• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Deskripsi Wilayah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III Deskripsi Wilayah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

43 BAB III

Deskripsi Wilayah

3.1 Sejarah Kecamatan Blimbing

Sejarah singkat mengenai Kecamatan Blimbing yaitu adalah berawal pada tahun 1767 Daerah Malang yang dipimpin oleh seorang Adipati Malojo Kusumo yang dimana kemudian mengalami kekalahan sehingga menyerah ditangan penjajah kompeni, demi memperkuat kedudukannya tersebut penjajah mendirikan benteng pertahanan ditepi sungai brantas, dan setelah itu disusul dengan mendirikan rumah tinggal belanda disekitar kanan dan kiri benteng yang bernama loge. Nama bangunan rumah tempat tinggal belanda yang berada di sekitar benteng tersebut berasal kata loji, yang kemudian disebut loge.

Pada tahap selanjutnya di tahun 1914 tanggal 01 April pemerintah Hindia Belanda menetapkan Malang sebagai Gameente atau Kota Praja yang berarti sebuah daerah atau Kota yang memiliki tingkatan setara dengan provinsi, yang dimana Kota Praja merupakan istilah lama dalam penyebutan dan juga penggolongan suatu wilayah tersebut. Pemerintahan yang dijalankan oleh Dewan Kota berdasarkan hasil pemilihan terbentuk dan juga selanjutnya ditunjuk oleh Burgemeester pertama pada tahun 1930 dan selanjutnya terjadi perubahan Desa Menjadi Dinas Pemerintahan Lingkungan.

Pada zaman penjajahan Jepang terjadi pembagian wilayah untuk Burgemeester yaitu hanya pada wilayah Kota yang membawahi empat lingkungan yaitu Lingkungan I hingga Lingkungan IV.

Setelah kemerdekaan Bangsa Indonesia mengalami perkembangan lagi yaitu tepatnya pada tahun 1988 daerah Buergemeester dibagi menjadi 3 kecamatan yakni adalah Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing dan juga Kecamatan Kedung Kandang. Dengan berkembangnya jumlah penduduk yang ada di Kota Malang yang tadinya berjumlah 3 kecamatan kini yaitu mengalami pemekaran hingga berjumlah 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Blimbing, Klojen, Lowokwaru, Kedung Kandang, dan terakhir Kecamatan Sukun.

Sejarah pemerintahan Kecamatan Blimbing sendiri berasal memiliki pusat administrasi kantor yang berada di Jl. Bantaran, yang kemudian berubah ke lokasi Jl. Raden Intan Malang. Kecamatan Blimbing sendiri membawahi atau didalamnya terdapat 11 Keluarahan, diantaranya yaitu adalah Kelurahan Arjosari, Polowijen, Balearjosari, Purwodadi, Blimbing, Pandanwangi, Bunulrejo, Kesatrian, Purwantoro, Polehan, dan terakhir adalah Kelurahan Jodipan. Dimana 11 Kelurahan tersebut tersebar dan juga mengalami perkembangan berdasarkan kemajuan dan juga perkembangan masyarakat yang hingga kini tumbuh dan hidup Bersama masyarakat didalamnya.

(2)

44 3.2 Visi dan Misi Kecamatan Blimbing

Visi dan misi sendiri memiliki penjelasan karena dalam penerapannya dan penulisannya memiliki ketentuan terkait isinya, visi sendiri adalah sebuah kata yang berorientasi ke arah depan dan juga memiliki makna akan pengamatan, kemampuan dan juga melihat akan inti persoalan kedepan.

Sedangkan secara umum visi sendiri adalah serangkaian kata – kata yang menunjukan sebuah impian atau keinginan kelompok, organisasi atau individu yang memiliki pandangan kedepan untuk mencapai sebuah tujuan, dasarnya visi sendiri dijadikan sebagai sebuah panutan dan gambaran dari karakteristik mengenai arah tujuan perjalanan selanjutnya, visi juga dapat berubah berdasarkan perkembangan dan pengaruh zaman yang tidak dapat diprediksi kedepannya (Salim, 1990).

Sedangkan misi memiliki artian bahwa lebih berfokus kepada atau bagaimana langkah – langkah yang harus dilakukan untuk mencapai visi yang telah ditetukan, dan misi memiliki apa yang bisa dipercaya atau dilakukan. Misi sendiri merupakan sebuah pernyataan mengenai apa yang harus dikerjakan dalam usaha mewujudkan visi tersebut, misi diibaratkan adalah sebuah langkah kecil yang dibagi dan digunakan sebagai bentuk usaha nyata dalam memberikan arah sekaligus sebuah Batasan dalam prosesnya mencapai tujuan atau visi tersebut. Dengan kata lain misi merupakan prioritas, metode dan sebuah nilai kerja yang menjadi landasan untuk memberi petunjuk garis besar dalam mewujudkan visi (Cardani, 2000).

Sebagaimana Kecamatan Blimbing yang juga memiliki visi dan misi sebagai pedoman dalam memberikan arah maju dalam perkembangan pembangunan, dan juga arah dalam laju kemajuan Kecamatan Blimbing itu sendiri. Melalui situs dari Kecamatan Blimbing yang menjelaskan bahwa terdapat Visi dan juga 3 misi yang menjadi landasan dan arah kemajuan Kecamatan Blimbing, berikut penjelasan dari visi dan misi Kecamatan Blimbing,

Visi :

Kota Malang Bermartabat Misi :

1. Meningkatnya Sistem Kelembagaan Yang Efektif 2. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas

3. Meningkatnya Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dan Sarpras Kota Secara Terpadu

(3)

45 Gambar 1

Gambar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kecamatan Blimbing

Sumber : Website Kecamatan Blimbing Kota Malang

3.3 Deskripsi Kecamatan Blimbing

Kecamatan Blimbing adalah sebuah kecamatan yang berada pada bagian utara di wilayah Kota Malang, dimana Kecamatan Blimbing adalah salah satu dari tiga kecamatan yang beumur tua di wilayah Kota Malang sejak ditetapkan menjadi Kotapraja. Kecamatan Blimbing sendiri dapat dikatakan merupakan pintu masuknya ketika ke wilayah Kota Malang melalui wilayah sebelah utara, berdasarkan situs resmi profil Kecamatan Blimbing menjelaskan bahwa Kecamatan Blimbing memiliki luas wilayah seluas 17.76 kilometer persegi. Sedangkan secara wilayah administratif Kecamatan Blimbing berbatasan langsung dengan Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Pakis, dan Kabupaten Malang.

Perbatasan wilayah lainnya yang terjadi dengan kondisi administratif Kecamatan Blimbing yaitu adalah sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, dan Kecamatan Blimbing berbatasan langsung dengan Kecamatan Lowokwaru. Pada mulanya Kecamatan Blimbing memiliki kantor kecamatan yang berfungsi untuk menjalankan kegiatan administrasinya di Jalan Bantaran, akan tetapi pada tahun 2002 untuk segala kegiatan

(4)

46 administrasi kependudukan untuk Kecamatan Blimbing berpindah ke Kantor yang beralamatkan di Jalan Radan Intan kavling 14 di Kota Malang.

Kecamatan Blimbing merupakan kecamatan dengan kondisi Lembaga kemasyarakatan yang aktif hal ini dibuktikan dengan dibawahinya 9 lembaga masyarakat yaitu adalah PKK, BKM, LPMK, Karang Werda, Forum Kecamatan, Karang Taruna, Forum Anak, UKM (Usaha Kecil Menangah) dan Kelurahan Sehat. Dengan berbagai Lembaga masyarakat yang ada tersebut menjadi bukti bahwa kehidupan masyarakat dalam penyaluran aspirasi adalah aktif, dan juga dapat menjadikan pedoman masyarakat dalam berperilaku dan menjalani dinamika hidup di Kecamatan Blimbing, selain Lembaga kemasyarakatan yang aktif dan ada di Kecamatan Blimbing juga terdapat beberapa fasilitas untuk masyarakat seperti Fasilitas Pendidikan, Fasilitas Umum, Fasilitas Perdagangan.

Gambar 2

Foto Kantor Kecamatan Blimbing

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Fasilitas Pendidikan yang terdapat di Kecamatan Blimbing dapat dikatakan cukup beragam mulai dari sekolah tingkat dasar, menengah pertama hingga menengah atas dan juga sekolah kejuruan, Sekolah – sekolah negeri yang ada di Kecamatan Blimbing antara lain adalah SMK N 8, SMK N 12, SMP Negeri 14, SMP Negeri 16, SMP Negeri 20, SMP Negeri 24 dan juga selain itu terdapat beragam sekolah – sekolah swasta di Kecamatan Blimbing lainnya. Selain itu terdapat juga fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Blimbing,

(5)

47 yaitu salah satunya adalah layanan transportasi umum di Kecamatan Blimbing yang terdapat Terminal Arjosari. Dimana terminal tersebut menjadi penghubung masyarakat Kota Malang untuk menuju berbagai kota lainnya.

Fasilitas umum yang terdapat di Kecamatan Blimbing antara lain adalah Stasiun Blimbing dimana stasiun tersebut merupakan stasiun ketiga yang ada di Kota Malang, hal tersebut menunjukan bahwa kelengkapan fasilitas umum yang ada di Kecamatan Blimbing cukup memadai. Selain itu terdapat jalur flyover yang dapat berfungsi untuk mengurai kemacetan jalur kendaraan yang ditempuh masyarakat sehari – hari, dimulai dari pertigaan arah dari Terminal Arjosari.

Untuk fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Blimbing, terdapat tiga Rumah Sakit besar yang tergolong memiliki kualitas di Kota Malang, yaitu adalah Rumah Sakit Persada Hospital di Jalan Panji Suroso, Rumah Sakit Manu Husada di Jalan Sultan Agung dan yang terkahir Rumah Sakit Lavalette di Jalan WR Supratman, selain itu masih terdapat banyak puskesmas yang melayani kesehatan masyarakat.

Untuk faslitas perdagangan di Kecamatan Blimbing sendiri terdapat dua jenis pasar yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari – harinya, di Kecamatan Blimbing sendiri terdapat dua pasar yaitu pasar modern dan pasar tradisional. Pasar modern yang terdapat di Kecamatan Blimbing adalah beberapa gerai Alfamaret dan Indomaret, selain itu terdapat pusar perbelanjaan Modern yaitu adalah Super INDO yang berada di alamat Kelurahan Purwantoro dalam wilayah Kecamatan Blimbing yang menjadi pasar modern besar di Kecamatan Blimbing. Sedangkan untuk pasar tradisional terdapat salah satu pasar yang tergolong unggul dan masuk dalam kategori pasar tradisional yang lengkap dan besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu adalah Pasar Tradisional Blimbing.

Pasar Blimbing sendiri berada di wilayah Kecamatan Blimbing yan dimana cukup ramai dan padat dikarenakan memiliki kelengkapan barang di Pasar Blimbing sendiri, Pasar Blimbing beroprasi dan menjalankan transaksi yang bermula sejak 1970 dan memiliki luas pasar sebesar 2000 meter2. Pasar Blimbing berada di wilayah Kelurahan Mojolangu Kecamatan Blimbing, dimana pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dari mulai bahan pangan sayur, buah dan daging hingga di sekitar Pasar Blimbing terdapat beberapa ruko – ruko yang menyediakan alat elektronik cukup lengkap, sehingga wilayah Pasar Blimbing menjadi pusat kegiatan perbelanjaan masyarakat Kecamatan Blimbing bahkan juga seluruh masyarakat di Kota Malang karena kualitasnya tersebut.

3.3 Letak Geografis Kecamatan Blimbing

Letak Geografis wilayah Kecamatan Blimbing sendiri terletak dalam wilayah bagian utara Kota Malang, dimana Kecamatan Blimbing memiliki luas wilayah seluas 17.78 Km2 yang didalamnya

(6)

48 terdiri dalam kelurahan berjumlah 11, dan juga didalam Kecamatan Blimbing dilintasi oleh Sungai Brantas. Kecamatan Blimbing sendiri berada dalam wilayah kordinat 112 63’ - 112 65’ BT dan 7 92’ - 7 98’ LS dan memiliki suhu udara dengan tingkat rata – rata 24 derajat celcius, selain itu juga berada dalam ketinggian rata – rata permukaan air laut diantara 440 hingga 525 meter.

Sedangkan batas administrative wilayah Kecamatan Blimbing dikelilingi dengan wilayah lainnya yaitu adalah :

Sebelah Utara : Kecamatan Singosari

Sebelah Selatan : Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Klojen Sebelah Timur : Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Pakis Sebelah Barat : Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Klojen.

Tabel 1

Pembagian Wilayah Kecamatan Blimbing

No. Kelurahan Luas (Km2)

Luas Terhadap Luas Kecamatan (%)

1. Keluarahan Balearjosari 1.51 8.50

2. Kelurahan Polowijen 1.35 7.60

3. Kelurahan Arjosari 1.16 6.53

4. Kelurahan Purwodadi 1.58 8.90

5. Kelurahan Blimbing 1.10 6.19

6. Kelurahan Pandanwangi 3.98 22.41

7. Kelurahan Purwantoro 2.29 12.89

8. Kelurahan Kesatrian 1.45 8.16

9. Kelurahan Jodipan 0.49 5.69

10. Kelurahan Polehan 1.01 2.76

11. Kelurahan Bunulrejo 1.84 10.36

Jumlah 17.76 100%

Sumber : Profil Wilayah Kecamatan Blimbing tahun 2017

1.3 Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Blimbing

Melalui asas dan dasar Peraturan Walikota Malang nomor 49 tahun 2016 mengenai Kependudukan, Susunan Organisasi dan juga Tugas, fungsi dan Tata kerja kecamatan menjelaskan

(7)

49 dan mengklasifikasikan berbagai susunan jabatan didalam wilayah setiap kecamatan yang menjalankan fungsi dan juga tugas berdasarkan tupoksi jabatannya, berikut pembagian wilayah tugas setiap jabatan organisasi di Kecamatan Blimbing adalah sebagai berikut :

1. Camat

Kedudukan Camat dalam kecamatan adalah sebuah perangkat dalam hal daerah dimana pelaksana secara teknis sendiri adalah wilayah yang memiliki wilayah kinerja tertentu, dan juga Kecamatan dipimpin oleh sorang camat atau dalam melaksanakan sebuah tugas yang dimana fungsi dari kedudukan dibawah dan juga beranggung jawab dalam Walikota dimana melalui sekertaris daerah itu sendiri, Kecamatan memiliki tugas secara pelaksanaan dan pemerintahan dalam pelayanan public dan juga memberdayakan masyarakat dalam tingkatan kecamatan dalam hal melaksanakan tugas dari kecamatan itu sendiri dengan fungsi :

a. Melakukan rumusan kebijakan dalam daerah dibidang pemerintahan

b. Organisasi dan memberikan dukungan dalam hal menyelenggarakan pemerintahan dibidang kecamatan

c. Mengorganisasikan sebuah kegiatan dan juga pemerintahan secara umum dan melakukan pemeliharaan dalam hal prasarana dan sarana administasi dalam tingkatan kecamatan

d. Melakukan pembinaan dan mengawasi pemerinthana dalam tingkatan kelurahan itu sendiri

e. Melaksanakan sebuah urusan pemerintahan yang menjadi sebuah kewenanang secara daerah yang tidak melaksanakan oleh dalam hal kelurahan

f. Melaksanakan dan juga mengembangkan Lembaga dari masyarakat dalam hal menjalankan fungsi.

2. Sekretariat Kecamatan

Sekertariat secara kecamatan sendiri memiliki tugas dalam hal membantu camat itu sendiri dalam mengelola administrasi dan juga secara umum, seperti penyusunan sebuah program dan tata leksana dan pegawai, kepustakaan dalam tingkatan kecamatan yang melaksanakan sebuah tugas dalam hal sekertariat dari kecamatan dalam hal menyelenggarakan dari fungsi itu sendiri :

a. Melakukan koordinasi dalam lingkungan kecamatan disini

(8)

50 b. Mengkordinasi sebuah rencana dan program di lingkup kecamatan

c. Melakukan pembinaan dan juga dukungan secara administrasi yang didalamnya terdapat ketata usaha dan juga arsip dokumentasi dalam hal lingkup lingkungan d. Melakukan pembinaan dalam hal pengeksekusian organisasi dalam hal tata laksana

juga kerjasama masyarakat

e. Mengeksekusi sebuah pengelolaan barang yang dimiliki oleh daerah dan diwenagi oleh kecamatan untuk mengesekusi tugas dan fungsi.

Gambar 3

Foto Kantor Kecamatan Blimbing

Sumber : Dokumentasi Pribadi

3. Sub Bagian Perencanaan]dan]Keuangan]

Sub dari bagian perencanaan finansial atau keuangan sendiri disini memiliki tugas yaitu seperti melakukan dan mengumpulkan juga menyusun, evaluasi mengenai bahan untuk tata usaha juga penanggung jawaban mengenai administrasi finansial itu sendiri yang dimana didalamnya melakukan tugas sebagai berikut ini :

(9)

51 a. Melakukan perencanaan kegiatan sub perencanaan dan juga finansial berdasarkan

bagaimana ketentuan dari peratuan undang – undang itu sendiri yang telah tersedia

b. Melakukan eksekusi kajian dan juga menelaah bagian dari rangka solusi kebijakan

c. Melakukan kordinasi ke semua bagian dan juga seksi dalam lingkungan kecamatan yang dimana dengan tujuan mendapat masukan juga info untuk dievaluasi, mengenai permasalahan terkait pekerjaan yang lebih optimal lagi d. Melakukan persiapan konsep mengenai dinas dan urusan dari perencanaan itu

sendiri, juga melakukan pengamatan berdasar peraturan dan perundang – undangan yang berlaku

e. Melakukan persiapan bahan susunan dokumen berdasar ketentuan

f. Melakukan perhimpunan dan juga riset mengenai bahan dari usulan program kegiatan pekerjaan juga dari masing – masing seksi yang ada dalam berbagai lingkup kecamatan dengan perundang – undangan yang berlaku

4. Sub Bagian]Umum]dan]Kepegawaian]

Sub dari bagian umum dan juga pegawai sendiri disini memiliki sebuah tugas yang diharuskan melaksanakan administrasi secara umum, organisai dan juga tata laksana dari pengurusan perlengkapan kepustakaan dan juga sub bagian umum memiliki tugas lain seperti :

a. Melakukan perencanaan aktifitas sub bagian secara umum dan kepegawaian yang berdasar dengan ketentuan dan juga peraturan undang – undang dan juga sumber data yang ada

b. Melakukan kajian dan juga penelahaan dengan tujuan mendapat alternative c. Melakukan koordinasi dengan semua sub bagian dan seksi dalam lingkup

kecamatan dengan tujuan mendapat masukan dan informasi

d. Mempersiapkan konsep dari naskah untuk dinas pada bagian administrasi secara umum dan juga kepegawaian itu sendiri, dengan ketentuan dari perundang – undangan yang telah ditetapkan

e. Melakukan pelayanan dalam hal administrasi umum dan juga tata laksana dari kepegawaian kecamatan itu sendiri

(10)

52 Gambar 4

Struktur Organisasi Kecamatan Blimbing Periode Tahun 2019

Sumber : Profil Kecamatan Blimbing Kota Malang

5. Seksi Pemerintahan]Umum]

Seksi bagian pemerintah secara umum itu sendiri terdapat tugas dalam melakukan sekumpulan dan peyusunan bahan, dengan tujuan dapat mengeksekusi bagian umum tingkat kecamatan, atau beberapa tugas seperti :

a. Melakukan perencanaan kegiatan dalam hal sesksi pemerintahan secara umum dan juga berdasar dengan peraturan undang – undang yang telah ada

b. Melakukan eksekusi kajian dengen tujuan mendapat alternatif atau solusi c. Melakukan eksekusi dalam hal kordinasi dengan kelurahan setempat yang ada

dalam lingkup kecamatan, dan juga dengan harapan memperoleh masukan mengenai hasil kerja maksimal

d. Mempersiapkan tunjukan teknis dengan naskah yang didalamnya terkait dengan eksekusi pemerintahan secara umum, dalam tingkat kecamatan dengan tujuan memperlanjar tugas

e. Mempersiapkan data dalam bidang pemerintahan secara umum dengan tingkatan kecamatan, disini agar mengacu penyusuan kebijakan itu sendiri

(11)

53 6. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum

Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan penyusunan bahan dalam rangka pemeliharaan ketenteraman dan ketertiban umum tingkat Kecamatan, dalam melaksanakan tugas, Petinggi dari seksi kecamatan dan juga bagian ketertiban yang dimana memiliki tugas berikut :

a. Melakukan rancangan kegiatan dna aktifitas dari seksi keteriban dan juga ketentraman disini berdasar peraturan dan undang – undang yang ada

b. Melakukan eksekusi kajian dengan tujuan mencari alternatif solusi bagi petinggi c. Melakukan kordinasi dengan seluruh keluarahan yang ada dan juga bagian dalam

seksi di lingkungan kecamatan sendiri, dengan tujuan memperoleh masukan dan info dengan tujuan permasalahan dapat teratasi

d. Mempersiapkan penunjukan teknis dan juga naskah mengenai kaitan dengan eksekusi pemeliharaan ketentraman dan juga ketertiban yang ada

e. Mempersiapkan data dalam bidang ketentraman itu sendiri, dengan tingkatan kecamatan dengan acuan penyusunan dalam kebijakan atasan tersebut

1.4 Data Prasarana Kecamatan Blimbing

Prasarana dan sarana sering disebutkan secara bersamaan atau lebih sering dijumpai memiliki penyebutan yang serupa, secara etimologi sendiri sebenarnya sarana dan prasarana memiliki perbedaan akan tetapi keduanya memiliki keterkaitan yang cukup penting sebagai alat untuk menunjang keberhasilan sebuah proses yang dituju dan juga dilakukan. Demikian sebuah proses kegiatan yang hendak dilakukan tidak akan dapat tercapai sesuai harapan dan juga rencana apabila sarana dan prasarana tersebut tidak tersedia. Sarana dan prasarana memiliki artian yang berbeda apabila sarana adalah sebuah media yang digunakan untuk mencapai tujuan yang dimana mengarah ke benda atau alat yang dapat digunakan.

Prasarana sendiri memiliki artian segala hal yang menjadi penunjang dalam mencapai sebuah tujuan atau proses, yang dimana prasarana cenderung mengarah ke benda yang tidak dapat bergerak, benda mati atau dapat disebut benda yang sifatnya tidak berpindah – pindah atau tidak bergerak.

Sebagai contoh prasarana adalah bangunan sekolah, lapangan, tempat olahraga, kantin, tempat ibadah atau tempat transaksi perdagangan seperti pasar. Terdapat penjelasan lain mengenai prasarana yaitu adalah sebuah peralatan yang dapat membantu atau juga dapat sebagai peralatan utama, yang dimana dia memiliki fungsi untuk menuju sebuah tujuan yang hendak dicapai (Moenir, 1992).

(12)

54 Sebagaimana Kecamatan Blimbing terdapat beberapa prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sosialnya sehari – hari, diantaranya adalah Prasarana Pendidikan, Prasarana Tempat Ibadah, Prasarana Kesehatan, Prasarana Olahraga, Prasarana Pertamanan, Prasarana Pemerintahan, Prasarana Sosial, Prasarana Transportasi, Prasarana Sumber Daya Air dan yang terakhir adalah Prasarana Perdagangan. Berbagai prasarana tersebut ada dan terdapat di berbagai wilayah Kecamatan Blimbing, berikut penjelasan dan juga rekapitulasi prasarana yang ada di Kecamatan Blimbing,

1. Prasarana Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah kunci dan juga sebagai poros dari proses kemajuan suatu bangsa, dimana tersedianya prasarana pendidikan yang memadai dan maju adalah syarat utama, dalam menunjang perkembangan peradaban yang unggul dan juga memiliki daya saing yang tinggi.

Melalui hasil data yang dijelaskan di situs Profil Kecamatan Blimbing menjelaskan beberapa data rekapitulasi prasarana pendidikan di Kecamatan Blimbing adalah sebagai berikut ini :

f. Perguruan Tinggi Sederajat : 12 Lembaga g. SMU atau SMK Sederajat : 18 Lembaga h. SMP Sederajat : 25 Lembaga

i. SD Sederajat : 67 Lembaga

j. Taman Kanak Sederajat : 82 Lembaga k. KB dan PAUD Sederajat : 66 Lembaga l. Pendidikan Informal : 11 Lembaga

Khusus pendidikan informal yang didalamnya terdiri dari beberapa pusat kegiatan belajar masyarakat atau disingkat PKBM, Sanggar kegiatan Bersama atau SKB, Pondok pesantren dan Madrasyah Diniyah. Diatas merupakan data rekapitulasi yang disajikan detail Bersama dengan jumlah Lembaga yang ada didalamnya mengenai prasarana pendidikan di seluruh Kecamatan Blimbing Kota Malang.

2. Prasarana Tempat Ibadah

Tempat ibadah merupakan prasarana untuk membentuk manusia yang memiliki perilaku dan akhlak yang baik, oleh karena itu keberadaan rumah ibadah adalah sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. Sebagaimana masyarakat di Kecamatan Blimbing yang membutuhkan tempat ibadah sebagai salah satu kehidupan keagamaannya, dimana oleh karena itu penyediaan prasarana peribadatan dengan jumlah yang memadai sangat penting dalam

(13)

55 rangka salah satu tujuan mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya dan berazaskan Pancasila.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Blimbing menghasilkan data yang menyebutkan ketersediaan tempat ibadah di Kecamatan Blimbing adalah sebagai berikut :

f. Masjid : 121 gedung g. Mushola : 214 gedung h. Gereja Katolik : 2 gedung i. Gereja Protestan : 16 gedung

Dari pendataan yang dituliskan diatas dalam data hasil rekapitulasi mengenai prasarana tempat ibadah di Kecamatan Blimbing perlu diketahui bahwa belum terdapat gedung tempat ibadah untuk warga yang beragama Hindu, Budha, dan Konghucu diKecamatan Blimbing.

2. Prasarana Kesehatan

Kesehatan (yang diwujudkan dalam angka harapan hidup) merupakan salah satu indikator dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia selain Pendidikan (angka melek huruf dan rata – rata lama sekolah) dan Daya Beli Masyarakat (tingkat pengeluaran per-kapita), oleh karena itu tersedianya prasarana kesehatan yang memadai baik dalam ukuran jumlah, ketersebaran, dan fasilitas kesehatan yang dimiliki di suatu wilayah merupakan suatu hal yang mutlak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berikut adalah data mengenai jumlah prasarana kesehatan yang ada di Kecamatan Blimbing sebagai berikut ini :

a. Rumah Sakit : 4 Unit b. Puskesmas : 4 Unit

c. Puskesmas Pembantu : 3 Unit d. Rumah Bersalin : 2 Unit e. Poliklinik : 9 Unit

f. Laboratorium Klink : 3 Unit g. Posyandu : 15 Unit

Rumah sakit terdiri dari 1 (satu) Rumah Sakit Umum (RSU), 2 (dua) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), dan 1 (satu) Rumah Sakit Urologi dan Bedah. Untuk Puskesmas umumnya

(14)

56 berstatus rawat jalan kecuali Puskesmas Polowijen juga menyediakan rawat inap persalinan.

Berikut diatas merupakan detail disajikan hasil pendataan untuk prasarana kesehatan di seluruh wilayah kelurahan di Kecamatan Blimbing.

3. Prasarana Olahraga

Fasilitas olahraga adalah salah satu prasarana yang turut membentuk manusia yang memiliki kondisi fisik sehat dan juga fikiran yang sehat, kesehatan fisik dan juga fikiran dari masyarakat adalah salah satu modal bangsa untuk membangun dan menempuh kemajuan yang terus dituju kedepannya. Oleh karena itu adanya prasarana olahraga adalah salah satu komponen penting yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari – hari, berikut adalah hasil rekapitulasi data mengenai prasarana olahraga di Kecamatan Blimbing yaitu adalah :

a. Lapangan Sepak Bola : 12 lapangan b. Lapangan Tenis : 12 lapangan c. Lapangan Futsal : 3 lapangan d. Lapangan Volley : 17 lapangan e. Lapangan Basket : 12 lapangan f. Lapangan Bulutangkis : 4 lapangan g. Gelanggang Olahraga : 2 gedung h. Kolam Renang : 2 kolam

i. Sasana Tinju : 1 sasana

j. Lapangan Serbaguna : 1 lapangan k. Lapangan Senam :1 lapangan

Sebagai catatan khusus bahwa untuk lapangan sepakbola sebagian besar (7 lapangan) berlokasi di kawasan Rampal (Kelurahan Kesatrian) yang dimiliki dan dikelola oleh TNI AD, sedangkan sisanya dimiliki oleh Pemerintah Kota Malang (4 lapangan) dan VEDC (1 lapangan). Sementara itu di Kelurahan Jodipan tak tersedia satu pun prasarana dan sarana olahraga.

4. Prasarana Pertamanan

Taman paling sedikit memiliki dua fungsi yakni fungsi ekologis dan fungsi sosial. Fungsi ekologis taman adalah untuk: “memproduksi “ oksigen dan menyerap carbondioksida;

meminimalisir polusi udara menjadi sarana penyerapan air; dan pelestarian lingkungan.

Sedangkan fungsi sosial taman adalah untuk: sarana mempererat komunikasi sosial sarana

(15)

57 olahraga, bermain, dan rekreasi dan sebagai landmark atau icon bagi sebuah wilayah. Dari penjelasan tersebut diketahui bahwa taman memiliki nilai strategis dalam pembangunan masyarakat dan pembangunan wilayah sehingga keberadaan taman adalah menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi agar pembangunan fisik infrastruktur, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan dengan seimbang.

a. Taman Kota : 19.800 m2

b. Taman Lingkungan (Non Perumahan) : 3.875 m2 c. Taman Lingkungan (Perumahan) : 62.755 m2 d. Taman Median Jalan Raya : 1.950 m2

Taman Kota sendiri berada di lokasi Taman Ken Dedes, dan selanjutnya adalah Taman Plaosan yang sedang dalam proses pembangunan, selanjutnya adalah Taman Pandanwangi yang terdapat di sebelah tugu batas kota, Taman lingkungan perumahan banyak tersebar di setiap perumahan di berbagai wilayah kecamatan, sedangkan taman median jalan raya adalah berlokasi di Jalan Borobudur dam Taman Tenaga Baru, khusus di wilayah Keluran Jodipan belum terdapat taman sama sekali, dimana data diatas disajikan berdasar pendataan prasarana pertamanan di seluruh wilayah Kecamatan Blimbing.

5. Prasarana Pemerintahan

Kantor pemerintahan adalah sebuah tempat yang dijadikan sebagai pelayanan publik dimana didalamnya terdapat beberapa fasilitas yang banging dengan maksud memberikan pelayanan, dimana pelayanan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengurus dan melakukan segala kegiatan administrasi pemerintahan. Gedung pemerintahan sebagai salah satu fasilitas masyarakat harus dapat dijangkau dan ditemukan oleh berbagai masyarakat dengan tujuan dapat melakukan pelayanan dengan baik dan maksimal.

Berikut adalah hasil dari rekapitulasi mengenai kantor pemerintahan yang terdapat di wilayah Kecamatan Blimbing, yang dimana tersebar di berbagai wilayah Kecamatan Blimbing berikut adalah penjelasannya :

a. Pemerintah Pusat (Kementrian) : 9 kantor

b. Pemerintahan Pusat (Non Kementrian) : 23 kantor c. Pemerintah Provinsi Jawa Timur : 1 kantor

d. Pemerintahan Provinsi Jawa Timur : 1 kantor e. Kantor BUMN : 4 kantor

(16)

58 f. Pemerintah Kota Malang : 18 kantor

6. Prasarana Sosial Kemasyarakatan

Prasarana sosial kemasyarakatan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah sebuah prasarana untuk masyarakat yang dibangun untuk kepentingan seluruh masyarakat, dimana kepentingan yang dimaksud disini adalah untuk kepentingan Bersama seperti dalam hubungan antar warga. Berdasarkan hasil rekapitulasi berikut ini adalah penjelasan prasarana sosial kemasyarakatan yang ada di wilayah Kecamatan Blimbing, berikut penjelasan dan jumlah gedungnya :

a. Balai RW : 94 gedung b. Panti Jompo : 2 gedung c. Panti Rehabilitasi : 3 gedung d. Panti Asuhan : 4 gedung

7. Prasarana Transportasi Darat

Prasarana transportasi darat memiliki peran dalam kehidupan masyarakat yang dimana merupakan peran vital dalam menjalani kehidupan sehari – hari, khususnya digunakan untuk pergerakan arus kehidupan manusia, barang ataupun jasa. Dimana hal tersebut jugalah merupakan dari penggerak kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah ataupun kota, oleh karena itu keberadaan dari prasarana transportasi darat yang mewadahi dapat menjadikan media untuk menjangkau seluruh wilayah yang merupakan syarat dari pertumbuhan ekonomi.

a. Jalan Provinsi : 2.246 meter b. Jalan Nasional : 7.851 meter c. Jalan Kota : 59.309 meter d. Jalur Kereta Api : 7.793 meter

e. Jembatan (Gantung, Baja dan Beton) : 84 unit

Berikutlah data mengenai prasarana transportasi darat yang ditulis melalui profil Kecamatan Blimbing, dimana menunjukan jumlah dan besaran prasarana darat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Blimbing dan masyarakat lain dalam rangka

(17)

59 menjalani kehidupan sosial, juga sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi kedepannya.

Gambar 5 Foto Terminal Arjosari

Sumber : Dokumentasi Pribadi

8. Prasarana Sumber Daya Air

Air merupakan sebuah sumber kehidupan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, oleh karena itu eksplorasi ataupun pemanfaatan dari sumber daya air harus dilakukan secara maksimal dan optimal demi manfaat yang baik. Sebagaimana masyarakat di Kecamatan Blimbing yang juga membutuhkan keberadaan air untuk kehidupan mereka, peran air dalam kehidupan dan kebutuhan manusia sangatlah besar, dimana peran air tersebut memiliki andil besar dalam kehidupan masyarakat. Berikut adalah rekapitulasi data mengenai prasarana sumber daya air yang ada di Kecamatan Blimbing adalah sebagai berikut :

a. Sungai Bango : 10.359 meter b. Anak Sungai Bango : 23.910 meter c. Sungai Brantas : 1.479 meter

(18)

60 d. Anak Kali Brantas : 2.272 meter

e. Sungai Mewek : 3.696 meter f. Sungai Kuncen : 3.643 meter g. Sungai Kajar : 3.511 meter

9. Prasarana Perdagangan

Pasar merupakan tempat dan sarana bagi terjadinya kegiatan perekonomian masyarakat, dimana kegiatan ekonomi tersebut adalah sebagai tempat bertemu dan terjadinya sebuah pertukaran barang dan juga nilai uang antara penjual dan juga pembeli didalamnya. Walaupun dengan berkembangnya teknologi transaksi dapat dilakukan secara online akan tetapi dengan memperhatikan barang secara langsung adalah pengalaman yang berbeda, dan juga keberadaan pasar fisik merupakan kebutuhan yang mutlak untuk masyarakat. Oleh karena itu keberadaan prasarana perdagangan yang memadai dan layak dibutuhkan dan harus diperhatikan oleh pemerintah.

Berikut ini adalah data rekapitulasi yang dapat disajikan mengenai data prasarana perdagangan yang ada di Kecamatan Blimbing adalah sebagai berikut :

a. Pasar Tradisional : 18.500 m2 b. Pasar Modern : 4.000 m2 c. Pasar Pagi : 1.600 m2

d. Pasar Penampungan : 11.700 m2

Pasar tradisional berlokasi di Kelurahan Blimbing, Bunulrejo, dan Pandanwangi. Pasar Modern berada di Plaza Araya Kelurahan Purwodadi. Pasar Pagi merupakan pasar semi / non permanen yang memanfaatkan badan jalan atau menggunakan bangunan semi permanen.

Pasar Penampungan adalah yang dibangun di Kelurahan Pandanwangi sedianya untuk relokasi sementara pedagang Pasar Blimbing saat renovasi namun hingga saat ini belum pernah ditempati. Sementara di Kelurahan Balearjosari dan Kelurahan Jodipan tidak terdapat pasar. Berikut disajikan data detail prasarana perdagangan (pasar) yang berada di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Blimbing.

Gambar 6

(19)

61 Foto Pasar Tradisional Blimbing

Sumber : Dokumentasi Pribadi

(20)

43 1.5 Sejarah Ritel Modern di Kota Malang

Sejarah Ritel modern yang ada di Kota Malang sendiri dapat dikatakan cukup Panjang dan juga dengan berbagai macam versi atau banyak sumber mengatakan, akan tetapi dapat dipastikan bahwa kedatangan ritel modern di Kota Malang sendiri dimulai dengan ramainya modernisasi dan mulai tumbuhnya kehidupan modern yang ada di Kota Malang itu sendiri.

Dengan berbagai jenis ritel modern yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti kebutuhan dapur, makanan dan lain – lain mulai bermunculan di Kota Malang.

Berbagai jenis perusahaan ritel modern mulai satu persatu masuk ke Kota Malang dikarenakan dapat dilihat bahwa Kota Malang memiliki banyak peluang dan potensi untuk berkembang, oleh karena itu kedatangan ritel modern di Kota Malang sebagai tempat tujuan bagi masyarakat untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan. Sejarah mencatat berdasarkan dari situs Malang Times menyebutkan bahwa pertama kali adanya ritel modern di Kota Malang adalah pada tahun 2000, dimana pada tahun tersebut ritel modern pertama adalah Indomar*t di Kecamatan Lowokwaru yang dimana dapat dilihat bahwa wilayah tersebut memiliki potensi pertumbuhan modernisasi.

Setelah sukses membuka gerai pertama pada tahun 2000 maka selanjutnya perusahaan ritel modern tersebut membuka gerai kedua pada tahun yang sama dan pembukaan gerai ketiga di tahun 2002, setelah kesuksesan adanya ritel modern menjadi daya Tarik masyarakat karena keberadaannya cukup membantu selanjutnya terdapat banyak muncul gerai – gerai baru yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang karena terdapat respon positif dengan keberadaan ritel modern tersebut. Sehingga mulai bermunculan lah banyak perusahaan ritel modern lain yang masuk ke Kota Malang untuk melebarkan bisnisnya, dikarenakan melihat potensi besar di Kota Malang.

Maka selanjutnya di bukalah ritel modern lain yaitu Super I*do pertama di Kota Malang pada tahun 2018 yang ada di Kecamatan Lowokwaru juga, dan selanjutnya berkembang di wilayah lainnya. Dengan melihat perkembangan dan tren positif dikarenakan Kota Malang selalu dipenuhi dengan perkembangan modernisasi dampak dari banyaknya pendatang dari Kota lain yang menuju ke Kota Malang untuk mengenyam pendidikan ataupun bekerja.

Melihat hal tersebut mulai banyak bermunculan jenis ritel modern lain nya seperti Transm*rt di Kota Malang, oleh karena itu dapat dilihat bahwa Kota Malang memiliki potensi ritel modern.

(21)

44 Selain itu pada tahun 2018 Hero Group selaku salah satu perusahaan ritel dan supermarket ternama juga telah membangun Gi*nt Ekstra Mart di Malang, dan juga pembangunan di Kota Malang dengan nilai investasi yang tinggi ini semakin menguatkan bukti bahwa Kota Malang merupakan kota dengan potensi tinggi dan juga pasar yang berkembang bagi perusahaan – perusahaan ritel besar yang hendak membangun ritel modern di Kota Malang. Hal ini tidak lain dikarenakan Kota Malang memiliki pasar potensi tinggi dengan tingginya perkembangan kehidupan modernnya, hal ini dibuktikan hingga saat ini masih banyak ditemukan keberadaan ritel modern dan juga masih dipenuhi dengan banyak pelanggan.

Ritel modern sendiri telah menjadi tempat bagi masyarakat untuk berbelanja dan juga memenuhi kebutuhan sehari – hari yang dapat ditemui di tempat tersebut, oleh karena itu keberadaannya seakan disambut oleh masyarakat di Kota Malang. Dikarenakan dengan keberadaan ritel modern memberikan arti sendiri bagi masyarakat dalam membantu kebutuhan sehari – hari, dengan kondisi sosial dan ekonomi yang semakin berkembang di Kota Malang maka bukan tidak mungkin bahwa semakin hari kedepannya keberadaan ritel modern akan semakin berkembang pesat. Dengan melihat sejarah ritel modern dan juga supermarket yang semakin berkembang di Kota Malang yang didukung dengan banyak aspek, keberadaan pendatang dan juga modernisasi yang kian berkembang.

1.6 Keberadaan Ritel Modern di Kota Malang

Ritel Modern dengan berbagai perusahaan yang telah ada dan masuk di Kota Malang dapat cukup banyak ditemukan disetiap sudut kota, dimana persebaran dan perkembangan dari Ritel Modern sendiri memiliki poin positif dan poin negative bagi masyarakat yang dimana dapat dirasakan dalam dua sudut pandang tersebut. Dari sisi lain dimana keberadaan Ritel Modern sendiri dapat dikatakan bahwa wilayah tersebut telah memiliki kondisi, dan juga telah mengalami kondisi modernisasi yang dialami oleh masyarakat dan juga segala aspek yang mendukung sehingga dapat dikatakan bahwa wilayah yang terdapat ritel modern tersebut telah dapat dikatakan wilayah atau kota dengan peradaban sosial dan ekonomi yang modern.

(22)

45 Ritel modern sendiri merupakan tempat dimana masyarakat dapat menemukan kebutuhan sehari – harinya diantara lain seperti kebutuhan makan, peralatan dapur, persiapan memasak dan kebutuhan pokok lain yang dapat dibelanjakan dan melakukan transaksi di Ritel Modern. Berbagai perusahaan besar yang masuk ke Kota Malang sebagai salah satu kota dengan perkembangan ritel modern yang semakin berkembang, dan juga keberadaannya yang konsisten dapat dikatakan bahwa menjadi bukti bahwa keberadaan ritel modern di Kota Malang mendapat sambutan positif bagi masyarakat dan dapat menjadi sebuah indikator bahwa kehidupan sosial dan ekonomi di Kota Malang telah berkembang modern.

Perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi juga aspek lain seperti dibangunnya banyak fasilitas publik, pembangunan industry – industry dan juga tempat pendidikan menengah hingga perguruan tinggi kian menjadi daya Tarik bagi pendatang dan juga perusahaan ritel untuk datang ke Kota Malang. Maka disinilah telah menjadi sebuah perkembangan dimana keberadaan ritel modern yang masuk ke Kota Malang dikarenakan kota ini memiliki potensi dan juga perkembangan kea rah modern yang terus maju. Dapat dikatakan bahwa keberadaan ritel modern selain menjadi tempat bagi masyarakat untuk berbelanja memenuhi kebutuhan, menjadi sumbangan tenaga kerja bagi SDM sekitar dan juga menjadi indikator tersendiri bagi Kota Malang bahwa telah mengalami kemajuan atau modernisasi ke arah yang maju.

Akan tetapi di sisi lain keberadaan ritel modern menjadi sisi negative atau menjadi sisi yang kurang baik bagi beberapa pihak, antara lain yaitu adalah para pedagang ritel kecil, pedagang tradisional dan juga para pedagang di pasar tradisional. Kenapa hal tersebut dapat terjadi adalah dikarenakan ritel modern dapat menjadi sebuah aspek yang mengancam keberadaan mereka, dengan keunggulan kebersihan dan kenyamanan, kelengkapan barang yang menyebabkan masyarakat banyak memilih berbelanja di ritel modern adalah sebuah bukti bahwa keberadaan ritel modern mengancam eksistensi dan memberikan persaingan tersendiri bagi ritel kecil dan pedagang tradisional.

Kenapa dapat dikatakan bahwa keberadaan ritel modern memberikan persaingan dengan ritel tradisional atau pasar tradisional dikarenakan, ritel modern menjual barang dan juga perlengkapan sama sebagaimana yang dijual oleh ritel dan pasar tradisional. Seperti menjual perlengkapan dapur alat memasak, kebutuhan pangan, buah – buah an dimana barang – barang tersebut dijual serupa oleh kedua ritel modern dan juga pasar tradisional.

(23)

46 Dengan menjamin kelengkapan barang dan juga kebersihan juga pelayanan yang lebih modern menyebabkan keberadaan ritel modern menjadi ancaman, dikarenakan kedatangannya seakan memberikan solusi yang tidak ditemukan di pasar tradisional seperti pelayanan pembayaran digital.

Sehingga apa yang terjadi saat ini dapat dilihat bahwa ritel tradisional mengalami pemunduran seperti berkurangnya pembeli, dan juga persaingan dari ritel modern tersebut yang hari kian hari semakin bertambah di Kota Malang yang tersebar di banyak dan berbagai wilayah. Pasar tradisional selalu diidentikan dengan tempat kumuh dan juga barang yang kualitasnya kurang baik, sehingga apa yang diberikan oleh ritel modern seperti kelengkapan barang, kualitas barang yang baik dan juga layanan yang lebih baik dan lengkap membuat para konsumen banyak beralih ke ritel modern, sehingga secara jelas dapat dikatakan bahwa keberadaan ritel modern dapat menggusur dan memberikan persaingan tersendiri terhadap ritel modern.

Gambar

Gambar 5  Foto Terminal Arjosari

Referensi

Dokumen terkait

LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada

37 Tingginya persentase serangan di dataran rendah maupun tinggi diduga karena letak galur G4 di dataran rendah dan G7 di dataran tinggi berada di bagian tepi pada

Perumusan Kebijakan: Perumusan Sasaran Permusan Kebijakan Implementasi Kebijakan Monitoring Kebijakan Evaluasi Kebijakan •Politik •Ekonomi •Administr asi •Teknologi •Sosial,

Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Kota Malang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah baru, yang dibentuk untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah

a. Untuk mengetahui saham-saham yang terbentuk dalam portofolio optimal mengggunakan model indeks tunggal. Untuk mengetahui proporsi dana masing-masing saham yang terbentuk

Penelitian yang dilkaukan Nuratama (2011) membuktikan variabel tenure berpengaruh positif terhadap kualitas audit, dengan kata lain semakin panjang tenure KAP,

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) struktur novel Megamendung Kembar (MK); (2) latar belakang sosial budaya ditulisnya novel MK; (3) sosial

Berdasarkan kedua variabel tersebut, maka asumsi yang melandasi hubungan kedua variabel di atas adalah dapat diketahui ada tidaknya pengaruh Rubrik Kisah Utama dalam Tabloid