• Tidak ada hasil yang ditemukan

DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI LANSIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI LANSIA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI LANSIA

Susilowati*, Diana Sari** *) Dosen Akper Pamenang Pare–Kediri **) Perawat Puskesmas Ngancar–Kediri

Family support is needed by the elderly so that the elderly do not feel Low self. The support can be either help or assistance when the elderly need, sometimes the support it will not appear if a family does not understand the needs of the elderly . The objective of this research was to describe family support in increasing the self-esteem of elderly .

This research design used descriptive, the population was families with elderly. technique used purposive sampling by using inclusive and exclusive criteria.

The research results obtained that 21 respondents (58.3 %) gave less support to the informational support, 21 respondents (58.3 %) gave less support to support assessment , 25 respondents (69.9 %) provide sufficient support to the Instrumental support , 18 respondents (50 %) provide less support for the emotional support , while almost half over respondents with primary educated amount to 21 respondents (58.3 %) .

It is concluded that family support to the elderly are included in the enough category that is only in instrumental support, because the respondents have a view that the elderly need only fulfillment of the needs of food and clothing and shelter only, it is necessary to regularly counseling by health workers to the families so that adds to the knowledge of the respondents.

Keywords: family support, self esteem, elderly.

Latar Belakang

Menua di definisikan sebagai penurunan, kelemahan, meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan perubahan lingkungan. Akibat dari proses itu menimbulkan beberapa perubahan, meliputi perubahan fisik, mental, spiritual, psikososial adaptasi terhadap stress mulai menurun. Masalah kesehatan jiwa yang sering muncul pada lansia adalah harga diri rendah. Harga diri rendah pada lansia ini diakibatkan oleh kuranganya Dukungan dari keluarga

(Maramis, 2004 dalam Lilik Ma’rifatul azizah, 2011).

Hasil penelitian di Desa Batursari Mranggen Demak 2008 menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki harga diri rendah yaitu sebanyak (81,9%) dan yang memiliki harga diri tinggi sebanyak (18,1%) (Rahma fitri Anisa, 2008). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Dusun Margorejo Desa Manggis Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri,yang telah dilakukan peneliti pada tanggal 6 November 2013, Didapatkan lansia terdiri dari 10 lansia, dan berdasarkan wawancara didapatkan hasil 8 lansia (80%) memiliki harga diri rendah, 2 lansia (20%) memiliki harga diri tinggi. Ternyata

masih banyak lansia yang mengalami harga diri rendah, seperti mereka merasa tidak berguna dan cenderung enggan menerima pertolongan dari keluarganya karena lansia merasa tidak berguna dan tidak bisa memberikan apa - apa sehingga lansia juga tidak mau merepotkan keluarganya. Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa masih banyak keluarga yang tidak memberikan dukungan pada lansia.

(2)

emosional dapat dicegah (Maramis dalam Azizah, 2011).

Salah satu peran perawat adalah sebagai edukator, sebagai perawat seharusnya memberikan pengetahuan dan memberikan penyuluhan kepada keluarga lansia tentang gambaran dukungan keluarga pada lansia, agar keluarga mengerti bahwa lansia sangat membutuhkan dukungan, dan keluarga mau memberikan dukungan pada lansia, karena dukungan keluarga sangat diperlukan oleh lansia untuk meningkatkan harga dirinya sehingga lansia menjadi percaya diri dan menjadi lansia yang berkualitas. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti

tentang “Gambaran Dukungan Keluarga dalam meningkatkan Harga diri Lansia”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan

masalahnya adalah ““Bagaimana dukungan

keluarga dapat meningkatkan harga diri lansia?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum

Mengetahui Gambaran Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia di Dusun Margorejo Desa Manggis Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri.

2. Tujuan khusus

a. Mengidentifikasi Dukungan keluarga tentang Dukungan informasional.

b. Mengidentifikasi Dukungan keluarga tentang Dukungan penilaian.

c. Mengidentifikasi Dukungan keluarga tentang Dukungan instrumental.

d. Mengidentifikasi Dukungan keluarga tentang Dukungan emosional.

Desain Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, desain yang digunakan adalah diskriptif, karena peneliti hanya menggambarkan dukungan lansia dalam meningkatkan harga diri lansia.

Variabel dalam peneitian ini menggunakan variable tunggal yaitu Gambaran Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia.

perhitungan dari rumus didapatkan jumlah sampel yang sebanyak 36 responden.

Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dimana pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelimnya (Notoatmodjo, 2010). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating.

Hasil Penelitian

Dusun Margorejo desa Manggis Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri memiliki jumlah penduduk sebanyak 870 orang yaitu 426 penduduk perempuan dan 444 penduduk laki-laki, dan penduduk yang berusia lanjut 70 orang. Dengan jumlah keluarga yang mempunyai lansia sebanyak 40 keluarga.

1. Data Umum

a. Karakteristik responden berdasarkan Jenis Kelamin

(3)

Diagram lingkaran diatas menunjukkan usia responden paling banyak adalah 36 – 45 tahun (dewasa akhir) sebanyak 24, usia 26 –35 tahun (dewasa awal) sebanyak 6 responden (16,6%), usia 46 – 55 tahun (lansia awal) sebanyak 4 responden (11,1%), dan usia remaja 17-25 tahun sebanyak 2 responden (5,5%) dari total 36 responden.

c. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan

Diagram lingkaran diatas menunjukkan setengah responden bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 18 responden (50%) dan yang sedikit adalah PNS sebanyak 2 responden (5,5%) dari total 36 responden.

d. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan

Berdasarkan diagram diatas diketahui hampir setengah lebih responden berpendidikan SD yaitu sebanyak 21 responden (58,3%), sedangkan yang paling sedikit yaitu tidak sekolah ada 1 responden (2,7%) dari total 36 responden.

2. Data Khusus

a. Karakteristik responden berdasarkan dukungan informasional

Berdasarkan diagram diatas hampir setengah lebih responden memberikan dukungan informasional pada lansia dalam kategori kurang yaitu 21 responden (58,3%), dan 15 responden (41,6%) termasuk dalam kategori sangat kurang dari total 36 responden. b. Karakteristik responden berdasarkan dukungan

penilaian

(4)

c. Karakteristik responden bredasarkan dukungan instrumental

Berdasarkan diagram diatas diketahui hampir sebagian besar resonden memberikan dukungan instrumental yang termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 25 responden (69,4%), dan 11 responden (30,5%) termasuk dalam kategori sangat kurang dari 36 responden. d. Karakteristik responden bredasarkan dukungan

emosional

Berdasarkan diagram diatas diketahui setengah responden memberikan dukungan Emosional termasuk dalam kategori sangat kurang yaitu sebanyak 18 responden (50%), dan 18 responden (50%) termasuk dalam kategori sangat kurang dari 36 responden.

e. Karakteristik responden berdasarkan dukungan keluarga

Berdasarkan diagram diatas diketahui hampir setengah responden yang kurang memberikan dukungan kepada lansia yaitu 16 responden (44,4%) ,12 responden (33,3%) memberikan dukungan sangat kurang, 3 responden (8,3%) memberikan dukungan cukup, 3 responden (8,3%) memberikan dukungan baik, 2 responden memberikan dukungan sangat baik,dari total 36 responden.

Pembahasan

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan informasional

Hasil penelitian tentang dukungan informasional termasuk kategori kurang yaitu 21 responden (58,3) yang memberikan dukungan keluarga kurang pada lansia. berdasarkan hasil penelitian diketahui hampir setengah lebih responden berpendidikan SD yaitu sebanyak 21 responden (58,3%) .

Dukungan keluarga mempunyai fungsi informasional yang dapat memberikan naseat, usulan, saran, petunjuk dan memberikan informasi (Friedman ,1998 dalam Setiadi, 2008).

Dari data diatas menunjukan bahwa dukungan informasional tidak dipengaruhi oleh pendidikan karena dukungan informasional ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti pengalaman keluarga dan lamanya keluarga tinggal dengan lansia,dari 3 soal nomor 1 - 3 yang diberikan peneiti, responden banyak menjawab benar hanya soal nomer 3 yaitu tentang perlunya keluarga mendampingi lansia konsultasi ke petugas kesehatan. Untuk itu keluarga sebaiknya mencari informasi tentang dukungan informasional agar bisa membantu lansia untuk menghadapi masalah yang dialaminya.informasi tidak hanya melalui pendidikan tetapi bisa dari pengalaman, penyuluhan dari tim kesehatan, media masa, dan masih banyak sumber informasi lainya.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan Penilaian

(5)

responden (69,4%) dan laki-laki sebanyak 11 responden (30,5%) dari total 36 responden.

Jenis kelamin mempengaruhi dukungan penilaian karena, setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing, seorang ayah berperan sebagai mencari nafkah dan memberikan rasa aman, seorang ibu berperan sebagai pengurus rumah tangga, mengasuh, dan mendidik anak dan juga mencari nafkah tambahan (setiadi,2008).

Dari data diatas menunjukkan bahwa dukungan penilaian dipengaruhi oleh jenis kelamin Hal ini karena, sesorang ibu lebih cenderung bisa membagi waktu untuk keluarga sehingga kaum perempuan / istri lebih bisa meluangkan waktu untuk lansia dibanding pria / suami, dengan adanya waktu untuk lansia maka dukungan penilaian akan tersalurkan, hasil dari 6 soal nomer 4 – 9 yang diberikan peneliti kepada responden didapatkan responden banyak menjawab benar pada nomer 4,5 dan 8 . Untuk itu pria maupun wanita sebaiknya harus seimbang dalam memperhatikan lansia dengan cara meluangkan waktu walaupun hanya berbincang – bincang, karena itu dapat meminimalisir Harga Diri Rendah pada lansia. 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan

Instrumental

Hasil penelitian tentang dukungan instrumental termasuk dalam kategori cukup yaitu berjumlah 25 responden (69,4%) yang memberikan dukungan instrumental cukup pada lansia. berdasarkan penelitian diketahui setengah responden bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 18 responden (50%) .

Keluarga mempunyai fungi ekonomi yaitu untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan melalui bekerja (setiadi, 2008).

Dari data diatas meunjukkan bahwa Dukungan Instrumental dipengaruhi oleh pekerjaan, karena keluarga mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, dan tempat istirahat untuk lansia agar lansia merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhannya,dan dari hasil penelitian didapatkan kebanyakan dari responden berpendapat bahwa keluarga dikatakan memberikan Dukungan itu cukup dengan cara memenuhi semua kebutuhan lansia, hasil dari 4 soal nomer 10 – 13 yang diberikan peneliti kepada responden banyak menjawab benar pada nomer 10 dan 12 . Untuk itu keluarga lansia sebaiknya mempertahankan

dukungan instrumental, selain itu keluarga harus mencari informasi tentang dukungan keluarga karena dukungan keluarga tidak cukup hanya memberikan dukungan instrumental saja.

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan Emosional

Hasil penelitian tentang dukungan Emosional termasuk dalam kategori kurang yaitu berjumlah 18 responden (50%) yang memberikan dukungan kurang pada lansia. Berdasarkan penelitian diketahui usia responden paling banyak adalah 36– 45 tahun (dewasa akhir) sebanyak 24 dari total 36 respoden.

Orang dewasa belum tentu memiliki kematangan psikis, kematangan tersebut meliputi kebiasaan, sikap, bertanggung jawab, dan pendirian yang tetap (Anderson, 2011).

Dari data diatas menunjukkan bahwa Dukungan Emosional tidak dipengaruhi oleh usia, peneliti sependapat dengan pernyataan diatas karena menrut hasil penelitian hasil terbanyak pada usia 36-45 tahun termasuk dalam kategori usia dewasa akhir tetapi mereka memberikan dukungan kurang, hal ini dikarenakan hanya kebiasaan baik yang akan menciptakan pribadi yang baik pula, hal ini juga memerlukan pengalaman dan informasi untuk menambah wawasan, hasil dari 5 soal nomer 14–18 yang diberikan peneliti kepada responden banyak menjawab benar pada soal nomer 18. Oleh karena itu petugas kesehatan memberikan informasi tentang dukungan Emosional yang meliputi pentingnya memberikan kepercayaan, perhatian dan mendengarkan keluhan lansia. 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan

Keluarga

Hasil penelitian Dukungan Keluarga diketahui hampir setengah responden yang kurang memberikan dukungan kepada lansia yaitu 16 responden (44,4%) dari total 36 responden.

Dukungan keluarga pada lansia adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Anggota keluarga dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam lingkungan keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan (Friedman ,1998 dalam Setiadi ,2008).

(6)

dikarenakan kurangnya waktu untuk berkumpul, dan kurangnya minat untuk mau memahami lansia. sedangankan lansia sangat membutuhkan dukungan keluarga untuk meningkatkan harga dirinya, apabila harga diri lansia rendah, mereka akan merasa tidak berguna dan cenderung enggan menerima pertolongan dari keluarganya karena lansia merasa tidak berguna dan tidak bisa memberikan apa - apa sehingga lansia juga tidak mau merepotkan keluarganya. Serta lansia akan merasa putus asa, muncul kekecewaan, rasa kesal, bersalah dan dapat mengakibatkan Depresi. oleh karena itu petugas kesehatan bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang Dukungan keluarga untuk lansia

Kesimpulan

1. Didapatkan hasil dari keseluruhan responden yang memberikan dukungan Informasional dengan kategori kurang sejumlah 21 responden (58,3%) 2. Didapatkan hasil dari keseluruhan responden yang

memberikan dukungan Penilaian dengan kategori kurang sejumlah 21 responden (58,3%)

3. Responden yang memberikan dukungan emosional dengan kategori cukup sejumlah 25 responden (69,4%).

4. Responden yang membeikan Dukungan Emosional dengan kategori kurang sejumlah 18 responden (50%).

Saran

1. Kepada Responden

a. Disarankan kepada responden untuk mencari informasi tentang dukungan informasional agar bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi lansia.

b. Disarankan kepada responden untuk selalu meluangkan waktu untuk lansia, walaupun hanya sekedar berbincang-bincang.

c. Disarankan kepada responden untuk meningkatkan dukungan instrumental untuk memenuhi kebutuhan lansia dan mencari informasi tentang dukungan keluarga.

d. Disarankan kepada responden untuk memberikan kepercayaan, perhatian dan

2. Bagi Tempat Penelitian

Disarankan kepada kader - kader kesehatan dalam 1 bulan sekali rutin diadakan penyuluhan -penyuluhan tentang pentingnya Dukungan Keluarga Terhadap Lansia agar keluarga mengerti dan memberikan dukungan kepada lansia.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Disarankan kepada Institusi pendidikan untuk memberikan materi yang lebih tentang gerontik, agar mahasiswa memahami dan mampu memberikan penyuluhan kepada keluarga lansia tentang Dukungan keluarga.

4. Kepada Peneliti Selanjutnya

Disarankan kepada peneliti selanjutnya apabila akan melakukan penelitian dengan topik yang sama untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi Dukungan Keluarga, sehingga penelitian yang akan dilakukan dapat lebih terperinci dan jelas.

DAFTAR PUSTAKA

Azizah ,Lilik Ma’rifatul .(2011).Keperawatan Lanjut Usia.Yogyakarta: Graha ilmu

Arikunto,(2006).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:PT Rineka Cipta. Lukluk A, Zuyina.( 2008 ). Psikologi Kesehatan.

Yogyakarta : Mitra Cendikia Offset

Maryam ,R.siti.(2008).Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya.jakarta selatan:Salemba Medika Maulinda, Utik Eka.(2013).Hubungan Koping

Dengan Tingkat Kecemasan Pada Lansia. pare:Akper Pamenang

Notoatmodjo, Soekidjo.(2010).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rinek Cipta.

Nursalam. (2003).Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika

Nursalam. (2008).Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika

(7)

Saputra,Asrianto(2011).Arti dan Pembagian Masa Dewasa.putraasr.blogspot.com/2011/12.(diakses tgl 6 mei 2013)

Suyanto. ( 2011 ).Metodologi dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta : Muha Medika

Sugiyono.(2011).Statistika Untuk Penelitian.Bandung : CV Alfabeta

Stuart dan Sundeen. (2005). Fundamental Keperawatan.yogyakarta

; Muha Medika

Setyadi,(2008).Konsep & Proses Keperawatan Keluarga.yogyakarta: Graha ilmu

Tamsuri, Anas.(2008). Riset Keperawatan. Kediri: Pamenang Press

Tim penjamin mutu pamenang.(2005).Cheklist

ketrampilan Perawat Akper

Pamenang.kediri:pamenang press

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian diperoleh hasil dukungan keluarga baik yaitu sebanyak (74%), yang terdiri dari dukungan informasi (72%),dukungan penilaian (81%), dukungan instrumental (67%),

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adakah hubungan dukungan keluarga untuk memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada penderita CVA yang

Hasil penelitian berdasarkan Tabel 3 tentang efek dukungan emosional keluarga pada harga diri remaja menunjukkan 18 orang (58%) memiliki dukungan emosional keluarga baik

Hasil penelitian berdasarkan Tabel 3 tentang efek dukungan emosional keluarga pada harga diri remaja menunjukkan 18 orang (58%) memiliki dukungan emosional keluarga baik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga dalam meningkatkan kemandirian lansia di Dusun Krajan Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo Kabupaten

Dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan emosional, informasi, instrumental/nyata dan penghargaan/penilaian mampu meningkatkan semangat lansia menghadapi masa

Hasil penelitian berdasarkan Tabel 3 tentang efek dukungan emosional keluarga pada harga diri remaja menunjukkan 18 orang (58%) memiliki dukungan emosional keluarga baik

Semua penelitian terkait mengenai pengaruh pemberian dukungan keluarga terhadap manajemen hipertensi pada lansia seperti peningkatan peran keluarga, peningkatan kepatuhan minum obat