• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

0

PENGADILAN TINGGI PADANG

PENGADILAN TINGGI PADANG TAHUN 2012

(2)

i

K A T A P E N G A N T A R

Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke-hadirat Allah SWT atas rahmat

dan ridho-Nya, kita dapat menyelesaikan pekerjaan Renstra selama Tahun 2011

yang telah berakhir, dan telah selesainya secara keseluruhan dari

kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan program-program yang telah

direncanakan ada dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2010 – 2014 dapat

diterbitkan.

Pengadilan Tinggi Padang bertanggung jawab menyusun Rencana

Strategis (Renstra) 5 (lima) tahunan ke depan, berdasarkan surat Sekretaris

Mahkamah Agung RI. No. 552/SEK/01/XII Tanggal 19 Desember 2011.

Penyusunan Rencana Strategis ini diperlukan upaya dan kerja keras dari

seluruh komponen terutama Mahkamah Agung RI. dan stakeholder lainnya.

Upaya tersebut dilakukan Pengadilan Tinggi Padang secara terintegrasi dan

(3)

ii bersih dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan memeriksa, memutus dan

mengadili perkara tingkat banding.

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) ini mengacu dari program kerja

Tahun 2011 yang telah disusun dengan dukungan berbasis data yang akurat bagi

kepentingan perencanaan, monitoring dan evaluasi program/kegiatan Pengadilan

Tinggi Padang.

Akhirnya saya berharap Rencana Strategis (Renstra) ini dapat

dimanfaatkan secara optimal dan oleh Pengadilan Tinggi Padang untuk ke depan

dan masa yang akan datang.

P a d a n g, Januari 2012 PENGADILAN TINGGI PADANG

PANITERA/SEKRETARIS

M U L J O N O, SH. NIP. 19530807 197803 1 002

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Kondisi Umum ... 1.2. Potensi Permasalahan ...

BAB ll VISI, MISI, DAN TUJUAN

2.1. Visi ... 2.2. Misi ... 2.3. Tujuan dan Sasaran ... 2.4. Program dan Kegiatan ...

BAB lll ARAH DAN KEBIJAKAN STRATEGIS

3.1. Arah Strategis ... 3.2. Kebijakan Strategis ...

BAB lV PENUTUP

4.1. Kesimpulan ... 4.2. Saran-saran ...

BAB V LAMPIRAN : MATRIKS RENSTRA 2010 - 2014

5.1. Sasaran Strategis Kinerja 5.2. Sasaran Strategis Pendanaan

(5)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Rencana Strategis Tahun 2010 - 2014 merupakan gambaran atau visionable dari kinerja dan rencana kerja kinerja lembaga Pengadilan Tinggi Padang, sehingga berorientasi pada hasil yang dicapai sebagai sarana atau proses untuk tercapainya Visi, Misi, Tujuan, Sasaran yang telah ditetapkan.

Perencanaan strategis ini disusun melalui suatu proses yang sistematis dan berkelanjutann yang dilakukan pihak yang berkepentingan untuk menetapkan keputusan tentang masa depannya, mengembangkan prosedur dan cara tertentu untuk mencapainya, dan menentukan ukuran keberhasilan pencapaiannya. Intinya adalah pengidentifikasian dan penyelesaian isu-isu strategis (sangat penting) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun mendatang.

Sebagai salah satu instasi pemerintah dengan wilayah hukumnya meliputi seluruh wilayah Sumatera Barat dibawah lingkungan Pengadilan Tinggi Padang, dalam pembuatan dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) ini dapatlah dijadikan pedoman bagi Pengadilan-Pengadilan Tingkat Pertama dibawah lingkungan Pengadilan Tinggi Padang. Menyangkut pertanggung jawaban program dan kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) tahun anggaran yang diteruskan kepada Sekretaris Mahkamah Agung RI dan Laporan tersebut sekaligus merupakan evaluasi pada Pengadilan Tinggi Padang. Evaluasi dimaksud untuk menilai seberapa jauh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi berupa program dan kegiatan selama tahun anggaran dalam tahun berjalan.

(6)

2

1.1. Kondisi Umum

Pengadilan Tinggi Padang adalah salah satu Pengadilan Tinggi berstatus A khusus. Terletak pada Ibukota Propinsi Sumatera Barat yaitu Kota Padang berlamat di Jalan Jenderal Sudirman No. 54 Padang, Kode Pos 25129, Telp. (0751) 30554, 23495 Faks. (0751) 34254.

Pengadilan Tinggi sebagai badan yang melaksanakan dan kekuasaan kehakiman, adalah merupakan Pengadilan negara tingkat banding di peradilan, dalam melaksanakan tugasnya, terlepas dari pengaruh Pemerintah dan luar lain, serta melakukan suatu pengawasan ditingkat seluruh satker yang berada di wilayah Pengadilan Tinggi Padang.

Pengadilan Tinggi Padang sebagai lembaga peradilan di tingkat banding di Wilayah Propinsi Sumatera Barat fungsi utama lembaga yaitu :

1) Pengadilan Tinggi Padang merupakan pengadilan tingkat Banding di wilayah Propinsi Sumatera Barat bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan Banding untuk menjaga agar semua hukum dan undang-undang di seluruh wilayah Sumatera Barat diterapkan secara adil dan benar.

2) Disamping tugasnya sebagai Pengadilan tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Padang memeriksa dan memutus pada tingkat pertama.

Fungsi lainnya terhadap pembinaan dan pengawasan satker-satker dibawahnya yaitu :

1) Pengadilan Tinggi Padang melakukan pengawasan terhadap jalannya peradilan di tingkat pertama dengan tujuan agar peradilan yang

(7)

3 dilakukan pengadilan-pengadilan ditingkat pertama diselenggarakan dengan seksama dan wajar dengan berpedoman pada azas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan, tanpa mengurangi kebebasan dalam memeriksa dan memutus perkara.

2) Pengadilan Tinggi Padang juga melakukan pengawasan :

 Terhadap pekerjaan pengadilan dan tingkah laku para Hakim dan perbuatan Pejabat pengadilan dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok Kehakiman, yakni dalam hal menerima, memeriksa, mengadili, dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya, dan meminta keterangan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan serta memberi peringatan, teguran dan petunjuk yang diperlukan tanpa mengurangi kebebasan Hakim-Hakim.

Wilayah hukumnya meliputi seluruh Wilayah Kota dan Kabupaten dalam Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari 15 (lima belas) Pengadilan Negeri antara lain :

1. Pengadilan Negeri Klas I A Padang

Alamat : Jl. Khatib Sulaiman No. 80 Padang Telp. : (0751) 7054195/446901

2. Pengadilan Negeri Klas I B Pariaman

Alamat : Jl. Imam Bonjol No. 26 Pariaman Telp. : (0751) 92841/91132

(8)

4 Alamat : Jl. Veteran 219 A Bukittinggi

Telp. : (0752) 34362/34361 4. Pengadilan Negeri Klas II Sawahlunto

Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Sawahlunto Telp. : (0754) 61003

5. Pengadilan Negeri Klas II Payakumbuh

Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 162 Payakumbuh Telp. : (0752) 92092/91267

6. Pengadilan Negeri Klas II Padang Panjang

Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 7 Padang Panjang Telp. : (0752) 82208

7. Pengadilan Negeri Klas II Solok

Alamat : Jl. Lubuk Sikarah No. 22 Solok Telp. : (0755) 20153/20708

8. Pengadilan Negeri Klas II Lubuk Basung Alamat : Jl. Dr. Moh. Hatta Lubuk Basung Telp. : (0752) 76143/76052

9. Pengadilan Negeri Klas II Painan Alamat : Jl. Raya Salido Painan Telp. : (0756) 465216/465215 10. Pengadilan Negeri Klas II Batusangkar

Alamat : Jl. Belakang Benteng No. 103 Batusangkar Telp. : (0752) 71075

(9)

5 11. Pengadilan Negeri Klas II Lubuk Sikaping

Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 64 Lubuk Sikaping Telp. : (0753) 20163/20008

12. Pengadilan Negeri Klas II Tanjung Pati Alamat : Jl. Raya Tanjung Pati Telp. : (0752) 7754184/7754229 13. Pengadilan Negeri Klas II Koto Baru

Alamat : Jl. Raya Koto Baru Telp. : (0755) 20320/20121 14. Pengadilan Negeri Klas II Muaro

Alamat : Jl. Prof. M. Yamin No. 51 Muaro Telp. : (0754) 20065/20066

15. Pengadilan Negeri Klas II Pasaman Barat

Alamat : Jl. Pasaman Baru – Padang Tujuh Simpang Empat Pasaman Barat

Telp. : (0753) 7464020/7464021

1.2. Potensi Permasalahan

Dalam mewujudkan rencana strategis yang sesuai dengan visi dan misi Mahkamah Agung RI., maka berpotensi pada permasalahan-permasalahan yang dapat timbul di lingkungan Pengadilan Tinggi Padang yaitu :

- Kurang tertibnya administrasi teknis maupun non teknis, karena tertuju kepada penyelesaian tunggakan perkara ;

(10)

6 - Masih kurang maksimal jaringan IT, karena terbatasnya anggaran, sehingga belum dapat melayani permintaan secara online dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat ;

- Dengan anggaran yang terbatas, berakibat terbatas pula fasilitas untuk mengadakan pembinaan, pengawasan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan sumber daya aparatur peradilan khususnya peningkatan kualitas dan kuantitas pegawai Pengadilan Tinggi Padang dan seluruh satker, agar memotivasi kemampuan/skill dibidangnya masing-masing sesuai dengan jabatannya ;

(11)

7

BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN

2.1. V i s i

Dengan sistem peradilan satu atap (one roof system) dari empat lingkungan Peradilan, maka Pengadilan Tinggi Padang mempunyai Visi yang sama dengan Mahkamah Agung RI yakni:

“TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN YANG AGUNG”

Visi Badan Peradilan tersebut di atas, dirumuskan dengan merajuk pada Pembukaan UUD 1945, terutama alinea kedua dan alinea keempat, sebagai tujuan Negara Republik Indonesia.

Visi merupakan harapan dan cita-cita Pengadilan Tinggi Padang khususnya dan Mahkamah Agung pada umumnya. Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka perlu peningkatan Sumber Daya Manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas. serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai.

2.2. M i s i

Untuk Visi dari suatu organisasi, maka perlu dijabarkan dalam bentuk Misi yang harus dijalankan. Adapun Misi Pengadilan Tinggi Padang,sesuai dengan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia yaitu: 1. Menjaga kemandirian badan peradilan;

(12)

8 2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari

keadilan;

3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan; 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.

Penjelasan keempat misi Badan Peradilan yang digagas, dalam rangka memastikan “Terwujudnya Badan Peradilan Yang Agung” dua puluh lima tahun mendatang, adalah sebagai berikut:

1. Menjaga Kemandirian Badan Peradilan

Syarat utama terselenggaranya suatu proses peradilan yang obyektif adalah adanya kemadirian lembaga yang menyelenggarakan peradilan, yaitu kemandirian badan peradilan sebagai sebuah lembaga (kemandirian instutional), serta kemandirian hakim dalam menjalankan fungsinya (kemandirian individual/fungsional). Kemandirian menjadi kata kunci dalam usaha melaksanakan tugas pokok dan fungsi badan peradilan secara efektif.

Sebagai konsekuensi dari penyatuan atap, dimana badan peradilan telah mendapatkan kewenangan atas urusan organisasi, administrasi dan finansial (konsep satu atap), maka fungsi perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan organisasi, administrasi dan finansial seluruh badan peradilan di Indonesia harus dijalankan secara baik. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas kekuasaan kehakiman yang diembannya. Hal penting lain yang perlu diperjuangkan adalah kemandirian pengelolaan anggaran berbasis

(13)

9 kinerja dan penyediaan sarana pendukung dalam bentuk alokasi yang pasti dari APBN. Kebutuhan adanya kepastian ini untuk memberikan jaminan penyelenggaraan pengadilan di seluruh Indonesia.

Selain kemandirian Instutional, kemadirian badan peradilan iuga mengandung aspek kemandirian hakim untuk memutus (kemandirian individual/fungsional) yang terkait erat dengan tujuan penyelenggaraaan peradilan. Tujuan penyelenggaraan peradilan yang dimaksud adalah untuk menjamin adanya pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil setiap manusia. Selain itu juga perlu dibangun pemahaman dan kemampuan yang setara diantara hakim mengenai masalah-masalah hukum yang berkembang.

2. Memberikan Pelayanan Hukum yang Berkeadilan kepada Pencari Keadilan.

Tugas badan peradilan adalah menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Oleh karenanya orientasi perbaikan yang dilakukan oleh MA harus mempertimbangkan kepentingan pencari keadilan dalam memperoleh keadilan. Dengan demikian adalah keharusan bagi setiap badan peradilan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memberikan jaminan proses peradilan yang adil.

Keadilan, bagi para pencari keadilan pada dasarnya merupakan suatu nilai yang subyektif, karena adil menurut satu pihak belum tentu adil

(14)

10 bagi pihak lain. Penyelenggaraan peradilan atau penegakan hukum harus dipahami sebagai sarana untuk menjamin adanya suatu proses yang adil, dalam rangka menghasilkan putusan yang mempertimbangkan kepentingan (keadilan menurut) kedua belah pihak.

Perbaikan yang dilakukan oleh MA, selain menyentuh aspek yudisial, yaitu substansi putusan yang dapt dipertanggungjawabkan, juga akan meliputi peningkatan pelayanan administratif sebagai penunjang berjalannya proses yang adil. Sebagai contoh adalah adanya pengumuman jadwal sidang secara terbuka dan pemberian salinan putusan, sebagai bentuk jaminan akses bagi pencari keadilan.

3. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan

Kualitas kepemimpinan badan peradilan akan menentukan kualitas dan kecepatan pergerakan perubahan badan peradilan. Dalam sistem satu atap, peran Pimpinan badan peradilan, selain mengusai aspek teknis yudisial, diharuskan juga mampu merumuskan kebijakan-kebijakan non teknis (yudisial).

Terkait aspek yudisial, seorang pimpinan pengadilan bertanggungjawab untuk menjaga adanya kesatuan hukum di pengadilan yang dipimpinnya. Untuk area non-teknis, secara operasional, Pimpinan badan peradilan di bantu oleh pelaksana urusan

(15)

11 administrasi. Dengan kata lain Pimpinan badan peradilan harus memiliki kompetensi yudisial dan non-yudisial.

Demi terlaksananya upaya-upaya tersebut, MA akan menitikbaratkan peningkatan kualitas kepemimpinan badan peradilan dengan membangun dan mengembangkan kompetensi teknis yudisial dan non-yudisial.

4. Meningkatkan kredibilitas dan Transparansi Badan Peradilan

Kredibilitas dan transparansi badan peradilan merupakan factor penting untuk mengembalikan kepercayaan pencari keadilan kepada badan peradilan. Upaya menjaga kredibilitas akan dilakukan dengan mengefektifkan system pembinaan, pengawasan, serta publikasi putusan-putusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban public, adanya pengelolaan organisasi yang terbuka, juga akan membangun kepercayaan pengemban kepentingan di dalm badan peradilan itu sendiri. Melalui keterbukaan informasi dan pelaporan internal, personil peradilan akan mendapatkan kejelasan mengenai jenjang karir, kesempatan pengembangan diri dengan pendidikan dan pelatihan, serta penghargaan ataupun hukuman yang mungkin mereka dapatkan.

Terlaksananya prinsip transparansi, pemberian perlakuan yang setara, serta jaminan proses yang jujur dan adil, hanya dapat dicapai dengan

(16)

12 usaha para personil peradilan untuk bekerja secara professional dan menjaga integritasnya.

2.3. Tujuan dan Sasaran Tujuan

Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan visi yang dicapai yang dicapai atau dihasikan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikannya tujuan strategis, Pengadilan Tinggi Padang akan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi visi misinya untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dan memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi misi organisasi telah dicapai mengingat tujuan starategis dirumuskan berdasarkan visi misi organisasi.

Tujuan yang ditetapkan Pengadilan Tinggi Padang sebagai berikut : 1. Meningkatkan Kemampuan dan Kinerja pengadilan agar lebih efektif

dan efisien ;

2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi peradilan ; 3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Pengadilan ;

Sasaran

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai organisasi dalam waktu yang lebih pendek dari pada tujuan. sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Pengadilan Tinggi Padang adalah :

(17)

13 1. Menyelenggarakan kekuasaan kehakiman yang mandiri, berwibawa

dan tidak memihak;

2. Meningkatkan profesionalisme dan pelayanan lembaga peradilan kepada masyarakat dan pencari keadilan;

3. Menyelenggarakan pengorganisian Pengadilan Tinggi Padang; 4. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Keempat sasaran tersebut merupakan sasaran yang akan dicapai Pengadilan Tinggi Padang dalam tahun 2010-2014. Karena kempat sasaran tersebut belum dapat menjelelaskan sasaran yang akan dicapai setiap tahunnya secara spesifik dan terukur, maka Pengadilan Tinggi Padang dalam tahun 2011 menetapkan sasaran yang dicapai dalam tahun 2011 dengan memperhatikan fungsi Pengadilan Tinggi Padang serta unit-unit kerja yang ada dibawahnya yang mendukung Lembaga Pengadilan Tinggi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Sasaran tersebut tercerminkan dalam sasaran program yang dituangkan dalam dokumen penetapan kinerja tahun 2011.

2.4. Program dan Kegiatan

Salah satu inti kegiatan yang merupakan program utama dari tugas pokok dan fungsi Pengadilan Tinggi Padang adalah pelayanan publik dengan transparans, cepat tanggap, efektif dan efisien.

Program dan kegiatan skala prioritas Pengadilan Tinggi Padang tahun 2011 mempunyai 6 (enam) kegiatan pokok, sebagai berikut :

(18)

14 1) Program Pelayanan Publik.

Melayani masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dari Pengadilan Tinggi Padang dengan adanya Meja Informasi (desk info) dan website Pengadilan Tinggi Padang yang berbasis IT ;

2) Program Penegakan Hukum.

Kegiatan prioritas yang dilaksanakan adalah peningkatan kapasitas penanganan perkara pada proses peradilan tingkat banding, termasuk penanganan perkara tindak pidana korupsi dan perkara tunggakan. 3) Program Peningkatan Manajemen Aparatur Peradilan Umum .

Kegiatan ini diadakan adalah peningkatan kemampuan profesional aparatur hukum, meliputi hakim, panitera pengganti, jurusita dan tenaga teknis peradilan lainnya yaitu Pengadilan Tinggi Padang mengadakan Bimbingan Tekhnis (Bimtek), Pembinaan dan Pengawasan ke seluruh Satker se-wilayah Sumatera Barat.

4) Program Peningkatan Sumber Daya Manusia, Hakim Tinggi, dan Aparatur Peradilan.

Kegiatan ini lebih terarah kepada para Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, maupun Fungsional, dan Pegawai antara lain :

- Hakim Tinggi dipromosikan untuk menjadi Hakim Agung ;

- Untuk percepatan anggaran kepada Pegawai diproritaskan mengikuti sosialisasi dan ujian sertifikasi Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa ;

(19)

15 - Kepada Panitera Pengganti dan Jurusita diberi kesempatan untuk mengikuti Bimtek yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Padang ;

5) Program Peningkatan Kinerja Aparatur Lembaga Peradilan Umum dan Peradilan Khusus (Tipikor).

Pengadaan Perlengkapan Sarana dan Prasarana Gedung Kantor dan Rumah-rumah Dinas Hakim, Pengadaan Alat Pengelola Data, Pengadaan Meubelair, dan Pengadaan Operasional Hakim AdHoc yaitu Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda 2 dan Roda 4.

6) Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Aparatur Lembaga Peradilan.

Pengadaan Penambahan dan Pengembangan Sistem Jaringan IT, agar lebih mampu memberikan pelayanan keadilan kepada masyarakat yang lebih luas dan dapat mengontrol atau mengawasi kinerja dari para Hakim dan Pegawai Pengadilan Tinggi Padang dengan dilengkapi CCTV.

(20)

16

BAB III

ARAH DAN KEBIJAKAN STRATEGI

Pengadilan Tinggi Padang dalam mendukung kebijakan nasional untuk mencapai sasaran pembangunan di bidang hukum telah menetapkan arah dan kebijakan lembaga, yang telah sesuai dan sejalan dengan arah dan kebijakan strategi Mahkamah Agung RI. antara lain :

1. Mengembangkan visi, misi Mahkamah Agung RI. dan menerapkan kepada seluruh satker di bawah Pengadilan Tinggi Padang, agar timbulnya keseragaman visi dan misi dalam menjalankan kegiatan atau program-programa yang telah direncanakan ;

2. Melanjutkan penyelesaian agenda reformasi birokrasi sesuai dengan keinginan dan tujuan perkembangan dari Mahkamah Agung RI., terutama pengembangan tata laksana dan peningkatan sumber daya manusia, serta memaksimalkan pelayanan masyarakat ;

3. Menyelesaikan tunggakan perkara, sehingga tiap tahunnya dapat menyelesaikan sisa-sisa perkara yang berwujud pada peningkatan kinerja peradilan ;

4. Memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja pengawasan dan pembinaan, agar dapat mengontrol keadaan Pengadilan Negeri se-wilayah hukum Pengadilan Tinggi Padang ;

(21)

17 5. Kemandirian anggaran, memaksimalkan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan dalam peningkatan kinerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat ;

(22)

18

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Bahwa dengan lahirnya Undang-undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum dan Undang-Undang No. 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas undang Nomor 2 Tahun 1986 serta undang Nomor 49 Tahun 2009 Tentang Perubahaan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 membawa perubahan terhadap fungsi, kedudukan dan kewenangan Pengadilan Umum di Indonesia. Salah satu sektor beralihnya fungsi dan kedudukan Pengadilan Umum semu (quasi

rechtpraak) menjadi kekuasaan kehakiman yang mandiri (court of law).

Bahwa dengan adanya Undang-Undang terbaru tersebut terdapat beberapa elemen yang peradilan khusus yang memperkaya khasanah dan kewibawaan peradilan seperti adanya Peradilan Tipikor sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 ayat (1) “Di lingkungan peradilan umum dapat

dibentuk pengadilan khusus yang diatur dengan undang-undang”.

Pengadilan Tinggi Padang merupakan unsur kedua dalam bidang teknis yudisial seluruh kegiatan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi yang meliputi bentuk administrasi perkara yang di lingkungan peradilan umum di seluruh Sumatera Barat.

Bahwa action serta sepak terjang aparat Pengadilan Tinggi Padang dalam melaksanakan tugasnya adalah tidak terlepas dari ranah Visi dan

(23)

19 Misi Mahkamah Agung RI yang di format dalam sebuah bingkai Rencana Strategis (renstra) Pengadilan Tinggi Padang dalam setiap tahunnya, dimana secara generalis akuntabilitas renstra tersebut secara formal merupakan tolak ukur untuk penilaian dan pertanggung jawaban seorang pimpinan dan secara material sebagai tolak ukur dalam rangka evaluasi untuk perbaikan dalam tahun berikutnya

Bahwa Struktur Organisasi dan tugas pokok serta fungsi (TUPOKSI) masing-masing pada Pengadilan Tinggi Padang telah berjalan sesuai dengan job description masing-masing. Bahwa dalam pelaksanaan administrasi perkara di Pengadilan Tinggi Padang telah dilaksanakan sesuai dengan pola Bindalmin serta telah memanfaatkan sarana Teknologi Informasi baik Internet maupun aplikasi-aplikasi seperti SIMAK PMN, SAKPA, Bappenas PP 39, serta aplikasi lainnya.

Bahwa dalam rangka pelaksanaan pengawasan baik terhadap internal Pengadilan Tinggi Padang, maupun pengawasan kepada Pengadilan Negeri di wilayah Pengadilan Tinggi Padang, telah ditunjuk Hakim pengawas bidang, juga ditunjuk wakil ketua sebagai koordinator pengawas yang mana dalam pelaksanaannya, Hakim pengawas bidang setiap semester melaporkan temuannya kepada unsur pimpinan Pengadilan Tinggi Padang

Bahwa pembinaan dan pengelolaan, baik yang menyangkut sumber daya manusia teknis yudisial dan non yudisial, pengelolaan sarana

(24)

20 dan prasarana, pengelolaan keuangan dan pengelolaan administrasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meningkatnya kualitas dan kinerja Pengadilan Tinggi Padang akan terlaksana unit-unit komponen pendukungnya saling mengisi, terencana, tersistimatis dan terprogram secara komprehensif.

Kiranya Renstra ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja. Bagi organisasi Pengadilan Tinggi Padang, Renstra diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan penting dalam penyusunan dan implementasi : Rencana Kerja (Operational Plan), Rencana Kinerja (Performance Plan), Rencana Anggaran (Financial Plan) dan Rencana Strategis (Strategic Plan) di masa datang.

4.2. Saran-saran

1. Perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan sarana dan prasarana pada Pengadilan Tinggi Padang serta Pengadilan Negeri yang berada di bawahnya guna mempercepat proses penyelesaian perkara baik tingkat Banding maupun tingkat Pertama ;

2. Optimalisasikan pemanfaatan Rencana Strategis sebagai alat evaluasi kinerja bagi setiap unsur di Pengadilan baik Tingkat Pertama maupun Tingkat Banding ;

(25)

21 3. Memberikan penghargaan (reward) atas keberhasilan pelaksanaan

RENSTRA dan sanksi bagi pelanggar RENSTRA ;

(26)

22

BAB V

LAMPIRAN

(27)

2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi peradilan. 3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengadilan.

Sasaran Indikator Utama 2010 2011 2012 2013 2014

1. Peningkatan tertib administrasi perkara a. Jumlah berkas yang diajukan banding yang disampaikan secara lengkap (terdiri dari Bundel A dan Bundel B)

b. Jumlah berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis

420 (100%) 420 (100%) 459 (100%) 459 (100%) 100% 100% 100% 100% 100% 100%

2. Peningkatan penyelesaian perkara a. Jumlah Perkara yang diselesaikan

b. Jumlah Sisa Perkara yang diselesaikan

388 (92,4%) 93 (96,9%) 419 (91,3%) 29 (90,6%) 93% 92% 94% 93% 95% 94%

3. Peningkatan kualitas SDM a. Jumlah Pegawai yang lulus diklat teknis yudisial yaitu : - Tipikor

- Niaga - PHI

(28)

- Cakim

dengan jumlah yang mengikuti diklat

b. Jumlah Pegawai yang lulus diklat non yudisial : - Kepemimpinan

- Sertifikasi Pengadaan barang dan jasa - Auditor

dengan jumlah yang mengikuti diklat

c. Jumlah Pejabat yang mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi

- - 20 (62,5%) 1 (50%) 62% 50% 62% 50% 62% 50%

4. Peningkatan kualitas pengawasan a. Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti mengenai prilaku aparatur peradilan :

- Teknis - Non teknis

dengan jumlah pengaduan yang dilaporkan

22 (57,9%)

36 (78,3%)

(29)

- Tim Pengawasan Pengadilan Tinggi Padang - dan Badan Pengawasan

dan eksternal :

dengan temuan yang dilaporkan

-

- - -

5. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)

Perkara yang dapat dipublikasikan dan dapat didownload di website Pengadilan Tinggi Padang (Sesuai SK KMA No 144 Th 2007 tentang Keterbukaan informasi peradilan)

(30)

2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi peradilan. 3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengadilan.

Sasaran Indikator Utama 2010 (Rp) 2011 (Rp) 2012 (Rp) 2013 2014

1. Peningkatan Sarana dan Prasana Aparatur Pengadilan Tinggi Padang sesuai dan berpedoman pada Kepres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

a. Pengadaan Fasilitas Gedung Kantor, mulai dari Pengadaan Alat Pengolah Data, Pengadaan Meubelair, Pengadaan Kendaraan Dinas, Pengadaan Inventaris dan Perlengkapan Kantor, serta ATK Lainnya.

50.000.000 5.608.704.000 3.988.000.000 71,10% 75%

2. Peningkatan Sumber Daya Manusia dan atau Peningkatan

a. Pengadaan Ujian Keahlian Sertifikasi Barang dan Jasa sesuai dengan Kepres 54 Tahun 2010

(31)

Pengadilan Tinggi Padang sesuai

jabatannya, agar dapat meningkatkan

kemampuan/skill di bidangnya masing-masing.

c. Pembinaan sesuai dengan Bindalmin - - - - -

3. Mengevaluasi Kualitas dan Kode Etik Hakim.

a. Pengawasan dan Pembinaan ke daerah-daerah yang disertai dengan pengaduan-pengaduan

16.162.000 52.320.000 148.280.000 - -

4. Memaksimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat Yang Adil dan sesuai

a. Pengolah pengaduan baik yang datang langsung maupun secara tidak langsung b. Melayani dengan Desk Info yang telah ada

atau telah difasilitasi di gedung

masing-- - - 500.000.000 - - - - - -

(32)

dengan memaksimalkan jaringan website Pengadilan Tinggi Padang

(33)

Tel. (0751) 30554 Fax. (0751) 34254

SURAT KEPUTUSAN

KETUA PENGADILAN TINGGI PADANG NOMOR : W3.U/17/SK.KPT/I/2012

TENTANG

TIM PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2010 - 2014 PENGADILAN TINGGI PADANG

KETUA PENGADILAN TINGGI PADANG

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan dari Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 11 Tahun 2011 tentang Penyampaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2011 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2012 ;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.

2. Undang-undang Nomor : 3 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

3. Undang-undang Nomor : 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

4. Undang-undang Nomor : 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

5. Undang-undang Nomor : 49 Tahun 2009 tentang 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum.

6. Undang-undang Nomor : 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

(34)

7. Undang-undang Nomor : 51 Tahun 1997 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

8. Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 9. Peraturan Presiden Nomor : 7 Tahun 2005 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004 – 2009.

10. Peraturan Presiden Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Fungsi, Struktur Organisasi, dan Tata Kerja. 11. Peraturan Presiden Nomor : 13 Tahun 2005 tentang

Sekretariat Mahkamah Agung.

12. Peraturan Presiden Nomor : 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan Mahkamah Agung.

13. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Memperhatikan : Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 553/SEK/01/ XII/2011 Tanggal 19 Desember 2011 tentang Penyampaian LAKIP Tahun 2011 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2012, serta Hasil Rencana Stategis (Renstra) Pengadilan Tinggi Padang Tahun 2010 – 2014.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Menunjuk dan mengangkat yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini sebagai TIM PENYUSUNAN

(35)

Kedua : Rencana Strategis Tahun 2010 - 2014 merupakan gambaran atau visionable dari kinerja dan rencana kerja kinerja lembaga Pengadilan Tinggi Padang, sehingga berorientasi pada hasil yang dicapai sebagai sarana atau proses untuk tercapainya Visi, Misi, Tujuan, Sasaran yang telah ditetapkan.

Ketiga : Melaksanakan Keputusan ini dengan penuh tanggung jawab dan melaporkan hasilnya kepada Ketua Pengadilan Tinggi Padang.

Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Mahkamah Agung RI. ; 2. Wakil Ketua Bidang Non Yudisial ;

3. Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung RI. ; 4. Ketua Pengadilan Tinggi Padang (sebagai laporan) ; 5. Arsip ;

Ditetapkan di : Padang

Pada Tanggal : 11 Januari 2012

KETUA PENGADILAN TINGGI PADANG

MUHAMMAD SALEH, SH. MH. NIP. 040 015 894

(36)

Nomor : W3.U/17/SK.KPT/I/2012 Tanggal : 11 Januari 2012 NO NAMA / NIP PANGKAT/ GOLONGAN

JABATAN SEBAGAI TIM

1 2 3 4 5 1. 2. 3. 4. ANASROEL HAROEN,SH.MH. 194807181979031003 MULJONO, SH. 195308071978031002 REFLIZAILIUS, SH. 196005301989031003 ANTONY WIJAYA, SH. 195909041982031004 Pembina Utama Madya ( IV/d ) Pembina Utama Muda ( IV/c ) Pembina ( IV/a ) Pembina ( IV/a ) Wakil Ketua Panitera/Sekretaris Wakil Panitera Wakil Sekretaris Pengawas/Pembina Koordinator Teknis dan Administrasi Koordinator Teknis/ Perkara Koordinator Administrasi

KETUA PENGADILAN TINGGI PADANG

MUHAMMAD SALEH, SH. MH. NIP. 040 015 894

(37)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

"Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka

Bagan Rambo adalah tipe liftnet berukuran besar, menggunakan jaring berbentuk kotak dengan mesh size 0,5 cm. Pengoperasian bagan rambo menggunakan lampu merkuri untuk

Penerapan metode dakwah infiltrasi dalam adegan film “Mama Cake” terdapat pada scene 30 yang menggambarkan ketika Rio sedang mengambil air di pancuran tempat wudhu.

Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Program supervisi akademik kepala sekolah disusun merujuk pada identifikasi permasalahan yang dihadapi guru berdasarkan hasil

Página (Page) 7 akan mempelajari tentang hakekat seorang pria dan beberapa isu yang berbeda, dan di sinilah Tuhan berkata kepada saya sebagaimana kepada Titus,

Kegiatan Pelatihan GO Online diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan UMKM, serta mampu memaksimalkan teknologi untuk memaksimalkan marketing.. Kata kunci :

bahwa untuk mendukung kegiatan sebagaimana dimaksud huruf a, dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, biaya pemeliharaan serta pengelolaan tempat rekreasi dan olah raga

Bentuk penerapan penilaian yang dilaksanakan yaitu, penilaian pengamatan (observasi), dan penilaian diri dan antar peserta didik. Instrument penilaian