• Tidak ada hasil yang ditemukan

THAI info Terhadap Politik Thai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "THAI info Terhadap Politik Thai"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

(2)

ABSTRACT

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam dan sehat wal afiat serta kekuatan kepada penulis sampai terselesaikannya perkuliahan di Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung sehingga dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul Managemen Mutu Pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) (Studi Deskriptif di MTs. Negeri 2 Cicaheum dan MTs. Miftahul Falah Kota Bandung).

Penyusunan Tesis ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat untk memperoleh gelar Magister Manajemen Pendidikan Konsentrasi Pendidikan Makro Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara Bandung.

Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih belum sempurna, baik dalam penulisan maupun dari segi bahasa yang disampaikan. Untuk itu, penulis mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan karya penulis pada waktu-waktu yang akan datang.

Akhirnya, penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada pribadi peelti khususnya dalam pengembangan manajemen mutu pendidikan madrasah tsanawiyah dan kepada para akademisi pada umumnya yang memiliki interest dalam dunia pendidikan.

Bandung, Februari 2010 Peneliti

(4)

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul Manajemen Mutu Pendidikan Madrasah Tnawiyah (MTs) (Studi Deskriptif di MTs. Negeri 2 Cicaheum dan MTs. Miftahul Falah Kota Bandung) dengan baik.

Tesis ini terwujud berkat adanya dorongan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis, antara lain kepada:

1. Kedua orang tua Ayahanda Ahmad Ali (Alm.) Ibunda Sa’adiya (almh.) Atas doanya kepada penulis.

2. Prof. Dr. H. E. Mulyasa, M.Pd, selaku Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada penulis dan Dr. Nanang Hanafiah, M.M.Pd selaku Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan demi kesempurnaan karya tulis ini.

3. Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, SH, selaku Direktur Pascasarjana Universitas Islam Nusantara Bandung, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menimba ilmu pada lembaga tersebut.

4. Para Asisten Direktur, dosen dan staf akademik pada Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara.

5. Kepala Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Cicaheum dan Madrasah Tsanawiyah Miftahul Falah Kota Bandung, para Guru, Ketua Yayasan Miftahul Falah, para Kepala Seksi pada Balai Keagamaan Kota Bandung dan Ketua Madrasah penulis mengucapkan terima kasih atas segala informasi yang penulis butuhkan ketika penelitian berlangsung.

6. Istri dan anak-anakku yang elah memberikan dorongan moril dan materil demi kelancaran studi ini.

(5)

Kepada semua pihak yang tidak mungkin disebutkan dalam lembaran ini, penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan doa, motivasi dan bimbingannya, semoga Allah SWT membalas kebaikannya dengan balasan yang berlipat ganda. Amin.

Bandung, Februari 2010 Penulis

(6)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN...i

ABSTRAK...ii

ABSTRACT...iii

KATA PENGANTAR...iv

UCAPAN TERIMA KASIH...v

DAFTAR ISI...vi

DAFTAR TABEL...ix

DAFTAR GAMBAR...x

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Perumusan dan Pembatasan Masalah... 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... 8

D. Asumsi dan Pernyataan Penelitian... 9

E. Sistimatika Penulisan... 10

BAB II MANAJEMEN MUTU MADRASAH... 12

A. Teori Yang Melandasi... 12

B. Konsep Dasar... 13

1. Hakikat Manajemen Pendidikan... 13

2. Mutu Pendidikan... 37

3. Manajemen Mutu Pendidikan Madrasah ... 42

4. Hakikat Madrasah... 48

5. Madrasah di Indonesia... 52

BAB III METODE PENELITIAN ... 60

A. Pendekatan dan Metode Penelitian... 60

B. Lokasi Penelitian, Sumber dan Jenis Data ... 62

(7)

D. Analisis Data ... 66

E. Validitas dan Realibilitas Data... 67

BAB IV HASIL PENELITIAN, INTERPRETASI DAN HASIL PEMBAHASAN... 70

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 70

1. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Cicaheum Kota Bandung ... 70

2. Madrasah Tsanawiyah Miftahul Falah ... 72

B. Hasil Penelitian... 73

1. Hasil Penelitian di MTs Negeri 2 Cicaheum... 73

2. Hasil Penelitian di MTs Miftahul Falah Kota Bandung... 86

C. Pembahasan... 99

D. Upaya-Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Di Kota Bandung... 116

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 121

A. Simpulan ... 121

1. Simpulan Umum... 121

2. Simpulan Khusus ... 121

B. Saran ... 123

DAFTAR PUSTAKA ... 124 LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1: Izin Penelitian

Lampiran 2: SK Pengangkatan Pembimbing Lampiran 3: Pedoman Wawancara

(8)

DAFTAR TABEL

No Nama Tabel Halaman

4.1 Jumlah Siswa MTs Negeri 2 Cicaheum Tahun Pelajaran2008/ 2009 71

4.2 Kegiatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Negeri 2 Cicaheum 82

4.3 Program Kerja dalam meningkatkan mutu pendidikan di

MTs Miftahul Falah 95

4.4

Perbandingan komponen-komponen Perencanaan Mutu Pendidikan MTs Negeri 2 Cicaheum dan MTs Miftahul

(9)

DAFTAR GAMBAR

No Nama Gambar Halaman

2.1 The Meaning of Management 15

(10)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia, di mana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka perlu terus ditingkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dlakukan secara terencana, terarah, intensif dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut.

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah barsama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.

(11)

Pengembangan konsep manajemen ini didesain untuk meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan pendidikan kaitannya dengan tujuan keseluruhan, kebijakan, strategi perencanaan, inisiatif kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan otoritas pendidikan. Pendidikan ini menuntut adanya perubahan sikap dan tingkah laku seluruh komponen sekolah; kepala sekolah, guru, dan tenaga atau staf administrasi termasuk orang tua dan masyarakat dalam memandang, memahami, membantu sekaligus sebagai pemantau yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam pengeloaan sekolah yang bersangkutan dengan didukung oleh pengelolaan sistem informasi yang presentatif dan valid. Akhir dari semua itu ditujukan kepada keberhasilan sekolah untuk menyiapkan pendidikan yang berkualitas atau bermutu bagi masyarakat.

Dalam rangka pelaksanaan konsep manajemen ini, strategi yang dapat dilaksanakan oleh sekolah antara lain meliputi evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut sekolah bersama-sama orang tua dan masyarakat menetukan visi dan misi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan atau merumuskan mutu yang diharapkan dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana program sekolah termasuk pembiayaan-nya, dengan mengacu kepada skala prioritas dan kebijakan nasional sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia.

Dalam penyusunan program, sekolah harus menetapkan indikator atau target mutu yang akan dicapai. Kegiatan yang tak kalah pentingnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi program yang telah direncanakan sesuai dengan pendanaannya untuk melihat ketercapaian visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan nasional dan target mutu yang dicapai serta melaporkan hasilnya kepada masyarakat dan pemerintah. Hasil evaluasi (proses dan output) ini selanjutnya dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan atau penyesuaian program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan.

(12)

Pendidikan juga harus mampu mengembangkan lingkungan dan memahami berbagai hal yang berhubungan dengan komponen-komponen sistem lingkungan. Dalam hal ini, lingkungan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap individu yang memiliki berbagai implikasi terhadap pendidikan dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, perencana pendidikan harus memiliki pandangan secara psikologis tentang berbagai aspek dan faktor yang mempengaruhi peserta didik serta mempertimbangkannya dalam mengembangkan berbagai lingkungan pendidikan. Demikian halnya dalam penngkatan mutu pendidikan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah, harus memperhatikan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap siswa, di samping aspek-aspek lainnya.

Peningkatan kualitas merupakan salah satu prasyarat agar dapat bersaing di era globalisasi. Keberadaan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam seperti halnya madrasah tsanawiyah tidak akan lepas dari persaingan global tersebut. Untuk itu, peningkat kualitas merupakan agenda utama dalam meningkatkan mutu madrasah agar dapat survive dalam era global.

Pada dasarnya, sistem pendidikan madrasah merupakan produk krativitas intelektual muslim dan agamawan sebagai bentuk pembaharuan atas lembaga pendidikan Islam yang ada sebelumnya. Tujuan agar dapat menjawab tantangan dan tuntutan yang makin kompleks, mendesak dan tidak dapat dihindari lagi. Era globalisasi menuntut kemampuan bersaing dari sumber daya manusia yang dalam hal ini output madrasah. Oleh karena itu, perlu untuk dirumuskan visi madrasah, yakni madrasah sebagai “sekolah plus” yang berkualitas, berkarakter, dan mandiri.

Persepsi masyarakat terhadap madrasah di era modern belakangan semakin menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unik. Di saaat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, di saat filsafat hidup manusia modern mengalami krisis keagamaan dan di saat perdagangan bebas dunia makin mendekati pintu gerbangnya, keberadaan madrasah tampak makin dibutuhkan orang.

(13)

Di lingkungan pesantren, madrasah bukanlah barang yang asing, karena memang lahirnya madrasah merupakan inovasi model pendidikan pesantren. Dengan kurikulum yang disusun rapi, para santri lebih mudah mengetahui sampai dimana tingkat penguasaan materi yang dipelajari. Dengan metode pengajaran modern yang disertai audio visual aids, kesan kumuh, ortodok dan exclusive yang selama ini melekat pada pesantren sedikit demi sedikit terkikis. Masyarakat metropolit makin tidak malu mendatangi dan bahkan memasukkan putra-putrinya ke pesantren dengan model pendidikan madrasah. Baik mereka yang sekedar berniat menempatkan putra-putrinya pada lingkungan yang baik (agamis) hingga yang benar-benar menguasai ilmu yang dikembangkan di pesantren tersebut, orang makin berebut untuk mendapatkan fasilitas di sana.

Melihat kenyataan seperti itu, tuntutan pengembangan madrasah akhir-akhir ini ini dirasa cukup tinggi. Oleh karena itu banyak model pendidikan madrasah bermunculan di tengah kota, baik di kota kecil maupun kota-kota metropolitan. Meskipun banyak madrasah yang berkembang di luar lingkungan pesantren, budaya agamanya, moral dan etika agamanya tetap menjadi ciri khas sebuah lembaga pendidikan Islam. Etika pergaulan, perilaku, dan performance pakaianpara santrinya menjadi daya tarik tersendiri, yang menjanjikan kebahagiaan hidup dunia akherat sebagaimana tujuan pendidikan Islam.

Realitas menunjukkan bahwa praktek pendidikan nasional dengan kurikulum yang dibuat dan disusun sedemikian rupa bahkan telah disempurnakan berkali-kali, tidak hanya gagal menampilkan sosok manusia Indonesia dengan kepribadian utuh, bahkan membayangkan realisasinya saja sulit. Pendidikan umum (non madrasah) yang menjadi anak emas pemerintah, di bawah naungan Depdiknas, telah gagal menunjukkan kemuliaan jati dirinya selama lebih dari tiga dekade. Misi pendidikan yang ingin melahirkan manusia-manusia cerdas yang menguasai kemajuan ilmu penegtahuan dan teknologi dengan kekuatan iman dan taqwa plus budi pekerti luhur, masih tetap berada pada tataran ideal yang tertulis dalam susunan cita-cita (perundang-undangan). Tampaknya hal ini merupakan salah satu indikator di mana pemerintah kemudian mengakui keberadaan madrasah sebagian dari sistem pendidikan nasional.

(14)

tempat dan dengan apa adanya serta tanpa disertai komitmen dari elemen yang ada di dalamnya terhadap mutu dan keunggulan, setahap demi setahap akan ditinggalkan orang. Dinamika ini bukan bertujuan untuk menyingkirkan salah satu instansi pendidikan, melainkan sebuah ajang kompetensi.

Praktek manajemen di madrasah sering menunjukkan model manajemen tradisional, yakni model manajemen paternalistik atau feodalistik. Dominasi senioritas semacam ini terkadang mengganggu perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. Munculnya kreativitas inovatif dari kalangan muda terkadang dipahami sebagai sikap yang tidak menghargai senior. Kondisi yang demikian ini mengarah pada ujung ekstrim negatif, hingga muncul kesan bahwa meluruskan langkah atau mengkoreksi kekeliruan langkah senior dianggap tabiat su’ul adab.

Dalam bidang manjemen madrasah, masih banyak ditemukan bahwa tidak optimalnya peran serta pengelola madrasah dalam menjalankan madrasah prinsip-prinsip manajemen dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, pengambilan keputusan, pelaksanaan kurikulum dan aktivitas kurikuler lainnya. Selain itu, prinsip-prinsip manajemen seperti bagaimana penerapan planning, organizing, controlling dan evaluating belum dijalankan sepenuhnya.

Pola kepemimpinan sebagai bagian dari manajemen pengeloaan madrasah masih bersifat sentralistik, dimana kebanyakan kepala madrasah dominan dalam penentuan kebijakan dan pengambilan keputusan. Tentu hal ini, sangat menghambat pengembangan madrasah untuk mampu bersaing dengan sekolah formal lainnya atau paling tidak menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya kepada madarasah.

Di Kota Bandung, keberadaan madrasah tsanawiyah nampaknya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan kota atau kabupaten lainnya di wilayah Jawa Barat. Hal ini antara lain jumlah madrasah tsanawiyah di Kota Bandung tidak terlalu banyak (demikian juga pesantren), dan peran-peran pendidikan keagamaan telah banyak diambil alih oleh lembaga-lembaga pendidikan non madrasah yang menyelenggarakan pendidikan keislaman dalam bentuk sekolah-sekolah swasta unggulan dan bercirikan keislaman.

(15)

madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis madrasah tampaknya patut dipertanyakan.

Sehubungan dengan latar belakang di atas, dirasakan perlunya suatu tindakan melalui kegiatan penelitin. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Manajemen Mutu Pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) (Studi Deskriptif di MTs Negeri 2 Cicaheum dan MTs. Miftahul Falah Kota Bandung).

B. Perumusan dan Pembatasan Masalah 1. Perumusan Masalah

Masalah yang akan dikaji dan dicarikan jalan keluarnya dalam penelitian ini adalah manjemen mutu pendidikan Madrasah di Kota Bandung. Secara umum perumusan masalah ini terkait dengan manajemen mutu pendidikan pada semua tingkatan madrasah, mulai dari Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Alawiyah maupun Perguruan Tinggi Islam. Masalah dalam penelitian ini berkaitn dengan manajemen mutu pendidikan madrasah tsanawiyah yang tercermin dalam potensi siswa, tenaga kependidikan, maupun masyarakat yang dapat digali di sekitar lembaga. Manajemen mutu pendidikan madrasah tsanawiyah ini berangkat dari pemahaman tentang perencanaan (planning), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling).

2. Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada hal-hal yang berkaitan dengan manajemen mutu pendidikan Madasah Tsanawiyah; meliputi perencanaan, pelaksanaan dan kontrol atau pengawasan terhadap mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung; yang semuanya dideskripsikan untuk mengetahui sejauh mana manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Tujuan Umum

Sebagaimana latar belakang di atas, secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung meliputi proses perencanaan, pelaksanaan dan kontrol atau evaluasi mutu pendidikan madrasah.

b. Tujuan Khusus

(16)

1. Ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung

2.Ingin memperoleh gambaran tentang pelaksanaan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung

3.Ingin memperoleh gambaran tentang pengawasan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung

4.Ingin mengetahui hambatan-hambatan dalam manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung

5.Ingin mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung

2. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun prakis.

a. Manfaat Teoritik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengembangkan teori dan konsep manajemen mutu pendidikan pada madrasah tsanawiyah baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan mutu pendidikan.

b. Manfaat Praktis

Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada madrasah tsanawiyah. Lebih lanjut hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam rangka:

1) Mengatasi masalah pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan mutu pendidikan pada madrasah tsanawiyah melalui perencanaan pelaksanaan dan pengawasan.

2) Mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah untuk mempersiapkan sumber daya madrasah yang handal.

3) Mengatasi hambatan dan tantangan, serta memanfaatkan peluang dan kesempatan dalam manajemen mutu pendidikan madrasah tsanawiyah.

(17)

D. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian. 1. Asumsi

Dalam konteks pendidikan, manajemen mutu pendidikan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian mutu pendidikan. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan, pendidikan dan penentuan strategi, kebijaksanaan, prosedur, metode, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Pelaksanaan mutu pendidikan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaanmenjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agara para pelaksana pendidikan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan kerja dinilai dan dievaluasi. Ini digunakan untuk mengetahui seberapa baikkah mutu pendidikan yang telah dilaksanakan.

2. Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana perencanaan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung.

b. Bagaimana pelaksanaan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung.

c. Bagaimana pengawasan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung.

d. Hambatan-hambatan apa saja dalam manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung.

e. Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan stakeholder madrasah untuk meningkatkan mutu madrasah.

E. Sistimatika Penelitian

Hasil Penelitian tentang Manajemen Mutu Pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung ini akan dikembangkan dalam lima bab, mulai dari pendahuluan, kajian teoritis, metodologi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian, sampai pada kesimpulan dan saran. Adapun sistematika yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(18)

Bab II. kajian Teoritis; membahas berbagai konsep dasar dan teori-teori yang berkaitan dengan mutu pendidikan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, manajemen mutu, perencanaan (planning), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling) dan penilaian serta hambatan-hambatan dalam peningkatan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Bab III. Metodologi penelitian; menguraikan secara rinci menegnai pendekatan dan metode yang digunakn dalam penelitian ini, tahapan penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, validitas data, proses pengumpulan data, serta pengolahan dan analisis data.

Bab IV. Temuan Penelitian, Interpretasi dan Pembahasan; bab ini berisi hasil-hasil penelitian dan analisis deskriptif terhadap seluruh data yang berkaitan dengan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bandung, pokok-pokok hasil penelitian, penafsiran dan pembahasan terhadap hasil penelitian, serta pengembangan konsep manajemen mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak - kanak , Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,

Berdasarkan penelitian desain dan uji coba bahan ajar e-magazine dengan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) menggunakan software kvisoft flipbook pada materi

Individu yang memiliki konsep diri yang positif akan memiliki sikap dan perilaku yang positif seperti tidak merasa malu dengan dirinya sendiri, adanya motivasi untuk

eed du ullii S Seellaallu u ccaarree;; empati dengan empati dengan lingkungan lingkungan sekitar dan sekitar dan temannya temannya Sering care; Sering care; empati dengan

Analisis XRD menunjukkan bahwa partikel nano TiO 2 baik yang terbentuk pada kain katun maupun dalam bentuk padatan mempunyai fase anatase dengan.. ukuran kristal

mikroorganisme yang setiap saat dapat saja masuk ke dalam tubuh, dan ini berarti efek positif terhadap kemampuan mensintesis antibodi. Peningkatan respons

• terjadi apabila debit solid yang datang lebih kecil daripada kemampuan transpor sedimen.. • dasar sungai tererosi • dasar sungai turun

Pengembangan sistem terminal yang terpadu di seluruh wilayah perkotaan Surakarta. Rencana pemerintah dalam pembangunan prasarana transportasi Sesuai dengan