2007: 24). Keinginan seseorang yang begitu besar terhadap sesuatu menimbulkan kegairahan yang besar terhadap sesuatu tersebut

Minat dalam diri seseorang akan mendorong orang itu melakukan sesuatu untuk mencapai apa yang diinginkan dan diharapkan. Minat mengandung suatu perhatian yang besar terhadap suatu objek sesuai dengan dirinya. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berminat terhadap suatu obyek, maka orang itu akan berubah mendapatkan informasi yang banyak dari obyek tersebut. Minat merupakan suatu daya gerak yang mendasari seseorang untuk lebih menyenangi dan memperhatikan suatu hal atau kegiatan dan mengarahkan keiinginan untuk mengetahui, mempelajari dan membuktikan lebih lanjut.

Menurut Mappiare (1995: 63), minat adalah seperangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan.

Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan tersebut. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan

(24)

dunia luar, motif menggunakan dan menyelidiki dunia luar (manipulate and exploring motives). Dari manipulasi dan eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama-kelamaan timbulah minat terhadap sesuatu tersebut. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik (Purwanto, 2007: 56). Minat, mampu memberikan dorongan kepada seseorang untuk berinteraksi dengan dunia luar yang sekiranya menarik untuk diketahui, menjadikannya memiliki semangat tinggi untuk mengetahui sesuatu yang telah menarik hatinya.

Minat muncul karena adanyakesesuaian antara diri orang itu dengan obyek yang diminati. Keinginan, kemampuan dan bakat yang ada dalam diri seseorang itulah yang akan menentukan besar kecilnya minat terhadap suatu objek. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap suatu hal akan mempengaruhi belajar selanjutnya. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil dari pengalaman, hasil dari belajar dan mendorong belajar selanjutnya.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat

Faktor minat merupakan motif yang mendorong mahasiswa untuk menyenangi, memperhatikan dengan disertai keinginan untuk mengetahui, mempelajari dan membuktikan lebih lanjut serta mengarahkan pilihannya. Slameto (2010: 54) menggolongkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar mahasiswa menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktorekstern.

1) Faktor Intern adalah faktor yang di dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor ini meliputi tiga aspek, yaitu:

(25)

b) Faktor psikologis, seperti: intelegensi, perhatian, bakat, motif, kematangan kesiapan.

c) Faktor kelelahan. 2) FaktorEkstern

a) Faktor keluarga, meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakng budaya.

b) Faktor sekolah/universitas, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi dosen dengan mahasiswa, relasi mahasiswa dengan mahasiswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah.

c) Faktor masyarakat, meliputi: kegiatan mahasiswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.

Menurut Syah (2011: 152) faktor-faktor yang mempengaruhi minat seseorang meliputi:

1) Faktor internal adalah sesuatu yang membuat mahasiswa berminat, yang berasal dari dalam diri sendiri. Faktor internal tersebut antara lain: pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Kelima faktor tersebut sebagai berikut: a) Perhatian

Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat mahasiswa dalam belajar. Perhatian dalam belajar yaitu pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas seseorang yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek belajar (Suryabrata, 2007: 14). Mahasiswa yang aktivitas belajarnya disertai dengan perhatian yang intensif akan lebih sukses serta prestasinya akan lebih tinggi. Orang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar, tidak segan mengorbankan waktu dan tenaga demi aktivitas tersebut.

b) Keingintahuan

Keingintahuan adalah perasaan atau sikap yang kuat untuk mengetahui sesuatu; dorongan kuat untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu. Suatu perasaan yang muncul dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut ingin mengetahui sesuatu.

c) Motivasi

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Donald dalam Hamalik, 2003: 158). Motivasi adalah sesuatu yang kompleks. Motivasi akan

(26)

menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.

d) Kebutuhan

Kebutuhan (motif) yaitu keadaan dalam diri pribadi seorang mahasiswa yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (Suryabrata, 2007: 70). Kebutuhan ini hanya dapat dirasakan sendiri oleh seorang individu. Seseorang tersebut melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Dalam hal ini motivasi sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Dan minat merupakan potensi psikologis yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka akan melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu. 2) Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat mahasiswa berminat yang datangnya dari luar diri, seperti: dorongan dari orang tua, dorongan dari dosen, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat seseorang terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut antara lain: pemusatan perhatian, keingintahuan, dan kebutuhan. Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat mahasiswa berminat yang datangnya dari luar diri, seperti: dorongan dari orang tua, dorongan dari dosen, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

c. Jenis-jenis Minat

Menurut Salfram dalam Slameto (2010:181) ada tiga cara yang digunakan dalam mengungkapkan minat, yaitu:

1) Minat yang diekspresikan (expressed interest), seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata-kata tertentu 2) Minat yang diwujudkan (manifest interest), seseorang dapat

mengungkapkan minat bukan dengan kata-kata tetapi tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam aktivitas tertentu

(27)

3) Minat yang diinventariskan (inventoried interest), seseorang memiliki minat-minat dapat diukur dengan menjawab sejumlah pertanyaan atau urutannya.

d. Cara Membangkitkan Minat Belajar

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat mahasiswa yang telah ada (Slameto, 2010:180). Berbeda dengan pendapat tersebut, Tanner & Tanner dalam Slameto (2010:181) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada diri mahasiswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada mahasiswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaannya bagi mahasiswa di masa yang akan datang.

Rooijakkers dalam Slameto (2010:181) juga berpendapat bahwa hal ini dapat pula dicapai dengan cara menghubungkan bahan pengajaran dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan mahasiswa. Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil, dosen dapat memakai insentif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. Insentif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukannya atau yang tidak dilakukannya dengan baik (Djamarah, 2008:192). Dengan pemberian insentif tersebut diharapkan akan membangkitkan minat mahasiswa terhadap bahan yang diajarkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya setiap mahasiswa mempunyai minat dalam belajar, hanya saja mereka harus berusaha untuk membangkitkan minat yang ada dalam diri mereka sendiri,

(28)

karena minat terbentuk setelah diperoleh informasi mengenai kemauan yang diiringi dengan perasaan senang, dan diwujudkan dengan adanya partisipasi dalam kegiatan.

e. Aspek-aspek Minat Belajar

Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu hal, maka ia akan mengekspresikannya melalui kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan minatnya tersebut. Dengan cara menganalisa kegiatan-kegiatan yang dilakukan seseorang berkaitan dengan minatnya maka akan diperoleh indikator-indikator dari minat tersebut.

Djamarah (2008:166) mengungkapkan bahwa minat dapat diekspresikan mahasiswa melalui:

1) Menyukai sesuatu daripada yang lainnya 2) Berpartisipasi aktif dalam suatu kegiatan

3) Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya dan sama sekali tidak menghiraukan sesuatu yang lain.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Slameto (2010:180) yangmenyatakan bahwa: “Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa mahasiswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Mahasiswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut”.

Dari kedua pendapat dapat disimpulkan bahwa minat belajar mahasiswa terhadap mata pelajaran tertentu dapat dilihat dari sikap

(29)

mahasiswa yang lebih menyukai suatu mata pelajaran dibandingkan mata pelajaran yang lain. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya motivasi atau dorongan mahasiswa untuk belajar berkenaan dengan mata pelajaran yang disukainya itu, kemudian partisipasi mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar, dan perhatian mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Motivasi

a. Pengertian Motivasi

Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subyek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap siagaan). Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak (Sardiman, 2011:73).

Menurut Purwanto (2007: 71) motivasi adalah “pendorong” suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Pengertian motivasi menurut Hamalik (2001:158) adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Menurut Donal (dalam Sardiman, 2011:73-74), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya

(30)

“feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertianDonalini mengandung tiga elemen penting, yaitu:

1) Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia.

2) Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa/”feeling”, afeksi seseorang. 3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.

Dari ketiga elemen tersebut, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya sesuatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.

Motivasi juga dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu (Sardiman, 2011:75).

Menurut Sardiman (2011: 83) seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Keinginan atau dorongan inilah yang disebut dengan motivasi. Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi sebagai berikut:

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).

3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindakan kriminal, amoral, dan sebagainya).

(31)

4) Lebih senang bekerja mandiri.

5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif) 6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan

sesuatu).

7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu. 8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.

Apabila seseorang memiliki ciri-ciri seperti di atas, berarti orang itu selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. Ciri-ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Motivasi merupakan kekuatan atau pendorong bagi seseorang untuk bekerja melakukan sesuatu dalam berbagai situasi. Motivasi ini tidak terbatas hanya dalam proses belajar tetapi juga sebagai pendorong dalam melakukan suatu pekerjaan.

Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Tujuan motivasi Menurut Purwanto (2007: 73) adalah untuk menggerakan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan motivasi sangat penting bagi mahasiswa karena dengan adanya motivasi akan merangsang mahasiswa untuk mau belajar secara maksimal sehingga mampu memperoleh hasil yang diinginkan. Motivasi juga menjadi kekuatan atau pendorong bagi seseorang untuk bekerja melakukan sesuatu dalam berbagai situasi. Motivasi ini tidak terbatas hanya dalam proses belajar saja.

(32)

b. Fungsi Motivasi

Fungsi motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Menurut Sardiman (2011:85) fungsi motivasi adalah:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motifasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mancapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Selain fungsi motivasi tersebut, ada juga fungsi motivasi yang lain, yaitu: motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi (Sardiman, 2011:85).

Menurut Hamalik (2001:161) fungsi motivasi itu meliputi:

1) Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.

2) Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ketercapaian tujuan yang diinginkan.

3) Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.

(33)

Dari pendapat yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai sesuatu yang dapat mempengaruhi timbulnya suatu kegiatan dan berfungsi sebagai pendorong usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Intensitas motivasi setiap individu merupakan penentu tingkat pencapainnya.

c. Macam-Macam Motivasi

Menurut Hamalik (2001:162-163) motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang mencakup di dalam situasi belajar, menemui kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti angka kredit, ijazah, tingkatan hadiah, medali pertentangan, dan persaingan yang bersifat negatif ialahsarcasm, ridicule, dan hukuman.

Pada dasarnya mahasiswa memiliki macam-macam motivasi dalam belajar. Biggs dan Telfer (dalam Sugihartono, dkk. 2007: 78) mengemukakan macam-macam motivasi yaitu:

1) Motivasi instrumental. Berarti bahwa mahasiswa belajar karena didorong oleh adanya hadiah atau menghindari hukuman.

2) Motivasi sosial. Berarti bahwa mahasiswa belajar untuk menyelenggarakan tugas, dalam hal ini keterlibatan mahasiswa pada tugas menonjol.

3) Motivasi berprestasi. Berarti bahwa mahasiswa belajar untuk meraih prestasi atau keberhasilan yang telah ditetapkannya.

(34)

4) Motivasi intrinsik. Berarti bahwa mahasiswa belajar karena keinginannya sendiri.

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah diuraikan, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi itu sangat bervariasi dimana motivasi tersebut dapat mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar sehingga mampu memperoleh hasil yang ingin dicapai.

d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Motivasi belajar memang berperan dalam pencapaian belajar. Motivasi menurut Wlodkowsky (dalam Prasetya dkk, 1985) merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. Motivasi belajar yang tinggi tercemin dari ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses meskipun dihadang oleh berbagai kesulitan.

Motivasi yang tinggi dapat menggiatkan aktivitas belajar mahasiswa. Motivasi tinggi dapat ditemukan dalam sifat perilaku mahasiswa antara lain: 1) Adanya kualitas keterlibatan mahasiswa dalam belajar yang sangat

tinggi.

2) Adanya perasaan dan keterlibatan efektif mahasiswa yang tinggi dalam belajar.

3) Adanya upaya mahasiswa untuk senantiasa memelihara atau menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar tinggi (Sugihartono, dkk. 2007:78)

(35)

Menurut Sardiman (2011:75) motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar.

Keller (dalam Sugihartono, dkk. 2007: 78) menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar yang disebut sebagai model ARCS, yaitu sebagai berikut:

1) Attention(perhatian)

Perhatian mahasiswa muncul didorong rasa ingin tahu. 2) Relevance(relevansi)

Relevansi menunjukkan hubungan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa.

3) Confidence(kepercayaan diri)

Agar kepercayaan diri mahasiswa meningkat dosen perlu memperbanyak pengalaman belajar mahasiswa, misalnya dengan menyusun aktivitas pembelajaran sehingga mudah dipahami. 4) Satisfaction(kepuasan)

Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan mahasiswa akan semakin termotivasi untuk mencapai tujuan yang serupa.

Hapsari (2005: 74) membagi motivasi membagi dua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik dengan mendefinisikan kedua jenis motivasi itu sebagai berikut yaitu motivasi instrinsik adalah bentuk dorongan belajar yang datang dari dalam diri seseorang dan tidak perlu rangsangan dari luar. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang datangnya dari luar diri seseorang.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi terdiri dari dua macam yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Berkenaan dengan kegiatan belajar motivasi instrinsik mempunyai sifat yang lebih penting karena daya penggerak yang mendorong seseorang dalam belajar dari pada motivasi ekstrinsik. Keinginan dan usaha belajar atas dasar

(36)

inisiatif dirinya sendiri akan membuahkan hasil belajar yang maksimal, sedang motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang mendorong belajar itu timbul dari luar dirinya. Apabila keinginan untuk belajar hanya dilandasi oleh dorongan dari luar dirinya maka keinginan untuk belajar tersebut akan mudah hilang.

1) Motivasi Intrinsik

Menurut Singgih (2008: 50), motivasi intrinsik merupakan dorongan yang kuat berasal dari dalam diri seseorang. John W Santrock (2003: 476) mengatakan motivasi intrinsik adalah keinginan dari dalam diri seseorang untuk menjadi konpeten, dan melakukan sesuatu demi usaha itu sendiri. Hakim (2008: 28) mengemukakan motif intrinsik adalah motif yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu kegiatan.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan motivasi intrinsik adalah motivasi yang kuat berasal dari dalam diri individu tanpa adanya pengaruh dari luar yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu kegiatan. Semakin kuat motivasi intrinsik yang dimiliki, semakin memperlihatkan tingkah laku yang kuat untuk mencapai tujuan.

Menurut Hapsari (2005: 74) motivasi intrinsik pada umumnya terkait dengan bakat dan faktor intelegensi dalam diri mahasiswa. Motivasi intrinsik dapat muncul sebagai suatu karakter yang telah ada sejak seseorang dilahirkan, sehingga motifasi tersebut merupakan bagian

(37)

dari sifat yang didorong oleh faktor endogen, faktor dunia dalam, dan sesuatu bawaan.

Menurut Hakim (2008: 29), seorang mahasiswa yang memiliki motivasi intrinsik akan aktif belajar sendiri tanpa disuruh dosen maupun orang tua. Motivasi intrinsik yang dimiliki mahasiswa dalam belajar akan lebih kuat lagi apa bila memiliki motivasi ekstrinsik. Menurut Hapsari (2005: 74) faktor yang mempengaruhi motivasi intrinsik pada umumnya terkait dengan faktor intelegensi dan bakat dalam diri mahasiswa. Motivasi intrinsik dipengaruhi oleh faktor pribadi seperti kepuasan.

Singgih (2008: 50-51), mengemukakan bahwa motivasi intrinsik dipengaruhi oleh faktor endogen, faktor konstitusi, faktor dunia dalam, sesuatu bawaan, sesuatu yang telah ada yang diperoleh sejak dilahirkan. Selain itu, motivasi intrinsik dapat diperoleh dari proses belajar. Seseoran yang meniru tingkah orang lain, yang menghasilkan sesuatu yang menyenangkan secara bertahap, maka dari proses tersebut terjadi proses internalisasi dari tingkah laku yang ditiru tersebut sehingga menjadi kepribadian dari dirinya.

Dari berbagai pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi intrinsik antara lain:

a) Keinginan diri b) Kepuasan c) Kebiasaan baik d) Kesadaran

(38)

2) Motivasi Ekstrinsik

Menurut Supandi (2011: 61), motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul manakala terdapat rangsangan dari luar individu. Menurut Kristo (2010: 39) motivasi ekstrinsik adalah motivasi penggerak atau pendorong dari luar yang diberikan dari ketidak mampuan individu sendiri. Menurut Jhon W Santrock (2008: 476) motivasi ekstrinsik adalah keinginan mencapai sesuatu dengan tujuan untuk mendapatkan tujuan eksternal atau mendapat hukuman eksternal. John W Santrock (2008: 476), motivasi ekstrinsik adalah keinginan untuk mencapai sesuatu didorong karena ingin mendapatkan penghargaan eksternal atau menghindari hukuman eksternal. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk berprestasi yang diberikan oleh orang lain seperti semangat, pujian dan nasehat dosen, orang tua, dan orang lain yang dicintai.

Dari berbagai pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi ektrinsik dipengaruhi atau dirangsang dari luar individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ekstrinsik antara lain:

a) Pujian b) Nasehat c) Semangat d) Hadiah e) Hukuman f) Meniru sesuatu

(39)

3. Praktik Instrumen Mayor (PIM) Vokal

Mata kuliah Praktik Instrumen Mayor (PIM) ini vokal merupakan mata kuliah praktik yang berkaitan dengan pemahaman dan pelaksanaan pembelajaran vokal. Semuanya itu bermaksud dan bertujuan agar diketahui cara bagaimana memproduksi dan membentuk suara yang benar dan baik.

Di satu sisi, pemahaman tentang proses olah vokal dan keterampilan memproduksi dan membentuk suara itu dengan teknik vokal yang benar, menjadi salah satu materi pokok yang disebut prosedur atau langkah-langkah memproduksi dan membentuk suara yang cemerlang dan indah atau merdu. Di sisi lain, hasil bentukannya yaitu suara yang telah dibentuk digunakan atau difungsikan sebagai alat untuk membaca notasi musik, etude, dan menyanyikan lagu-lagu. Oleh karena itu, ada dua materi atau bahan pokok dalam proses perkuliahan ini, pertama, kemampuan proses memproduksi dan membentuk suara yang indah. Kedua, kemampuan membaca notasi musik, etude, dan menyanyikan lagu.

Berdasarkan pemahaman inilah, maka diketahui bahwa ada dua tujuan atau kompetensi utama sebagai target yang harus atau wajib dimiliki oleh mahasiswa dalam praktik instrumen mayor ini, yaitu: 1) tujuan kemampuan memproduksi dan membentuk suara; 2) kemampuan membaca notasi, etude, dan menyanyikan lagu dengan interpretasi yang benar dan baik. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka dibahas dan dilaksanakan berbagai materi yang berkaitan dengan pemahaman kemampuan memproduksi dan membentuk suara, yaitu, pertama, teknik pernapasan yang kuat dan efektif, penggunaan ruang resonansi vokal yang benar, sikap tubuh

(40)

bernyanyi yang luwes, dan pengendalian lidah dalam memproduksi suara dengan wilayah suara yang luas. Kedua, pemahaman dan keterampilan membaca notasi musik, etude, dan menyanyikan lagu standar dengan interpretasi yang benar dan baik.

B. Penelitian yang Relevan

Beberapa hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah: 1. Wicaksono (2012) yang meneliti tentang “Pengaruh Fasilitas Belajar,

Motivasi Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun Ajaran 2011/2012”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa, dibuktikan r x1y = 0,009, r2x1y= 0,000, t hitung = 0,111. (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, dibuktikan r x2y = 0,291, r2x1y= 0,085, t hitung = 3,704 . (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa, dibuktikan R x3y = 0,401, r 2x3y = 0,161, Fhitung = 5,331. (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan fasilitas belajar, motivasi dan minat belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa, dibuktikan Ry(123) = 0,461, R2y(123) = 0,212, Fhitung = 13,113. Serta masing-masing variabel mempunyai sumbangan efektif terhadap perubahan pada prestasi belajar siswa sebesar -0.223% untuk fasilitas belajar siswa, 6.01% untuk motivasi belajar siswa, dan sebesar 15.46 % untuk minat belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh fasilitas belajar, motivasi belajar dan

(41)

minat belajar secara parsial dan simultan terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun Ajaran 2011/2012

2. Rahadian (2015) yang meneliti tentang “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat dan Motivasi Siswa SMA Piri 1 Yogyakarta”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aspek fisiologis mayoritas berpengaruh pada kategori sedang sebesar 82,1% dan aspek psikologis mayoritas berpengaruh pada kategori sedang sebesar 56,4%. Kedua aspek ini merupakan bagian faktor internal yang berpengaruh pada minat dan motivasi, dan dari data berada pada kategori sedang 59%. Aspek social berpengaruh pada kategori sedang sebesar 66,7% dan aspek non social mayoritas berpengaruh pada kategori sedang sebesar 71,8%. Kedua aspek ini merupakan bagian faktor eksternal yang berpengaruh pada minat dan motivasi, dan dari keseluruhan berada pada kategori sedang sebesar 69,2%.

C. Kerangka Pikir

Pembelajaran merupakan suatu proses pembelajaran agar para mahasiswa berusaha untuk memiliki atau mencapai tujuan tertentu. Di dalam setiap proses pembelajaran sangat dibutuhkan minat dan motivasi dari setiap mahasiswa untuk mengikutinya. Minat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya faktor internal berasal dari dalam diri sendiri. Faktor internal tersebut antara lain pemusatan perhatian, keingintahuan, dan kebutuhan. Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat mahasiswa berminat yang datangnya dari luar diri, seperti dorongan dari orang tua, dorongan dari dosen, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

(42)

Demikian pula dengan motivasi dapat berasal dari diri pribadi seseorang (motivasi intrinsik) dan berasal dari luar diri pribadi (ekstrinsik). Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik yang kuat akan nampak dari beberapa hal, seperti: keinginan diri, kepuasan, kebiasaan baik, dan kesadaran. Seseorang yang memiliki motivasi ekstrinsik yang kuat dipengaruhi beberapa faktor, seperti pujian, nasehat, semangat, hadiah, hukuman, dan meniru sesuatu.

Minat dan motivasi mahasiswa dalam menempuh PIM 6 merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas dalam bernyanyi. Minat dan motivasi inilah yang membuat mahasiswa bersungguh-sungguh dalam menempuh PIM 6, sehingga proses belajar mengajar terjadi secara efektif. Minat dan motivasi akan memunculkan pikiran dan persepsi yang positif serta perasaan senang terhadap pembelajaran PIM 6, membuat mahasiswa cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap pembelajaran PIM 6, yang kemudian menimbulkan dorongan untuk belajar seni musik secara lebih mendalam dan berkualitas.

(43)

D. Skema Penelitian

Gambar 1. Skema Penelitian

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat dan Motivasi Mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik

Faktor yang mempengaruhi motivasi: 1. Motivasi Intrinsik a. Keinginan diri b. Kepuasan c. Kebiasaan baik d. Kesadaran 2. Motivasi Ekstrinsik a. Pujian b. Nasehat c. Semangat d. Hadiah e. Hukuman f. Meniru sesuatu Pembelajaran PIM 5 dan PIM 6 Minat Mahasiswa

Faktor yang mempengaruhi minat: 1. Faktor Internal a. Pemusatan Perhatian b. Keingintahuan c. Kebutuhan 2. Faktor eksternal

a. Dorongan dari orang tua

b. Dorongan dari guru c. Prasarana dan sarana

(fasilitas)

d. Keadaan lingkungan

Motivasi Mahasiswa

(44)

31 A. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2012: 142) penelitian deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan obyek yang diteliti melalui sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena dalam mempelajari dan memecahkan masalah melibatkan perhitungan angka-angka. Data yang diperoleh di lapangan ditransformasikan ke dalam bentuk angka.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di PIM 6 Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016.

C. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat yang dapat didefinisikan dan dapat diamati. Definisi operasional dari identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa Jurusan

(45)

Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6, sebagai berikut:

1. Minat

Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk menempuh PIM 6. Minat dalam penelitian ini diukur menggunakan indikator yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri sendiri, antara lain: pemusatan perhatian, keingintahuan, dan kebutuhan. Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat siswa berminat yang datangnya dari luar diri, seperti: dorongan dari orang tua, dorongan dari dosen, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

2. Motivasi

Motivasi belajar adalah suatu kekuatan yang mendorong seseorang untuk merubah tingkah lakunya sebagai hasil pengamatannya dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan adanya motivasi pada mahasiswa diharapkan mahasiswa dapat menempuh PIM 6 dengan baik. Motivasi dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik yang kuat akan nampak dari beberapa hal, seperti: keinginan diri, kepuasan, kebiasaan baik, dan kesadaran. Seseorang yang memiliki motivasi ekstrinsik yang kuat dipengaruhi beberapa faktor, seperti: pujian, nasehat, semangat, hadiah, hukuman, dan meniru sesuatu.

(46)

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner. Teknik kuesioner adalah suatu metode penyelidikan dengan menggunakan daftar pertanyaan, yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi objek penyelidikan tersebut.

E. Populasi Penelitian

Populasi adalah “Wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” (Riduwan dan Akdon, 2007: 237). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang sudah menempuh PIM 6 dengan jumlah 16 mahasiswa. Apabila subyek penelitian berjumlah kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi (Arikunto, 2006: 112), karena populasi penelitian ini hanya 16 orang, maka anggota populasi menjadi sampel seluruhnya.

F. Instrumen Penelitian

1. Pengertian Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2012:97) instrumen penelitian adalah “Suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati dan secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian”.

(47)

2. Penyusunan instrumen dan teknik penyekoran instrumen a. Penyusunan Instrumen

Instrumen dalam penelitian ini berupa angket yang berisi butir-butir pertanyaan untuk diberi tanggapan oleh para subjek penelitian. Instrumen ini disusun dengan menggunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar mata pelajaran seni budaya seni musik.

Adapun kisi-kisi angket dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Penelitian Variabel Minat

Variabel Indikator Sub Indikator No butir Jml

Minat Mahasiswa

1. Faktor

Internal a. Pemusatan Perhatianb. Keingintahuan c. Kebutuhan 1,2,3,4,5,6,7 8,9,10,11,12,13 14,15,16,17,18, 19,20 20 2. Faktor Eksternal

a. Dorongan dari orang tua

b. Dorongan dari dosen c. Prasarana dan sarana

(fasilitas) d. Keadaan lingkungan 1,2,3,4,5 6,7,8,9,10 11,12,13,14,15 16,17,18,19,20 20

Tabel 2. Kisi-Kisi Angket Penelitian Variabel Motivasi

Variabel Indikator Sub Indikator No butir Jml

Motivasi Mahasiswa

Intrinsik 1. Keinginan diri 2. Kepuasan 3. Kebiasaan baik 4. Kesadaran 1,2 3,4 5,6,7, 8 9,10 10 Ekstrinsik 1. Pujian 2. Nasehat 3. Semangat 4. Hadiah 5. Hukuman 6. Meniru sesuatu 11,12 13 14 15 16,17,18 19,20 10

(48)

b. Penetapan Skor

Dari setiap jawaban responden terhadap daftar pertanyaan yang diajukan kemudian diberi skor tertentu. Skor tersebut bergerak antara 1 sampai 4, dengan ketentuan sebagai berikut:

Sangat setuju diberi skor 4 Setuju diberi skor 3 Tidak setuju diberi skor 2

Sangat tidak setuju diberi skor 1 (Sugiyono, 2012:86-87). 3. Uji Coba Instrumen

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini harus benar-benar memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini diujicobakan pada 13 responden mahasiswa PIM 2 Jurusan Pendidikan Seni Musik FBS UNYyang tidak menjadi populasi dalam penelitian ini.

Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang disusun dapat menghasilkan jawaban yang baik atau tidak. Oleh karena baik buruknya instrumen akan berpengaruh terhadap benar tidaknya data yang diperoleh. Sedangkan benar tidaknya data sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian.

Arikunto (2012: 135) mengatakan bahwa “Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting, yaitu validitas dan reliabilitas”. Menurut Sugiyono (2012:109-110) valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan instrumen yang valid berarti “Alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan (mengukur) itu valid”. Sedangkan instrumen yang

(49)

reliabel adalah “Instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama”. a. Validitas Instrumen

Validitas instrumen dengan menggunakan rumus korelasi Product Momentdalam Suharsimi. Rumus yang digunakan adalah:

 

 

  2 2 2 2 X n Y Y X n Y X XY n rxy Dimana : xy

r = angka indeks korelasi “r”product moment

XY = jumlah perkalian

X = jumlah skor variabel

Y = jumlah skor variabel

2

X = jumlah kuadrat dari variable

Y2 = jumlah kuadart dari variabel

n = jumlah sampel yang diambil

(Suharsimi Arikunto, 2012:135).

Mengingat dengan menggunakan korelasi Product Moment ini pengujian validitas instrumen masih ada pengaruh kotor dari butir, maka perlu dikoreksi dengan menggunakan korelasi bagian total (Part Whole Corelation) dengan rumus sebagai berikut:

  

 

   

 

 

 

x y xy x y

x y xy bt SB SB r SB SB SB SB r r 2 2 2  Keterangan:

rbt = koefisien korelasi bagian total

(50)

SBy = simpangan baku skor faktor

SBx = simpangan baku skor butir (Sutrisno Hadi, 1997:114). Dalam SPSS, uji validitas dan reliabilitas terdapat dalam satu menu. Dengan taraf signifikansi 5% dan responden 13 orang, diperoleh nilai r = 0,3. Validitas butir diketahui dengan mengkorelasikan skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dengan skor total. Kriteria pengambilan keputusan untuk menentukan valid jika harga r hitung sama dengan atau lebih besar dari harga r pada taraf signifikansi 5%. Jika harga r hitung lebih kecil dari harga r pada taraf signifikansi 5%, maka butir instrumen yang dimaksud tidak valid.

Adapun hasil validitas pada variabel minat mahasiswa disajikan sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil Validitas Minat Mahasiswa

Butir r hitung r tabel Keterangan

Minat1 0,846 0,3 Valid Minat2 0,765 0,3 Valid Minat3 0,891 0,3 Valid Minat4 0,649 0,3 Valid Minat5 0,839 0,3 Valid Minat6 0,820 0,3 Valid Minat7 0,787 0,3 Valid Minat8 0,079 0,3 Gugur Minat9 0,709 0,3 Valid Minat10 0,719 0,3 Valid Minat11 0,699 0,3 Valid Minat12 0,240 0,3 Gugur Minat13 0,572 0,3 Valid Minat14 0,673 0,3 Valid Minat15 0,768 0,3 Valid Minat16 0,846 0,3 Valid Minat17 0,876 0,3 Valid

(51)

Minat18 0,122 0,3 Gugur Minat19 0,531 0,3 Valid Minat20 0,579 0,3 Valid Minat21 0,936 0,3 Valid Minat22 0,839 0,3 Valid Minat23 0,747 0,3 Valid Minat24 0,799 0,3 Valid Minat25 0,843 0,3 Valid Minat26 0,876 0,3 Valid Minat27 0,827 0,3 Valid Minat28 0,827 0,3 Valid Minat29 -0,007 0,3 Gugur Minat30 0,857 0,3 Valid Minat31 0,707 0,3 Valid Minat32 0,695 0,3 Valid Minat33 0,898 0,3 Valid Minat34 0,827 0,3 Valid Minat35 0,876 0,3 Valid Minat36 0,989 0,3 Valid Minat37 0,760 0,3 Valid Minat38 0,646 0,3 Valid Minat39 0,050 0,3 Gugur Minat40 0,724 0,3 Valid

Sumber: Data Primer 2016

Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji validitas diketahui tidak semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Pertanyaan nomor 8, 12, 18, 29, 39 dinyatakan gugur karena r hitung< r tabel.

Hasil validitas pada variabel motivasi mahasiswa disajikan sebagai berikut:

(52)

Tabel 4. Hasil Validitas Motivasi Mahasiswa

Butir r hitung r tabel Keterangan

Motivasi1 0,935 0,3 Valid Motivasi2 0,815 0,3 Valid Motivasi3 0,841 0,3 Valid Motivasi4 0,873 0,3 Valid Motivasi5 0,821 0,3 Valid Motivasi6 0,864 0,3 Valid Motivasi7 0,864 0,3 Valid Motivasi8 0,864 0,3 Valid Motivasi9 0,036 0,3 Gugur Motivasi10 0,856 0,3 Valid Motivasi11 0,821 0,3 Valid Motivasi12 0,770 0,3 Valid Motivasi13 0,773 0,3 Valid Motivasi14 0,822 0,3 Valid Motivasi15 0,862 0,3 Valid Motivasi16 0,816 0,3 Valid Motivasi17 -0,588 0,3 Gugur Motivasi18 0,774 0,3 Valid Motivasi19 0,768 0,3 Valid Motivasi20 0,861 0,3 Valid

Sumber: Data Primer 2016

Berdasarkan data pada Tabel 4 dapat diambil kesimpulan bahwa pada validitas diketahui tidak semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Pertanyaan nomor 9 dan 17 dinyatakan gugur karena r hitung< r tabel.

b. Reliabilitas Instrumen

Butir-butir soal yang sudah valid selanjutnya diuji tingkat reliabilitasnya. Menurut Arikunto (2012:178), “Reliabilitas menunjukkan pada satu cara pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”.

(53)

Dalam penelitian ini digunakan reliabilitas internal yaitu diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan. Rumus yang digunakan adalah Rumus Alpha. Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0. Adapun rumusAlphayaitu sebagai berikut:

              

t b k k r11 1 22 Keterangan: 11 r : reliabilitas instrumen k : banyaknya butir pertanyaan

2

b

: jumlah varians butir

t

2

: varians total

(Arikunto, 2012:196)

Reliabilitas menunjukkan tingkat keandalan jika instrumen yang digunakan mampu menghasilkan data yang hampir sama dalam waktu yang berbeda. Selanjutnya atas dasar analisis butir dan uji keandalan yang diperoleh, maka butir-butir yang dinyatakan sahih dan andal ditetapkan sebagai alat ukur penelitian. Alat ukur ini yang kemudian akan digunakan dalam penelitian sesungguhnya. Menurut Sunyoto (2007:171) “Kriteria yang digunakan untuk mengetahui suatu variabel dikatakan reliabel adalah jika memberikan nilaiCronbach Alpha>0,6”.

(54)

Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Batas Norma Nilai Cronbach Alpha Keterangan

Minat >0,60 0,973 Reliabel

Motivasi >0,60 0,949 Reliabel

Sumber: Data Primer 2015

Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dari dua variabel yang diteliti adalah reliabel karena mempunyai nilaiCronbach Alpha> 0.60.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis ata adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian. Menurut Sambas dan Maman teknik analisis data diartikan sebagai:

“Cara melaksanakan analisis terhadap data dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifatnya dapat dengan mudah dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian, baik berkaitan deskripsi data maupun untuk membuat induksi, atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi berdasarkan data yang diperoleh dari sampel” (2007:52).

Dalam menganalisis data penelitian ini digunakan teknik analisis deskriptif dan uji regresi berganda.

1. Analisis Deskriptif

Pada bagian ini data tersebut dianalisis satu persatu yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden selama penelitian berlangsung. Deskripsi selanjutnya adalah melakukan pengkategorian skor yang diperoleh dari

(55)

masing-masing variabel. Dari skor tersebut kemudian dibagi dalam 5 kategori sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi dengan rumus yang diambil dari Glass dan Hopkins (1984) sebagai berikut:

a. Menghitung rentang data (range)

Untuk menghitungrangedigunakan rumus berikut: Range= Xmaks- Xmin

b. Menentukan panjang kelas

Untuk menentukan panjang kelas digunakan rumus sebagai berikut:

Class Width= Range Category 2. Regresi Berganda

Analisa regresi berganda digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa Mayor Vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6.

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam analisa regresi ganda ini adalah:

1) Membuat persamaan garis regresi empat prediktor Y = a1X1+ a2X2+ a3X3+ a4X4+K

Keterangan:

Y = kriterium (variabel terikat) X1, X2, X3,X4 = prediktor 1, prediktor 2

a1,a2,a3 = bilangan koefisienX1, X2, X3,X4

K = bilangan konstan

(56)

2) Menguji keberartian regresi ganda dengan menggunakan uji F

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen secara bersama-sama (simultan) dapat berpengaruh terhadap variabel dependen. Rumus Uji F menurut Hadi (2004: 23) sebagai berikut:

= 2( − −1)(1− 2)

Keterangan:

Freg= harga F garis regresi

N = cacah kasus m = cacah prediktor

R = koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor-prediktor

Selanjutnya, Fhitung dikonsultasikan dengan Ftabel dengan

derajad kebebasan (dk) m lawan N-m-1 pada taraf signifikansi 5%. Apabila Fhitung lebih besar atau sama dengan Ftabel maka terdapat

pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. JikaFhitunglebih kecil dariFtabelmaka pengaruh antara variabel

bebas terhadap veriabel terikat tidak signifikan. 3) Koefisien Determinan (R2)

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan R² untuk mengukur besarnya konstribusi variabel X terhadap variasi (naik turunnya) variabel Y. Nilai R² menunjukkan seberapa besar model regresi mampu menjelaskan variabel terikat. Rumus untuk menghitung R² adalah:

(57)

R² = (Ʃ ² )

R² = Koefisien determinasi, artinya pengaruh variabel bebas X1, X2, X3, X4, secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

(58)

45

Data hasil penelitian terdiri atas variabel tunggal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi mahasiswa. Pada bagian ini akan dideskripsikan dari data masing-masing variabel yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata (mean), median, modus, dan standar deviasi. Selain itu, juga disajikan tabel distribusi frekuensi dan diagram batang dari distribusi frekuensi masing-masing variabel. Berikut ini rincian hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan bantuanSPSS versi 13.0

1. Analisis Deskriptif

Pada bagian ini data tersebut dideskripsikan satu persatu yang didasarkan pada jawaban responden yang dihimpun berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden selama penelitian berlangsung. Deskripsi selanjutnya adalah melakukan pengkategorian skor yang diperoleh dari masing-masing variabel. Hasil analisis deskriptif disajikan sebagai berikut:

a. Minat Mahasiswa Mayor Vokal dalam menempuh PIM 6

Data variabel minat mahasiswa mayor vokal dalam menempuh PIM 6 diperoleh melalui angket yang terdiri dari 35 item dengan jumlah responden 16 siswa. Ada 4 alternatif jawaban dimana skor tertinggi 4 dan skor terendah 1. Berdasarkan data variabel minat mahasiswa mayor vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6, diperoleh skor tertinggi sebesar 127,00 dan skor terendah sebesar 103,00. Hasil analisis harga

(59)

Mean (M) sebesar 114,8750, Median (Me) sebesar 115,5; Modus (Mo) sebesar 108,00 danStandar Deviasi(SD) sebesar 8,42912.

Penentuan kecenderungan variabel minat mahasiswa mayor vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6, setelah nilai minimum ideal diperoleh (Xmin) sebesar 17 dan nilai maksimum (Xmak) sebesar 68, maka selanjutnya melakukan perhitungan kategorisasi sebagai berikut:

Tabel 6. Distribusi Kategorisasi Variabel Minat Siswa

No Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori

1 119 - 139 6 37,5% Sangat Tinggi 2 98 - 118 10 62,5% Tinggi 3 77 - 97 0 0,0% Sedang 4 56 - 76 0 0,0% Rendah 5 35 - 55 0 0,0% Sangat Rendah Jumlah 16 100%

Berdasarkan penghitungan tersebut dapat digambarkan pie chart seperti berikut:

Gambar 2.Pie ChartMinat Siswa

Berdasarkan tabel 6 dan gambar 2 di atas frekuensi variabel minat mahasiswa mayor vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6 pada kategori sangat tinggi sebanyak 6

6 10 0 0 0 Minat Belajar Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

(60)

mahasiswa (37,5%) dan pada kategori tinggi sebanyak 10 mahasiswa (62,5%), dan tidak ada yang berada dalam kategori sedang, rendah, dan sangat rendah (0%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa variabel minat mahasiswa mayor vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6 pada kategori tinggi (62,5%).

Adapuan faktor dominan pembentuk variabel minat mahasiswa mayor vokal Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni UNY dalam menempuh PIM 6 terdiri dari dua indikator yang meliputi: faktor internal dan faktor eksternal disajikan sebagai berikut:

1) Faktor Internal

Data indikator faktor internal diperoleh melalui angket yang terdiri dari 17 item dengan jumlah responden 16 siswa. Ada 4 alternatif jawaban dimana skor tertinggi 4 dan skor terendah 1. Berdasarkan data indikator faktor internal, diperoleh skor tertinggi sebesar 61,00 dan skor terendah sebesar 52,00. Hasil analisis harga Mean (M) sebesar 56,5625, Median (Me) sebesar 57,00; Modus (Mo) sebesar 58,00 danStandar Deviasi(SD) sebesar 2,68251.

Penentuan kecenderungan indikator faktor internal, setelah nilai minimum (Xmin) sebesar 68 dan nilai maksimum (Xmak) sebesar 16, maka selanjutnya menghitung kategorisasi kecenderungan sebagai berikut:

Gambar

Gambar 1. Skema Penelitian
Tabel 1. Kisi-Kisi Angket Penelitian Variabel Minat
Tabel 3. Hasil Validitas Minat Mahasiswa
Tabel 4. Hasil Validitas Motivasi Mahasiswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kata Kunci :Permainan Heli berbasis STAD, Motivasi, Hasil Belajar Siswa Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan smartphone, serta melihat perbedaan kecanduan smartphone berdasarkan jenis kelamin

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa dari enam elemen dari analisis risiko pemakaian alat pelindung diri masker dan sumbat telinga pada pekerja tekstil di

Kegiatan tahfiz al-Qur’an juga diberikan di Ma’had Ali, mahasantri diwajibkan untuk menyetor hafalan “juz Amma” setelah (ba’da) magrib dengan target selama 2 semester

Pada Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 menyatakan bahwa : 1) Hak Guna Bangunan dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain. 2) Pengertian beralih dan dialihkan

Berdasarkan latar belakang problematika dan analisis terhadap pengembangan skill pegawai seksi penyelenggara haji dan umroh Kementerian Agama kota Semarang maka

Dalam rangka memeriahkan HUT Paroki SanMaRe yang ke-3, akan diadakan bazar pada hari Minggu, 25 Agustus 2013, bazar terbuka bagi seluruh umat. Bagi yang berminat membuka