UPTD
UPTD Puskesmas Puskesmas Ungaran Ungaran JL. JL. A A Yani Yani no.3 no.3 Halaman Halaman 11 BAB I
BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Pengertian layanan Kesehatan Ibu dan Anak adalah layanan dibidang kesehatan Pengertian layanan Kesehatan Ibu dan Anak adalah layanan dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi
bayi dan dan anak anak balita balita serta serta anak anak prasekolah. prasekolah. Layanan Layanan Kesehatan Kesehatan Ibu Ibu dan dan AnakAnak merupakan layanan dalam rangka meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan Anak merupakan layanan dalam rangka meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan Anak untuk menurunkan AKI dan AKB.
untuk menurunkan AKI dan AKB.
Layanan KIA KB termasuk satu dari 5 upaya pokok puskesmas yang bertujuan Layanan KIA KB termasuk satu dari 5 upaya pokok puskesmas yang bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. untuk memantapkan dan meningkatkan mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. Program menurunkan AKI dan AKB menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan Program menurunkan AKI dan AKB menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia.
di Indonesia.
Keberhasilan program KIA menurunkan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka Keberhasilan program KIA menurunkan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKB ) menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di kematian bayi ( AKB ) menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Ujung tombak dari pelayanan tingkat dasar pada saat ini adalah Puskesmas Indonesia. Ujung tombak dari pelayanan tingkat dasar pada saat ini adalah Puskesmas yang merupakan pelaksana program KIA- KB di wilayah kerjanya sebagai pusat yang merupakan pelaksana program KIA- KB di wilayah kerjanya sebagai pusat pengembangan
pengembangan kesehatan kesehatan masyarakatyang masyarakatyang juga juga membina membina peran peran serta serta masyarakat masyarakat dandan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, namun memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, namun masih terdapat beberapa indicator program di Puskesmas Ungaran yang belum masih terdapat beberapa indicator program di Puskesmas Ungaran yang belum memenuhi target, sehingga perlu analisa dan tindak lanjut yang maksimal.
memenuhi target, sehingga perlu analisa dan tindak lanjut yang maksimal.
B.
B. Tujuan PedomanTujuan Pedoman 1.
1. Tujuan umumTujuan umum
Peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi kesehatan ibu , bayi dan balita. Peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi kesehatan ibu , bayi dan balita.
2.
2. Tujuan KhususTujuan Khusus a.
a. Meningkatkan mutu pelayanan ibu Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, ibu bersalin hamil, ibu bersalin dan dan ibu nifas .ibu nifas . b.
b. Meningkatkan mutu pelayanan bayi dan balita.Meningkatkan mutu pelayanan bayi dan balita. c.
c. Meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan.Meningkatkan pengetahuan pasien tentang kesehatan. d.
d. Medekatkan jangkauan pelayanan kesehatan ibu dan anak.Medekatkan jangkauan pelayanan kesehatan ibu dan anak. e.
e. Peningkatan mutu pelayanan KBPeningkatan mutu pelayanan KB
C.
C. Sasaran PedomanSasaran Pedoman
Sasaran kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak adalah : Sasaran kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak adalah : 1.
1. Ibu ( hamil, bersalin, nifas, menyusui).Ibu ( hamil, bersalin, nifas, menyusui). 2.
2. WUSWUS 3.
3. PUSPUS 4.
4. Anak (bayi, balita dan anak prasekolah)Anak (bayi, balita dan anak prasekolah)
PEDOMAN
PEDOMAN
LAYANAN
D. Ruang Lingkup Pelayanan
Meliputi : Pelayanan antenatal, Pertolongan persalinan ,deteksi dini factor resiko dan komplikasi kebidanan, pelayanan kesehatan ibu nifas ( kunjungan ibu nifas ), pelayanan kesehatan neonatus ( kunjungan neonatus ), pelayanan neonatus dengan komplikasi, pelayanan KB berkualitas, pelayanan kesehatan ibu, konseling kesehatan reproduksi, pelayanan calon pengantin , pelayanan kesehatan bayi dan balita, pelayanan anak berkebutuhan khusus, MTBS .
E. Batasan Operasional 1. Pelayanan antenatal
Pelayanan antenatal adalah pelayanan pemeriksaan ibu hamil terintegrasi dengan minimal pemeriksaan 4 kali terbagi menjadi 1 x pada tri mester pertama , 1 x pada tri mester kedua dan 2 x pada trimester ketiga. Pelayanan antenatal terintegrasi melibatkan layanan gigi, layanan gizi , layanan umum dan layanan laboratorium serta tata laksana kasus.
Standar pelayanan antenatal :
Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
Ukur tekanan darah
Nilai status gizi dengan ukur LILA
Ukur tinggi fundus uteri
Tentukan presentasi janin dan detak jantung janin
Screening status TT
Pemberian tablet Fe 90
Test laboratorium ( khusus dan rutin )
Tata laksana kasus
Temu wicara ( konseling ) 2. Pertolongan persalinan
Pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga professional dan berkompeten. 3. Deteksi dini factor resiko dan komplikasi kebidanan
Deteksi dini factor resiko dan komplikasi kebidanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai factor resiko dan ibu hamil yang mempunyai komplikasi kebidanan.
Factor resiko pada ibu hamil meliputi :
Primi kurang dari 20 thn atau lebih dari 35 tahun
Jarak persalinan terakir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 thn
KEK yaitu LILA kurang dari 23,5 cm
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 3
Riwayat hypertensi pada kehamilan sebelumnya atau pada kehamilan sekarang
TB kurang dari 145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang
Riwayat obstetric jelek ( abortus, KPD, KET, molahydatidosa, kelahiran bayi dengan cacat bawaan )
Kehamilan dengan penyakit penyerta ( DM, ashma, jantung, ginjal, kelainan endokrin, keganasan dll )
Riwayat persalinan dengan tindakan 4. Penanganan komplikasi kebidanan dan neonatus
Penanganan komplikasi kebidanan dan neonatus adalah pelayanan yang diberikan jika terjadi keadaan yang tidak normal yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan tingkat rujukan.
5. Pelayanan kesehatan ibu nifas ( kunjungan ibu nifas )
Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar mulai dari 6 jam setelah persalinan sampai 42 hari setela h persalinan.
Kunjungan pada ibu nifas oleh tenaga bidan meliputi :
KF 1 : 6 jam – 3 hari pasca persalinan
KF 2 : 4 - 28 hari pasca persalinan
KF 3 : 29 – 42 hari pasca persalinan
6. Pelayanan kesehatan neonates ( kunjungan neonatal )
Pelayanan kesehatan neonates adalah pelayanan yang diberikan sesuai standar oleh tenaga yang kompeten sedikitnya 3 x pada periode 0-28 hari yaitu :
KN 1 : 6 – 48 jam setelah lahir
KN 2 : hari ke 3- 7 setelah lahir
KN 3 : hari ke 8- 28 setelah lahir 7. Pelayanan neonatus dengan komplikasi
Pelayanan neonatus dengan komplikasi adalah adalah penanganan neonates dengan penyakit dan kelainan yang menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian oleh
tenaga kesehatan yang berkompeten. 8. Pelayanan KB
Pelayanan KB adalah pelayanan yang diberikan kepada pasangan usia subur dalam rangka merencanakan jumlah keluarga sesuai dengan kondisinya untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
9. Pelayanan kesehatan ibu
Pelayanan kesehatan ibu yang dimaksud adalah pelayanan bagi wanita yang mempunyai masalah kesehatan yang berhubungan dengan kebidanan.
Konseling reproduksi adalah suatu cara memberikan informasi selengkap-lengkapnya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi.
11. Pelayanan calon pengantin
Pelayanan calon pengantin adalah pelayanan yang diberikan dalam rangka mempersiapkan wanita usia subur menjelang pernikahan.
12. Pelayanan kesehatan bayi dan balita
Pelayanan kesehatan bayi dan balita yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan kepada bayi dan balita yang mempunyai masalah kesehatan.
13. Pelayanan anak berkebutuhan khusus
Pelayanan anak berkebutuhan khusus adalah pelayanan untuk membantu keluarga maupun balita agar mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri.
14. Managemen terpadu balita sakit ( MTBS )
MTBS adalah pelayanan yang diberikan pada balita sakit di UPTD puskesmas Ungaran.
F. Landasan Hukum
1. UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak 2. UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Kepmenkes Nomor 284/Menkes/SK/III/2004 tentang Buku Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA)
4. SK Menkes Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI Eksklusif
pada bayi 0 – 6 bulan
5. Kepmenkes Nomor 938/Menkes/SK/VIII/2007 tentang Standar Asuhan Kebidanan
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 5 STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Berikut ini kualifikasi SDM dan realisasi tenaga upaya Kesehatan Ibu dan Anak yang ada di Puskesmas Ungaran :
Kegiatan Kualifikasi SDM Realisasi
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Pendidikan minimal D III
Diampu oleh 7 orang dengan latar belakang pendidikan
D III Kebidanan 5 orang
D IV Kebidanan 2 orang
B. Disitribusi Ketenagaan
Kegiatan Petugas Profesi
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
di Puskesmas
Sofia Harjayanti
Rina Sri Mulyaningsih
Bidan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
di Kelurahan Ungaran
Aprillianti Kartika Sari Bidan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
di Kelurahan Genuk
Sri Rahayuningsih Bidan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Di Kelurahan Langensari
Heni Suharni Bidan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
di Kelurahan Candirejo
Nur Khasanah Bidan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
di desa Gogik
Poedji Lestari Bidan
Adapun Jadwal yang dilakukan dalam layanan KIA adalah
Pelayanan Waktu/ jadwal layanan
Pelayanan Antenatal
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB Pertolongan persalinan,
pelayanan kebidanan dan neonatal komplikasi, penanganan kebidanan dan
neonatal komplikasi, kunjungan nifas dan neonatal
Setiap saat / waktu sesuai dengan standart asuhan kebidanan
Dilakukan di pustu dan PKD serta mendatangi pasien
pelayanan KB berkualitas Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB
Pelayanan Kesehatan ibu
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB
Pelayanan kesehatan reproduksi
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB
pelayanan calon pengantin
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB pelayanan kesehatan bayi dan
balita
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 7 pelayanan anak berkebutuhan
khusus
Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB
MTBS Setiap hari jam kerja
Senin-kamis jam 08.00 WIB s/d 12.00 WIB Jum’at jam 08.00 WIB s/d 10.00 WIB Sabtu jam 08.00 WIB s/d 11.00 WIB
Untuk layanan di luar gedung dilaksanakan oleh bidan di desa menyesuaikan dengan kebutuhan . BAB III STANDAR FASILITAS A. Denah Ruang Ruang ibu Ruang anak P in tu m as uk gy nbe d a l m a Meja layan an Meja layanan Meja instrumen komputer wastafel Meja layanan wastafel a l m a Meja instrumen Tempat bermain balita
Layanan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh penanggungjawab UKP yang menempati ruang KIA dalam gedung Puskesmas. Pelaksanaan rapat koordinasi dilakukan di aula Puskesmas Ungaran. Untuk kegiatan luar gedung dilakukan di PKD dan pustu oleh bidan penanggungjawab wilayah ( bidan di desa ). Petugas memberikan layanan di dalam gedung atau mendatangi sasaran di rumahnya atau di tempat yang sudah disepakati untuk melakukan kegiatan.
B. Standar Fasilitas
Untuk mendukung tercapainya tujuan kegiatan upaya Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Ungaran memiliki fasilitas penunjang sebagai berikut:
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Sarana- prasarana
Pelayanan antenatal, deteksi dini factor resiko
Meja, kursi
Alat tulis
Buku Register kohort
Timbangan
Microtoice/ pengukur tinggi badan
Stetoskop
Tensimeter
Buku KIA
Stiker P4K
Metlin, pita lila
Buku register anc terpadu
Timer
Lembar balik kelas ibu hamil
APD Partus set P in tu m as u Meja layana n Meja instrumen almari gy nb edUPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 9 Pertolongan persalinan,
penanganan kebidanan dan neonatal komplikasi
Heeting set
Tabung oksigen
Sungkup
Stetoskop
Doopler
Thermometer
Metlin
Timbangan bayi
Box tempat tidur bayi
Infus set
Cairan infus
MGso4
Partograf
Obat untuk bayi baru lahir : salep mata,injeksi vit k, vaksin HBo Pelayanan kesehatan ibu nifas
( kunjungan ibu nifas )
Buku kia
Register kohort ibu
Thermometer
Tensimeter
Bahan habis pakaiPelayanan kesehatan neonatal
( kunjungan neonatal )
Algoritma MTBM/ MTBS
Blangko MTBM / MTBS
Thermometer
Timbangan bayi
Metlin
Bahan habis pakai
Obat sederhana
Timer
Buku KIA
Kohort bayiPelayanan KB
Lembar balik ABPK
IUD kit
Implant kit
Tensimeter
Thermometer
Gynbed
APD
Alat kontrasepsi
Kartu KB
Informed consent
Register KBPelayanan calon pengantin
Kartu TT
Thermometer
Tensimeter
Vaksin TTKonseling kesehatan reproduksi dan masalah kespro
Buku register kespro
Tensimeter
ThermometerPelayanan anak berkebutuhan khusus
Blangko pemeriksaan
APE ( alat permainan edukasi )
Hammer
ATK MTBS
Algoritma MTBS dan MTBM
Blangko MTBS dan MTBM
Thermometer
Senter
Timer
Buku KIA BAB IVTATA LAKSANA LAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
A. Lingkup Kegiatan
1. Pelayanan KIA dalam gedung : a. Pelayanan antenatal.
b. Pertolongan persalinan.
c. Deteksi dini factor resiko dan komplikasi kebidanan. d. Pelayanan KB.
e. Pelayanan kesehatan ibu yang bermasalah. f. Konseling kesehatan reproduksi .
g. Pelayanan calon pengantin.
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 11 i. Pelayanan anak berkebutuhan khusus.
j. MTBS
2. Pelayanan KIA luar gedung :
a. Pelayanan kesehatan ibu nifas ( kunjungan ibu nifas ) b. Pelayanan neonatal ( kunjungan neonatal )
c. Pelayanan dan penanganan komplikasi kebidanan dan neonatal pada fasilitas rujukan
B. Metode
Dalam upaya mencapai tujuan di bidang kesehatan Ibu dan Anak diperlukan peran petugas kesehatan dan fasilitator, dimana petugas kesehatan memberikan pelayanan dan fasilitator bertanggungjawab dalam mengkomunikasikan inovasi
dibidang kesehatan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah: Metode dalam gedung :
1. Wawancara/anamnesa 2. Pemeriksaan
3. Penatalaksanaan kasus
4. Tata laksana rujukan jika diperlukan 5. Pencatatan dan pelaporan
Metode luar gedung : 1. kunjungan ke sasaran 2. wawancara/anamnesa 3. Penyuluhan
4. pemeriksaan
5. pencatatan dan pelaporan
C. Langkah Kegiatan
1. Kegiatan dalam gedung
a. Memanggil pasien sesuai nomor urut catatan medis ( CM ) b. Menanyakan ulang untuk kroscek identitas pasien
c. Menanyakan maksud dan tujuan pasien d. Melakukan anamnesa
e. Melakukan pemeriksaan dan pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan f. Menentukan diagnose
g. Memberikan intervensi sesuai dengan hasil pemeriksaan dan ke adaan pasien
h. Memberikan therapy dengan menulis resep jika diperlukan i. Melakukan tata laksana rujukan jika diperlukan
k. Melakukan pencatatan ke dalam buku register , CM dan kohort l. Membereskan alat dan merapikan ruangan
2. Kegiatan luar gedung a. Perencanaan
Petugas merencanakan kegiatan layanan Kesehatan Ibu dan Anak b. Penggerakan dan pelaksanaan (P2)
1) Membuat jadwal kegiatan 2) Melakukan kegiatan
c. Pengawasan Pengendalian Penilaian (P3)
1) Petugas mencatat hasil kegiatan ke dalam buku bantu dan register 2) Petugas melaporkan hasil kegiatan
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 13 BAB V
LOGISTIK
Perencanaan logistik adalah merencanakan kebutuhan logistik yang akan digunakan untuk memberikan layanan kesehatan ibu dan anak.
Kebutuhan dana dan logistik untuk pelaksanaan layanan Kesehatan Ibu dan Anak direncanakan dalam pertemuan lokakarya mini lintas program .
Kegiatan di dalam gedung Puskesmas membutuhkan sarana dan prasarana antara lain :
-
Meja, Kursi-
Papan data-
Alat tulis kantor ( ATK )-
Buku register masing-masing layanan-
Kohort ibu , kohort bayi dan kohort balita-
Buku KIA-
Leaflet-
Buku panduan-
Set instrument ( partus set, heeting set, IUD kit, implant kit )-
Metline-
Linek/doppler-
Timbangan bayi dan timbangan dewasa-
Mikrotois-
Tensi meter-
Thermometer-
Stetoscope-
Pita LILA-
Lembar balik ABPK dan lembar balik kehamilan-
Bahan habis pakai-
Timer-
Gynbed-
Lampu sorot-
Senter-
APE ( alat permainan edukasi ) Kegiatan di luar gedung Puskesmas membutuhkan sarana dan prasarana yang meliputi :
-
Tensimeter-
Stetoskop-
Thermometer-
Timer-
Algoritma MTBM dan MTBS-
Blangko MBTM dan MTBS-
Timbangan-
Methlin-
Kohort ibu, bayi dan balita-
Leaflet-
Buku catatan hasil kegiatanProsedur pengadaan barang dilakukan oleh koordinator layanan KIA berkoordinasi dengan petugas pengelola barang dan dibahas dalam pertemuan mini
lokakarya Puskesmas untuk mendapatkan persetujuan Kepala Puskesmas.
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
A. Pengertian
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti akan menimbulkan resiko atau dampak, baik resiko yang terjadi pada masyarakat sebagai sasaran kegiatan maupun resiko yang terjadi pada petugas sebagai pelaksana kegiatan. Keselamatan pada pasien harus diperhatikan karena akan membentuk rasa aman dan nyaman. Tahapan – tahapan dalam mengelola keselamatan pasien antara lain :
1. Identifikasi Resiko.
Penanggungjawab layanan sebelum melaksanakan layanan harus mengidentifikasi resiko terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan. Identifikasi resiko atau dampak dari
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 15 pelaksanaan kegiatan dimulai sejak membuat perencanaan. Hal ini dilakukan
untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan layanan kesehatan. Upaya pencegahan risiko terhadap pasien harus dilakukan untuk tiap-tiap layanan yang akan dilaksanakan.
2. Analisis Resiko.
Tahap selanjutnya adalah petugas melakukan analisis terhadap resiko atau dampak dari pelaksanaan layanan yang sudah diidentifikasi. Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam menangani resiko yang terjadi.
3. Rencana Pencegahan Resiko dan Meminimalisasi Resiko.
Setelah dilakukan identifikasi dan analisis resiko, tahap selanjutnya adalah menentukan rencana yang akan dilakukan untuk mencegah terjadinya resiko atau dampak yang mungkin terjadi. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan resiko yang mungkin terjadi misalnya terpeleset pada saat pasien naik ketempat tidur.
4. Rencana Upaya Pencegahan.
Tahap selanjutnya adalah membuat rencana tindakan agar pasien tidak terjatuh/ terpeleset maka petugas harus mendampingi dan membantu saat pasien naik keatas tempat tidur, salah satu untuk mengatasi resiko atau
dampak yang ditimbulkan oleh layanan yang dilakukan.
5. Monitoring dan Evaluasi.
Monitoring adalah penilaian yang dilakukan selama pelaksanaan layanan sedang berjalan. Pasien telah dibantu oleh petugas saat naik ketempat tidur sehingga pasien terlindungi dari kejadian yang tidak diinginkan.
BAB VII
KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari-hari sering disebut Safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin kesehatan petugas dan hasil kegiatannya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan.
Keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman, kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan serta penurunan kesehatan akibat dampak dari pekerjaan yang dilakukan, bagi petugas pelaksana
dan petugas terkait. Keselamatan kerja disini lebih terkait pada perlindungan fisik petugas terhadap resiko pekerjaan.
Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja, agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pelaksana layanan , pasien dan lingkungan sekitarnya.
Seiring dengan kemajuan Ilmu dan tekhnologi, khususnya sarana dan prasarana kesehatan, maka resiko yang dihadapi petugas kesehatan semakin meningkat. Petugas kesehatan merupakan orang pertama yang terpapar terhadap masalah kesehatan, untuk itu`semua petugas kesehatan harus mendapat pelatihan tentang kebersihan, epidemiologi dan desinfeksi. Sebelum bekerja dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh yang sehat. Menggunakan desinfektan yang sesuai dan dengan cara yang benar, mengelola limbah infeksius dengan benar dan harus menggunakan alat pelindung
diri yang benar.
Salah satu pencegahan keselamatan kerja untuk petugas adalah selalu menggunakan APD ( alat pelindung diri) untuk mencegah tertularnya penyakit dari pasien dan kecelakaan
UPTD Puskesmas Ungaran JL. A Yani no.3 Halaman 17 BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu (quality control) dalam manajemen mutu merupakan suatu sistem kegiatan teknis yang bersifat rutin yang dirancang untuk mengukur dan menilai mutu produk atau jasa yang diberikan kepada pelanggan. Pengendalian mutu pada pelayanan klinis diperlukan agar produk layanan klinis terjaga kualitasnya sehingga
memuaskan masyarakat sebagai pelanggan.
Ishikawa (1995) menyatakan bahwa pengendalian mutu adalah pelaksanaan langkah-langkah yang telah direncanakan secara terkendali agar semuanya berlangsung sebagaimana mestinya, sehingga mutu produk yang direncanakan dapat tercapai dan terjamin. Dalam pengertian Ishikawa tersirat pula bahwa pengendalian mutu itu dilakukan dengan orientasi pada kepuasan konsumen. Dalam bahasa layanan kesehatan keseluruhan proses yang diselenggarakan oleh puskesmas ditujukan pada pemenuhan kebutuhan
masyarakat sebagai konsumen.
Di dalam Gedung Luar Gedung
Ketepatan petugas Ketepatan Perencanaan
Ketepatan atau sesuai SOP Ketepatan sasaran
Ketepatan Waktu
BAB IX
PENUTUP
Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten adalah dinas kesehatan kabupaten. Sedangkan Puskesmas bertanggungjawab untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh
dinas kesehatan kabupaten sesuai dengan kemampuannya. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas, agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NO. 741/ MENKES/ PER/ VII/ 2008 Tentang Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota.