Akuntansi Keuangan Daerah

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1.

1.1.

Latar Belakang

Latar Belakang

Reformasi pemerintahan mengarahkan pemerintah untuk lebih bertanggung jawab kepada Reformasi pemerintahan mengarahkan pemerintah untuk lebih bertanggung jawab kepada  publik

 publik atas atas program program yang yang mereka mereka kerjakan kerjakan dan dan penggunaan penggunaan dana dana publik publik atas atas programprogram tersebut. Akuntabilitas publik diharapkan mampu menjadi jawaban atas berbagai tersebut. Akuntabilitas publik diharapkan mampu menjadi jawaban atas berbagai  permasalahan akut

 permasalahan akut pemerintahan berupa pemerintahan berupa korupsi yang korupsi yang telah mengakar telah mengakar mulai mulai dari pemerintahdari pemerintah daerah hingga ke pusat.

daerah hingga ke pusat.

Keseriusan pemerintah dalam menciptakan

Keseriusan pemerintah dalam menciptakan good  good governancegovernance ditunjukkan kembali denganditunjukkan kembali dengan dikeluarkannya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun dikeluarkannya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan, serta UU Nomor 14 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan 2004 tentang Perbendaharaan, serta UU Nomor 14 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Setelah itu

Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Setelah itu dikeluarkan pula UU Nomordikeluarkan pula UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang merupakan Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang merupakan revisi dari UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999. Setelah revisi dari UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999. Setelah undang-undang tersebut, selanjutnya bermunculan beberapa peraturan pemerintah yang pada intinya undang tersebut, selanjutnya bermunculan beberapa peraturan pemerintah yang pada intinya  bertujuan

 bertujuan untuk untuk mewujudkan mewujudkan tata tata kelola kelola pemerintahan pemerintahan yang yang baik, baik, terutama terutama yang yang berkaitanberkaitan dengan masalah keuangan.

dengan masalah keuangan.

Akuntansi keuangan daerah adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, Akuntansi keuangan daerah adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari entitas pemerintah daerah

dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari entitas pemerintah daerah  –  –   Pemda  Pemda (kabupaten, kota, atau provinsi) yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pengambilan (kabupaten, kota, atau provinsi) yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak-pihak eksternal entitas pemerintah daerah. keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak-pihak eksternal entitas pemerintah daerah.

Pihak-pihak eksternal entitas pemda yang memerlukan informasi yang dihasilkan oleh Pihak-pihak eksternal entitas pemda yang memerlukan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan daerah tersebut antara lain adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akuntansi keuangan daerah tersebut antara lain adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pengawas Keuangan; investor, kreditur, dan donatur, analisis ekonomi dan (DPRD), Badan Pengawas Keuangan; investor, kreditur, dan donatur, analisis ekonomi dan  pemerhati

 pemerhati pemda, pemda, rakyat, rakyat, pemda pemda lain, lain, dan dan pemerintah pemerintah pusat pusat yang yang seluruhnya seluruhnya berada berada dalamdalam lingkungan akuntansi keuangan daerah.

lingkungan akuntansi keuangan daerah.

Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem pencatatan dan dasar akuntansi tertentu Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem pencatatan dan dasar akuntansi tertentu  pada era pra

(2)

asumsi dasar yang penting dalam akuntansi. Hal ini disebabkan karena asumsi ini asumsi dasar yang penting dalam akuntansi. Hal ini disebabkan karena asumsi ini menentukan kapan pencatatan suatu transaksi dilakukan, yang dikenal dalam tata buku menentukan kapan pencatatan suatu transaksi dilakukan, yang dikenal dalam tata buku keuangan daerah selama era pra reformasi keuangan daerah.

keuangan daerah selama era pra reformasi keuangan daerah.

Dari definisi menurut

Dari definisi menurut American  American Accounting Accounting AssociationAssociation yang yang mendefinisikan mendefinisikan akuntansiakuntansi sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi, maka dapat diketahui bahwa akuntansi terdiri atas beberapa tahap. Setelah tahap ekonomi, maka dapat diketahui bahwa akuntansi terdiri atas beberapa tahap. Setelah tahap terakhir selesai, maka selanjutnya akan berputar kembali ke tahap pertama, dan terus seperti terakhir selesai, maka selanjutnya akan berputar kembali ke tahap pertama, dan terus seperti itu. dengan kata lain, akuntansi adalah suatu siklus atau urutan tahap-tahap yang terus itu. dengan kata lain, akuntansi adalah suatu siklus atau urutan tahap-tahap yang terus  berulang.

 berulang. Tahap-tahap Tahap-tahap yang ada yang ada dalam dalam siklus siklus akuntansi akuntansi lebih lebih rinci rinci dari dari keempat keempat tahap tahap yangyang ada dalam definisi di atas, karena tahap-tahap dalam definisi akuntansi merupakan garis besar ada dalam definisi di atas, karena tahap-tahap dalam definisi akuntansi merupakan garis besar dari tahap-tahap yang ada dalam siklus akuntansi.

dari tahap-tahap yang ada dalam siklus akuntansi.

1.2.

1.2.

Rumusan Masalah

Rumusan Masalah

1.2.1.

1.2.1. Apa pengertian dan konsep akuntansi keuangan daerah?Apa pengertian dan konsep akuntansi keuangan daerah? 1.2.2.

1.2.2. Apakah standar akuntansi pemerintahan Indonesia?Apakah standar akuntansi pemerintahan Indonesia? 1.2.3.

1.2.3. Bagaimana siklus akuntansi keuangan daerah?Bagaimana siklus akuntansi keuangan daerah? 1.2.4.

1.2.4. Apa saja organisasi pelaporan keuangan daerah?Apa saja organisasi pelaporan keuangan daerah?

1.3.

1.3.

Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan

1.3.1.

1.3.1. Menjelaskan pengertian dan konsep akuntansi keuangan daerah.Menjelaskan pengertian dan konsep akuntansi keuangan daerah. 1.3.2.

1.3.2. Menjelaskan standar akuntansi pemerintahan.Menjelaskan standar akuntansi pemerintahan. 1.3.3.

1.3.3. Menjelaskan siklus akuntansi keuangan daerah.Menjelaskan siklus akuntansi keuangan daerah. 1.3.4.

(3)

BAB II

BAB II

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

2.1.

2.1. Pengertian Dan Konsep Akuntansi Keuangan Daerah

Pengertian Dan Konsep Akuntansi Keuangan Daerah

Akuntansi keuangan daerah adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, Akuntansi keuangan daerah adalah proses pengidentifikasian, pengukuran,  pencatatan,

 pencatatan, dan dan pelaporan pelaporan transaksi transaksi ekonomi ekonomi (keuangan) (keuangan) dari dari entitasentitas  pemerintah

 pemerintah daerah-pemda daerah-pemda (kabupaten, (kabupaten, kota, kota, atau provinsi) atau provinsi) yang dijadikan sebagaiyang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh informasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak- pihak eksternal entitas pemda.

 pihak eksternal entitas pemda.

Pihak-pihak eksternal entitas pemda yang memerlukan informasi yang dihasilkan oleh Pihak-pihak eksternal entitas pemda yang memerlukan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan daerah tersebut antara lain adalah Dewan Perwakilan Rakyat akuntansi keuangan daerah tersebut antara lain adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), badan pengawas keuangan, investor, kreditur, dan donatur, analisis Daerah (DPRD), badan pengawas keuangan, investor, kreditur, dan donatur, analisis ekonomi dan pemerhati pemda, rakyat, pemda lain dan pemerintah pusat, yang ekonomi dan pemerhati pemda, rakyat, pemda lain dan pemerintah pusat, yang seluruhnya berada dalam lingkungan akuntansi keuangan daerah.

seluruhnya berada dalam lingkungan akuntansi keuangan daerah.

Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem pencatatan dan dasar akuntansi Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem pencatatan dan dasar akuntansi tertentu pada era pra dan pasca reformasi. Selain itu, dasar atau basis akuntansi tertentu pada era pra dan pasca reformasi. Selain itu, dasar atau basis akuntansi merupakan salah satu asumsi dasar yang penting dalam akuntansi. Hal ini disebabkan merupakan salah satu asumsi dasar yang penting dalam akuntansi. Hal ini disebabkan karena asumsi ini menentukan kapan pencatatan suatu transaksi dilakukan, yang karena asumsi ini menentukan kapan pencatatan suatu transaksi dilakukan, yang dikenal dalam tata buku keuangan daerah selama era pra reformasi

dikenal dalam tata buku keuangan daerah selama era pra reformasi keuangan daerah.keuangan daerah. Untuk mengklasifikasikan akuntansi keuangan daerah dalam penggolongan tersebut, Untuk mengklasifikasikan akuntansi keuangan daerah dalam penggolongan tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :

terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :

 Akuntansi keuangan daerah merupakan bagian dari manajemen keuangan daerah,Akuntansi keuangan daerah merupakan bagian dari manajemen keuangan daerah, sehingga konsekuensinya, akuntansi keuangan daerah termasuk dalam akuntansi sehingga konsekuensinya, akuntansi keuangan daerah termasuk dalam akuntansi manajemen.

manajemen. 

 Secara terminologi, akuntansi keuangan daerah termasuk dalam akuntansi keuangan.Secara terminologi, akuntansi keuangan daerah termasuk dalam akuntansi keuangan. 

 Secara yuridis, akuntansi keuangan daerah berfungsi untuk menghasilkan laporanSecara yuridis, akuntansi keuangan daerah berfungsi untuk menghasilkan laporan keuangan bagi pihak luar Pemerintah Daerah, sehingga akuntansi keuangan daerah keuangan bagi pihak luar Pemerintah Daerah, sehingga akuntansi keuangan daerah cenderung masuk dalam akuntansi keuangan.

cenderung masuk dalam akuntansi keuangan. 

 Akuntansi keuangan daerah menghasilkan informasi bagi pihak intern maupunAkuntansi keuangan daerah menghasilkan informasi bagi pihak intern maupun ekstern Pemerintah Daerah, sehingga dapat digolongkan sebagai akuntansi ekstern Pemerintah Daerah, sehingga dapat digolongkan sebagai akuntansi manajemen maupun akuntansi keuangan. Bagi pihak intern, akuntansi keuangan manajemen maupun akuntansi keuangan. Bagi pihak intern, akuntansi keuangan

(4)

daerah digunakan sebagai pendukung penyusunan anggaran dan sebagai alat analisis daerah digunakan sebagai pendukung penyusunan anggaran dan sebagai alat analisis kinerja Pemerintah Daerah.

kinerja Pemerintah Daerah. 

 Saat ini akuntansi keuangan daerah belum berkembang sebaik akuntansi di sektorSaat ini akuntansi keuangan daerah belum berkembang sebaik akuntansi di sektor  privat.

 privat.

Konsep Akuntansi Keuangan Daerah Konsep Akuntansi Keuangan Daerah Sistem Pencatatan

Sistem Pencatatan

Telah diketahui bahwa akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, Telah diketahui bahwa akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran,  pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuang

 pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi.an) dari suatu organisasi.

Pada organisasi pemda, laporan keuangan yang dikehendaki diatur oleh Peraturan Pada organisasi pemda, laporan keuangan yang dikehendaki diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 105 Tahun 2000 serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Pemerintah (PP) Nomor 105 Tahun 2000 serta Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 29 Tahun 2002 Pasal 81 ayat (1) dan lampiran XXIX butir (11). (Kepmendagri) Nomor 29 Tahun 2002 Pasal 81 ayat (1) dan lampiran XXIX butir (11). Peraturan tersebut diperbarui dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 mengenai Standar Peraturan tersebut diperbarui dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintah, PP Nomor 58 Tahun 2005 mengenai Pengelolaan Keuangan Akuntansi Pemerintah, PP Nomor 58 Tahun 2005 mengenai Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006. Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006. Laporan keuangan tersebut adalah:

Laporan keuangan tersebut adalah: a.

a. Laporan Laporan Realisasi Realisasi AnggaranAnggaran  b.

 b. Laporan NeracaLaporan Neraca c.

c. Laporan Laporan Arus Arus KasKas d.

d. Catatan Catatan Atas Atas Laporan Laporan KeuanganKeuangan

Karena akuntansi pemerintah/keuangan daerah merupakan salah satu jenis akuntansi, Karena akuntansi pemerintah/keuangan daerah merupakan salah satu jenis akuntansi, maka dalam akuntansi keuangan daerah juga terdapat proses pengidentifikasian, maka dalam akuntansi keuangan daerah juga terdapat proses pengidentifikasian,  pengukuran,

 pengukuran, pencatatan, pencatatan, dan dan pelaporan pelaporan transaksi-transaksi transaksi-transaksi ekonomi ekonomi yang yang terjadi terjadi didi  pemda.

 pemda.

Terdapat beberapa macam sistem pencatatan yang dapat digunakan, yaitu sistem Terdapat beberapa macam sistem pencatatan yang dapat digunakan, yaitu sistem  pencatatan

 pencatatan single entry, double entry, single entry, double entry, dandantriple entrytriple entry. Pembukuan hanya menggunakan. Pembukuan hanya menggunakan sistem pencataan

sistem pencataan single  single entry,entry, sedangkan akuntansi dapat menggunakan ketiga sistemsedangkan akuntansi dapat menggunakan ketiga sistem  pencatatan

 pencatatan tersebut. tersebut. Dengan Dengan begitu begitu dapat dapat dikatakan dikatakan bahwa bahwa pembukuan pembukuan merupakanmerupakan  bagian dari akuntansi.

 bagian dari akuntansi.

Single Entry Single Entry

Sering juga disebut dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku. Dalam sistem ini, Sering juga disebut dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku. Dalam sistem ini,  pencatatan

(5)

 berakibat

 berakibat bertambahnya bertambahnya kas kas akan akan dicatat dicatat pada pada sisi sisi Penerimaan Penerimaan dan dan transaksi transaksi yangyang  berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi Pengeluaran.

 berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi Pengeluaran.

Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, sistem pencatatan single entry Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, sistem pencatatan single entry dilakukan oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran baik di level Surat dilakukan oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran baik di level Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) maupun Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) maupun Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD). Sistem ini hanya sebagai alat kontrol siste

(SKPKD). Sistem ini hanya sebagai alat kontrol siste m akuntansi yang sebenarnya yangm akuntansi yang sebenarnya yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola Keuangan SKPD (PPK SKPD) dan oleh Bendahara dilakukan oleh Pejabat Pengelola Keuangan SKPD (PPK SKPD) dan oleh Bendahara Umum Daerah (BUD).

Umum Daerah (BUD).

Adapun kelebihan dari pencatatan single entry adalah sederhana dan mudah dipahami. Adapun kelebihan dari pencatatan single entry adalah sederhana dan mudah dipahami.  Namun,

 Namun, sistem sistem ini ini memiliki memiliki kelemahan, kelemahan, antara antara lain lain dalam dalam menemukan menemukan kesalahankesalahan  pembukuan yang

 pembukuan yang terjadi, dan sulit dikontrol.terjadi, dan sulit dikontrol.

Double Entry Double Entry

Sering juga disebut sebagai sistem tata buku berpasangan. Menurut sistem ini, pada Sering juga disebut sebagai sistem tata buku berpasangan. Menurut sistem ini, pada dasarnya suatu transaksi ekonomi akan dicatat dua kali. Encatatan dengan sistem ini dasarnya suatu transaksi ekonomi akan dicatat dua kali. Encatatan dengan sistem ini disebut dengan istilah

disebut dengan istilah menjurnal menjurnal . Dalam pencatatan tersebut, sisi Debit berada di. Dalam pencatatan tersebut, sisi Debit berada di sebelah kiri sedangkan sisi Kredit berada di sebelah kanan. Setiap pencatatan harus sebelah kiri sedangkan sisi Kredit berada di sebelah kanan. Setiap pencatatan harus menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Persamaan dasar merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Persamaan dasar akuntansi tersebut berbentuk sebagai berikut:

akuntansi tersebut berbentuk sebagai berikut:

AKTIVA + BELANJA = UTANG + EKUITAS DANA + PENDAPATAN AKTIVA + BELANJA = UTANG + EKUITAS DANA + PENDAPATAN

Transaksi yang berakibat bertambahnya

Transaksi yang berakibat bertambahnya aktivaaktiva  akan dicatat pada sisi debit sedangkan  akan dicatat pada sisi debit sedangkan yang berakibat berkurangnya aktiva akan dicatat pada sisi kredit. Hal yang sama yang berakibat berkurangnya aktiva akan dicatat pada sisi kredit. Hal yang sama dilakukan untuk mencatat

dilakukan untuk mencatat belanja.belanja.

Hal yang sebaliknya dilakukan untuk utang, ekuitas dana, dan pendapatan. Apabila Hal yang sebaliknya dilakukan untuk utang, ekuitas dana, dan pendapatan. Apabila suatu transaksi mengakibatkan bertambahnya

suatu transaksi mengakibatkan bertambahnya utang utang , maka pencatatan akan dilakukan, maka pencatatan akan dilakukan  pada

 pada sisi sisi kredit, kredit, sedangkan sedangkan jika jika mengakibatkan mengakibatkan berkurangnya berkurangnya utang, utang, maka maka pencatatanpencatatan dilakukan pada sisi debit. Hal serupa ini dilakukan untuk

dilakukan pada sisi debit. Hal serupa ini dilakukan untuk ekuitasekuitas danadana dan dan pendapatan pendapatan..

Triple Entry Triple Entry Sistem pencatatan

Sistem pencatatan triple entrytriple entry adalah pelaksanaan pencatatan dengan menggunakanadalah pelaksanaan pencatatan dengan menggunakan sistem pencatatan

(6)

sementara sistem pencatatan double entry dijalankan, PPK SKPD maupun bagian sementara sistem pencatatan double entry dijalankan, PPK SKPD maupun bagian keuangan atau SKPKD juga mencatat transaksi tersebut pada buku anggaran, sehingga keuangan atau SKPKD juga mencatat transaksi tersebut pada buku anggaran, sehingga  pencatatan tersebut akan berefek pada sisa anggaran.

 pencatatan tersebut akan berefek pada sisa anggaran.

2.2.

2.2. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Standar

Standar Akuntansi Akuntansi Pemerintahan Pemerintahan (SAP) (SAP) adalah adalah prinsip-prinsip prinsip-prinsip akuntansi akuntansi yangyang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah (LKPD). Laporan keuangan pokok menurut SAP

Permerintah Daerah (LKPD). Laporan keuangan pokok menurut SAP adalah:adalah: 1. Laporan Realisasi Anggaran;

1. Laporan Realisasi Anggaran; 2. Neraca;

2. Neraca;

3. Laporan Arus Kas 3. Laporan Arus Kas

4. Catatan Atas Laporan Keuangan 4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan keuangan pemerintah untuk tujuan umum juga mempunyai kemampuan Laporan keuangan pemerintah untuk tujuan umum juga mempunyai kemampuan  prediktif dan prospektif dalam hal memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan  prediktif dan prospektif dalam hal memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang untuk operasi berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang  berkelanjutan, serta resiko dan ketidakpastian yang terkait.

 berkelanjutan, serta resiko dan ketidakpastian yang terkait.

Pengguna laporan keuangan pemerintah adalah: Pengguna laporan keuangan pemerintah adalah:

1.

1. Masyarakat.Masyarakat. 2.

2. Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa dan lembaga pengawas.Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa dan lembaga pengawas. 3.

3. Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman.Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman. 4.

4. Pemerintah.Pemerintah.

SAP dinyatakan dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP), SAP dinyatakan dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP), yaitu SAP yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif. Selain itu, SAP juga yaitu SAP yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif. Selain itu, SAP juga dilengkapi dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.

dilengkapi dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.

PSAP dapat dilengkapi dengan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi PSAP dapat dilengkapi dengan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (IPSAP) atau Buletin Teknis SAP.IPSAP dan Buletin Teknis SAP Pemerintahan (IPSAP) atau Buletin Teknis SAP.IPSAP dan Buletin Teknis SAP disusun dan diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) dan disusun dan diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) dan diberitahukan kepada Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Rancangan diberitahukan kepada Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Rancangan

(7)

IPSAP disampaikan kepada BPK paling lambat empat belas hari kerja sebelum IPSAP IPSAP disampaikan kepada BPK paling lambat empat belas hari kerja sebelum IPSAP diterbitkan.

diterbitkan.

IPSAP dimaksudkan untuk menjelaskan lebih lanjut topik tertentu guna menghindari IPSAP dimaksudkan untuk menjelaskan lebih lanjut topik tertentu guna menghindari salah tafsir pengguna PSAP.Sedangkan Buletin Teknis SAP dimaksudkan untuk salah tafsir pengguna PSAP.Sedangkan Buletin Teknis SAP dimaksudkan untuk mengatasi masalah teknis akuntansi dengan menjelaskan secara teknis penerapan PSAP mengatasi masalah teknis akuntansi dengan menjelaskan secara teknis penerapan PSAP atau IPSAP.

atau IPSAP.

SAP memiliki

SAP memiliki beberapa beberapa basis penerapan basis penerapan yaitu :yaitu :

1.

1. SAP Berbasis KasSAP Berbasis Kas

Basis akuntansi yang digunakan dengan laporan keuangan pemerintah adalah basis Basis akuntansi yang digunakan dengan laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran.

Anggaran.

Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas di terima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas saat kas di terima di Rekening Kas Umum Negara / Daerah atau oleh entitas  pelaporan

 pelaporan dan dan belanja belanja diakui diakui pada pada saat saat kas kas dikeluarkan dikeluarkan dari dari Rekening Rekening Kas Kas UmumUmum  Negara

 Negara / / Daerah Daerah atau atau entitas entitas pelaporan pelaporan (Peraturan (Peraturan Pemerintah Pemerintah Nomor Nomor 71 71 tahuntahun 2010).

2010).

2.

2. SAP Berbasis Kas Menuju AkrualSAP Berbasis Kas Menuju Akrual

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) menyusun SAP berbasis akrual Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) menyusun SAP berbasis akrual yang mecakup PSAP berbasis kas untuk pelaporan pelaksanaan anggaran(budgetary yang mecakup PSAP berbasis kas untuk pelaporan pelaksanaan anggaran(budgetary reports), sebagaimana dicantumkan pada PSAP 2, dan PSAP berbasis akrual untuk reports), sebagaimana dicantumkan pada PSAP 2, dan PSAP berbasis akrual untuk  pelaporan

 pelaporan financial, financial, yang pada yang pada PSAP PSAP 12 12 memfasilitasi memfasilitasi pencatatan, pencatatan, pendapatan, pendapatan, dandan  beban dengan basis akrual.

 beban dengan basis akrual.

Penerapan SAPBerbasisAkrual dilaksanakan secara bertahap dari penerapan SAP Penerapan SAPBerbasisAkrual dilaksanakan secara bertahap dari penerapan SAP Berbasis Kas Menuju Akrual menjadi penerapan SAP Berbasis Akrual. SAP Berbasis Kas Menuju Akrual menjadi penerapan SAP Berbasis Akrual. SAP Berbasis Kas Menuju Akrual yaitu SAP yang mengakui pendapatan, belanja, dan Berbasis Kas Menuju Akrual yaitu SAP yang mengakui pendapatan, belanja, dan  pembiayaanberbasis

 pembiayaanberbasis kas, kas, serta serta mengakui mengakui aset, aset, utang, utang, dan dan ekuitas ekuitas danaberbasisdanaberbasis akrual. Ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara akrual. Ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara  bertahap

 bertahap pada pada pemerintah pemerintah pusat pusat diatur diatur dengan dengan Peraturan Peraturan MenteriMenteri Keuangan.Ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara Keuangan.Ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara  bertahap pada pemerintah daerah diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.  bertahap pada pemerintah daerah diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

(8)

Perbedaan mendasar SAP berbasis kas menuju akrual dengan SAP berbasis akrual Perbedaan mendasar SAP berbasis kas menuju akrual dengan SAP berbasis akrual terletak pada PSAP 12 mengenai laporan operasional.Entitas melaporkan secara terletak pada PSAP 12 mengenai laporan operasional.Entitas melaporkan secara transparan besarnya sumber daya ekonomi yang didapatkan, dan besarnya beban transparan besarnya sumber daya ekonomi yang didapatkan, dan besarnya beban yang di tanggung untuk menjalankan kegiatan pemerintahan. Surplus/defisit yang di tanggung untuk menjalankan kegiatan pemerintahan. Surplus/defisit operasional merupakan penambah atau pengurang ekuitas, atau kekayaan bersih operasional merupakan penambah atau pengurang ekuitas, atau kekayaan bersih entitas pemerintahan bersangkutan (

entitas pemerintahan bersangkutan ( PP No. 71 Tahun 2010).PP No. 71 Tahun 2010).

3.

3. SAP SAP berbasis berbasis AkrualAkrual

SAP Berbasis Akrual, yaitu

SAP Berbasis Akrual, yaitu SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, danutang, dan ekuitasdana dalam pelaporan financialberbasis akrual, serta mengakui pendapatan, ekuitasdana dalam pelaporan financialberbasis akrual, serta mengakui pendapatan,  belanja,

 belanja, dan dan pembiayaan pembiayaan dalam dalam pelaporan pelaporan pelaksanaan pelaksanaan anggaran anggaran berdasarkan berdasarkan basisbasis yang ditetapkan dalam APBN/APBD.

yang ditetapkan dalam APBN/APBD.

Basis Akrual untuk neraca berarti bahwa asset, kewajiban dan ekuitas dana diakui Basis Akrual untuk neraca berarti bahwa asset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar (PP No.71 tahun 2010). SAP berbasis akrual atau setara kas diterima atau dibayar (PP No.71 tahun 2010). SAP berbasis akrual diterapkan dalam lingkungan pemerintah yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah diterapkan dalam lingkungan pemerintah yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan satuan organisasi di li

dan satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah, jika menurut peraturanngkungan pemerintah pusat/daerah, jika menurut peraturan  perundang

 perundang  –  –   undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan  undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan (PP No.71 Tahun 2010).SAP Berbasis Akrualtersebut dinyatakan dalam keuangan (PP No.71 Tahun 2010).SAP Berbasis Akrualtersebut dinyatakan dalam  bentuk

 bentuk PSAP PSAP dan dan dilengkapi dilengkapi dengan dengan Kerangka Kerangka Konseptual Konseptual Akuntansi Akuntansi Pemerintah.Pemerintah. PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam rangka SAP PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam rangka SAP Berbasis Akrual dimaksud tercantum dalam

Berbasis Akrual dimaksud tercantum dalam Lampiran I Peraturan Pemerintah nomorLampiran I Peraturan Pemerintah nomor 71 Tahun 2010.

71 Tahun 2010.

Penyusunan SAP Berbasis Akrual dilakukan oleh KSAP melalui proses baku Penyusunan SAP Berbasis Akrual dilakukan oleh KSAP melalui proses baku  penyusunan

 penyusunan (due (due process). process). Proses Proses baku baku penyusunan penyusunan SAP SAP tersebut tersebut merupakanmerupakan  pertanggungjawaban

 pertanggungjawaban profesional profesional KSAP KSAP yang yang secara secara lengkap lengkap terdapat terdapat dalamdalam Lampiran III Peraturan Pemerintah

Lampiran III Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.Nomor 71 Tahun 2010.

Penerapan SAP Berbasis Akrual secara bertahap dilakukan dengan memperhatikan Penerapan SAP Berbasis Akrual secara bertahap dilakukan dengan memperhatikan urutan persiapan dan ruang lingkup laporan. SAP Berbasis Kas Menuju Akrual urutan persiapan dan ruang lingkup laporan. SAP Berbasis Kas Menuju Akrual dinyatakan dalam bentuk PSAP dan dilengkapi dengan Kerangka Konseptual dinyatakan dalam bentuk PSAP dan dilengkapi dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan Akuntansi Pemerintahan. PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam rangka SAP Berbasis Kas Menuju Akrual tercantum dalam Lampiran II dalam rangka SAP Berbasis Kas Menuju Akrual tercantum dalam Lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.

(9)

2.2.1.

2.2.1.Tahap - Tahap Penyiapan SAPTahap - Tahap Penyiapan SAP

Tahap-tahap Penyiapan SAP, yaitu (Supriyanto:2005): Tahap-tahap Penyiapan SAP, yaitu (Supriyanto:2005): a.

a. Identifikasi Topik untuk Dikembangkan Menjadi Standar.Identifikasi Topik untuk Dikembangkan Menjadi Standar.  b.

 b. Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) di dalam Komite.Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) di dalam Komite. c.

c. Riset Terbatas oleh Kelompok Kerja.Riset Terbatas oleh Kelompok Kerja. d.

d. Penulisan draft SAP oleh Kelompok Kerja.Penulisan draft SAP oleh Kelompok Kerja. e.

e. Pembahasan Draft oleh Komite Kerja.Pembahasan Draft oleh Komite Kerja. f.

f. Pengambilan Keputusan Draft untuk Dipublikasikan.Pengambilan Keputusan Draft untuk Dipublikasikan. g.

g. Peluncuran Draft Publikasian SAP (Exposure Draft) .Peluncuran Draft Publikasian SAP (Exposure Draft) . h.

h. Dengar Pendapat Terbatas (Limited Hearing) dan Dengar PendapatDengar Pendapat Terbatas (Limited Hearing) dan Dengar Pendapat Publik(Public Hearings).

Publik(Public Hearings). i.

i. Pembahasan Tanggapan dan Masukan Terhadap Draf Publikasian.Pembahasan Tanggapan dan Masukan Terhadap Draf Publikasian.  j.

 j. Finalisasi Standar.Finalisasi Standar.

Sebelum dan setelah dilakukan public hearing, standar dibahas bersama dengan Sebelum dan setelah dilakukan public hearing, standar dibahas bersama dengan Tim Penelaah Standar Akuntansi Pemerintahan BPK.Setelah dilakukan Tim Penelaah Standar Akuntansi Pemerintahan BPK.Setelah dilakukan  pembahasan berdasarkan masukan-masukan KSAP melakukan finalisasi

 pembahasan berdasarkan masukan-masukan KSAP melakukan finalisasi standarstandar kemudian KSAP meminta pertimbangan kepada BPK melalui Menteri kemudian KSAP meminta pertimbangan kepada BPK melalui Menteri Keuangan.Namun draf SAP ini belum diterima oleh BPK karena komite belum Keuangan.Namun draf SAP ini belum diterima oleh BPK karena komite belum ditetapkan dengan Keppres.Suhubungan dengan hal tersebut, melalui

ditetapkan dengan Keppres.Suhubungan dengan hal tersebut, melalui KeputusanKeputusan Presiden, dibentuk Komite Standar Akuntansi Pemerintahan.Komite ini segera Presiden, dibentuk Komite Standar Akuntansi Pemerintahan.Komite ini segera  bekerja untuk menyempurnakan kemb

 bekerja untuk menyempurnakan kembali draf SAP yang pernah diajukan kepadaali draf SAP yang pernah diajukan kepada BPK agar dapat segera ditetapkan.

BPK agar dapat segera ditetapkan.

Draft SAP p

Draft SAP pun diajukan kembali un diajukan kembali kepada BPK kepada BPK dan mendapatkan pertimbangdan mendapatkan pertimbanganan dari BPK. BPK meminta langsung kepada Presiden RI untuk segera dari BPK. BPK meminta langsung kepada Presiden RI untuk segera Menetapkan Standar Akuntansi Pemerintahan dengan Peraturan Pemerintah Menetapkan Standar Akuntansi Pemerintahan dengan Peraturan Pemerintah (PP). Proses penetapan PP SAP pun berjalan dengan Koordinasi antara (PP). Proses penetapan PP SAP pun berjalan dengan Koordinasi antara Sekretariat Negara, Departemen Keuangan, dan Departemen Hukum dan HAM, Sekretariat Negara, Departemen Keuangan, dan Departemen Hukum dan HAM, serta pihak terkait lainnya hingga penandatanganan Peraturan Pemerintah.

serta pihak terkait lainnya hingga penandatanganan Peraturan Pemerintah.

2.2.2.

2.2.2.Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan (KKAP) dan KerangkaKerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan (KKAP) dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan

(10)

KKAP dan KDPP-LK sama-sama menunjukan pada 4 (empat) pihak yaitu: KKAP dan KDPP-LK sama-sama menunjukan pada 4 (empat) pihak yaitu: komite penyusun standar, penyusun laporan keuangan, pemeriksa (auditor), komite penyusun standar, penyusun laporan keuangan, pemeriksa (auditor), dan para pemakainya. Ini memang suatu hal yang tak bisa dihindari, sebab dan para pemakainya. Ini memang suatu hal yang tak bisa dihindari, sebab keempat pihak tersebut telah fixedmenjadi pengguna standar akuntansi.

keempat pihak tersebut telah fixedmenjadi pengguna standar akuntansi.

Perbedaan baru mulai terlihat pada poin ruang lingkup. Sebab merupakan hal Perbedaan baru mulai terlihat pada poin ruang lingkup. Sebab merupakan hal yang baru, cakupan ruang lingkup yang dibahas dalam KKAP memang yang baru, cakupan ruang lingkup yang dibahas dalam KKAP memang terkesan lebih banyak pertimbangan adaptasi.

terkesan lebih banyak pertimbangan adaptasi.

Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan, kerangka ini merumuskan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan, kerangka ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajiaan laporan keuangan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajiaan laporan keuangan  pemerintah pusat dan daerah. Sebagai acuan bagi :

 pemerintah pusat dan daerah. Sebagai acuan bagi : 1.

1. Penyusunan Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP). Tujuan KSAPPenyusunan Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP). Tujuan KSAP adalah untuk meningkatkan transparasi dan akuntabilitas adalah untuk meningkatkan transparasi dan akuntabilitas  penyelenggaraan

 penyelenggaraan akuntansi akuntansi pemerintahan, pemerintahan, melalui melalui penyusunan penyusunan dandan  pengembangan SAP.

 pengembangan SAP. 2.

2. Penyusun laporan keuangan.Penyusun laporan keuangan. 3.

3. Pemeriksa. Pemeriksa adalah orang yang melakukan tugasPemeriksa. Pemeriksa adalah orang yang melakukan tugas  pemeriksaan

 pemeriksaan pengelolaan pengelolaan dan dan tanggung tanggung jawab jawab keuangan keuangan negara negara untukuntuk dan atas nama BPK(Badan Pemeriksa Keuangan).

dan atas nama BPK(Badan Pemeriksa Keuangan). 4.

4. Para pengguna laporan keuangan.Para pengguna laporan keuangan. Pada KKAP ruang lingkupnya meliputi: Pada KKAP ruang lingkupnya meliputi:

a.

a. tujuan kerangka konseptual;tujuan kerangka konseptual;  b.

 b. lingkungan akuntansi pemerintahan;lingkungan akuntansi pemerintahan; c.

c.  pengguna kebu pengguna kebutuhan informasi para pengguna;tuhan informasi para pengguna; d.

d. entitas pelaporan;entitas pelaporan; e.

e.  peranan dan tujuan pelaporan k peranan dan tujuan pelaporan keuangan, serta dasar hukum;euangan, serta dasar hukum; f.

f. asumsi dasar, karakteristik kualitatif yang menentukan manfaatasumsi dasar, karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan, prinsip-prinsip, serta kendala informasi dalam laporan keuangan, prinsip-prinsip, serta kendala informasi akuntansi; dan

informasi akuntansi; dan g.

g. definisi, pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentukdefinisi, pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan (KKAP Paragraf 4).

laporan keuangan (KKAP Paragraf 4).

Sementara pada KDPP-LK, ruang lingkupnya meliputi: Sementara pada KDPP-LK, ruang lingkupnya meliputi: a.

(11)

 b.

 b. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalamkarakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan;

laporan keuangan; c.

c. definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentukdefinisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan; dan

laporan keuangan; dan d.

d. konsep modal serta pemeliharaan modal (KDPP-LK Paragraf 05).konsep modal serta pemeliharaan modal (KDPP-LK Paragraf 05). 2.2.3.

2.2.3. Kandungan Peraturan Pemerintah Standar Kandungan Peraturan Pemerintah Standar Akuntansi PemerintahanAkuntansi Pemerintahan (PP-SAP)

(PP-SAP)

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri dari:

Pemerintahan terdiri dari: •

• SAP SAP berbasis berbasis AkrualAkrual Lampiran I.01

Lampiran I.01 : Kerangka konseptual : Kerangka konseptual akuntansi pemerintahanakuntansi pemerintahan Lampiran I.02

Lampiran I.02 : Penyajian laporan k: Penyajian laporan keuanganeuangan Lampiran I.03

Lampiran I.03 : Laporan realisasi anggaran b: Laporan realisasi anggaran berbasis kaserbasis kas Lampiran I.04

Lampiran I.04 : Laporan arus kas: Laporan arus kas Lampiran I.05

Lampiran I.05 : Catatan atas laporan keuangan: Catatan atas laporan keuangan Lampiran I.06 : Akuntansi persediaan

Lampiran I.06 : Akuntansi persediaan Lampiran I.07 : Akuntansi investasi Lampiran I.07 : Akuntansi investasi Lampiran I.08 : Akuntansi asset tetap Lampiran I.08 : Akuntansi asset tetap Lampiran I.09

Lampiran I.09 : Akuntansi kontruksi : Akuntansi kontruksi dalam pengerjaandalam pengerjaan Lampiran I.10 : Akuntansi kewajiban

Lampiran I.10 : Akuntansi kewajiban

Lampiran I.11 : Koreksi kesalahan, perubahan kebijakan akuntansi, perubahan Lampiran I.11 : Koreksi kesalahan, perubahan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan operasi yang tidak di estimasi akuntansi, dan operasi yang tidak di lanjutkan

lanjutkan Lampiran I.12

Lampiran I.12 : Laporan keuangan : Laporan keuangan konsolidasikonsolidasi Lampiran I.13

Lampiran I.13 : Laporan keuang: Laporan keuangan operasionalan operasional

 SAP berbasis Kas menuju AkrualSAP berbasis Kas menuju Akrual

Lampiran

Lampiran II.01 II.01 : : Kerangka Kerangka konseptual konseptual akuntansi akuntansi pemerintahanpemerintahan Lampiran

Lampiran II.02 II.02 : : Penyajian Penyajian laporan laporan keuangankeuangan Lampiran

Lampiran II.03 II.03 : : Laporan Laporan realisasi realisasi anggarananggaran Lampiran

Lampiran II.04 II.04 : : Laporan Laporan arus arus kaskas Lampiran

(12)

Lampiran

Lampiran II.06 II.06 : : Akuntansi Akuntansi persediaanpersediaan Lampiran

Lampiran II.07 II.07 : : Akuntansi Akuntansi investasiinvestasi Lampiran

Lampiran II.08 II.08 : : Akuntansi Akuntansi aset aset tetaptetap Lampiran

Lampiran II.09 II.09 : : Akuntansi Akuntansi kontruksi kontruksi dalam dalam pengerjaanpengerjaan Lampiran

Lampiran II.10 II.10 : : Akuntansi Akuntansi kewajibankewajiban

 SAP Berbasis AkrualSAP Berbasis Akrual Lampiran

Lampiran III III : : Proses Proses penyusunan penyusunan standar standar akuntansi akuntansi pemerintahanpemerintahan  berbasis

 berbasis akrualakrual

2.2.4.

2.2.4.Perbedaan SAK Dengan SAPPerbedaan SAK Dengan SAP

Perbandingan definisi Aktiva, Kewajiban dan Ekuitasmenurut PSAK dan SAP: Perbandingan definisi Aktiva, Kewajiban dan Ekuitasmenurut PSAK dan SAP:

SAK 

SAK  SAPSAP

Aktiva

Aktiva sumber sumber daya daya yang yang dikuasaidikuasai oleh perusahaan sebagai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh diharapkan akan diperoleh  perusahaan.

 perusahaan.

sumber daya ekonomi yang sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh dikuasai dan/atau dimiliki oleh  pemerintah sebagai akibat dari  pemerintah sebagai akibat dari  peristiwa

 peristiwa masa masa lalu lalu dan dan daridari mana manfaat ekonomi dan mana manfaat ekonomi dan atau sosial di masa depan atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, diharapkan dapat diperoleh,  baik oleh pemerintah maupun  baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk yang diperlukan untuk  penyediaan jasa bagi

 penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan masyarakat umum dan sumber- sumber daya yang sumber- sumber daya yang dipelihara karena balasan dipelihara karena balasan sejarah dan budaya.

sejarah dan budaya. Kewajiban

Kewajiban hutang hutang perusahaan perusahaan masa masa kinikini yang timbul dari peristiwa yang timbul dari peristiwa

hutang yang timbul dari hutang yang timbul dari  peristiwa masa lalu yang  peristiwa masa lalu yang

(13)

masa lalu, penyelesaiannya masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya arus keluar dari sumber daya  perusahaan

 perusahaan yangyang mengandung manfaat mengandung manfaat ekonomi. ekonomi.  penyelesaiannya  penyelesaiannya

mengakibatkan aliran keluar mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi

sumber daya ekonomi  pemerintah.

 pemerintah.

Ekuitas

Ekuitas hak hak residual residual atas atas aktivaaktiva

 perusahaan setelah dikurangi  perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. hak semua kewajiban. hak residualatas aktiva residualatas aktiva  perusahaan setelah

 perusahaan setelah

dikurangi semua kewajiban. dikurangi semua kewajiban.

dikenal dengan ekuitas dana dikenal dengan ekuitas dana adalah kekayaan bersih adalah kekayaan bersih  pemerintah yang merupakan  pemerintah yang merupakan

selisih antara aset dan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah kewajiban pemerintah

.

.

Sumber : SAK Kerangka Konseptual par 49 dan SAP No 1 Par 8 Sumber : SAK Kerangka Konseptual par 49 dan SAP No 1 Par 8

Bila dalam PSAK dengan tegas memakai istilah laporan keuangan, maka karena Bila dalam PSAK dengan tegas memakai istilah laporan keuangan, maka karena masih adaptasi, PSAP menggunakan istilah pelaporan keuangan. Pelapora

masih adaptasi, PSAP menggunakan istilah pelaporan keuangan. Pelapora n keuangann keuangan tidak mengacu secara tegas pada fisik laporan keuangan, melainkan pada proses

tidak mengacu secara tegas pada fisik laporan keuangan, melainkan pada proses  penyusunannya.

 penyusunannya.

Terdapat perbedaan yang lain antara Standar Akuntansi Pemerintah dan Standar Terdapat perbedaan yang lain antara Standar Akuntansi Pemerintah dan Standar Akuntansi Keuangan sebagai berikut:

Akuntansi Keuangan sebagai berikut: 1.

1. SAP SAP digunakan digunakan oleh oleh entitas entitas yang yang bertanggung bertanggung jawab jawab menyediakan menyediakan barang barang dandan  jasa untuk rakyat, sementara SAK digunakan

 jasa untuk rakyat, sementara SAK digunakan oleh entitas yang bertanggungoleh entitas yang bertanggung  jawab mencari laba untuk pemilik/pemegang saham.

 jawab mencari laba untuk pemilik/pemegang saham. 2.

2. SAK SAK menggunakan menggunakan basis basis akrual akrual sedangkan sedangkan SAP SAP menggunakan menggunakan basis basis kaskas menuju akrual. Contohnya :

menuju akrual. Contohnya :

a. Pengakuan pendapatan, dalam laporan keuangan BLU (Badan

a. Pengakuan pendapatan, dalam laporan keuangan BLU (Badan Layanan Umum)Layanan Umum) versi SAK seluruh pendapatan yang secara akrual telah te

versi SAK seluruh pendapatan yang secara akrual telah te rjadi pasti akanrjadi pasti akan dilaporkan, namun dalam laporan keuangan versi SAP

dilaporkan, namun dalam laporan keuangan versi SAP hanya pendapatan yanghanya pendapatan yang telah diterima kasnya saja yang akan dilaporkan.

telah diterima kasnya saja yang akan dilaporkan.

 b. Penyusutan aset tetap, SAK mewajibkan dilakukan perhitungan penyusutan akan  b. Penyusutan aset tetap, SAK mewajibkan dilakukan perhitungan penyusutan akan

tetapi SAP justru tidak menghitung penyusutan tersebut. tetapi SAP justru tidak menghitung penyusutan tersebut. 3.

3. Perbedaaan Perbedaaan antara SAantara SAP P dan dan SAK SAK juga juga terletak pterletak pada ada komponen komponen laporanlaporan keuangannya, yang berbeda dari SAP adalah tidak adanya laporan rugi/laba keuangannya, yang berbeda dari SAP adalah tidak adanya laporan rugi/laba

(14)

dalam Pemerintahan dikenal dengan laporan kinerja keuangan (surplus/defisit). dalam Pemerintahan dikenal dengan laporan kinerja keuangan (surplus/defisit). Laporan ini mengukur keberhasilan operasi entitas selama periode tertentu. Laporan ini mengukur keberhasilan operasi entitas selama periode tertentu. Keberhasilan digambarkan dari kemampuan entitas dalam menciptakan surplus. Keberhasilan digambarkan dari kemampuan entitas dalam menciptakan surplus. Surplus terjadi bila total pendapatan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dan Surplus terjadi bila total pendapatan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dan defisit bila total pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan. Informasi defisit bila total pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan. Informasi dari laporan surplus/defisit sangat penting bagi pengguna laporan keuangan dari laporan surplus/defisit sangat penting bagi pengguna laporan keuangan untuk mengambil keputusan mengenai profitabilitas, nilai investasi dan untuk mengambil keputusan mengenai profitabilitas, nilai investasi dan kelayakan kredit.

kelayakan kredit. 4.

4. SAP SAP digunakan digunakan oleh oleh entitas entitas yang yang bertanggung bertanggung jawab jawab menyediakan menyediakan barang barang dandan  jasa

 jasa untuk untuk rakyat, rakyat, sementara sementara SAK SAK digunakan digunakan oleh oleh entitas entitas yang yang bertanggungbertanggung  jawab

 jawab mencari mencari laba laba untuk untuk pemilik/pemegang pemilik/pemegang saham. saham. Namun, Namun, setidaknya, setidaknya, kitakita dapat melihat sejauh mana kedua standar tersebut memenuhi dapat melihat sejauh mana kedua standar tersebut memenuhi  pertanggungjawabannya masing-m

 pertanggungjawabannya masing-masing penggunanya.asing penggunanya. 5.

5. Analisis Analisis Komparasi Komparasi Kerangka Kerangka Konseptual Konseptual SAK SAK (Standar (Standar Akuntansi Akuntansi Keuangan)Keuangan) dan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah). Dalam SAK, pengertian dan dan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah). Dalam SAK, pengertian dan prinsip- prinsip

 prinsip akuntansi akuntansi yang yang diterapkan diterapkan dalam dalam menyusun menyusun dan dan menyajikan menyajikan laporanlaporan keuangan perusahaan. Sedangkan, dalam SAP, prinsip-prinsip akuntansi yang keuangan perusahaan. Sedangkan, dalam SAP, prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. 6.

6. Tujuan Tujuan SAK SAK dan dan SAP. SAP. SAK SAK bertujuansebagai bertujuansebagai acuan acuan bagi: bagi: Komite Komite penyusunpenyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya, penyusun laporan standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya, penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan, auditor, dalam memberikan pendapat standar akuntansi keuangan, auditor, dalam memberikan pendapat mengenaiapakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi mengenaiapakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yangberlaku umum, serta para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan yangberlaku umum, serta para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan. SAP bertujuan sebagai acuan bagi: Penyusun standar akuntansi keuangan. SAP bertujuan sebagai acuan bagi: Penyusun standar, penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi standar, penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar, pemeriksa dalam memberikan pendapat yang belum diatur dalam standar, pemeriksa dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar, serta para mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar, serta para  pengguna laporan keu

 pengguna laporan keuangan.angan. 7.

7. Ruang Ruang Lingkup Lingkup SAK SAK dan dan SAP. SAP. SAK SAK membahas membahas tentang tentang kerangka kerangka konseptual:konseptual: Tujuan laporan keuangan, karakteristik kualitatif yang menentukan manfaatin Tujuan laporan keuangan, karakteristik kualitatif yang menentukan manfaatin formasi dalam laporan keuangan, definisi, pengakuan dan pengukuran formasi dalam laporan keuangan, definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur

(15)

 pemeliharaan

 pemeliharaan modal.Kerangka modal.Kerangka dasar dasar ini ini membahas membahas laporan laporan keuangan keuangan untukuntuk tujuan u

tujuan umum. Lapmum. Laporan keuangoran keuangan disusun an disusun dan disajikan dan disajikan sekurang-kurangnyasekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Beberapa setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Beberapa diantara pemakai

diantara pemakai ini memerlukan ini memerlukan dan berhadan berhak untuk k untuk memperoleh informasimemperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun demikian tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun demikian  banyak

 banyak pemakai pemakai sangat sangat bergantung bergantung pada pada laporan laporan keuangan keuangan sebagai sebagai sumbersumber utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun

disusun dan dan disajikan disajikan dengan dengan mempertimbangkan mempertimbangkan kebutuhan kebutuhan mereka.SAPmereka.SAP membahas tentang Kerangka konseptual:Tujuan kerangka konseptual, membahas tentang Kerangka konseptual:Tujuan kerangka konseptual, lingkungan akuntansi pemerintahan, pengguna dan kebutuhan informasi lingkungan akuntansi pemerintahan, pengguna dan kebutuhan informasi  parapengguna,

 parapengguna, entitas entitas akuntansi akuntansi danentitas danentitas pelaporan, pelaporan, peranan peranan dan dan tujuantujuan  pelaporan

 pelaporan keuangan, keuangan, komponen komponen laporan laporan keuangan, keuangan, serta serta dasar dasar hukum, hukum, asumsiasumsi dasar

dasar karakteristik kualitatif yang mkarakteristik kualitatif yang menentukan manfaat inforenentukan manfaat informasi dalam laporanmasi dalam laporan keuangan, prinsip-prinsip, serta kendala informasi akuntansi, dan unsur-unsur keuangan, prinsip-prinsip, serta kendala informasi akuntansi, dan unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan, pengakuan, dan pengukurannya. Kerangka yang membentuk laporan keuangan, pengakuan, dan pengukurannya. Kerangka konseptual berlaku bagi pelaporan keuangan pemerintah pusat dan daerah.

konseptual berlaku bagi pelaporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. 8.

8. Pengguna Pengguna Laporan Laporan Keuangan Keuangan SAK SAK dan dan SAP. SAP. Pengguna Pengguna laporan laporan keuangan keuangan SAK:SAK: Investor, Karyawan, Pemberi pinjaman, Pemasok dam kreditur usaha lainnya, Investor, Karyawan, Pemberi pinjaman, Pemasok dam kreditur usaha lainnya, Pelanggan, Pemerintah serta Masyarakat. Pengguna Laporan Keuangan SAP: Pelanggan, Pemerintah serta Masyarakat. Pengguna Laporan Keuangan SAP: Masyarakat, Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa, dan lembaga pengawas, Masyarakat, Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa, dan lembaga pengawas, Pihak yangberperan dalam proses donasi,investasi, dan pinjaman, serta Pihak yangberperan dalam proses donasi,investasi, dan pinjaman, serta  pemerintah.

 pemerintah. 9.

9. Tujuan Tujuan Laporan Laporan Keuangan Keuangan SAK SAK dan dan SAP. SAP. Tujuan Tujuan Laporan Laporan Keuangan Keuangan SAK:SAK: Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta  perubahan

 perubahan posisi posisi keuangan keuangan suatu suatu perusahaan perusahaan yang yang bermanfaat bermanfaat bagi bagi sejumlahsejumlah  besar

 besar pemakai pemakai dalam dalam pengambilan pengambilan keputusan keputusan ekonomi. ekonomi. Tujuan Tujuan LaporanLaporan Keuangan SAP: Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna Keuangan SAP: Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun  politik.

 politik. 10.

10. Komponen Komponen Laporan Laporan Keuangan Keuangan SAK SAK dan dan SAP.Komponen SAP.Komponen Laporan Laporan KeuanganKeuangan SAK:Neraca Laporan Arus Kas, Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan SAK:Neraca Laporan Arus Kas, Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas,serta Catatan atas Laporan Keuangan.Komponen Laporan Keuangan Ekuitas,serta Catatan atas Laporan Keuangan.Komponen Laporan Keuangan SAP :Neraca Laporan Arus Kas (hanya disajikan oleh unit yang mempunyai SAP :Neraca Laporan Arus Kas (hanya disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan: Bendahara UmumNegara/Daerah), Realisasi fungsi perbendaharaan: Bendahara UmumNegara/Daerah), Realisasi

(16)

APBN/APBD, Catatan atas Laporan Keuangan, serta Laporan tambahan: APBN/APBD, Catatan atas Laporan Keuangan, serta Laporan tambahan: Laporan Kinerja Keuangan (Berbasis Akrual), Laporan perubahan ekuitas.

Laporan Kinerja Keuangan (Berbasis Akrual), Laporan perubahan ekuitas. 11.

11. Asumsi Dasar SAK Asumsi Dasar SAK dan SAP. Adan SAP. Asumsi dasar SAK: Dasar Aksumsi dasar SAK: Dasar Aktual dantual dan Kelangsungan Usaha.Asumsi Dasar SAP: Asumsi Kemandirian Entitas, Asumsi Kelangsungan Usaha.Asumsi Dasar SAP: Asumsi Kemandirian Entitas, Asumsi Kesinambungan Entitas, dan Asumsi Keterukuran dalam Satuan Uang Kesinambungan Entitas, dan Asumsi Keterukuran dalam Satuan Uang (Monetary Measurement).

(Monetary Measurement).

2.2.5.

2.2.5. Isu-isu yang Isu-isu yang Terkait daTerkait dalam SAPlam SAP

Pada tahun 2015, seluruh instansi pemerintah baik yang ada di pusat maupun di daerah Pada tahun 2015, seluruh instansi pemerintah baik yang ada di pusat maupun di daerah harus sudah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual (accrual harus sudah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual (accrual  basis). “Sete

 basis). “Setelah aturan lah aturan SAP berbasis SAP berbasis akrual ditandatangani akrual ditandatangani maka pemerintah maka pemerintah pusat danpusat dan daerah harus sudah menerapkan SAP per 1 Januari 2015,” kata Dirjen Keuangan daerah harus sudah menerapkan SAP per 1 Januari 2015,” kata Dirjen Keuangan Daerah, Yuswandi A. Temenggung, saat menjadi pembicara dalam acara Rakernas Daerah, Yuswandi A. Temenggung, saat menjadi pembicara dalam acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013, di Jakarta. Dasar hukum Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013, di Jakarta. Dasar hukum  penerapan

 penerapan SAP SAP berbasis berbasis akrual akrual adalah adalah PP PP No. No. 71/2010 71/2010 tentang tentang SAP, SAP, sebagai sebagai amanatamanat dari UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. UU No.17/2013 mengamanatkan dari UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. UU No.17/2013 mengamanatkan instansi pemerintah baik dipusat maupun di daerah diminta untuk menerapkan SAP instansi pemerintah baik dipusat maupun di daerah diminta untuk menerapkan SAP  berbasis

 berbasis akrual. akrual. Sedangkan Sedangkan dalam dalam PP PP No. No. 71/2010 71/2010 disebutkan disebutkan SAP SAP berbasis berbasis akrualakrual dilaksanakan empat tahun setelah tahun 2010, yang artinya dilaksanakan pada 2015. dilaksanakan empat tahun setelah tahun 2010, yang artinya dilaksanakan pada 2015. Penerapan accrual basis di daerah akan cukup kompleks. Bisa dibayangkan, saat ini Penerapan accrual basis di daerah akan cukup kompleks. Bisa dibayangkan, saat ini terdapat 491 daerah provinsi dan kab/kota di seluruh Indonesia. Dengan segala terdapat 491 daerah provinsi dan kab/kota di seluruh Indonesia. Dengan segala keragaman yang ada, tentu akan lebih sulit penerapannya dibanding di pusat. Sementara keragaman yang ada, tentu akan lebih sulit penerapannya dibanding di pusat. Sementara itu, beberapa hal yang harus disiapkan terkait dengan penerapan SAP berbasis akrual di itu, beberapa hal yang harus disiapkan terkait dengan penerapan SAP berbasis akrual di daerah, yakni ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Struktur Organisasi Tata daerah, yakni ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pejabat Pengelola Kerja (SOTK) dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). Ketika SAP berbasis akrual diterapkan secara penuh maka Keuangan Daerah (PPKD). Ketika SAP berbasis akrual diterapkan secara penuh maka fungsi akuntansi dari masing-masing PPKD dan SKPD harus muncul

fungsi akuntansi dari masing-masing PPKD dan SKPD harus muncul  –  –   siapa  siapa mengerjakan apa.

mengerjakan apa.

Kondisi yang perlu diperhatikan sebelum SAP berbasis akrual diterapkan pada 2015 Kondisi yang perlu diperhatikan sebelum SAP berbasis akrual diterapkan pada 2015 adalah terkait dengan LKPD 2012 yang diaudit BPK, dimana baru sekitar 16 provinsi adalah terkait dengan LKPD 2012 yang diaudit BPK, dimana baru sekitar 16 provinsi dan 115 kab/kota yang mendapatkan opini WTP, dengan sistem akuntansi yang dan 115 kab/kota yang mendapatkan opini WTP, dengan sistem akuntansi yang diterapkan saat ini. Tentu patut diantisipasi, jangan sampai tak satupun LKPD dari 539 diterapkan saat ini. Tentu patut diantisipasi, jangan sampai tak satupun LKPD dari 539 daerah provinsi dan kab/kota di Indonesia tidak memperoleh WTP setelah accrual basis daerah provinsi dan kab/kota di Indonesia tidak memperoleh WTP setelah accrual basis diterapkan. Jelas, ini satu kemunduran terkait dengan akuntabilitas pengelolaan diterapkan. Jelas, ini satu kemunduran terkait dengan akuntabilitas pengelolaan

(17)

keuangan daerah. Tentu kita memahami, setiap daerah memiliki pemahaman yang keuangan daerah. Tentu kita memahami, setiap daerah memiliki pemahaman yang sangat beragam terkait dengan sistem yang akan diterapkan. Penggunaan sistem sangat beragam terkait dengan sistem yang akan diterapkan. Penggunaan sistem aplikasi juga harus digalakkan, termasuk di dalamnya ketika terdapat sistem yang aplikasi juga harus digalakkan, termasuk di dalamnya ketika terdapat sistem yang  berbeda,

 berbeda, bagaimana bagaimana mengkonsolidasinya, mengkonsolidasinya, sehingga sehingga bisa bisa compatible compatible antara antara satu satu sistemsistem dengan sistem lainnya. Sementara itu, bagi daerah yang terlambat menyampaikan dengan sistem lainnya. Sementara itu, bagi daerah yang terlambat menyampaikan LKPD 2012, Kementerian Keuangan sudah mengingatkan bagi daerah yang terlambat LKPD 2012, Kementerian Keuangan sudah mengingatkan bagi daerah yang terlambat menyampaikan LKPD 2012 dan LRA semester 1-2013 akan dilakukan penundaan menyampaikan LKPD 2012 dan LRA semester 1-2013 akan dilakukan penundaan transfer DAU. Ini gambaran kondisi saat ini yang tentu harus dicermati dan ditangani transfer DAU. Ini gambaran kondisi saat ini yang tentu harus dicermati dan ditangani sehingga penerapan SAP berbasis akrual ditahun 2015 tidak akan menemui kendala. sehingga penerapan SAP berbasis akrual ditahun 2015 tidak akan menemui kendala. Terkait dengan kesiapan Kemendagri dalam konteks penerapan SAP berbasis akrual, Terkait dengan kesiapan Kemendagri dalam konteks penerapan SAP berbasis akrual, saat ini penyusunan pedoman penerapan SAP berbasis akrual oleh Kemendagri sudah saat ini penyusunan pedoman penerapan SAP berbasis akrual oleh Kemendagri sudah dalam tahap finalisasi, Diharapkan, akhir tahun 2013, pedoman tersebut sudah bisa dalam tahap finalisasi, Diharapkan, akhir tahun 2013, pedoman tersebut sudah bisa diterima pemda. Untuk keberhasilan penerapan SAP berbasis akrual, komunikasi diterima pemda. Untuk keberhasilan penerapan SAP berbasis akrual, komunikasi Kemendagri dengan Kemenkeu juga terus dilakukan. Demikian pula komunikasi Kemendagri dengan Kemenkeu juga terus dilakukan. Demikian pula komunikasi dengan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) intensif dilakukan agar dengan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) intensif dilakukan agar  penerapan SAP berbasis akrual di daer

 penerapan SAP berbasis akrual di daerah bisa tepat waktu. Yang menjadi ah bisa tepat waktu. Yang menjadi landasan bagilandasan bagi daerah untuk penerapan SAP berbasis akrual di tingkat daerah yaitu Peraturan Kepala daerah untuk penerapan SAP berbasis akrual di tingkat daerah yaitu Peraturan Kepala Daerah tentang kebijakan akuntansi dan sistem akuntansi pemerintah daerah. Saat ini, Daerah tentang kebijakan akuntansi dan sistem akuntansi pemerintah daerah. Saat ini, Kemendagri terus melakukan upaya-upaya capacity building baik di internal Kemendagri terus melakukan upaya-upaya capacity building baik di internal Kemendagri maupun di Pemda. Kita berharap tahun 2014 dapat melakukan uji coba Kemendagri maupun di Pemda. Kita berharap tahun 2014 dapat melakukan uji coba  penerapan

 penerapan SAP SAP berbasis berbasis akrual akrual di di beberapa beberapa daerah. daerah. Dengan Dengan adanya adanya program program uji uji coba,coba, kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari daerah. Kita juga kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari daerah. Kita juga mendorong daerah lain untuk melakukan uji coba penerapan SAP berbasis akrual.

mendorong daerah lain untuk melakukan uji coba penerapan SAP berbasis akrual.

Tahun 2015, SAP berbasis akrual di seluruh daerah provinsi dan kab/kota akan Tahun 2015, SAP berbasis akrual di seluruh daerah provinsi dan kab/kota akan diselenggarakan. Dengan harapan, financial statistic di daerah sudah bisa compatible diselenggarakan. Dengan harapan, financial statistic di daerah sudah bisa compatible dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), yang pada gilirannya Indonesia dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), yang pada gilirannya Indonesia  punya

 punya satu satu kesatuan kesatuan pengelolaan pengelolaan keuangan keuangan negara. negara. Untuk Untuk itu, itu, kesiapan kesiapan pemda pemda perluperlu diperketat, kita mencoba memfasilitasi dari aspek elembagaan (SOTK) bahwa core diperketat, kita mencoba memfasilitasi dari aspek elembagaan (SOTK) bahwa core tatalaksana di dalam penerapan SAP berbasis akrual adalah LO. Pendapatan dan tatalaksana di dalam penerapan SAP berbasis akrual adalah LO. Pendapatan dan  belanja

 belanja sudah sudah harus harus diakui diakui pada pada waktu waktu terjadinya terjadinya transaksi, transaksi, bukan bukan waktu waktu terjadinyaterjadinya arus kas masuk/keluar. Pekerjaaan ini tidak terlalu sulit, hanya perlu komitmen dari arus kas masuk/keluar. Pekerjaaan ini tidak terlalu sulit, hanya perlu komitmen dari  para

 para pemangku pemangku kepentingan. kepentingan. Dengan Dengan adanya adanya SOTK SOTK SKPD SKPD dan dan PPKD PPKD di di setiapsetiap daerah,m SAP berbasis akrual diharapkan sudah masuk dalam sistem tatalaksana. daerah,m SAP berbasis akrual diharapkan sudah masuk dalam sistem tatalaksana. Keberadaan SDM baik dalam konteks akuntansi maupun teknologi informasi perlu Keberadaan SDM baik dalam konteks akuntansi maupun teknologi informasi perlu

(18)

ditingkatkan. Demikian pula kompetensi personil perlu ditingkatkan. Dalam hal ini, ditingkatkan. Demikian pula kompetensi personil perlu ditingkatkan. Dalam hal ini,  para

 para pengambil pengambil keputusan keputusan di di daerah daerah (kepala (kepala daerah) daerah) seharusnya seharusnya sudah sudah sangat sangat awareaware akan komitmennya untuk menerapkan fully accrual basis pada tahun 2015. Teknisnya akan komitmennya untuk menerapkan fully accrual basis pada tahun 2015. Teknisnya  bisa

 bisa dilakukan dilakukan oleh oleh staf, staf, tapi tapi staf staf tentu tentu perlu perlu keteladanan keteladanan dari dari pimpinan pimpinan (kepala(kepala daerah). Sementara itu, terkait dengan kelengkapan teknologi informasi, pemda bisa daerah). Sementara itu, terkait dengan kelengkapan teknologi informasi, pemda bisa melakukan upgrading dari sistem yang telah ada agar kecepatan bisa maksimal. Ini melakukan upgrading dari sistem yang telah ada agar kecepatan bisa maksimal. Ini salah satu agenda Kemendagri untuk mewujudkan penerapan SAP berbasis akrual pada salah satu agenda Kemendagri untuk mewujudkan penerapan SAP berbasis akrual pada tahun 2015.(Sumber artikel: Keuda-Kemendagri, 2014)

tahun 2015.(Sumber artikel: Keuda-Kemendagri, 2014)

2.3.

2.3.

Siklus Akuntansi Keuangan Daerah

Siklus Akuntansi Keuangan Daerah

Pada dasarnya siklus akuntansi keuangan daerah mengikuti siklus akuntansi yang telah Pada dasarnya siklus akuntansi keuangan daerah mengikuti siklus akuntansi yang telah dijelaskan diatas. Perbedaan yang ada adalah pada proses penyusunan laporan keuangan dijelaskan diatas. Perbedaan yang ada adalah pada proses penyusunan laporan keuangan  pemda.

 pemda. Setelah Setelah menyusun menyusun neraca neraca saldo saldo setelah setelah penyesuaian, penyesuaian, dapat dapat disusun disusun laporanlaporan  perhitungan

 perhitungan APBD. APBD. Namun Namun demikian, demikian, untuk untuk lebih lebih mempermudah mempermudah penyusunan penyusunan laporanlaporan keuangan yang lain, yaitu Laporan Perubahan Ekuitas Dana atau R/K Pemda, laporan Aliran keuangan yang lain, yaitu Laporan Perubahan Ekuitas Dana atau R/K Pemda, laporan Aliran Kas dan Neraca, biasanya terlebih dahulu dilakukan proses tutup buku dengan membuat Kas dan Neraca, biasanya terlebih dahulu dilakukan proses tutup buku dengan membuat  jurnal

 jurnal penutup. penutup. Kemudian, Kemudian, setelah setelah jurnal jurnal penutup penutup itu itu diposting, diposting, barulah barulah disusun disusun ketigaketiga laporan dimaksud.

laporan dimaksud. Selain itu, perlu Selain itu, perlu diketahui bahwa diketahui bahwa siklus tersebut siklus tersebut didasari pula dengdidasari pula denganan konsep artikulasi. Sebenarnya, sangat mungkin dalam lingkup sektor public ini diterapkan konsep artikulasi. Sebenarnya, sangat mungkin dalam lingkup sektor public ini diterapkan konsep nonartikulasi, mulai dari proses dan siklus akuntansi hingga tersusunnya laporan konsep nonartikulasi, mulai dari proses dan siklus akuntansi hingga tersusunnya laporan keuangan.

keuangan.

Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006

Tahun 2006

Akuntansi pemerintahan daerah menurut permendagri nomor 13 tahun 2006 pasal 232 ayat Akuntansi pemerintahan daerah menurut permendagri nomor 13 tahun 2006 pasal 232 ayat (3) meliputi serangkaian prosedur, mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, (3) meliputi serangkaian prosedur, mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan,  penggolongan,

 penggolongan, dan dan peringkasan peringkasan atas atas transaksi transaksi dan/atau dan/atau kejadian kejadian keuangan keuangan serta serta pelaporanpelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Untuk menyelenggarakan akuntansi secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Untuk menyelenggarakan akuntansi  pemerintah daerah,

 pemerintah daerah, kepala daerah kepala daerah menetapkan sistmenetapkan sistem akuntansi em akuntansi pemerintahan daerah pemerintahan daerah dengandengan mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, disusun mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, disusun dengan berpedoman pada prinsip pengendalian intern dan standar akuntansi pemerintahan. dengan berpedoman pada prinsip pengendalian intern dan standar akuntansi pemerintahan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :