KATA PENGANTAR - ILMU PENGETAHUAN

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ILMU PENGETAHUAN

Pengertian, Wilayah kajian dan Sumber Pengetahuan

MAKALAH

Dibuat dalam rangka memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu Semester I Tahun Akademik 2013-2014 Jurusan Hukum Bisnis Syariah Fakultas Syariah

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Dosen

Dr. M. NUR YASIN, M.Ag.

Oleh Kelompok 3:

Aang Burhanuddin : 13220196

Affan Fuady Al-Buchori : 13220194

Aris Nur Mu’alim : 13220222

Ferina Annisa : 13220193

Muhammad Zulhefni : 13220221

(2)

KATA PENGANTAR

ِمْيِحّرلا ِنم ْحّرلا ِا ِمْسِب

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya lah kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Ilmu Pengetahuan.

Makalah ini diajukan guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu, dengan dosen pembimbing Bapak Dr. M. Nur Yasin, M.Ag.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Malang, 1 Oktober 2013

Penyusun

(3)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu merupakan suatu pengetahuan, sedangkan pengetahuan merupakan informasi yang didapatkan dan segala sesuatu yang diketahui manusia. Itulah bedanya dengan ilmu, karena ilmu itu sendiri merupakan pengetahuan yang berupa informasi yang didalami sehingga menguasai pengetahuan tersebut yang menjadi suatu ilmu. Di kalangan masyarakat saat ini, bahkan siswa, mahasiswa pun yang tiap harinya ke sekolah, ke kampus, hilir mudik masuk gedung pendidikan untuk menuntut ilmu, untuk menambah pengetahuan, yang mestinya mereka tahu akan perbedaan dua kata tersebut, yang mestinya mereka tahu dengan jelas apa itu ilmu dan pengetahuan, terkadang mereka masih bingung dengan perbedaan ilmu dan pengetahuan.

Tapi, suatu pendapat mengatakan, sebenarnya manusia tahu, siswa, mahasiswa, masyarakat tahu, tapi tidak semua manusia dapat mendefinisikan suatu perkara, tidak semua manusia bisa mengeluarkan isi dalam pikirannya. Karena terkadang manusia, sebagian manusia hanya bisa mengeluarkan lewat menulis, bukan karena ia bisu, tapi kemampuannya untuk berbicara tidak sama dengan manusia yang pada umumnya suka berbicara. 1

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi ilmu pengetahuan?

2. Apa sajakah wilayah kajian ilmu pengetahuan? 3. Apa saja yang merupakan sumber pengetahuan?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi ilmu pengetahuan.

2. Untuk mengetahui wilayah kajian ilmu pengetahuan. 3. Untuk mengetahui berbagai macam sumber pengetahuan.

1 http://meiisya.blogspot.com/2012/04/makalah-ilmu-pengetahuan.html diakses pada tanggal 16 september 2013

(4)

PEMBAHASAN

A. Definisi

Ilmu pengetahuan memiliki pengertian yang berbeda dengan pengetahuan. Orang awam tidak memahami atau menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu berbeda dengan pengetahuan. Bahkan mungkin mereka menyamakan dua pengertian tersebut. Mempelajari apa itu ilmu pengetahuan berarti mempelajari atau membahas esensi atau hakikat ilmu pengetahuan. Demikian pula membahas pengetahuan itu juga berarti membahas hakikat pengetahuan.

Orang-orang sering memaknai ilmu sebagai sebuah sarana mengembangkan hidup manusia. Ilmu memang memberikan kebermanfaatan bagi hidup manusia. Ilmu berasal dari bahasa Latin scientia yang berarti knowledge. Ilmu dipahami sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin tertentu. Ilmu bertujuan untuk meramalkan dan memahami gejala-gejala alam. Ilmu sebenarnya juga merupakan sebuah pengetahuan, namun telah melalui proses penataan yang sistematis. Ilmu telah memiliki metodologi yang andal. Adapun definisi ilmu menurut para ahli antara lain:2

1. Mohammad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan maasalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, ataupum menurut hubungannya dari alam.

2. Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah empiris, rasional, umum dansistematik, dan keempatnya serentak.

3. Karl Person, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dn konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah sederhana.

4. Ashley Montagu, Guru Besar Antropolo di Rutgers University menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menemukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.

(5)

5. Harsojo, Guru Besar Antropolog di Universitas Padjajaran, menerangkan bahwa ilmu adalah merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan.

6. Afanasef, seorang pemikir Marxist bangsa Rusia mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran.

Pengetahuan adalah (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan pancaindera, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pengetahuan masih dalam tatanan inderawi dan spontanitas, belum ditata melalui metode yang jelas. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek. Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi, yaitu:

Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau pikiran. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.

Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif.

Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk di dalamnya ilmu, seni dan agama. Pengetahuan ini merupakan khazanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita.

(6)

Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dulu. Pencarian pengetahuan lebih cenderung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.

Setelah mengetahui definisi dari ilmu dan pengetahuan, selanjutnya barulah kita bisa mengetahui apa itu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Inilah ciri-ciri ilmu pengetahuan, yang membedakan dengan pengetahuan biasa. Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyaataan) dan disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Metodis berarti dalam proses menemukan dan mengolah pengetahuan menggunakaan metode tertentu, tidak serampangan. Sistematis berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga menjadi suatu keseluruhan yang pdu. Selain tertata, tersistem, dn terpadu, pengetahuan perlu di sintesiskan secara koheren. Koheren berarti setiap bagian dari jabaran ilmu pengetahuan itu merupakan rangkaian yang saling terkait dan berkesesuaian.

Ilmu pengetahuan bukanlah kumpulan kumpulan pengetahuan semesta alam atau kegiatan yang dapat dijadikan dasar bagi kegiatan yang lain, tetapi merupakan teori, prinsip, atau dalil lebih lanjut, atau dengan kata lain untuk menemukan teori, prinsip, atau dalil baru. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai rangkaian konsep dan kerangka konseptual yang saling berkaitan dan telah berkembang sebagai hasil percobaan dan pengamatan yang bermanfaat untuk percobaan lebih lanjut. Pengertian percobaan di sini adalah pengkajian atau pengujian terhadap kerangka konseptual, ini dapat dilakukan dengan penelitian (pengamatan dan wawancara) atau dengan percobaan (eksperimen).

Definisi tersebut memberi tekanan pada makna dan manfaat ilmu pengetahuan. Dengan demikian ilmu pengetahuan tidak dipahami sebagai pencarian kepastian, melainkan sebagai penyelidikan yang berhasil hanya sampai pada tingkat yang berkesinambungan. Definisi ilmu pengetahuan tidak berorientasi pada penerapannya

(7)

melainkan pada kemampuannya untuk menghasilkan percobaan baru atau penelitian baru, dan pada gilirannya menghasilkan teori baru. Jadi ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia dari proses berpikir kritis.

B. Wilayah Kajian

Setiap ilmu mempunyai objeknya sendiri-sendiri, objek ilmu itu sendiri akan menentukan tentang kelompok dan cara bagaimana ilmu itu bekerja dalam memainkan perannya melihat realitas. Secara umum objek ilmu adalah alam dan manusia, namun karena alam itu sendiri terdiri dari berbagai komponen, dan manusia pun mempunyai keluasan dan kedalam yang berbeda-beda, maka mengklasifikasikan objek amat diperlukan. Terdapat dua macam objek dari ilmu yaitu objek material dan objek formal.3

1. Objek Material

Objek material adalah apa yang dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan, atau dengan kata lain adalah objek yang dijadikan sasaran menyelidiki aleh suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu.4

Objek material mencakup apa saja, baik yang konkret maupun yang

abstrak, yang materil maupun yang non-materil. Bisa pula berupa hal-hal, masalah-masalah, ide-ide, konsep-konsep dan sebagainya. Misalnya: objek material dari sosiologi adalah manusia. Contoh lainnya, lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat. Maka, berpikir merupakan objek material logika.

Istilah objek material sering juga disebut pokok persoalan (subject matter). Pokok persoalan ini dibedakan atas dua arti, yaitu:

a. Pokok persoalan ini dapat dimaksudkan sebagai bidang khusus dari penyelidikan faktual. Misalnya: penyelidikan tentang atom termasuk bidang fisika; penyelidikan tentang chlorophyl termasuk penelitian bidang botani atau bio-kimia dan sebagainya.

3 Ericson Damanik, Objek Ilmu Pengetahuanhttp://sondyi.blogspot.com/2013/04/objek-ilmu-pengetahuan.html

diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 08.00 WIB

(8)

b. Dimaksudkan sebagai suatu kumpulan pertanyaan pokok yang saling berhubungan. Misalnya: anatomi dan fisiologi keduanya berkaitan dengan struktur tubuh. Anatomi mempelajari strukturnya sedangkan fisiologi mempelajari fungsinya. Kedua ilmu tersebut dapat dikatakan memiliki pokok persoalan yang sama, namun juga dikatakan berbeda. Perbedaaan ini dapat diketahui apabila dikaitkan dengan corak-corak pertanyaan yang diajukan dan aspek-aspek yang diselidiki dari tubuh tersebut. Anatomi mempelajari tubuh dalam aspeknya yang statis, sedangkan fisiologi dalam aspeknya yang dinamis.

2. Objek Formal

Yaitu cara pendekatan yang dipakai atas objek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya.5

Objek formal adalah pendekatan-pendekatan secara cermat dan bertahap menurut segi-segi yang dimiliki objek materi dan menurut kemampuan seseorang. Objek formal diartikan juga sebagai sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut pandang darimana objek material itu disorot. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberikan keutuhan ilmu, tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang sehingga menghasilkan ilmu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, akan tergambar lingkup suatu pengetahuan mengenai sesuatu hal menurut segi tertentu. Dengan kata lain, “tujuan pengetahuan sudah ditentukan.

Misalnya, objek materialnya adalah “manusia”, kemudian, manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia, diantaranya: psikologi, antropologi, sosiologi dan sebagainya.

5 DR. Suwardi Endaswara, M.Hum, Filsafat Ilmu, (Jakarta: PT. Buku Seru, 2012) hlm. 80

(9)

Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sukar dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab, pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. Oleh sebab itu, agar kita dapat memanfaatkan segenap pengetahuan kita secara maksimal, maka harus kita ketahui jawaban apa saja yang mungkin bisa diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu. Atau dengan kata lain, perlu kita ketahui kepada pengetahuan yang mana suatu pertanyaan tertentu harus kita ajukan. Untuk itulah kita perlu mengetahui apa yang menjadi objek material dan objek formal suatu ilmu pengetahuan.6

C. Sumber Pengetahuan

Semua orang mengakui memiliki pengetahuan. Persoalannya dari mana pengetahuan itu diperoleh atau lewat apa pengetahuan didapat. Dari situ timbul pertanyaan bagaimana caranya kita memperoleh pengetahuan atau dari mana sumber pengetahuan kita? Pengetahuan yang ada pada kita diperoleh dengan menggunakan berbagai alat yang merupakan sumber pengetahuan tersebut. Dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai sumber ilmu pengetahuan diantaranya:

1. Empirisme

Kata ini berasal dari Yunani Empeirikos, yang artinya pengalaman. Kata

Empirisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia juga berarti aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris atau teori yg mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dengan pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya dan bila dikembalikan kepada kata Yunani, pengalaman yang dimaksud ialah pengalaman inderawi.7

Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Itu disebabkan oleh adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lainnya, berhubungan dengan sifat

6 Chairul Lutfi, Objek Material Dan Objek Formal Ilmu Pengetahuan

http://blog.uin-malang.ac.id/chairullutfi/2011/01/25/objek-material-dan-objek-formal-ilmu-pengetahuan/ diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 08.00 WIB

(10)

khas fisiologis indera dan dengan objek yang dapat ditangkap sesuai dengannya. Jadi pengetahuan inderawi berada menurut perbedaan indera dan terbatas pada sensibilitas organ-organ tertentu.8

Berdasarkan teori ini, akal hanya mengelola konsep gagasan inderawi. Hal itu hanya dilakukannya dengan menyusun konsep tersebut atau membagi-baginya.9

2. Rasionalisme

Merupakan kaum rasionalis yang mengembangkan paham rasionalisme, dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan. Para penganut rasionalisme tidak menyangkal peran indera, tetapi mengatakan bahwa peran indera sangat kecil. Yang lebih aktif justru rasio. Mereka mengatakan, pengetahuan manusia sebenarnya sudah ada lebih dulu dalam rasio berupa kategori-kategori. Ketika indera menangkap objek, maka objek-objek yang ditangkap itu hanya dicocokkan saja dengan kategori yang sudah ada lebih dulu dalam rasio. Jadi menurut mereka, pengalaman adalah pelengkap bagi akal. Kaum ini menggunakan metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya, idenya didapatkan dari anggapan-anggapan yang menurutnya jelas dan dapat diterima. Tokoh-tokohnya kebanyakan para filsuf abad pertengahan, seperti Agustinus, Johanes Scotus, Avicenna, dan para filsuf modern seperti Rene Descartes, Spinoza, Leibniz, Fichte, Hegel. Plato, Galileo Galilei dan Leonardo Da Vinci juga termasuk kelompok ini.10

Dengan kata lain, aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan menangkap objek. Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan.

8 Anton Bakker, Ahmad Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, 1994), cet. IV, hal.

22.

9 Muhammad Baqir as-Shadar, Falsafatuna, terj. Moh. Nur Mufid bin Ali, (Bandung: Mizan, 1995), cet. V, hal. 32. 10 Meiisya, Ilmu Pengetahuan, http://meiisya.blogspot.com/2012/04/makalah-ilmu-pengetahuan.html diakses pada

tanggal 1 oktober 2013 23.00 WIB

(11)

Akal menggunakan konsep-konsep rasional atau ide-ide universal. Konsep tersebut mempunyai wujud dalam alam nyata dan bersifat universal.Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip universal adalah abstraksi dari benda-benda konkrit.

3. Intuisi

Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi bersifat personal dan tidak dapat diramalkan. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur maka intuisi ini tidak dapat diandalkan. Pengetahuan intuitif dapat dipergunakan sebagai hipotesis bagi analisis selanjutnya dalam menentukan kebenaran (Bakker dan Zubair, 1990). Pengalaman intuitif sering hanya dianggap sebagai sebuah halusinasi atau bahkan sebuah ilusi belaka. Sementara itu oleh kaum beragama intuisi (hati) dipandang sebagai sumber pengetahuan yang sangat mulia (Kartanegara, 2005). Dari riwayat hidup dan matinya Sokrates, pengetahuan intuitif disebutnya sebagai “theoria” di mana cara untuk sampai pada pengetahuan itu adalah refleksi terhadap diri sendiri (Huijbers, 1982).11

Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya. Pengembangan kemampuan ini (intuisi) memerlukan suatu usaha. Ia juga mengatakan bahwa intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak.

Menurutnya, mengatasi sifat lahiriah pengetahuan simbolis, yang pada dasarnya bersifat analis, menyeluruh, mutlak, dan tanpa dibantu penggambaran secara simbolis. Karena itu intuisi adalah sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika.

4. Wahyu

Menurut bahasa (lughah), kata wahyu berasal dari bahasa Arab al-wahy yang memiliki beberapa arti, di antaranya; suara, tulisan isyarat, bisikan, paham dan

11

(12)

juga api. Tetapi ada juga yang mengartikan bisikan yang tersembunyi dan cepat. Dengan demikian, pengertian wahyu secara etimologis adalah penyampaian sabda tuhan kepada manusia piihan-nya tanpa diketahui orang lain , agar diteruskan kepada umat manusia untuk dijadikan sebagai pegangan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak.12

Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantara para nabi. Para nabi memperoleh dari Tuhan tanpa upaya, tanpa bersusah payah. Pengetahuan mereka terjadi atas kehendak Tuhan. Tuhan mensucikan jiwa mereka untuk memperoleh kebenaran dengan jalan wahyu.

TM. Hasbi Ash-Shiddieqy mendefinisikan bahwa wahyu secara terminologi adalah nama bagi sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada nabi-nabi-Nya, sebgaimana diperghunakan juga untuk lafaz Al-Quran. Wahyu yang dimaksud di sini adalah khusus untuk nabi, sedangkan ilham adalah khusus selain nabi.13 Sedangkan menurut Muhammad Abduh ialah pengetahuan yang didapat seseorang di dalam dirinya serta diyakini bahwa pengetahuan tersebut datangnya dari Allah, baik dengan perantaraan, dengan suara atau tanpa suara, maupun tanpa perantaraan.14

Pengetahuan dengan jalan ini merupakan kekhususan para nabi. Hal inilah yang membedakan mereka dengan manusia lainnya. Akal meyakinkan bahwa kebenaran pengetahuan mereka berasal dari Tuhan, karena pengetahuan ini memang ada pada saat manusia biasa tidak mampu mengusahakannya, karena hal ini memang diluar kemampuan manusia. Bagi manusia tidak ada jalan lain kecuali menerima dan membenarkan semua yang berasal dari Nabi.15

Wahyu Allah (agama) berisikan pengetahuan, baik mengenai kehidupan seseorang yang terjangkau oleh pengalaman, maupun yang mencakup masalah

12Tuti Oktaviani, Pengertian wahyu, http://kunciakhirat.blogspot.com/2012/02/pengertian-wahyu.html diakses pada

tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.56 WIB

13 Mushlihin Al-Hafizh, Pengertian Wahyu,

http://www.referensimakalah.com/2012/04/definisi-dan-pengertian-wahyu_9054.html diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.50 WIB

14

Hanumsyafa's Blog, Pengertian wahyu, http://hanumsyafa.wordpress.com/2010/01/28/pengertian-wahyu/ diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.50 WIB

15 H. A. Mustafa, Filsafat Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), cet. I,hal. 106.

(13)

transdental, seperti latar belakang dan tujuan penciptaan manusia, dunia, dan segenap isinya serta kehidupan di akhirat nanti.16

(14)

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ilmu pengetahuan bukanlah kumpulan kumpulan pengetahuan semesta alam atau kegiatan yang dapat dijadikan dasar bagi kegiatan yang lain, tetapi merupakan teori, prinsip, atau dalil lebih lanjut, atau dengan kata lain untuk menemukan teori, prinsip, atau dalil baru. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Inilah ciri-ciri ilmu pengetahuan, yang membedakan dengan pengetahuan biasa. Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyaataan) dan disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Dengan demikian ilmu pengetahuan tidak dipahami sebagai pencarian kepastian, melainkan sebagai penyelidikan yang berhasil hanya sampai pada tingkat yang berkesinambungan.

Setiap ilmu mempunyai objeknya sendiri-sendiri, objek ilmu itu sendiri akan menentukan tentang kelompok dan cara bagaimana ilmu itu bekerja dalam memainkan perannya melihat realitas. Secara umum objek ilmu adalah alam dan manusia. Terdapat dua macam objek dari ilmu yaitu objek material dan objek formal. Objek material mencakup apa saja, baik yang konkret maupun yang

abstrak, yang materil maupun yang non-materil. Objek formal adalah pendekatan-pendekatan secara cermat dan bertahap menurut segi-segi yang dimiliki objek materi dan menurut kemampuan seseorang. Objek formal diartikan juga sebagai sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut pandang darimana objek material itu disorot.

Pengetahuan yang ada pada kita diperoleh dengan menggunakan berbagai alat yang merupakan sumber pengetahuan tersebut. Dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai sumber ilmu pengetahuan, yaitu: Empirisme, Rasionalisme, Intuisi, dan Wahyu.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Endaswara, Suwardi DR. M.Hum, Filsafat Ilmu, Jakarta, PT. Buku Seru: 2012.

Bakhtiar, Amsal. Prof. Dr., M.A. Filsafat Ilmu, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada: 2012.

Al-Hafizh, Mushlihin, Pengertian Wahyu,

http://www.referensimakalah.com/2012/04/definisi-dan-pengertian-wahyu_9054.html diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.50 WIB

Catatan Si Bel, Pengertian Intuisi,

http://belindch.wordpress.com/2011/02/08/pengetahuan-intuitif/ diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.50 WIB

Damanik, Ericson, Objek Ilmu Pengetahuan http://sondyi.blogspot.com/2013/04/objek-ilmu-pengetahuan.html diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 08.00 WIB

Hanumsyafa, Pengertian wahyu,

http://hanumsyafa.wordpress.com/2010/01/28/pengertian-wahyu/ diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 23.50 WIB

Lutfi, Chairul, Objek Material Dan Objek Formal Ilmu Pengetahuan http://blog.uin- malang.ac.id/chairullutfi/2011/01/25/objek-material-dan-objek-formal-ilmu-pengetahuan/ diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 08.00 WIB

Meiisya, Ilmu Pengetahuan, http://meiisya.blogspot.com/2012/04/makalah-ilmu-pengetahuan.html diakses pada tanggal 1 oktober 2013 23.00 WIB

Oktaviani, Tuti, Pengertian wahyu,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...