PERKEMBANGAN ISLAM DI NEGARA EROPA
(SPANYOL) DAN NASIB MUSLIM MASA KINI
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu : Maisyanah, M.Pd.I
Disusun Oleh:
Kelompok 4
1. Zulfia Kholifah (1510310003) 2. Agustina (1510310009) 3. Anis Rufaidah (1510310035)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH ( PGMI )
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Eropa. Islam kini makin mendapat tempat di hati masyarakat Eropa. Sejak menyebarnya Islam ke Eropa pada abad ke-7 M melalui Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Thariq bin Ziyad, panglima tentara dari Dinasti Bani Umayyah, benua putih dan biru itu seakan menjadi lahan subur penyebaran dakwah dan syiar Islam.
Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Sebuah angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam. Data ini diungkapkan oleh Pew Research Center.
Hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur.1
Salah satu negara yang mampu memberi kemajuan terhadap Eropa disebabkan oleh pemerintahan Islam adalah Spanyol. Pada periode klasik, ketika Islam mencapai masa yang sangat penting, menyaingi Baghdad di Timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di
perguruan-perguruan tinggi Islam di sana. Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa. Karena
itu, kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan.
1
2
B.Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan Islam di Negara Spanyol dan nasib muslim Spanyol masa kini?
2. Bagaimana analisis dari perkembangan Islam di Negara Spanyol? 3. Apa saja ibroh dari perkembangan Islam di Negara Spanyol?
C.Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perkembangan Islam di Negara Spanyol dan nasib muslim Spanyol masa kini.
2. Untuk menganalisis perkembangan Islam di Negara Spanyol.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A.Perkembangan Islam di Negara Spanyol dan Nasib Muslim Spanyol Masa
Kini
1. Masuknya Islam ke Spanyol
Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalusia.2
Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari dinasti Bani Umayyah. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Kholifah Abdul Malik (685-705 M). Kholifah Abdul Malik mengangkat Hasan ibn
Nu’man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Kholifah
al-Walid, Hasan ibn Nu’man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu provinsi dari Kholifah Bani Umayyah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai
tahun 30 H (masa pemerintahan Mu’awiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu Kerajaan Gothic.
2
4
Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah:
a. Tharif ibn Malik b. Thariq ibn Ziyad c. Musa ibn Nushair
Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang 500 orang di antaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visi Gothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.
Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Kholifah al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dalam pertempuran di Bakkah,3 Raja Roderick dapat dikalahkan. Dari situ seperti Cordova, Granada, dan Toledo (Ibukota kerajaan Goth saat itu).4 Kebudayaan Islam memasuki Eropa melalui beberapa jalan, antara lain melewati Andalusia. Ini karena kaum muslimin telah menetap di negeri itu sekitar 8 abad lamanya.
3
Bakkah adalah salah satu nama kota Makkah. Kata bakkah itu sendiri berasal dari kata bakka yabukku bakkah, yang artinya padat berdesak-desakan. (lihat Tafsir Ibnu Katsir)
4
5
Pada masa itu kebudayaan Islam di negeri itu mencapai puncak perkembangannya. Kebudayaan Islam di Andalusia mengalami perkembangan yang pesat di berbagai pusatnya, misalnya Cordova, Sevilla, Granada, dan Toledo.5
Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.
Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Kholifah Umar ibn Abdul Azis tahun 99 H/717 M, dengan sasarannya menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.
Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu
mudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal.
Faktor eksternalnya antara lain pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan yang menyedihkan.6 Begitu juga dengan adanya perebutan kekuasaan di antara elite pemerintahan, adanya konflik umat beragama yang menghancurkan kerukunan dan toleransi di antara mereka.7 Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, raja terakhir yang dikalahkan Islam. Awal kehancuran Ghot adalah ketika Raja roderick memindahkan ibukota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo diberhentikan begitu saja.
5
Abdul Mun’im Majid, Sejarah Kebudayaan Islam, Pustaka, 1997, hlm. 182.
6
Badri Yatim, Op.Cit, hlm. 91.
7
6
Hal yang menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang. Selain itu orang Yahudi yang selama ini tertekan juga telah mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum muslimin.
Adapun faktor internalnya yaitu suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh perjuangan dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu dan penuh percaya diri. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.
2. Perkembangan Islam di Spanyol
Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol itu dibagi menjadi enam periode yaitu:
a. Periode Pertama (711-755 M)
7
Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Di dalam etnis Arab sendiri terdapat dua golongan yang terus menerus bersaing yaitu suku Qaisy (Arab Utara) dan Arab Yamani (Arab Selatan). Perbedaan etnis ini seringkali menimbulkan konflik politik, terutama ketika tidak ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama. Periode ini berakhir dengan datangnya Abdurrahman ad-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/755 M.
b. Periode Kedua (755-912 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh Kholifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Ad-Dakhil (yang masuk ke
Spanyol). Ia berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini adalah Abdurrahman ad-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abdurrahman al-Ausath, Muhammad ibn Abdurrahman, Munzir ibn Muhammad, dan Abdullah ibn Muhammad. c. Periode Ketiga (912-1013 M)
8
Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada dalam kemelut. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk memakai gelar kholifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Karena itulah gelar ini dipakai mulai tahun 929 M. Kholifah-kholifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang yaitu:
1) Abdurrahman an-Nashir (912-961 M) 2) Hakam II (961-976 M)
3) Hisyam II (976-1009 M)
Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulah Abbasiyah di Baghdad. Abdurrahman an-Nashir mendirikan Universitas Cordova. Akhirnya pada tahun 1013 M, Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapuskan jabatan kholifah. Ketika itu Spanyol sudah terpecah dalam banyak sekali negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu. d. Periode Keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Muluk
9 e. Periode Kelima (1086-1248 M)
Pada periode ini, Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun
(1146-1235 M).
Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakesy. Pada masa dinasti Murabithun, Saragosa jatuh ke tangan Kristen, tepatnya tahun 1118 M.
Dinasti Muwahhidun didirikan oleh Muhammad ibn Tumazi (1128). Dinasti ini datang ke Spanyol di bawah pimpinan Abdul Mun'im. Pada tahun 1212 M, tentara Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan-kekalahan yang dialami Muwahhidun menyebabkan penguasanya memilih meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235 M. Pada tahun 1238 M, Cordova jatuh ke
tangan penguasa Kristen dan Seville jatuh tahun 1248 M. Seluruh Spanyol kecuali Granada lepas dari kekuasaan Islam.8
f. Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode ini, ketika umat Islam Andalus bertahan di wilayah Granada di bawah kekuasaan dinasti Bani Amar pendiri dinasti ini adalah Sultan Muhammad bin Yusuf bergelar An-Nasr, oleh karena itu kerajaannya disebut juga Nasriyyah.9
3. Kemajuan Peradaban di Spanyol
a. Kemajuan Intelektual 1) Filsafat
Islam di Spanyol berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12.
8
Badri Yatim, Op.Cit, hlm. 98.
9
10
Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abdurrahman (832-886 M).
Tokoh utama yang pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan
Ibn Bajjah. Tokoh utama yang kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail. Di akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Rusyd dari Cordova.10
Pada abad ke-12 diterjemahkan buku al-Qanun karya Ibnu Sina (Avicenne) mengenai kedokteran. Di akhir abad ke-13 diterjemahkan pula buku Hawi karya Razi yang lebih luas dan lebih tebal dari al-Qanun.11
2) Sains
Abas ibn Farnas termasyhur dalam bidang kimia dan astronomi. Dia juga orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu.
Ibrahim ibn Yahya juga dikenal dalam bidang astronomi. Sedangkan dalam bidang obat-obatan digeluti oleh Ahmad ibn Ibas dari Cordova, dan dalam bidang ilmu kedokteran dikuasai oleh Umul Hasan bin Abi Ja'far dan saudara perempuannya al-Hafidz.
3) Fiqih
Islam di Spanyol dikenal sebagai aliran penganut madzhab Maliki yang dibawakan oleh Ziyad bin Abdurrahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh ibn Yahya yang menjadi Qodhi pada masa Hisyam bin Abdurrahman.
10
Badri Yatim, Op.Cit, hlm. 101.
11
11 4) Musik dan Kesenian
Islam di Spanyol mencapai kecemerlangan dalam dunia musik dengan dibawakan oleh Hasan bin Nafi yang dijuluki Jaryab dan dikenal sebagai ahli penggubah lagu.
5) Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam. Seiring dengan kemajuan bahasa dan sastra, banyak karya-karya sastra yang bermunculan seperti al-Iqdal Farid karya Ibn Rabbih, ad-Dzakhiroh fii Mahasin Ahlul Jaziroh oleh Ibn Bassam, dan al-Qalaid karya al-Fatih ibn Khodam.
b. Kemegahan Pembangunan Fisik 1) Cordova
Cordova adalah ibukota Spanyol sebelum Islam yang kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. Para penguasa Islam kemudian membangun dan memperindah kota Cordova. Jembatan besar
dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota. Taman-taman dibangun untuk menghiasi kota Spanyol. Di seputar ibukota berdiri istana-istana yang megah. Di antara kebanggaan kota Cordova lainnya adalah Masjid Cordova. Menurut Ibn ad-Dala'i terdapat 491 masjid. 2) Granada
12 c. Faktor-Faktor Pendukung Kemajuan
Spanyol Islam, kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu menyatukan kekuatan-kekuatan umat Islam, seperti Abdurrahman ad-Dakhil, Abdurrahman al-Wasith, dan Abdurrahman an-Nashir.
Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa-penguasa lainnya yang mempelopori kegiatan-kegiatan ilmiah dan adanya toleransi yang ditegakkan oleh penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi.
4. Nasib Muslim Spanyol Masa Kini
a. Muslim Spanyol Merindukan Kehadiran Banyak Masjid
Makin bertambahnya jumlah warga Muslim di Spanyol, tidak diikuti dengan tersedianya tempat-tempat ibadah yang layak buat mereka.
Muslim Spanyol, kini sangat merindukan dibangunnya masjid-masjid, bukan hanya sebagai tempat mereka menjalankan kewajiban sholat
berjama’ah tetapi juga tempat berkumpul sesama warga Muslim untuk mempererat ukhuwah.
Selama ini, warga Muslim di Spanyol memanfaatkan apartemen, gudang dan garasi sebagai musholla kecil tempat mereka melaksanakan sholat berjama’ah. Tiap sholat Jum’at, sekitar seribu jamaah memadati sebuah garasi yang diubah menjadi musholla. Bahkan banyak jama’ah yang menggelar sajadah sampai keluar garasi karena tidak kebagian tempat.
13
Selama berabad-abad, Spanyol pernah berada di bawah kekuasaan Islam. Setelah Spanyol jatuh ke tangan penguasa Katolik, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada tahun 1492, masjid-masjid di Spanyol banyak yang dihancurkan atau diubah fungsinya menjadi gereja.
Sejak lama, Muslim Lleida12 merasa hidup mereka tertekan, karena mereka mendapat banyak hambatan untuk membangun masjid-masjid di wilayah tersebut. Meski belakangan ini, warga Muslim di Lleida sebenarnya sudah melihat titik terang akan dibangunnya sebuah masjid, setelah Islamic Association bersepakat dengan Dewan Kota untuk memanfaatkan sebuah lahan, guna pembangunan masjid. Tapi, rencana tersebut ditentang oleh kelompok Gereja Katolik.13
b. Krisis Ekonomi dan Serangan Islamofobia
Krisis ekonomi yang dialami Spanyol dan serangan islamofobia membuat umat Islam memutuskan untuk meninggalkan negara tersebut. Umat Muslim mulai pergi dari negara Spanyol sejak 2011. Lembaga Statistik Spanyol dalam laporannya menyebutkan lebih dari
2.000 imigran Muslim mengajukan permohonan peralihan kewarganegaraan. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2011.14
B.Penerapan Perkembangan Ilmu Sains Spanyol di Yogyakarta
Berdasarkan materi di atas penulis dapat menganalisis perkembangan ilmu sains Spanyol pada kota Yogyakarta yang terkenal dengan kota pelajar.
Sains merupakan cabang Ilmu pengetahuan yang melekat dengan kehidupan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Spanyol, sains sangatlah berkembang pesat.
12
Sebuah wilayah di provinsi otonomi Catalonia.
13
http://www.eramuslim.co/dakwah-mancanegara/muslim-spanyol-merindukan-kehadiran-banyak-masjid.htm#.VuD81UArPF4 diakses pada 10 Maret 2016, pukul 11.30 WIB.
14
14
Jika dikaitkan dengan ilmu sains, di Yogyakarta terdapat Taman Pintar Yogyakarta, dalam bahasa jawa yang terkenal dengan Hanacaraka yang bertempat di pusat kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Panambahan Senopati No.1-3, Yogyakarta. Taman ini memadukan tampat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman pintar memiliki area bermain sekaligus sarana edukasi dalam satu lokasi yang terbagi dalam beberapa zona, akses langsung kepada pusat. Taman ini didirikan setelah terjadinya ledakan sains sekitar tahun 90-an. Perkembangan sains ini adalah salah satu yang patut di syukuri dan tentunya menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia. Tempat rekreasi sangat baik untuk anak-anak di masa perkembangannya.15
Menghadapi realitas dunia yang seperti sekarang ini dan wujud kepedulian penulis terhadap pendidikan, maka penulis mempunyai saran untuk menambahkan fungsi pada Taman Krida Kudus yaitu dengan dibangun taman pintar seperti di Yogyakarta, agar bermanfaat bagi kalangan pelajar mulai dari pra-sekolah sampai sekolah menengah, dapat leluasa memperdalam
pemahaman soal materi-materi pelajar yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Pemerintah kudus dapat membangun Taman Pintar di
Taman Krida yang mempunyai target memperkenalkan ilmu sains kepada siswa sejak dini, dengan harapan kreatifitas anak didik terus diasah sehingga masyarakat dapat menambah pengetahuan sains dan pengetahuan yang lain setelah dibangunnya Taman Pintar di daerah Kudus. sehingga Taman Pintar Kudus dapat menjadi sesuatu yang menarik, menyenangkan, serta mendidik, sesuai dengan visi Taman Pintar.
15
15
C.Ibrah yang dapat diambil dari Penerapan Ilmu Sains Spanyol di Kudus
Adapun ibrah yang dapat diambil dari penerapan Taman Pintar di kota Kudus adalah sebagai berikut:
1. Dapat lebih mengembangkan ilmu sains di kalangan pra-sekolah
2. Dapat menambah kreativitas anak didik dalam perkembangan belajarnya 3. Selain tempat untuk berekreasi, taman pintar juga digunakan untuk belajar 4. Dapat membantu generasi muda dalam meraih cita-citanya, khususnya bagi
masyarakat di kota Kudus
5. Sebagai sarana pariwisata yang dapat menarik berbagai turis dari semua kalangan untuk mengunjungi kota Kudus
16
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Wilayah Andalusia yang sekarang disebut dengan Spanyol di ujung selatan benua Eropa, masuk ke dalam kekuasaan dinasti Bani Umayyah semenjak Thariq bin Ziyad, bawahan Musa bin Nushair gubernur Qairuwan, mengalahkan pasukan Spanyol pimpinan Roderick Raja bangsa Gothic (92 H/711 M).
Perkembangan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Perkembangan itu dibagi menjadi enam periode yaitu Periode Pertama (711-755 M), Periode Kedua ((711-755-912 M), Periode Ketiga (912-1013 M), Periode Keempat (1013-1086 M), Periode Kelima (1086-1248 M), dan Periode Keenam (1248-1492 M).
Kemajuan peradaban itu dipengaruhi oleh kemajuan intelektual yang di
dalamnya terdapat ilmu filsafat, sains, fiqih, musik dan kesenian, serta bahasa dan sastra.
Faktor-faktor pendukung kemajuan Spanyol Islam, di antaranya kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam, seperti Abdurrahman ad-Dakhil, Abdurrahman al-Wasith, dan Abdurrahman an-Nashir.
Nasib Muslim Spanyol masa kini sedang mengalami krisis ekonomi dan serangan islamofobia yang membuat umat Islam memutuskan untuk meninggalkan negara tersebut. Umat Muslim mulai pergi dari negara Spanyol sejak 2011.
B.Penutup
17
DAFTAR PUSTAKA
As-Siba’i, Mustafa. 1993. Peradaban Islam Dulu, Kini, dan Esok. Jakarta: Gema Insani Press.
Majid, Abdul Mun’im. 1997.Sejarah Kebudayaan Islam. Pustaka.
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT). 1996. Ensiklopedi Mini Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Sunanto, Musyrifah. 2003. Sejarah Islam Klasik. Jakarta Timur: Penada Media. Yatim, Badri. 2003. Sejarah Peradaban Islam. PT. Gravindo Persada.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-
mancanegara/10/07/28/127108-islam-berkembang-begitu-pesatnya-di-eropa-dan-amerika diakses pada 16 Februari 2016, pukul 07.30 WIB.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Taman-pintar-yogyakarta diakses pada 4 Maret
2016, pukul 09.38 WIB.
http://www.eramuslim.co/dakwah-mancanegara/muslim-spanyol-merindukan-kehadiran-banyak-masjid.htm#.VuD81UArPF4 diakses pada 10 Maret
2016, pukul 11.30 WIB.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-