• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODIFIKASI ATM DOBBY UNTUK PEMBUATAN KAIN TENUN TRADISIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODIFIKASI ATM DOBBY UNTUK PEMBUATAN KAIN TENUN TRADISIONAL"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MODIFIKASI ATM DOBBY

UNTUK PEMBUATAN KAIN TENUN TRADISIONAL

Oleh :Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar

Balai BesarTeksil,

n.

A. Yani No. 390 Bandung Telp. 022.7206214-5 Fax. 022.7271288; E-mail: texirdti@bdg- centrin.net.id, [email protected]; [email protected]

Tulisan diterima: 15 Maret 2010, Selesai diperiksa: 3Mei 2010

ABSTRAK

Penelitian telah dilakukan pada ATM jenis teropong merek suzuki buatan tahun 1976 dengan memodifikasi beberapa alat suku cadang (spare part) mesin seperti pada bagian peralatan pembuat desain (dobby), sistem peralatan penggulung (beam) benang lusi dan sistem penguluran benang lusi (let-off) sehingga dapat dipergunakan untuk membuat kain tenun songket tradisional Adapun spesifikasi benang yang digunakan untuk penelitian ini adalah jenis benang Poliester Rotoset 150 D sebagai lusi anyaman dasar; Poliester Trilobal 150 x 2 D sebagai lusi anyaman motif;

dan benang pakan jenis Rayon Ne! 30; Jumlah lusi dasar: 2.368 helai; Jurnlah lusi motif: 2.208 helai, sedangkan jenis kain yang dibuat adalah kain tenun Songket dengan motif anyaman Pucuk Rebung dari Pekanbaru - Propinsi Riau.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ATM jenis teropong yang telah dimodifikasi tersebut rnerniliki produktivitas yang lebih besar, kualitas kain yang lebih baik dan harga kain yang lebih rnurah dibandingkan dengan kain tenun songket yang dihasilkan oleh ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

Kata kunci : ATM, ATBM, songket, dobby, beam

ABSTRACT

A research was carried out on shuttle loom type ofSuruki brand made on 1976 by modifying several spare parts of the machine as of the design creator (dobby), warp beaming parts and the let-off to make it able to make traditional Songket weaving fabric. The yarn specification used in this research is Polyester Rotoset 150 Das basic weaving warp yarn; Polyester Trilobal 150 x 2 Das motive weaving warp yarn; and Rayon Ne, 30 as the weftyarn;

Basic warp: 2,368 ends; Motive warp: 2,208 ends, the kind offabric made was Songket weaving fabric with weaving design was Pucuk Rebung of Pekanbaru - Riau Province.

The result of the research showed that the modified shuttle loom has higher productivity, betterfabric quality, and cheaper price of thefabric compared to Songket weaving fabric from hand loom.

Key words: loom, hand loom, Songket, dobby, beam

PENDAHULUAN

Produk kain tenun tradisional yang dihasilkan beberapa daerah di Indonesia seperti kain tenun tradisional Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Namru Aceh Darusalam (NAD), Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung dan sebagian daerah di Kalimantan ini memiliki kerniripan dengan kain tenun tradisional yang dipergunakan oleh masyarakat Melayu negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Adanya kesamaan etnis dan bahasa yang dipergunakan rnereka termasuk -t-,

pakaian ad at yang dikenakan, mernbuat orang Melayu memiliki hubungan ernosional yang lebih dekat satu sama lain. Kornunitas Melayu ini cukup potensial untuk dapat dijadikan target pasar pemakai kain tenun tradisional Melayu. Peluang tersebut perlu ditangani secara serius oleh IKM (industri kecil rnenengah) Tekstil nasional sebagai usaha baru yang prospektif.

Dari aspek teknis kain tenun tradisional Melayu ini sangat unik, seperti halnya kain tenun

songket yang memiliki desain struktur yang sulit, namun indah karena kombinasi warna yang sangat mengagumkan. Cara berpakaian dengan mengenakan pakaian adat dari kain tenun tradisional Melayu ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya seternpat dan merniliki nilai luhur yang harus dilestarikan sehingga pakaian adat tersebut hingga sekarang masih bertahan dan bahkan terus akan dikembangkan. Hal ini terbukti dengan adanya Festival Pakaian Aclat Melayu yang pada tahun 2003 lalu cliselenggarakan di Selangor - Malaysia dan festival yang sarna pacla tahun berikutnya diselenggarakan cli Pekanbaru-Riau.

Kain tenun traclisional Melayu ini umurnnya dibuat secara manual dengall menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) atau gedogan yang peralatannya sangat sederhana. Dengan menggunakan peralatan tersebut, procluksi satu lernbar kain tenun tradisional mencapai satu bulan atau bahkan lebih sehingga ongkos tenaga kerja per lernbar kain menjadi sangat Modifikasi A TM Dobby untuk Pembuatan Kain Tenun Tradisional

19

(Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar)

(2)

Balai Besar Tekstil

mahal. Oleh karena harga kain tradisional Melayu sangat mahal, masyarakat yang memakai pakaian tersebut jumlahnya sangat terbatas yaitu mereka yang berpenghasilan tinggi atau mereka yang status sosialnya cukup terpandang di masyarakatnya.

Sedangkan masyarakat umum akan sangat sulit untuk dapat membeli kain tenun tradisional tersebut dengan harga yang terjangkau. Berikut ini merupakan contoh- contoh kain tradisional dari Sumatera :

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan atau rujukan bagi para pengrajin (industri kecil) . sebagai informasi pengembangan teknologi dan desain

Bating Kayu Apui

Tigo Negeri

Bintang Berante

Lepus Berakam

dilakukan, maka dalam hal ini direncanakan membuat jenis kain dengan anyaman kain tenun Songket dengan motif Pucuk Rebung, yang berasal dari Pekanbaru- Propinsi Riau.

HIPOTESA

Dengan memodifikasi ATM teropong tersebut diharapkan proses pembuatan kain tenun tradisional akan relatif lebih mudah dan produktivitasnya jauh lebih tinggi sehingga biaya produksi serta harga jual kain akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) atau

Bungo Jepang

Gambar 1. Jenis - Jenis Kain Songket

Nago Besaung

kain tradisional dengan cara melakukan modifikasi mesin-mesin tenun yang ada. Selain itu kain yang dihasilkan dari modifikasi mesin tersebut clapat menjadi bahan contoh procluksi kain dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat umum.

Salah satu upaya Pemerintah Daerah Propinsi Riau adalah berkonsultansi dengan Balai Besar Tekstil, bagaimana agar ongkos produksi kain tenun tradisional Melayu ini dapat ditekan serendah mungkin sehingga harganya dapat dijangkau oleh masyarakat umum tanpa harus meninggalkan keunikan dari kain tradisional tersebut. Hal ini dilakukan oleh Pemda Propinsi Riau dalam rangka mempopulerkan pakaian adat Melayu.

Konsultansi Pemcla Propinsi Riau tersebut' membuahkan icle untuk memodifikasi ATM jenis teropong merek Suzuki tahun 1976 yang ada di Laboratorium Balai Besar Tekstil. Selama ini ATM teropong tersebut sudah lama tidak difungsikan karena sudah tidak dapat lagi bersaing dengan mesin-rnesin tenun terbaru. ATM jenis ini hanya dapat dipergunakan untuk menenun kain-kain dengan clesain yang sederhana. Walaupun kondisi mesin sudah tua tetapi jenis mesin dan ketersediaan akan suku cadangnya

masih ban yak dipasaran. Dari sekian banyaknya jenis kain tradisional, terkait clengan modifikasi yang akan

Bungo Pacik

Cantik Manis

gedogan yang selama ini dipergunakan.

METODA PENELITIAN

Metoda penelitian yang clilakukan menggunakan metoda eksperimen dengan tahapan sebagai berikut :

Persiapan Penelitian Bahan baku

Jenis benang yang digunakan untuk benang lusi dasar adalah Poliester Rotoset 150 D dengan tiga macam warna (merah, kuning, biru), untuk lusi motif Poliester Trilobal 150 x 2 D dan untuk benang pakan adalah : Rayon Ne, 30 warna putih, sedangkan jumlah lusi dasar: 2.368 helai ,clan jumlah lusi motif: 2.208 helai.

Mesin tenun

Mesin tenun yang digunakan adalah ATM teropong merek Suzuki tahun 1976 dengan kapasitas motor 0,81 kw yang terdapat di Laboratorium Pertenunan Balai Besar Tekstil, dengan kondisi awal yang tidak jalan.

Rencana desain anyaman

Proses penggambaran rencana desain kain tenun songket dilakukan secara manual pada kertas berpetak dengan desain songket berasal dari provinsi

20

Arena Tekstil Volume 25No. 1 -Juni 2010 :1-56

(3)

Riau-Pakanbaru dengan corak tradisional "Pucuk Kct Rebung",

Persiapan Modifikasi

Sebelum melakukan rekondisi dan modifikasi, maka terlebih dulu dilakukan pengecekan kelengkapan peralatan mesin ATM yang akan digunakan untuk proses pembuatan kain tenun tradisional. Berikut ini pada Tabel 1 menampilkan hasil pengecekan sebelum modifikasi.

Tabel 1.Hasil Pengecekan ATM Dobby Suzuki (Sebelum Modifikasi)

4 Kclengkapan

Peralatan Ket

No 1 3

2

Kondisi tidak len ka Penguluran Lusi

(Let-off Unit)

-Beam Lusi Tidak ada

-Dudukan beam lusi Tidak ada

- Pen uluran Lusi Ada Macer,

-Ka usilanzan Tidak ada

-Pen ereman beam Ada Macet

- Back Rest Tidak ada

Dobby Unit

-Stang dobby Ada Retak I

atah

-Frame dobb Ada

- Pisau dobb Tidak ada

-Roda kartu Tidak ada

-Roda rachet dobby Tidak ada

- Pengantar kartu dobby Tidak ada

- Pakudobby Tidak ada

- Papan dobby Tidak ada

Shedding Unit

-Tali Gun Tidak ada

-RolGun Tidak ada

-Gantun an Gun Tidak ada

-Ran ka Gun Tidak ada

- Mata Gun Tidak ada

-Per Gun Tidak ada

- ReI Gun Tidak ada

- Penahan reiGun Tidak ada

- Setelan GUll Tidak ada

- Pemisah ran ka un Tidak ada

Picking Unit

- Stick Ada

- Slide lever Ada

-Pickin bowl Ada

- Pickin nose Ada

3

4

5

Ada

4 No

- Surface roll Wheel

Kelengkapan Peralatan

3

Ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Ada -Lade sword

Ada

Modifikasi ATM Dobby untuk Pembuatan Kain Tenun Tradisional (Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar)

6 Wessel bakunit

7

- Crank shaft Ada

-Reed ea

Tidak ada

-Beludru lade Tidak ada

-Reed

8 Take up Unit - Take u roller

Ada Tidak ada - Surface roller

- Chan eWheel Tidak ada

Tidak ada

-Ratchet Wheel Tidak ada

-Standard Wheel -Pinion Wheel Ada

-Intermediate Wheel Ada

Ada

Pengecekan dilakukan terhadap unit mesin tenun dan peralatan penting yang menunjang kelancaran proses. Disamping itu masih banyak peralatan tenun lainnya yang tidak disebutkan, namun setelah dilakukan pengecekan, peralatan tersebut masih terpasang lengkap dan dapat berfungsi dengan baik.

Selanjutnya peralatan sebagai tersebut diatas yang dinyatakan tidak ada maka dilakukan pembelian dan yang dinyatakan rusak dilakukan perbaikan.

Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kondisi mesin tenun Suzuki sebelum modifikasi dapat dilihat Garnbar 2 berikut.

(B) Gambar 2.

ATM Dobby Sebelum Modifikasi Bagian Depan (A) --Bagian Belakang (B)

Pemasangan dan Penyetelan Peralatan ATM serta penjelasannya disajikan pada Tabel 2.

(A)

Modifikasi Mesin

21

(4)

Kondisi mesin tenun Dobby Suzuki pada saat dilakukan modifikasi dan penyeteJan peraJatan penting pada shedding unit, picking unit, beating unit, let off unit, take up unit, dobby unit dan weseJ bak dapat dilihat pada Gambar 3a s/d 3f berikut.

Balai Besar Tekstil

Tabel 2. Pemasangan dan Penyetelan Peralatan ATM

Nama Kegiatan Keterangan /

No Peralatan Pemasangan / Tujuan Penvetelan Penvetalan

1 2 3 4

I Rangka Pemasangan Tambahan

Beam Lusi rangka standar rangka untuk beam lusi tempat dudukan

beam ke dua

2 Rangka Pemasangan Tambahan

Gun rangka gun, tali rangka gun gun rolldan untuk peralatan gun menambah lainnya variasi motif /

disain anyaman 3 Peralatan Pemasangan Penggantian

Dobby peralatan Dobby peralatan dobby agar lengkap dan dapat berfungsi kembali 4 Penguluran Penyetelan alat Agar dapat

Lusi pengulur lusi berfungsi kembali 5 Sisir tenun Pemasangan sisir Sesuai disain

anyaman

6 Rangka Dilakukan Untuk

mesin tenun pembersihan, memperiancar Penyetelan proses dan hasil kembali setting yang optimal peralatan penting

al.timing pengetekan dll

7 Rangka Pengecatan

mesin tenun

8 Peralatan Pelumasan Untuk

dengan memperlancar

gerak proses dan hasil

translasi, yang optimal

rotasi

Gambar3b

Picking Unit Saat Modifikasi dan Setting (Bagian Depan Kiri)

Gambar3c

Let off Unit Saat Modifikasi dan .Setting (Bagian Belakang Kanan)

Gambar 3d

Shedding Unit Saat Modifikasi dan Setting (Bagian Kanan)

Gambar 3e. ATM Dobby Saat Modifikasi dan Setting

-

..~.

Gambar3a

Dobby Unit Saat Modifikasi dan Setting (Bagian Samping Kiri)

Gambar3f

ATM Dobby Saat Modifikasi dan Setting (Bagian Depan Kiri)

22

Arena Tekstil Volume 25 No.I -Juni 2010: /-56

(5)

Pelaksanaan Penelitian

Gambar 4 berikut merupakan skematis tahapan proses

difikasi dil k k

mo 1 1asi mesm tenun yang 1a u an, Pembuatan Pemasangan, desain anyaman modifikasi dan

f->

pada papan

penyetelan mesin dobby

~

Uji

k-

Pemasangan

performansi peralatan dobby mesin

Gambar 4. Skematis Proses Modifikasi Mesin

cucukan

• Sistem peralatan penggulung (beam) benang lus dengan penambahan jumlah beam lusi menjadi (dua) buah atau dikenal dengan double beam,

• Sistem pengereman benang lusi, mengunakan sistei rantai pada kedua beamnya, yang semul menggunakan sistem roda gigi,

Selain itu penyetelan-penyetelan pada sernu bagian mesin dilakukan mulai dari sistem peluncura benang pakan, pembukaan mulut lusi, pengeteka benang pakan, penguluran benang lusi da penggulungan kain,

Tahap ke-2 (Penelitian tahap kedua : Pembuatai desain anyaman pada papan dobby)

Desain anyaman yang telah digambar pad:

kertas berpetak diterjemahkan ke dalam bentuk papa!

~~~~~~~~~~---~

61---+--+---+--+ __

f--

5 f---+--+-I---+-- 4 I---+---t-+----

3 2 I'

8

7

6 5

4

3 2 1

x x x x x

x x x x x

x x x x

x x x x

x x x

x x x

x x x x

x x x x

x x x x

x x x x

x x x

x x x

x x

x x

x x x

x x x

y

000,.000.

o 0.00 ••0

2I

2 3 4 5 678

anyaman

3 Ot::-::'--"'---=--...::::...o"----=--r==--_----l4

5

~L_"_'~~~~1...-.-_--.-J6

Papan kartu

dobbv

2

345 6

peg plan

Gambar 5. Contoh Rencana Desain

Berikut ini merupakan rincian dan penjelasan atas proses modifikasi, yaitu :

Tahap ke-I (Pemasangan, modifikasi dan penyetelan.i.

mesin )

Suku cadang ATM teropong dilengkapi dan dilakukan modifikasi pada beberapa bagian seperti :

• Sistem peralatan pembuat desain (dobby), dengan melakukan penambahan jumlah kartu dobby, perpanjangan rak kartu dan penambahan jumlah kamran menjadi 18 (delapan belas) buah yang semula hanya 12 (dua belas).

kartu dobby yang tersusun sesuai rencana desain, seperti terlihat pad a contoh Gambar 5,

Tahap ke-3

(Pemasangan peralatan

dobby)

Peralatan dobby seperti papan dobby, kamran, per, tali, dan pisau dobby dipasang sesuai dengan standar penyetelan yang ada pada buku manual mesin,

Tahap ke-4 (Uji performansi mesin)

Mesin dijalankan selama 8jam setiap hari kerja dengan kecepatan mesin 145 rpm mengingat kondisi mesin yang sudah tua. Untuk uji coba performansi mesin hasil modifikasi ini, maka dibuat kain dengan spesifikasi berikut.

Modifikasi ATM Dobby untuk Pembuatan Kain Tenun Tradisional

(Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar)

23

(6)

Balai Besar Tekstil

Kembali ke Strip B--7Kembang Pinggir--7 Strip A-7 Pinggir --7Selesai

Susunan paku dobby untuk anyaman songket rebung (Dobby Angkatan Songket Rebung) seperti tercantum diatas.

Cucukan:

Pinggir: 60 helai 1.3 Stip A : 40 helai

1.3.2.4.1.3.2.4.1.3.2.4.1.3.18.2.18.4.18.1.18.3.2.

4.1.3.2.4.1.3.2.4.1.3.2.4.1.3.2.4 Kembang Pinggir :

5 1 5 3 6

7 1 7 3 8

9 1 9 3 10

11 1 11 3 12

13 1 13 3 14

15 1 15 3 16

17 1 17 3 16

15 1 15 3 14

13 1 13 3 12

11 1 11 3 10

9 1 9 3 8

7 1 736

Tutup :5.1.5.3.2.4.1.3 Strip B :40 helai

2.4.1.3.2.4.1.3.2.4.1.3.2.4.18.1.18.3.18.2.18.4.1.3.2.4.1.

3.2.4.1.3.2.4.1.3.2.4.1.3 Kembang Tengah:

Songket dengan motif Pucuk Rebung, Pekanbaru - Propinsi Riau

Lusi anyaman dasar: Poliester Rotoset 150 D Lusi anyaman motif: Poliester Trilobal 150 x 2D Jumlah lusi dasar 2.368 helai

Jumlah lusi motif 2.208 helai

Pakan Rayon Ne] 30

Sisir 70 dengan cucukan 4 helai per lubang sisir 1. Spesifikasi kain

Anyaman kain tenun

6 4

8 4

10 4 12 4 14 . 4 16 4 16 4 14 4 12 4 10 4

8 4

6 4

5 5 3 5 2 5 4

6 6 3 6 2 6 4

7 7 3 7 2 7 4

8 8 3 8 2 8 4

9 9 3 9 2 9 4

10 10 3 10 2 10 4

11 II 3 11 2 11 4

12 12 3 12 2 12 4

13 13 3 13 2 13 4

14 14 3 14 2 14 4

15 15 3 15 2 15 4

16 16 3 16 2 16 4

17 17 3 17 2 17 4

16 16 3 16 2 16 4

IS 15 3 15 2 15 4

14 14 3 14 2 14 4

13 13 3 13 2 13 4

12 12 3 12 2 12 4

11 11 3 11 2 11 4

10 10 3 10 2 10 4

9 9 3 9 2 9 4

8 8 3 8 2 8 4

7 7 3 7 2 7 4

6 6 3 6 2 6 4

2. Kebutuhan benang per meter kain Lusi anyaman dasar: 41,48 gram Lusi anyaman motif: 77,03 gram

Pakan 51,40 gram

3. Kain Yang Dihasilkan

Setelah dilakukan pertenunan, diperoleh kain songket seperti pada Gambar 6 berikut.

4. Putus Benang

Selama proses pertenunan dilakukan pengamatan terhadap putus benang baik lusi maupun pakan. Putus benang rata-rata per jam jalan mesin untuk lusi dan pakan masing-masing sebesar 5 dan 3 kali.

3

kali (296 helai)

Gambar 6. Kain Songket dengan Motif Pucuk Rebung, Pekanbaru, Riau

HASIL DAN PEMBAHASAN

HasH Proses Modifikasi

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap efisiensi mesin, kualitas kain, dan harga jual kain, diperoleh hasil sebagai berikut :

Efisiensi mesin Produksi teoritis

24 kali

(4576 helai) -'. Produksi Teoritis

Putaran poros utama (rpm)

---''---..:....!-.~ x Waktu Tetal pakan (helai/inci)

____ 1_4_5---!rp'-m x 24 jamihari x 88helailinci 60 menitljam 231'2,72 inciihari

65,9 yard/hari 36 incilyard

Produksi nyata

Produksi nyata rata-ratalhari =44,2 yard/hari (- 40,39 mlhari)

/

24 Arena Tekstil Volume 25 No. 1-Juni 2010 :1-56

(7)

Efisiensi mesin

Produksi nyata

Efisiensi =---"----x lOO% Produksi teoritis

__ 4_4~,2--.-::.y_ar_d_/h_a_n_·__ x 100% 65,9 yard/hari

Efisiensi

67,07% - 67%

Kualitas kain

Dari hasil pemeriksaan secara visual kain yang dihasilkan sudah cukup baik (grade B) dengan jumlah cacat per 65 yard rata-rata 38 point dimana cacat dominan adalah benang lusi putus.

Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Kain

Jenis cacat Potongan kain (per 65yard)

I IT TIT IV

Pakan putus 5 3 6 3

Pakan kosonz 5 2 3 4

Lusi nutus 25 30 20 24

Pakan double 3 2 3 3

Lusi double 2 I 3 2

Jumlah cacat 40 38 35 40

Grade B B B B

Cat. Grade A

=

0-30 Grade B

=

31- 55

Grade C

=

56 - 80 Grade D

=

81- dst

Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan, efisiensi yang dicapai ATM teropong merek Suzuki dalam proses pembuatan kain songket hanya sebesar 67%, walau demikian tingkat efisiensi mesin tersebut masih belum maksimal dikarenakan adanya beberapa hambatan ataupun masalah.

1. Masalah dan solusi

No Masalah Akibatyang

Solusi ditimbulkan

I Bahan Baku :

Benang berbulu a) Mulut lusi tidak Pernberian larutan

bersih kanji (PVA)pada

b)Benang lusi benang lusi

-

membelit c)Teropong loncat d) Lusi putus 2 Beam tenun

a.Lusisi lang a.Lusi sering putus a. Helai perhelai b. Tegangan lusi b.Teropong loncat benang lusi

tidak rata c.Sulit untuk mencari disambung dan

c. Kayu dan menyambung diluruskan

silangan lepas kembali lusi putus kembali b.Lembaran lusi

No Masalah Akibat yang

Solusi ditimbulkan

disisir menggunakan sisir

c. Dibuat kembali silangan baru

3 Mesin

a. Kamran a. Kamran tertabrak a.Pemasangan terlalu rapat engkol poros utarna pembatas dan lebar b. Kamran sering saling kamran (suri) b. Per kamran bertabrakan ketika b. Pemasangan

terlalu proses penurunan kawat antar

banyak kamran kamran di

c. Pengangkatan kedua si si benang lusiberat c. Masing- d.Benang lusiputus masing kamran

dipasang satu buah per d. Rencana 4 buah

kamran akan dipotong agar tidak tertabrak engkol

2. Kelancaran Mesin

Ialan

Dengan melihat data putus benang per jam baik putus lusi mapun pakan masih perlu ditekan lagi sehingga diharapkan produktivitas dapat ditingkatkan lebih optimal. Dengan demikian biaya operasional dapat ditekan dan kualitas kain dapat ditingkatkan.

3. Perhitungan Harga Pokok Dan Keuntungan Ekonomis

Perhitungan harga pokok kain tenun songket terhadap komponen biaya yang terdiri dari: biaya Bahan baku (benang lusi dan pakan), biaya persiapan, biaya pertenunan dan biaya finishing. Hasil perhitungan harga pokok kain tenun songket baik yang menggunakan ATM Dobby maupun ATBM Biasa dapat disajikan seperti pada Tabel 4 dan Tabel 5 berikut.

Tabel 4. Perhitungan Harga Pokok dan Harga Jual Kain Tenun Songket Per Meter Dengan ATM

Dobby

Volu Satu Harga Jumlah

No Uraian Satuan Biaya

me an

(Rp) (Rp)

J 2 3 4 5 6

I Bahan Baku:

Lusi Poliester Rotoset 0.4148 kg 50.000 20.740 1500

Lusi Poliester Trilobel 0.7703 kg 50.000 38.515 150 x2 D

Pakan Rayon NeI30 0.5140 kg 50.000 25.700

Modifikasi ATM Dobby untuk Pembuatan Kain Tenun Tradisional

(Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar)

2S

(8)

Balai Besar Tekstil

menggunakan ATBM Biasa dapat dijelaskan seperti pada Tabel 5 berikut.

Volu Satu Harga Jumlah

No Uraian Satuan Biaya

me an

(Rp) (Rp)

1 2 3 4 5 6

2 Persiapan Pertenunan 1 m 5.000 5.000

3 Pertenunan 1 m 3.500 3.500

4 Finishing 1 m 4.200 4.200

Harga Pokok per meter 97.655

Harga Jualpabrik per 250.000

meter

Keuntungan per meter 152.245

Harga Jumlah Sat

No Uraian Volume Satuan Biaya

uan

(Rp) (Rp)

1 2 3 4 5 6

) Bahan Baku:

Lusi Poliester 0.4148 kg 50.000 20.740 Rotoset 1SO D

Lusi Poliester 0.7703 kg 50.000 38.515 Trilobel ISO x

2D

Pakan Rayon 0.5140 kg 50.000 25.700 Ne, 30

2 Persiapan I m 5.000 5.000

Pertenunan

3 Pertenllnan 1 m 3.500 3.500

4 Finishing ) m 4.200 4.200

Harga Pokok 97.655

per meter

Harga Jual 250.000

pabrik per meter

Keuntungan 152.245

per meter

Dengan spesifikasi kain yang sama, maka kain songket dapat ditenun dengan menggunakan ATBM Biasa. Perbandingan produktivitas menenun kain songket dengan ATM Dobby dan ATBM Biasa dapat mencapai 18 : I. Produktivitas ini akan berpengaruh terhadap ongkos produksi terutama biaya persiapan dan biaya pertenunannya sehingga secara keseluruhan akan mempengaruhi harga pokok kain tenun songket. Hasil perhitungan harga pokok kain songket dengan

Tabel 5. Perhitungan Harga Pokok dan Harga

Jual

Kain Tenun Songket Per Meter Dengan ATBM

Biasa

Volum Sat Harga Jumlah

No Uraian Satuan Biaya

e uan

(Rp) (Rp)

1 2 3 4 5 6

1 Bahan Baku:

Lusi Poliester Rotoset 0.4148 kg 50.000 20.740 150D

Lusi Poliester Trilobal 0.7703 kg 50.000 38.515 150 x 2 D

Pakan Rayon NeI30 0.5140 kg 50.000 25.700 2 Persiapan Pertenunan I m 30.000 30.000

3 Pertenunan 1 m 90.000 90.000

4 Finishing I m 4.200 4.200

Harga Pokok per meter 188.415

Harga Jual pabrik per 250.000

meter

Keuntungan per meter 61.585

Perhitungan harga pokok kain songket per meter dengan ATBM Biasa relatif lebih mahal 93%

dibandingkan dengan ATM Dobby. Sehingga keuntungan pengrajin per meter kain songket hanya mencapai Rp 61.585,- atau 33% terhadap harga pokok kain songket. Keuntungan per meter kain,songket yang ditenun dengan ATM Dobby dan ATBM Biasa mencapai 2,5 :I.

4. Hargajual kain di pasaran

Harga jual kain songket di Pekanbaru berkisar antara Rp 300.000,- sampai dengan Rp 350.000,- per meter, sehingga keuntungan yang diperoleh oleh pengecer/pedagang mencapai Rp 50.000,- sampai dengan Rp 100.000,- per meter kain.

Seandainya pengrajin atau produsen mampu sekaligus menjadi pengecer kain songket maka keuntungan per meter kain yang diperoleh akan jauh lebih besar karena tambahan keuntungan per meter kain songket sebagai pengecer Rp 50.000,- sampai _'. dengan Rp 100.000,- .

5.

Penampilan

struktur desain

Untuk performansi penampilan struktur desain dan kualitas kain menunjukkan hasil yang cukup baik, dan secara ekonomis tenunan dengan ATM teropong bercorak tradisional tidak memerlukan biaya proses tambahan selain biaya desain, namun dengan penampilan struktur desain yang lebih menarik akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi.

26

Arena Tekstil Volume 25 No.I -Juni 20]0 :1-56

(9)

KESIMPULAN DAN SARAN

ATM teropong hasil modifikasi dapat dipergunakan untuk membuat kain tenun songket dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, kualitas kain yang baik dan harga kain yang lebih murah dibandingkan dengan kain tenun songket yang dihasilkan oleh ATBM, dan masih memungkinkan untuk dapat ditingkatkan apabila memperhatikan beberapa hal antara lain diperlukan adanya desainer yang berpengalaman, diperlukan bahan baku yang lebih 'sesuai untuk variasi anyaman bercorak tradisional, serta diperlukan persiapan dan proses tenun yang ditangani oleh tenaga teknis yang berpengalaman.

DAFTAR PUSTAKA

(I) Bissmann, 0., Shedding Motion Essential for Every Weaving Machine, ITB International Textile Bulletin, 1998.

(2) Dachlan R F, "Teknologi Pertenunan Tanpa Teropong". Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil;

Bandung; 1998.

(3) Instruction Handbook For Automatic

Loom,Toyoda Automatic Loom

Works,Ltd.,Osaka, Japan, 1980.

(4) Lord,P.R. and Mohamed,M.H., "Weaving Conversion of Yam to Fabric,Merrow technical Library, 1982

(5) Marks, "Standard Handbook for Mechanical Engineers", T.Baumeiser,Ed.,McGraw Hill Book Company, 1978.

(6) Marks, Rand Robinson ATC.," Principle oj Weaving",Textile Institute 1976.

(7) Ormerod, A., et al., "Weaving Technology and Operations ",Manchester, Textile Institute, 1995 (8) Picanol N V, 1993. "Picanol Omni Brchure,

Picanol NV". Leper -Bergeum,

(9) Rahayuningsih, D., S., "Memburu Songket", Harian Sinar Harapan, 2003.

(l0) Rapier Machine Picanol System, Picanol Symposium, Bandung, 2004

(11) Staubli, Perfect Technology for Shed Forming For All Types Fabrics, Swiss, 2003.

(12) Sennesael P, "Air jet Weaving Trouble Shooting (Filling And Warp Stops)". Picanol NV, Leper Belgium, 2002.

(13) Suzuki, "Setting Manual Suzuki", Tokyo-Japan, 1976.

(14) Yunarti, "Penenun Kain Songket dari Pandai Sikek", Harian Kompas,2003.

(15) Zeller R, "Optimal Weaving Preparation - Conditions For High Performance Weaving".

Picanol NV, Leper Belgium, 1998.

Modifikasi ATM Dobby untuk Pembuatan Kain Tenun Tradisional

(Moekarto Moeliono, Djumala Machmud, Yusniar Siregar)

27

Referensi

Dokumen terkait

Berdasar pada Berita Acara Pembuktian kualifikasi nomor Berita Acara Pembuktian kualifikasi Nomor : 070/ULP-Pokja-II-JK/2011 tanggal 26 Maret 2012 Pekerjaan

Hanya aku yang berbeda dengan mereka, lincah, tanpa sadar mereka sekarang berbicara seenaknya di depanku, aku hanya bisa memaksakan diriku untuk berbaik

Sedangkan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan adalah penghargaan yang diperoleh guru atas dedikasinya dalam pelaksanaan tugas sebagai pendidik dan/atau

1) Retail mix (harga, merchandise, promosi, pelayanan, lokasi toko, dan atmosfer gerai) secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Bali Cenik

Kaltim Tahun Anggaran 2012, menyatakan bahwa pada tanggal 25 September 2012 pukul 11.59 WIB tahapan pemasukan/upload dokumen penawaran ditutup sesuai waktu pada

bab-i-thermodinamika bab-ii-thermodinamika bab-iii-thermodinamika bahan-ajar-pengajaran-mikro bahan-ajar-fisika-dasar-sutrisno

[r]

Berdasarkan hasil Koreksi Aritmatik dan Evaluasi Penawaran terhadap 2 peserta yang memasukan dokumen penawaran, Kelompok Kerja Pekerjaan Konstruksi BLP Kabupaten