• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS GROUP COMMUNIC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS GROUP COMMUNIC"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS

GROUP COMMUNICATION

Dosen Pembimbing :

Sulis Riptiono, S.E., M.M.

Disusun oleh :

Eka Damayanti

NIM 135501448

Niken Budi Wahyuni

NIM 135501 610

Kelas V K B

STIE PUTRA BANGSA KEBUMEN

2016

(2)

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan pertolonganNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Komunikasi Bisnis dengan judul “Group Communication” ini. Melalui tugas makalah ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yaitu Bapak Sulis Riptiono, S.E.,M.M. yang turut membantu terselesainya tugas makalah ini.

Dalam makalah ini kami membahas tentang Group Communication. Kesalah pahaman dalam berkomunikasi dalam sebuah kelompok, bisa menimbulkan suatu masalah. Memang tidak semua kesalah pahaman itu berbahaya. Kegagalan atau kesalah pahaman komunikasi secara efektif terjadi di sekitar kita setiap harinya, dan lebih sering menyebabkan masalah dan ketidak nyamanan. Untuk memahami komunikasi kelompok, kita juga harus memahami 2 faktor ini, yaitu Pola komunikasi kelompok dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi.

Kami menyadari bahwa tugas makalah “Group Communication” ini masih banyak sekali kekurangannya yang disebabkan oleh kedangkalan ilmu kami, pemahaman teori dan keterbatasan keahlian. Semoga segala bantuan, dorongan dan petunjuk serta bimbingan yang diberikan kepada kami dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Akhir kata semoga bahasan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Kebumen, 10 Januari 2016

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS...2

KATA PENGANTAR...3

DAFTAR ISI...4

BAB I PENDAHULUAN...5

1.1. Latar Belakang...5

1.2. Rumusan Masalah...6

1.3. Tujuan...6

BAB II PEMBAHASAN...7

2.1. Definisi Komunikasi Kelompok...7

2.2. Fungsi dan Peran Komunikasi Kelompok...13

2.2.1. Peran Komunikasi Kelompok (group task roles)...13

2.2.2. Fungsi Kelompok...14

2.3 Macam-macam Group Communication...15

2.3.1. Meetings / Rapat...15

2.3.2. Press Release...24

2.3.3. Press Conference...27

2.3.4. Seminar...28

2.3.5. Workshop...29

2.3.5. Business Etiquette...32

BAB III PENUTUP...36

1.1. Kesimpulan...36

1.2. Saran...36

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Manusia saling membutuhkan dengan manusia yang lainnya. Manusia membutuhkan komunikasi untuk bisa saling berinteraksi dengan kelompoknya. Interaksi antar manusia membantu untuk kelangsungan hidupnya. Komunikasi sebagai media untuk mensosialisasikan diri terhadap lingkungan. Perlunya keahlian komunikasi untuk dapat menerima dengan baik pesan yang disampaikan oleh orang lain.

Kesalah pahaman dalam berkomunikasi dalam sebuah kelompok, bisa menimbulkan suatu masalah. Memang tidak semua kesalah pahaman itu berbahaya. Kegagalan atau kesalah pahaman komunikasi secara efektif terjadi di sekitar kita setiap harinya, dan lebih sering menyebabkan masalah dan ketidak nyamanan. Untuk memahami komunikasi kelompok, kita juga harus memahami 2 faktor ini, yaitu Pola komunikasi kelompok dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi (Johnson & Johnson, 2002). Menurut Johnson & Johnson, komunikasi kelompok itu dapat lebih bisa dipahami sebagai suatu pola interaksi daripada sebagai suatu rangkaian ketrampilan khusus.

(5)

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari latar belakang tersebut diatas adalah :

1. Apa pengertian komunikasi kelompok?

2. Apa fungsi dan peran komunikasi kelompok?

3. Bagaiamana bentuk komunikasi kelompok?

4. Bagaiamana klasifikasi komunikasi kelompok?

5. Bagaimana pengaruh komunikai kelompok?

1.3. Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Komunikasi Bisnis, tapi juga bertujuan diantaranya untuk :

1. Mengetahui apa pengertian komunikasi kelompok?

2. Mengetahui apa fungsi dan peran komunikasi kelompok?

3. Mengetahui bagaiamana bentuk komunikasi kelompok?

4. Mengetahui bagaiamana klasifikasi komunikasi kelompok?

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Definisi Komunikasi Kelompok

Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.

Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward (1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:

Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.

Menurut Carl I. Hovland komunikasi adalah proses yang memungkinan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikate).

(7)

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yaitu:

1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)

2. Pesan (mengatakan apa?)

3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)

4. Komunikan (kepada siapa?)

5. Efek (dengan dampak/efek apa?)

Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

Setelah mengetahui pengertian komunikasi selanjutnya yang perlu diketahui adalah pengertian komunikasi kelompok. Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama (adanya saling kebergantungan), mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut, meskipun setiap anggota boleh jadi punya peran yang berbeda. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, tetangga, kawan-kawan terdekat, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.

Dengan demikian, komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil (small group communication), jadi bersifat tatap muka. Umpan balik dari seorang peserta dalam komunikasi kelompok masih bisa diidentifikasi dan ditanggapi langsung oleh peserta lainnya. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

(8)

pengetahuan para anggotanya (kelompok belajar) dan ia bisa pula merupakan alat untuk memecahkan persoalan bersama yang dihadapi seluruh anggota (kelompok pemecah masalah). Jadi banyak manfaat yang bisa dipetik bila ikut terlibat dalam suatu kelompok yang sesuai dengan rasa ketertarikan. Orang yang memisahkan atau mengisolasikan dirinya dengan orang lain dapat dikatakan sebagai orang yang antisosial.

Bahkan perilaku seseorang bukan hanya disebabkan oleh “pembawaan” mereka, melainkan juga karena pengaruh kelompok rujukan yang diidentifikasi mereka. Kita semua menjadi anggota kelompok, bahkan berbagai kelompok. Kelompok menetukan cara Anda berkata, berpakaian berkerja, juga keadaan emosi anda, suka dan duka Anda, karena itu komunikasi kelompok telah digunakan untuk saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku, mengembangkan kesehatan jiwa dan meningkatkan kesadaran.

Komunikasi kelompok ialah komunikasi antara seseorang dengan kelompok orang dalam situasi tatap muka. Kolompok tersebut bisa kecil, dapat juga besar, tetapi berapa jumlah orang yang termasuk kelompok kecil dan berapa jumlahnya yang termasuk kelompok besar tidak ditentukan dengan perhitungan secara eksak, dengan ditentukan secara berdasarkan ciri dan sifat komunikan dalam hubungannya dengan proses komunikasi. Di sini yang dimaksudkan dengan komunikasi kelompok adalah komunikasi secara tatap muka, seperti komunikasi yang terjadi pada rapat, briving, dan upacara bendera.

Komunikasi kelompok sendiri dibedakan menjadi dua:

1. Komunikasi kelompok kecil (small group communication)

Komunikasi kelompok kecil ialah komunikasi antara sorang manajer atau administrator dengan sekelompok karyawan yang memungkinkan terdapatnya kesempatan bagi salah seorang untuk memberikan tanggapan secara verbal. Dengan lain perkataan, dalam komunikasi kelompok kecil si pemimpin dapat melakukan komunikasi antar persona dengan salah seorang peserta kelompok.

Robert F. Bales dalam bukunya, Interaction Process Analysis, mendefinisikan kelompok kecil sebagai:

(9)

kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya yang cukup kentara, sehingga dia— baik saat timbulnya pertanyaan maupun sesudahnya dapat memberikan tanggapan kepada masing-masing sebagai perseorangan.”

Berbeda dengan kelompok besar, individu-individu dalam kelompok kecil bersifat rasional sehingga setiap pesan yang disampaikannya akan ditanggapi secara kritis.

Keuntungan dan kerugian berkomunikasi dengan kelompok kecil adalah sebgai berikut:

a. Keuntungan

 Terdapat kontak pribadi.

 Umpan balik bersifat langsung.

 Suasana lingkungan komunikasi dapat diketahui.

b. Kerugian

 Frame or reference komunikan tidak diketahui secara individual.

 Kondisi fisik dan mental komunikan tidak dipahami secara individual.

Berdasarkan kenyataan tersebut, dalam melancarkan komunikasi kelompok kecil tatap muka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Adakanlah persiapan yang seksama sebelum berkomunikasi.

2. Bangkitkanlah perhatian begitu komunikasi dimulai.

3. Peliharalah kontak pribadi selama berkomunikasi.

4. Tunjukan diri sebagai komunikator terpercaya.

5. Bicaralah dengan tegas, jelas dan meyakinkan.

6. Kemukakanlah fakta dan opini dalam uraian yang sistematis dan logis.

7. Hormatilah kritik komunikan.

8. Jangan “ngotot”

(10)

Petunjuk-petunjuk tersebut perlu dipahami oleh setiap pemimpin untuk mencegah terjadinya kehilangan ethos. Ethos adalah paduan nilai-nilai yang terdapat pada diri seseorang yang mencakup kehormatan, kemampuan, kepercayaan, kejujuran, moral dan itikad baik. Gagalnya komunikasi dapat mengakibatkan hilangnya ethos seorang pemimpin.

2. Komunikasi kelompok besar (large group communication)

Kelompok besar (large group) adalah kelompok komunikan yang karena jumlahnya yang banyak, dalam suatu situasi komunikasi hampir tidak terdapat kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal. Dengan lain perkataan, dalam komunikasi dengan kelompok besar, kecil sekali kemungkinannya bagi komunikator untuk berdialog dengan komunikan.

Dalam komunikasi internal suatu jawatan atau perusahaan jarang sekali terjadi komunikasi kelompok besar kecuali dalam upacara bendera yang sering dipergunakan oleh seorang kepala atau pemimpin untuk memberikan informasi yang bersifat umum, yang berkaitan dengan kepentingan seluruh karyawan.

Dalam hal-hal tertentu seorang kepala jawatan atau pemimpin perusahaan berkesempatan tampil dalam forum menghadapi kelompok besar seperti dalam konferensi atau kongres. Sehubungan dengan itu, berikut ini disarankan untuk memperhatikan hal-hal seperti berikut:

 Adakanlah perisapan yang seksama sebelum berkomunkasi.

 Bangkitkanlah perhatian sebelum komunukasi dimulai.

 Peliharalah kontak pribadi selama berkomunikasi.

 Tunjukan diri sebagai komunikator terpercaya.

 Bicaralah secara meyakinkan.

 Aturlah intonasi sehingga menimbulkan gairah.

 Kemukakanlah pesan komunikasi yang menyangkut kepentingan komunikan,

(11)

Ada dua tanda kelompok secara psikologis, yaitu :

1. Anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok (ada sense of belonging) yang tidak dimiliki orang yang bukan anggota.

2. Nasib anggota-anggota saling bergantung, sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain.

Ada delapan variable yang terdapat dalam komunikasi kelompok, variable tersebut adalah :

1. Kejelasan (clarity) : suatu pernyataan dikatakan jelas apabila seorang yang mendengar atau membacanya merasa yakin bahwa dia mengerti maksud yang ingin disampaikan si pembuat pesan.

2. Pendapat (opinion): suatu pernyataan dikatakan mengandung pendapat, apabila mengungkapkan suatu perasaan, keyakinan atau penilaian, dasar faktual ini biasanya tidak nampak dalam pernyataan itu sendiri.

3. Kepentingan (interest): suatu pernyataan dikatakan mengungkapkan kepentingan si pembuat pesan, apabila mengandung beberapa pentunjuk tentang perhatian dan keterlibatannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedang dibahas.

4. Jumlah informasi (amount of information): suatu pernyataan dikatakan bersifat informatif apabila berisi fakta-fakta, statistik, dan pendapat-pendapat dari sumber-sumber terpercaya yang mempunyai kaitan langsung dengan beberapa aspek dari beberapa pertanyaan yang sedang dibahas.

5. Daya provokasi (provocativeness): suatu pernyataan dikatakan bersifat provokatif apabila mencerminkan keinginan atau kesediaan dari si pembuat provokasi untuk mendorong orang lain memberi tanggapan terbuka padanya; yaitu seolah-olah mengundang atau menerima tanggapan.

(12)

7. Objektivitas (objectivity): suatu pernyataan dikatakan dikatakan objektif apabila mencerminkan kebebasan si pembuat pesan yang secara sadar berusaha mendesak atau mempengaruhi seseorang atau orang-orang lain untuk menerima pendapatnya.

8. Panjangnya (length): panjang pernyataan hanyalah jumlah kata-kata dalam pernyataan.

2.2. Fungsi dan Peran Komunikasi Kelompok

2.2.1. Peran Komunikasi Kelompok (group task roles)

Perilaku-perilaku berikut diarahkan untuk mencapai tujuan kelompokmelalului kemudahan pemecahan masalah :

a. Mengawali-Berkontribusi: Mengajukan gagasan baru atau cara baru memandang tujuankelompok. Ini mencangkup tujuan baru atau definisi baru permasalahan.

b. Mencari informasi: Meminta penjelasan, informasi yang berwenang dan fakta-fakta yang relevan dengan masalah yang dibahas.

c. Mencari pendapat: Mencari informasi terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai yang melandasi saran-saran yang sedang dipertimbangkan berkaitan dengan data faktual.

d. Memberi informasi: Menawarkan fakta atau generalisasi bedasarkan pengalaman atau sumber yang berwenang.

e. Memberi pendapat: Menyatakan keyakinan atau pendapat yang relevan dengan saran yang telah diajukan. Penekanannya lebih kepada usulan yang harus menjadi pegangan kelompok daripada kepada usulan yang hanya menyajikan faktor-faktor atau informasi.

f. Menguraikan: memperluas usul-usul dengan contoh-contoh atau pernyataan ulang, menawarkan rasionalisasi atas usulan yang diajukan sebelumnya, dan mencoba menentukan hasilnya bila suatu usul diterima kelompok.

g. Mengkoordinasikan: menunjukan hubungan di antara berbagai gagasan dan usul, berusaha menggabungkan gagasan dan usul, atau mencoba mengkoordinasikan aktivitas anggota kelompok.

(13)

i. Mengevaluasi: Membandingkan pencapaian kelompok berdasarkan beberapa kriteria atau standar berfungsinya kelompok.

j. Memberdayakan: Mendorong kelompok untuk melakukan tindakan, atau membuat keputusan, berusaha meningkatkan kualitas kegiatan.

k. Membantu prosedur: Membantu atau mempermudah kerja kelompok dengan melakukan sesuatu bagi kelompok.

l. Mencatat: Menulis usul-usul, mencatat keputusan kelompok, atau mencatat hasil diskusi. Ini memberi hasil nyata.

2.2.2. Fungsi Kelompok

Fungsi komunikasi kelompok yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan, masyarakat, kelompok dan para anggota kelompok itu sendiri sebagai berikut : a. Fungsi hubungan sosial, yaitu bagaimana suatu kelompok mampu memelihara

dan memantapkan hubungan sosial di antara para anggotanya.

b. Fungsi pendidikan, yaitu bagaimana sebuah kelompok secara formal maupun informal bekerja untuk mencapai dan mempertukarkan pengetahuan.

c. Fungsi persuasi, yaitu seorang anggota kelompok berupaya mempersuasi anggota lainnya supaya melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

(14)

komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah.

Pada dasarnya, rapat merupakan kegiatan komunikasi. Rapat merupakan salah satu bentuk komunikasi kelompok. Mempelajari rapat dalam konteks komunikasi kelompok, sebagai salah satu bentuk komunikasi, tentu saja, rapat dilakukan dengan tujuan dan melahirkan efek tertentu khususnya yang berkenaan dengan kinerja organisasi dan arus informasi yang berjalan pada satu organisasi.

Banyak istilah mengatakan bahwa rapat memiliki wewenang tertinggi dalam organisasi, karena rapat merupakan penentu arah jalannya organisasi sebab pada rapatlah keputusan-keputusan dikeluarkan dan disampaikan untuk diterapkan pada kebijakan atau kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi.

Tiada hari dalam setiap waktu suatu organisasi atau instansi menerima informasi dari berbagai organisasi lain. Kecepatan arus informasi memerlukan keputusan yang tepat. Keputusan yang diambil berdasarkan informasi akan berpengaruh pada aspek kinerja dalam sebuah orgainisasi/instansi. Untuk itu, semua keputusan baik bersifat umum maupun strategik perlu perlu ditetapkan melalui ajang yang kita sebut rapat.

Sebelum rapat diselenggarakan, pimpinan rapat harus mencermati tahapan-tahapan yang dilakukan agar sasaran rapatnya berhasil. Untuk itu, ia harus menetapkan perlu tidaknya penyelenggaraan rapat, menentukan tujuan, memilih siapa saja peserta, menyusun agenda, dan menyiapkan lokasi rapat. Rapat merupakan sarana komunikasi dalam organisasi, meskipun demikian, rapat tidak selalu menghasilkan keputusan yang efektif. Oleh karena itu, rapat perlu diselenggara-kan dengan efisien mengingat pentingnya arti waktu bagi tiap-tiap orang yang bekerja.

Tidak jarang kita melihat sebuah rapat berakhir tanpa arah, tidak fokus dan terkesan asal-asalan. Rapat memiliki arti penting dalam organisasi karena dalam rapat segala bentuk kebijakan dan kegiatan ditentukan. Oleh karena itu kualitas rapat yang baik akan menentukan kualitas kegiatan organisasi yang baik, dan sebaliknya jika kualitas rapat yang buruk maka akan menghasilkan kualitas kegiatan organisasi yang buruk. Dalam hal ini kualitas rapat juga turut ditentukan oleh kualitas anggota yang mengikuti rapat tersebut.

(15)

sekedar tatap muka tanpa menghasilkan keluaran yang jelas.

Rapat ada yang bersifat rutin dan ada yang bersifat kontemporer (sewaktu-waktu) atau bila terjadi suatu peristiwa yang luar biasa. Beberapa tujuan diadakannya rapat, yaitu:

1. Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu permasalahan.

2. Untuk menyampaikan informasi, perintah, pernyataan.

3. Agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi pada masalah-masalah yang sedang terjadi.

4. Untuk mempersiapkan suatu acara atau kegiatan.

5. Untuk menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat), dll.

Jenis-jenis Rapat dan Syaratnya

Orang-orang sering menggunakan kata rapat dalam keseharian. Baik ketika situasi formal maupun tidak formal. Dalam setiap kegiatan rapat tentu mempunyai tujuan rapat dan jenis rapat yang berbeda. Rapat terdiri atas beberapa jenis, tergantung cara pandangnya atau segi peninjauannya.

a. Berdasarkan Tujuannya

a) Rapat Penjelasan

Rapat penjelasan biasanya diselenggarakan oleh pimpinan untuk memberitahukan atau menyampaikan penjelasan kepada seluruh peserta rapat.

b) Rapat Pemecahan Masalah

Rapat pemecahan masalah diselenggarakan untuk menemukan atau memecahkan suatu permasalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan atau suatu lembaga.

c) Rapat Perundingan

Rapat Perundingan adalah rapat yang diselenggarakan untuk menghindari suatu permasalahan serta mencari jalan tengah agar kedua belah pihak yang berselisih tidak merasa dirugikan.

(16)

a) Rapat Formal (Formal Meeting)

Rapat formal adalah rapat yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dengan seluruh mekanisme dalam rapat tersebut telah diatur, dan biasanya seluruh peserta rapat mendapatkan undangan.

b) Rapat Informal (Informal meeting)

Rapat informal adalah rapat yang diselenggarakan secara tidak resmi, atau tidak berdasarkan aturan resmi yang berlaku dalam penyelenggarakan sebuah rapat.

c) Rapat Terbuka

Rapat terbuka adalah rapat yang diselenggarakan secara terbukan atau umum, dimana semua anggota organisasi dapat menghadiri rapat tersebut. Biasanya materi yang dibahas tidak bersifat rahasia.

d) Rapat Tertutup

Rapat tertututp adalah rapat yang dihadiri oleh orang-orang tertentu dalam sebuah organisasi, dan biasanya materi yang dibahas berupa masalah-masalah yang bersifat rahasia dimana tidak semua orang mengetahuinya.

c. Berdasarkan Jangka Waktu

a) Rapat Mingguan

Rapat mingguan adalah rapat yang diselenggarakan secara intens yaitu satu minggu sekali, dan biasanya membahas soal masalah-masalah yang dihadapi setiap seksi atau subseksi.

b) Rapat Bulanan

Rapat bulanan biasanya diselenggarakan setiap sebulan sekali dengan rutin, dengan materi pembahasan yang bersifat biasa yang dihadapi oleh seksi-seksi atau subseksi.

c) Rapat Semesteran

Rapat semester adalah rapat yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali guna mengevaluasi kinerja selama enam bulan kebelakang, dan menentukan rencana-rencana apa saja yang akan dicapai pada empat bulan kedepan.

d) Rapat Tahunan

(17)

mengevaluas pelaksanaan dan rencana kerja jangka panjang maupun jangka pendek.

d. Berdasarkan Frekuensinya

a) Rapat Rutin

Rapat rutin merupakan rapat yang waktunya telah ditentukan serta dilaksanakan secara intens. Seperti rapat mingguan dan rapat bulanan,dll.

b) Rapat Incidental

Rapat incidental adalah rapat yang diadakan karena terjadi suatu masalah yang memerlukan penanganan dengan segera (rapat yang tidak direncanakan).

e. Berdasarkan Namanya

a) Rapat Kerja

Rapat kerja adalah rapat atau pertemuan antara pimpinan dengan karyawannya guna membahas hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas suatu instansi.

b) Rapat Dinas

Rapat dinas adalah rapat untuk membahas masalah kedinasan atau pekerjaan yang biasanya rapat ini dilaksanakan oleh suatu instansi kepemerintahan.

c) Musyawarah Kerja

Musyawarah kerja adalah kata lain dari “rapat kerja”.

Rapat merupakan media komunikasi kelompok, dimana salah satu tujuannya ialah sebagai cara menyelesaikan masalah-masalah serta menengahi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada suatu perusahaan.

(18)

Suatu rapat dapat dikatakan sukses apabila sebelumnya telah direncanakan, dan syarat sukses suatu rapat adalah;

1. Acara rapat

Acara rapat harus disusun secara sitematis atau berurutan secara logis.

2. Media rapat

Tempat dan sarana untuk rapat harus memadai. Artinya, tempat dan sarana rapat harus cukup mampu (memadai) menampung peserta rapat sesuai dengan jumlah undangan rapat.

3. Disiplin waktu

Membiasakan pelaksanaan rapat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan akan membuat para peserta rapat menjadi lebih disiplin dan pelaksanaan rapat menjadi lebih tertib.

4. Adanya notulen

Pada saat rapat berlangsung, harus ada seseorang yang bertugas untuk mencatatnya dalam sebuah notulen. Pencatat jalannya rapat biasanya dilakukan oleh seorng sekretaris atau notulis. Isi notulen secara garis besar menguraikan jalannya rapat secara singkat.

5. Terdapat keputusan dana kesimpulan rapat

Rapat dikatakan berhasil bila terjadi keputusan dan kesimpulan rapat. Setiap keputusan rapat dapat disetujui seluruh peserta rapat. Berdasarkan keputusan-keputusan yang telah disetujui, seorang ketua rapat menyimpulkan hasil rapat. Kesimpulan rapat harus diutarakan kepada peserta rapat agar menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan dan rapat selanjutnya

6. Dipimpin oleh seorang pimpinan yang baik

Pimpinan yang baik adalah seseorang yang aktif, berwawasan luas, cakap, dapat memberikan bimbingan dan pengarahan pada saat rapat berlangsung. Dapat berbicara dengan jelas, bersikap tegas, tidak mendominasi pembicaraan, tidak otoriter, memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota untuk memberikan suaranya.

(19)

Setiap anggota rapat harus berbicara secara terbuka, agar tidak terjadi prasangka yang buruk kepada anggota lainnya.

8. Berpartisipasi dan aktif

Seluruh anggota rapat dapat berpartisipasi dan aktif pada rapat berlangsung serta tidak terjadi monopoli pembicaraan.

9. Selalu mendapatkan bimbingan dan pengawasan

Pemimpin harus dapat membimbing dan mengawasi jalannya rapat, pengawasan terhadap peserta rapat baik secara individu maupun kelompok. Agar pembicaraan tidak menyimpang dari tujuan rapat.

10. Tidak terjadi perdebatan

Suatu rapat tidak akan efektif apabila dalam rapat terjadi perdebatan, sehingga akan memakan waktu dan kemungkinan tujuan rapat tidak tercapai.

Fungsi Rapat dalam Organisasi

Berdasarkan beberapa pengertian tentang rapat dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan rapat ialah pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan, merundingkan, dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

Rapat merupakan kegiatan sacral mereka dalam merencanakan dan atau mengevaluasi pekerjaan. Segala perencanaan organisasi dirundingkan melalui rapat yang dihadiri mulai dari anggota hingga pimpinan.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa organisasi tidak pernah lepas dari proses manajemen. Dan rapat merupakan sarana yang paling efektif umtuk melangsungkan langkah-langkah manajemen dalam organisasi.

Ada beberapa fungsi manajemen yang dapat dicapai dengan media rapat.

1. Perencanaan, Proses untuk menentukan langkah-langkah ke depan untuk mencapai tujuan

2. Pengorganisasian, Proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya dan pengaturan kegiatan yang dilakukan secara terkoodinir yang disesuaikan dengan rencana sebelumnya

(20)

4. Fungsi rapat dalam organisasi akan sama pada umumnya dengan fungsi-fungsi rapat lainnya, adapun fungsi rapat dalam organisasi ialah :

a. Sebagi tempat/forum untuk memecahkan masalah yang terjadi di intern dan ekstern organisasi

b. Sebagai tempat/forum untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan organisasi.

c. Sebagai forum demokrasi, diharapkan peserta rapat berpartisipasi pada masalah-masalah yang dikemukakan..

d. Sebagai sarana bernegosiasi antar anggota.

e. Sebagai ketentuan hukum berlaku dalam organisasi/perusahaan, rapat memiliki wewenang tertinggi dalam organisasi.

f. Sebagai alat koordinasi antarintern atau antarekstern dalam organisasi

g. Sebagai alat eksistensi berjalannya sebuah organisasi

Rapat memiliki peranan yang sangat penting dalam organisasi. Tanpa rapat, maka kegiatan organisasi akan berjalan timpang. Kinerja organisasi akan dapat dikoordinir dengan melalui rapat.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan dengan baik, khususnya bagi anda yang bertugas sebagai panitia penyelenggara rapat bisnis, antara lain:

1. Undangan

Undangan rapat bisnis bagi peserta sebaiknya diedarkan beberapa hari sebelum rapat bisnis berlangsung, misalnya seminggu sebelumnya dan dilengkapi dengan bahan-bahan yang akan dibahas dalam rapat bisnis tersebut. Hindari penyampain rapat bisnis secara mendadak, misalnya sehari sebelum pelaksanaan rapat bisnis tanpa dilengkapi dengan bahan atau materi yang akan dibahas dalam rapat bisnis tersebut.

2. Waktu dan tempat

(21)

pelaksanaannya rapat bisnis perlu dicantumkan secara jelas dan terinci. Misalnya; tempat pelaksanaan rapat bisnis di Ruang Jatijajar, lantai 2 Hotel Candisari, Jalan Revolusi No. 31 Telp. (0287) 123456 Karanganyar 57126.

3. Berapa lama waktu rapat bisnis

Dalam hal ini menujuk pada waktu mulai dan berakhirnya rapat bisnis. Penetapan waktu akan dimulainya dan berakhirnya sebuah rapat tentu sangat penting artinya bagi para peserta rapat bisnis. Sebagai contoh, dalam undangan dicantumkan dengan jelas bahwa rapat bisnis akan berlangsung mulai jam 08:00 hingga jam 16:00.

4. Pembawa acara

Adakalanya, pembawa acara (MC) diperlukan untuk memandu rapat bisnis agar berjalan dengan lancar, pembawa acara harus memahami dengan baik sebuah agenda rapat bisnis.

Perlu dipastikan jumlah peserta rapat bisnis yang akan diundang dalam rapat bisnis tersebut. Kepastian jumlah peserta tentu berkaitan erat dengan jumlah kursi yang harus disiapkan, bahan-bahan rapat bisnis, kamar penginapan yang disediakan (bila harus menginap dihotel), dan konsumsi yang harus disediakan bagi para peserta rapat bisnis.

7. Peserta yang diundang

Peserta rapat bisnis bisa berasal dari berbagai devisi, departemen, atau bagian dalam dan luar perusahaan. Dalam hal ini perlu dipastikan nama peserta dan jabatan fungsional dalam suatu perusahaan, misalnya: Sdr. Muhammad Rifai Hidayat jabatan fungsionalnya sebagai manajer pemasaran dari luar perusahaan atau Sdr. Ridho Amirudin sebagai manajer produksi dari dalam perusahaan.

8. Orang yang membuka atau menutup rapat bisnis

(22)

fungsional diberi kesempatan untuk membuka dan menutup acara resmi agenda rapat bisnis, namun dalam praktiknya pejabat yang diundang untuk membuka dan menutup suatu rapat bisnis dapat dilakukan pejabat yang berbeda. Hal ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu.

9. Narasumber

Penunjukan siapa yang diminta menjadi narasumber (presenter) dalam rapat bisnis sangat tergantung pada keputusan pihak manajemen internal perusahaan, apakah nara sumbernya berasal dari luar perusahaan atau dari dalam perusahaan. Siapa saja yang diminta menjadi nara sumber atau yang akan menyampaikan materi rapat bisnsi tentunya adalah para professional atau para ahli dibidannya.

10. Alokasi waktu untuk narasumber

Pada umumnya, dalam rancangan agenda rapat bisnis sudah dicantumkan dengan jelas berapa waktu untuk masing-masing nara sumber yang akan menyampaikan materinya dalam rapat bisnis tersebut, dan berapa waktu yang disediakan untuk sesi Tanya jawab.

11. Waktu istirahat

Agenda rapat bisnis seharus nya sudah memperhitungkan waktu khusus untuk beristirahat, sholat dan makan siang, atau makan malam. Waktu istirahat sangat diperlukan bagi para peserta untuk menyegarkan kembali energy yang terkuras selama berjam-jam disalam ruang rapat bisnis. Pikiran yang sear diharapkan dapat membantu memunculkan ide-ide yang segar dan cerdas bagi kemajuan perusahaan kedepan.

12. Presensi peserta

Petugas yang diberi tugas untuk mengecek presensi (kehadiran) peserta sudah selayaknya dating lebih awal disbanding dengan peserta rapat bisnis. Dalam hal ini tetugas presensi sudah menyiapkan semua daftar peserta dengan benar, baik jumlah maupun penulisan nama nya.

13. Akomodasi

Petugas yang menangani bidang akomodasi rapat bisnis berperan penting dalam kesuksesan sebuah rapat bisnis, dalam hal ini bidang akomosdasi mencangkup kesiapan penginapan dan konsumsi bagi peserta rapat bisnis.

(23)

Sebelum kegiatan rapat bisnis berlangsung, patikan semua komponen sound system berfungsi dengan baik dan tidak ada yang bermasalah. Pastikan bahwa mikrofon bagi narasumber dan peserta berfungsi dengan baik. Patikan tata suara dalam ruangan berfungsi dengan sangat baik, tidak ada suara feedback atau gema.

15. Computer portable, LCD projector dan flip charts

Diera teknologi dan informasi yang semakin pesat, ketersediaan computer portable (laptop), LCD projector, dan flip charts untuk penyelanggaraan rapat bisnis sudah menjadi kebutuhan bagi para pelaku bisnis.

16. Fasilitas pendukung lainnya

Fasilitas pendukung yang sebainya disiapkan oleh panitia penyelenggaraan tempat bisnis adalah ketersediaan kamar kecil (toilet) dan mushola. Hal ini karna kegiatan rapat bisnis berlangsung cukup lama, maka ketersediaan fasilitas kamar kecil dan musholah akan sangat membantu kebutuhan para peserta rapat bisnis tersebut.

2.3.2. Press Release

Press release adalah pseudo news story (peristiwa yang diberitakan adalah peristiwa yang diciptakan oleh public relations) yang berupaya meyakinkan editor atau reporter akan adanya nilai berita dari seseorang, peristiwa, barang atau jasa yang diinformasikan; press release secara sederhana merupakan pernyataan yang sudah dirancang sebelumnya untuk didistribusikan di media massa.

Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang berguna, akurat, dan menarik kepada media massa. Jadi, pada dasarnya press release merupakan berita tentang perusahaan (individu, kegiatan, pelayanan atau produk). Berita tersebut dikirimkan atau disiarkan ke media (pers), sehingga disebut juga siaran pers atau news-release.

(24)

Press releasme is a public relations announcement issued to the news media and other targeted publications for the purpose of letting the public know of company developments. (Sebuah pengumuman public relations yang disebarkan kepada media berita dan penerbitan-penerbitan lain yang ditargetkan dengan tujuan agar khalayak mengetahui perkembangan perusahaan). Press release adalah berita yang disiapkan oleh individu dan organisasi yang mencari publisitas.

CONTOH PRESS RELEASE

PT. HARDWARE

Tanggal 11 juni 2015, PT. HARDWARE mengeluarkan produk celana jeans terbaru yaitu DENIM JEANS. Karena keberhasilan kami memasarkan produk-produk fashion sebelumnya, diharapkan produk celana jeans terbaru ini dapat diterima pasar dan berhasil dalam penjualannya.

Harga yang diberikan untuk produk celana jeans terbaru ini cukup terjangkau yaitu DENIM JEANS Rp. 328.000.

Event launching akan dimeriahkan oleh berbagai model busana ternama di. Pada event kali ini acara akan di buat sangat elegan di tambah dengan pemberian discount bagi para pengunjung. Terdapat stand penjualan produk-produk fashion dari PT. HARDWARE. Dengan keberhasilan event launching tersebut, diharapkan akan diikuti oleh keberhasilan pemasaran produk celana jeans terbaru ini, dan kami dari PT.HARDWARE akan selalu memberikan produk-produk fashion yang terbaru.

Untuk keterangan lebih lajut, hubungi kami di : PT. HARDWARE

Jl. Kelapa gading bukut indah blok A no. 112, Jakarta. No tlp : 021-25727427 (hunting)

Karakteristik dan Struktur Naskah Press Release

(25)

Struktur penulisan siaran pers hakikatnya sama dengan dengan struktur naskah berita:

1. Head (judul)

2. Dateline (baris tanggal),

3. Lead (teras berita),

4. News body (tubuh atau isi berita).

5. Format Siaran Pers

Karena berasal dari lembaga formal, maka siaran pers umumnya juga formal. Ada format khusus dalam naskah siaran pers, salah satunya seperti disarankan Media College sebagai berikut:

1. Bagian atas naskah berisi "Untuk Disiarkan Segera" atau "Untuk Disiarkan Tanggal ... "

2. Headline. Judul siaran pers, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers.

3. Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal.

4. Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body).

5. Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis.

6. Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person) yang bisa dihubungi. (Contoh Rilis)

Naskah siaran pers sebaiknya :

1. Ditulis dengan gaya penulisan berita.

(26)

3. To the point, langsung saja ke pokok masalahnya.

4. Memenuhi unsur berita 5W+1H.

5. Berikan lebih dari satu nomor kontak –nomor telpon kantor, kontak pribadi, HP, e-mail, dan fax.

6. Jika memungkinkan, buatlah usulan mengenai orang-orang yang dapat diwawancara.

7. Cek/konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melaui fax, surat, atau e-mail.

8. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya – makalah, naskah pidato, susunan acara, dsb.

9. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi.

Selain itu, naskah siaran pers hendaknya ditandatangani oleh pejabat paling berwenang, misalnya manajer humas, ketua panitia, dan / atau ketua lembaga / perusahaan. Jika bersifat individu, misalnya artis, pakar, pejabat, ataupun warga biasa, sertakan fotokopi identitas.

2.3.3. Press Conference

Konferensi pers adalah acara khusus yang dibuat sebagai sarana untuk mengumumkan, menjelaskan, mempertahankan atau mempromosikan kebijaksanaan dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan publik pada pihak pemrakarsa acara.

Tujuan utama konferensi pers adalah untuk mewujudkan keinginan pemrakarsa untuk menyampaikan pernyataan atau informasi oleh organisasi atau individu dengan mengundang media massa agar datang dan meliput dengan harapan berita akan disiarkan seluas-luasnya. Publikasi informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran.

Informasi yang disampaikan pada konferensi pers biasanya meliputi:

1. Menyampaikan kinerja perusahaan

(27)

3. Menyampaikan informasi produk atau layanan baru

2.3.4. Seminar

Seminar pada umumnya merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis, baik di sebuah universitas maupun diberikan oleh suatu organisasi komersial atau profesional. Kata seminar berasal dari kata Latin seminarum, yang berarti "tanah tempat menanam benih".

Sebuah seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas). Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis.

Perlu dicatat bahwa di beberapa universitas Eropa, sebuah seminar dapat berarti kelas kuliah yang besar, khususnya ketika dibawakan oleh ahli yang termasyhur (tanpa memperhatikan jumlah hadirin atau jangkauan mahasiswa yang berpartisipasi dalam diskusi). Engineering Seminar Topics.

Seminar adalah sebuah pertemuan khusus yang memiliki teknis dan akademis yang tujuannya untuk melakukan studi menyeluruh tentang suatu topik tertentu dengan pemecahan suatu permasalahan yang memerlukan interaksi di antara para peserta seminar yang dibantu oleh seorang guru besar ataupun cendikiawan.

Seminar pada umumnya merupakan suatu bentuk instruksi akademis, baik di lembaga akademis atau ditawarkan oleh sebuah organisasi komersial atau profesional.

Siapa saja yang terlibat dalam seminar?

1. Penyaji

(28)

3. Key Speaker : pembahas utama

4. Pimpinan sidang

5. Anggota peserta

6. Tim perumus

7. M C : Pembawa acara

2.3.5. Workshop

Lokakarya atau dalam bahasa Inggris disebut workshop adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya atau workshop adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Sekelompok orang yang memiliki perhatian yang sama berkumpul bersama di bawah kepemimpinan beberapa orang ahli untuk menggali satu atau beberapa aspek khusus suatu topik. Sub-sub kelompok dibentuk untuk tujuan mendengarkan ceramah-ceramah, melihat demonstrasi-demonstrasi, mendiskusikan berbagai aspek topik, mempelajari, mengerjakan, mempraktekkan, dan mengevaluasinya. Sebuah workshop biasanya terdiri dari Pimpinan workshop, Anggota, dan Manusia Sumber.

Dalam dunia pendidikan workshop adalah suatu device dalam in-service education, cara belajar sesuatu (- a way learning) dengan menggunakan sharing of ideas, prosedure give and take “suatu sistem kerja yang selaras dengan jiwa gotong –royong”. Tujuan dari workshop ialah untuk memperoleh informasi melalui pengalaman langsung dan saling menyampaikan informasi.

Beberapa ciri-ciri workshop antara lain :

1. Masalah yang dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari peserta sendiri

2. Cara yang digunakan ialah metode pemecahan masalah “musyawarah dan penyelidikan”.

3. Menggunakan resource person dan resource materials yang memberi bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

Prosedure pelaksanaan workshop meliputi beberapa hal, antara lain :

(29)

2. Merumuskan pokok-pokok masalah yang akan dibahas secara terperinci.

3. Menentukan prosedur pemecahan masalah.

Metode lokakarya atau workshop memiliki keunggulan dalam penyelenggaraan diskusi yang bersifat panel yaitu :

1. Memberi kebebasan berargumen kepada peserta loka karya dan pemakalah

2. Memberi peluang melibatkan banyak peserta

3. Menyerap informasi sebanyak mungkin untuk suatu hasil atau perubahan konsep semula sehingga ide pemakalah akan diuji dan mendapat tangapan tentang kelebihan dan

kekurangan dari ide para pemakalah.

4. Dapat digunakan sebagai referensi bagi pengamat dan pemegang kebijakan baik masyarakat umum dan pemerintah.

Kelemahan metode diskusi seperti ini adalah :

1. Memerlukan persiapan yang relatif lama

2. Memerlukan tenaga dan biaya yang besar.

3. Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelasnya

4. Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik di antara pengamat pendidikan dan pelaksana kebijaksanaan

Jenis-jenis Workshop

1. Berdasarkan lembaga/organisasi

(30)

mutakhir ini auditor internal diharapkan dapat lebih meningkatkan peran konsultatif dan katalis sebagai pelayanan terhadap kepentingan perusahaan.

Tujuan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat :

 Memahami konsep pengendalian intern yang sesuai dengan kebutuhan manajemen dan

pegawai untuk mengembangkan inisiatif dan kreatifitas dalam bekerja.

 Mengembangkan dan mengimplementasikan konsep pengendalian intern yang sesuai

dengan budaya kerja yang berdasarkan empowerment process.

2. Berdasarkan waktu

Jenis workshop ditinjau dari aspek waktu pelaksanaannya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:

a. Workshop Beruntun

Yang dimaksud dengan workshop beruntun ialah workshop yang dilakukan dalam dekade terentu secara terus menerus atau tidak terputus. Kebanyakan workshop ini selama tiga hari berturut turut.

b. Workshop Berkala

Yang dimaksud dengan workshop berkala ialah workshop yang dilakukan dalam waktu yang memiliki jangka waktu tertentu. Misalnya workshop ini dilakukan dalam jangka waktu mingguan atau bulanan.

3. Berdasarkan sifat

Jenis workshop ditinjau dari sifatnya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :

a. Workshop yang bersifat mengikat

Workshop yang diadakan oleh suatu organisasi atau orang-orang tertentu yang membicarakan masalah-masalah program kerja yang sudah dilaksanakan dan menetukan langkah lanjutan yang hasilnya mengikat peserta workshop. Misalnya workshop tentang standarisasi ISO dan GMP di suatu perusahaan.

(31)

Workshop yang diadakan oleh orang-orang tertentu yang membicarakan masalah-masalah faktual yang muncul dimasyarakat untuk memperoleh pemecahannya dan hasilnya tidak mengikat peserta workshop. Misalnya workshop tentang penurunan emisi gas CO2 pada perumahan dan pemukiman perkotaan sebagai antisipasi pemanasan global.

2.3.5. Business Etiquette

Pengertian Etiket Bisnis adalah sikap sakral, sopan, saling menghormati, penuh rasa, tata karma, bermoral dan tidak merugikan serta menyusahkan orang lain. Yang perlu diperhatikan dalam etiket berbisnis adalah tampikan rasa percaya diri:

Yakin dengan kemampuan sendiri

 Mampu berkomunikasi

 Setiap orang sama

 Jauhi rasa rendah diri

 Tidak “over confidence”

Dalam perusahaan etiket bisnis dapat dihubungkan :

1. Internal

a. Hubungan antar karyawan

b. Hubungan antar karyawan dan pimpinan

c. Hubungan antar pimpinan dan bawahan

2. Eksternal

a. Hubungan antar perusahaan

b. Hubungan perusahaan dengan masyarakat

Selain didalam perusahaan, etiket dalam perkenalan pribadi pun perlu diperhatikan.

Etiket dalam perkenalan :

(32)

 Bersalaman dengan hangat dan sopan

 Menyebut nama (maks 10 detik)

 Menyalami kembali saat berpisah

Dalam memperkenalkan orang pun terdapat etiket:

 Pangkat yang rendah kepada pangkat yang tinggi

 Muda pada yang tua

 Pria kepada wanita

Ada beberapa yang perlu diperhatikan

1. Cara Berbicara

a. Menatap lawan bicara

b. Suara jelas

c. Tata bahasa baik

d. Hindari nada tinggi

e. Muda dimengerti

Cara Berbicara Simpatik

a. Bisa mengimbangi lawan bicara

b. Menyenangkan

c. Humor

d. Mau

e. Pendengar yang baik

2. Cara Berpakaian (cara berpakaian yang menarik)

a. Ukuran pas dan rapi

b. Tidak kedodoran

c. Sopan

d. Tidak menyolok

(33)

Dalam etika bisnis ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan sebagai adat dalam perusahaan:

Etika dalam masuk kantor :

 Ucapkan salam

 Ceria

 Pandang dan senyum selalu

 Tanyakan kabar sesama

 Salam pada atasan dan bawahan

Yang harus dihindari dalam Pembicaraan :

 Kejelekan orang

 Hal-hal yang sensitif

 Memotong pembicaraan

 Bicarakan diri sendiri

Contoh perilaku itu harus ditanamkan semua dari atasan maupun bawahan dalam melakukan etika bisnis di perusahaan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga disiplin diri

 Datang sebelum jam kantor

 Meninggalakan kantor setelah jam kantor

 Tidak keluar kantor tanpa ijin

 Bekerja Efektif

 Jam kerja tidak untuk pekerjaan lain/kepentingan pribadi

Hubungan-hubungan yag ada di perusahaan pun bisa menjadi perhatian dalam etika bisnis :

1. Hubungan dengan Atasan

Hormat, minta saran dan petunjuk, tidak mengecewakan, beri saran , jangan menolak perintah, jangan membuat malu

(34)

Hargai Bawahan, jangan tunjukan kekuasaan, bina hubungan baik tanyakan kondisinya, bijak dalam memberi perintah dan teguran

3. Hubungan dengan teman sekerja

(35)

BAB III PENUTUP

1.1.

Kesimpulan

Komunikasi membantu manusia untuk saling memahami didalam kelompoknya. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan cara saling berkomunikasi antar anggota didalamnya. Dengan demikian komunikasi kelompok sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan kelompok. Kesalah pahaman dalam berkomunikasi dalam sebuah kelompok, bisa menimbulkan suatu masalah.

Komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil (small group communication), jadi bersifat tatap muka. Umpan balik dari seorang peserta dalam komunikasi kelompok masih bisa diidentifikasi dan ditanggapi langsung oleh peserta lainnya. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

Macam-macam group communication diantaranya : meetings, press release, press conference, seminar, workshop.

1.2. Saran

Kesalah pahaman dalam berkomunikasi dalam sebuah kelompok, bisa

menimbulkan suatu masalah. Memang tidak semua kesalah pahaman itu

berbahaya. Kegagalan atau kesalah pahaman komunikasi secara efektif terjadi di

sekitar kita setiap harinya, dan lebih sering menyebabkan masalah dan ketidak

nyamanan. Untuk memahami komunikasi kelompok, kita juga harus memahami 2

faktor ini, yaitu Pola komunikasi kelompok dan faktor-faktor yang mempengaruhi

(36)

DAFTAR PUSTAKA

1. Kriyantono, Rachmat. 2012. PR Writing: Teknik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Korporat. Edisi ke-2. Jakarta: Kencana

2. Soemirat, Soleh dan Elvinaro Ardianto. 2012. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

3. http://fspi.fisip.unila.ac.id/contoh-makalah-komunikasi-kelompok/ diunduh pada hari Selasa, tanggal 12/1/2016 pukul 14:39 wib.

4. http://adiprakosa.blogspot.co.id/2008/09/pengertian-komunikasi.html diunduh pada hari Selasa, tanggal 19/1/2016 pukul 14:35 wib.

Referensi

Dokumen terkait

Dan ada beberapa kategori pantai yang tak layak dikunjungi sesuai berita yang dilansir (yahoo.com) pada tanggal 26 Mei.. 2014 dari 10 pantai diberbagai negara pantai

[r]

Seluruh kegiatan produksi tentunya harus memperhatikan segala aktifitas yang berhubungan dengan hal tersebut, mulai dari perencanaan waktu, bahan, biaya produksi, persiapan alat

Dalam hal ini kasus Schapelle Leigh Corby, bisa di simpulkan bahwa dasar pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Grasi terhadap Terpidana

dengan penggunaan tipe Cooperative Script dan kelas III B sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis regresi, bauran pemasaran yang terdiri dari budaya, sosial, pribadi dan psikologis mempunyai pengaruh positif

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perceived organizational support ( POS ) terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh employee engagement. Responden

Entalpi (H) untuk air pada tekanan 1 bar dan temperatur 127 C tidak tercantumkan di dalam tabel, maka dicari nilainya dengan cara interpolasi. Sistem terbuka  jika system