• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Life Skill di Sekolah Alam A-Ridho Bukit Kencana Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembelajaran Life Skill di Sekolah Alam A-Ridho Bukit Kencana Kecamatan Tembalang Kota Semarang."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Ningrum Khasanah, 2006. Pembelajaran Life Skill di Sekolah Alam A-Ridho Bukit Kencana Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Dosen pembimbing Drs. Hardjono dan Drs. Daniel Purnomo M.Si.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan pendidikan di Indonesia yang jauh tertinggal dibanding negara lain. Sedangkan berdasar studi Blazely dkk. (1997) dalam Tim BBE (2002), melaporkan bahwa pelaksanaan pendidikan selama ini dirasa terlalu teoritis. Sehingga dianggap kurang dalam membekali peserta didik tentang keterampilan hidup untuk menghadapi masa depan yang lebih sulit. Oleh sebab itulah diterapkanlah life skill pada seluruh jenjang, jenis, dan satuan pendidikan. Kemudian dilakukanlah peneltian tentang pelaksanaan life skill yang diselenggarakan di Sekolah Alam Ar-Ridho. Alasan dipilihnya Ar-Ridho harapannya akan diperoleh pelaksanaan life skill yang lebih nyata karena konsep sekolah dengan menggunakan alam sebagai sumber belajar, yang berarti dekat dengan kehidupan nyata pula.

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Jenis penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi dari suatu keadaan atau fenomena secara mendalam. Deskriptif kualitatif merupakan salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang luas dan banyak. Responden yang dipakai adalah kepala sekolah, pendidik, dan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pembelajaran life skill di Sekolah Alam Ar-Ridho Bukit Kencana Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Masalah yang dibahas adalah bagaimana desain pembelajaran life skill, bagaimana pelaksanaan pembelajaran life skill, dan hambatan apa yang ditemukan dalam pembelajaran life skill, yang dilaksanakan di Sekolah Alam Ar-Ridho.

Hasil penelitian diperoleh bahwa pada perencanaan awal dari desain pembelajaran life skill di SAA diterapkan pada seluruh mata pelajaran dan bersifat sederhana, tidak rumit dan menyenangkan. Dimana life skill yang diberikan berkisar pada dimilikinya identitas pribadi, kreatifitas, kemampuan berpendapat, kemampuan berpikir, maupun kemampuan untuk belajar. Penilaian dilakukan dengan observasi dan lewat hasil karya dari peserta didik. Perangkat penilaian berdasarkan perangkat dari Diknas dan forto folio yang dapat dilihat orang tua tiap akhir semesteran, sehingga tidak ada perangkat penilaian khusus untuk life skill, karena life skill diterapkan pada seluruh mata pelajaran. Tetapi lewat penilaian yang ada telah mengandung unsur life skill. Dalam pelaksanaannya, sarana adalah hal yang sangat penting dalam pembelajaran, sedangkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran life skill adalah dengan metode tematik, integral, dan spider web, life skill disusun berdasarkan tema yang dipelajari sehingga peserta didik akan terlatih untuk menghadapi permasalahan sesuai kehidupan nyata. Dalam mengembangkan kemampuan pendidik tentang life skill, sekolah mengusahakan dengan mengikuti training maupun lewat presentasi dan ‘tour de class’. Hambatan yang dihadapi adalah penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, serta kemampuan yang dibutuhkan pendidik untuk mengelola keaktifan dan potensi peserta didik.

(2)

yang dibentuk harus direncanakan dan dievaluasi dengan jelas, agar tidak hanya sebatas efek pengiring saja. Keempat: sarana dan prasarana sangat penting dalam pembelajaran life skill, tetapi keterbatasan sarana semestinya tetap memberi semangat bagi sekolah untuk melaksanakan pembelajaran dengan lebih efektif dan nyata lewat sarana yang tersedia. Dan outing dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana yang ada.

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian di atas maka dapat ditarik bahwa dengan mengusung judul “ Pembelajaran Tari Yuyu Kangkang Dalam Program Life Skill di SMK Kesenian Putera Nusantara

Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 60,14% siswa memandang bahwa pembelajaran life skill belum sepenuhnya membekali kecakapan sosial secara baik, hal ini disebabkan

Meningkatkan keterampilan guru IPA-Biologi SMP di KAbupaten Bantul dalam penyusunan LKS Empirik berorientasi “ Life Skill ” dalam pembelajaran pada topik Pengolahan

Perlu adanya aksi nyata untuk merealisasikan pelaksanaan model pembelajaran keaksaraan fungsional melalui pendekatan belajaran Akret berbasis life skill bagi perempuan pedesaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pelaksanaan pembelajaran tematik, (2) Permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, dan (3) Strategi pemecahan

Kata Kunci: Andragogi, Metode Demonstrasi, Life Skill, Program Paket C Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pendekatan andragogi, kendala yang

JUDUL : Peningkatan Pelaksanaan Praktikum Biologi Berorientasi Life Skill Pada Proses Pembelajaran SMA Negeri 1 Majauleng Kab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

Pendekatan penelitian adalah kualitatif yang bertujuan untuk menggali konsep pelaksanaan pendidikan humanis dalam pembelajaran Life Skill Menjahit pada SKB Kabupaten Enrekang Hasil dari