• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain dan Implementasi Software Factory Menggunakan Smart Client Software Factory Studi Kasus Perangkat Lunak Peminjaman Buku IT Telkom DESIGN AND IMPLEMENTATION SOFTWARE FACTORY USING SMART CLIENT SOFTWARE FACTORY CASE STUDY: BORROWING-BOOK SYSTEM IN IT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Desain dan Implementasi Software Factory Menggunakan Smart Client Software Factory Studi Kasus Perangkat Lunak Peminjaman Buku IT Telkom DESIGN AND IMPLEMENTATION SOFTWARE FACTORY USING SMART CLIENT SOFTWARE FACTORY CASE STUDY: BORROWING-BOOK SYSTEM IN IT"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

CLIENT SOFTWARE FACTORY STUDI KASUS PERANGKAT LUNAK

PEMINJAMAN BUKU IT TELKOM DESIGN AND IMPLEMENTATION SOFTWARE FACTORY USING SMART CLIENT SOFTWARE FACTORY CASE STUDY:

BORROWING-BOOK SYSTEM IN IT

Rifky Ramadhana¹, Dana Sulistyo Kusumo², Dhinta Darmantoro³

¹Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom

Abstrak

Pengembangan perangkat lunak sekarang sudah memasuki tahap industrialisasi pengembangan perangkat lunak (industrializing software development). Bertujuan untuk membuat perangkat lunak yang lebih produktif dan lebih terprediksi. Sehingga kualitas dari software tersebut terjaga. Pembangunan perangkat lunak dengan software factory memudahkan pihak developer dalam pengembangan dan pemeliharaan aplikasi smart client. Karena dengan software factory pembuataan shell, bisinis logik, dan infrastruktur dikembangkan secara independen, namun tetap terintegrasi satu sama lain. Selain itu software factory juga menggunakan konsep MVP (Model View Presenter) untuk pembuatan user interface. Sehingga dapat memenuhi tuntutan pembuatan perangkat lunak yang lebih produktif dan terprediksi.

Tugas akhir ini bertujuan untuk mengukur maintanability pembuatan aplikasi smart client dengan software factory. Lebih spesifik lagi dengan menggunakan Smart Client Software Factory (SCSF). Smart Client Solution yang digunakan adalah solution template yang sudah disediakan oleh SCSF.

Kata Kunci : software factory, Smart Client Software Factory, maintanability,

Abstract

Now,software development in industrializing software development era. This indiustrialization is achieved by creating software more productive and predictable at the same time. So we can keep the quality of software.

By using software factory, developers can develop and maintain the smart client application easily. Because by software factory, shell, business logic, dan infrastructure independently developed but integrated. So, creating software mor productive and predictable.

The main goal of this final project is to measure the maintainability of smart client application with software factory. Specifically we use smart client software factory(SCSF). The solution is the solution template that provided by SCSF it self.

Keywords : software factory, Smart Client Software Factory, maintanability ,

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(2)

1.Pendahuluan

1.1Latar belakang

Perangkat lunak pada masa pembuatan dan pengembangannya mempunyai siklus hidup layaknya kehidupan manusia. Yaitu dari tahap perangkat lunak tersebut masih berupa ide-ide sampai perangkat lunak tersebut siap pakai dan membutuhkan tahap maintenance(masa pengembangan dan pemeliharaan).

Perubahan teknologi yang begitu pesat juga mempengaruhi maintenance

perangkat lunak itu sendiri. Perubahan yang dilakukan pada perangkat lunak akan berjalan lambat.

Masalah-masalah di atas mengakibatkan produksi dari perangkat lunak itu sendiri menjadi lambat dan mahal. Selain itu juga mempengaruhi

usability,reliability,performance,dan security. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi kualitas dan produktivitas dari perangkat lunak yang dibuat.

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Standish group, 54% dari seluruh proyek pengembangan perangkat lunak mengalmi over budget, 66% pelanggan tidak puas dengan perangkat lunak yang sudah dibuat, dan 90% melebihi jadwal yang telah ditentukan sebelumnya [7].

Software Factory adalah suatu konsep yang dibuat untuk membuat

automating software development. Yaitu menggabungkan konsep pattern, konfigurasi bahasa, framework dan tools untuk mempercepat produksi sebuah software. Sehingga pembuatan perangkat lunak menjadi murah [6].

Konsep software factories dapat diterapkan pada platform .NET yaitu dengan menggunakan Microsoft Software Factories (MSF). Microsoft kini mempunyai empat buah kategori untuk mengmebangkan perangkat lunak dengan software factory, yaitu:

1. Smart Client Software Factory (SCSF). 2. Web Service Software Factory (WSSF). 3. Mobile Client Software Factory (MCSF). 4. Web Client Software Factory (WCSF). [13]

Software factory memudahkan pihak developer untuk membuat dan mengembangkan perangkat lunak, karena mereka bisa mendesain bagian-bagian aplikasi, seperti shell,bisnis logik, dain infrastruktur secara terpisah tetapi tetap terintegrasi satu sama lain.

1.2Perumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, ada beberapa pertanyaan yang bisa timbul diantaranya adalah:

• Apakah software factory dapat menghasilkan perangkat lunak lebih produktif dengan kualitas yang terjaga atau lebih baik?

• Bagaimanakah tahapan perancangan pada software factory dengan menggunakan SCSF?

• Bagaimana tingkat maintainability pada pengembangan perangkat lunak menggunakan software factory dengan reusable solution yang dipilih?

x

(3)

Untuk menghindari terlalu meluasnya pembahasan tugas akhir ini, maka terdapat batasan masalah sebagai berikut:

• Tugas akhir ini hanya menerapkan perancangan dan pembuatan perangkat lunak dengan menggunakan konsep software factory.

• Tugas akhir ini menggunakan SCSF sebagai framework.

• Tungas akhir ini memakai solution template yang sudah tersedia pada SCSF.

• Perangkat lunak yang dibangun adalah perangkat lunak peminjaman buku di IT Telkom. Desain perangkat lunak diambil dari perancangan perangkat lunak yang sudah didesain dan di analisa pada tugas akhir ”Implementasi Test Driven Development Dalam Lingkungan Extreme Programming Studi Kasus: Peminjaman Buku Di Perpustakaan STT Telkom” [5].

• Untuk mendukung perangkat lunak, akan digunakan basis data untuk menyimpan data-data yang diperlukan. Namun, basis data sendiri tidak dijadikan bahasan utama pada tugas akhir ini.

1.3Tujuan

Tujuan dari tugas akhir ini adalah:

• Mengetahui tahap-tahap perancangan perangkat lunak dengan konsep software factory menggunakan SCSF.

• Mengimplementasikan tahap-tahap membuat perangkat lunak dengan software factory menggunakan SCSF.

• Bagaimana tingkatan maitainability pada perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan SCSF.

1.4Metodologi penyelesaian masalah

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah: 1. Studi Literatur

Mengumpulkan bahan-bahan pustaka sebagai referensi tugas akhir yang meliputiMSF dan topik lainnya yang mendukung penyusunan tugas akhir ini. Sumber referensi berupa buku referensi, artikel-artikel dan jurnal ilmuah. Ditambah dengan konsultasi dengan pembimbing, serta sumber-sumber lainnya untuk memantapkan pehamaman teori tugas akhir.

2. Perancangan perangkat lunak Menggunakan framework MSF 3. Implementasi

Menggunakan SCSF 4. Uji coba aplikasi

5. Penyusunan laporan tugas akhir dan kesimpulan akhir

x

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(4)

5.Kesimpulan dan Saran

1.11Kesimpulan

Dari hasil implementasi dan analisa yang telah dilakukan terhadap pembangunan aplikasi Perpustakaan IT Telkom dengan menggunakan SCSF, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

• Membuat perangkat lunak dengan software factory dapat dilakukan dengan menggunakan solution template yang sudah disediakan oleh

Smart client software factory guidance package, sebagai smart client solution.

• Dalam pembuatan aplikasi, SCSF menggunakan konsep MVP. Hal ini terlihat pada tahap pembuatan view dari setiap modul.

• Tingkat Maitainability pada perangkat lunak yang dibuat menggunakan SCSF dengan smart client solution yang diambil dari SCSF guidance package. tergolong dalam kategori fair maintainability, yang berarti perangkat lunak tersebut bisa dikembangkan dengan aman karena kompleksitas tergolong sedang. Hal ini dibuktikan setelah mengukur tingkat maintainability pada perangkat lunak versi awal dan perangkat lunak versi pengembangan menghasilkan nilai MI pada

range 65=<MI<85.

• Besarnya nilai MI sangat dipengaruhi oleh tiga buah faktor, yaitu nilai rata-rata LOC(aveLOC), nilai rata-rata Halstead Volume(aveV), dan nilai rata-rata Extended Cyclomatic Complexity(aveV(g’)). Semakin besar nilai ketiga faktor tersebut, maka semakin kecil nilai MI yang dihasilkan. Sehingga tingkat maintainability akan semakin rendah.

• SCSF membantu meningkatkan tingkat maintainability pada sebuah perangkat lunak. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya nilai MI pada perangkat lunak versi awal dan perangkat lunak versi pengembangan

• SCSF membantu meningkatkan produktifitas dalam pengembangan perangkat lunak. Hal ini disebabkan karena meningkatnya tingkat

maintainability yang juga meningkatkan maintenance productivity

1.12

Saran

Pembangunan aplikasi menggunakan SCSF dapat menggunakan smart client solution dengan solution template yang berbeda-beda. Solution template yang disarankan untuk digunakan adalah solution template yang pernah dibuat oleh pakar perancangan perangkat lunak atau dari organisasi yang berkompeten di bidang perancangan perangkat lunak dan telah diimplementasikan pada suatu aplikasi. Menggunakan solution template yang berbeda, dapat menghasilkan tingkat maintainability yang berbeda.

x

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(5)

Daftar Pustaka

x

(6)

[1] A, Monica, 2008, Analisis Perbandingan Maintainability Pada Ruby On Rails Dan PHP, Bandung, IT Telkom

[2] Andersson, Magnus dan Patrik Vestergren, Object Oriented Design Quality Metrics, Information Technology Computing Science Department, Uppsala University. Sweden

[3] Barranco Garcia,Manuel J dan Juan Carlos Granja Alvarez, 1996

Maintainability As A Key Factor In Maintenance Productivity: A Case Study, IEEE Computer Society, Washington DC, USA

[4] Booch, Greedy dkk, 1998, Unified Modelling Languange User Guide, Addison Wesley.

[5] Effendi,Syaiful, 2005, Implementasi Test Driven Development Dalam Lingkungan Extreme Programming Studi Kasus: Peminjaman Buku Di Perpustakaan STT Telkom, Bandung, STT Telkom

[6] Greenfield, Jack and Keith Short, 2004, Software Factories: Assembling Applications with Patterns, Models,Frameworks, and Tools, Indianapolis, Wiley Publishing,Inc.

[7] Greenfield, Jack, 2006, Measuring Success with Software Factories and Visual Studio Team System,

http://msdn2.microsoft.com/en-us/library/aa925157.aspx.

[8] Maintainability, http://en.wikipedia.org/wiki/maintainability

[9] Microsoft Software Factories Documentation, 2007, Smart Client Software Factories.

[10] Microsoft Software Factories Documentation, 2007, Smart Client Software Factory Hands On Labs

[11] Microsoft Software Facotories Documentation,2007, Smart Client Software Factory – May 2007

[12] Santoz, Jezz and Edward Bakker, 2007, Building Software Factories-Part 1, What are We Building and Why?, 2007,

http://msdn2.microsoft.com/en-us/library/bb871630.aspx. [13] Software Factory, http://en.wikipedia.org/wiki/Software_factory

[14] Szpuszta,Mario, 2006, Designing Smart Client Based on CAB and SCSF,

Microsoft

[15] Welker, Kurt D, Dr. Paul W. Oman, Software Maintainability Metrics Models In Practices,

http://www.stsc.hill.af.mil/crosstalk/1995/11/Maintain.asp

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan teori rezim penguasaan tanah (land tenure regime) untuk analisis, artikel ini melihat bahwa UUK Tahun 2012 yang melembagakan dan menghidupkan kembali

Pemetaan dilakukan terhadap nilai emisi pada total emisi karbon yang dihasilkan dari seluruh aktivitas permukiman pada tiap kelurahan di Kecamatan Benowo. Jumlah

Perlindungan pantai dapat ditimbulkan secara alami oleh pantai maupun dengan bantuan manusia. Perlindungan pantai secara alami dapat berupa dunes maupun karang laut yang tumbuh

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu menguasai, mempersiapkan dan

Berapa persentase dan perbandingan rata-rata komponen biaya obat analgesik dibandingkan biaya obat secara keseluruhan pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia yang

Selain itu dalam menangani kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan korporasi, hakim juga dituntut harus lebih jelih dalam hal membedakan pada pembuktian terhadap

Hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar dapat disimpulkan bahwa model latihan bola bosu cabang olahraga panahan dapat digunakan dalam latihan panahan

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) struktur cerita rakyat Si Pahit Lidah yaitu: (a) tema cerita rakyat Si Pahit lidah adalah sifat iri hati; (b) alur yang digunakan dalam