• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Instrumen Monitoring dan Evaluasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyusunan Instrumen Monitoring dan Evaluasi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Penyusunan Instrumen Monitoring dan Evaluasi

Manfaat Program Pembangunan di Kota Semarang

Mohammad Muktiali, SE, MSi., MT

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UNDIP Semarang

Email : [email protected]

Abstrak

Sejak dilangsungkannya otonomi daerah di Indonesia, maka pemerintah daerah kabupaten/ kota diberikan keleluasaan untuk melaksanakan pembangunan di daerahnya masing–masing. Dalam upaya pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang, pemerintah Kota Semarang telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2005-2010 yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Walikota Semarang yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan dalam suatu periode masa jabatan. RPJM Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2010 dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2025 serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJM Propinsi Jawa Tengah.

Pelaksanaaan program-program pembangunan Kota Semarang kini telah memasuki tahun keempat. Hingga pada tahun keempat ini sudah banyak program pembangunan yang dilaksanakan. Dengan demikian, untuk melihat tingkat keberhasilan dan ketercapaian tujuan program, perlu kiranya dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap manfaat program-program pembangunan Kota Semarang. Dalam upaya mendorong sistem monitoring dan evaluasi yang efektif terhadap program/kegiatan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, diperlukan adanya instrumen monitoring dan evaluasi manfaat program pembangunan.

Referensi

Dokumen terkait

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2011- 2016.. PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI TAHUN

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pematangsiantar Tahun 2010-2015 sudah dilaksanan, dalam dokumen tersebut terdapat empat sektor prioritas, salah

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pematangsiantar Tahun 2010-2015 sudah dilaksanan, dalam dokumen tersebut terdapat empat sektor prioritas, salah

Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perubahan RPJMD) Kota Cilegon Tahun 2010-2015 merupakan dokumen perencanaan pembangunan Kota Cilegon untuk

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI BALI. PEMERINTAH

Untuk menyusun APBD, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka

Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2016-2021 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2010-2015 memuat tiga program unggulan sebagai bahasa implementasi dalam rangka pencapaian