• Tidak ada hasil yang ditemukan

Globalisasi dan Ketahanan Pangan (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Globalisasi dan Ketahanan Pangan (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

GLOBALISASI DAN KETAHANAN PANGAN

TEUKU RAMZY FARRAZY

113112350750011

HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Universitas Nasional

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu Negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

Dunia telah berkembang menjadi tanpa batas. Perpindahan manusia dan barang nantinya akan menjadi sedemikian bebas, tanpa peraturan berbelit, setiap orang dapat menginjakkan kakinya dimana saja. Begitu pula komoditas kebutuhan manusia yang semakin hari semakin kompleks, menuntut perpindahan barang menjadi semakin mudah, murah dan cepat.

(3)

Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik melipatgandakan akselerasi komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi. Disintegrasi negara-negara komunis yang mengakhiri Perang Dingin memungkinkan kapitalisme Barat menjadi satu-satunya kekuatan yang memangku hegemoni global. Itu sebabnya di bidang ideologi perdagangan dan ekonomi, globalisasi sering disebut sebagai Dekolonisasi (Oommen), Rekolonisasi ( Oliver, Balasuriya, Chandran), Neo-Kapitalisme (Menon), Neo-Liberalisme (Ramakrishnan).

(4)
(5)

BAB II PEMBAHASAN

Globalisasi pangan telah berlangsung sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu seiring dengan perpindahan tumbuhan dan hewan sumber pangan sebagai “buah”. Pergerakan manusia menembus batas-batas wilayah saat ini tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa mengklaim menghidupi penduduknya dengan pangan yang 100% asli setempat. Dalam konteks sistem pangan, sejak Globalisasi secara kasat mata dapat dibaca dari perubahan-perubahan yang berlangsung disepanjanng rantai makanan (food chain). Sejak tahap produksi dan pengolahan hingga ke pemasaran dan penjualan produk. Di Indonesia sendiri, kehadiran sejumlah buah dan sayuran segar (fruit andvegetables) dan ratusan item pangan olahan import di hypermart hingga pasar becek saat ini merupakan salah satu contoh nyata hadirnya fenomena globalisasi pangan.Globalisasi pangan pula lah yang membawa bangsa Belanda menjajah Indonesia selama ratusan tahun.

(6)

Sebaliknya, produksi pangan dari negara maju dengan mudah “melenggang” masuk ke pasar negara-negara berkembang. Keadaan ini mengakibatkan apa yang di kenal sebagai paradoks keamanan pangan. Globalisasi pangan telah menimbulkan berbagai dampak negatif maupun positif. Pembahasan kali ini dibatasi pada dampak Globalisasi Pangan terhadap ketahanan pangan dan pertanian lokal, keragaman produk pangan, keamanan pangan dan lingkungan, serta keragaman hayati. Salah satu dampak terpenting Globalisasi pangan adalah semakin rumitnya penjaminan kecukupan pangan, karena semakin terbukannya pasar. Import menjadi salah satu strategi utama bagi negara manapun dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Globalisasi berhasil menempatkan Amerika Serikat sebagai salah satu eksportir pangan terbesar di Dunia pada tahun 1994 saja, eksport AS telah mencapai 36% (gandum), 64% (jagung, barley, sorgum dan oats), 40% (kedelai), 17% (beras), dan 33% (kapas) volume yang diperdagangkan di dunia.

(7)

BAB III PENUTUP

Dalam sektor pangan, globalisasi memiliki efek yang cukup berbahaya jika tidak di diantisipasi secara baik. Globalisasi dapat meruntuhkan sistem ketahanan pangan sebuah bangsa. Karena dengan adanya globalisasi maka dengan mudah, setiap barang produksi dari luar dapat masuk dan bersaing secara langsung dari hasil produksi dalam negeri. Bisa saja harga yang ditawarkan lebih murah, karena mereka memiliki efesiensi dan teknologi tinggi sehingga dapat menekan cost produksi mereka. Globalisasi menuntut setiap produsen untuk menjadi lebih efesien, memiliki kualitas produk prima dan terjangkau di masyarakat. Hal ini disebabkan persaingan akan semakin ketat dan yang menjadi pemenang ialah produsen dengan kualifikasi terbaik. Jika tidak mempersiapkan dan merasa puas dengan pencapaian selama ini, maka bisa jadi masyarakat akan lebih memilih membeli dan mengkonsumsi barang produksi orang lain. Sisi produksi yang sudah efisien akan jadi tidak berarti jika proses distribusi bermasalah. Maka efesiensi di sisi distribusi juga sangat penting. Semakin panjang jalur distribusi maka akan semakin menaikkan harga. Disamping itu semakin sulit daerah dijangkau juga menjadi masalah.Globalisasi menuntut survival of the fittest bagi pemain industry pangan global.

Referensi:

1. Annual Report UNDP 2012-2013

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru bahasa Indonesia dan be- berapa siswa diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis karangan narasi siswa

Berdasarkan hasil penelitian ini, informasi senyawa volatil dan aroma dari padi bunting dan matang susu dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya dalam pengembangan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung bekatul dan tepung rebon pada crackers sebagai sumber protein, serat, dan kalsium terhadap karakteristik

Peneliti mencoba menggunakan media permainan CETAR (Cerdas dan Pintar) sebagai media dan membantu dalam evaluasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar

Kontribusi Terhadap Kepentingan atau Tujuan Kelompok dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Tugu Kota Semarang Kontribusi yang diberikan oleh pemerintah untuk

Disamping itu Pembinaan Kesiswaan bertujuan meningkatkan peran serta dan inisiatif para siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai Wiyata Mandala, sehingga terhindar dari

Berdasarkan hasil kajian pustaka, evaluasi konteks yang terkait dengan tujuan Gerakan Literasi Sekolah sudah dirumuskan secara jelas dan spesifik. Tujuan Gerakan

Paper presented at the Curriculum Guide for Students with High Support Needs Conference organized by the Special Education Unit, Ministry of Education, Bandar