• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 LATAR BELAKANG OTA SAMARINDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1 LATAR BELAKANG OTA SAMARINDA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1.1 LATAR BELAKANG

OTA SAMARINDA merupakan bagian dari wilayah Propinsi Kalimantan Timur dengan luas wilayah terkecil no. 8 (delapan) yaitu 0,61%. Secara astronomi Kota Samarinda terletak di antara 117o03’00” - 117o18’14” Bujur Timur dan

diantara 00o19’02” - 00o42’34” Lintang Selatan. Kota Samarinda memiliki wilayah seluas

718,00 Km2. Selain itu, secara administrasi Kota Samarinda terbagi menjadi 10

Kecamatan dan 59 Kelurahan. 10 Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Sungai Pinang, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan Kecamatan Sambutan.

Pertumbuhan dan pembangunan kota yang dinamis membutuhkan penyediaan fasilitas yang layak, memadai, terjangkau dan adil, serta pelayanan kepada publik yang semakin baik dan handal. Sebagai daerah otonom, Kota Samarinda pada saat ini dengan giatnya melaksanakan pembangunan kota. Salah satu hasil kegiatan pembangunan Kota Samarinda adalah pembangunan bidang fisik berupa pembangunan prasarana dan sarana wilayah.

Perkembangan pembangunan Kota Samarinda dapat dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pembangunan fisik. Sebagai calon Kota Metropolitan pertama di Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda banyak melakukan pembangunan fisik terutama infrastruktur untuk pelayanan masyarakat. Dalam kurun waktu sampai dengan tahun 2014, Kota Samarinda telah melakukan banyak perbaikan dan pembangunan bidang infrastruktur seperti pembangunan bandara, jalan, terminal, rumah sakit, pelabuhan dan sarana prasarana lainnya. Termasuk juga meningkatnya pembangunan perumahan, baik yang dilakukan oleh perorangan maupun pengusaha real estate (swasta).

Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan rumah karena bertambahnya jumlah penduduk sebagai akibat dari status Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi. Peningkatan pembangunan fisik kota ini merupakan penyebab utama tingginya pertumbuhan sektor ekonomi.

Untuk menunjang perkembangan Kota Samarinda dimasa yang akan datang, prasarana dan sarana wilayah yang ada perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi tuntutan dinamika perkembangan kota dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Hal ini tentunya

(3)

sangat logis dan mendasar bahwa dengan adanya perkembangan pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang tinggi di Kota Samarinda maka memerlukan penyediaan sarana prasarana dan infrastruktur yang memadai.

Persoalan lain yang masih menjadi kendala adalah terkait pembangunan sarana dan prasarana kota. Secara umum permasalahan pembangunan sarana dan prasarana kota adalah :

1. Kebutuhan belum diimbangi dengan penyediaan baik secara kualitas maupun kuantitas.

2. Distribusi fasilitas/sarana belum merata baik jenis maupun skala pelayanannya. 3. Kebutuhan ruang untuk mengakomodasikan penyediaan fasilitas/sarana tidak dapat

dipenuhi di kawasan pusat kota sekarang.

4. Tingkat pelayanan prasarana yang belum memadai.

Dalam rangka menuju Kota Metropolitan maka Pemerintah Kota Samarinda menghadapi berbagai permasalahan yang bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Keterbatasan sumberdaya manusia daerah dan aparatur pemerintah sesuai dengan tuntutan kebutuhan baik dari segi kualitas dan kuantitas dalam rangka pemberian pelayanan sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat.

2. Masih kurangnya sarana prasarana yang ada untuk pelaksanaan pemerintahan umum dan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

3. Belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber keuangan daerah yang potensial. 4. Terbatasnya kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pelaksanaan tugas dan

fungsi pemerintah daerah.

5. Terbatasnya ketersediaan infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan ikliminvestasi yang kondusif.

6. Masih kurangnya produk-produk hukum secara lengkap sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Secara geografis, Kota Samarinda memiliki posisi yang strategis yaitu terletak di wilayah tengah Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur. Kota Samarinda mempunyai sungai utama yaitu Sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda dengan lebar antara 300-500 meter. Letak strategis wilayah Kota Samarinda ini merupakan potensi yang sangat mendukung bagi berkembangnya interaksi wilayah Kota Samarinda dengan wilayah luar, baik dalam skala nasional, regional maupun

(4)

pertumbuhan pada sektor perekonomian dan peningkatan laju perkembangan penduduk. Sebagai langkah ke depan guna mengimbangi perkembangan Kota Samarinda yang dinamis maka perlu diupayakan penyediaan prasarana dan sarana serta infrastruktur yang memadai, hal ini tentunya guna mewujudkan visi dan misi pembangunan dan pengembangan Kota samarinda untuk 20 (dua puluh) tahun mendatang sebagaimana tercantum dalam RPJP 2005-2025 dan RPJMD 2011-2015 seperti berikut:

Tabel 1.1

Visi-Misi RPJP 2005-2025 dan RPJM 2011- 2015 Kota Samarinda

Visi/Misi RPJP 2005-2025 RPJMD 2011-2015

Visi Terwujudnya Samarinda Sebagai Kota Tepian Yang Terdepan di Kalimantan

Terwujudnya Kota Samarinda Sebagai Kota Metropolitan Berbasis Industri, Perdagangan dan Jasa Yang Maju Berwawasan Lingkungan, Mempunyai Keunggulan Daya Saing Untuk

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Misi 1. Mewujudkan kualitas SDM Kota Samarinda yang berdaya saing berbasis penegakan hukum; 2. Mewujudkan Pembangunan perekonomian Kota Samarinda yang tangguh berbasis sektor unggulan daerah;

1. Menciptakan dan peningkatkan fasilitas umum dan utilitas penunjang sektor industri,

perdagangan dan jasa sebagai basis untuk menuju Kota Metropolitan;

2. Penanggulangan persoalan banjir secara tuntas dan menyeluruh;

3. Mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri. 4. Penanggulangan persoalan kebakaran secara

tuntas dan menyeluruh;

5. Menciptakan dan meningkatkan kehidupan kesehatan Masyarakat;

6. Mengembangkan sektor pendidikan dan sumber daya manusia yang profesional dan religius; 7. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan

incomeperkapita Kota Samarinda ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam setiap tahun;

8. Peningkatan kehidupan beragama, pemuda dan olah raga serta sosial budaya yang kebih dinamis dan kondusif sehingga tercipta iklim kehidupan masyarakat yang lebih produktif; 9. Pemerataan keuangan daerah dan pembiayaan

keuangan daerah;

10. Peningkatangood governmentpemerintah Kota yang lebih baik.

Sumber: RPJP Kota Samarinda 2005-2025 dan RPJMD Kota Samarinda 2011-2015

Dalam rangka peningkatan Standar Pelayanan Minimum bidang Pekerjaan Umum khususnya Cipta Karya, Pemerintah Kota Samarinda perlu mengupayakan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.

(5)

Adapun pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur meliputi sub bidang air minum, sub bidang persampahan, sub bidang air limbah, sub bidang drainase, tata bangunan dan lingkungan, dan sub bidang permukiman.

Untuk pembangunan 5 (lima) tahun kedepan dapat berpedoman pada RPJMN 2015-2019 dan RPJM Provinsi Kalimantan Timur 2013-2018 dan Dokumen “Arah Kebijakan Pembangunan Kota Samarinda 2016-2021” sebagai alternatif sementara RPJMD Kota Samarinda 2016-2021 belum disusun karena transisi pemilihan Kepala Daerah yang dilaksanakan pada Bulan Desember 2015. Sesuai dengan Dokumen Perencanaan tersebut di atas, maka arahan pembangunan Kota Samarinda yaitu peningkatan investasi di bidang infrastruktur, dan perlu merinci pendanaan yang dibutuhkan pada setiap kegiatannya yang dituangkan dalam Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) yang mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 5 tahun.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan dokumen RPIJM Kota Samarinda ini adalah mewujudkan kemandirian Kota Samarinda dalam penyelenggaraan infrastruktur permukiman yang berkelnajutan, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Tujuan dari penyusunan dokumen RPIJM Kota Samarinda ini adalah sebagai dokumen acuan dalam perencanaan, pemrograman, dan penganggaran pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya di Kota Samarinda.

1.3 KEDUDUKAN RPIJM

Kedudukan RPIJM Bidang Cipta Karya pada sistem perencanaan pembangunan Bidang Cipta Karya, dapat dilihat pada gambar berikut.

(6)

Sumber: Pedoman Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten/Kota

Gambar 1.1 Kedudukan RPJM Bidang Cipta Karya pada Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Pada Gambar 1.1 dapat dilihat bahwa RPIJM Bidang Cipta Karya, mengacu pada renstra Dirjen Cipta Karya 2015-2019 dan Renstra Cipta Karya/RAD Gerakan Nasional 100-0-100 Provinsi, juga mengintegrasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten/kota dan Renstra SKPD Kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan keterpaduan pembangunan permukiman yang berkelanjutan.

1.4 MUATAN RPIJM

Muatan RPIJM Kota Samarinda ini terdiri dari:

Bab 1 Pendahuluan

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai latar belakang, maksud dan tujuan RPIJM Bidang Cipta Karya, serta muatan RPIJM Bidang Cipta Karya.

Bab 2 Profil Kabupaten/Kota

Bagian ini membahas mengenai wilayah administrasi, potensi wilayah, demografi dan urbanisasi, serta isu strategis Kota Samarinda.

(7)

Bab 3 Arahan Kebijakan dan Rencana Strategis Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Pada bab ini berisi arahan kebijakan pembangunan Bidang Cipta Karya dan rencana strategis infrastruktur Bidang Cipta Karya

Bab 4 Analisis Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan

Pada Bagian ini membahas tentang analisis sosial, ekonomi, dan lingkungan antara lain Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan analisis kemiskinan.

Bab 5 Kerangka Strategi Pendanaan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

Bagian ini membahas mengenai kebutuhan investasi, potensi pendanaan, dan alternatif pendanaan.

Bab 6 Kerangka Kelembagaan dan Regulasi Kabupaten/Kota

Bagian ini membahas mengenai kerangka kelembagaan dan kerangka regulasi yang ada di Kota Samarinda.

Bab 7 Rencana Pembangunan Infrastruktur Cipta Karya

Bagian ini membahas mengenai rencana program investasi infrastruktur Bidang Cipta Karya untuk masing-masing sektor, yaitu sektor Pengembangan Kawasan Permukiman, Penataan Bangunan dan Lingkungan, Pengembangan SPAM, dan Pengembangan PLP. Pada setiap sektor dijelaskan kondisi eksisting, analisis kebutuhan, serta usulan kebutuhan program dan pendanaan masing-masing sektor.

Bab 8 Memorandum Program Jangka Menengah Bidang Cipta Karya

Pada bab ini berisi mengenai matriks program investasi RPIJM Kota Samarinda dan matriks keterpaduan program pada kawasan prioritas Kota Samarinda

Gambar

Gambar 1.1 Kedudukan RPJM Bidang Cipta Karya pada Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Referensi

Dokumen terkait

Adapun dari sarana-prasarana penunjang dan sekolah sebetulnya kurang maksimal dalam menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung dan memudahkan siswa mencapai

Dalam kerangka pelaksanaan otonomi daerah, penyediaan infrastruktur dihadapkan pada tantangan untuk mewujudkan suatu keterpaduan antara kebijakan nasional (top down policy)

Kedua, sarana dan prasarana di SMK lebih pada penyediaan fasilitas pembelajaran kejuruan seperti bengkel atau ruang praktikum yang memungkinkan siswa memandang bahwa belajar

Penyiapan sarana dan prasarana pendukung Gerakan Tertib Arsip Dinamis (GETAR), baik pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai Lembaga Kearsipan Daerah maupun

Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yang sarana penyediaan air minumnya berfungsi dan 3 lokasi yang sarana penyediaan air minumnya berfungsi sebagian dan tidak

a. Tingginya apresiasi masyarakat terhadap PAUD gratis yang tidak diiringi dengan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai. Fokus program PAUD masih banyak terfokus di PAUD

Tersedianya sarana prasarana merupakan syarat mutlak guna mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Dengan tersedianya sarana prasarana daerah yang cukup

Suparno (2005) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Terhadap Penyediaan Sarana dan Prasarana Sosial ekonomi di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Tahun 1994-2003”,