• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Theory of Planned Behavior Terh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Theory of Planned Behavior Terh"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Theory of Planned Behavior Terhadap Niat Berwirausaha

Mahasiswa Universitas Tabanan

Oleh:

I Made Mahadi Dwipradnyana

Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Tabanan Email: [email protected]

ABSTRACT

Analysis of the Theory of Planned Behavior (TPB) to Student Entrepreneurship Intention in Tabanan University

Entrepreneurship is a attitude and spirit that is always active or creative, inventive and initiative in trying to improve their business activities. In general, entrepreneurship is a harmony between creativity and innovation in implementing creative ideas into a form of goods and services that have a selling value

Addressing the issue of entrepreneurship takes the role of all aspects of both the government and academia need to emphasize the importance of entrepreneurship for the economy of a. Likewise, the University of Tabanan (Untab) is committed to being entrepreneurial University.

The method used in this study is a quantitative method. Sources of data used in this study using primary data source is by distributing questionnaires directly to college studen. Sampling of the population is performed using purposive sampling. Data analysis method used is the method of multiple linear regression and paired sample t test with a standard error of 5% (α = 0.05).

The results obtained are all variables theory of planned behavior (TPB) partially and significantly influence entrepreneurial intentions. Partially it can be seen that the personal attitudes, subjective norms and perceived behavioral control significantly influence entrepreneurial intentions of students, where the value of the resulting T-statistic greater than 1.96 (at 5% level) that is successively equal to 9.606820; 4.686144 and 14.871739.

(2)

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Tantangan untuk membangun suatu Negara berkembang menjadi Negara

maju adalah mengendalikan masalah pengangguran. Berdasarkan data dari Badan

Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka pengangguran di Indonesia masih

sangat tinggi yaitu sampai tahun 2014 tercatat jumlah pengangguran di Indonesia

adalah 5,81% atau kurang lebih sebanyak 7 juta jiwa. Untuk menanggulanginya,

pendidikan kewirausahaan sejak dini tentu akan menjadi solusi yang terbaik dalam

menekan jumlah pengangguran. Pendidikan di Indonesia diyakini masih berfokus

pada bagaimana melahirkan lulusan yang bisa diterima bekerja

diperusahaan-perusahaan baik diperusahaan-perusahaan nasional maupun swasta bukan bagaimana melahirkan

lulusan yang bisa membuat pekerjaan.

Menurut David McCelland (Hata, 2012:2) suatu negara akan maju jika

mempunyai paling sedikit 2 persen dari jumlah total penduduk adalah wirausaha.

Berarti dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa

seharusnya jumlah wirausaha di Indonesia sedikitnya 4,5 juta. Seorang wirausaha

akan membuka lapangan pekerjaan baru dan mempekerjakan orang-orang yang

membutuhkan pekerjaan sehingga pengangguran dapat ditekan maka perekonomian

nasional akan melaju ke arah yang lebih baik.

Menyikapi isu kewirausahaan butuh peran dari semua aspek baik dari

(3)

berkomitmen untuk menjadi enterpreneurial University sehingga mampu melahirkan

wirausaha-wirausaha muda mandiri. Komitmen untuk menjadikan Untab sebagai

Universitas yang menekankan pentingnya kewirausahaan tertanam di semua

fakultasnya, salah satu bukti kongkritnya adalah dengan memasukkan mata kuliah

kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib disetiap bidang studi. Walaupun sikap

nyata telah ditunjukkan oleh Untab untuk mendukung kewirausahaan semua tidak

akan mampu berjalan dengan baik tanpa ada niat dari mahasiswa.

Theory of Planned Behavior (TPB) menyatakan bahwa niat seseorang untuk

melakukan suatu perilaku merupakan variabel yang menyebabkan terjadinya perilaku

(Ajzen, 1991). Niat juga menunjukkan seberapa besar seseorang berani mencoba, niat

menunjukkan seberapa besar upaya yang direncanakan seseorang untuk dilakukan.

Penggunaan TPB tidak dapat dipisahkan dari aspek niat berwirausaha, artinya

kewirausahaan dapat dipelajari, dikuasai dan menjadi pilihan karir bagi lulusan

peguruan tinggi jika memang dalam diri mahasiswa terdapat niat berwirausaha.

Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi niat berwirausaha dalam TPB antara lain;

Sikap Pribadi (Personal Attitude), Norma Subjektif (Subjective Norm), dan Persepsi

Kontrol Perilaku (Perceived Behavioral Control).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh niat berwirausaha

mahasiswa Universitas Tabanan (UNTAB) dengan objek penelitian yaitu 3 fakultas

yang berbeda dan mengetahui bagaimana faktor-faktor berdasarkan Theory of

(4)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan paparan di atas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan

yaitu (1) Apakah sikap perilaku (personal attitude), norma subjektif (subjective

norm), persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control) berpengaruh secara

parsial dan simultan terhadap niat berwirausaha mahasiswa Universitas Tabanan? (2)

Faktor manakah dari TPB berpengaruh paling dominan terhadap niat berwirausaha

mahasiswa Universitas Tabanan?

1.3 Tujuan Penelitian

Bersadarkan perumusan masalah di atas, maka dikemukakan tujuan dari

penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh sikap perilaku (personal

attitude), norma subjektif (subjective norm), persepsi kontrol perilaku (perceived

behavioral control) terhadap niat berwirausaha mahasiswa Universitas Tabanan. (2)

Untuk mengetahui faktor dari TPB yang berpengaruh paling dominan terhadap niat

berwirausaha mahasiswa Universitas Tabanan

(5)

Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan

memberikan kontribusi pada teori ilmu ekonomi terutama dalam meneliti analisis

faktor yang mempengaruhi niat berwirausaha. Hasil penelitian ini juga diharapkan

dapat menjadi referensi bagi peneliti-peneliti lainnya yang melakukan penelitian

dengan objek yang sama.

1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari penelitian ini adalah penelitian ini diharapkan dapat

digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pejabat Universitas Tabanan dalam

mengidentifikasi variabel yang dapat mempengaruhi niat berwirausaha mahasiswa

sehingga dapat membuatkan media yang mampu menyalurkan niat mahasiswa untuk

berwirausaha.

2. Tinjauan Pustaka

2.1Wirausaha (Entrepreneur)

Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk

hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya dimana ia bebas merancang,

mengelola dan mengendalikan semua usahanya. Wirausaha adalah seseorang yang

membayar harga tertentu, untuk kemudian dijual dengan harga yang tidak pasti dan

membuat keputusan tentang upaya mencapai, memanfaatkan sumber daya serta

menerima risiko (Winardi, 2003).

Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau

(6)

Secara umum kewirausahaan adalah harmonisasi antara kreativitas dan keinovasian

dalam menerapkan ide-ide kreatif menjadi suatu bentuk barang dan jasa yang

mempunyai nilai jual. Membangun kewirausahaan berarti membangun atau

menciptakan sesuatu yang baru. Seorang wirauasaha dituntut selalu kreatif dan

inovatif karena popularitas suatu produk belum tentu selalu berada pada titik puncak

atau bertahan lama, mengingat adanya daur hidup produk (product life cycle)

terutama produk hasil industri.

Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku

seseorang dalam berkreasi dan berinovasi, oleh sebab itu objek studi kewirausahaan

adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam perilaku

(Suryana, 2001).

2.2 Theory of Planned Behavior (TPB)

Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan dari Theory of

Reasoned Action (TRA) yang pertama kali dicetuskan oleh Ajzen pada tahun 1980

(Jogiyanto, 2007). TRA merupakan teori yang disusun menggunakan asumsi dasar

manusia berperilaku dengan cara sadar dan mempertimbangkan segala informasi

yang tersedia. Dalam TRA, seseorang dapat melakukan atau tidak melakukan suatu

perilaku tergantung dari niat yang dimiliki oleh orang tersebut (Ajzen, 1980).

Theory of Reasoned Action menjelaskan bahwa niat seseorang terhadap

perilaku dibentuk oleh dua faktor utama yaitu sikap (attitude toward of behavior) dan

(7)

ditambahkan satu faktor lagi yaitu kontrol perilaku yang dipersepsi (perceived

behavioral control). Konstruk ini ditambahkan dalam upaya memahami keterbatasan

yang dimiliki individu dalam rangka melakukan perilaku tertentu.

Menurut Theory of Planned Behavior, seorang dapat bertindak berdasarkan

niatnya hanya jika seorang memiliki kontrol terhadap perilakunya (Ajzen, 2002).

Teori ini tidak hanya menekankan pada rasionalitas dari tingkah laku manusia, tetapi

juga pada keyakinan bahwa taget tigkah laku berada di bawah kontrol kesadaran

individu tersebut tidak hanya bergantung pada niat seseorang, melainkan juga pada

faktor lain yang tidak ada di bawah kontrol dari individu.

Sebagaimana dikatakan oleh Ajzen (1991) bahwa TPB is suitable to explain

any behavior which requires planning, such as entrepreneurship sehingga TPB

sangat sesuai digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku dalam kewirausahaan.

2.2.1 Sikap Pribadi (Personal Attitude)

Sikap (attitude) berasal dari Bahasa Latin, yaitu aptus yang berarti sesuai atau

cocok dan siap untuk bertindak atau berbuat sesuatu (Ismail & Zain, 2008). Menurut

Ajzen (2005), sikap adalah evaluasi individu secara positif atau negatif terhadap

benda, orang, institusi, kejadian, perilaku atau minat tertentu. Menurut Gagne dan

Briggs (dalam Ajzen, 2002), sikap merupakan suatu keadaan internal yang

mempengaruhi pilihan tindakan individu terhadap objek, orang atau kejadian tertentu.

(8)

tingkah laku yang menghindari, melawan, atau menghalangi objek (Eagly & Chaiken,

1993).

Berdasarkan terori TPB, sikap pribadi terhadap suatu perilaku diperoleh dari

keyakinan terhadap konsekuensi yang ditimbulkan oleh perilaku tersebut, yang

diistilahkan dengan behavioral beliefs (keyakinan terhadap perilaku). Lebih lanjut

berdasarkan TPB, seseorang yang percaya bahwa menampilkan perilaku tertentu akan

mengarahkan pada hasil yang positif akan memiliki sikap favorable terhadap

ditampilkannya perilaku, sedangkan ornag yang percaya bahwa menampilkan tingkah

laku tertentu akan mengarahkan pada hasil yang negatif, maka ia akan memiliki sikap

unfavorable (Ajzen, 1998).

2.2.2 Norma Subjektif (Subjective Norms)

Norma subjektif merupakan faktor dari luar individu yang berisi persepsi

seseorang tentang apakah orang lain akan menyetujui atau tidak menyetujui suatu

tingkah laku yang ditampilkan (Baron & Byrne, 2000). Norma subjektif ditentukan

oleh adanya keyakinan normatif (normative belief) dan keinginan untuk mengikuti

(motivation to comply) (Ajzen, 2005).

Keyakinan normatif berkenaan dengan harapan-harapan yang berasal dari

orang atau kelompok yang berpengaruh bagi individu seperti orang tua, teman dekat,

rekan kerja atau yang lainnya. Norma subjektif didefinisikan sebagai adanya persepsi

individu terhadap tekanan sosial yang ada untuk menunjukkan ada atau tidak suatu

(9)

2.2.3. Persepsi Kontrol Perilaku (Perceived Behavioral Control)

Persepsi kontrol perilaku menggambarkan tentang kemampuan diri individu

dalam melakukan suatu perilaku. Menurut Ismail dan Zain (2008), persepsi kontrol

perilaku merupakan persepsi individu mengenai kontrol yang dimiliki individu

tersebut sehubungan dengan tingkah laku tertentu. Persepsi kontrol perilaku

merupakan keyakinan tentang ada atau tidaknya faktor-faktor yang memfasilitasi dan

menghalangi individu untuk melakukan suatu perilaku. Persepsi kontrol perilaku

ditentukan oleh pengalaman masa lalau individu dan juga perkiraan individu

mengenai seberapa sulit atau mudahnya untuk melakukan suatu perilaku.

Perilaku seseorang tidak hanya dikendalikan oleh dirinya sendiri, tetapi juga

membutuhkan kontrol seperti berupa ketersediaan sumber daya dan kesempatan atau

keterampilan tertentu.

3. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explantory

research. Explantory research merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan

kausul antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis (Masri Singarimbun dan

Sofian Effendi, 2006:5).

3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Universitas Tabanan. Pemilihan lokasi dilakukan

secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan Universitas Tabanan merupakan

(10)

berorientasi mencetak wirausaha serta didasarkan atas tersedianya data yang memadai

dan mampu untuk diolah peneliti sehingga lokasi ini dirasa relevan dengan tujuan

penelitian.

3.2 Penentuan Sumber Data

Dalam penelitian ini anggota populasi adalah 3 Jurusan yang ada di

Universitas Tabanan. Metode penghambatan sampel yang digunakan dalam penelitian

ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan

sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono 2008:122).

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) data kualitatif, yaitu

data yang diperoleh bersifat keterangan yang tidak dapat dihitung yang dapat

memberikan gambaran terhadap lahan yang diteliti. (2) Data Kuantitatif, yaitu data

yang diperoleh berbentuk angka-angka dan dapat dihitung.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Data Primer, data

penelitian yang berasal langsung dari sumber asli atau tidak melalui media perantara.

(2) Data Sekunder, adalah data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak

langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

(11)

terhadap lokasi penelitian. (2) Wawancara, adalah metode pengumpulan data dengan

cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait

dalam hal ini pengurus subak dan beberapa informan kunci dengan menggunakan

kuesioner yaitu metode pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan

yang disebarkan kepada responden mengenai analisis pengaruh Theory of Planned

Behavior (TPB) terhadap niat berwirausaha mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan

kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert dengan rentang nilai 1 sampai 4

yang diberi skor sebagai berikut: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = setuju,

4 = sangat setuju.

3.5 Uji Validitas dan Reliabilitas

Validitas dalam penelitian menurut Umar (2004 : 127) dijelaskan sebagai

suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang inti atau arti sebenarnya yang

diukur. Batas minimum dianggap memenuhi syarat validitas apabila nilai loading

factor > 0,70.

Reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang

ditunjukkan oleh instrumen pengukuran dimana pengujiannya dapat dilakukan secara

internal, yaitu pengujian dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada (Umar,

2004:126). Menurut Nunnaly (Ghozali 2006:42) Variabel dikatakan reliable jika

memberikan nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,6.

(12)

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta analisis deskriptif dibantu dengan Cross Tabulation. Analisis ini dianalisis dengan program komputer Smart Pls versi 2.0.

4. Hasil dan Pembahasan 4.1 Karakteristik Responden

Sebagian besar responden penelitian adalah responden laki – laki yaitu

sebesar 63,33 persen dan responden perempuan hanya sebesar 36,67 persen.

4.2 Konseptualisasi Model

Niat berwirausaha mahasiswa Untab dipengaruhi oleh sikap pribadi (personal

attitude), Norma subjektif (subjective norm) dan persepsi kontrol perilaku (perceived

behavioral control). Semua elemen-elemen tersebut saling mempengaruhi niat

berwirausaha baik secara langsung maupun tidak langsung.

Faktor dipilih sebagai konstruk (variabel laten) yaitu kontruk niat

berwirausaha (Y) dipengaruhi secara langsung oleh sikap pribadi (X1), norma

subjektif (X2) dan persepsi kontrol perilaku (X3). Setiap konstruk mempunyai

variabel indikator (items), dimana indikator merupakan manifestasi terhadap

konstruk. Dengan demikian gambar diagram dari model dapat dilihat pada Gambar 1

(13)

Gambar 1. Model Penelitian

4.3 Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model)

4.3.1. Uji Validitas Model

Hasil output analisis pada Tabel 1 di bawah terlihat bahwa sebagian besar konstruk dengan indikator refleksif menghasilkan nilai loading factor > 0,70. Ini berarti bahwa indikator-indikator konstruk tersebut adalah valid. Nilai loading faktor yang paling tinggi ditunjukkan oleh indikator X1.3 untuk konstruk sikap pribadi 0,897099. Ternyata, ada delapan (8) indikator konstruk yang nilai loading faktornya lebih rendah dari 0,70 namun masih dapat diterima (dinilai valid) karena nilai loading faktor antara 0,5 – 0,7 untuk penelitian tahap awal atau yang bersifat exploratory (Chin, 1998 dalam Ghozali, 2006).

Tabel 1. FactorLoading

X1 X2 X3 Y

(14)

X1.4 0,586350 -0,209806 0,211424 0,430994

Berdasarkan Tabel 2 di bawah, nilai composite reliability yang dihasilkan oleh semua konstruk adalah sangat baik karena di atas > 0,70. Ini berarti bahwa semua indikator konstruk adalah reliabel atau memenuhi uji reliabilitas. Nilai composite reliability yang paling tinggi ditunjukkan oleh konstruk persepsi kontrol perilaku (X3) sebesar 0,908416. Dapat dilihat pula bahwa nilai composite reliability jauh lebih tinggi untuk semua konstruk dibandingkan dengan nilai cronbach alpha. Nilai cronbach alpha untuk semua konstruk adalah lebih besar dari 0,70. Oleh karena tidak ada nilai di bawah 0,70 maka dapat disimpulkan bahwa semua indikator konstruk adalah reliabel atau memenui uji realibitas.

(15)

Y 0,812672 0,709866

4.4 Evaluasi Model Pengaruh TPB Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa

Dari Gambar 3 di bawah terlihat bahwa nilai R-square variabel laten dependen/endogen (niat berwirausaha) sebesar 0,883. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa variabel konstruk niat berwirausaha yang dapat dijelaskan oleh sikap pribadi, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku sebesar 88,3%, sedangkan sisanya lagi 11,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar yang diteliti.

Gambar 2. Model PLS

Setelah uji nilai R-Squares, dapat dilanjutkan uji yang kedua dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi T-statistik.

(16)

X2 ->

Evaluasi model melalui prosedur bootstraping seperti yang ditunjukkan oleh Tabel 3 di atas, ternyata semua konstruk sikap pribadi, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa, dimana nilai T-statistik yang dihasilkannya lebih besar dari 1,96 (pada level 5%) yaitu berturut-turut sebesar 9,606820; 4,686144 dan 14,871739. Hal ini berarti bahwa semua konstruk tersebut merupakan konstruk dimensi pembentuk konstruk niat berwirauasaha mahasiswa.

Konstruk persepsi kontrol perilaku berpengaruh paling signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa, dimana nilai T-statistik yang dihasilkannya sebesar 14,871739 (> 1,96). Hal ini berarti bahwa konstruk persepsi kontrol perilaku merupakan pembentuk yang paling besar terhadap konstruk niat berwirausaha mahasiswa Unuversitas Tabanan.

Berdasarkan hasil penelitian di atas terdapat hal-hal yang perlu dibahas yaitu sebagai berikut.

1. Pengaruh sikap pribadi (X1) terhadap niat berwirausaha (Y)

Sikap memiliki peranan penting dalam menjelaskan bagaimana perilaku seseorang terhadap suatu objek. Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa sikap pribadi mahasiswa berpengaruh signifikan dan positif terhadap niat mahasiswa berwirausaha. Artinya apabila mahasiswa memiliki sikap yang positif, mahasiswa memiliki minat yang besar untuk melakukan wirausaha.

2. Pengaruh norma subjektif (X2) terhadap niat berwirausaha (Y)

(17)

atau kelompok yang berpengaruh bagi individu seperti orang tua, teman dekat, rekan kerja atau yang lainnya. Dapat pula diartikan bahwa tanggapan responden terhadap pendapat keluarga atau teman mereka anggap baik dan responden terpengaruh dengan pendapat yang diberikan oleh teman atau keluarga responden.

3. Pengaruh persepsi kontrol perilaku (X3) terhadap niat berwirausaha (Y) Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa persepsi kontrol perilaku (X3) memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap niat berwirausaha mahasiswa Untab. Ini menunjukkan bahwa perilaku mahasiswa untuk berwirausaha tidak hanya dikendalikan oleh dirinya sendiri, tetapi juga membutuhkan kontrol seperti berupa ketersediaan sumber daya dan kesempatan atau keterampilan tertentu. Hal ini dapat dipahami mengingat mahasiswa Untab belum cukup mendapatkan keterampilan dalam menyusun suatu perencanaan bisnis dan pengetahuan di bidang kewirauasahaan masih minim.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil análisis dan pembahasan di atas, maka diperoleh simpulan

sebagai berikut.

1) R-square variabel laten dependen/endogen (niat berwirausaha) sebesar 0,883

artinya seluruh faktor theory of planned behavior (TPB) dengan kontribusi

sebesar 88,3 persen sedangkan sisanya 11,7 persen dipengaruhi oleh faktor

lain yang tidak dimasukkan dalam model.

2) Secara parsial dapat diketahui bahwa sikap pribadi, norma subjektif dan

(18)

mahasiswa, dimana nilai T-statistik yang dihasilkannya lebih besar dari 1,96

(pada level 5%) yaitu berturut-turut sebesar 9,606820; 4,686144 dan

14,871739. Hal ini berarti bahwa semua konstruk tersebut merupakan

konstruk dimensi pembentuk konstruk niat berwirauasaha mahasiswa.

3) Konstruk persepsi kontrol perilaku berpengaruh paling signifikan terhadap

niat berwirausaha mahasiswa, dimana nilai T-statistik yang dihasilkannya

sebesar 14,871739 (> 1,96).

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang ada maka dapat

dikemukakan saran kepada seluruh pihak terkait baik dari Yayasan maupun Rektorat

agar memfasilitasi niat mahasiswa berwirausaha dengan menyediakan

pelatihan-pelatihan kewirausahaan, seminar kewirausahaan maupun penambahan mata kuliah

wajib untuk kewirausahaan sehingga Untab mampu mencetak wirausaha-wirausaha

muda.

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, Icek (1988). Attitudes, Personality, and Behavior. Milton-Keynes, England: Open University Press & Chicago, IL: Dorsey Press.

Ajzen, Icek (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, Vol. 50, 179-211

(19)

Anonimous, 2014, Model Theory Planned Behavior (TPB), (online),

http://www.tde.ie/ diakses 23 Desember 2015

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analis Multivariate dengan Program SPSS. Cetakan keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Ghozali, Imam dan Hengky Latan. 2012. Partial Least Squares. Konsep, Teknik dan Aplikasi. Semarang. Badan Penerbit: Undip.

Saiman, Leonardus. 2014. Kewirausahaan (Teori, Praktek, dan Kasus-kasus). Jakarta: Salemba Empat

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Supardi. 2005. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UII Press

Suyana Utama, Made. 2007. Aplikasi Analisis Kuantitatif. Denpasar: Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Gambar

Tabel 1. Factor Loading
Tabel 2. Reliability
Tabel 3. T Statistics
Tabel 3 di atas, ternyata semua konstruk sikap pribadi, norma subjektif dan persepsi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa ketiga variabel TPB yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh positif terhadap minat beli mahasiswi pada

Berkebalikan dengan hasil temuan sebelumnya bahwa norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan untuk menjadi praktisi akuntansi memiliki pengaruh terhadap

Pengaruh Penalaran Moral, Sikap, Norma Subyektif dan persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Whistleblowing Intention.. Tesis, Magister Sains dan Doktor Ilmu Ekonomi

Penelitian lain yang mendukung yaitu Sun dan Wang (2019) menyatakan bahwa kontrol perilaku mempunyai pengaruh positif terhadap niat berbelanja produk ramah

Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar persepsi atas kontrol yang dimiliki oleh seseorang, maka akan menurunkan niat orang itu untuk tidak patuh terhadap pajak. Pengaruh kontrol

Berdasarkan hasil análisis dan pembahasan di atas, maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1) R-square variabel laten dependen/endogen (niat berwirausaha) sebesar 0,883 artinya

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa faktor norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku tidak berhubungan signifikan dengan intensi karyawan untuk

Tujuan dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji hubungan antara teori variabel perilaku terencana sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat, dan kepatuhan wajib pajak