• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk Fungsional Regresi Linear Aplikas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Bentuk Fungsional Regresi Linear Aplikas"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Bentuk Fungsional Regresi Linear (Aplikasi

Model dengan Program SPSS)

Author:

Junaidi

Junaidi

1. Pengantar

Pengertian model regresi linear bukanlah model yang linear dalam paramater dan variabel, tetapi regresi tersebut linear dalam parameter (atau yang secara intrinsik bisa dibuat linear melalui transformasi variabel), sedangkan variabelnya boleh saja bersifat linear atau tidak. Misalnya, persamaan Y = 0+ 1Xi2 dapat digolongkan sebagai regresi linear, karena

paramaternya ( 1) bersifat linear, meskipun variabelnya (Xi2) tidak bersifat linear. Berdasarkan

hal tersebut, dapat dikembangkan berbagai berbagai bentuk fungsional model regresi.

Tulisan ini akan membahas tiga bentuk fungsional model regresi linear yaitu Model Double-Log, Model Semilog dan Model Resiprokal. Untuk aplikasi model, tulisan ini akan menggunakan Program SPSS

2. Model Double-Log

Misalnya suatu model: Yi= 0Xi 1eui

Model tersebut adalah terlihat tidak linear dalam parameter, tetapi secara intrinsik bisa dibuat linear dengan transformasi sebagai berikut:

lnYi= ln 0+ 1lnXi+ ui

ln = logaritma natural (logaritma dengan bilangan dasar e = 2,71828)

Jika = ln 0, Yi* = lnYidan Xi* = lnXi, persamaan tersebut dapat ditulis kembali menjadi:

Yi* = + 1Xi*+ ui

Model ini dinamakan dengan model double-log. Hal yang perlu diperhatikan dalam model double-log adalah, koefisien 1 dapat ditafsirkan sebagai elastisitas yaitu persentase

(2)

Sebagai contoh, misalnya kita punya data selama tahun 1993 2008 mengenai harga suatu produk (X dalam ribuan rupiah) dan jumlah produksi (Y dalam ribuan unit) yang diasumsikan sebagai jumlah barang yang ditawarkan sebagai berikut:

Setelah data tersebut diinput di SPSS, langkah pertama kita adalah mentransformasi data kedalam nilai logaritma natural dengan cara: Klik Transform > Compute Variable. Akan muncul tampilan berikut:

Di kotak Target Variable isikan nama variabel untuk menampung hasil transformasi. Misalnya dalam contoh lnX untuk logaritma variabel X. Di kotak Numeric Expression tuliskan rumus berikut: LN(X). Kemudian klik OK.

(3)

Setelah itu klik Analyze > Regression > Linear. Akan muncul tampilan berikut:

Isikan pada Dependent dengan variabel lnY dan di independent dengan variabel lnX. Klik OK. Maka akan keluar output SPSS sebagai berikut:

Output SPSS tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

Catatan: * signifikan pada = 10%, ** signifikan pada = 5 %, *** signifikan pada = 1% Nilai P-value pada koefisien lnXi lebih kecil dibandingkan nilai = 1%. Artinya terdapat pengaruh yang sangat signifikan secara statistik antara harga dan penawaran. Selanjutnya koefisien dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Untuk setiap peningkatan sebesar Rp 1 % dari harga, maka akan meningkatkan penawaran (produksi) sebesar 1,205 % (nilai koefisien lnXi). Dengan kata lain, elastisitas harga penawaran untuk produk ini adalah sebesar 1,205 (elastis).

3.Model Semilog

Model semilog adalah model dimana hanya salah satu variabel (Y atau X) yang ditransformasi secara logaritma. Bentuk modelnya sebagai berikut:

lnYi= 0+ 1Xi+ ui

atau

(4)

1 mengukur perubahan relatif (persentase) Y yang disebabkan oleh perubahan absolut dari X.

Model ini disebut juga dengan model pertumbuhan tetap, karena mengukur tingkat pertumbuhan yang konstan sepanjang waktu seperti trend kesempatan kerja, produktivitas, dan lainnya. Sedangkan untuk model kedua, 1 mengukur perubahan absolut Y yang disebabkan oleh

perubahan relatif (persentase) dari X.

Sebagai contoh, dengan menggunakan data yang sama pada bagian sebelumnya, dan misalnya yang kita transformasikan secara logaritma pada model ini adalah harga (X), sedangkan penawaran tetap menggunakan nilai absolutnya. Akan didapatkan output SPSS sebagai berikut:

Output SPSS tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

Catatan: * signifikan pada = 10%, ** signifikan pada = 5 %, *** signifikan pada = 1% Nilai P-value pada koefisien lnXi lebih kecil dibandingkan nilai = 1% (Kita juga bisa

(5)

4. Model Resiprokal

Model resiprokal juga cukup populer digunakan dalam penelitian-penelitian ekonomi. Model ini dapat dirumuskan:

Yi= 0 + 1(1/Xi) + ui

Model ini meskipun tidak linear dalam variabel (1/Xi) tetapi linear dalam parameter ( 1),

karenanya masih dikategorikan sebagai model regresi linear.

Model ini memiliki sifat dimana Y akan turun secara kontinyu pada saat X meningkat, dan jika X sangat besar, maka Y akan memiliki nilai mendekati 1. Oleh karenanya, model ini

bisa digunakan untuk menggambarkan perilaku biaya produksi tetap rata-rata (AFC), dimana AFC (Y) akan menurun secara kontinyu ketika X (produksi) meningkat (karena biaya tetap dibebankan pada jumlah unit produksi yang lebih banyak).

Dalam aplikasi SPSS, untuk mengestimasi model resiprokal ini, nilai observasi X terlebih dahulu ditransformasi dalam bentuk perhitungan 1/X. Bagaimana cara mentransformasi variabel X tersebut dengan SPSS ?

Misalnya dalam contoh data kita sebelumnya, klik Transform > Compute Variable. Akan muncul tampilan berikut:

Isikan pada kotak Target Variable, nama dari variabel yang akan kita buat. Dalam contoh diatas adalah Xr (catatan: jangan menggunakan nama 1/X, karena untuk nama variabel hanya boleh huruf dan angka. Simbol lain tidak diperkenankan). Selanjutnya pada kotak Numeric Expression, isikan rumus 1/X. Klik OK, maka akan muncul variabel baru sebagai transformasi variabel X menjadi 1/X.

(6)

REFERENCES

1. Amri A., Junaidi, Yulmardi. (2009). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Penerapannya. Bogor. IPB Press

2. Gujarati DN. (2013).Basic Econometrics. New York. McGraw-Hill

3. Juanda, B. Junaidi. (2012).Ekonometrika Deret Waktu: Teori dan Aplikasi. Bogor. IPB Press 4. Junaidi, J. (2014). Regresi dengan Microsoft Office Excel. Jambi. Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Universitas Jambi

Referensi

Dokumen terkait

Ketika kita ingin Merubah x yang awalnya 10 maka jika kita buat x baru dibawahnya hasil yang ditampilkan misalnya x=5 maka yang tertera di browser adalah 5’..

Dengan pengelompokan data x yang berharga sama tersebut, akan diperoleh bahwa pada kelompok pertama, ada n, buah data x yang masing-masing harganya sama yaitu x1 berpasangan dengan

Kasus yang banyak terjadi adalah harga satuan pada suatu penawaran material pada lembar X berbeda dengan harga satuan di lembar yang lain padahal pekerjaannya sama

• Ketika sebuah grafik yang ingin kita ketahui besar luasnya, kita dapat membagi grafik tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dengan lebar (panjang pada komponen x)

Karena solusi homogen tidak tergantung dari bentuk fungsi pemaksa, maka pencarian solusi homogen dari persamaan ini sama seperti apa yang kita lihat pada contoh-contoh sebelumnya..

Koefisien pada model regresi sebenarnya adalah nilai duga parameter di dalam model regresi untuk kondisi yang sebenarnya (true condition), sama halnya dengan statistik mean

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah regresi invers dapat memiliki penyelesaian X beserta interval kepercayaannya dengan menggunakan 0 Metode Graybill apabila

Untuk lebih jelasnya, misalnya dari contoh program sebelumnya, kita sedikit membuat modifikasi pada class Tes dan ditambah sebuah class baru Kurir, seperti yang tampak dibawah ini: …