• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Situasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Situasional"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3 BAB 3 ANALISA SITUASIONAL ANALISA SITUASIONAL 3.1 Pengkajian 3.1 Pengkajian 3.1.1

3.1.1 Gambaran RSUP HGambaran RSUP H. Adam Malik Medan. Adam Malik Medan a

a.. Visi RSUP H. Adam Malik MedanVisi RSUP H. Adam Malik Medan

““Menjadi Pusat rujukan pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian yang mandiriMenjadi Pusat rujukan pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian yang mandiri dan unggul tahun 2015.

dan unggul tahun 2015. ””

b.

b. Misi RSUP. H.Adam Malik MedanMisi RSUP. H.Adam Malik Medan 1.

1. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.Melaksanakan pelayanan kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau. 2.

2. Melaksanakan pendidikan pelatihan serta penelitian kesehatan Melaksanakan pendidikan pelatihan serta penelitian kesehatan yang profesional.yang profesional. 3.

3. Melaksakan kegiatan pelayanan dengan prinsip efektif, efisien, akuntabel, danMelaksakan kegiatan pelayanan dengan prinsip efektif, efisien, akuntabel, dan mandiri.

mandiri.

cc.. Visi Pelayanan KeperawatanVisi Pelayanan Keperawatan 1.

1. Memberikan pelayanan keperawatan yang paripurna, bermutu, dan terjangkauMemberikan pelayanan keperawatan yang paripurna, bermutu, dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

oleh semua lapisan masyarakat. 2.

2. Berperan aktif dalam pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan penelitian kesehatanBerperan aktif dalam pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan penelitian kesehatan yang professional.

yang professional. 3.

3. Melaksanakan pelayanan keperawatan dengan prinsip efektif, efisien danMelaksanakan pelayanan keperawatan dengan prinsip efektif, efisien dan akuntabel.

akuntabel. d.

d. Misi Pelayanan KepeMisi Pelayanan Keperawatanrawatan 1.

1. Menyelenggarakan pelayanan keperawatan prima yang terjangkau seluruh lapisanMenyelenggarakan pelayanan keperawatan prima yang terjangkau seluruh lapisan masyarakat berdasarkan cinta kasih di RSUP H. Adam Malik Medan.

masyarakat berdasarkan cinta kasih di RSUP H. Adam Malik Medan. 2.

2. Menyelenggarakan pelayanan keperawatan berdasarkan proses keperawatanMenyelenggarakan pelayanan keperawatan berdasarkan proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan bio, psiko, sosio, dan spiritual

untuk memenuhi kebutuhan bio, psiko, sosio, dan spiritual pasien.pasien. 3.

3. Melaksanakan pengembangan SDM keperawatan di RSUP H. Adam MalikMelaksanakan pengembangan SDM keperawatan di RSUP H. Adam Malik Medan.

Medan. 4.

4. Merencanakan dan menyediakan fasilitas keperawatan di RSUP H. Adam MalikMerencanakan dan menyediakan fasilitas keperawatan di RSUP H. Adam Malik Medan.

(2)

5.

5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan RSUP H. AdamMelaksanakan monitoring dan evaluasi pelayanan keperawatan RSUP H. Adam Malik Medan.

Malik Medan. e.

e. Falsafah Falsafah Pelayanan Pelayanan KeperawataKeperawatann

Dalam memberikan pelayanan, perawat RSUP H. Adam Malik Medan Dalam memberikan pelayanan, perawat RSUP H. Adam Malik Medan  berkeyakinan bahwa :

 berkeyakinan bahwa : 1.

1. Menusia adalah individu yang memiliki kebutuhan bio, psiko, sosio, dan spiritualMenusia adalah individu yang memiliki kebutuhan bio, psiko, sosio, dan spiritual yang unik. Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian yang unik. Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian asuhan keperawatan.

asuhan keperawatan. 2.

2. Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan untukKeperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua yang meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua yang membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku, agama, kepercayaan dan membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku, agama, kepercayaan dan status disetiap tempat pelayanan kesehatan.

status disetiap tempat pelayanan kesehatan. 3.

3. Tujuan asuhan keperawatan adalah dapat dicapai melalui usaha bersama dariTujuan asuhan keperawatan adalah dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua anggota tim kesehatan dan pasien / keluarga.

semua anggota tim kesehatan dan pasien / keluarga.

Dalam memberikan asuhan keperawatan perawat menggunakan proses Dalam memberikan asuhan keperawatan perawat menggunakan proses keperawatan dengan lima tahapan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien / keperawatan dengan lima tahapan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien / keluarga.

keluarga.

f .. Motto Pelayanan KeperawatanMotto Pelayanan Keperawatan 1.

1. Sambut dengan senyumSambut dengan senyum 2.

2. Sapa dengan ramahSapa dengan ramah 3.

3. Sentuh dengan kasih sayangSentuh dengan kasih sayang

g.

g. Tata Tertib Keluarga Pasien dan Pengunjung RSUP H. Adam Malik MedanTata Tertib Keluarga Pasien dan Pengunjung RSUP H. Adam Malik Medan Dalam rangka peningkatan pelayanan keperawatan kesehatan dan menjaga Dalam rangka peningkatan pelayanan keperawatan kesehatan dan menjaga kebersihan, keamanan serta ketertiban RSUP H. Adam Malik Medan maka dengan ini kebersihan, keamanan serta ketertiban RSUP H. Adam Malik Medan maka dengan ini diberitahukan kepada keluarga pasien dan pengunjung agar memperhatikan dan mentaati diberitahukan kepada keluarga pasien dan pengunjung agar memperhatikan dan mentaati ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1.

1. Jam besuk siang : pukul 12.00-14.00 WIB dan jam besuk sore pukul 17.00-20.00Jam besuk siang : pukul 12.00-14.00 WIB dan jam besuk sore pukul 17.00-20.00 WIB

WIB 2.

2. Penunggu pasien tidak dibenarkan lebih dari 2 orang dan mendapat badge penungguPenunggu pasien tidak dibenarkan lebih dari 2 orang dan mendapat badge penunggu untuk 1 orang serta dikembalikan pada saat pasien pulang

(3)

3. Tidak dibenarkan membawa barang-barang berharga dan alat-alat elektronika kecuali handphone

4. Tidak dibenarkan membawa perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, tikar, dan  perlengkapan masuk 

5. Tidak dibenarkan mencuci dan menjemur pakaian di lingkungan RSUP H.Adam Malik 

6. Mohon tidak membawa anak-anak di bawah umur 10 tahun 7. Dilarang merokok di kawasan RSUP H. Adam Malik 

8. Mohon seluruh keluarga pasien wajib menjaga kebersihan dan kerapian ruangan. 9. Barang-barang pasien pasien, keluarga pasien dan pengunjung RSUP H. Adam Malik

agar dijaga masing-masing dan apabila ada yang hilang tidak menjadi tanggung jawab rumah sakit.

f. Hak Pasien

1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan, mencakup :

a. Diagnosa dan tata cara tindakan medis  b. Tujuan tindakan medis yang dilakukan c. Alternatif tindakan lain dan resikonya

d. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi e. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan

2. Meminta pendapat dari dokter dan dokter spesialis serta dokter gigi dan dokter gigi spesialis lain

3. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis 4. Menolak tindakan medis

5. Mendapatkan isi rekam medis, dalam bentuk “resume medis”.

g. Kewajiban Pasien

1. Mentaati segala peraturan dan tata tertib Rumah Sakit

2. Mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya

3. Memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat

4. Melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit dan/atau dokter 5. Mematuhi hal-hal yang telah disepakati/diperjanjikan

(4)

3.1.2 Analisa Situasi Ruangan RB2B RSUP H. Adam Malik Medan

Pengkajian sistem manajemen di ruangan dilakukan dengan analisa situasi ruangan  pada tanggal 16 s/d 19 Oktober 2013 melalui metode:

1. Wawancara yang dilakukan dengan kepala ruangan, perawat pelaksana, dan CI ruangan.

2. Observasi dilakukan mahasiswa Fakultas Keperawatan USU Program Profesi Ners kelompok manajemen pada shift pagi, meliputi observasi situasi dan kondisi ruangan,  pelayanan asuhan keperawatan, penyediaan sarana dan prasarana, sistem kerja, dan

komunikasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.

3. Penyebaran kuesioner dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2013 kepada 10 orang  perawat untuk kuesioner kepuasan kerja perawat, sikap kepala ruangan saat

memimpin, dan gaya kepemimpinan. Penyebaran kuesioner kepada pasien yang  berjumlah 20 orang pada tanggal 18 Oktober 2013 dengan kriteria minimal 3 hari

rawat untuk kuesioner kepuasan pasien.

Berikut deskriptif hasil analisa situasi di ruangan RB2B RSUP H. Adam Malik Medan sesuai dengan fungsi manajemen, sebagai berikut :

3.1.2.1. MAN

A. Perhitungan Kebutuhan Tenaga Perawat

Perekrutan tenaga kerja keperawatan di RB2B dilakukan melalui seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan Depkes pusat dan perekrutan honor dilakukan oleh tenaga keperawatan. Kepala ruangan memberitahu kepada KAPOKJA mengenai kekurangan tenaga kerja di Rindu B2B. Kemudian KAPOKJA melapoarkan kepada Wakil Kepala Instalasi dan diteruskan kepada Kepala Instalasi kemudian kepada Bidang Keperawatan RB2B memiliki 24 orang tenaga perawat dan 1 orang sebagai petugas tata usaha.

(5)

Tabel 1. Daftar Staff Perawat Ruangan RB2B

 No Jabatan Jumlah Pendidikan

1 2 3 4 5 Kepala Ruangan Clinical Instructure Ketua Tim Perawat Pelaksana Tata Usaha 1 orang 1 orang 2 orang 4 orang 13 orang 2 orang 1 orang 1 orang S1 S1 S1 S1 D3 SPK D3 SMA

Jenjang pendidikan tenaga keperawatan di RB2B yaitu terdiri dari 8 orang perawat  jenjang perawat pendidikan sarjana, 14 orang perawat jenjang pendidikan diploma, 2 orang  perawat jenjang pendidikan SPK, dan 1 orang jenjang pendidikan SMA. Pelatihan yang  pernah diadakan yaitu pelatihan PPIRS, perawatan luka, RJP, manajemen bangsal, K3RS, EKG, WSD, Code Blue, infus Shringe Pump, suction, infus pump, manajemen nyeri, PPGD, keperawatan dasar ICU, becoming a professional and quallitied nurse, pelatihan CI, Promkes  bagi petugas PKM Puskesmas, peran perawat dalam penanggulangan bencana/disaster, Service Excellent, Burn Management , pelayanan gas medik, MIRSA, perawatan penderita kanker secara menyeluruh, workshop pemberian kemoterapi, standar praktik keperawatan dan Permenkes No. 647, penanganan bahaya kebakaran.

Sampai saat ini masih terdapat perawat yang mengerjakan pekerjaan non keperawatan yaitu sebagai penaggung jawab alat, pengurusan administrasi pasien, pensterilan alat, mengantar dan menjemput alat tenun, mengisi tabung gas oksigen yang kosong ke instalasi gas, kebersihan ruangan, mengantar resep dan menjemput obat yang semuanya dikerjakan oleh perawat yang menyebabkan berkurangnya tenaga perawat yang seharusnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Namun, hal tersebut diatasi dengan adanya penambahan tenaga perawat diluar pegawai (Mahasiswa yang sedang berdinas di RB2B).

Pendistruibusian tenaga keperawatan yang ada di ruangan RB2B berdasarkan dinas RB2B pada bulan Oktober 2013 sebagai berikut :

Pagi : 12 orang

Sore : 3 orang Malam : 3 orang Libur/Cuti : 7 orang

(6)

Pembagian jam kerja untuk : Dinas Pagi : 08.00-14.00

Dinas Sore : 14.00-20.00 Dinas Malam : 20.00-08.00

Jumlah presentase BOR yang didapat dari data jumlah pasien yang ada disensus dalam 3 bulan terakhir (Juli – September 2013) diruang rawat inap RB2B didapat rata-rata  jumlah pasien 40 dan jumlah tempat tidur sebanyak 50 buah. Sehingga nilai BOR :

BOR = − 

ℎ   x 100%

BOR= 40

0 x 100%

BOR= 0.8 x 100% = 80%

a. Perhitungan Kebututhan Perawat Menurut DEPKES (Depkes, 2005)

Dari perhitungan menurut Depkes, rata-rata pasien perhari diambil dari data 3 bulan terakhir (Juli-September 2013) yaitu sebanyak 40 orang.

Jumlah jam perawatan/hari = 40 x 4 =160 jam ℎ  /ℎ

 /ℎ = 160

7 = 22.85 perawat

Selanjutnya ditambah dengan faktor koreksi, sebagai berikut : Jumlah jari libur ( Loss Day) yaitu :

=ℎ ℎ   ++ℎ   ℎ   x jumlah perawat =+1+14 6 x 22,85 = 6,23 perawat

(7)

Jumlah tenaga perawat + loss day x 25% = 22.85 + 6.23 x 25%

= 7,27

Maka jumlah kebutuhan perawat yaitu :

Jumlah perawat yang tersedia + faktor koreksi = 22.85 + 6.23 + 7.27

= 36.35 = 36 perawat

Maka, total kebutuhan perawat di ruangan RB2B adalah 36 perawat.

Berdasarkan perhitungan menurut Depkes, maka jumlah perawat yang dibutuhkan untuk ruangan RB2B adalah 36 perawat sedangkan jumlah perawat yang tersedia di ruangan RB2B tidak mencukupi dengan jumlah sebanyak 24 orang. Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tersebut adalah sebanyak 12 orang.

3.2.1.2 METODE A. Perencanaan

Ruangan RB2B merupakan ruagan rawat inap yang meberikan pelayanan terhadap  pasien bedah pada bagian urologi, kardiothoraks dan bedah plastik atau luka bakar. Ruangan RB2B menjadikan visi, misi, motto, dan falsafah keperawatan RSUP Haji Adam Malik Medan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kesehatan. Adapun visi, misi, motto, dan falsafah keperawatan RSUP HAM adalah sebagai berikut :

Visi Keperawatan

“Menjadi unggulan pelayanan dan asuhan keperawatan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal tahun 2015”.

Misi Keperawatan

a. Memberikan pelayanan keperawatan yang paripurna, bermutu, dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

(8)

 b. Berperan aktif dalam pelaksanaan pelatihan dan penelitian keperawatan yang  profesional.

c. melaksanakan pelayanan keperawatan dengan prinsip efektif, efisien, dan akuntabel. Motto Pelayanan Keperawatan

“Dalam melaksanakan pelayanan dan asuhan keperawatan ruangan R indu B2B memiliki motto:

1. Bersih 2. Rapi 3. Terampil

4. Bertanggung jawab

Falsafah Pelayanan Keperawatan

“Memberi bantuan paripurna dan efektif untuk memenuhi kebutuhan psikososial dan kultural yang komprehensif dengan mengutamakan kepentingan pasien melalui pendekatan proses keperawatan oleh tenaga keperawatan”.

Berdasarkan pengkajian diperoleh bahwa ruangan Rindu B2B memberikan pelayanan kesehatan untuk pasien dengan Umum, Askes, Jamkesmas, Jamkesda, dan SKTM.

Standar pelayanan keperawatan diruangan Rindu B2B adalah : a. Pelayanan harus sesuai dengan standar pelayanan medis

 b. Pelayanan yang diberikan adalah spesialis dan sub spesialis dan melaksanakan secara terpadu

c. Adnya panduan orientasi bagi pasien dan keluarga

Ruangan Rindu B2B memiliki ketetapan jam berkunjung untuk keluarga pasien yaitu siang jam 12.00  –   14.00 WIB dan sore 17.00  –   20.00 WIB. Berdasarkan observasi jam  berkunjung belum terlaksana secara optimal, hal ini terlihat dengan adanya keluarga pasien

(9)

3.2.2. Struktur Organisasi Ruangan RB2B

Bagan Organisasi R B2B

Kepala Ruangan Rafiah, S. Kep, Ners

TU

Waris Sembiring, AMK Seman at Gintin CI Ruangan Romauli A Sianturi S. Katim I: Rismauli Siahaan,S.Kep,Ners Katim II:  Nilam Diana,S.Kep,Ners

Pelaksana TIM II: Seniorita,S.Kep,Ners

 Narko Banta Padang,S.Kep,Ners Tonggo Hatabalian,S.Kep,Ners Rita Taruli,Amk

Marini Sartika Sitompul,Amk Surya Antoni Simanjuntak ,Amk  Nesta N.Sinaga,Amk

Aida Hanum

Munarda Suhaila,Amk Marlina,Amk

Pelaksana TIM I: Meri Lusiana S.Kep, Ners Juni Simamora,Amk Hotma Marpaung,Amk Iramawati

Yanti Purnama Sari,Amk Sri Aryani,Amk

Fitri Maya,Amk  Fitri Yanti,Amk  Novita Sari,Amk

(10)

Organisasi yang diterapkan diruangan RB2B dalam bentuk wewenang staf. Adapun uraian tugas dari masing-masing perawat di ruangan adalah sebagai berikut:

Kepala Ruangan

Kedudukan

Kepala ruangan adalah seorang perawat profesional secara teknis fungsional bertanggung  jawab kepada Kepala Bidang Keperawatan melalui perawat pengawas keperawatan, secara

operasional bertanggung jawab kepada Kepala Instalasi.

Tugas Pokok

Membantu pelaksanaan bimbingan Asuhan Keperawatan, penerapan etika keperawatan serta mengelola kegiatan Asuhan Keperawatan di ruangan.

Uraian Tugas

1. Mengatur pelaksanaan kegiatan Asuhan Keperawatan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan klien/anggota keluarga.

2. Mengatur penempatan tenaga keperawatan di ruangan.

3. Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistik keperawatan selalu siap pakai.

4. Memberi pengarahan dan motivasi kepada ketua group/tim dan pelaksanaan agar melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, etis dan profesional.

5. Melaksanakan program orientasi kepada : - Tenaga baru

- Siswa/mahasiswa

- Klien/anggota keluarga baru

6. Mendampingi dokter/supervisor selama kunjungan visite.

7. Mengelompokkan klien/anggota keluarga menurut penempatannya ruangan menurut tingkat jenis kelamin untuk mempermudah Asuhan Keperawatan.

8. Menciptakan, memelihara suasana kerja yang baik antar petugas, klien/anggota keluarga/keluarga sehingga memberi ketenangan.

9. Mengadakan pertemuan berkala tenaga keperawatan minimal 2 kali perhari untuk membicarakan pelaksanaan kegiatan di ruangan.

10. Memeriksa dan meniliti :

- Pengisian daftar permintaan makanan - Pengisian sensus harian

(11)

- Pengisian rekam medik

11. Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan 5 tahapan : - Pengkajian keperawatan

- Diagnosa keperawatan - Perencanaan keperawatan - Pelaksanaan keperawatan - Evaluasi keperawatan

12. Pertemuan secara rutin dengan pelaksana keperawatan. 13. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan di ruangan.

CI (Clinical Instructure)

Uraian Tugas

1. Melihat dan membaca laporan pendahuluan peserta didik

2. Melakukan pre conference dan membahas laporan pendahuluan

3. Memberi waktu kepada peserta didik untuk membaca rekam medis pasien 4. Membimbing peserta didik untuk meningkatkan komunikasi teraupetik 5. Membimbing peserta didik dalam menerapkan rencana tindakan

6. Melakukan bed side teaching 7. Melakukan ronde keperawatan

8. Mengambil alih tindakan yang dilakukan peserta didik dalam situasi tertentu

9. Melakukan post konfrens yang membahas tentang kegiatan peserta didik dalam melakukan asuhan keperawatan

10. Mambimbing peserta didik dalam rangka mengakhiri praktek di suatu tempat/ruangan 11. Mengontrol kehadiran peserta didik dan melaporkan kepada diklat apabila peserta

didik tidak hadir

a. Memberi bimbingan peserta didik sesuai dengan tingkat pendidikannya dalam hal: melaksanakan asuhan keperawatan dengan penerapan proses keperawatan

 b. membimbing pembuatan laporan kasus

12. Memberi penilaian terhadap hasil kerja peserta didik sesuai dengan tempat tugasnya dan menyerahkan kepada koordinator instruktor klinis setiap akhir minggu

(12)

Ketua Group/Tim Kedudukan

Perawat ketua group/tim adalah seorang perawat profesional dalam melaksanakan tugas, bertanggung jawab kepada kepala ruangan.

Tugas Pokok

Melaksanakan Asuhan Keperawatan kepada klien/anggota keluarga sesuai standard  profesi serta menggunakan dan memelihara logistik keperawatan secara efektif dan efisien.

Uraian Tugas

1. Membagi tugas, membantu anggota memahami dan melakukan tugas sesuai kemampuan 2. Mengkaji setiap klien, meenyusun renpratepat waktu, mengevaluasi asuhan.

3. Mengkoordinir pelaksanaan tindakan

4. Mensuvervisi anggota dan memberikan pelatihan informal bagi mereka sesuai kebutuhan 5. Menyelenggarakan konferensi

6. Memenuhi kebutuhan setiap pasien dalam tim, sekalipun tidak selalu secara langsung terlibat dalam asuhan

7. Melaporkan asuhan kepada Ka.Ruangan

Anggota Tim/Perawat Pelaksana Uraian Tugas

1. Melaksanakan asuhan dengan teliti sesuai dengan rencana keperawatan 2. Mencatat dengan jelas asuhan yang diberikan

3. Melaporkan asuhan dan resspon klien dengan tepat 4. Menghargai bantuan atau bimbingan dari ketua tim 5. Berpartisipasi pada konferensi

6. Kerjasama anggota dan antar tim

7. Kadang-kadang bertanggung jawab atas asuhan klien dalam tim, mis : waktu makan siang atau bila ketua tim tidak ada

(13)

Ruangan RB2B memiliki alur pendelegasian tugas sebagai berikut: Kepala Ruangan

Kepala Tim Kepala Tim

Perawat Pelaksana

 Alur Pendelegasian Tugas

Berdasarkan hasil pengkajian melalui wawancara dengan Kepala Ruangan, sistem  pendelegasian tugas keperawatan di ruang RB2B dilaksanakan sesuai metode penugasan tim, dimana pendelegasian dilakukan dari Kepala Ruangan kepada Ketua Tim dan selanjutnya Ketua Tim mendelegasikan kepada Perawat Pelaksana yang dianggap lebih berpengalaman dan senior di dalam timnya, apabila salah satu Ketua Tim berhalangan dalam melaksanakan tugasnya, pelimpahan tugas diberikan kepada Ketua Tim dari tim lainnya, tetapi metode tim ini belum berjalan murni karena masih ada sebagian yang bertugas secara fungsional yaitu TL (tugas Luar) dan penanggung jawab alat.

Ruangan RB2B memiliki jam dinas pegawai dengan batasan jam kerja dan memiliki  penanggung jawab pada setiap shift. Namun berdasarkan hasil observasi, ada beberapa  perawat shift pagi yang belum menyelesaikan tugasnya walaupun jam dinasnya sudah selesai. Selain itu juga terdapat kebijakan untuk mencapai kedisiplinan kerja yang telah disepakati  bersama, yaitu dengan memberikan sanksi berupa denda jika terlambat masuk dinas. Jika terdapat konflik dalam ruangan, Kepala Ruangan beserta staffnya mendiskusikan masalah tersebut dan segera diselesaikan. Bila konflik yang terjadi bersifat intern antar pegawai maka kepala ruangan akan menyelesaikannya bersama dengan pegawai yang bersangkutan di dalam ruangan KaRu.

Berdasarkan hasil observasi saat mengikuti rapat pagi, Kepala Ruangan menggabungkan gaya kepemimpinan otoriter dan demokrasi, dimana pemimpin harus mampu mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, dalam menggerakkan staff selalu memperhatikan kemampuan staffnya, senang menerima kritik, saran, dan pendapat dari staff, serta kapan harus tegas dalam

(14)

mengambil keputusan. Berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditetapkan bersama antara  pemimpin dan bawahan. Kepala Ruangan juga berperan sebagai supervisi, hal ini dibuktikan dengan adanya pengontrolan Kepala Ruangan terhadap pekerjaan yang dilakukan stafnya setelah pembacaan rawatan operan pasien setiap hari kepada tim 1 dan tim 2, pengontrolan alat-alat keperawatan sampai pada mahasiswa yang praktik atau dinas di RB2B.

Ruangan RB2B sudah memiliki pengklasifikasian pasien yang ditempatkan di ruangan sesuai sub bagian bedah yang ada di RB2B, yaitu: III-3, III-4 Urologi Pria, II-4 Urologi Wanita, III-5, III-6 Cartho_Vaskuler Pria, II-5, II-6 Cartho_Vaskuler Wanita, III-7 Plastik Pria, II-7 Plastik Wanita. Setiap ruangan sub bagian bedah ditanggungjawabi oleh 2 orang perawat.

Ruangan RB2B memberikan pelayanan kepada pasien Askes, Jamkesmas, SKTM, dan Umum. RB2B memiliki ketetapan jam berkunjung untuk keluarga pasien, yaitu: jam 11.00-13.00 WIB dan 17.00-20.00 WIB. Namun berdasarkan observasi, penetapan jam  berkunjung belum terlaksana secara maksimal karena masih didapati adanya keluarga pasien

yang berkunjung di luar jam yang ditentukan. Hal ini akan berpengaruh pada kebutuhan istirahat pasien dan resiko infeksi nasokomial.

1. MONEY

Ruangan RB2B memiliki sistem budgeting yang diatur langsung oleh Rumah Sakit  baik untuk pelayanan maupun untuk penggajian pegawai ruangan. Setiap pegawai RB2B mendapatkan gaji bulanan sesuai golongan, jasa pelayanan medis, jasa pelayanan umum, dan uang makan perbulan. Juga diberikan jasa pelayanan diluar gaji yang dikeluarkan setiap  bulan yang diberikan kepada perawat dan adanya pemberian credit point pada perawat

fungsional.

2. MATERIAL

Berdasarkan data peralatan logistik yang ada di ruangan menunjukkan masih ada  barang yang tidak memenuhi kebutuhan idealnya seperti alat-alat untuk perawatan luka, alat

RJP, dan alat untuk mengukur vital sign tidak tersedia di ruangan. Ruangan RB2B sudah memiliki pembuangan sampah medis, kotak nald dan non medis tetapi belum maksimal digunakan karena terlihat adanya pencampuran dari sampah medis dan non medis. Ruangan RB2B memiliki 9 ruangan dengan pembagian kamar yang jelas untuk set iap stase bedah yang terdiri dari bedah urologi, bedah plastik, dan cardio toraks, yang telah memisahkan pasien  pria dan wanita. Belum disosialisasikannya kotak saran yang dapat dimanfaatkan sebagai

(15)

masukan bagi ruangan yang dapat diisi oleh semua pihak untuk meningkatkan mutu  pelayanan di ruang RB2B, dan penempatan pasien diluar stase RB2B, misalnya pasien onkologi dan digestif yang di rawat di stase bedah urologi merupakan masalah yang terjadi di ruangan.

Tersedia 50 tempat tidur di ruang RB2B yang diantaranya terdapat 8 tempat tidur yang tidak layak pakai, sehingga terdapat 42 tempat tidur yang dapat digunakan. Jumlah  pasien 43 orang, dengan demikian ruang RB2B kekurangan tempat tidur sehingga ruangan

harus meminjam tempat tidur dari ruangan lain.

BOR ruangan : Jumlah pasien / tempat tidur yang tersedia x 100%

BOR = − 

ℎ   x 100%

BOR= 40

0 x 100%

BOR= 0.8 x 100% = 80%

Papan identitas pasien yang belum dimanfaatkan secara maksimal, kemudian keterbatasan peralatan yang dibutuhkan oleh pasien seperti ketersediaan bantal, bed plank, tempat tidur, kasur, lemari pasien, juga pemanfaatan papan pengumuman di ruangan perawat yang belum maksimal.

(16)

DAFTAR STANDAR LOGISTIK KEPERAWATAN RSUP H. ADAM MALIK RB2B TAHUN 2009/2010

Alat Rumah Tangga

No. Nama Barang Jlh

Keb

Jlh yang

Ada

Baik Rusak Hilang Jlh Kurang

Ket.

1 Bantal Guling Dewasa

2 Bantal Guling Anak

3 Bantal Kepala Dewasa 50 17 17 33

4 Bantal Kepala Anak

5 Baki

6 Bed Plang Pasien 50 36 36 14

7 Brus Kamar Mandi 8 Brus/Sikat Pot 9 Ceret listrik 2 2 2 10 Ember Mandi 20 2 2 18 11 Garpu Makan 12 Gayung Mandi 2 2 2 13 Gelas Minum 14 Gunting Kuku 15 Kasur Anak

(17)

16 Kasur Dewasa 50 46 4 17 Keran Air 18 Keset Kaki 19 Keranjang Sampah 20 Kulkas 1 1 1 21 Lampu Photo 22 Kunci Duplikat 23 Lampu Senter 24 Lampu Sorot 25 Lemari Kain 26 Lemari Obat 2 27 Lemari Pasien 50 28 Meja Balutan

29 Meja Makan Pasien

30 Meja Kerja 2

31 Panci Masak Air

32 Piring Makan 33 Rak Handuk 34 Rostul 2 1 di instalasi 35 Sapu 36 Scherem

(18)

37 Senter Besar

38 Senter Kecil

39 Sendok Makan

40 Troly Kain Kotor 1

Alat Kesehatan Dasar

No. Nama Barang Jlh

Keb

Jlh yang

Ada

Baik Rusak Hilang Jlh Kurang

Ket.

1 Alat Forcep

2 Alat Curretage

3 Alat Vacum suction 2 2 4 Arteri Klem

5 Bak Instrumen Besar 12 12

6 Bak Instrumen Sedang

7 Bak Instrumen Kecil

8 Bengkok 12 12

9 Blas Spuit

10 Bran Cart

11 Buli-Buli Panas

12 Kom Bulat Bertutup [B]

(19)

14 Kom Bulat Bertutup [K] 15 Es Cup 16 Flow Meter O2 1 1 17 Hegar 18 Hidro Tubasi 19 Gelas ukur 20 Gilingan Obat 1 1 21 Gliserin Spuit 22 Gunting lurus 12 12 23 Gunting Verband 6 6 4

24 Gunting Tali Pusat

25 Gunting Episiotomi

26 Gunting Sibol/Hecting

27 Irigator Set

28 Korentang & Semptung

29 Klem Kocher

30 Klem ½ Kocher

31 Klem Pean Besar

32 Krio

33 Laryngoscope

34 Lampu Kepala

(20)

36 Piring Plasenta 37 Pispot Plastik 38 Pispot Stainless 39 Pinset Anatomi 24 24 40 Pinset Chirurgi 12 12 41 Pols Steller 42 Refleks Hammer

43 Resusitation Kit Dewasa

44 Resusitation Kit Anak

45 Slim Zuinger 46 Sputum Pot 47 Standar Infus 15 15 48 Strilisator Uap 49 Strilisator Boiller 50 Stateskop Anak 51 Stateskop Dewasa 1 1 52 Stoples Handscoon

53 Speculum Cocor Bebek

54 Speculum Sym

55 Sonde Uterus

56 Timbangan Dewasa 1 1

(21)

58 Timbangan Bayi

59 Talang Cuci Rambut

60 Tempat Tidur Obgin

61 Tempat Tidur Biasa 50 50 50 13

62 T.Tdr Lux (Spring Bed)

63 Tempat Tidur Elektrik

64 Tsdsempat Tidur Bayi

65 Tempat Tidur Anak

66 Tensimeter Dewasa 3 1 1 2

67 Tensimeter Anak

68 Thermometer

69 Toung Spatula

70 Tromel Kain Gaas Besar 1

71 Tromel Kain Gaas Sdg 3 2

72 Tromel Kain Gaas Kecil 8 8

73 Tang Biopsi

74 Tena Culum

75 Urinal Plastik

76 Urinal Stainless

77 Vena Sectio Set 1 1 1

78 Windring

(22)

Perbekalan Farmasi

No Nama Perbekalan Farmasi Yang Diberikan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Abocath No. 20 Abocath No. 22 Abocath No. 24 Adrenalin Catheter No. 18 Catheter No. 16 Dexamethasone Dextrose 40% Dextrose 5%+NaCl 0,25% Handschoen No. 7,5 Handschoen No. 7 Infus Set Makro Infus Set Mikro KCl Lidocain Meylon  NaCl 0,9%  NGT No. 18 10 Buah 3 Buah 2 Buah 10 Ampul 5 Buah 5 Buah 10 Ampul 2 Fls 2 Fls 10 Buah 10 Buah 5 Buah 5 Buah 2 Ampul/mcg 10 Ampul 10 Fls 3 Fls 5 Buah

(23)

19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.  NGT No. 16  NGT No. 5  Novalgin Parasetamol Ringer Lactat Ringer Sol

Selang Suction No. 12 Selang Suction No. 14 Spuit 20 cc Spuit 10 cc Spuit 5 cc Spuit 3 cc Three Way Tramadol Transamin 500 mg Inj Transfusi Set Urine Bag Xilodela 5 Buah 2 Buah 15 Ampul 20 Tablet 5 Fls 5 Fls 3 Buah 5 Buah 3 Buah 5 Buah 5 Buah 5 Buah 3 Buah 10 Tablet 5 Ampul 12 Buah 4 Buah 5 Vial

(24)

Gambar

Tabel 1. Daftar Staff Perawat Ruangan RB2B

Referensi

Dokumen terkait

Sumber benih merupakan tegakan di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan yang dikelola guna memproduksi benih berkualitas. Sumber benih dapat ditunjuk dan

Dalam upaya memperoleh pemahaman yang sesungguhnya terhadap makna dan tunjukan ( dalâlah ) dari matan suatu hadis, kontribusi ilmu (teori) tentang makna yang dikenal dengan

dah ditetapkan akan dibaca tegangan V (terbaca pada voltmeter) dan kuat arus I (terbaca pada ammeter) yang mengalir melalui cuplikan bahan semikonduktor, sehingga resistansi

Analisis SWOT digunakan pada usahatani padi sawah di Kabupaten Rokan Hulu dalam. rangka meningkatkan produksi dan

Dengan melihat hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh yang negatif antara pemberian alat tangkap dan nilai PDRB, dan tidak signifikan sehingga dalam

Perubahan pola pemanfaatan lahan pada kawasan pembangunan niaga di pantai Kaliwungu Kabupaten Kendal, antara lain perubahan tata ruang yang telah ada menjadi tata

Surat kuasa KPA/pemimpin BLU kepada Kuasa BUN Pusat dan Kuasa BUN di Daerah untuk memperoleh informasi dan kewenangan terkait Rekening yang dibuka pada Bank

memberikan pelayanan Jasa internasional Fright Forwarding.. Pembaya ran Ganti HujJi.... Peti Kemas adalah : aJat transport yang mempunyai.. dialas* say« ingin.