20
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2008), metode penelitian merupakan suatu cara ilmiah yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapatkan jawaban atas masalah yang diajukan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Dalam jenis penelitian ini dikenal dengan adanya hipotesis deskriptif yang ditentukan dengan cara menetapkan kriteria tertentu atau batasan berdasarkan kajian teoritis oleh peneliti. Data yang diperoleh dalam dalam jenis penelitian ini adalah data dalam bentuk angka yang kemudian dianalisa dan dijabarkan secara deskriptif untuk membuktikkan hipotesis yang diajukan oleh peneliti.
3.2 Pengukuran Definisi Operasional dan Variabel
Sebelum menjelaskan bagaimana hubungan antar indikator penelitian dengan para Job Seeker pada bursa kerja di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Maka perlu ditentukan terlebih dahulu tentang variabel penelitian sebagai berikut, Variabel independen (X) atau variable bebas adalah variable yang mempengaruhi variable dependen. Variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini adalahThe factor of inner urge (Dorongan dari dalam), The factor of social motive (Motif dalam lingkungan social), dan The factor of emotional (Faktor emosi). Sebaliknya Variabel Dependen (Y) atau variable terikat adalah variable yang dipengaruhi oleh variable independen atau variable bebas. Variable dependen dalam penelitian ini adalah Minat.
21
Berdasarkan penjelasan teoritis yang menjadi acuan dalam penelitian ini maka penelitian ini akan meneliti minat para pencari kerja (Job Seeker) sebagai obyek penelitian yang mengikuti job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang merupakan organisasi yang menyediakan lowongan pekerjaan bagi mahasiswa fresh graduate (sudah lulus) UKSW dan terbuka bagi umum, yang diselenggarakan melalui kegiatan yang dilakukan 3 kali dalam 1 tahun. Selanjutnya variabel-variabel penelitian yang dipilih dalam pengembangan penelitian ini disesuaikan dengan indikator yang terumus dalam rumusan masalah dan alur pikir penelitian. Berikut ini adalah definisi operasional variable.
Tabel 2. Pengukuran Defenisi Operasional
Variabel Definisi
Operasional Indikator Pertanyaan The factor of inner
urge (Dorongan dari dalam).
Rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah
menimbulkan minat misal, cenderung terhadap belajar, dalam hal ini seseorang
mempunyai hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
(Crow dan Crow, 1985).
1. Perasaan tertarik (Singer, 1987).
2. Hasrat ingin tahu (Sumadi, 2007).
1. Program job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menarik untuk diikuti.
2. Program job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyediakan lowongan kerja dari perusahaan- perusahaan yang sering dicari tahu pencari kerja.
3. Program job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyediakan lowongan kerja dari perusahaan-
22
perusahaan yang banyak diminati pencari kerja.
The factor of social motive (Motif dalam lingkungan sosial).
Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, disamping hal dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial, misal seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi pula.
(Crow dan Crow, 1985).
1. Prestasi yang tinggi.
(Sedarmayanti, 2009).
2. Jabatan yang bagus.
(Sayadam, 2010).
3. Gaji yang tinggi.
(Fajar dan Heru, 2013).
1. Job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyediakan lowongan kerja di perusahaan yang mana rata- rata adalah perusahaan yang bonafit.
2. Job fair di Universitas Kristen Satya Wacana(UKSW ) menawarkan lowongan jabatan atau posisi dari perusahaan yang rata-rata memiliki jenjang karir yang bagus.
3. Perusahaan- perusahaan yang berpartispasi dalam job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menawarkan gaji yang cukup tinggi.
The factor of emotional (Faktor emosi).
Faktor perasaan dan emosi ini
mempunyai pengaruh terhadap obyek misal perjalanan sukses yang dipakai individu dalam sesuatu kegiatan
1. Perhatian yang tertuju pada suatu objek (Rifai, 2013).
2. Perasan senang (Sumandi, 2007).
1. Job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) selalu menawarkan sesuatu yang menarik perhatian,
23 tertentu dapat
membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut.
Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang
berkembang.
(Crow dan Crow, 1985).
seperti jenis perusahaan dan area
penempatan kerja.
2. Job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menawarkan berbagai macam pilihan
perusahaan yang disenangi oleh kebanyakan pencari kerja.
3. Job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menawarkan berbagai hal yang disukai pencari kerja seperti fasilitas yang disediakan, kepraktisan dan efisiensi memilih perusahaan serta kemudahan prosedur melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan yang ikut serta didalamnya.
Minat Minat merupakan
kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong kita untuk
memperhatikan seseorang, suatu kegiatan, suatu yang
1. Usaha dan kemauan untuk mempelajari (Learning) dan mencari sesuatu.
(Suharyat, 2009).
2. Dorongan pribadi
1. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) selalu menyediakan informasi tentang job fair yang menarik minat pencari
24 dapatmemberikan pengaruh-pengaruh terhada pengalaman yang telah
distimulus oleh kegiatan itu sendiri (Crow dan Crow, 1985).
seseorang dalam keinginannya mencapai suatu tujuan tertentu.
(Suharyat, 2009).
kerja untuk berpartisipasi dalam job fair tersebut.
2. Program job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) selalu menyediakan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan minat pencari kerja sehingga dapat
memperoleh pekerjaan di perusahaan yang diinginkan.
3. Program job fair yang
diselenggarakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) selalu memperbaiki layanan mereka sehingga dapat tetap menarik minat pencari kerja yang belum berhasil mendapatkan pekerjaan agar kembali berpartisipasi pada job fair berikutnya.
25 3.3 Populasi dan Sampel
Menurut Riduwan (2005), seperti dikemukakan dalam Santoso (2014) menyebutkan bahwa populasi adalah objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam penelitian jumlah populasi nya adalah 1178 diambil dari peserta job fair pada periode Juni 2019.
Hadi (2000) dalam Santoso (2014), menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi atau sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi. Sampel merupakan bagian dalam populasi yang mewakili jumlah populasi yang diteliti. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2012), purposive sampling adalah suatu cara pengambilan sampel dimana peneliti telah memiliki kriteria dan pertimbangan tertentu terhadap sampel yang akan diteliti. Kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah responden merupakan pencari kerja yang mengikuti job fair yang diselenggarakan di UKSW.
Lebih jauh mengenai jumlah pengambilan ukuran sampel, Isaac dan Michael dalam Sugiyono (2008), menjelaskan tentang pengambilan ukuran sampel dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
s = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
λ2 = Chi Kuadrat, dengan dk = 1, taraf toleransi kesalahan 1%, 5% dan 10%
d = 0,05
P = Q = Proporsi populasi = 0,5
26
Berdasarkan rumus tersebut, Isaac dan Michael telah mengembangkan tabel penentu jumlah ukuran sampel dengan taraf toleransi kesalahan penelitian 1%, 5%, dan 10% (terlampir). Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki. Mengacu pada tabel penentu tersebut, dalam penelitian ini jumlah populasi peserta jobfair pada periode juni 2019 adalah 1178 orang dan taraf toleransi kesalahan penelitian yang digunakan adalah 5%, makabesaran jumlah sampel yang harus diambil berkisar antara 265 hingga 270 responden.
3.4 Pemilihan Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah para pencari kerja (job seeker) yang mengikuti job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) periode juni 2019. Berdasarkan tabel penentu jumlah sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, maka dalam penelitian ini peneliti memutuskan untuk mengambil sampel dengan jumlah 270 responden sebagai representatif populasi para pencari kerja dalam jobfair UKSW periode juni 2019.
3.5 Jenis dan Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup untuk mengumpulkan data mengenai minat para Job Seeker yang mengikuti job fair di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Kuisioner terbuka memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri Arikunto (2006),responden akan diberi pertanyaan mengenai minat mereka dalam mengikuti job fair beserta
27
alasannya. Kuisioner tertutup berisi butir-butir pernyataan sesuai dengan variabel yang diteliti didalam penelitian ini.
3.6 Teknik Analisis Data
Setiap butir pernyataan pada instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yang berupa kuesioner tertutup diukur dengan menggunakan skala Likert 1-5, yaitu: 1 = Sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral/tidak tahu, 4 = setuju, 5 = sangat setuju. Instrumen penelitian dan data kemudian diuji dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik sebagai berikut:
3.6.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji valid tidaknya suatu instrumen yang digunakan dalam pengambilan data penelitian. Menurut Arikunto (2006),validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Dalam penelitian ini instrumen yang diuji adalah kuesioner. Suatu kesioner dinyatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Tingkat validitas dapat diukur menggunakan Korelasi Bivariate Pearson, yakni dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel untuk Degree Of Freedom (df) = n. Dikatakan valid apabila r hitung > r tabel dan sebaliknya jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut dikatakan tidak valid Ghozali (2007).
3.6.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur satu set daftar pertanyaan yang merupakan indikator dari variabel-variabel penelitian. Menurut
28
Arikunto (2006), reliabilitas adalah sesuatu instrumen yang mana cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat dalam pengumulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Hal ini dilakukan untuk mengukur konsistensi variabel yang diteliti. Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk mengukurnya digunakan uji statistik Cronbach Alpha (α) dengan SPSS, yangmana dikategorikan reliabel jika Cronbach Alpha (α) > 0,600 Ghozali (2007).
3.6.3 Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini ada 3 uji asumsi klasik yang dilakukan. Uji yang pertama adalah pengujian normalitas yang digunakan untuk menguji data variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) pada persamaan regresi untuk melihat apakah data yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak.
Selanjutnya, uji yang kedua adalah pengujian multikolinearitas untuk mengetahui apakah antar variabel bebas dalam persamaan regresi saling berkorelasi atau tidak, sehingga dapat diketahui apakah terjadi hubungan yang sempurna atau hampir sempurna antara variabel bebas agar dapat diukur pengaruh dari setiap variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat. Uji yang terakhir adalah pengujian heteroskedastisitas untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan model karena gangguan varian yang berbeda antar observasi satu ke observasi lain.
29 3.6.4 Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistic sebagai berikut:
1. Regresi Linier Berganda
Metode analisis yang digunakan adalah model regresi linier berganda. Menurut Sugiyono (2014), bahwa analisis regresi linier berganda bermaksud meramalkan bagaimana keadaan variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediator dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2.
Adapun persamaan regresi linier berganda yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Y = Minat
β = Koefisien regresi X1 = Dorongan dari Dalam
X2 = Motif dalam Lingkungan Sosial X3 = Emosi
2. Uji Parsial (t test)
Uji t (t-test) adalah pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial,pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antaravariabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwavariabel independen lain dianggap konstan. Hasil perhitungan uji t ini selanjutnya dibandingkan dengan t tabel dengan
Y = β X1 + β X2 + β X3
30
menggunakan tingkat kesalahan 0.05. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Ho diterima jika nilai t hitung< t tabel atau nilai sig > α - Ho ditolak jika nilai t hitung> t tabel atau nilai sig < α
Bila terjadi penerimaan Ho maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan, sedangkan bila Ho ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan.
3. Uji Simultan (F test)
Uji F adalah pengujian terhadap koefisien regresi secara simultan.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang terdapat di dalam model secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. F hasil perhitungan ini dibandingkan dengan F
tabel yang diperoleh dengan menggunakan tingkat resiko atau signifikan level 5% (0.05) atau dengan degree freedom = k (n-k-1) dengan kriterian sebagai berikut:
- Ho diterima jika nilai F hitung< F tabel atau nilai sig > α - Ho ditolak jika nilai F hitung> F tabel atau nilai sig < α
Jika terjadi penerimaan Ho, maka dapat diartikan model regresi berganda yang diperoleh tidak berpengaruh signifikan sehingga mengakibatkan tidak signifikan pula pengaruh dari variabel-variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.
31
4. Koefisien Determinasi (Adjusted R Square)
Uji ini bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Apabila analisis yang digunakan adalah regresi berganda, maka yang digunakan adalah Adjusted R Square. Hasil perhitungan Adjusted R2 dapat dilihat pada output Model Summary hasil olah data pada program SPSS. Pada kolom Adjusted R2 dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.