REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP
PEREMPUAN DALAM FILM “PEREMPUAN PUNYA CERITA”
(Analisis Semiotik Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam film “Perempuan Punya Cerita”)
SKRIPSI
Disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana S-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Ilmu Komunikasi
Universtas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun Oleh: Eka Heri Maryanta
2004 0530 231
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
HALAMAN PENGESAHAN
Telah dipertahankan dan disahkan di depan Tim Penguji Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Pada:
Hari : Senin
Tanggal : 20 Desember 2010 Tempat : Ruang Multimedia Nilai :
SUSUNAN TIM PENGUJI Ketua
Tri Hastuti Nur R, S.Sos., M.Si.
Penguji I Penguji II
Firly Annisa, S.IP. Ratna Noviani, Ph.D., M.Si.
Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu Persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana (S-1)
Suciati, S.Sos., M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi
Skripsi berjudul:
REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP
PEREMPUAN DALAM FILM “PEREMPUAN PUNYA CERITA”
(Analisis Semiotik Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam film “Perempuan Punya Cerita”)
Yang dipersiapkan dan disusun oleh :
Eka Heri Maryanta
NIM: 2004 0530 231HALAMAN PERSEMBAHAN
Kupersembahkan skripsi ini kepada:
Bapak dan Ibu tercinta
Atas segala do’a, dorongan, dan kesabaran yang tak pernah putus diberikan untukku
Imam, Aldi, dan Deasy
Adik-adikku yang paling kusayang
Motto
Dengan ilmu, hidup menjadi mudah…Dengan seni, hidup menjadi
indah…dan dengan agama, hidup menjadi terarah dan penuh makna
(HR Mukti Ali)
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan
(Q.S Al Insyirah: 5)
Ketahuilah bahwa bersama kesabaran ada kemenangan, bersama kesusahan
ada jalan keluar, bersama kesulitan ada kemudahan
(HR Tarmidzi)
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas segala rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi dengan judul “REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM PEREMPUAN PUNYA CERITA” (Analisis Semiotik Kekerasan Seksual terhadap perempuan dalam film Perempuan
Punya Cerita) guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Strata 1
Sarjana Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari telah mendapatkan bantuan,
bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak
langsung. Maka pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Ir. H. M. Dasron Hamid., M.Sc. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
2. Ibu Tri Hastuti Nur R., S.Sos. M.Si, selaku Dosen Pembimbing I, yang telah
banyak memberikan masukan, bimbingan serta pengarahan kepada penulis.
3. Ibu Firly Annisa., S.IP, selaku Dosen Pembimbing II, yang telah banyak
memberikan masukan, bimbingan dan waktunya dengan sepenuh hati serta
saran-saran yang membangun selama proses bimbingan kepada penulis dalam
4. Ibu Ratna Noviani, Ph.D., M.Si, selaku Dosen Penguji yang telah memberikan
saran serta mengkritisi penulisan skripsi ini sehingga membuat skripsi ini
menjadi lebih baik.
5. Pak Jono dan mbak Siti selaku information center di UMY Komunikasi.
6. Kedua orang tuaku, bapak H Slamet Riyanto meskipun bapak jauh namun
do’a serta dorongan selalu bapak berikan untukku, dan untuk My lovely Mom
Ibu Maryani, terima kasih untuk kesabaran, do’a Ibu serta dorongannya yang
tak pernah putus untukku I Love U Mom.
7. Adik-adikku tersayang Imam, Aldi, dan Desi, kalian selalu memberiku
semangat, “Jangan bikin Ibu Pusing terus dengan tingkah kalian ya”, terutama
si kecil Desi, “Lebay nya dikurangi ya neng”.
8. Untuk perempuan hatiku Neng Hesty Karimah, semoga kau menjadi massa
depan hidupku, “buruan cari kuliah neng, jangan terlalu memilih”.
9. Si Vega hitam yang jarang rewel dan selalu setia temani Perjuangan hidupku.
10.Untuk mbak Uci, mas Ikhsan dan si Kecil Zakia, terima kasih support-nya.
11.Buat sepupuku Muhammad Hisyam, terima kasih untuk printernya. Tetap
semangat kuliah ya mas dan tetap menjadi anak yang Sholeh, hehehe...
12.Keluarga besar ibu Sri Purwanti dan bapak Haryono, terima kasih untuk
tumpangan kost2annya serta nasihat-nasihat dan dorongannya kepadaku.
13.Teman-teman komunikasi Advertising dan Public Relation angkatan 2004 dan
14.Bambang “Ibenk or bembenk or yang maksa pengen dibilang ganteng…”
tanks bgt ya sob selama ini udah aku repotin dalam segala hal, and cepetan
selesaiin skripsinya jangan mentang-mentang merasa ganteng.
15.Den mas Ucok dari Temanggung, makasih juga buat tumpangan kostnya,
“Kapan kita lomba kentut lagi?” Hahahaha. Buruan kelarin skripsinya sob.
16.Buat Fery, Yudi, dan bang Rifa, terima-kasih untuk kebersamaan kita di
semester awal dulu, sekarang akan kususul kalian.
17.Cak Roni, tukul, terima kasih aku juga sering ngrepotin kalian. Buat Aza, Zul,
Putra “tak seberapa”, Moura, Umar, Ayo bro kelarin skripsi kalian, semangat.
18.Anak-anak Am.Pm Production dan Circle Production, teruskan karya-karya
kalian yang kita dapatkan dan aplikasikan di dunia kerja dimanapun berada.
19.Semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan selama ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak
kekurangan karena terbatasnya kemampuan, pengalaman dan pengetahuan yang
dimiliki. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati akan menerima segala kritik dan
saran yang membangun dan berguna.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Yogyakarta, 5 Januari 2011
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……….………... i
HALAMAN PENGESAHAN ………...… ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ………... iii
MOTTO ………...……….. vi
KATA PENGANTAR ………... v
DAFTAR ISI …..………. viii
DAFTAR GAMBAR ………... xi
DAFTAR TABEL ………... xiii
ABSTRAK ………..………. xvi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH ... 1
B. RUMUSAN MASALAH ………... 9 C. TUJUAN PENELITIAN ………... 9 D. MANFAAT PENELITIAN ………. 10 1. Manfaat Teoritis ……….………. 10 2. Manfaat Praktis ……….……….. 10 E. KERANGKA TEORI ... 10
E. 1. Komunikasi sebagai Proses Produksi Makna …..…………...10
E. 3. Representasi Perempuan dalam Film Indonesia ... 18
E. 4. Ideologi dalam Proses Representasi………....…….….. 23
E. 5. Ideologi Patriarki …………..………. 27
E. 6. Gender dan Kekerasan Seksual ……….……… 29
E. 7. Perempuan di balik Layar Film Feminis ……….….. 34
F. METODE PENELITIAN ... 38
F. 1. Teknik Pengumpulan Data ... 43
F.1a. Dokumentasi ... 43
F.1b. Studi Pustaka ... 43
F. 2. Sasaran Penelitian ……….. 44
F.2a. Tokoh Utama dan Pendukung ……… 44
F.2b. Adegan yang Diteliti ……….. 45
F. 3. Teknik Analisis Data ... 49
F.3a. Instrumen Penelitian ... 50
F.3a.1. Visual ………... 50
F.3a.2. Pergerakan kamera ………... 53
F.3a.3. Angles Kamera ……….……….…... 54
F.3b. Perilaku Tokoh Utama dan Pendukung ... 55
F.3b.1. Dialog ………... 55
F.3b.2. Setting ………...………... 56
F. 4. Obyek Penelitian ………..………….. 58
BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
A. Profil Kalyanashira Film ……… 60
B. Profil Sutradara dan Produser Film “Perempuan Punya Cerita” …………... 67
C. Gambaran Umum Film “Perempuan Punya Cerita” ……….………. 70
D. Sinopsis Film “Perempuan Punya Cerita” ………. 71
BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Penelitian ……….. 86
B. Representasi Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam
“Cerita Pulau” ……… 90
C. Representasi Kekerasan Seksual dalam terhadap Perempuan dalam
“Cerita Yogyakarta” ………..……….. 110
D. Representasi Kekerasan Seksual dalam terhadap Perempuan dalam
“Cerita Cibinong”………. 133 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ……….. 153 B. Saran ……… 153 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Daftar Gambar
Gambar B.1 Foto profil Nia Dinata ... 66
Gambar B.2 Foto profil Upi Avianto ... 67
Gambar B.3 Foto profil Fatimah Tobing Rony... 68
Gambar C.1 Cover DVD Film “Perempuan Punya Cerita”... 70
Gambar 1 dan 2 Visual adegan Siulan Menggoda dalam “Cerita Pulau”... 90
Gambar 3 dan 4 Visual adegan Perkosaan dalam “Cerita Pulau” ... 100
Gambar 5 dan 6 Visual adegan Gurauan seksual dalam “Cerita Yogyakarta”... 109
Gambar 7 dan 8 Visual adegan Ajakan berhubungan seks dalam “Cerita Yogyakarta” ... 117
Gambar 9 dan 10 Visual adegan Mengundi dalam “Cerita Yogyakarta” ...125
Gambar 11 dan 12 Visual adegan Gurauan seksual dalam “Cerita Cibinong” ... 132
Gambar 13 dan 14 Visual adegan Pemaksaan Hubungan Seksual dalam “Cerita Cibinong” ... 141
Daftar Tabel
Tabel 1.1 Tabel peta Roland Barthes ... 40
Tabel 1.2 Tabel Teknik Kerja Kamera ... 51
Tabel 1.3 Tabel Instrument Penelitian... 56
Tabel 1.4 Tabel Oposisi biner Maskulin & Feminin ... 89
Tabel b 2.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan “Cerita Pulau”... 90
Tabel b 2.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Siulan Menggoda “Cerita Pulau”.. 91
Tabel b 2.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Pulau”... 100
Tabel b 3.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan Perkosaan dalam “Cerita Pulau” ... 101
Tabel b 3.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Perkosaan di “Cerita Pulau” …... 101
Tabel b 3.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Pulau” ... 108
Tabel b 4.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan Gurauan seksual dalam “Cerita Yogyakarta” ... 109
Tabel b 4.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Gurauan Seksual dalam “Cerita Yogyakarta” ... 111
Tabel b 4.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Yogyakarta” ... 117
Tabel b 5.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan Ajakan berhubungan seks dalam “Cerita Yogyakarta” ... 118
Tabel b 5.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Ajakan berhubungan seks dalam “Cerita Yogyakarta” ... 119
Tabel b 5.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Yogyakarta” ... 124
Tabel b 6.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan Mengundi dalam
“Cerita Yogyakarta” ... 125
Tabel b 6.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Mengundi dalam
“Cerita Yogyakarta” ... 126
Tabel b 6.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Yogyakarta” ... 131
Tabel b 7.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot Adegan Gurauan seksual
dalam “Cerita Cibinong” ... 132
Tabel b 7.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Gurauan Seksual dalam
“Cerita Cibinong” ... 134
Tabel b 7.3 Tabel Oposisi biner tokoh dalam “Cerita Cibinong” ... 141
Tabel b 8.1 Tabel Aspek Audio dan Kamera Shot adegan Pemaksaan Hubungan
Seksual dalam “Cerita Cibinong” ... 142
Tabel b 8.2 Tabel Peta Roland Barthes Adegan Pemaksaan Hubungan Seksual
dalam “Cerita Cibinong” ... 143
ABSTRAKSI
Universitas Muhammadiyah YogyakartaFakultas Ilmu Sosial dan Politik Departemen Ilmu Komunikasi Konsentrasi Advertising Eka Heri Maryanta
Analisis Semiotik Representasi Kekerasan Seksual terhadap perempuan dalam Film “Perempuan Punya Cerita”
Tahun skripsi: 2011 + 155 halaman
Daftar kepustakaan: 31 buku + 20 sumber online (2011)
Studi ini berusaha menganalisis tentang representasi kekerasan seksual yang tersaji dalam film “Perempuan Punya Cerita”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi kekerasan seksual terutama bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan yang terdapat dalam film “Perempuan Punya Cerita”,dan pesan apa yang tersirat dalam tanda atau simbol kekerasan seksual terhadap perempuan yang terdapat dalam film “Perempuan Punya Cerita”. Kerangka teori dalam penelitian ini menggunakan komunikasi sebagai proses produksi pesan, kemudian film sebagai kontruksi makna, representasi perempuan dalam film Indonesia sehingga menghadirkan sebuah ideologi dalam proses representasi serta mengungkap ideologi patriarki di balik gender dan tindak kekerasan seksual terhadap perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik dengan menggunakan model Roland Barthes.
ABSTRACTION
Muhammadiyah University of YogyakartaSocial and Political Faculty
Communication Science
Advertising Concentration
Eka Heri Maryanta
SEMIOTIC ANALYSIS REPRESENTATION OF SEX VIOLENCE TO THE WOMEN ON “PEREMPUAN PUNYA CERITA” THE MOVIE
This study tries to analyze the representative of Sex violence to the women on “Perempuan Punya Cerita” movie. Target of this research is to know how the sex violence representatives to the women especially form Sex violence to the women on “Perempuan Punya Cerita” movie, and what is message to reveal in the sign or symbol Sex violence to the women on “Perempuan Punya Cerita” movie. The theory framework on this research analyze from communication side as a production process and mean transfer, include movie as a mean construction, women representation in the Indonesian movie so that to present a ideology in the representation process and to reveal patriarchy ideology to return gender and Sex violence to the women. Methodology that used in this research was semiotic analysis with used Roland Barthes model.
Three keys words: (Semiotic, Representation, Sex violence).