• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Kaget Celoteh di Balik Kepala

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pasar Kaget Celoteh di Balik Kepala"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

10/24/2016 Pasar Kaget | Celoteh di Balik Kepala

https://choirulasyhar.wordpress.com/2009/07/07/pasar­kaget/ 1/2

Celoteh di Balik Kepala

Ketika mata menangkap sesuatu, otak di kepalaku mengolahnya. Jadilah catatan ini….

Pasar Kaget

Salah  satu  pasar  tradisional  adalah  pasar  kaget.  Disebut  pasar  kaget  karena  adanya  tiba‑tiba.  Tanpa inpres. Tanpa dana pemerintah. Biasanya berdiri di atas tanah‑tanah kosong di perumahan. Buka pada hari‑hari tertentu atau jam‑jam tertentu. Umumnya pagi hari ba’da subuh sampai jam sepuluhan.

Karena  buka  pagi  itulah  barangkali  kenapa  ibu‑ibu  yang  belanja  maupun  bapak‑bapak  yang mengantarkan istrinya tidak sempat mandi dulu.

Pagi ini saya yang juga belum mandi mengantarkan istri belanja di pasar kaget di jalan Rusa, Cikarang Baru. Istri juga belum mandi dan anak ketiga saya yang ngintil juga demikian. Sambil duduk di atas sadel  motor,  saya  mengamati  wajah‑wajah  pengunjung  pasar  kaget  ini.  Hampir  seratus  persen  yang lewat  di  depan  saya  saya  indikasikan  belum  mandi,  termasuk  seorang  Bapak  yang  mengantarkan istrinya yang parkir di sebelah motor saya. Jadi saya ada temannya nih. Sama sama belum mandi.

Ada ciri‑ciri nyata di raut wajah orang yang belum mandi. Mata yang masih sembab, kulit muka yang belum  segar,  rambut  masih  kusut….  dan  baju  daster  belum  dilepas.  Saya,  istri  dan  anak  sayapun memenuhi kriteria ini kecuali …baju daster. Alhamdulillah, untuk pakaian tak nampak ciri‑ciri itu pada kami bertiga….

Melihat  fenomena  ini  saya  jadi  teringat  anak  saya  yang  di  SD.  Dia  pernah  belajar  perbedaan  pasar tradisional dan pasar modern. Katanya pasar modern itu satu pedagang jualannya banyak, harga pas tak ada tawar menawar, ada kasir untuk terima pembayaran, dagangan teratur rapih dan terawat bersih. Sedangkan pasar tradisional itu banyak pedagang, harga bisa ditawar, tidak ada kasir, kumuh dan bau, becek kalau hujan.

Maka  sejak  pagi  ini  saya  tambahkan:  ciri  pasar  tradisional  adalah  pengunjungnya  belum  mandi, pengunjungnya pake baju seadanya.. kayaknya kebanyakan pake baju yang dipakai saat tidur semalam . ….

Pantas saja pasar tradisional itu bau, ya….

This entry was posted on Juli 7,  9 at  :  pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS  .  feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

(2)

10/24/2016 Pasar Kaget | Celoteh di Balik Kepala

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun tindak tutur direktif tipe ini jauh berada di bawah jumlah tindak tutur direktif langsung-literal (1475 buah (87,48 persen)), namun jika dibandingkan

Bila memperhatikan hal di atas maka ritual tradisi yang dilakukan di Desa Girijaya dapat kita baca sebagai teks yang memiliki banyak arti dan terus membuat arti-arti baru,

Pada model Vertical Wall Abutment untuk arah C terjadi fenomena yang berbeda dengan arah A, seperti tampak pada Gambar 5 (b). Pada Arah C, saat dilakukan simulasi

lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah Lingkungan rumah yang sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah • Mengadakan tanya jawab

Dengan mekanisme ini, perusahaan minyak penandatangan Kontrak Kerja Sama (disebut sebagai KKKS – Kontraktor Kontrak Kerja Sama) pada dasarnya hanya operator atau kontraktor

Yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran melalui penelitian ini keaktifan belajar siswa dan prestasi siswa terhadap mata pelajaran IPA.Hal ini diketahui dari

Yang kedua adalah dengan diwajibkannya puasa Ramadhan atas umat ini, sebagaimana firman Allah “ karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di

Sampai saat ini Kabupaten Kebumen, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hanya mengeluarkan brosur, booklet, kalender serta buku panduan sebagai media