• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENDEKATAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGAT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENDEKATAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGATASI SELF DISCLOUSER PADA REMAJA YANG MENGALAMI BROKEN HOME

Putri Annisa Fajarningrum

¹

Lita Ayu Juniar ²

¹

Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jl Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202 Purwokerto 53182

¹

Email :[email protected] ² Email :[email protected]

ABSTRAK

Broken home bagi sebagaian mayarakat indonesia biasa dikenal dengan keluarga yang hancur atau tidak harmonis, dari ketidak harmonisan keluarga tersebut tidak jarang ada yang merasa dirugikan atau dikorbankan dari keluarga tersebut, salah satunya yaitu anak. Maka dari itu tidak sedikit anak dari korban broken home stress atau frustasi, karena mereka merasa bahwa mereka sudah tidak di perhatikan dan diberi kasih sayang yang baik oleh kedua orangtuanya, banyak juga anak korban dari broken home lebih banyak menutup diri dan lebih suka untuk tidak bergaul dengan teman-temannya. maka dari itu anak broken home sangat membutuhkan sekali bimbingan atau arahan dari keluarga atau saudara terdekat karena sesungguhnya mereka sangat kesepian dan frustasi dengan kondisi keluarganya.

ABSTRACT

(2)

Pendahuluan

Broken home adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orangtua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Selain itu, istilah broken home juga digunakan untuk menggambarkan keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun dan sejahtera akibat seiringnya terjadi konflik yang menyebabkan perpisahan atau perceraian.

Broken home merupakan puncak tertinggi dari penyesuaian perkawinan yang buruk yang buruk dan terjadi bila suami istri sudah tidak mampu lagi mencari cara penyelesaian masalah yang dapat memuaskan kedua belah pihak. Perpisahan atau pembaalan perkawinan dapat ilakukan secara hukum maupun dengan diam-diam dan kadang ada juga kasus dimana salah satu pasangan (suami, istri) meninggalkan keluarga (Hurlock, 2008, p.310).

Broken Home adalah situasi rusaknya integritas keluarga, kemesraan dan hubungan akrab, solidaritas dan toleransi oleh ketegangan dan konflik. Keluarga broken home mengakibatkan penderitaan bagi suami atau isteri dan anak, karena sering terjadi percekcokan, keributan, pertengkaran antara suami dan isteri. Keluarga broken home mengakhirkan penderitaan bagi suami istri dan anak-anaknya karena sering terjadi percekcokan, keributan antara suami dan istri suasana keluarga menjadi tegang panas tidak nyaman dan tiak adanya suasana rumah bagi siapapun terutama bagi si anak.

Agama islam pada dasarnya sangat membenci orang-orang yang tidak menjalankan aturannya, seperti yang disebutkan Al-Quran surat An-Nisa ayat 1. Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Alah sebagai fondasi pembangunan keluarga, bukan selainnya seperti keluarga yang sudah rusak integritasnya sebagai sepasang suami istri. Namun yang terjadi dikalangan masyarakat indonesia broken home sudah menjadi hal yang sering terjai dikalangan remaja. Maka dari pada itu, didalam artikel ini akan dibahas bagaimana permasalahan self disclosure remaja yang mengalami broken home yang dapat di atasi dengan menggunakan konseling islam.

Tinjauan Teori

1. Pengertian Konseling

Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa Latin yaitu counselium, artinya “bersama” atau “bicara bersama”. Pengertian “berbicara bersama-sama” dalam hal ini adalah pembicaraan konselor (counselor) dengan seorang atau beberapa klien (conselee). (Latipun, 2008).

Robinson dalam Luddin A. B. (2010) mengartikan Konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, dimana seorang yaitu klien di bantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya, hubungan konseling menggunakan wawancara untuk memperoleh dan memerikan berbagai informasi, melatih atau mengajar meningkatkan kematangan, memberikan bantuan melalui pengambilan keputusan.

Pepensky dalam Luddin A. B (2010) Konseling adalah yang terjadi antara dua orang individu, masing masing disebut konselor dan klien, terjadi dalam suasana yang profesional, dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan aalam tingkah laku klien.

(3)

2. Pengertian Konseling Islami

Konseling islam diartikan sebagai suatu aktivitas memberikan bimbingan, pelajaran, dan pedoman kepada idividu yang meminta bimbingan atau (klien) yang mengalami penyimpangan perkembangan fitrah beragama, dengan mengembangkan potensi akal fikiran kepribadiannya, keimanan dan keyakinannya yang dimiliki, sehingga klien dapat menggulangi problematika hidup secara mandiri yang berpanangan pada Al-Qur’an dan sunnah Rosul SAW, demi tercapainya kebahagiaan hidup didunia dan akhirat (Mustahidin, 2004 : 4)

Konseling islami adalah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pelajaran, dan pedoman kepada individu yang meminta bimbingan (klien) dalam hal bagaimana seharusnya seorang klien dapat mengembangkan potensi akal fikirannya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinan serta dapat menanggulangi problematika hidup dan kehidupannya dengan baik dan benar secara mandiri yang berparadigma kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW. (Adz-Dzaky, 2002).

Helen (2002 : 22) mendefinisikan konseling islam sebagai sesuatu usaha membantu individu dalam menanggulangi penyimpangan perkembangan fitrah beragama yang dimilikinya, sehingga ia kembali menyadari perannya sebagai khalifah di bumi dan berfungsi untuk menyembah atau mengabdi kepada Allah, akhirnya tercipta kembali hubungan yang baik dengan Allah, manusia dan alam semesta.

3. Aspek-Aspek Konseling Islam

Konseling islami mencakup tiga aspek sebagai berikut:

1. Aspek Preventif, dimana orientasinya mengarah kepada penjagaan individu dari semua guncangan jiwa dan membentengi mereka dalam segala hal penyimpangan. Hal ini dilakukan dalam banyak cara diantaranya dengan perintah untuk selalu menyembah Allah, menunaikan solat serta membayar zakat, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Bayyinah ayat 5, “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan membuktikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan solat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

2. Aspek Perkembangan, dimana orientasiny mengarah kepada pembentukan kepribadian muslim agar mampu menjadi individu yang optimis, penuh dengan produktifitas serta mampu mengoptimalkan segala potensi dan kemampuannya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisaa ayat 58, “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran sebaik-baiknya kepada kamu sesunguhnya Allah maha mendengan lagi maha melihat.

3. Aspek Terapi, dimana orientasinya mengarah kepada pembebabasa dan pelepasan indiviu dari segala kekhawatiran dan kegeisahannya serta membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Allah berfirman dalam surah Al-A’raaf ayat 200-201, “Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka kamu berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”

(4)

Yaitu teori konseling dengan cara mengambil peajaran-pelajaran atau I’tibar -I’tibardari perjalanan kehidupan para Nabi, Rasul dan paraAuliya-Allah. Bagaimana

Allah membimbing dan mengarahkan cara berfikir, cara berperasaan, cara berperilaku serta menanggulangi berbagai problem kehidupan.

b. Teori Mujadalah yang Baik

Yang dimaksud teori mujadalah ialah teori konseling yang terjadi dimana seorang klien sedang dalam kebimbangan. Prinsip-prinsip dan khas teori ini adalah sebagai berikut :

• Harus adanya kesabaran yang tinggi dari konselor

• Konselor harus menguasai akar permasalahan dan terapinya dengan baik

• Saling menghormati dan menghargai

• Bukan bertujuan menjatuhkan atau mengalahkan klien, tetapi membimbing klien dalam mencari kebenaran

• Rasa persaudaraan dan penuh kaksih sayang

• Tutur kata dan bahasa yang mudah difahami dan halus

5. Pengertian Self Discosure

Self Disclosure didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan informasi tentang diri seniri kepada orang lain (Wheeles, 1978). Menurut Devito 1992 Self Disclosure merupakan kemampuan dalam memberikan informai. Informasi yang akan disampaikan terdiri atas 5 aspek, yaitu perilaku, perasaan, keinginan, motivasi, dan ide yang sesuai dengan diri orang yang bersangkutan. Selain itu Devito (1997) mengemukakan bahwa self disclosure mempunyai beberapa karakteristik umum antara lain :

• Keterbukaan diri adalah suatu tipe komunikasi tentang informasi diri yang pada umumnya tersimpan, yang dikomunikasikan kepada orang lain.

• Keterbukaan diri adalh informasi diri yang seseorang berikan merupakan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain dengan demikian harus dikomunikasikan.

• Keterbukaan diri adalah informasi tentang diri sendiri yakni tentang pikiran, perasan dan sikap.

• Keterbukaan diri dapat bersifat informasi secara khusus.

• Keterbukaan diri melibatkan sekurang-kurangnya seorag individu lain, oleh karena itu keterbukaan diri merupakan informasi yang harus diterima dan dimengerti oleh individu lain.

Ada beberapa dimensi self disclosure yang dikemukakan oleh Culbert (1968), Person (1987), Cox (1989, Watson (1984) dan Altman Taylor, meliputi 5 asek yaitu: (1) Ketepatan

Ketepatan untuk mengacu pada apakah seorang individu mengungkapkan informasi pribadinya dengan relevan dan untuk peristiwa di mana individu terlibat atau tidak (sekarang dan disini).Self Disclosuresering sekali tidak tepat atau tidak sesuai ketika menyimpang dari norma-norma. Self Disclosure yang tepat dan sesuai meningkatkan reaksi yang positif dari partisipan atau pendengar. Pernyataan negatif berkaitan dengan penilaian diri yang sifatnya menyalahkan diri, sedangkan pernyataan positif merupakan pernyataan yang termasuk kategori pujian.

(5)

Motivasi berkaitan dengan apa yang menjadi dorongan seseorang untuk mengungkapkan dirinya kepada orang lain. Dorongan tersebut berasal dari dalam diri maupun luar diri. Dorongan dari dalam berkaitan dengan apa yang menjadi keinginan atau tujuan seseorang melakukan self disclosure. Sedangkan, dari luar, dipengaruhi lingkungan keluarga, sekolah, dan pekerjaan.

(3) Waktu

Waktu yang digunakan dengan seseorang akan cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya self disclosure. Bila waktunya kurang tepat yaitu kondisinya capek serta dalam keadaan sedih maka orang terseut cenderung kurang terbuka dengan orang lain. Sedangkan waktunya tepat yaitu bahagia atau senang maka ia cenderung untuk terbuka dengan orang lain.

(4) Keintensifan

Keintensifan seseorang dalam keterbukaan diri (self disclosure) tergantung kepada siapa seseorang mengungkapkan diri, apakah teman dekat, orang tua, teman biasa, orang yang baru dikenal.

(5) Kedalaman dan Keluasan

Kedalaman self diclosure terbagi atas dua dimensi yakni self disclosure yang dangkal dan yang dalam. Self Disclosure yang dangkal biasanya diungkapkan kepada orang yang baru dikenal. Self Disclosure yang dalam, diceritakan kepada orang-orang yang memiliki kedekatan hubungan (intimacy). Ada dua dimensi self disclosure seseorang yaitu keluasan dan kedalaman. Keluasaan berkaitan dengan siapa seseorang mengungkapkan dirinya (target person) seperti orang yang baru dikenal, teman biasa, orang tua dan teman dekat. Kedalaman berkaitan dengan topik umun dan topik khusus. Pada umumnya ketika seseorang terbuka dengan orang asing atau baru dikenal topik pembicaraan umum dan kurang mendalam. Sedangkan bila seseorang terbuka dengan temn dekat maka topik pembicaraannya khusus dan lebih mendalam Sears, dkk, 1999 (dalam Gainau, 2010).

6. Broken Home

Broken home merupakan puncak tertinggi dari penyesuaian perkawinan yang buruk yang buruk dan terjadi bila suami istri sudah tidak mampu lagi mencari cara penyelesaian masalah yang dapat memuaskan kedua belah pihak. Perpisahan atau pembaalan perkawinan dapat ilakukan secara hukum maupun dengan diam-diam dan kadang ada juga kasus dimana salah satu pasangan (suami, istri) meninggalkan keluarga (Hurlock, 2008, p.310).

Broken Home adalah situasi rusaknya integritas keluarga, kemesraan dan hubungan akrab, solidaritas dan toleransi oleh ketegangan dan konflik. Keluarga broken home mengakibatkan penderitaan bagi suami atau isteri dan anak, karena sering terjadi percekcokan, keributan, pertengkaran antara suami dan isteri. Keluarga broken home mengakhirkan penderitaan bagi suami istri dan anak-anaknya karena sering terjadi percekcokan, keributan antara suami dan istri suasana keluarga menjadi tegang panas tidak nyaman dan tiak adanya suasana rumah bagi siapapun terutama bagi si anak.

Beberpa kasus pada anak broken home yaitu mereka tidak pernah bisa menghabiskan waktu-waktu berkwalitas lebih banyak bersama orangtua mereka karena orang tua mereka sibuk.

Pembahasan

(6)

terjadi karena alasan tertentu. Dalam kehancuran rumah tangga itu pasti ada yang merasa tersakiti atau ada yang harus dikorbankan. Salah satu yang tersakiti yaitu anak, karena anaklah yang menjadi korban dari keluarga yang tidak harmonis atau broken home. Banyak anak yang menilai bahwa anak-anak broken home itu pasti di anggap buruk, karena secara logika anakanak yang kurang kasih sayang dan perhhatian dari orangtuanya memang berbeda dengan anak-anak yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya terkadang anak-anak yang brokrn home juga pengungkapan dirinya kurang, karena biasanya anak-anak yang broken home malu untuk mengungkapkan atau menginformasikan tentang identidasnya, dan sulit untuk mengemukakan pendapat pada banyak orang.

Konseling islami dapat di terapkan pada anak yan mengalami broken home, saya menggunakan konseling islami menurut Hamdani Bakran Adz-Dzaky yaitu :

1. Teori Al-hikmah adalah sebuah pedoman, penuntun dan bantuan pada individu yang sangat membutuhkan pertologandalam mendidik dan mengembangkan eksistensi dirinya.

2. Teori Al-Mauizhoh Al-Hasanah adalah bimbingan atau konseling dengan cara mengambil pelajaran dari perjalanan hidup nabi.

3. Teori Mujadalah yang baik adalah teori konseling yang terjadi dimana seseorang klien sedang dalam kebimbangan.

Teori konseling yang kami ambil yaitu teori Mujadalah yang dimaksud teori mujadalah ialah teori konseling yang terjadi dimana seorang klien sedang dalam kebimbangan.

Prinsip-prinsip dan khas teori ini adalah sebagai berikut :

• Harus adanya kesabaran yang tinggi dari konselor

• Konselor harus menguasai akar permasalahan dan terapinya dengan baik

• Saling menghormati dan menghargai

• Bukan bertujuan menjatuhkan atau mengalahkan klien, tetapi membimbing klien dalam mencari kebenaran

• Rasa persaudaraan dan penuh kaksih saying

• Tutur kata dan bahasa yang mudah difahami dan halus

Kesimpuln dari teori ini adalah, konselor dapat memberi bimbingan kepada klien mengenai broken home. Konselor dapat memberi masukan kepada klien, bahwa tidak semua anak broken home itu tidak memiiki masa depan yang baik, bahwa anak broken home itu harus kuat dan tetap semangat meskipun memiliki sedikit perhatia dan kasih sayang oleh orangtuanya.

Kesimpulan

(7)

Daftar Pustaka

AR, S. W. (2012). Perilaku Memaafkan Di Kalangan Remaja Broken Home.Empathy Jurnal Fakultas Psikologi, 1, (1), 23-25.

Az-Zahrani, M. B. (2005).Konseling Terapi.Jakarta: Gema Insani.

Gainau, M. B. (2010). Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Siswa Dalam Perspektif Budaya Dan Implikasinya Bagi Konseling .Jurnal Psikologi , 4, (1), 4-6.

Hasanah, H. (2014). Peran Bimbingan Konseling Islam Dalam Menurunkan Tekanan Emosi Remaja.Jurnal Bimbingan Konseling Islami, 5, (1), 63-64.

Luddin, A. B. (2010).Dasar- Dasar Konseling.Bandung: CV. Perdana Mulya Sarana.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan tulis menulis menjadi suatu yang penting karena dengan kemampuan itu kita dapat menyampaikan suatu pesan dapat lebih cepat, lebih serig dan kepada orang yang lebih

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BARABAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH. TAHUN

bahwa ketika ibu hamil pada trimester II, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mempunyai kadar tiroksin rendah berisiko mengalami gangguan tonus dan reflek

Rancangan halaman ini merupakan rancangan tampilan cetak jadwal mata kuliah dari daftar data mata kuliah yang sudah di input sebelumnya seperti gambar dibawah ini. Gambar

Tentukan data yang dikirim (data informasi ditambah dengan bit- bit parity) jika digunakan Hamming Code.

Memperhatikan uraian di atas, maka penulis memandang bahwa strategi dalam meningkatkan motivasi tentang ilmu haid itu sangatlah penting untuk membantu mempermudah

Budi Hardiman dalam bukunya yang berjudul “Filsafat Modern dari Machiavelli sampai Niettzsche” bahwa menurut Comte perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat terlepas

Berdasarkan uraian pada Latar Belakang, manfaatnya adalah sebagai berikut : Luaran yang diharapkan dari terealisasinya program kewirausahaan ini adalah mampu memberikan peluang