BAB IV BAB IV PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Pada praktikum identifikasi karbohidrat ini dilakukan beberapa uji karbohidrat secara Pada praktikum identifikasi karbohidrat ini dilakukan beberapa uji karbohidrat secara kualitatif antara lain uji molisch, uji benedict,
kualitatif antara lain uji molisch, uji benedict, uji barfoed, uji iodine, uji sauji barfoed, uji iodine, uji saliwanoff sedangkan ujiliwanoff sedangkan uji kuantitatif yaitu analisa gula total secara spektrometeri dan isolasi karbohidrat.
kuantitatif yaitu analisa gula total secara spektrometeri dan isolasi karbohidrat. 4.1 Uji Molisch
4.1 Uji Molisch
Prinsip percobaaan uji molisch adalah mengidentifikasi karbohidrat dengan pereaksi Prinsip percobaaan uji molisch adalah mengidentifikasi karbohidrat dengan pereaksi molisch yang ter
molisch yang terdiri dari alfa-naftol diri dari alfa-naftol dalam alcohol dalam alcohol yang kemudian bereaksi yang kemudian bereaksi dengan senyawadengan senyawa furfural. Dimana senyawa furfural ini adalah senyawa yang didehidrasi oleh asam sulfat furfural. Dimana senyawa furfural ini adalah senyawa yang didehidrasi oleh asam sulfat pekat. Kemudian
pekat. Kemudian membentuk membentuk senyawa kompleks senyawa kompleks berwarna ungu berwarna ungu yang disebabkan yang disebabkan oleh doleh dayaaya dehidrasi asam sulfat pekat terhadap karbohidrat serta kondensasi antara senyawa furfural dehidrasi asam sulfat pekat terhadap karbohidrat serta kondensasi antara senyawa furfural dengan alpa-naftol dalam pereaksi molisch.
dengan alpa-naftol dalam pereaksi molisch.
Pada percobaan uji molisch ini menggunakan tujuh sampel karbohidrat 1% jenis Pada percobaan uji molisch ini menggunakan tujuh sampel karbohidrat 1% jenis galaktosa, amilum, glukosa, laktosa, maltose, fruktosa, dan sukrosa. Larutan karbohidrat galaktosa, amilum, glukosa, laktosa, maltose, fruktosa, dan sukrosa. Larutan karbohidrat dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berbeda kemudian ditambahan reagen molisch pada dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berbeda kemudian ditambahan reagen molisch pada setiap
setiap tabung reaksitabung reaksi. Reagen . Reagen molisch adalah molisch adalah pereaksi pereaksi yang yang terdiriterdiri dari αdari α-naftol dalam-naftol dalam alcohol yang
alcohol yang akan bereaksi dengan larutan akan bereaksi dengan larutan karbohidrat membentuk senyawa kompleks karbohidrat membentuk senyawa kompleks yangyang berwara
berwara ungu. ungu. Kemudian Kemudian ditambahkan ditambahkan larutan larutan asam asam sulfat sulfat pekat pekat melalui melalui dinding dinding tabungtabung reaksi secara perlahan. Fungsi penambahan asam sulfat pekat agar polisakarida terurai reaksi secara perlahan. Fungsi penambahan asam sulfat pekat agar polisakarida terurai menjadi monosakarida
menjadi monosakarida sehingga dapat mempercepat sehingga dapat mempercepat terjadinya respon terjadinya respon perubahan warna atauperubahan warna atau pembentukkan
pembentukkan cincin cincin pada pada sampel-sampel sampel-sampel yang yang diujikan. diujikan. Penambahan Penambahan asam asam sulfat sulfat dengandengan cara dialirkan melalui dinding tabung agar larutan H
cara dialirkan melalui dinding tabung agar larutan H22SOSO44 tidak bercampur dengan larutan tidak bercampur dengan larutan yang ada dalam tabung, sehingga pada akhir reaksi diperoleh suatu pembentukan cincin yang ada dalam tabung, sehingga pada akhir reaksi diperoleh suatu pembentukan cincin berwarna
berwarna ungu ungu pada pada batas batas antara antara kedua kedua lapisan lapisan larutan larutan dalam dalam tabung tabung selain selain itu itu juga juga untukuntuk menghindari terjadinnya reaksi eksplosif.
menghindari terjadinnya reaksi eksplosif.
Setelah dilakukkan pengujian pada masing-masing sampel diperoleh hasil yang tertera Setelah dilakukkan pengujian pada masing-masing sampel diperoleh hasil yang tertera pada
pada tabel tabel pengamatan pengamatan bahwa bahwa pada pada beberapa beberapa sampel sampel terbentuk terbentuk cincin cincin dengan dengan variasi variasi warnawarna yang berbeda namun ada juga sampel yang tidak terbentuk cincin melainkan hanya yang berbeda namun ada juga sampel yang tidak terbentuk cincin melainkan hanya mengalami perubahan warna. Pada galaktosa tidak terjadi pembentukkan cincin hanya terjadi mengalami perubahan warna. Pada galaktosa tidak terjadi pembentukkan cincin hanya terjadi perubahan
perubahan warna warna antara antara bagian bagian atas atas berwarna berwarna abu-abu abu-abu dan dan bagian bagian bawah bawah berwarna berwarna hitamhitam kebiruan dan pada amilum tidak terbentuk cincin hanya pada bagian bawah berwarna hitam kebiruan dan pada amilum tidak terbentuk cincin hanya pada bagian bawah berwarna hitam dan pada bagian atas berwarna coklat, amilum yang merupakan polisakarida harus menjadi dan pada bagian atas berwarna coklat, amilum yang merupakan polisakarida harus menjadi monosakarida terlebih dahulu agar dapat terdehidrasi menjadi furfural dan hal tersebut monosakarida terlebih dahulu agar dapat terdehidrasi menjadi furfural dan hal tersebut memelukan waktu yang lebih lama (Astuti, 2009) selain itu kemungkinan terdapat factor memelukan waktu yang lebih lama (Astuti, 2009) selain itu kemungkinan terdapat factor lainnya sehingga amilum tidak beraksi dengan sempurna atau menghasilkan reaksi negatif lainnya sehingga amilum tidak beraksi dengan sempurna atau menghasilkan reaksi negatif terhadap uji molisch pada percobaan ini. Pada sukrosa terbentuk cincin berwarna ungu terhadap uji molisch pada percobaan ini. Pada sukrosa terbentuk cincin berwarna ungu kebiruan, cincin berwarna coklat kehitaman pada maltose, cincin berwarna hitam pada kebiruan, cincin berwarna coklat kehitaman pada maltose, cincin berwarna hitam pada
fruktosa laktosa dan glukosa, Menurut (Irawan, 2007), glukosa yang merupakan fruktosa laktosa dan glukosa, Menurut (Irawan, 2007), glukosa yang merupakan monosakarida harus terdehidrasi terlebih dahulu menjadi furfural sehingga dapat monosakarida harus terdehidrasi terlebih dahulu menjadi furfural sehingga dapat terkondensasi antara senyawa furfural dengan alpa-naftol dalam pereaksi molisch terkondensasi antara senyawa furfural dengan alpa-naftol dalam pereaksi molisch membentuk senyawa berwarna.
membentuk senyawa berwarna.
Menurut literatur yang ada, dengan menggunakan pereaksi molisch akan berwarna ungu Menurut literatur yang ada, dengan menggunakan pereaksi molisch akan berwarna ungu dalam mengidentifikasi karbohidrat. Sedangkan dalam praktikum yang dilakukan, hasil yang dalam mengidentifikasi karbohidrat. Sedangkan dalam praktikum yang dilakukan, hasil yang didapat tidak sesuai. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu proses penetesan didapat tidak sesuai. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu proses penetesan reaktan, reagen molisch maupun asam sulfat yang kurang teliti (volumenya menjadi kurang reaktan, reagen molisch maupun asam sulfat yang kurang teliti (volumenya menjadi kurang atau berlebih) serta caranya yang tidak sesuai, reagen yang telah lama atau mengalami atau berlebih) serta caranya yang tidak sesuai, reagen yang telah lama atau mengalami kerusakan.
kerusakan. 4.2 Uji Benedict 4.2 Uji Benedict
Prinsip percobaan uji benedict adalah untuk menguji karbohidrat yang memiliki gugus Prinsip percobaan uji benedict adalah untuk menguji karbohidrat yang memiliki gugus aldehid yang dapat dioksidasi asam karboksil atau karbohidrat yang mengadung keton bebas. aldehid yang dapat dioksidasi asam karboksil atau karbohidrat yang mengadung keton bebas. Uji Benedict didasari oleh reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keto bebas Uji Benedict didasari oleh reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keto bebas dalam suasana alkalis membentuk kuprooksida yang berwarna. Uji positif ditandai dengan dalam suasana alkalis membentuk kuprooksida yang berwarna. Uji positif ditandai dengan terbentuknnya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan merah bata terbentuknnya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan merah bata (Cu2O)
(Cu2O) variasi warna variasi warna larutan hasil larutan hasil uji ini uji ini tergantung pada tergantung pada konsentrasi atau kadar konsentrasi atau kadar gulagula reduksi pada setiap sampel (Irawan, 2007).
reduksi pada setiap sampel (Irawan, 2007).
Pada percobaan uji benedict ini menggunakan tujuh sampel karbohidrat 1% jenis Pada percobaan uji benedict ini menggunakan tujuh sampel karbohidrat 1% jenis galaktosa, sukrosa, amilum, glukosa, laktosa, maltose, dan fruktosa. Reagen benedict galaktosa, sukrosa, amilum, glukosa, laktosa, maltose, dan fruktosa. Reagen benedict dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berbeda. Masing-masing tabung reaksi dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berbeda. Masing-masing tabung reaksi ditambahkan larutan karbohidrat. Kemudian dimasukkan kedalam penangas air mendidih ditambahkan larutan karbohidrat. Kemudian dimasukkan kedalam penangas air mendidih tujuan dari dilakukannya pemanasan tersebut adalah untuk mempercepat reaksi hidrolisis tujuan dari dilakukannya pemanasan tersebut adalah untuk mempercepat reaksi hidrolisis antara logam Cu dalam pereaksi benedict dengan larutan karbohidrat atau disakarida antara logam Cu dalam pereaksi benedict dengan larutan karbohidrat atau disakarida sehingga bereaksi positif.
sehingga bereaksi positif.
Hasil dari uji benedict pada praktikum ini yaitu pada glukosa dihasilkan warna merah Hasil dari uji benedict pada praktikum ini yaitu pada glukosa dihasilkan warna merah bata dan terbentuk
bata dan terbentuk endapan, pada endapan, pada sukrosa dihasilkan warna sukrosa dihasilkan warna coklat, pada coklat, pada amilum tidak amilum tidak terjaditerjadi perubahan
perubahan warna, warna, pada pada galaktosa galaktosa dihasilkan dihasilkan warna warna coklat, coklat, pada pada maltose maltose lapisan lapisan pertamapertama berwarna coklat dan lapisan kedua b
berwarna coklat dan lapisan kedua berwarna hijau tosca sedangkan paderwarna hijau tosca sedangkan pada fruktosa lapisan atasa fruktosa lapisan atas berwarna
berwarna jingga jingga tua, tua, warna warna hijau hijau dan dan coklat. coklat. Dari Dari hasil hasil uji uji benedict benedict tersebut tersebut dapatdapat disimpulkan bahwa hasil uji positif ditunjukan oleh glukosa, laktosa, maltose dan fruktosa disimpulkan bahwa hasil uji positif ditunjukan oleh glukosa, laktosa, maltose dan fruktosa sedangkan hasil negatif terhadap uji benedict ditunjukan oleh sukrosa, amilum dan galaktosa. sedangkan hasil negatif terhadap uji benedict ditunjukan oleh sukrosa, amilum dan galaktosa. Glukosa dan fruktosa termasuk gula pereduksi sedangkan sukrosa dan amilum bukanlah gula Glukosa dan fruktosa termasuk gula pereduksi sedangkan sukrosa dan amilum bukanlah gula pereduksi.
pereduksi. Pada Pada amilum amilum sekalipun sekalipun terdapat terdapat glukosa glukosa rantai rantai terbuka terbuka pada pada ujung ujung rantairantai polimernya, namun ko
polimernya, namun konsentrasinya sangatlah kecil, nsentrasinya sangatlah kecil, sehingga warna hasil sehingga warna hasil reaksi tidak tampakreaksi tidak tampak oleh penglihatan (Rohman, 2007). Sukrosa tidak memiliki gugus aldehid dan keton bebas oleh penglihatan (Rohman, 2007). Sukrosa tidak memiliki gugus aldehid dan keton bebas karena terbentuk dari glukosa yang mengikat gugus aldehid dan fruktosa yang mengikat karena terbentuk dari glukosa yang mengikat gugus aldehid dan fruktosa yang mengikat
gugus keton sehingga sukar dapat mereduks ion Cu
gugus keton sehingga sukar dapat mereduks ion Cu2+2+ menjadi ion Cu menjadi ion Cu++. Laktosa sebagai gula. Laktosa sebagai gula pereduksi
pereduksi memberikan memberikan respon respon warna warna coklat coklat muda muda dan dan endapan endapan hasil hasil reaksi reaksi antara antara gulagula pereduksi
pereduksi dengan dengan reagen reagen benedict benedict Sebaliknya Sebaliknya galaktosa galaktosa yang yang merupakan merupakan gula gula pereduksipereduksi tidak memberikan respon positif. Hal ini dikarenakan beberapa factor yaitu pemanasan tidak memberikan respon positif. Hal ini dikarenakan beberapa factor yaitu pemanasan larutan, cara mereaksikan larutan dll.
larutan, cara mereaksikan larutan dll. 4.3 Uji Barfoed
4.3 Uji Barfoed
Uji barfoed adalah uji untuk memisahkan antara monosakarida dan disakarida yang dapat Uji barfoed adalah uji untuk memisahkan antara monosakarida dan disakarida yang dapat mereduksi ion kupri. Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu
mereduksi ion kupri. Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu2+2+ menjadi Cu menjadi Cu++. Reagen barfoed. Reagen barfoed bereaksi
bereaksi dengan dengan monosakarida monosakarida untuk untuk menghasilkan menghasilkan kupri kupri oksida oksida lebih lebih cepat cepat dibandingdibanding disakarida. Pereaksi Barfoed dibuat dari larutan coper asetat dan asam asetat dalam air. disakarida. Pereaksi Barfoed dibuat dari larutan coper asetat dan asam asetat dalam air. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan jalan Pereaksi ini digunakan untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan jalan mengontrol kondisi
mengontrol kondisi – – kondisi, s kondisi, seperti pH eperti pH dan waktu dan waktu pemanasan. pemanasan. (Eaton, 1980).(Eaton, 1980).
Uji barfoed ini bertujuan untuk memisahkan antara monosakarida dan disakarida. Uji barfoed ini bertujuan untuk memisahkan antara monosakarida dan disakarida. Pereaksi barfoed bersifat asam lemah dan hanya direduksi oleh monosakarida. Ion Cu
Pereaksi barfoed bersifat asam lemah dan hanya direduksi oleh monosakarida. Ion Cu2+2+ (dari (dari pereaksi
pereaksi barfoed) barfoed) dalam dalam suasana suasana asam asam akan akan direduksi direduksi lebih lebih cepat cepat oleh oleh gula gula reduksireduksi monosakarida daripada disakarida dan menghasilkan endapan Cu
monosakarida daripada disakarida dan menghasilkan endapan Cu22O berwarna merah bata.O berwarna merah bata. Disakarida (sukrosa dan laktosa) sebenarnya dapat bereaksi. Dimana disakarida tersebut akan Disakarida (sukrosa dan laktosa) sebenarnya dapat bereaksi. Dimana disakarida tersebut akan dapat dihidrolisis sehingga bereaksi positif tetapi hal tersebut hanya dapat terjadi dengan dapat dihidrolisis sehingga bereaksi positif tetapi hal tersebut hanya dapat terjadi dengan pemanasan
pemanasan yang lebih yang lebih lama. lama. Jika disakarida Jika disakarida tersebut lebih tersebut lebih lama pemanasannlama pemanasannya, maka ya, maka keduakedua larutan disakari
larutan disakarida tersebut jda tersebut juga akan dapat uga akan dapat bereaksi. bereaksi. Dengan kata lain, Dengan kata lain, untuk membedakanuntuk membedakan monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung berapa lama pemanasan. Setelah monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung berapa lama pemanasan. Setelah dilakukan pemanasan semua bahan tidak bereaksi secara bersamaan. Artinya hal ini dilakukan pemanasan semua bahan tidak bereaksi secara bersamaan. Artinya hal ini disebabkan karena monosakarida dapat mereduksi lebih cepat daripada disakarida dan disebabkan karena monosakarida dapat mereduksi lebih cepat daripada disakarida dan polisakrida.
polisakrida. Hal Hal ini ini yang yang kemudian kemudian menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa pereaksi pereaksi barfoed barfoed digunakan digunakan untukuntuk membedakan antara monosakarida, disakarida dan polisakarida. Dimana yang cepat membedakan antara monosakarida, disakarida dan polisakarida. Dimana yang cepat mereduksi atau bereaksi adalah monosakarida. Sementara yang membutuhkan waktu lama mereduksi atau bereaksi adalah monosakarida. Sementara yang membutuhkan waktu lama dalam pemanasannya sampai bisa bereaksi adalah disakarida.
dalam pemanasannya sampai bisa bereaksi adalah disakarida.
Pada uji barfoed, larutan karbohidrat 1% jenis fruktosa, laktosa, galaktosa, Pada uji barfoed, larutan karbohidrat 1% jenis fruktosa, laktosa, galaktosa, glukosa,sukrosa dan amilum. Reagen barfoed dimasukkan kedalam tujuh tabung reaksi yang glukosa,sukrosa dan amilum. Reagen barfoed dimasukkan kedalam tujuh tabung reaksi yang berbeda
berbeda sebanyak sebanyak 2 2 ml. ml. Kemudian Kemudian ditambahkan ditambahkan larutan larutan karbohidrat karbohidrat pada pada masing-masingmasing-masing tabung reaksi sebanyak 1 mL. Ketujuh tabung reaksi kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 mL. Ketujuh tabung reaksi kemudian dimasukkan ke dalam penangas
penangas air air dan dan dipanaskan dipanaskan selama selama 1 1 menit. menit. Tujuan Tujuan dari dari pemanasan pemanasan ini ini adalah adalah untukuntuk mempercepat dan menyempurnakan reaksi, sehingga reaksi berjalan cepat dan sempurna. mempercepat dan menyempurnakan reaksi, sehingga reaksi berjalan cepat dan sempurna. Pemanasan yang terlalu lama harus dihindari karena disakarida seperti maltose dan laktosa Pemanasan yang terlalu lama harus dihindari karena disakarida seperti maltose dan laktosa akan terhidrolisis. Oleh karena itu pemanasan pada uji barfoed hanya 1 menit agar akan terhidrolisis. Oleh karena itu pemanasan pada uji barfoed hanya 1 menit agar didapatkan hasil positif terhadap monosakarida saja. Komposisi reagen barfoed adalah kupri didapatkan hasil positif terhadap monosakarida saja. Komposisi reagen barfoed adalah kupri asetat dan asam asetat glasial dalam air. Reagen ini berwarna biru dan berfungsi sebagai asetat dan asam asetat glasial dalam air. Reagen ini berwarna biru dan berfungsi sebagai
oksidator dan pengompleks. Setelah dilakukan pemanasan tabung reaksi diangkat dan oksidator dan pengompleks. Setelah dilakukan pemanasan tabung reaksi diangkat dan dinginkan dengan air mengalir dan diamati perubahan yang terjadi.
dinginkan dengan air mengalir dan diamati perubahan yang terjadi.
Hasil dari uji barfoed diantara semua larutan karbohidrat tersebut tidak ada yang bereaksi Hasil dari uji barfoed diantara semua larutan karbohidrat tersebut tidak ada yang bereaksi dan semua menghasilkan hasil yang negatif. Begitupula pada saat dilakukan duplo pada dan semua menghasilkan hasil yang negatif. Begitupula pada saat dilakukan duplo pada pemanasan
pemanasan yang yang lebih lebih lama lama yaitu yaitu 3 3 menit menit juga juga tidak tidak memberikan memberikan respon respon positif. positif. PadaPada glukosa secara
glukosa secara teori, glukosa teori, glukosa yang meryang merupakan gula upakan gula pereduksi memiliki pereduksi memiliki gugus aldehid,gugus aldehid, dimana gugus aldehid ini akan mereduksi ion Cu menjadi Cu2O yang berupa endapan merah dimana gugus aldehid ini akan mereduksi ion Cu menjadi Cu2O yang berupa endapan merah bata. Karena
bata. Karena glukosa ini glukosa ini merupakan monosakarida merupakan monosakarida dan strukturnya dan strukturnya yang sederhana yang sederhana sehinggasehingga bila diuji
bila diuji dengan pereaksi dengan pereaksi barfoed langsung barfoed langsung akan bakan bereaksi membentuk ereaksi membentuk endapan Cuendapan Cu2O, Akan2O, Akan tetapi berdasarkan
tetapi berdasarkan percobaan yang dilakukan percobaan yang dilakukan larutan glukosa larutan glukosa tidak menunjukan hasil tidak menunjukan hasil yangyang positif, sedangkan
positif, sedangkan seharusnya seharusnya secara secara teori teori uji uji barfoed pbarfoed pada ada glukosa seharusnglukosa seharusnya menunya menunjukanjukan reaksi positif. Pada uji barfoed pada sukrosa sebelum hidrolisis ini secara teori, sukrosa tidak reaksi positif. Pada uji barfoed pada sukrosa sebelum hidrolisis ini secara teori, sukrosa tidak memiliki gula pereduksi. Pada sukrosa walupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun memiliki gula pereduksi. Pada sukrosa walupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun atom karbon anomerik
atom karbon anomerik keduanya saling terikat,sehingga keduanya saling terikat,sehingga pada setiap unit pada setiap unit monosakarida tidakmonosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehid atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. Hal lagi terdapat gugus aldehid atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. Hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi ion Cu menjadi Cu2O. Berdasarkan percobaan ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi ion Cu menjadi Cu2O. Berdasarkan percobaan uji barfoed pada sukrosa menunjukan hasil positif, hal ini sesuai teori bahwa sukrosa uji barfoed pada sukrosa menunjukan hasil positif, hal ini sesuai teori bahwa sukrosa memang tidak dapat mereduksi pereaksi barfoed. Pada sukrosa secara teori, sukrosa tidak memang tidak dapat mereduksi pereaksi barfoed. Pada sukrosa secara teori, sukrosa tidak memiliki gula pereduksi. Pada sukrosa walupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun memiliki gula pereduksi. Pada sukrosa walupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun atom karbon anomerik
atom karbon anomerik keduanya saling terikat,sehingga keduanya saling terikat,sehingga pada setiap unit pada setiap unit monosakarida tidakmonosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehid atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. Hal lagi terdapat gugus aldehid atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. Hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi ion Cu menjadi Cu2O. Berdasarkan percobaan ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi ion Cu menjadi Cu2O. Berdasarkan percobaan uji barfoed pada sukrosa menunjukan hasil negatif, hal ini sesuai teori bahwa sukrosa uji barfoed pada sukrosa menunjukan hasil negatif, hal ini sesuai teori bahwa sukrosa memang tidak dapat mereduksi pereaksi barfoed. Pada amilum sekalipun terdapat glukosa memang tidak dapat mereduksi pereaksi barfoed. Pada amilum sekalipun terdapat glukosa rantai terbuka pada ujung rantai polimer, namun konsentrasinya sangatlah kecil, sehingga rantai terbuka pada ujung rantai polimer, namun konsentrasinya sangatlah kecil, sehingga warna hasil uji barfoed tidak tampak oleh penglihatan. Sementara amilum termasuk dalam warna hasil uji barfoed tidak tampak oleh penglihatan. Sementara amilum termasuk dalam polisakarida
polisakarida dimana dimana pada pada amilum amilum tersebut tersebut tidak tidak terjadi terjadi endapan endapan karena karena tidak tidak adannya adannya sifatsifat mereduksi pada amilum. Hal ini menyebabkan amilum tak dapat mereduksi ion Cu menjadi mereduksi pada amilum. Hal ini menyebabkan amilum tak dapat mereduksi ion Cu menjadi Cu2O. Berdasarkan percobaan uji barfoed pada amilum menunjukan hasil negatif, hal ini Cu2O. Berdasarkan percobaan uji barfoed pada amilum menunjukan hasil negatif, hal ini sesuai teori bahwa amilum memang tidak dapat mereduksi pereaksi b
sesuai teori bahwa amilum memang tidak dapat mereduksi pereaksi b arfoed.arfoed.
Hasil yang tidak sesuai dengan teori ini dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu Hasil yang tidak sesuai dengan teori ini dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu karena reagen barfoed mengalami kerusakan, kesalahan pada saat mereaksikan larutan Pada karena reagen barfoed mengalami kerusakan, kesalahan pada saat mereaksikan larutan Pada saat pemanasan larutan ataupun pada saat pengukuran larutan.
saat pemanasan larutan ataupun pada saat pengukuran larutan. 4.4 Uji Iodine
4.4 Uji Iodine
Pada percobaan uji iodine, larutan karbohidrat 1% jenis selulosa, glikogen amilum dan Pada percobaan uji iodine, larutan karbohidrat 1% jenis selulosa, glikogen amilum dan inulin yang merupakan karbohidrat jenis polisakarida yang akan bereaksi positif terhadap uji inulin yang merupakan karbohidrat jenis polisakarida yang akan bereaksi positif terhadap uji iodine. Larutan karbohidrat sebanyak 1 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi iodine. Larutan karbohidrat sebanyak 1 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi
menggunakan pipet tetes dimana tabung reaksi berfungsi sebagai wadah dalam menguji menggunakan pipet tetes dimana tabung reaksi berfungsi sebagai wadah dalam menguji reaksi yang terjadi antara larutan karbohidrat dengan larutan iodine sedangkan pipet tetes reaksi yang terjadi antara larutan karbohidrat dengan larutan iodine sedangkan pipet tetes untuk mempermudah memindahkan larutan dalam jumlah kecil. Kemudian pada untuk mempermudah memindahkan larutan dalam jumlah kecil. Kemudian pada masing-masing tabung ditambahkan larutan iodine sebanyak 2 tetes, larutan iodine berfungsi sebagai masing tabung ditambahkan larutan iodine sebanyak 2 tetes, larutan iodine berfungsi sebagai pendeteksi
pendeteksi adanya adanya polisakarida polisakarida dengan dengan memberikan memberikan warna warna spesifik spesifik tergantung tergantung pada pada jenisjenis karbohidratnya. Setelah penambahan larutan iodine kemudian diamati.
karbohidratnya. Setelah penambahan larutan iodine kemudian diamati.
Hasil uji iodine menunjukan bahwa pada larutan selulosa saat direaksikan dengan iodine Hasil uji iodine menunjukan bahwa pada larutan selulosa saat direaksikan dengan iodine menghasilkan warna kuning cerah, pada glikogen warna berubah menjadi kuning cerah, dan menghasilkan warna kuning cerah, pada glikogen warna berubah menjadi kuning cerah, dan pada
pada inulin inulin dihasilkan dihasilkan warna warna kuning kuning cerah cerah sedangkan sedangkan pada pada amilum amilum dihasilkan dihasilkan warna warna birubiru tua. Menurut literatur, amilum ditambah dengan iodium akan menghasilkan warna biru hal tua. Menurut literatur, amilum ditambah dengan iodium akan menghasilkan warna biru hal ini sesuai dengan hasil percobaan. Warna biru tua yang dihasilkan akibat adanya reaksi ini sesuai dengan hasil percobaan. Warna biru tua yang dihasilkan akibat adanya reaksi iodium
iodium yang yang merupakan hasil merupakan hasil pembentukan rantai pembentukan rantai poliiodida dari poliiodida dari reaksi reaksi amilum danamilum dan yodium. Pada amilosa atau bagian rantai lurus dari pati, bentuk heliks terdapat iodium yang yodium. Pada amilosa atau bagian rantai lurus dari pati, bentuk heliks terdapat iodium yang menyusunnya menyebabkan warna menjadi ungu kemerahan atau ungu pekat. Pada glikogen, menyusunnya menyebabkan warna menjadi ungu kemerahan atau ungu pekat. Pada glikogen, menurut literature bila direaksikan dengan iodine akan menghasilkan warna merah coklat, hal menurut literature bila direaksikan dengan iodine akan menghasilkan warna merah coklat, hal ini tidak ses
ini tidak sesuai dengan hasil uai dengan hasil percobaan. Sedangkan pada percobaan. Sedangkan pada selulosa dan iselulosa dan inulin menghasilkannulin menghasilkan warna kuning hal
warna kuning hal ini disebabkan ini disebabkan karena reaksi iodium yang karena reaksi iodium yang merupakan hasil pembentukanmerupakan hasil pembentukan rantai poliiodida dar
rantai poliiodida dari reaksi inulin ati reaksi inulin atau polisakarida au polisakarida dengan yodium, pada amilopektin atdengan yodium, pada amilopektin atauau bagian
bagian bercabang bercabang pada pada inulin inulin atau atau polisakarida, polisakarida, bentuk bentuk heliksnya heliksnya lebih lebih pendek pendek dan dan molekulmolekul yodium tidak dapat menyusunnya dan menyebabkan warna menjadi kuning atau oranye. yodium tidak dapat menyusunnya dan menyebabkan warna menjadi kuning atau oranye. (Sumardjo 2006).
(Sumardjo 2006).
Hasil yang tidak sesuai dengan literature seperti halnya inulin dan glikogen bila Hasil yang tidak sesuai dengan literature seperti halnya inulin dan glikogen bila direaksikan dengan iodine seharusnya menghasilkan warna merah bata dapat disebabkan oleh direaksikan dengan iodine seharusnya menghasilkan warna merah bata dapat disebabkan oleh beberapa
beberapa factor factor anatara anatara lain, lain, alat alat yang diyang digunakan gunakan tidak tidak steril, bahan steril, bahan yang yang digunakan digunakan kurangkurang stabil dan telah rusak, dan pereaksi yang digunakan sudah terkontaminasi.
stabil dan telah rusak, dan pereaksi yang digunakan sudah terkontaminasi. 4.5 Uji Saliwanoff
4.5 Uji Saliwanoff
Uji saliwanoff adalah uji spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu yaitu membuktikan Uji saliwanoff adalah uji spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu yaitu membuktikan adanya ketosa (gugus keton pada karbohidrat) misalnya fruktosa yang dilihat dari perubahan adanya ketosa (gugus keton pada karbohidrat) misalnya fruktosa yang dilihat dari perubahan warna menjadi merah. Pereaksi Selliwanoff adalah resorsinol dalam asam klorida encer. warna menjadi merah. Pereaksi Selliwanoff adalah resorsinol dalam asam klorida encer. Pendidihan fruktosa dengan pereaksi Selliwanoff menghasilkan larutan berwarna merah. Dua Pendidihan fruktosa dengan pereaksi Selliwanoff menghasilkan larutan berwarna merah. Dua tahap reaksi terjadi dalam pendidihan tersebut, yaitu dehidrasi fruktosa oleh HCl yang ada tahap reaksi terjadi dalam pendidihan tersebut, yaitu dehidrasi fruktosa oleh HCl yang ada dalam pereaksi Selliwanoff membentuk hidroksimetilfurfural dan kondensasi dalam pereaksi Selliwanoff membentuk hidroksimetilfurfural dan kondensasi hidroksimetilfurfural yang terbentuk dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna hidroksimetilfurfural yang terbentuk dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah. Sukrosa juga memberikan hasil yang positif pada uji Selliwanoff sebab sukrosa merah. Sukrosa juga memberikan hasil yang positif pada uji Selliwanoff sebab sukrosa mengalami hidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa yang terbentuk tersebut mengalami hidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa yang terbentuk tersebut menyebabkan larutan berwarna merah ( Sumardjo 2006).
Aldosa
Aldosa dan ketdan ketosa osa merupakan merupakan monosakarida monosakarida (gula (gula sederhana) ysederhana) yang ang dibedakandibedakan berdasarkan gugus
berdasarkan gugus yang dimilikinya. yang dimilikinya. Suatu monosakarida Suatu monosakarida dikatakan aldosa dikatakan aldosa apabila memilikiapabila memiliki gugus aldehida, dan dikatakan ketosa apabila memiliki gugus keton. Aldehida dan keton gugus aldehida, dan dikatakan ketosa apabila memiliki gugus keton. Aldehida dan keton sama-sama terdiri atas ikatan rangkap C=O. Pada aldehida ikatan C=O memiliki satu atom sama-sama terdiri atas ikatan rangkap C=O. Pada aldehida ikatan C=O memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya, sedangkan keton ikatan C=O memiliki dua gugus hidrogen yang terikat padanya, sedangkan keton ikatan C=O memiliki dua gugus hidrokarbon (C-H-O) yang terikat padanya. Uji Saliwanoff adalah sebuah uji kimia yang hidrokarbon (C-H-O) yang terikat padanya. Uji Saliwanoff adalah sebuah uji kimia yang membedakan
membedakan gulagula aldosaaldosa dandan ketosa.ketosa. Uji saliwanoff bereaksi positif terhadap ketosa Uji saliwanoff bereaksi positif terhadap ketosa dikarenakan aldosa sebelum dihidrasi mengalami transformasi dahulu menjadi ketosa dikarenakan aldosa sebelum dihidrasi mengalami transformasi dahulu menjadi ketosa sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Ketosa akan didehidrasi lebih cepat dari sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Ketosa akan didehidrasi lebih cepat dari aldose. Furfural akan berkondensasi dengan resolsinol yang memberikan warna merah aldose. Furfural akan berkondensasi dengan resolsinol yang memberikan warna merah kompleks. Fungsi penambahan HCl dan larutan resolsinol pada uji saliwanoff adalah HCl kompleks. Fungsi penambahan HCl dan larutan resolsinol pada uji saliwanoff adalah HCl berguna
berguna untuk untuk menghidrolisisi menghidrolisisi poligosakarida poligosakarida dan dan oligosakarida oligosakarida menjadi menjadi gula gula lebihlebih sederhana, sedangkan resolsinol berguna untuk membantu ketosa menghasilkan warna merah sederhana, sedangkan resolsinol berguna untuk membantu ketosa menghasilkan warna merah tua. Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan
tua. Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan resorsinol, resorsinol, menghasilkan zat berwarna menghasilkan zat berwarna merah tua. Aldosa dapat sedikit bereaksi dan menghasilkan zat berwarna merah muda. merah tua. Aldosa dapat sedikit bereaksi dan menghasilkan zat berwarna merah muda. Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida
menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari furktosa dan glukosa.yang terdiri dari furktosa dan glukosa. Hasil uji saliwanoff pada percobaan ini, setelah mencampurkan larutan karbohidat 1% Hasil uji saliwanoff pada percobaan ini, setelah mencampurkan larutan karbohidat 1% jenis
jenis glukosa, glukosa, fruktosa, fruktosa, galaktosa, galaktosa, maltose, maltose, sukrosa, sukrosa, amilum amilum dan dan laktosa laktosa dengan dengan reagenreagen saliwanoff dan dilanjutkan dengan pemanasan selama 1 menit. Fruktosa dan sukrosa saliwanoff dan dilanjutkan dengan pemanasan selama 1 menit. Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena merupakan disakarida yang terdiri dari fruktosa dan glukosa dengan perubahan warna karena merupakan disakarida yang terdiri dari fruktosa dan glukosa dengan perubahan warna menjadi merah. Sedangkan menurut literature fruktosa dengan saliwanoff akan menghasilkan menjadi merah. Sedangkan menurut literature fruktosa dengan saliwanoff akan menghasilkan larutan yang spesifik yaitu warna merah yang mengidentifikasi adanya kandungan ketosa larutan yang spesifik yaitu warna merah yang mengidentifikasi adanya kandungan ketosa dalam karbohidrat jenis monosakarida itu. Hal ini sesuai dengan hasil percobaan bahwa dalam karbohidrat jenis monosakarida itu. Hal ini sesuai dengan hasil percobaan bahwa fruktosa setelah pemanasan berwarna merah.
fruktosa setelah pemanasan berwarna merah.
Sedangkan glukosa, laktosa, maltosa, galaktosa dan amilum tidak menghasilkan uji Sedangkan glukosa, laktosa, maltosa, galaktosa dan amilum tidak menghasilkan uji positif
positif setelah setelah pemanasan pemanasan selama selama 1 1 menit. menit. Hal Hal ini ini dikarenakan dikarenakan uji uji seliwanoff seliwanoff hanya hanya positifpositif pada
pada karbohidarat karbohidarat yang yang mengandung mengandung monosakarida monosakarida dengan dengan jumlah jumlah enam enam atom atom C C (karbon)(karbon) yang disebut dengan heksosa dan mengandung gugus keton, sehingga lebih cepat bereaksi yang disebut dengan heksosa dan mengandung gugus keton, sehingga lebih cepat bereaksi dari glukosa yang mengandung gugus aldehid karena gugus keton langsung di dehidrasi dari glukosa yang mengandung gugus aldehid karena gugus keton langsung di dehidrasi menjadi furfural sedangkan gugus aldehid mengalami transformasi dahulu menjadi ketosa menjadi furfural sedangkan gugus aldehid mengalami transformasi dahulu menjadi ketosa kemudian di dehidrasi menjadi furfural sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. kemudian di dehidrasi menjadi furfural sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Glukosa merupakan aldosa atau ketosa, laktosa terurai menjadi glukosa dan galaktosa, Glukosa merupakan aldosa atau ketosa, laktosa terurai menjadi glukosa dan galaktosa, maltosa terurai menjadi dua molekul glukosa, serta amilum merupakan polisakarida sehingga maltosa terurai menjadi dua molekul glukosa, serta amilum merupakan polisakarida sehingga pada uji Selliwanoff dihasilkan uji yang negatif.
Gambar 1 reaksi saliwanoff Gambar 1 reaksi saliwanoff 4.6 Analisa Gula Total Secara S
4.6 Analisa Gula Total Secara Spektrofotometripektrofotometri
Analisa gula total secara spektrometri adalah suatu analisa dengan metode Analisa gula total secara spektrometri adalah suatu analisa dengan metode spektrofotometri untuk menganalisa glukosa dalam suatu bahan untuk dijadikan dasar spektrofotometri untuk menganalisa glukosa dalam suatu bahan untuk dijadikan dasar penetapan kadar gula total.
penetapan kadar gula total.
Pada prinsipnya analisa gula total secara spektrofotometri di dasarkan pada senyawa Pada prinsipnya analisa gula total secara spektrofotometri di dasarkan pada senyawa karbohidrat apabila direaksikan dengan fenol dan asam sulfat pekat akan menghasilkan karbohidrat apabila direaksikan dengan fenol dan asam sulfat pekat akan menghasilkan
senyawa kompleks yang berwarna jingga. Serapan warna tersebut mempunyai λ maksimum senyawa kompleks yang berwarna jingga. Serapan warna tersebut mempunyai λ maksimum 490 mμ.
490 mμ. Pada percobaan analisa gula total menggunakan sampel buah apel untuk diambil sari Pada percobaan analisa gula total menggunakan sampel buah apel untuk diambil sari buahnya
buahnya kemudian kemudian dilakukkan dilakukkan pengencerkan pengencerkan sebanyak sebanyak dua dua kali kali dimana dimana pengenceran pengenceran iniini dilakukkan untuk memperoleh larutan sari buah dengan konsentrasi yang kecil sehinnga dilakukkan untuk memperoleh larutan sari buah dengan konsentrasi yang kecil sehinnga absorbansinya dapat terukur oleh spektronik-20, kemudian dipipet ke dalam tabung reaksi absorbansinya dapat terukur oleh spektronik-20, kemudian dipipet ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan larutan fenol 5%, fungsi penambahan fenol 5% adalah untuk mengubah dan ditambahkan larutan fenol 5%, fungsi penambahan fenol 5% adalah untuk mengubah senyawa karbohidrat dalam bentuk kompleks menjadi senyawa karbohidrat yang lebih senyawa karbohidrat dalam bentuk kompleks menjadi senyawa karbohidrat yang lebih sederhana, lalu ditambahkan asam sulfat pekat yang bertujuan untuk menghasilkan warna sederhana, lalu ditambahkan asam sulfat pekat yang bertujuan untuk menghasilkan warna jingga
jingga yang yang stabil. stabil. Larutan Larutan dibiarkan dibiarkan dingin dingin kemudian kemudian diukur diukur nilai nilai absorbansinya absorbansinya padapada spektronik-20 dengan panjang gelombang maksimum 490
spektronik-20 dengan panjang gelombang maksimum 490mμmμ..
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang monokromator prisma/ difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer adalah alat untuk monokromator prisma/ difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur absorban suatu sampel fungsi panjang gelombang. Spektrofotometri dapat mengukur absorban suatu sampel fungsi panjang gelombang. Spektrofotometri dapat digunakan sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih dalam dari digunakan sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih dalam dari absorpsi energi. Absorpsi radiasi suatu sampel diukur pada berbagai pannjang gelombang absorpsi energi. Absorpsi radiasi suatu sampel diukur pada berbagai pannjang gelombang dan didirikan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk dan didirikan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
komponen yang berbeda. Prinsip spektronik 20
Prinsip spektronik 20 adalah untuk mencari “nilai sebenarnya” dari suatu parameteradalah untuk mencari “nilai sebenarnya” dari suatu parameter
kuantitas kimiawi. Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas kuantitas kimiawi. Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi, diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi,
pH, temperatur, titik didih,
pH, temperatur, titik didih, kecepatan reaksi, dan kecepatan reaksi, dan lain lain. Pada lain lain. Pada dasarnya prinsip kerja alat dasarnya prinsip kerja alat iniini yaitu sinar dari sumber masuk melalui celah sempit, pada celah sempit ini akan diterima oleh yaitu sinar dari sumber masuk melalui celah sempit, pada celah sempit ini akan diterima oleh filter (prisma) kemudia dari filter akan dihamburkan ke dalam sampel dalam bentuk cahaya filter (prisma) kemudia dari filter akan dihamburkan ke dalam sampel dalam bentuk cahaya monokromatik, selanjutnya akan ditangkap oleh layer yaitu cahaya monokromatik yang monokromatik, selanjutnya akan ditangkap oleh layer yaitu cahaya monokromatik yang berbentuk
berbentuk cahaya cahaya komplementer komplementer sehingga sehingga hasil hasil absorbansi absorbansi akan akan tertera tertera pada pada layar (Beran,layar (Beran, 1996).
1996).
Gula total adalah kandungan senyawa gula dalam setiap bahan atau buah-buahan yang Gula total adalah kandungan senyawa gula dalam setiap bahan atau buah-buahan yang merupakan campuran antara gula pereduksi dan gula non pereduksi yang dapat diperoleh dari merupakan campuran antara gula pereduksi dan gula non pereduksi yang dapat diperoleh dari hasil hidrolisa pati atau amilum.
hasil hidrolisa pati atau amilum.
Hasil yang diperoleh dari percobaan analisa gula total secara spektrofotometri adalah Hasil yang diperoleh dari percobaan analisa gula total secara spektrofotometri adalah nilai absorbansi dari sari buah apel adalah 0,548 ppm. Dari nilai absorbansi maka dapat nilai absorbansi dari sari buah apel adalah 0,548 ppm. Dari nilai absorbansi maka dapat dihitung konsentrasi glukosa pada buah apel yaitu 103,4 ppm. Konsentrasi yang diperoleh dihitung konsentrasi glukosa pada buah apel yaitu 103,4 ppm. Konsentrasi yang diperoleh cukup besar hal ini menunjukan bahwa banyaknya zat glukosa yang tergantung dalam buah cukup besar hal ini menunjukan bahwa banyaknya zat glukosa yang tergantung dalam buah apel cukup besar. Maka kadar atau persen glukosa dalam buah apel dapat dihitung dan apel cukup besar. Maka kadar atau persen glukosa dalam buah apel dapat dihitung dan diperoleh sebsar 20,68% menunjukan bahwa kandungan atau kadar glukosa dalam 1 gram diperoleh sebsar 20,68% menunjukan bahwa kandungan atau kadar glukosa dalam 1 gram sampel buah apel adalah 20,68%. Nilai persentase yang diperoleh kurang dari 100% hal ini sampel buah apel adalah 20,68%. Nilai persentase yang diperoleh kurang dari 100% hal ini karena gula total itu sendri terdiri dari gula pereduksi dan non pereduksi, sehingga kadar karena gula total itu sendri terdiri dari gula pereduksi dan non pereduksi, sehingga kadar tersebut merupakan kadar glukosa sebagai gula pereduksi.
tersebut merupakan kadar glukosa sebagai gula pereduksi. 4.7 Isolasi Karbohidat
4.7 Isolasi Karbohidat
Pada percobaan isolasi karbohidrat, bahan yang mengandung karbohidrat yang digunakan Pada percobaan isolasi karbohidrat, bahan yang mengandung karbohidrat yang digunakan adalah kentang. Pertama kentang dikupas, dicuci dan dipotong-potong, lalu ditimbang adalah kentang. Pertama kentang dikupas, dicuci dan dipotong-potong, lalu ditimbang sebanyak 100 gram dan dimasukkan ke dalam blender, ditambahkan 200 ml akuades sebagai sebanyak 100 gram dan dimasukkan ke dalam blender, ditambahkan 200 ml akuades sebagai pelarut
pelarut dan dan dihomogenkan dihomogenkan selama selama 30 30 detik, detik, kemudian kemudian disaring disaring dengan dengan kain kain untukuntuk memisahkan filtrat dari endapan ( residu). Lalu filtrate ditampung dalam beaker glas dan memisahkan filtrat dari endapan ( residu). Lalu filtrate ditampung dalam beaker glas dan didiamkan selama 15 menit hingga terbentuk endapan pati, kemudian didekantasi untuk didiamkan selama 15 menit hingga terbentuk endapan pati, kemudian didekantasi untuk memisahkan endapan dari fase airnya. Endapan lalu disuspensikan dengan 50 ml etanol 95% memisahkan endapan dari fase airnya. Endapan lalu disuspensikan dengan 50 ml etanol 95% kemudian suspensi pati disaring dengan kertas saring dan endapan pati yang diperoleh kemudian suspensi pati disaring dengan kertas saring dan endapan pati yang diperoleh dikeringkan dalam oven pada suhu 45
dikeringkan dalam oven pada suhu 45⁰⁰C. pati kering ditimbang dan dihitung kadarnya.C. pati kering ditimbang dan dihitung kadarnya.
Dari percobaan yang dilakukkan diperoleh hasil bahwa berat pati pada sampel kentang Dari percobaan yang dilakukkan diperoleh hasil bahwa berat pati pada sampel kentang adalah 5,9 gram.
adalah 5,9 gram. Maka Maka kadar atau rkadar atau rendemen dapat dihitung yendemen dapat dihitung yaitu 5,9%. Dari aitu 5,9%. Dari hasil yanghasil yang diperoleh menunjukan bahwa kadar pati pada 100 gram sampel kentang. Pati merupakan diperoleh menunjukan bahwa kadar pati pada 100 gram sampel kentang. Pati merupakan komponen utama pada bebijian, kentang, jagung, dan beras sebagai cadangan glukosa.
BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa, karbohidrat dapat diuji baik secara Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa, karbohidrat dapat diuji baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Uji karbohidrat secara kualitatif dilakukan dengan metode kualitatif maupun kuantitatif. Uji karbohidrat secara kualitatif dilakukan dengan metode uji molisch, uji benedict untuk menentukan gula pereduksi, uji barfoed untuk uji molisch, uji benedict untuk menentukan gula pereduksi, uji barfoed untuk membedakan antara karbohidrat monosakarida dan disakarida, uji iodine untuk membedakan antara karbohidrat monosakarida dan disakarida, uji iodine untuk membedakan karbohidrat
membedakan karbohidrat polisakarida dengan respon wapolisakarida dengan respon warna yang spesifik untuk rna yang spesifik untuk jenisjenis polisakarida tertentu, serta uji saliwanoff untuk menguji adanya ketosa (gugus keton p polisakarida tertentu, serta uji saliwanoff untuk menguji adanya ketosa (gugus keton p adaada
karbohidrat). Sementara itu uji karbohidrat secara kuantitatif dilakukan melalui metode karbohidrat). Sementara itu uji karbohidrat secara kuantitatif dilakukan melalui metode analisis gula total secara spektofotometri dan isolasi karbohidrat.
analisis gula total secara spektofotometri dan isolasi karbohidrat.
Senyawa karbohidrat yang termasuk golongan monosakarida antara lain glukosa, Senyawa karbohidrat yang termasuk golongan monosakarida antara lain glukosa, fruktosa dan galaktosa, golongan oligosakarida yaitu sukrosa, laktosa dan maltose fruktosa dan galaktosa, golongan oligosakarida yaitu sukrosa, laktosa dan maltose sedangkan golongan polisakarida adalah selulosa, glikogen dan amilum.
sedangkan golongan polisakarida adalah selulosa, glikogen dan amilum.
Pada uji molisch glukosa, maltose, fruktosa, laktosa dan sukrosa memberikan uji Pada uji molisch glukosa, maltose, fruktosa, laktosa dan sukrosa memberikan uji positif
positif sedangkan sedangkan galaktosa galaktosa dan dan amilum amilum memberikan memberikan hasil hasil yang yang negative negative yangyang menunjukan tidak terdapat karbohidrat. Pada uji benedict glukosa, fruktosa, maltose, menunjukan tidak terdapat karbohidrat. Pada uji benedict glukosa, fruktosa, maltose, laktosa menunjukan hasil uji positif karena merupakan gula pereduksi sedangkan laktosa menunjukan hasil uji positif karena merupakan gula pereduksi sedangkan galaktosa, s
galaktosa, selulosa dan elulosa dan amilum beramilum bereaksi negaeaksi negative. Pada tive. Pada uji barfoed uji barfoed semua larsemua larutanutan karbohidrat menghasilkan reaksi negative hal ini menunjukan bukan sebagai karbohidrat menghasilkan reaksi negative hal ini menunjukan bukan sebagai monosakarida. Pada uji iodine hanya larutan amilum yang bereaksi positif sedangkan monosakarida. Pada uji iodine hanya larutan amilum yang bereaksi positif sedangkan selulosa, glikogen dan inulin memberikan hasil yang negative. Pada uji saliwanoff selulosa, glikogen dan inulin memberikan hasil yang negative. Pada uji saliwanoff fruktosa dan sukrosa memberikan hasil yang positif hal ini menunjukan sebagai gula fruktosa dan sukrosa memberikan hasil yang positif hal ini menunjukan sebagai gula ketosa. Pada analisa gula total secara spektrofotometri, kadar glukosa dalam sampel sari ketosa. Pada analisa gula total secara spektrofotometri, kadar glukosa dalam sampel sari buah apel
buah apel adalah 20adalah 20,68 ,68 % dan % dan pada isolasi pada isolasi karbohidrat rendemen karbohidrat rendemen yang diperoleh yang diperoleh adalahadalah 5,9 %.
5,9 %. 5.2 Saran 5.2 Saran
Sebelum melakukan praktikum sebaiknya praktikan harus menguasai materi dan Sebelum melakukan praktikum sebaiknya praktikan harus menguasai materi dan memahami langkah kerja dengan baik sehingga hasil praktikum tidak berbeda jauh memahami langkah kerja dengan baik sehingga hasil praktikum tidak berbeda jauh dengan teori.