4.1 Tahapan Produksi
4.1.1 Pra Produksi
Tahapan pra produksi ialah suatu tahapan awal dalam membuat suatu proses produksi. Pada tahapan ini saya sebagai sutradara bertanggung jawab dalam membentuk konsep film bekerja sama dengan team agar proses tersebut berjalan sesuai dengn ekspetasi.
Pada awal tahapan pra produksi saya menerima ide cerita dan menerima naskah dari script writer setelah itu saya mulai membaca dan membayangkan adegan yang akan dilakukan untuk terealisasi sebagai sebuah cerita yang bervisualisasi. Dan mulai tahap ini pula saya sebagai director mulai mencari beberapa tokoh untuk memerankan film phobia ini. setelah saya mendapatkan cerita yang sudah fiks. Saya memutuskan untuk hunting lokasi. Lalu saya mereading para cast agar dapat merealisasikan naskah secara baik.
Setelah itu saya harus mampu mengubah tulisan-tulisan naskah itu menjadi sebuah cerita yaitu membuat storyboard untuk menjadi gambaran saat produksi. Schedul juga harus saya tata rapih agar waktu penjadwalan sesuai dengan scene yang sudah ditentukan agar dapat terorganisir dengan baik. Setelah itu saya, para cast dan crew melakukan recce agar ketika proses produksi menjadi lebih mudah dan cepat. Setelah itu saya harus merinci budgetting dan mencatat
semua penyewaan alat apa saja yang akan digunakan selama produksi berlangsung mulai dari alat yang diperlukan DOP,ART, dan team lainnya.
4.1.2 Produksi
Tahapan produksi adalah tahapan yang benar-benar memiliki tanggung jawab yang besar bagi sutradara dimana sutradara harus mampu mendirec pemain dalam berSCENEing sesuai kebutuhan film. tidak hanya pemain sutradara harus mampu berkomunikasi secara baik dengan para crew. Dalam mengatur jalanya produksi. Sutradara harus bisa menahan keegoisan dan mampu menerima masukan dari team.
Gambar 4.1 Gambar 4.2
Gambar 4.2 Gambar 4.3
Foto ini saat saya sedang direc bella
pada saat kakek melihat bella, dan
adegan bella memeluk riza pada
scene ending
Foto ini diambil saat kami sedang shoot adegan dikamar hana
Foto ini ialah foto pada saat kami shooting di
taman dimana kami sedang mendiskusikan
angle pengambilan gambar
Foto ini diambil saat saya bersama cameraman mendirec bella dalam adegan taman
Proses produksi yang kami laksanakan awalnya hanya 3 hari akan tetapi setelah dilalui produksi yang dilakukan selama 7 hari. Lokasi yang digunakan sebnayak 7 lokasi saya juga menggunakan waktu senggang untuk mengambil establish, timelaps Terlihat dari beberapa gambar behind the scene yang saya cantumkan. Dalam produksi film phobia juga mengalami perubahan dari segi jadwal dan dari segi tekhnis hal itu dikarena cuaca yang memburuk serta lokasi yang tidak jadi kami gunakan. Serta jadwal talent.
4.1.2.1 Gambar Film
Foto ini ialah foto pada saat kami shooting ditaman pada hari ke 7 dimana pada hari ini kami belajar dialog dan melihat type of shot dan gestur pemain dalam kamera.dimana dalam teori dramaturgi hal tersebut digunakan dalam membuat film
sebagai director membuat karakter hana dan Riza sudah mulai terlihat. Dimana Hana sering memperlihatkan ekspresi kecewa dan tegas. Riza yang terlihat mengalihkan sesuatu. Dlam scene ini saya membuat dialog Hana dan Riza tektok kenapa saya membuat hal tersebut agar penonton bisa mendengarkan dialog dan makna cerita dengan baik. Untuk penentuan lokasi Pop Art Cafe yang penuh warna ini menjadi awal untuk memperkenalkan riza yang bekerja sebagai seorang grafik desainer. Music dalam scene ini saya lebih menggunakan music bernuansa kecewa atau sedih dan mengikuti alur cerita untuk membawa scene tersebut ke scene selanjutnya dan membuat penonton terasa tidak boring.
Scene ini ialah scene saat ayah Hana mulai menanyakan kabar hubungan Hana dan Riza. Mengapa saya memilih hana sedang duduk memainkan handphone dikamar dan tiba-tiba ayah masuk. Agar terlihat kedekatan ayah dan Hana sangat erat dan tidak ada kecanggungan agar terlihat lebih realitas,untuk watak tokoh scene in ayah hana saya buat menjadi ayah yang tegar dan pengertin terhadap anak. Sedangkan hana terlihat membela Riza dan tetap pada pendirianya untuk dinikahi riza dengan sedikit muka yang meyakinkan kepada ayah. Disini saya memberikan musik yang sedih agar terlihat dramatik. Disini saya juga melakukan beberapa pengulngan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Scene ini ialah dimana scene yang memperkenalkan sosok kakek sebagai satu-satunya keluarga Riza. Pada scene ini riza mencritakn kegiatanya selm diluar dan menjlankan aktifitasnya dalam mengurus kakek.kenapa pad adegan ini dibuat riza menceritakan tentang kesehariannya untuk menggambarkan bahwa kakek adalah keluarga yang dimiliki riza. Mengapa kakek dibuat tidak bisa berbicara dan selalu
memiliki pandangan yang kosong. Disini untuk memperlihatkan bahwa kakek memiliki suatu beban dan terlihat lemah. Utuk menimbulkan kesan dramatik dan
rasa perduli.dalam adegan ini tidak ada music hanya dialog saja karna dialog ini sudah kuat dan tidak ada tekanan untuk memulai musik.
Dalam scene ini saya mendirec kedua talent dengan memberikan masukan dan mengilustrasikan mengenai kebahagiaan agar mereka dapat berdialog dan berperan mendalami dan natural. Dalam scene ini music full masuk
dengan original soundtrack untuk menggambarkan kebhagiaan
Dalam adegan ini terlihat ayah hana menanyakan hubungan riza
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Gambar 4.7
untuk dapat terlihat serius dan terkesan lucu.
Setiap adegan riza bertemu bella mengapa saya memilih lokasinya di taman bsd ini karna menurut saya lokasi ini ialah tepat dan menarik ketika dilihat di camera. Disini saya membuat bella lebih dewasa dan terlihat lebih muda dari riza. Mengapa saya menggunakan baju bella berwarna pink dikarnakan saya ingin memperlihatkan
kebahagiaan bella yang selalu bertemu anaknya riiza. Saya membuat riza suka melukis untuk tetap menggambarkan bahwa riza seorang grafik desainer. Dalam
beberapa scene ini saya membuat emosinya naik dengan menggunakan mussic sustance
Dalam adegan ini mengapa saya memilih setting lokasi ayunan karna ingin menambah kesan romantis, dan agar terlihat dramatik dan hanya terfokus pada dialog antara riza dan hana karna disini memiliki dialog yang sangat kuat. Disini hana saya direc menjadi wanita yang memiliki keinginan untuk menikah dan harus
berbicara kepada pasanganya dikbikin manis tapi tegas. Dan dibuat amarahnya meningkat. Dalam scene ini kami memasukkan music soundtrack kami pada akhir
perdebatan untuk menuju scene selanjutnya agar llebih dramatik
Dalam adegan ini saya mendirec hana dan menggambarkan hana yang benar-benar kecewa. Dimana saya terus mencoba membuat hana menangis dengan bercerita sosok ibu untuk menimbulkan rasa sedih hana. untuk mrenumbuhkan kesan yang
dramatik saya menggunakan music original soundrack yang bernuansa sedih. Untuk mendirec adegan ini butuh waktu yang lama untuk mendapatkan feel.
Ini ialah salah satu gambaran flashback dimana dalam setiap adegan flshback ini saya berusaha mendirec riza kecil seperti orang yang trauma tidak banyak berkata dan dibuat natural nak kecil yang melihat ketika ada masalah. Music dalam settiap adegan saya membuat seperti sesuatu yang mendengung dan menggunakan susten.
Gambar 4.9
Gambar 4.10
Gambar 4.11
Dalam adegan ini saya harus berklai-kali mengambil take karena ini adalah golden scene dimana di scen eharus mendapatkan feel yang baik. Dimana dalam mendirec kakek harus memancing kakek di telephone dan di buat sedih untuk memancing
emosi kakek. Kakek dibuat seperti orang yang susah berbicara dan memilki penyesalan. Dalam golden scene ini pula sosok bella ditampilkan untuk memberikan
solusi untuk riza disini terlihat riza hanya terdiam seolah-olah menyesal dan termenung. Disini sosok bella yang terlihat sedih dan berusaha untuk mengkuatkan
riza
Adegan ini saya buat riza terlihat lelah dan fokus pada tujuannya.mengapa riza kerumah hana tidak menggunakan motor karna biar lebih terkesan dramatik maka
saya buat dia berlari dan ada beberapa flashback yang dimunculkan untuk membawa penonton melihat kebelakang cerita. Ketika riza sampai rumah hana saya
membuat riza tergesah-gesah. Dan membuat sosok hana yang flat tanpa kata-kata. Mengapa saya membuat hana tersenyum ketika dipeluk untuk menggambarkan
bahwa hana ngerasa bebas dari keinginanya untuk menikah.
Gambar 4.14
Gambar 4.15
4.1.2.2 Analisis Film Dengan Teori Dramaturgi
1. Wilayah Depan (Front Region )
Ftont Pribadi & Setting front pribadi
2. Wilayah Blakang ( Back Region)
Dalam hal ini terlihat riza sangat cuek ketika dibicarakn meneenai pernikahan dan selalu menentang jika hana berbicara tentang pernikahan. Akan tetapi setelah tidak bertemu hana riza selalu memikirkan hana dan bercerita tentang hana dengan bella, kakek dan merenung. Maka dari tiu panggung depan dan belakang
Nama dan Jabatan
Halimah Tusaidah Pertiwi : Director
Muhammad Yaser Fadilah : Script Writer
Indah Puspiita Sari : Director Of Photography
Rahmadya Putra Nugraha M.Si : Supervisor
Rizky Briandana M.Comn : Supervisor
Muhammad Yaser Fadilah : Excecutive Produser
Halimah Tusaidah Pertiwi : Excecutive Produser
Indah Puspita Sari : Excecutive Produser
Muhammad Yaser Fadilah : Producer
Halimah Tusaidah Pertiwi : Producer
Indah Puspita Sari : Producer
Bianco Qisty Aufar : Producer Accociate
Karnengsih : Producer Accosiate
Arif Nurahman : Producer Manager
Yozila Triananda : Producer Manager
Robbi Utomo : Line Producer
M Nur Fadhil : Ass Sutradara 2
Abdur Rifai : Ass DOP
Prianto Rizki : Camera Person
Vascal Saptahadi : Camera Person
Desta Saputra Matita : Camera Person
Aldy Hariansyah : Naskah Countinity
Ristiadi Pasetyo : Sound Man
Dwika Augustaf : Sound Man
M. Jody Syahfrianto : Sound Man
Rendi Mutqin Sidiq : Lighting Man
Arif Nurrochman : Lighting Man
Dicky Gustiadi : Art And Property
Sandra Nur Zahraini : Talent Cordinator
Fazri Haibudin : Wardrobe
Geddi Jaddi Membumi : Original Score
Halimah Tusaidah Pertiwi : Soundtrack
Geddi Jaddi Membumi : Soundtrack
4.2 Lembar Kerja Produksi
4.2.1 Konsep Penyutradaraan
4.2.1.1 Premise
“Riza sudah berpacaran 10 tahun dengan hana dan dipaksa menikahkan hana oleh ayah hana akan tetapi riza memiliki
gamophobia takut untuk menikah akibat masa lalunya”.
4.2.1.2 Synopsis
Seorang pria dewasa bernama riza berusia 26 tahun memiliki kekasih bernama hana berusia 24 tahun mereka sudah berpacaran selama 6 tahun. Karena hubungan yang sudah lama Riza dipaksa oleh ayah hana untuk menikahkan hana. setiap hari riza tinggal bersama kakeknya yang sedang sakit. Riza memiliki tempat favorite sebuah taman dan selalu bertemu dengan seorang wanita bernama bella berusia 22th. Bella selalu ada disetiap riza membutuhkannya.
Riza memiliki masa lalu yang membuat dia harus terkena penyakit gamophobia takut akan menikah. Karna hidup di keluarga yang tidak harmonis “broken home” bagaimana hubungan hana dan riza ? siapakah bella?
4.2.1.3 Pola Tiga Babak
A. babak I
Dalam Film “PHOBIA” yang penulis buat, babak ke I terjadi ketika riza yang ingin memberikan kejutan kepada hana pada usia ke 23 tahun. hana membicarakan keseriusan riza untuk menikahkan dia di setiap pertemuan. Riza bertemu dengan orang tua Hana yang memintanya dia untuk segera menikahinya sebelum batas waktu yang diberikan kepadanya membuat riza lebih prustasi lagi dalam memikirkan selebih dia tidak mau meninggalkan pacarnya, akan tetapi dia juga tidak mau menikah muda karna alasan-alasan yang membuatnya menjadi sulit untuk langsung mengiyakannya.
B. babak II
Dalam babak ini dimana ketakutan riza akan pernikahan mulai muncul dimana melihatkan kehidupan riza yang harus mengimbagi kekasihnya hana ketika meminta untuk dinikahi. Riza harus mengurusi kakeknya setiap hari dan bekerja sebagai grafic desainer.. Dan ada bella yang berusaha untuk mengubah pola fikir riza untuk menikah. Ayah hana yang terlihat cuek terhadap riza . kesalah pahaman anatara riza dan hana. dimana riza harus menerima untuk dimutasi keluar negri.riza diberikan waktu 1 bulan untuk menikahi hana..
Pada babak ketiga ini ayah hana menyuruh hana untuk memutuskan riza . hana yang tak pernah ada kabar membuat riza harus mencari tahu keadaan hana. Hana mengembalikan kado yang diberikan riza dan hana benar-benar memutuskan riza . pertengkaran antara riza dan bella mengenai permasalahan pernikahan. Sampai akhirnya riza menyadari bahwa dirinya butuh kasih sayang orang tua. Kakek yang tiba-tiba memanggil nama bella yang ternyata ibu riza . kakek yang menjelaskan bahwa yg difikirkan dia tentang ibunya salah. Ketika bella memeluk riza dan menjelaskan. Darisitu timbul flashback tentang masa kecil Riza , dan menjawab mengenai alasan ketakutan riza . akhirnya riza berhasil melawan ketakutan dan menemui hana untuk menikah tahun ini.
4.2.1.4 Outline Naskah
PHOBIA
OPENING TEASE
adegan awal dibuka dengan memperkenalkan kehidupan kota jakarta dimana memperlihatkan kota jakarta. ketika pagi hari mulai terlihat masyarakat mulai beraktifitas kerja, sekolah, dan memperlihatkan. Kesibukan kota jakarta atas perannya.
SCENE 1
1. Roda motor riza berputar kencang dan berhaenti sejak terkena lampu merah.
2. riza melaju kepersimpangan sesampai berapa meter melewati jalan raya dengan menggunakan motornya.
3. riza memperkenalkan dirinya dengan menggerakan gestur tubuhnya
dan riza memperkenal kekasihnya hana
SCENE 2
1. hana keluar dari kamar sambil tersenyum, hana menghampiri ayah untuk berpamitan.
2. Ayah yang sedang duduk sambil memegang koran langsung menanyakan hana yang kemana ingin pergi
3. Hana bersalaman kepada ayah. Dan pergi buru-buru keluar dan pergi naik ojek
SCENE 3
1. Hana sampai duluan di caffe duduk sendirian sambil memegang hp dengan bete karna menunggu riza sambil meminum dan makanan yang sudah di pesannya.Riza sampai di caffe, ketika sudah sampai riza terlihat sangat terburu-buru masuk kedalam caffe dengan membawa kue dengan lilin yang nyalah.
2. Riza langsung mengagetkan hana, ketika riza mengagetkan hana, hana langsung menghadap ke riza dan terlihat terkejut bahagia karna riza memberikan surprise kepadanya. Hana pun langsung make awish. Dan riza pun langsung mencium kening hana.
3. Merekapun duduk dan langsung memesan makanan.merekapun langsung berbincang dan terlihat senang. Akan tetapi hana merubah suasana ketika dia membahas foto preweed dan mendengar
SCENE 4
1. Ketika sampai di depan rumah hana , hana melepas helm nya. Wajah hanapun terlihat sedih riza memandang hana dengan rasa serbasalah. 2. Riza pun langsung meminta maaf karna tidak bisa mampir kerumah
hana, hana pun menjawab dengan kecewa dan menyindir riza , 3. Riza pun akhirnya berpamitan untuk pergi meninggalkan hana, dan
SCENE 5
1. Hanapun masuk kedalam rumah ketika dia masuk kedalam rumah hana melihat ayah yang sedang mononton diruang tv . hanapun langsung menyapa ayah dan canggung.
2. Ketika itu ayah bertanya kepada hana mengenai pesan yang harus disampaikan hana untuk dek adari ayah, ayah terlihat memandang hana dengan serius
3. Hanapun menjawab pertanyaan ayah dengan bingung, dan pergi meninggalkan ayah.
SCENE 6
1. Riza sampai di depan caffe untuk presentasi, riza langsung masuk kedalam caffe dan menghampiri pak aris yang sudah menunggu. 2. Pak aris langsung menyambut riza , terlihat riza langsung buru-buru
bersalaman kepada client dan pak aris, dan langsung meminta maaf kepada pak aris karena telat.
3. Riza pun langsung meminta ijin kepada pak aris untuk segera meminta ijin memulai presentasi, riza pun menyampaikan presentasi dengan cekatan, pak aris dan client terlihat senang mendengan presentasi riza . ketika riza selesai terlihat pak aris dan client memberikan tepuk tangan untuk riza dan melihatkan bahw mereka bangga denagn riza .
1. Terlihat bella yang sedang duduk di kagetkan oleh riza dari belakang , riza pun menyapa bella. Seketika itu riza langsung duduk di samping bella.
2. Bella menanyakan kepada riza dengan rasa ingin tau yang tinggi. Riza pun menjawab bella dengan terlihat tidak mood.Riza memberitahu bella bahwa hana membahas foto preweed. Dan menjelaskan bahwa dia tidak suka kalau hana membahas mengenai hal itu, bellapun berusaha memberikan solusi kepada riza tapi riza terlihat mengabaikan
3. Bellapun langsung mengajak hana untuk pergi berjalan mengelilingi taman akan tetapi riza menolak karna dia harus segera pulang untuk menjaga kakek menggantikan embak.
SCENE 8
1. Hana terlihat sedang asik duduk di dalam kamar sambil memainkan handphone.
2. Tak lama ayah menghampiri untuk bertanya kepada hana mengenai hubunganya dengan riza
3. Ayahpun semakin terlihat kesal dan berbicara serius kepada hana. ketika ayah terlihat emosi dan kesal hanapun berhenti sejenak ketika dan hana terlihat sedih.
1. Ketika mbak sedang dirumah menjagai kakek terdengar suara riza pulang. Riza langsung menyapa mbak dan menyuruh mbak pulang karna waktu sudah malam.
2. Riza langsung menghampiri kakek dan mempersiapkan makanan dan obat kakek. Dan riza langsung menyuapin kakek. Riza bercerita kepada kakek bahwa dia akan dapat project yang bisa membawa kehidupan dia dengan kakek lebih baik
3. Kakek terlihat diam dan tersenyum ketika disuapin riza , tak lama selesai makan riza langsung memberikan obat kepada kakek. Setelah riza langsung meninggalkan kakek.
SCENE 10
1. ketika hari sudah pagi hana terlihat sibuk menyiap bekal makanan siangnya dan memasukanya kedalam tas
2. hana pun memanggil ayahnya untuk berpamitan hana terlihat bingung karna dia buru-buru karna kesiangan.
3. ketika hana menuju keluar rumah terlihat ayah yang sedang duduk di depan. Hanapun terlihat kaget dan langsung berpamitan kepada ayah untuk pergi kekantor.
SCENE 11
1. terlihat riza sedang duduk ditaman sambil menggambar di sketchbook wajah seorang ibu. Tiba-tiba bella menghampiri riza dan bertanya kepada riza mengenai gambar tersebut.
2. Bella langsung menanyakan dengan senyuman yang manis, dan menanyakan riza mengapa tidak kerja dan mengantar hana ke kantor, riza menjawab dengan bete. Riza bercerita bahwa dia malas dengan hana. karna selalu berbicara menegenai preweed.
3. Seketika bella mengajak riza untuk berjalan ke sekitar taman akan tetapi riza menolak dan buru-buru ingin pergi kerja karna waktu yang sudah siang.
SCENE 12
1. Terlihat bella yang sedang menangis kesakitan dan terkena luka oleh suaminya
2. Riza kecil melihat ibunya bella dengan sedih.
3. Tiba-tiba kakek membawakan obat merah dan memberikan nasihat untuk bella
SCENE 13
1. Riza langsung berdiri dan terlihat marah kepada bella dengan memberikan hentakan kepada bella
2. Bella berusaha menanyakan keadaan riza yang terlihat sangat murung 3. Riza bercerita kepada bella mengenai pernikahan dan bella berusaha
memberikan solusi kepada riza namun riza menolaknya SCENE 14
1 caca berusaha mengajak hana untuk pergi ke kantin akan tetapi hana menolaknya
2 caca berusaha menggoda hana dengn menjodohh-jodohkanya dengan atasanya yang bernama pak michele
3 skirnya ketika hana dan caca membicarakan mengenai pak michele pak michele piun datang caca mencoba menegur pak michele terlebih dahulu akan tetapi hal tersebut dianggap biasa oleh pak michele. Pak michele menyapa hana dan pergi untuk bekerja kemabali.
SCENE 15
1. Riza memasuki caffe dan terlihat membawa peralatan dan berkas untuk presentasi.
2. Riza meminta maaf kepada pak aris dan client bahwa mereka sudah menunggu
3. Riza langsung memulai presentasi di hadapan para client dan bosnya
SCENE 16
1. Hana menunggu riza di depan kantor setelah menunggu riza , riza pun terlihat datang emnggunakan motor kesayangannya.
2. Riza terlihat tersenyum kepada hana dan menanyakan keberadaan hana yang sudah menunggu lama.
3. Riza bertanya kepada hana mengenai apa hana sudah makan, ketika hana menjawab belum riza langsung mengajak hana untuk pergi
SCENE 17
1 Hana dan rizapun berjalan-jalan menikmati suasa malam mereka terlihat bahagia dan bercanda bersama
2 Terlihat sangat bahagia dan memeluk riza 3 Mereka berjalan-jalan hingga larut malam
SCENE 18
1. Hanapun membuka pintu melihat ayah yang sedang duduk dan menghampiri ayah dan melepaskan helm dan jaketnya dan bersalaman dan berbincang dengan ayah. Ayah pun melihat riza berjalan kedalam muka ayahpun berubah dan mencoba menanyakan kepada hana, apakah hana sudah menyampaikan pesan ayahnya kepada riza . 2. Riza pun menghampiri ayah dan disuruh duduk oleh ayah. Ayah hana
pun memulai topik dengan menanyakan keadaan kakek riza . namun beberapa saat pembicaraan itu menjadi membuat tegang dan gugup untuk riza .disaat ayah menanyakan mengenai hubungannya dengan ana. Dan ayah meminta riza untuk menikahkan hana.
3. Akhirnya terlihat ayah yang emosi ayah pun meninggalkan riza ke kamar. Tak lama hana datang dengan menggunakan baju tidur. Riza pun langsung berpamitan kepada hana.
SCENE 19
2. tak lama riza membanting dirinya ke kasur 3. terlihat riza menutup dirinya dengan selimut
SCENE 20
1. Hana sedang berbaring di atas kasur dengan menggunakan selimut, tak lama hana membuka selimutnya
2. Hana terlihat sangat gelisah, daan terbangun dari tidurnya
3. Hanapun melihat sekeliling kamarnya dan melihat fotonya bersama riza
SCENE 21
1. Riza dan kakek sedzng verada di depan teras riza sambil menyuapin kakek yang berada dikursi roda
2. Mba pun datang dan terlihat sangat terburu-buru dan langsung meminta maaf kepada riza dan mba
3. Rizapun langsung pergi meninggalkan mba dan kakek
SCENE 22
1. Hana terlihat murung dan bengong dan tiba-tiba caca datang dan mengagetkan hana, hana pun terlihat kaget dan kesal , caca pun menyapa hana yang biasanya selalu marah-marah.
2. Caca langsung mengeledek hana dan akhirnya hanapun bercerita bahwa dia kefikiran dengan riza . hana terlihat gemas dan kesal ketika menceritai riza kepada caca
3. Tak lama tlp berbunyi dan hanapun disuruh menemui atasanya tapi hal tersebut malah menjadi candaan caca dan hana akhirnya hanapun langsung menemui bosnya.
SCENE 23
1. terlihat bella yang sedang duduk melihat muka riza yang murung. Akhirnya bellapun bangun dan berdiri di depan riza tak lama riza terlihat sedih
2. belapun langsung memesangkan earphone kepada riza
3. rizapun terlihat kaget atas apa yang dilakukan bella riza jadi mengingat masa lalunya
SCENE 24
1 riza kecil sedang asik menggambar di sketchbook
2 tiba-tiba terdengar sura kedua orangtuanya ribut dan berkata kasar 3 rizapun ketakutan setelah dia ketakutan rizapun langsung berlari
kearah sudut, kakek pun langsung datang menghampiri dan memasangkan earphone.
SCENE 25
1 riza terlihat kesal atas tingkah laku yang dibuat oleh bella, tapi bella berusaha menanyakan keadaan riza yang murung
2 Riza bercerita kepada bella bahwa ditegur oleh ayah hana , disitu riza terlihat tatapanya kosong dan mulai bingung dengan keadaanya saat ini
3 Bella pun berusaha menenangkan riza akan tetapi riza malah terlihat lebih kesal dan marah sambil teriak”.
SCENE 26
1. Terlihat hana yang sedang duduk dibangku ayunan tiba-tiba dihampiri riza yang membawa 2 ice cream riza langsung memberikan kepada hana
2. Hana mulai menyebut-nyebut mengenai kisahnya bersama riza tak lama pertanyaan hana yang mulai serius ditanggapi dengan biasa oleh riza yang semakin lama membuat hana kesal
3. Tak lama hana mulai tersinggung dengan jawaban riza dan terlihat sangat kesal akhirnya hana meninggalkan hana.
SCENE 27
1. Hana sampai membuka pintu rumahnya terlihat ada ayah yang sedang menonton televisi tak disangka ayah langsung menyuruh hana duduk. 2. Hana terlihat sangat tegang seketika melihat ayah memuncak
kemarahannya. Ayah berbicara mengenai batas waktu untuk riza 3. Sampai akhirnya ayahpun kesal dan hana hanya takut dan pasra
SCENE 28
1 hana masuk kedalam kamar dan melempar tasnya dan langsung membanting dirinya ke kasur
2 hana terlihat kecewa dan menangis
SCENE 29
1 riza terlihat sangat sedih dan murung riza hanya merasa bersalah dan menyesal
2 riza melihat foto bersama hana dan berusaha mengambilnya 3 dan memegnag foot mereka berdua sambil menatap dengan sedih SCENE 30
1 hana terlihat masih kecewa dan menangis tak lama fotonya bersama rizapun terjatuh dari tembok. Secara sepontan hana langsung melihat dan mengambil foto tersebut
2 hana terus memandang foto tersebut dan merasa bahwa dia kecewa 3 dan selalu mengabaikan contSCENE dari riza
SCENE 31
1 riza berusaha menaru fotonya
2 riza berusaha menelpon hana beberapa kali akan tetap tidak ada jawaban
3 terlihat riza sangat menyesal dan kecewa SCENE 32
1 hana terlihat sangat sedih dan terus menangis tak lama hana mendapaykan telepon dari riza
2 hana selalu menolak dan menghindar
3 sampai akhirnya riza mengirim pesan yang sangat menyentuh kepada hana
SCENE 33
1 riza terlihat sangat sedih dan murung dijalan 2 selama 1 bulan riza tidak bertemu hana 3 riza berfikir hidupnya terasa hampa SCENE 34
1 terlihat riza dan hana sedang naik motor bersama tawa canda bersama 2 riza dan hana seperti melepaskan kepenatan dalam diri
3 ternyata semua itu hanya bayang riza mengenai hana SCENE 35
1 Riza datang kekantor hana untuk meminta maaf
2 terlihat hana sangat senang seketika riza datang akan tetapi maksud 3 dan tujuan riza bukanlah maksud yang diingini hana dan akhirnya hana
memutuskan riza SCENE 36
1 Riza terlihat murung dan berjalan sambil memegang kotak yang dikembalikan oleh hana
2. bella menghampiri riza dan bertanya mengenai kotak tersebut
3 riza menjelaskan mengenai kotak tersebut dan bertengkar karena salah paham dan rizapun menerima telpon dari mba dan balik kerumah.
SCENE 37
1 kakek mengingat saat waktu riza kecil dan bella pada saat bella meninggal
2 riza kecil dan kakek sedang menggambar di sofa
3 handphone kakek berbunyi dan ternyata dari rumah skait yang memberikabar bahwa bella meninggal
SCENE 38
1 kakek memanggil nama bella. Dan terus menangis 2 riza terus memanggil dan menanyakan kakek
3 kakek hanya menangis dan terus berbicara mengaku salah SCENE 39
1 bella yang sedang menangis langsung dihampiri oleh riza kecil 2 riza kecil meminta bella untuk menemani gambar
3 riza kecil langsung memeluk bella dari belakang SCENE 40
1 bella langsung memeluk riza dari belakang
2 bella meneceritakan kenapa dia meninggalkan riza
3 riza terlihat luluh dan memaafkan dan berusaha untuk hilang dari gamophobia
SCENE 41
1 riza berlari keluar untuk menemui hana
2 riza mengingat masa dia bersama hana dan waktu dia kecil 3 riza berlari hingga rumah hana
SCENE 42
2 Riza memanggil hana hingga hana keluar
3 Hana keluar dengan jutek dan riza langsung mengajak nikah dan hana langsung memeluk riza.
4.2.1.4 Treatment
Opening tease
Lokasi : Bundaran HI, terminal, jpo,
Talent : All (Masyarakat jakarta)
Cerita : kehidupan jakarta malam hari hingga siang hari yang penuh dengan kesibukan aktifitas dan kemacetan.
Scene 1
Lokasi : jalanan
Talent : Riza
Cerita : riza tergesah-gesah pergi ke caffe dengan menggunakan motornya untuk memberi kejutan ke hana di caffe
Scene 2
Lokasi : Rumah hana
Cerita : hana keluar dari rumah dan berpamitan kepada ayahanya untuk menemui riza di caffe, riza menuju caffe
Scene 3
Lokasi : Caffe
Talent : riza , hana, waters
Cerita : hana menunggu riza di caffe. Riza memberikan kejutan untuk hana dengan memberikan kue dan kado. Mereka berbicara mengenai pekerjaan riza.
Scene 4
Lokasi : Rumah hana
Talent : hana, riza
Cerita : hana memberikan helm kepada riza , riza berpamitan untuk pergi ke meeting, hana masuk kedalam rumah
Scene 5
Lokasi : ruang tamu hana
Talent : hana, ayah hana
Cerita : hana menyapa ayah, ayah bertanya kepada hana mengenai keseharianya bersama riza.
Lokasi : caffe
Talent : riza , pak aris, dicky
Cerita : riza mempresentasikan kerjaanya, client senang dengan presntasi riza .
Scene 7
Lokasi : taman
Talent : riza , bella
Cerita : riza bercerita tentang surprise untuk hana kepada bella.
Scene 8
Lokasi : rumah hana
Talent : hana, ayah hana
Cerita : hana sedang duduk diatas kasur sambil memainkan hp dihampiri ayah dan berbincang mengenai hubunganya bersama riza
Scene 9
Lokasi : kamar kakek
Talent : riza
Cerita : riza menyuapin kakek, bercerita tentang dia mendapatkan project
Scene 10
Lokasi : rumah hana
Talent : hana, ayah hana
Cerita : hana telat pergi ke kantor, hana pamitan kepada ayah dan buru-buru ke kantor
Scene 11
Lokasi : taman
Talent : riza , bella
Cerita : riza sedang asik menggambar di hampiri bella.
Scene 12
Lokasi : kamar rumah riza kecil
Talent : riza , bella kecil, kakek
Cerita : riza kecil melihat bella yang sedang kesakitan akibat luka di tanganya yang selalu menangis dan diobati oleh kakek.
Scene 13
Lokasi : taman
Cerita : riza terlihat bingung, bella mengembalikan sketchbook yang jatuh dan riza bercerita tentang pernikahan
Scene 14
Lokasi : kantor hana
Talent : hana, caca, michel
Cerita : caca mengajak hana ke kantin, hana menolaknya, pak michel datang, mereka mengucapkan salam ke pak michel
Scene 15
Lokasi : caffe
Talent : riza , pak aris,beberapa xtras
Cerita : riza telat bertemu pak aris, riza mengajak memulai presentasi
Scene 16
Lokasi : kantor hana
Talent : hana, caca
Cerita : caca menghampiri hana dan berusaha menggoda hana dengan pak michele
Scene 17
Lokasi : depan kantor hana
Talent : hana, riza
Cerita : hana menunggu riza , riza datang bertemu hana
Scene 18
Lokasi : jalanan malam
Talent : riza , hana
Cerita : riza dan hana bahagia berjalan-jalan malam
Scene 19
Lokasi : ruang Tamu rumah hana
Talent : hana, riza , ayah
Cerita : ayah menanyakan kabar kakek dan menegur riza untuk menikahkan hana dalam 1 bulan ini.
Scene 20
Lokasi : kamar riza
Talent : riza
Cerita : riza masuk kamar dan membanting dirinya ke kasur
Lokasi : kamar hana
Talent : hana
Cerita : hana melihat fotonya dengan riza
Scene 22
Lokasi : teras rumah riza
Talent : hana, kakek, mba
Cerita : riza sedang menyuapin kakek yang sedang duduk dikursi roda tak lama mba datang
Scene 23
Lokasi : tempat kerja
Talent : hana, caca
Cerita : caca mengagetkan hana, hana bercerita tentang riza
Scene 24
Lokasi : taman
Talent : bella, riza
Cerita : riza yang sedang menggambar terlihat terdiam dan akhirnya bella menutup sebelah earphone yang di gunakan riza
Lokasi : Rumah riza kecil
Talent : kakek, riza kecil, bella, tole
Cerita : riza sedang menggambar tiba terdengar kedua orang tuanya bertengkar
Scene 26
Lokasi : taman
Talent : Riza, bella
Cerita : Riza terlihat marah dan kesal, sampai akhirnya bella menanyakan sebab mengapa riza murung.
Scene 27
Lokasi : taman
Talent : Hana, Riza
Cerita : riza dan hana duduk di ayunan sambil memekan ice cream dan membicarakan hubunganya
Scene 28
Lokasi : rumah hana
Cerita : hana sampai dirumah ayah terlihat kesal akibat hubunganya dengan riza
Scene 29
Lokasi : kamar hana
Talent : hana
Cerita : hana murung memikirkan hubunganya dan mengingat kata” ayah dan riza
Scene 30
Lokasi : kamar riza
Talent : riza
Cerita : riza terlihat sedih sambil melihat foto hana
Scene 31
Lokasi : kamar hana
Talent : hana
Cerita : hana merenung dan menunggu riza mengabarinya.
Scene 32
Lokasi : kamar riza
Cerita : riza menelpon hana dan hp hana tidak aktif
Scene 33
Lokasi : kamar hana
Talent : hana
Cerita : terlihat hana mematikan tlp dari riza
Scene 34
Lokasi : jalanan
Talent : riza
Cerita : riza murung dijalan dia kefikitran hana i bulan sudah gak ketemu.
Scene 35
Lokasi : kantor hana
Talent : riza, hana
Cerita : riza menemui hana untuk minta baikan tetapi hana malah ingin putus
Scene 36
Lokasi : taman
Cerita : riza berjalan ditaman dengan sedih bella menghampiri dan malah salah paham,
Scene 37
Lokasi : rumah riza
Talent : riza kecil, kakek
Cerita : riza dan kakek sedang menggambar , mendapatkan tlp bahwa anaknya meninggal
Scene 38
Lokasi : kamar kakek
Talent : riza, kakek
Cerita : kakek menangis dan melihat sosok bella. Riza terlihat bingung
Scene 39
Lokasi : kamar bella
Talent : riza kecil, bella
Cerita : riza kecil meminta ibunya untuk menemani gambar
Scene 40
Talent : riza , kakek, bella
Cerita : bella memeluk riza dan menyampaikan kepada riza
Scene 41
Lokasi : jalanan
Talent : riza
Cerita : riza berlari sambil mengingat masa kecil dan keindahannya sama indah
Scene 42
Lokasi : rumah hana
Talent : riza , hana
Cerita : riza mengajaka hana menikah
4.2.1.6 Music
Pembuatan film pasti akan berkesinambungan dengan soundtrack dan music score. Dalam film phobia ini saya sebagai music director dan pembuat lagu. Menyajikan 2 lagu original soundrack dan original score music. Dalam music ini kami menyesuaikan dengan film kami yang bergenre drama. Saya menciptakan soundtrack lagu bernuansa sedih yang berjudul separuh nafas dan lagu bahagia yang berjudul kisah. Lirik dalam soundtrack ini saya buat melihat dari cerita film tentang ke 2 tokoh riza dan hana dalam percintaanya Dimana soundtrack dan
music score ini kami buat sebagai penunjang yang besar untuk membantu penonton agar dapat lebih merasakan pesan yang terkandung dalam film. Untuk menimbulkan empati dan simpatik.
Alat yang kami gunakan dalam pembuatan music ialah, gitar, piano, biola, percusion, dan beberapa alat yang lainnya. Music score yang kami buat berusaha sesuai dengan nuansa film. Aplikasi yang saya gunakan dalam pengoperasian recording yaitu melodies.
4.2.1.7 Editing
Setelah melakukan proses mulai dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Hasil dari film agar dapat memiliki kesan yang baik salah satunya ialah tahapan editing dimana. Tahapan ialah tahapan penyatuan atau pemotongan gambar satu dengan yang lain untuk digabungkan menjadi sebuah cerita yang layak untuk di tonton. Dalam film phobia ini kami menggunakan adobe premiere CS 6 dan adobe CC 2015. Pada editan film phobia ini kami menggunakan
beberapa effect transisi seperti white disolve untuk perpindahan ke flashback. dan dap to black untuk perpindahan tittle. Kami tidak terlalu banyak menggunakan effect karna kami lebih mengutamakan dialog cerita. Jadi kami lebih ingin
membuat kesanya menjadi natural. Spesifikasi alat editing laptop CORE i7, RAM 4 GB, VGA 940, CPU INTEL CORE. dan PC HMD, RAM 16 GB. Hardisk external 2 th
4.2.1.8 Story board
4
Suasana Bundaran HI Gedung-gedung jakarta Halte bus
Riza datang ke caffe mengucapkan selamat ulang tahun untuk hana
Riza dan hana saat di café
Hana setelah meniup lilin
Riza dan hana sedang berbicang-bincang Riza meminta maaf karna dia datang terlambat
Riza memberikan kado kepada hana
Hana membuka kado dari tampak samping Hana melihat kado yang berisi jam tangan Hana terlihat kecewa dengan kado pemberian riza
Waiters datang membawa makanan Waiters emmberikan makanan Riza terlihat bingung ketika hana membicarakan tentang hubunganya
Riza berusaha terlihat tenang depan hana Hp riza berbunyi Riza kelihatan panik
Hana menanyakan tentang kesibukan riza
Hana terlihat sedih dan kecewa Hana dan riza sampai dirumah hana
Hana terlihat turun dari motor
Hana berdiri di depan rumah melihat riza yang pergi
Hana datang membuka pintu Hana bersalaman dengan ayah
Kegiatan riza presentasi dengan bos dan client
Bella sednzg duduk di taman menunggu kedatangan riza
Bella bertanya kepada riza Riza bercerita tentang hubunganya Riza berPAMITAN DAN EMMELUK BELLA
Ayah menghampiri hana dan berbincang Ekspresi hana saat berbicara dengan ayah Ekspresi ayah saat berbicara dengan hana
Riza menyuapi kakek Riza berbicara dengan kakek tentang hubunganya Hana keluar rumah melihat ayah yang sedang duduk di teras
Hana berpamitan kerja kepada ayah Hana pergi naik ojeg Riza duduk ditaman dan bella menghampirinya
Skectbook terjatuh Ria menggenggam tangan bella Riza melihat luka bella
bella mengambil sketchbook yang jatoh bellamemberikan sketchbook kepada riza Riza dan bella sedang berbincang
Hana sedang memainkan computer Caca mengajak hana untuk ke kantin Hana menolaknya
Hana membalas ucapan selamat pagi dari pak Michele Hana melanjutkan bekerja Hana berteriak dan kesal kepada caca
Hana melihat kiri dan kanan kedtang riza Riza dating Riza emmberikan helm
Riza dan hana pergi Riza dn hana terlihat bahagia Hana masuk kedalam rumah dan bersalaman
Riza datang dan disuruh duduk oleh ayah
Ayah memanggil riza Riza bersalaman dengan ayah
Riza dikamar dan melepas jaketnya Riza berbaring di kasur Han amenangis
Riza sedang menyuapin kakek Mba datang dan menyuapin kakek Hana sedaang dudk sambil memainkan komputer
Caca mengahmpiri dan menggoda hana Bella sdang melihat riza sedang menggambar dan terlihat murung
Flashback riza melihat ibunya yang berkelahi dengan ayahnya
Riza kecil sedang dipakaikan earphone Riza terlihat kesal dan marah kepada bella
Terlihat hana marah kepada riza Hana pergi meninggalkan riza Terlihat ayahsedang duduk di ruang tamu
Terlihat riza yang murung dikamar Hana menangis di dalam kamar dan foto terjatuh Hana melihat foto tersebut
Han amelihat hp dan membaca wa dari riza Riza terlihat murung sambil mengendarai motor Riza teringat dia naik motor bersama hana
Terlihat riza murung sedang naik motor
Riza menghampiri hana di kantor dan berusaha menjelaskan permasalahan
Hana terlihat lebih kesal Riza tetap berusaha mengkarifikasi Hana terlihat jutek
Riza menceritakan masalahnya dengan hana Riza memberikan kotak kepada bella Bella terlihat kesal dan marah kepada riza melihat kotak
Riza terlihat kesal dan memaki bella
dengan bella
Riza terlihat heran melihat kakek Kakek terlihat semakin menangis Riza hanya terdiam melihat kakek
Hana membuka pintu Hana menatap riza Riza berbicara serius tentang menikah kepada hana
4.6 Breakdown Film
NO DAY DESKRIPS
I
SCENE AKTOR PROPER
TY LIST-ALAT MAKE UP WARDROBE REAL LOCATION 1 Jumat, 14 April 20117 Café 3,7,13B , 13D , 24, Riza , Hana,waiter Pak Aris, Xtras
Kue ulang tahun, lilin ulang tahun, makanan , A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic ,LigtingLED(3 ), Lensa sIgma, Lensa Samyang(85m m), Lensa Natural, soft Kaos, celana levis, jumpsuit, celana levis, baju, celemek, kemeja, sepatu, tas Pop Art
, menu makanan , bangku, meja, kotak kado, laptop, buku. Convertes, Slider, Tripod, glade cam cowo Jalanan 1, 25, 36C
Riza , Hana Motor A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Beholder, tripod, Natural, soft Jaket 2, helm, tas, baju kerja, jam tangan 2, accesories. Jalan Bintaro
Sigma, Standar, Samyang (85mm) , Converter kemeja, sepatu boots, celana pendek, kaos, sendal,
Kamar Riza 19, Riza Foto riza
dan hana, kasur, selimut, guling, bantal, meja. A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo , Lensa Sigma, fix(50mm), Natural, soft Levis, kaos celana pendek, tas, kemeja Kamar Arul
dinding, buku-buku Teras Rumah hana
5, 29 Riza , Hana, Toni, Ayah Bangku, kandnag dan burung, pot tanaman, asbak A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic ,Lighting 2LED+Kinoflo Sigma, Fix(50mm), standart, Slider, Beholder Natural, soft Levis, kaos sepatu, baju kemeja bapak”, celana bahan, levis cewe kaos,flat shoes Rumah Arul
15 April 2017 17, 26, 31, 32, 33, 34,35 k bakso, kotak, handpho ne,sketch book A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo , Refletoc, Slider, Beholder Lensa Sigma, lensa standard, lemsa fix, lensa Samyang, Converter
soft kemeja, tas, kaos, semi dress, kardigan, selendang, dress sendal jepit. Jam tangan menteng Bintaro
Nasi Goreng sendok, minuman , bangku, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo Lensa Standar, Lensa Sigma, Beholder, Converter, glade cam
soft kardigan, tas, kemeja, celana pendek, jam tangan Bintaro Jalanan rumah hana
4 Hana Riza Motor A7S Mark 2,
A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting Natural, soft Jaket, helm, celana panjang, fasmina, Jalanan jurang mangu-bintaro
, Slider, Lensa sigma, Lensa standard, Lensa ,glade cam , Samyang985m m), Reflector, Converter 3 Minggu, 16 April Rumah Hana 2, 6 ,9,11, 16,20,2 1,27,28 B , 28D
Riza , Hana, Ayah Hana Meja makan, kursi, tv, makanan malam, A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo Natural, soft, hard Celana panjang, celana pendek cowo, sendal jepit, tas Rumah Tiwi
30B, 37 kacamata , coffe, Beholder, Tripod, lensa sigma, standard, Fix(50mm), Converter sarung, baju polos, sendal, kemeja celana levis. Rumah Riza 10, 18, 22, 28A, 28C, 28E, 36A Riza , Kakek, Mbak, Bella
Bangku, A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo , Slider, Beholder, Natural, soft,puc at Kemeja, celana panjang, ciput kerudung, syal, sweeter, kaos, celana pendek, Rumah Arul
Standart, Fix(50mm), Converter panjang 4 Senin 17 April 2017 Kantor Hana 13A,13 C, 14,23
Riza , Hana , Caca, Aceng Meja, fas bunga, telepon, buku-buku, laptop, bangku A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo , Slider, Tripod, Beholder, Lensa Samyang85m Hard Jumpsuit, bllezer, kemeja, celana panjang, tas makeup Universitas mercubuana
dan sigma, Converter Rumah riza (Flash Back) 36 B, 36 D, 36E, 36 F, 36 G
Riza Kceil, Bella , Ayah Sketchbo ok, pensil, maianan anak mobil-mobilan, A7S Mark 2, A7,H6N, Clipon,Boomic , Lighting 3LED+Kinoflo , lensa standr, Samyang(85m m), dan sigma, Fix(50mm), Converter Celana pendek sedengkul, semi dress, celana panjang kaos, kaos anak celana pendek. Rumah Arul
4.3 Kendala dan Pemecahan
Kendala yang dialami saat proses produksi ialah ialah penentuan talent di mana pada saat itu kami sudah mendapati tokoh pemeran film akan tetapi mereka memutuskan sepihak.solusi yang saya lakukan ialah saya langsung mencari orang terdekat untuk membantu mencari talent lain. Lokasi juga menjadi kendala bagi kami dimana terlihat awalnya kita sudah melakukan recce akan tetapi Setelah mendekati hari H tidak bisa digunakan lagi. Hal tersebut membuat kami kelimpungan untuk mencari lokasi untuk shooting. Solusi yang kami lakukan ialah kami berpencar mencari beberapa lokasi yang mirip dengan yang kita inginkan.
Kendala yang dialami saat produksi ialah dimana pada saat memilih menentukan jadwal. ternyata jadwal yang kita buat tidak sesuai dengan keinginan. Seharusnya 3 hari menjadi 7 hari. Pemecahan yang kami lakukan ialah kami tetap menjalankan dengan keadaan yang ada. Pada saat shooting hari ke 4 banyak crew yang berhalangan.untuk membantu kembali. Solusinya kami harus tetap berjalan dengan keadaan berapapun Dan pada hari keempat pula data kami keformat. Solusinya kami mengulang.
Ketika mengambil adegan taman malam dan ternyata taman tersebut tidak memungkinkan, solusinya kita langsung mencari taman terdekat pada saat itu juga dan melobby satpam komplek.
Pada pasca produksi kendala yang dialami ialah masalah teknis dimana kami telah menghabiskan 2 laptop untuk ngedit sehingga hal tersebut membuat
kerja kami menjadi terbengkalai. Dan menghabiskan 1 monitor laptop. Solusinya kami membenarkan monitor tersebut dan menservice laptop.