Khairurrijal*, Mikrajuddin Abdullah, Ferry Iskandar, Memoria Rosi, Masturi Abstrak
Biomassa pertanian, yang berupa tangkai sisa, jerami, sekam, kulit kacang-kacangan atau biji-bijian, kayu limbah, daun, dan akar, sangat besar jumlahnya setiap tahun. Karena tersedia melimpah dan terbarukan,biomassa menjadi sumber daya yang penting. Melalui reaksi biokimia maupun termokimia, selain dapat diubah menjadi sejumlah besar energi, biomassa dapat juga sebagai sumber bahan mentah yang sangat menarik untuk kegiatan usaha produktif tingkat komunitas maupun industri skala besar. Beberapa contoh penggunaan biomassa sebagai sumber bahan mentah bagi bahan fungsional untuk perlengkapan rumah dan absorben utk pemurnian cairan dan gas.
Kata-kata kunci:
140 milyar metrik ton
biomassa yang dihasilkan secara global setiap tahun.
Biomassa: tangkai sisa, jerami,
sekam, kulit kacang atau biji, kayu limbah, daun, dan akar.
Melalui reaksi biokimia maupun termokimia,
biomassa dapat diubah menjadi energi.
Biomassa dapat juga sebagai sumber bahan mentah
yang sangat menarik untuk kegiatan usaha tingkat komunitas maupun industri skala besar.
Saat ini biomassa dibiarkan membusuk atau dibakar secara terbuka.
Kerugian pembusukan: pelepasan
gas metan ke udara terbuka dan leachate.
Pembakaraan langsung
mengakibatkan polusi udara yang mengancam kesehatan manusia dan ekologis.
http://new.kidlabels.com
http://www.realscience.org.u k/science-discussion-climate-change-clouds.html
http://lib.bioinfo.pl/blid:1742
Memaparkan beberapa contoh penggunaan biomassa sebagai sumber bahan mentah bagi
pembuatan absorben untuk pemurnian cairan
dan gas
pembuatan bahan fungsional untuk
Karbon aktif, yang juga dikenal sebagai karbon berpori, adalah bentuk karbon yang diaktifkan oleh proses oksidasi terkontrol untuk membentuk
struktur karbon berpori.
http://www.igcl.com/php/ac tivated_carbon.php
Ukuran pori sangat
bervariasi, retakan tampak hingga void molekular, dan menyebabkan luas
permukaan sangat besar.
5 gram karbon aktif memiliki
permukaan seluas lapangan bola!
Karbon aktif (karbon
berpori) mengadsorb
3 bentuk umum karbon aktif:
Granular partikel bentuk ireguler berukuran 0,2-5 mm.
Tepung partikel berukuran kurang dari 0,2 mm.
Pelet partikel bentuk silinder berdiameter 0,8-5 mm.
Struktur pori
Mikropori; jejari < 1 nm
Mesopori; jejari 1-25 nm
Makropori; jejari > 25 nm
M. Rosi, dkk., J. Nanosains Nanotek, Edisi Khusus, hh. 26-28 (2009)
www.china.com.cn
Mikropori paling efektif
untuk menjebak molekul-molekul kecil dalam aplikasi fase gas atau cairan.
Mesopori paling cocok untuk
mengadsorp molekul-molekul besar seperti molekul-molekul warna.
Metoda aktivasi fisika (1)
[M. Rosi, M. Abdullah, dan Khairurrijal, J. Nanosains Nanotek., Edisi Khusus, hh. 26-28 (2009)].
Alat: tungku dan pengontrol suhu
Bahan mentah: limbah pertanian (tempurung)
Langkah utama:
1. Dehidrasi untuk membuang air dari
tempurung (yang telah dipotong-potong)
2. Karbonisasi (pirolisis) untuk menghasilkan
arang karbon. Bentuk ukuran sama.
3. Aktivasi arang dengan uap air untuk
menghasilkan pori
Metoda aktivasi fisika (2)
Reaksi Air-Gas:
C + H2O -> CO + H2 -175,440 kJ/(kg mol)
Reaksi ini endotermik, temperatur dijaga dengan
pembakaran parsial dari CO and H2 yang terbentuk
2CO + O2 -> 2CO2 +393,790 kJ/(kg mol)
2H2 + O2 -> 2H2O +396,650 kJ/(kg mol)
Udara ditambahkan proporsional sedemikian
Metoda aktivasi kimia (1)
[M. Rosi, M. P. Ekaputra, F. Iskandar, M. Abdullah, and Khairurrijal, AIP Conf. Proc. Vol. 1325, hh. 86-89 (2010)].
Alat: tungku dan pengontrol suhu
Bahan mentah: limbah pertanian (tempurung)
Langkah utama:
1. Dehidrasi untuk membuang air dari
tempurung (yang telah dipotong-potong)
2. Karbonisasi (pirolisis) untuk menghasilkan
arang karbon. Bentuk ukuran sama.
3. Aktivasi arang dengan bahan kimia (NaOH,
H3PO4, ZnCl2) untuk menghasilkan pori
Metoda aktivasi kimia (2)
[1. Masturi, M. Abdullah, and Khairurrijal , J. Mater. Cycles Waste Manag , Vol. 13, hh. 225-231 (2011).
2. Masturi, A. P. Swardhani, E. Sustini, M. Bukit, Mora,
Khairurrijal, and M. Abdullah, AIP Conf. Proc. Vol. 1284, hh. 59-63 (2010)].
Alat: Cetakan, pemanas
Bahan:
limbah pertanian (daun, sekam)
polivinil asetat (PVAc) sebagai perekat
nanopartikel silika sebagai pengisi
[1. Masturi, M. Abdullah, and Khairurrijal , J. Mater. Cycles Waste Manag , Vol. 13, hh. 225-231 (2011).
2. Masturi, A. P. Swardhani, E. Sustini, M. Bukit, Mora,
Khairurrijal, and M. Abdullah, AIP Conf. Proc. Vol. 1284, hh. 59-63 (2010)].
Langkah utama:
1. Keringkan limbah dan blender menjadi tepung.
2. Larutkan PVAc dalam air.
3. Campurkan tepung, silika dan larutan.
4. Masukkan ke dalam cetakanhot-press
[1. Masturi, M. Abdullah, and Khairurrijal , J. Mater. Cycles Waste Manag , Vol. 13, hh. 225-231 (2011).
2. Masturi, A. P. Swardhani, E. Sustini, M. Bukit, Mora,
Khairurrijal, and M. Abdullah, AIP Conf. Proc. Vol. 1284, hh. 59-63 (2010)].
Khairurrijal*
Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik
Fakultas Matematika dan Ilmupengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung 40132
email: [email protected]
Ferry Iskandar
Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik
Fakultas Matematika dan Ilmupengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung 40132
Memoria Rosi
Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik
Fakultas Matematika dan Ilmupengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung 40132
Masturi
Kelompok Keahlian Fisika Material Elektronik
Fakultas Matematika dan Ilmupengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung 40132