MAKALAH
PENDIDIKAN ORANG DEWASA
METODE DEMONSTRASI
Disusun Oleh :
WAHYU ADZIMAH 1201412039 MILATUL HUDIYANI 1201412055 ANDHIKA RESTU WIBOWO 1201412066 RETNO WIDAWATI 1201412073
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Era globalisasi yang serba canggih dan modern seperti sekarang ini, dan ketika media informasi dibutuhkan dalam setiap kehidupan, maka manusia dituntut untuk bisa kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahanm kehidupan yang sangat cepat dan berkualitas. Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka dan demokratis. Oleh karena itu, peninggkatan kualitas sumber daya manusia harus tetap dilakukan dengan salah satunya melalui proses pendidikan, khususnyapendidikan orang dewasa.
Pendidikan orang dewasa berbeda dengan anak usia dini atau remaja karena orang dewasa lebih cenderung ingin dihargai, maka dari itu perlu metode khusus untuk menyampaikan materi agar mudah dipahami dan efektif, salah satu metode yang efektif menggunakan metode demonstrasi. Untuk itu sebagai seorang pendidik ataupun fasilitator mampu melakukan inovasi-inovasi agar tercipta keefektifan dalam menyampaikan materi.
Dengan demikian didalam proses pendidikan orang dewasa diharapkan partisipan atau warga belajar dapat memahami dan mengaplikasikan apa yang telah disampaikan, dan mempunyai keterampilan untuk menunjang kehidupanya sendiri.
B. Rumusanmasalah
1. Bagaimana pengertian metode demonstrasi?
2. Bagaimana keuntungan dan keterbatasan menerapkan metode demonstrasi? 3. Bagimana mengatasi keterbatasan metode demonstrasi?
4. Apa saja jenis metode demonstrasi?
5. Bagaimana langkah-langkah metode demonstrasi?
C. Tujuan penulisan
1. Mendeskripsikan pengertian metode demonstrasi.
2. Mendeskripsikan keuntungan dan keterbatasan menerapkan metode demonstrasi. 3. Mendeskripsikan mengatasi keterbatasan metode demonstrasi.
4. Mendeskripsikan jenis metode demonstrasi.
5. Mendeskripsikan langkah-langkah metode demonstrasi.
6. Mendeskripsikan ilustrasi metode demonstrasi cara, hasil dan campuran.
BAB II PEMBAHASAN METODE DEMONSTRASI I. PENGERTIAN METODE DEMONSRTRASI
Metode Demontrasi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan pertanian, metode ini menurut Penyuluh Pertanian dilapangan metode ini yang paling baik dan ampuh, dengan metode ini sasaran penyuluhan dihadapkan pada bukti nyata berupa contoh yang dapat dilihat dan dapat diamati sendiri. Sesuai dengan falsapah penyuluhan yang menyebutkan bahwa “ seeing is believing “ yang berarti percaya karena melihat.
II. KEUNTUNGAN DAN KETERBATASAN METODE DEMONSTRASI 1) Keuntungan Metode Demonstrasi
Beberapa pendapat mengenai keuntungan dan keterbatasan metode demonstrasi pendapat-pendapat tersebut memiliki banyak kesamaan,hanya sedikit perbedaanya yaitu terletak pada penekan dan sudut pandang dari penyumbang (Morgan,et al., 1976; Flores, Bueno & Lapastora, 1984). Dari ketiga pendapat tersebut, dapat disimpulkan beberapa keuntungan metode demonstrasi sebagai berikut.
Demonstrasi menarik dan menahan perhatian.
Demonstrasi menyakinkan hal-hal yang meragukan apakah dapat atu tidak dapat dikerjakan.
Metode demonstrasi adalah objek dan nyata.
Metode demonstrasi menunjukkan pelaksanaan ilmu pengetahuan dengan contoh.
Demonstrasi mempercepat penyerapan langsung dari sumbernya. Demonstrasi membantu mengembangkan kepemimpinan local. Metode demonstrasi memberikan bukti bagi praktik yang dianjurkan. 2) Keterbatasan Metode Demonstrasi
Beberapa keterbatan metode demonstrasi antara lain :
Demonstrasi yang baik tidak mudah dilaksanakan. Ketrampilan yang memadai diperlukan untuk melaksanakan demonstrasi yang baik.
Metode demonstrasi terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu. Demonstrasi hasil memerlukan waktu banyak dan agak mahal. Demonstrasi memerlukan banyak persiapan awal.
Demonstrasi menimbulkan iri, misalnya bagi petani yang tidak menjadi operator.
Demonstrasi dapat terpengaruh oleh cuaca.
Demonstrasi dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil. III. JENIS METODE DEMONSTRASI
Secara umum, ada dua jenis metode demonstrasi yaitu metode demonstrasicara dan metode demonstrasi hasil. Kedua metode demonstrasi ini biasanya digunakan secara terpisah dengan subjek yang sangat berbeda, tetapi dalam beberapa hal dapat dikombinasikan. Ciri-ciri utama dari setiap jenis demonstrasi akan dijelaskan sebagai berikut :
a) Metode Demonstrasi Cara
banyak biaya. Demonstrasi cara sering digunakan dalam acara program televisi atau program radio. Sebagai contoh program yang menjelaskan langkah-langkah memasak,kerajinan, permainan kartu, dan olahraga (). Dibidang pertanian dapat dipergunakan untuk menunjukkan cara membajak, memupuk, tehnik bercocok tanam baru untuk menghindari erosi (Kang & Song,1984; Flores, Bueno&Lapastora,1983).
b) Metode Demonstrasi Hasil
Demonstrasi hasil dimaksudkan untuk menunjukkan hasil dari beberapa praktik dengan menggunakan bukti-buki yang dapat dilihat,didengar, dan dirasakan. Iklan komersial di televisi sering didasarkan atas metode demonstrasi hasil.Contohnya iklan pasta gigi, sabun cuci pakaian, dan sebagainya.Demonstrasi hasil memerlukan prosedur produksi, biaya operasi, waktu dan tenaga kerja yang ekonomis, dan kualitas produk. Demonstrasi hasil memerlukan waktu yang lama, biaya, dan cara baru dibanding dengan cara biasa yang dilakukan petani (Kang & Song,1984; Flores, Bueno&Lapastora,1983).
c) Metode Demonstrasi Campuran
Demonstrasi campuran merupakan perpaduan antara demonstrasi cara dan demonstrasi hasil, demonstrasi ini memadukan bagaimana mengerjakan sesuatu dan bagaimana menunjukan hasil yang dikerjakan.
IV. LANGKAH-LANGKAH METODE DEMONSTRASI CARA
Dari pendapat Morgan, et al. (1976), Kang & Song,(1984),dan Flores, Bueno & Lapastora (1983), dapat disusun langkah-langkah metode cara,antara lain :
1) merencanakan,
2) mempersiapkan demonstrator, 3) mempersiapkan pengamatan, 4) melaksanakan, dan
5) menganalisis hasil demonstrasi cara. a) Merencanakan demonstrasi
dapat diidentifikasi melalui pengamatan dan pengetahuan tentang kondisi masyarakat setempat.
Tentukan keterampilan yang diajarkan. Keterampilan harus memenuhi kriteria :a) merupakan hal yang penting, b) dapat diterapkan, c) perlengkapan cukup tersedia untuk menerapkannya.
Kumpulkan informasi tentang keterampilan tersebut dan pelajari secara detail untuk dapat diajarkan.
Libatkan sasaran dalam perencanaan dan pelaksanaan dalam demonstrasi. Dengan mencari bantuan orang, maka minat maupun tingkat adopsi akan ditingkatkan.
Rencanakan langkah demonstrasi, termasuk apa yang akan dikerjakan bagian-bagian kunci yang akan ditekankan dalam setiap langkah.
b) Mempersiapkan demonstran
Mempersiapkan semua alat, perlengkapan dan materi yang diperlukan. Hati-hati dalam mengorganisasikannya sehingga dapat digunakan seefektif mungkin.
Adakan latihan untukSSmenggunakan jenis alat, bahan, dan perlengkapan. Persiapkan ruang yang luas dan cukup penerangannya untuk demonstrasi. Seyogyanya ada ruang yang luas untuk demonstrasi tanpa terdapat sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian pengamat.
Dalam memilih tempat demonstrasi, usahakan memilih lokasi yang strategis.
Demonstrator harus mengetahui materinya. Sebaiknya berlatih melaksanakan demonstrasi agar pada waktunya dapat melaksanakan demonstrasi denganl ancar.
c) Mempersiapkan pengamat
Tekankan betapa pentingnya proses yang didemonstrasikan. Tunjukkan/tumbuhkan kebutuhan terhadap proses tersebut.
Minta mereka menceritakan masalah dan pengalamannya. Memberi kesempatan kepada mereka untuk berkomentar akan menambah minat dan pemahaman tentang pentingnya proses yang didemonstrasikan.
Berikan satu contoh nyata atau lebih untuk menunjukkan jalannya proses. Minta pengamat membantu dalam merencanakan langkah-langkah yang
akan dilakukan sesuai dengan prosedur operasionalnya.
Bantu pengamat dalam mempelajari sesuatu hal selama demonstrasi cara dilakukan.
Jika perlu gunakan slide, video, film, dan gambar hidup lainnya untuk meningkatkan minat.
d) Melakukan demonstrasi cara
Atur tempat pengamat sedemikian rupa sehingga mereka dapat melihat demonstrasi dengan baik. Apbila mungkin, minta mereka menunjukkan posisi seperti melakukan pekerjaan sendiri.
Demonstrasikan setiap langkah perlahan-lahan dan hati-hati. Lengkapi demonstrasi dengan ilustrasi dan penjelasan. Ajukan pertanyaan selama demonstrasi. tanggung jawab kepada seseorang dan pilihlah secara hati-hati.
Lengkapi demonstrasi dengan literature, model, dan bahan visualisasi. Selesaikan setiap langkah sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Jelaskan mengapa, bagaimana, dan kapan langkah tersebut diambil. Tekankan bagian-bagian kunci dan tulislah di papan tulis jika ada.
Jelaskan bahaya yang mungkin terjadi dakam melaksnakan proses. Utamakan keselamatan kerjanya.
Jelaskan setiap pertanyaan tentang langkah-langkah dalam proses yang sedang dijalankan.
e) Menganalisis Hasil
Pastikan pengamat atau wakil kelompok telah mengerjakan tuganya. Minta mereka mengerjakan proses satu langkah pada satu waktu. Jelaskan berbagai pertanyaan yang muncul.
Beri bimbingan secara individual.
Ajukan pertanyaan untuk lebih memperjelas setiap hal yang belum benar-benar dimengerti.
Bantu anggota kelompok dalam membuat perencanaan dan menyesuaikan suatu prose sesuai apa yang diperlukan.
Evaluasi dengan seksama, tunjukkan jka terdapat kelebihan dankelemahan.
Kunjungi sasaran yang menunjukkan minat besar terhadap demonstrasi. V. MENILAI METODE DEMONSTRASI CARA
Seriap instruktur atau demonstrator harus berhati-hati dalam menilai setiap demonstrasi dengan segala perlengkapannya.Umumnya pendidik melibatkan pengamat dalam membuat penilaian.Pengamat perlu banyak dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaanya.
VI. TAHAPAN DEMONSTRASI HASIL
Suatu demonstrasi hasil sangat efektifdalam menumbuhkan kepercayaan terhadap ide baru kerena demonstrasi hasil menunjukan bukti yang ada dan objektif. Apabila menggunakan metode demonstrasi hasil,tahapan berikut dapat dipertimbangkan.
Merencanakan demonstrasi hasil
Perencanaan metode hasil sama dengan perencanaan demonstrasi sampai dengan langkah kelima.
Selanjutnya pilih likasi demonstrasi yang strategis.
Sering mengunjungi demonstrator untuk menyajikan bahwa ia telah memahami maksud demonstrasi dan cara melaksanakan demonstrasi.
Demonstrator pada demonstrasi hasil harus memperhatikan lima langkah persiapan yang sama seperti pada demonstrasi cara.
Instruktur atau pimpinan sebaiknya memilih orang setempat untuk melaksankan demonstrasi. Orang tersebut seyogyanya orang yang dihormati, disegani dan dipercaya oleh warga masyarakat sekitarnya dan hendaknya dilatih lebih dahulu untuk melakukan demonstrasi.
Pimpinan sebaiknya membuat rencana yang akan digunakan demonstrator. Pimpinan sebaiknya membuat aplikasi secukupnya.
Melaksanakan Demonstrasi Hasil
Demonstrasi sebaiknya dilaksanakan dikelas atau ditempat timbulnya masalah.
Demonstrasi sebaiknya tidak berusaha untuk menapatkan fakta baru, tetapi lebih ditekankan untuk membuktikan hasil yang dicapai berdasarkan penelitian.
Suatu hal yang baik untuk membandingkan hasil dari dua cara atau lebih, atau membandingkans hasil dari cara lama dengan hasil cara yang baru.
Mempergunakan Hasil
Gunakan bahan dari demonstrasi hasil sebagai bahan pertemuan, surat kabar, pameran, wawancara radio, dan lain-lain.
Analisi alasan atau sebab kegagalan dan keberhasilan, dan gunakan hasil analisis tersebut untuk keperluan mengajar.
Gunakan hasil demonstrasi untuk tindak lanjut, seperti pelatihan bagi mereka yang tertarik.
VII. ILUSTRASI DEMONSTRASI CARA
Morgan, et al. (1976) memberikan contoh bagaimana demonstrasi cara dapat digunakan dalam pengajaran. Contoh yang dimaksud adalah mengajar bagaimana mengikat sebuah simpul mati. Ini merupakan latihan yang sangat sederhana, tetapi menggambarkan bagian penting dari teknik demonstrasi cara.
Motivasi
Dengan hanya menceritakan
Mengajar dengan hanya memperagakan
VIII. EMPAT LANGKAH DALAM PELATIHAN KERJA
Empat langkah dalam pelatihan kerja berikut ini akan menghemat waktu, membuat pekerjaan lebih aman, mengurangi kerusakan, menghindari pemborosan, dan meningkatkan kualitas.
Langkah 1 : mempersiapkan pelajar. Langkah 2 : melakukan pekerjaan. Langkah 3 : mencoba keterampilan. Langkah 4 : tindak lanjut.
IX. ILUSTRASI DEMONSTRASI HASIL
Sementara beberapa orang dewasa berpartisipasi dalam program pendidikan orang dewasa untuk mengembangkan minat dan pengetahuan umum, orang dewasa yang lain berkeinginan meningkatkan efisiensi kerja. Demonstrasi hasil sangat efektif untuk mengembangkan tujuan tersebut. Demonstrasi hasil yang melibatkan praktik tunggal mungkin dapat diselesaikan dalam waktu pendek, namun beberapa demonstrasi dari praktik tunggal mungkin juga memerlukan waktu yang lama.
BAB III PENUTUP A. Simpulan
Metode demonstrasi adalah metode yang efektif untuk menyampaikan materi kepada warga belajar karena metode ini menggunakan contoh-contoh dan bukti nyata yang bisa didemonstrasikan langsung, metode demonstrasi ada tiga yaitu cara, hasil dan campuran (cara dan hasil), yang sering dipakai dilapangan yaitu metode campuran, diharapkan demonstrator sebelum melakukan aksinya perlu mempersiapkan terlebih dahulu agar proses demonstrasi berjalan lancar.
B. Saran
Daftar Pustaka
Morgan, Barton, et al. 1976. Methods in Adult Education. Danville, Illinois: The Interstate Printers & Publishers, Inc.