• Tidak ada hasil yang ditemukan

PKN Otonomi Daerah dalam Rangka Negara K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PKN Otonomi Daerah dalam Rangka Negara K"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Otonomi Daerah dalam Rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hakikat Otonomi Daerah

Istilah otonomi daerah dan desentralisasi pada dasarnya mempersoalkan pembagian kewenangan kepada organ-organ penyelenggaraan negara, sedangkan otonomi daerah menyangkut hak yang mengikuti pembagian wewenang tersebut. Desentralisasi sebagaimana didefinisikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah :

“Desentralisasi terkait dengan masalah perlimpahan wewenang dari pemerintah pusat yang berada di ibukota negara baik melalui cara dekonsentrasi, misalnya pendelegasian, kepada pejabat dibawahnya maupun melalui pendelegasian kepada pemerintah atau perwakilan didaerah.”

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGHADAPI OTONOMI DAERAH DITINJAU DARI ASPEK DESENTRALISASI FISKAL. (Studi Empiris pada pemerintah kabupaten / kota di

Wasistiono (2007, h.127) menyebutkan pe- nyerahan urusan pemerintahan tersebut dengan istilah desentralisasi teknik dimana kewenangan yang didesentralisasikan kepa-

Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada dasarnya tidak lagi meletakkan titik berat otonomi pada Daerah Tingkat II, namun secara mendasar meletakkan otonomi daerah pada daerah

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan dalam proses penyelenggaraan pemerintah dalam proses desentralisasi dan otonomi diperlukan visi dan misi dan arah pembangunan

Bahwa adanya desentralisasi dan otonomi daerah diyakini oleh Bapak-bapak pendiri negara Republik Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi dapat

Persoalan tersebut yang menyebabkan pengaturan pemerintahan daerah dalam konstitusi sangat sedikit dan kurang bersubstansi, yaitu: “ Pembagian daerah Indonesia atas

Persoalan tersebut yang menyebabkan pengaturan pemerintahan daerah dalam konstitusi sangat sedikit dan kurang bersubstansi, yaitu: “ Pembagian daerah Indonesia atas

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan reklame merupakan suatu kewenangan otonomi yang didasarkan pada pelaksanaan asas desentralisasi dan dengan adanya