• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumentasi Penyehatan Air Dan Pengelolaan Limbah Cair

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Instrumentasi Penyehatan Air Dan Pengelolaan Limbah Cair"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUMENTASI KESEHATAN

INSTRUMENTASI KESEHATAN

Nama, Fungsi, dan Cara

Nama, Fungsi, dan Cara

K

K

erja Instrumentasi

erja Instrumentasi

dalam

dalam

Penyehatan Air dan Pengellaan !im"ah Cair

(2)

PEN#ER

PEN#ER

TIAN

TIAN

INSTR

INSTR

UMENT

UMENT

ASI

ASI

Instrumenta

Instrumentasi adalah alat$alat

si adalah alat$alat

dan %iranti &de'i(e)

dan %iranti &de'i(e)

yang di%a*ai untu* %engu*uran dan %engendalian

yang di%a*ai untu* %engu*uran dan %engendalian

dalam suatu sistem yang le"ih "esar dan le"ih

dalam suatu sistem yang le"ih "esar dan le"ih

*m%le*s+

(3)

PEN#ERTIAN AIR AN !IM-AH CAIR

AIR adalah senya.a yang %enting "agi semua

"entu* *ehidu%an yang di*etahui sam%ai saat ini

di -umi, teta%i tida* di Planet lain+

!IM-AH CAIR adalah semua "uangan yang

dihasil*an dari suatu %rses %rdu*si "ai* industri

mau%un dmesti* &rumah tangga, yang le"ih

di*enal dengan sam%ah), yang *ehadirannya %ada

suatu saat dan tem%at tertentu tida* di *ehenda*i

ling*ungan *arena tida* memili*i nilai e*nmis

yang "er"entu* (airan atau "erada dalam /ase

(air &air seni atau urine, air %en(u(ian alat$alat)+

(4)
(5)

PERATURAN A!AM PEN0EHATAN AIR

AN PEN#E!1!AAN !IM-AH CAIR

Peraturan dalam Penyehatan Air

-erdasar*an Permen*es RI N+2345Men*es5Per5I653778 air "ersih

adalah air yang diguna*an untu* *e%erluan sehari$hari yang

*ualitasnya memenuhi syarat *esehatan dan da%at di minum

a%a"ila telah dimasa*+

Peraturan dalam Pengelolaan Limbah Cair

Undang$undang RI N+ 9: Tahun 377; Pasal 34 sam%ai Pasal 97

yang mengatur tentang usaha dan5atau *egiatan, yaitu

"agaimana Tentang Usaha Pengellaan !ing*ungan Hidu%&meli%uti

Pengellaan !im"ah -:, Peri<inan, AMA! dan AUIT !ing*ungan

termasu* san*si administrasi "agi %elanggaran atau aturan$aturan

terse"ut)+

(6)

PARAMETER A!AM PEN0EHATAN AIR

3+

Parameter Fisi*

Suhu, =arna, -au, Rasa, Ke*eruhan, TS+

9+

Parameter -ilgis

E+ Cli &Se"agai %at*an adanya %en(emaran

tinja), Cli/rm+

:+

Parameter Kimia

(7)

PERATURAN !IM-AH CAIR

3+

Peraturan Pemerintah Re%u"li* Indnesia nmr 3@

 Tahun 3777 tentang Pengellaan !im"ah -ahan

-er"ahaya dan -era(un+

9+

Ke%utusan Menteri Negara !ing*ungan Hidu% N+ :

 Tahun 377@ tentang -a*u Mutu !im"ah Cair -agi

Ka.asan Industri+

:+

Peraturan Pemerintah Re"u"li* Indnesia N+ @9

 Tahun 9883 dinyata*an "ah.a, Instalasi Pengellaan

Air !im"ah &IPA!) sangat di%erlu*an dalam u%aya

menurun*an *adar %arameter %en(emar dalam

lim"ah, agar di%erleh lim"ah (air dengan *ualitas

"ai* dan memenuhi "a*u mutu yang di%ersyarat*an+

(8)

PARAMETER !IM-AH CAIR

1.

Sifat fisik air limbah, bahwa derajat kekotoran air limbah sangat

dipengaruhi oleh sifat fisik yang mudah terlihat seperti kandungan zat

 padat sebagai efek estetika, kejernihan, bau, warna, dan temperatur.

2.

Sifat kimia air limbah, bahwa kandungan bahan kimia yang ada di dalam

air limbah dapat berpengaruh negatif pada lingkungan melalui berbagai

cara. Bahan organik terlarutdapat menghabiskan oksigen dalam limbah

serta akan menimbulkan bau dan rasa yang tidak sedap pada penyediaan

air bersih. Serta dapat berakibat vatal jika mengandung bahan beracun

seperti unsurunsur logam berat.

!.

Sifat biologis air limbah. "ada dasarnya pemeriksaan biologis di dalam

air limbah dimaksudkan untuk mengidentifikasi apakah ada bakteri

 bakteri patogen berada di dalam air limbah. Sifat biologis ini diperlukan

untuk mengukur kualitas air terutama bagi airyang di pergunakan sebagai

air minum serta untuk keperluan lainnya. Selain itu juga untuk menaksir

tingkat kotoran air limbah sebelum dibuang ke badan air.

(9)

#$S%&'()$ *+$ +&+ -)& + +/+% "+&+()%)& 0#S#-+

SUHU

KEKERUHAN

TDS

Pertama sia%a*an alat

%engu*ur suhu terle"ih

dahulu, ya*ni thermmeter+

Kemudian tentu*an l*asi

air yang a*an diu*ur

suhunya+ Setelah l*asi

%engu*uran dida%at*an,

i*at "agian %ang*al

thermmeter &"u*an ujung

air ra*sa) lalu masu**an

thermmeter *e air dengan

(ara men(elu%*an

thermmeter *edalam

%erairan *emudian gantung

thermmeter terse"ut %ada

%ermu*aan %erairan

"e"era%a menit+ Setelah

thermmeter menunju**an

ang*a yang *nstan, "a(a

ang*a yang ditunju**an

thermmeter lalu (atat

hasilnya+

Sedia*an alat yang diguna*an,

ya*ni "tl air mineral+

Kemudian isi "tl dengan air

sam%el se(u*u%nya lalu "a.a air

terse"ut *e la"ratrium untu*

diu*ur *e*eruhannya+ !alu air

sam%el terse"ut di%indah*an

*edalam gelas %iala dan

"anding*an dengan standar air

yang menjadi %at*an &standar)+

Masu**an air yang menjadi

%at*an &standar) *edalam

tur"idimeter sehingga jarum

tur"idimeter menunju**an ang*a

standarnya+ Setelah itu,

*eluar*an gelas %iala yang "erisi

air standar tadi lalu masu**an

air sam%el *edalam gelas %iala

lainnya dan *(*+ Setelah itu

masu**an air sam%el terse"ut

*edalam tur"idimeter dan atur

sehingga tur"idimeter

menunju**an ang*a *nstan+

Catat hasil yang ditunju**an leh

 jarum tur"idimeter

+

Menyia%*an gelas aBua

"e*as disis%*an dan

di"eri la"el sesuai

dengan jenis air yang

a*an di uji+ Kemudian

gelas aBua "e*as tadi

di"eri la"el di isi air

yang sesuai+ Satu

%ersatu jenis air diu*ur

dengan mengguna*an

alat TS S(an+

(10)

INSTRUMEN AN CARA KER>A A!AT PARAMETER KIMIA

pH Amonia Mangan

Sedia*an alat yang a*an

diguna*an, ya*ni *ertas %H dan %H meter+ Celu%*an *ertas %H *edalam %erairan, setelah *ertas %H "asah ang*at *eras %H

terse"ut lalu tunggu "e"era%a saat+ !ihat %eru"ahan .arna yang terjadi %ada *ertas %H dan "anding*an .arna terse"ut dengan %a%an standar nilai %H lalu (atat hasilnya+

Amnia jarang ditemu*an %ada %erairan yang menda%at*an (u*u% %as*an *sigen+-ahan$ "ahan rgani* da%at ter*andung di dalam air sumur salah satunya dise"a"*an leh*edalaman

sumur yang rendah &:$2 m) sehingga air %ermu*aan yang "anya* mengandung"ahan$ "ahan rgani* hasil lim"ah dmesti( mudah masu* *e dalam tanah yang

"ersi/at%rus+ Kadar ammnia yang di%er"leh*an dalam air *urang dari 78 mg5!+ Pengujian *adarammnia dalam air tanah ini juga dila*u*an dengan %rinsi% s%e*tr/tmetri

mengguna*ans%e*tr/tmeter+

Penentuan *adar lgam dalam hal ini *adar Mangan &Mn) dalam sam%le air tanah atauair sumur da%at dila*u*an dengan metde s%e*tr/tmerri mengguna*an instrumentS%e*tr/tmetri* Sera%an Atm &SSA)+ Adanya *andungan Mn dalam air

menye"a"*an.arna air terse"ut "eru"ah menjadi *uning$(*lat setelah "e"era%a saat *nta* denganudara+ i sam%ing da%at mengganggu *esehatan juga menim"ul*an "au yang tida* seda%serta menye"a"*an .arna *uning %ada dinding "a* serta "er(a*$"er(a* *uning

%ada%a*aian+ 1leh *arena itu menurut PP N+98 Tahun 3778 terse"ut *adar Mangan &Mn) dalamair minum yang

(11)

INSTRUMEN AN CARA KER>A PARAMETER -I1!1#I

E Coli Coli!rom

Es(heri(ia (liadalah salah satu "a*teri %atgen yang terglng Cli/rm dan hidu%se(ara nrmal di dalam *tran manusia mau%un he.an sehinggaE+ Clidiguna*an se"agai"a*teri indi*atr

%en(emaran air yang "erasal dari *tran he.an "erdarah %anas+Analisa terhada% *adar jumlah "a*teriE+ (li dila*sana*an se(ara des*ri%ti/

dengan%ertim"angan "a*u mutu air "ersih sesuai #lngan I Peraturan Pemerintah RI Nmr

@9Tahun 9883+ Standar "a*u mutu *andungan "a*teriE+ Cli %ada air tanah adalah se"esar388 sel5ml+ Fa*tr$/a*tr yang mem%engaruhi titi* sam%el dengan jumlah "a*teriE+ (li yaitu jara* se%ti(tan* jauh, a*titas %endudu* se*itar yang tida* "anya* meli"at*an%endudu* se%erti

%ertanian, %em"uangan lim"ah rumah tangga melalui saluran%em"uangan yang sesuai dengan *riteria, dan *nstru*si ring sumur+

 Ttal Cli/rm meru%a*an indi*atr "a*teri

%ertama yang diguna*an untu*menentu*an aman tida*nya air untu* di*nsumsi+ -ila (li/rm dalam air ditemu*an

dalam jumlah yang tinggi ma*a *emung*inan adan ya "a*teri %atgeni* se%erti#iardiadanCry%ts%ri diumdi dalamnya+ Standar "a*u mutu *andungan ttal (li/rm %ada air tanahadalah se"esar 3888 sel5ml+ Analisa terhada% *adar jumlah "a*teriE+ (li dila*sana*anse(ara des*ri%ti/ dengan %ertim"angan "a*u mutu air "ersih+

(12)

INSTRUMEN PEN0EHATAN AIR

NAMA

"UN#S$

CARA

KER%A

Prta"le =ater

 Test Kit

Pengujian *ualitas

si*a, *imia dan

mi*r"ilgi dalam

air

Rea*tr (d

mengeram*an

sam%el

nyala*an alat dan atur suhu dan

masu**an sam%el

-tl sam%el

mengam"il sam%el

air

masu**an *edalam air dengan tali

dan %em"erat ji*a disumur, ji*a

melalui *ran "ersih*an mulut "tl

dan taruh di"a.ah *ran

1'en

mensteril*an alat

nyala*an dan atur suhu, masu**an

a*at yang a*an disterilisasi

Re/rigatr

tem%at

%enyim%anan

sam%el se"elum

dianalisis uji lgam

"erat

masu**an sam%el *e dalam

re/rigatr

(13)

NAMA

"UN#S$

CARA

KER%A

 0art test

Alat untu*

menentu*an dsis

*agulan &ta.as)

 Te*an tm"l %.er, nyala*an

lam%unya+

Chlrine

iDuser

Untu* mn(egah

mau%un

menanggulangi

%en(emar "a*teri

dengan indi*atr

E+ Cli "ai* Cli

 Tinja atau

Cli/rm

masu**an alat dengan diisi larutan

(hlr

 Tur"idimete

r

menguji

*e*eruhan

Sam%el di masu**an %ada tem%at

%engu*uran sam%el yang ada %ada

tur"idimeter+ Hasil nya da%at

langsung di "a(a s*ala *e*eruhan

tertera %ada layar dengan jelas

(14)

NAMA

"UN#S$

CARA

KER%A

la"u

erlenmeyer

meleta**an sam%el,

atau untu* saat

titrasi

tuang sam%el se(u*u%nya *edalam

la"u erlenmeyer

 TS meter

mengu*ur %arti*el

%adatan terlarut di

air minum yang tida*

tam%a* leh mata

masu**an TS meter *edalam

sam%el air minum &*ira$*ira

*edalaman (m) dan se(ara tmatis

alat "e*erja mengu*ur+

ta"ung

rea*si

meleta**an sam%el

dengan jumlah

sedi*it

tuang sam%el se(u*u%nya *edalam

ta"ung rea*si

in*u"atr

%engeraman sam%el

%ada %emeri*saan

e+(li dalam air

nyala*an dan atur suhu yang

di*ehenda*i masu**an sam%el

%asir *uarsa

%enyaringan air

*m%aratr

(hlr

untu* mengu*ur

*edar *a%rit dalam

air

masu**an 9 ta"ung rea*si *edalam

*m%arate (hlr, amati %er"edaan

.arnanya

NAMA

"UN#S$

CARA

KER%A

la"u

erlenmeyer

meleta**an sam%el,

atau untu* saat

titrasi

tuang sam%el se(u*u%nya *edalam

la"u erlenmeyer

 TS meter

mengu*ur %arti*el

%adatan terlarut di

air minum yang tida*

tam%a* leh mata

masu**an TS meter *edalam

sam%el air minum &*ira$*ira

*edalaman (m) dan se(ara tmatis

alat "e*erja mengu*ur+

ta"ung

rea*si

meleta**an sam%el

dengan jumlah

sedi*it

tuang sam%el se(u*u%nya *edalam

ta"ung rea*si

in*u"atr

%engeraman sam%el

%ada %emeri*saan

e+(li dalam air

nyala*an dan atur suhu yang

di*ehenda*i masu**an sam%el

%asir *uarsa

%enyaringan air

*m%aratr

(hlr

untu* mengu*ur

*edar *a%rit dalam

air

masu**an 9 ta"ung rea*si *edalam

*m%arate (hlr, amati %er"edaan

.arnanya

(15)

A!AT PEN#E!1!AAN !IM-AH CAIR

 %EN$S KE#$ATAN

PERALATAN

TU%UAN PEN#&LAHAN

Penyaringan

-ars(reen dan Ma(*s

*asar

Untu* menyaring

"ahan *asar dan

%adat

Menang*a% %asir

#rit (ham"er

Menghilang*an %asir

dan *ral

Menang*a% lema*

dan "uih

S*immer dan

greasetra%

Memisah*an "ahan$

"ahan tera%ung

Perataan air

Tang*i e*ualisasi

Merata*an

*nsentrasi

(16)

 %EN$S KE#$ATAN

PERALATAN

TU%UAN PEN#&LAHAN

Pengenda%an

Tang*i %engenda%

Menghilang*an

senya.a terlarut

dengan "antuan udara

Penga%ungan

Tang*i Penga%ung

Menghilang*an

senya.a terlarut

dengan "antuan udara

!um%u a*ti/

-a* & *lam )

Menghilang*an larutan

rgani* "ilgis

Aerasi

Tang*i dan *m%resr

Menghilang*an larutan

rgani*

Kar"n a*ti/

Saringan dengan

*ar"n

Menghilang*an

senya.a rgani* yang

tida* da%at "erurai

Pengenda%an *imia

Tang*i %engenda% dan

"ahan *imia

Mengenda%*an "ahan

*imia

(17)

Spe'tro!otometer

TDS Meter

 Tur"idimeter

 

Termmeter

PH

 

C1

(18)

Arang A*ti/ 

Untu* %enyaringan dan mengurangi "au %ada air+

Susunlah arang a*ti/ terse"ut %ada suatu tem%at

yang a*an dijadi*an untu* tem%at %enyaringan

air+

(19)

Pasir Kuarsa

Untu* %enyaringan air+

Susunlah %asir terse"ut %ada suatu tem%at yang

(20)

Chlrine e/user

Untu* men(egah mau%un menanggulangi

%en(emar "a*teri dengan indi*atr E+ Cli "ai* E+

Cli Tinja atau Cli/rm+

(21)

!anjutan,,,

Cara Penggunaan 

3+

Pemasangan %ada sumur gali dengan *ere*an

tim"a+

9+

Pasanglah Chlrine iDuser dengan

Referensi

Dokumen terkait

Kadar COD dalam limbah berkurang seiring dengan berkurangnya konsentrasi bahan organik yang terdapat dalam air limbah, konsentrasi bahan organik yang rendah

pengolahannya pada umumnya tidak menggunakan penambahan bahan kimia khusus, karena.. 59 dalam air limbah domestik yang menonjol adalah bahan organik. Oleh karena itu pengolahan

Prinsip kerja pengolahan air limbah dengan RBC yaitu air limbah yang mengandung polutan organik dikontakkan dengan lapisan mikro-organisme (microbial film) yang melekat

Limbah cair kelapa sawit memilik kandungan yang sangat tinggi bahan organik degradable, karena pada saat proses pengolahan ekstraksi minyak kelapa sawit tidak

Hal itu dikarenakan pada air limbah tersebut terdapat bahan organik yang telah membusuk/dekomposisi, dimana proses dekomposi bahan organik sangat dipengaruhi oleh suhu

Peningkatan N-total di limbah terjadi karena besarnya kandungan bahan organik di dalam limbah seiring meningkatnya konsentrasi, sehingga degradasi kandungan bahan

Sifat kimia perairan antara lain, kandungan gas terlarut, bahan organik, pH, kandungan hara dan faktor biologi yang berpengaruh adalah komposisi jenis hewan dalam perairan

Peningkatan N-total di limbah terjadi karena besarnya kandungan bahan organik di dalam limbah seiring meningkatnya konsentrasi, sehingga degradasi kandungan bahan