1
EFEK PEMBENTUKAN KOMUNITAS BELAJAR MANDIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA DI KABUPATEN SORONG
Susana Ambar Rita Aimi1, Azhari Ridho1, Aung Sumbono1,2
1
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Muhammadiyah Sorong 2
Laboratorium Kimia STKIP Muhammadiyah Sorong
Email: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek Komunitas Belajar Mandiri terhadap prestasi belajar biologi siswa SMA di Kabupaten Sorong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dikaji secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Aimas dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas, pada bulan April sampai dengan Juni 2014 dengan menggunakan populasi 169 siswa tahun ajaran 2013/2014. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X-XI sebanyak 49 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis, yang sebelumnya diuji menggunakan uji Reliabilitas dan uji Validitas. Hasil uji validitas berdasarkan hasil uji Tim Biologi Indonesia tahun 2010 dan 2011, instrumen yang digunakan valid. Sampel berdistribusi tidak semua homogen dan data tes terulis tidak semua berdistribusi normal. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Prestasi SMAN 2 Aimas lebih baik sesuai hasil tes tertulis dengan rata-rata presentase adalah 0,83 dan perubahan terjadi pada 6 siswa dari 12 siswa atau 50%. Walaupun hasil uji t two sample dependent thitung < ttable (-1,395 < 2.262). (2) Hasil uji MAM Aimas t two
sample dependent nilai probabilitas < 0,05 (0,038 < 0,05), (3) Perbandingan prestasi antara siswa SMAN 2 Aimas dan MAM Aimas sesuai hasil uji Mann-Whitney nilai probabilitas < 0,05 (0,005 < 0,05). Jadi, Komunitas Belajar Mandiri berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap prestasi siswa.
Kata kunci: komunitas, mandiri, sorong
ABSTRACK
This study aims to determine the effect of Independent Learning Communities to learning achievement in high school biology students Sorong Regency. The method used is an experimental method that quantitatively and qualitatively assessed. The experiment was conducted at SMAN 2 Aimas and Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas, in April to June 2014 by using the population of 169 students of the school year 2013/2014. The sample used is a class X-XI by 49 students. The instrument used was a written test, which was previously tested using the test reliability and validity testing. Validity test results based on test results Biology Indonesia Team in 2010 and 2011, the instrument used is valid. The sample distribution is not all homogeneous and test data terulis not all normally distributed. The results showed that (1) Achievement of SMAN 2 Aimas better correspond with the results of the written test average was 0.83 and the percentage change occurred in 6 students out of 12 students or 50%. Although the two-sample t test results dependent thitung <ttable (-1.395 <2,262). (2) Test results MAM Aimas two sample t-dependent probability value <0.05
(0.038 <0.05), (3) comparison of achievement between students of SMAN 2 Aimas and MAM Aimas corresponding results of the Mann-Whitney test probability value <0.05 (0.005 <0.05). Thus, the Community Independent Study but not significant effect on student achievement..
Keywords: community, self-learning, sorong
1 PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi-potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara[1]. Pendidikan
nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman
(UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003)[1]. Pendidikan di
Indonesia merupakan suatu pengaruh untuk bangsa Indonesia yang menjadikan Indonesia menjadi lebih maju dan berkembang [2].
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Papua Barat melalui unit utamanya, memiliki
berbagai program prioritas untuk mencapai
2
di Provinsi Papua Barat. Upaya Kementrian Pendidikan & Kebudayaan untuk meningkatkan terus pelayanan pendidikan kepada masyarakat tersebut, terkait dengan mutu [3].
Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Departemen Pendidikan Nasional adalah dengan
menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional
(OSN). Penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, kemampuan kreatifitas, menanamkan sikap disiplin ilmiah serta kerja keras para remaja
untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi [4].
Beberapa siswa SMA di Kabupaten Sorong akan diutus untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional, khususnya Olimpiade Sains Biologi. Siswa yang diutus harus menguasai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilombakan, sehingga perlu adanya ekstrakurikuler/komunitas belajar mandiri untuk mempersiapkan siswa dalam mengikuti ajang Olimpiade Sains tersebut.
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan
pendidikan di luar jam pelajaran yang ditujukan untuk membantu perkembangan peserta didik, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka
melalui kegiatan yang secara khusus
diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga
kependidikan yang berkemampuan dan
berkewenangan di sekolah[5]. Adapun tujuan
kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam Permendiknas No. 39 Tahun
2008[6], yaitu: a) Mengembangkan potensi siswa
secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreativitas; b) Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan; c)Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat; d) Menyiapkan siswa agar menjadi
warga masyarakat yang berakhlak mulia,
demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia
dalam rangka mewujudkan masyarakat madani [5].
Tetapi SMA di Kabupaten Sorong belum ada wadah komunitas belajar mandiri Olimpiade Sains. Beberapa upaya untuk membentuk wadah kegiatan persiapan mengikuti olimpiade seperti les privat[7], tambahan jam belajar[8], pelatihan[9], kursus[10], otodidak yaitu proses belajar secara mandiri tanpa
melalui kurikulum maupun guru[9]. Namun dari
semua alternatif tersebut belum memaksimalkan usaha mandiri siswa. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibentuk suatu perkumpulan/komunitas belajar bersama atau disebut Komunitas Belajar Mandiri. Komunitas Belajar Mandiri untuk Olimpiade Sains, yang salah satu mata pelajaran yang dilombakan yakni Biologi. Selain dari itu, perlu dilakukan riset tentang Efek Pembentukan Komunitas Belajar Mandiri terhadap Prestasi Belajar Biologi siswa
SMA di Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui efek pembentukan Komunitas Belajar Mandiri terhadap prestasi belajar biologi siswa di SMAN 2 Aimas, 2) untuk mengetahui efek pembentukan Komunitas Belajar Mandiri terhadap prestasi belajar biologi siswa di MAM Aimas, mengetahui perbandingan prestasi siswa antara SMAN 2 Aimas (S2A) dan MA Muhammadiyah Aimas (MAM) dan SMA YPK Bethel (SYB) setelah pembentukan Komunitas Belajar Mandiri.
2 METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian ini adalah penelitian
eksperimen. Penelitian ini dikaji secara kuantitatif dan kualitatif. Alur penelitian ditampilkan pada Gambar 2.1.
Keterangan:
EKS = Kelompok Eksperimen KTRL = Kelompok Kontrol
P.I.A = Perlakuan Instrumen Awal (Tes tertulis) KBM = Komunitas Belajar Mandiri
P.I.AK = Perlakuan Instrumen Akhir (Tes tertulis akhir)
Gambar 2.1. Alur Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di S2A berjumlah 124 siswa, dan MAM berjumlah 45 siswa, tahun ajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA dan kelas XI IPA di S2A, dan MAM meliputi S2A terdiri dari kelompok eksperimen 10 siswa dan kelompok kontrol 18 siswa, MAM terdiri dari kelompok eksperimen 10 siswa dan kelompok kontrol 11 siswa. Materi penelitian ini adalah soal-soal Olimpiade Sains Nasional Biologi dan materi-materi pendukung yang relevan.instrumen yang digunakan adalah tes
tertulis, wawancara, angket respon guru,
dokumentasi. Instrumen tes tertulis diuji sebelum digunakan dengan uji tingkat kesukaran butir soal, uji daya pembeda butir soal, uji validitas dan uji reliabilitas.
Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di
SMA Negeri 2 Aimas. Madrasah Aliyah
3
Aimas yang berada di Kabupaten Sorong. Aktivitas penelitian ini secara keseluruhan dilaksanakan sejak bulan April sampai dengan bulan Juni 2014.
Teknik analisa data terbagi atas 2 bagian, yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat terdiri dari tingkat kesukaran soal dan daya pembeda, uji normalitas, uji homogenitas, uji reliabilitas, uji validitas.. Uji hipotesis terdiri dari uji t two sample dependent, uji t two sample independent, uji
wilcoxon sign rank dan uji uji mann-whitney. Perhitungan menggunakan uji Anatese 04 dan SPSS 17.
3 PEMBAHASAN
Instrumen tes tertulis awal dan tes tertulis akhir diuji lebih dahulu menggunakan uji prasyarat sebelum diberlakukan ke sampel penelitian untuk mengetahui tingkat kesukaran soal, daya pembeda, validitas soal dan reliabilitas soal agar diketahui apakah instrumen tersebut layak atau tidak untuk digunakan sebagai suatu instrumen. Tes tertulis awal dan tes tertulis akhir diujikan kepada 15 siswa di S2A. Data hasil tes tertulis uji instrumen di diperoleh data seperti pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1. Hasil uji instrumen awal dan instrumen akhir
Berdasarkan analisis hasil uji tertulis awal dari 15 siswa di luar sampel penelitian didapatkan hasil yakni memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 11 siswa, dan memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 4 siswa.
Data hasil penelitian ini berupa tes tertulis awal dan tes tertulis akhir pada kelas kontrol dan eksperimen tiap-tiap sekolah. Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut:
Penelitian di S2A diperoleh hasil tes tertulis awal dan akhi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen seperti Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Hasil Tes Tertulis awal dan akhir SMAN 2 Aimas kelompok kontrol memperoleh nilai antara 0 sampai 6 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 10 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 7 siswa, dan
memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa. Pada tes tertulis akhir kelompok kontrol diperoleh hasil nilai antara 0 sampai 6 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 7 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 4 siswa, dan memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa. Sedangkan pada tes tertulis awal kelompok eksperimen diperoleh nilai antara 0 sampai 6 yakni yang memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 4 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 5 siswa dan memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa. Pada tes tertulis akhir kelompok eksperimen diperoleh hasil antara 0 sampai 8 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 3 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 7 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 6,1 sampai 8,0 sebanyak 1 siswa.
Penelitian di MAM diperoleh hasil tes tertulis awal dan akhir pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen seperti Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Hasil Tes Tertulis Awal dan Akhir MAM Aimas
Tes tertulis awal kelompok kontrol diperoleh hasil berupa nilai antara rentang 0 sampai 6 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 6 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 4 siswa, dan memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa. Pada tes tertulis akhir diperoleh nilai antara rentang 0 sampai 6 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 7 siswa, memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 7 siswa, dan memperoleh nilai dengan rentang 4,1 sampai 6,0 sebanyak 1 siswa. Sedangkan hasil tes tertulis awal kelompok eksperimen diperoleh antara rentang 0 sampai 4 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 3 siswa dan memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 7 siswa. Pada tes tertulis akhir diperoleh nilai antara rentang 0 sampai 4 yakni memperoleh nilai dari 0,0 sampai 2,0 sebanyak 5 siswa, dan memperoleh nilai dengan rentang 2,1 sampai 4,0 sebanyak 1siswa.
Hasil angket respon guru ditampilkan seperti pada Tabel 3.3.
4
Rata-rata terendah pada item 1 sebesar 2,33. Sedangkan MAM menunjukkan dari 10 item pernyataan diperoleh jumlah tertinggi yaitu pada item 1, 3, 5, dan 9 sebesar 12. Jumlah terendah yaitu pada item 4 sebesar 9. Sedangkan, pada skor rata-rata diperoleh rata-rata-rata-rata tertinggi pada item 1, 3, 5, dan 9 sebesar 4. Rata-rata terendah pada item 4 sebesar 3.
Tabel 3.3 Hasil Angket Respon Guru PERNYATAAN
Uji analisis data penelitian meliputi beberapa uji yaitu uji prasyarat (uji reliabilitas, validitas, normalitas, homogenitas), dan uji hipotesis (uji t, uji
Wilcoxon Sign Rank, dan uji Mann-Whitney). Tes tertulis awal diuji tingkat kesukarannya kepada 15 siswa yang bukan sampel penelitian sebelum diberlakukan ke sampel penelitian.
Hasil analisis tes tertulis awal yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kesukaran pada soal nomor 6 adalah sangat sukar, soal nomor 1 dan 4 adalah sukar, soal nomor 2, 3, 5, 8, dan 9 adalah sedang, serta soal 7 dan 10 adalah mudah. Sedangkan hasil analisis tes tertulis akhir yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kesukaran pada soal nomor 3 dan 6 adalah sangat sukar, soal nomor 1, 4 dan 8 adalah sukar, soal nomor 2, 5, 9 dan 10 adalah sedang, serta soal 7 adalah mudah. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa soal dapat digunakan untuk instrumen dalam penelitian. Hasil analisis tes tertulis awal menunjukkan bahwa nilai daya pembeda soal (t DP %) yakni antara 0 sampai dengan 50. Soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8 menunjukkan memiliki daya pembeda yang cukup. Sedangkan soal yang dianggap memiliki daya pembeda yang jelek adalah soal nomor 7, 9, dan 10. Hasil analisis daya pembeda soal dianggap cukup.
Sedangkan Hasil analisis tes tertulis akhir
menunjukkan bahwa nilai daya pembeda soal (t DP %) yakni antara 0 sampai dengan 50. Soal nomor 2 dan 9 menunjukkan daya pembeda yang baik. Soal nomor 1, 3, dan 10 menunjukkan memiliki daya pembeda yang cukup. Sedangkan soal yang dianggap memiliki daya pembeda yang jelek adalah soal nomor 5, 6, 7, dan 8. Hasil analisis daya pembeda soal dianggap cukup.
Hasil uji reliabilitas tes tertulis awal dan akhir ditampilkan pada Tabel 3.5 yang menyatakan bahwa
instrumen dianggap reliable dan dapat digunakan
sebagai instrumen.
Hasil analisis validitas tes tertulis awal dan akhir ditampilkan pada Tabel 3.5 menyatakan bahwa instrument tidak valid. Tetapi, soal tes tertulis tersebut merupakan Soal Olimpiade Sains Biologi yang telah diuji validasinya oleh Tim Biologi Indonesia tahun 2010 dan 2011.
Pada hasil uji normalitas ditampilkan pada Tabel 3.5 yang menyatakan bahwa kelompok kontrol awal dan akhir, eksperimen awal dan akhir S2A, kelompok kontrol awal dan akhir MAM penyebaran data yang dihasilkan adalah berdistribusi normal. Sedangkan penyebaran data di kelompok eksperimen awal dan akhir MAM dinyatakan tidak normal.
Uji homogenitas sampel diperoleh hasil seperti ditampilkan pada Tabel 3.5 yang menyatakan bahwa uji sampel S2A tidak homogen, uji sampel MAM homogen, dan uji sampel antar sekolah homogen.
Hasil uji hipotesis ditampilkan pada Tabel
3.5 yang menyatakan bahwa Ho diterima adalah
pada kelompok kontrol dan eksperimen S2A, kelompok kontrol MAM. Sedangkan Ho ditolak adalah pada kelompok kontrol terhadap kelompok eksperimen S2A, kelompok eksperimen MAM, kelompok kontrol terhadap kelompok eksperimen MAM, perbandingan kelompok eksperimen antar sekolah.
Hasil analisis instrumen tes tertulis awal menunjukkan bahwa tingkat kesukaran dari 10 soal, 5 soal dinyatakan sedang dan 2 soal dinyatakan mudah, maka soal tersebut dapat digunakan sebagai
instrumen penelitian. Daya pembeda soal
menunjukkan bahwa dari 10 soal, 3 soal memiliki daya pembeda yang baik dan 4 soal memiliki daya pembeda yang cukup dan dinyatakan signifikan, maka soal tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil analisis instrumen tes tertulis akhir menunjukkan bahwa tingkat kesukaran dari 10 soal, 4 soal dinyatakan sedang, 3 soal dinyatakan sukar dan 1 soal dinyatakan mudah, maka soal tersebut dapat digunakan sebagai
instrumen penelitian. Daya pembeda soal
menunjukkan bahwa dari 10 soal, 2 soal memiliki daya pembeda yang baik dan 4 soal memiliki daya pembeda yang cukup dan dinyatakan signifikan, maka soal tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.
Hasil uji reliabilitas tes tertulis awal dan tes tertulis akhir menunjukkan hasil realiable, karena soal tersebut dapat diukur secara konsisten/tetap
sehingga dapat digunakan sebagai instrumen
5
2011dan Tingkat Kabupaten Tahun 2012, maka soal tersebut dinyatakan valid karena sudah diuji kevalidannya oleh Tim Olimpiade Biologi Indonesia tahun 2010 dan tahun 2011. Kevalidan instrumen ini termasuk sebagai jenis Validitas Logis, yaitu valid karena instrumen tersebut secara penalaran sudah dirancang secara baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada (Arikunto, 2009:65). Dari hasil uji prasyarat maka instrumen dinyatakan layak untuk instrumen suatu penelitian.
Hasil uji sampel SMAN 2 Aimas menunjukkan bahwa sampel antar kelompok dinyatakan tidak homogen, karena pemilihan sampel kelompok eksperimen adalah 5 siswa dari kelas XA dan 5 siswa XI IPA yang rata-rata nilainya lebih baik dari siswa yang lain, tetapi perbedaan nilai yang tidak signifikan maka sampel dapat digunakan sebagai sampel penelitian. Hasil uji sampel MAM Aimas menunjukkan bahwa sampel antar kelompok dinyatakan homogeny. Hasil uji sampel SMAN 2 Aimas terhadap sampel MAM Aimas menunjukkan bahwa sampel antar kelompok dinyatakan homogen, sehingga sampel dapat digunakan sebagai sampel penelitian.
Data-data diperoleh dari hasil tes tertulis semuanya di uji kenormalan penyebaran datanya. Hasil uji normalitas tersebut dijadikan sebagai patokan untuk mengambil keputusan pada uji
selanjutnya yaitu uji hipotesis. Uji normalitas menunjukkan bahwa tidak semua data berdistribusi normal sehingga uji hipotesis data berdistribusi normal menggunakan uji parametrik yaitu uji t two sample dependent dan uji ttwo sample independent
sedangkan data yang tidak berdistribusi normal
menggunakan uji nonparametrik yaitu uji Wilcoxon
Sign Rank dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian dari kelompok kontrol S2A diperoleh fakta tidak adanya perbedaan hasil tes tertulis awal dan akhir. Bukti tidak mengalami perbedaan adalah dari hasil perhitungan statistik dalam uji hipotesis. Hasil analisis uji hipotesis diperoleh fakta bahwa hipotesa tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa pada tes tertulis awal dan akhir kelompok kontrol karena tidak diberlakukan Komunitas Belajar Mandiri di kelompok tersebut, sehingga prestasi siswa tidak ada perubahan seperti terlihat pada grafik Gambar 3.2. Gambar 3.2 menunjukkan bahwa dari 12 siswa, 5 siswa memperoleh nilai awal dan akhir yang sama, 5 siswa memperoleh nilai akhir lebih rendah dari nilai awal, 1 siswa memperoleh nilai akhir lebih tinggi dari nilai awal, dan 1 siswa tidak mengikuti tes awal dan didukung hasil wawancara guru yang menyatakan bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran dan tidak ada inisiatif untuk belajar sendiri.
Tabel 3.5 Analisis Penelitian
Komponen Uji Nilai Uji Nilai banding Keputusan
Reliabilitas Angket Awal Reliabilitas r hitung -9,899 > r tabel = 0,7155 reliabel
Reliabilitas Angket Akhir Reliabilitas r hitung -2,749 > r tabel = 0.7155 reliabel
Homogenitas SMAN 2 Aimas Homogenitas 0,002 < 0.01 Tidak homogen
Homogenitas MAM Aimas Homogenitas 0,454 >0.01 Homogen
Homogenitas Antar sekolah Homogenitas 0,850 > 0.01 Homogen
Normalitas Kelompok Kontrol Awal SMAN 2 Aimas Kolmogorov-smirnov 0.113 > 0.05 Normal
Normalitas Kelompok Kontrol Akhir SMAN 2 Aimas Kolmogorov-smirnov 0.118 > 0.05 Normal
Normalitas Kelompok Eksperimen Awal SMAN 2 Aimas Kolmogorov-smirnov 0.158 > 0.05 Normal Normalitas Kelompok Eksperimen Akhir SMAN 2 Aimas Kolmogorov-smirnov 0.200 > 0.05 Normal
Normalitas Kelompok Kontrol Awal MAM Aimas Kolmogorov-smirnov 0.200 > 0.05 Normal
Normalitas Kelompok Kontrol Akhir MAM Aimas Kolmogorov-smirnov 0.141 < 0.05 Normal
Normalitas Kelompok Eksperimen Awal MAM Aimas Kolmogorov-smirnov 0.004 > 0.05 Tidak Normal
Normalitas Kelompok Eksperimen Akhir MAM Aimas Kolmogorov-smirnov 0.004 > 0.05 Tidak Normal Hipotesis Kelompok Kontrol SMAN 2 Aimas t two sampel dependent hitung = 0,000 < table = 2,201 H0 diterima Hipotesis Kelompok Eksperimen SMAN 2 Aimas t two sampel dependent hitung = -1,395 table = 2,262 Ho diterima Hipotesis Kelompok Kontrol terhadap Kelompok Eksperimen SMAN 2 Aimas t two sampel independent hitung = 2,184 table = 2,074 H0 ditolak Hipotesis Kelompok Kontrol MAM Aimas t two sampel dependent t hitung = 0,377 < table = 2,228 H0 diterima Hipotesis Kelompok Eksperimen MAM Aimas Wilcoxon sign rank test P = 0,038 = 0,05 H0 ditolak Hipotesis Kelompok Kontrol terhadap Kelompok Eksperimen MAM Aimas Mann Whitney P = 0,029 < 0,05 Ho ditolak Hipotesis antar Kelompok Eksperimen SMAN 2 Aimas dan MAM Aimas Mann Whitney P = 0,005 < 0,05 Ho ditolak
Gambar 3.2 Tidak ada perbedaan nilai tes awal
danakhir kelompok kontrol SMAN 2 Aimas
Hasil analisis uji hipotesis kelompok
eksperimen S2A sesuai perhitungan statistik
diperoleh fakta bahwa hipotesa prestasi belajar siswa
sebelum dan sesudah dilakukan Komunitas Belajar Mandiri pada kelompok eksperimen sama. Tetapi, 10 siswa yang ditetapkan mengikuti pembentukan komunitas belajar mandiri, ada 2 siswa yang tidak mengikuti, tetapi ada 4 siswa yang berminat mengikuti Komunitas Belajar Mandiri sehingga bertambah jumlahnya menjadi 12. Hasil tersebut sesuai dengan grafik Gambar 3.3. Grafik Gambar 3.4 menunjukkan bahwa ada hasil tes tertulis awal dan akhir beberapa siswa yang mengalami perubahan yaitu siswa nomor 1, 2, 7, 8, 10 dan 12, walaupun perubahan tersebut tidak signifikan. Perbedaan hanya bergeser dari rata-rata 2,67 menjadi 3,5. Jumlah siswa yang mengalami perubahan hasil tertulis sebanyak 6 siswa dari 12 siswa atau 50%, serta hasil wawancara salah satu 0
2 4 6
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Nila
i
Siswa
6
siswa yang mengikuti Komunitas Belajar Mandiri yaitu Rizma yang menyatakan mereka sangat terbantu dengan adanya komunitas belajar mandiri, karena bisa bertukar informasi, saling membantu untuk mencari sumber-sumber materi yang belum dijelaskan oleh guru.
Gambar 3.3 Jumlah siswa di awal dan akhir
penelitian yang mengikuti Komunitas
Belajar Mandiri.
Gambar 3.4 Perbedaan Prestasi Sebelum dan Sesudah Pembentukan Komunitas Belajar Mandiri.
Hasil penelitian tes tertulis akhir kelompok
kontrol terhadap kelompok eksperimen S2A
diperoleh fakta ada perbedaan prestasi belajar siswa.
Dibuktikan dengan perolehan nilai yang
menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 2,33 lebih rendah dari nilai rata-rata kelompok eksperimen yaitu 3,5 karena kelompok
kontrol tidak mengikuti komunitas belajar
dibandingkan kelompok eksperimen. Hal ini dibuktikan juga dengan hasil angket respon guru yang menyatakan bahwa komunitas belajar sangat
menarik minat siswa untuk belajar dan
meningkatkan prestasi siswa. Hasil perbandingan terlihat seperti pada grafik Gambar 3.5.
Gambar 3.5 Perbedaan prestasi siswa kelompok
kontrol terhadap kelompok eksperimen SMAN 2 Aimas
Hasil penelitian dari kelompok kontrol MAM diperoleh fakta tidak adanya perbedaan hasil tes tertulis awal dan akhir. Bukti tidak mengalami perbedaan adalah dari hasil perhitungan statistik dalam uji hipotesis. Hasil analisis uji hipotesis diperoleh fakta bahwa hipotesa tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa pada tes tertulis awal dan akhir
kelompok kontrol karena tidak diberlakukan Pembentukan Komunitas Belajar Mandiri di kelompok tersebut, sehingga prestasi siswa tidak ada perubahan seperti terlihat pada grafik Gambar 3.6. Gambar 3.6 menunjukkan bahwa dari 21 siswa, 1 siswa memperoleh nilai awal dan akhir yang sama, 1 siswa memperoleh nilai akhir lebih rendah dari nilai awal, 1 siswa memperoleh nilai akhir lebih tinggi dari nilai awal, 10 siswa tidak mengikuti tes awal, 5 siswa tidak mengikuti tes akhir, dan didukung hasil wawancara guru yang menyatakan bahwa siswa kurang disiplin dalam mengikuti pelajaran (sering terlambat masuk kelas) dan tidak ada inisiatif untuk belajar sendiri.
Gambar 3.6 Hasil awal dan akhir kelompok kontrol MAM Aimas
Hasil analisis uji hipotesis kelompok
eksperimen MAM sesuai perhitungan statistik diperoleh fakta bahwa hipotesa prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah dilakukan Komunitas Belajar Mandiri pada kelompok eksperimen tidak sama. Perbedaan prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa nilai tes awal lebih tinggi daripada setelah
diberlakukan Komunitas Belajar Mandiri di
kelompok eksperimen dapat dilihat pada grafik Gambar 3.7. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pada awal pembentukan berjumlah 10 siswa tetapi saat berjalannya Komunitas Belajar Mandiri 4 siswa tidak mengikuti lagi, sehingga hanya tersisa 6
siswa. Dan prestasi siswa yang mengikuti
Komunitas Belajar Mandiri juga terjadi perbedaan yaitu nilai tes akhir lebih rendah daripada nilai tes awal yaitu hasil tes tertulis 2 siswa atau 33,33% tetap dan 4 siswa atau 66,67% lebih rendah. Perbedaan prestasi belajar dikarenakan minat belajar yang rendah sesuai pernyataan guru di wawancara.
7
Komunitas Belajar Mandiri pada
kelompok Eksperimen MAM Aimas Hasil analisis uji hipotesis kelompok kontrol terhadap kelompok eksperimen MAM sesuai perhitungan statistik diperoleh fakta bahwa hipotesa prestasi belajar siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah tidak sama. Perbedaan prestasi belajar siswa menunjukkan bahwa terjadi
pengurangan jumlah sampel di kelompok
eksperimen juga hasil akhir kelompok eksperimen lebih rendah dapat dilihat pada Gambar 3.8.
Gambar 3.8 Perbedaan Prestasi Kelompok Kontrol
terhadap Kelompok Eksperimen MAM Aimas
Pengurangan jumlah peserta komunitas belajar mandiri sebanding dengan pernyataan guru pada
hasil wawancara serta foto kegiatan yang
menunjukkan bahwa siswa tidak fokus dalam belajar secara mandiri.
Hasil penelitian antara SMA Negeri 2 Aimas, dan MAM Aimas diperoleh fakta adanya perbedaan. Hasil menunjukkan bahwa pada akhir penelitian jumlah sampel di SMAN 2 Aimas lebih baik dibandingkan di MAM Aimas yang justru lebih rendah. Juga hasil akhir lebih baik di SMAN 2 Aimas dibanding hasil akhir di MAM Aimas. Selain itu dibuktikan juga dari hasil analisis uji hipotesis diperoleh fakta bahwa hipotesa Prestasi siswa SMAN 2 Aimas dan MAM Aimas tidak sama.
Hal ini seirama dengan penelitian Desy Puspa
Rahayu dengan judul pengaruh model
pembelajaran tutor sebaya tipe peer assisted
learning strategies (pals) pada komunitas belajar
online terhadap hasil belajar teknologi informasi dan komunikasi yang menyatakan bahwa siswa yang
mengikuti pembelajaran Tutor Sebaya Tipe Peer
Assisted Learning Strategies (Pals) pada komunitas belajar online memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi dan dapat meningkatkan prestasi belajar TIK di SMA Pasundan 2 Bandung. Seirama juga dengan penelitian Anita dan Zakaria yang berjudul Pengaruh Hasil Belajar Mata Pelajaran Program Produktif dan Kemandirian Belajar terhadap prestasi Praktik Kerja Industri siswa kelas XII Program Studi Keahlian Teknik Elektronika di SMK Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 yang menyatakan bahwa (1) terdapat pengaruh positif kemandirian belajar terhadap prestasi Praktik Kerja Industri siswa kelas
XII Program Studi Keahlian Teknik Elektronika di
SMK Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran
2012/2013. (2) Terdapat pengaruh positif hasil belajar mata pelajaran program produktif dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap prestasi Praktik Kerja Industri siswa kelas XII Program Studi Keahlian Teknik Elektronika di SMK Negeri 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Sumbangan efektif hasil belajar mata pelajaran program produktif.
4 Kesimpulan
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Hasil tes tertulis awal dan akhir kelompok
kontrol SMAN 2 Aimas tidak ada perbedaan.
Dibuktikan dengan hasil uji t two sample
dependent hasil thitung < ttabel (0,000 < 2,201), maka hipotesis yang diterima adalah tidak ada perbedaan prestasi tes tertulis awal terhadap tes tertulis akhir pada kelompok kontrol.
2. Prestasi kelompok eksperimen SMAN 2 Aimas
sebelum dan sesudah pembentukan komunitas belajar mandiri ada perbedaan. Dibuktikan dengan perubahan lebih baik hasil tes tertulis dengan rata-rata presentase adalah 0,83 dan perubahan terjadi pada 6 siswa dari 10 siswa
atau 60%. Walaupun hasil uji t two sample
dependent hasil thitung < ttable (-1,395 < 2.262), yang menyatakan bahwa hipotesis yang diterima adalah tidak ada perbedaan prestasi tes tertulis awal terhadap tes tertulis akhir pada kelompok eksperimen.
3. Perbandingan prestasi kelompok kontrol
terhadap kelompok eksperimen di SMAN 2 Aimas ada perbedaan, prestasi siswa kelompok
eksperimen lebih baik dengan adanya
komunitas belajar mandiri. Dibuktikan dengan hasil uji t two sample independent hasil thitung > ttable (2,184 > 2,074), maka hipotesis yang diterima adalah ada perbedaan hasil akhir antara kelompok yang tidak diberlakukan Komunitas Belajar Mandiri terhadap kelompok yang mengikuti Komunitas Belajar Mandiri.
4. Hasil tes tertulis awal dan akhir kelompok
kontrol pada MAM Aimas tidak ada perbedaan.
Dibuktikan dengan hasil uji t two sample
dependent hasil thitung < ttable (0,377 < 2,228), maka hipotesis yang diterima adalah tidak ada perbedaan prestasi tes tertulis awal terhadap tes tertulis akhir pada kelompok kontrol.
5. Prestasi kelas eksperimen MAM Aimas
sebelum dan sesudah pembentukan komunitas belajar mandiri tidak ada perbedaan. Dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank hasil nilai probabilitas < 0,05 (0,038 < 0,05), maka hipotesis yang diterima adalah tidak ada perbedaan prestasi tes tertulis awal terhadap tes tertulis akhir pada kelompok eksperimen.
46.67% 46.67%
6.67% 83.33%
16.67%
0 2 4 6 8
0,0 - 2,0 2,1 - 4,0 4,1 - 6,0 6,1 - 8,0 8,1 - 10,0
Ju
m
lah
S
is
w
a
Rentang nilai
8
6. Perbandingan prestasi kelompok kontrol
terhadap kelompok eksperimen di MAM Aimas ada perbedaan. Dibuktikan dengan hasil uji
Mann-Whitney hasil nilai probabilitas < 0,05 (0,029 < 0,05), maka hipotesis yang diterima adalah ada perbedaan hasil akhir antara kelompok yang tidak diberlakukan Komunitas Belajar Mandiri terhadap kelompok yang mengikuti Komunitas Belajar Mandiri.
7. Perbandingan prestasi siswa di SMAN 2 dan
MAM Aimas setelah dibentuk Komunitas Belajar Mandiri ada perbedaan. Dibuktikan
dengan hasil uji Mann-Whitney hasil nilai
probabilitas < 0,05 (0,005 < 0,05), maka hipotesis yang diterima adalah ada perbedaan prestasi siswa di SMAN 2 Aimas dibandingkan prestasi siswa di MAM Aimas.
8. Komunitas Belajar Mandiri tidak berpengaruh
signifikan terhadap prestasi siswa karena faktor yaitu minat belajar siswa yang rendah dan fasilitas yang dimiliki siswa di setiap sekolah berbeda.
5 DAFTAR PUSTAKA
[1]
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
[2]Koran Indonesia.Conscientizacao Paulo Freire
Dan Mutu Pendidikan Kita
[3]
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Program Pendidikan Prioritas Untuk Papua dan Papua Barat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. 2014
[4] Sutikno
. Sistem Pendukung Keputusan Metode Ahp Untuk Pemilihan Siswa Dalam Mengikuti Olimpiade Sains Di Sekolah Menengah Atas. Program Studi Ilmu Komputer FMIPA UNDIP Semarang
[5] Supriatna, M
. Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler. Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan. 2010.
[6]
Kemendikbud. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39. 2008.
[7]
Heyneman, SP. Private Tutoring And Social
Cohesion. Peabody Journal Of Education.
86:183-188. 2011.
[8]
Ryan, M, dkk. Micro-Level Determinants Of Lecture Attendance And Additional Study-Hours. 2010
[9] Wardhani, E
. Perpustakaan Sebagai Tempat Pembelajaran Seumur Hidup (“Life Long
Learning”). Fakultas Adab, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[10]
Emst, J. V. A Comparison of Traditional and Hybrid Online Instructional Presentation in
Communication Technology. Journal of