CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
1
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANBAB I PENDAHULUAN
Dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, disusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 yang berupa Laporan Keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan untuk disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP SAL), Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Neraca, Laporan Arus Kas (LAK), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK).
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode laporan. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP SAL) menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya terhadap pos-pos saldo anggaran lebih awal, penggunaan saldo anggaran lebih, sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran Tahun berjalan, koreksi kesalahan pembukuan Tahun sebelumnya, dan lain-lain serta saldo anggaran lebih akhir.
Laporan Operasional (LO) merupakan laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya dalam satu periode pelaporan.
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) yaitu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan ekuitas satu periode. Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Kota Salatiga mengenai Aset, Kewajiban dan Ekuitas pada tanggal tertentu. Sedangkan Laporan Arus Kas (LAK) adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasional, aktivitas investasi aset non keuangan, aktivitas pembiayaan, dan aktivitas transaksi non anggaran yang menggambarkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas pada periode tertentu.
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) merupakan penjelasan naratif atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP SAL), Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Neraca dan Laporan Arus Kas (LAK). Catatan atas Laporan Keuangan juga menyajikan informasi tentang Kebijakan Akuntansi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Salatiga sebagai dasar penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2020. Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Salatiga Tahun Anggaran 2019. Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan dapat dipahami oleh pemakai informasi laporan keuangan secara luas tidak terbatas hanya untuk pembaca tertentu ataupun manajemen entitas pelaporan Pemerintah Kota Salatiga secara keseluruhan.
a. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Pemerintah Kota Salatiga Tahun Anggaran 2020 disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga selama satu periode pelaporan. Laporan Keuangan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan dan membantu menentukan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
2
Tujuan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kota Salatiga Tahun Anggaran 2020 adalah untuk menyajikan informasi mengenai:a) kemampuan Pemerintah Kota Salatiga dalam merealisasikan pendapatan yang dianggarkan;
b) realisasi pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Salatiga berdasarkan anggaran belanja yang telah ditetapkan;
c) sumber-sumber pembiayaan dalam rangka menutup defisit dan pemanfaatan surplus anggaran;
d) semua aset dan sumber daya ekonomis yang dikuasai atau dimiliki oleh Pemerintah Kota Salatiga;
e) kewajiban-kewajiban Pemerintah Kota Salatiga kepada pihak ketiga yang belum dibayar atau diselesaikan sampai dengan tanggal neraca;
f) kekayaan bersih (Ekuitas Dana) yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Salatiga pada tanggal neraca;
g) sumber-sumber penerimaan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi;
h) penggunaan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi;dan i) saldo kas dan setara kas pada awal dan akhir periode akuntansi.
b. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kota Salatiga disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan mengenai keuangan daerah serta perencanaan pembangunan daerah, terdiri atas:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi, dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
8. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 4 Tahun 2020;
9. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Salatiga Tahun 2017-2022;
10. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 5 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020;
11. Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020;
12. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 22 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020;
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
3
13. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 42 Tahun 2019 tentang Penjabaran AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 19 Tahun 2020;
14. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020;
15. Peraturan Wali kota Salatiga Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 38 Tahun 2020;
16. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 39 Tahun 2020 tentang Kerangka Konseptual Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Salatiga;
17. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 58 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 1 Tentang Penyajian Laporan Keuangan;
18. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 59 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 2 Tentang Laporan Realisasi Anggaran;
19. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 60 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 3 Tentang Neraca;
20. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 61 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 4 Tentang Laporan Arus Kas;
21. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 62 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 5 Tentang Catatan Atas Laporan Keuangan;
22. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 63 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 6 Tentang Akuntansi pendapatan;
23. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 64 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 7 Tentang Belanja dan Beban;
24. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 65 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 8 Tentang Akuntansi Pembiayaan;
25. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 66 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 9 Tentang Akuntansi Aset;
26. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 67 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 10 Tentang Akuntansi Kewajiban;
27. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 68 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 11 Tentang Akuntansi Ekuitas;
28. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 69 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 12 Tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi Yang Tidak Dilanjutkan;
29. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 70 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 13 Tentang Laporan Keuangan Konsolidasi;
30. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 71 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 14 Tentang Laporan Operasional;
31. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 72 Tahun 2020 tentang Kebijakan Akuntansi Nomor 15 Tentang Laporan Perubahan Saldo Anggaran lebih (LPSAL);
32. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 74 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi;
33. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 75 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Pendapatan;
34. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 76 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Beban dan Belanja;
35. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 77 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Transfer;
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
4
36. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 78 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Pembiayaan;37. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 79 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Kas dan Setara Kas;
38. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 80 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Piutang;
39. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 81 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Persediaan;
40. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 82 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Investasi;
41. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 83 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Aset Tetap;
42. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 84 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Penyusutan Aset Tetap dan Amortisasi Aset Tidak Berwujud;
43. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 85 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Dana Cadangan;
44. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 86 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Aset Lainnya;
45. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 87 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Kewajiban;
46. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 88 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Koreksi Kesalahan;
47. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 89 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Konsolidasian;
48. Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 90 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah;
49. Peraturan Wali Kota Salatiga Peraturan Walikota Salatiga Nomor 2020 Bagan Akun Estándar (BAS);
c. Sistematika Penyajian Catatan Atas Laporan Keuangan
Sistematika isi Catatan Atas Laporan Keuangan Dinas Sosial adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan 2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 3. Sistematika Penyajian Catatan atas Laporan Keuangan
Bab II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja APBD
➢ Ekonomi Makro
➢ Kebijakan Keuangan
▪ Kebijakan Anggaran Pendapatan
▪ Kebijakan Anggaran Belanja Daerah
▪ Kebijakan Anggaran Pembiayaan
➢ Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD Bab III Ikhtisar Capaian Target Kinerja Keuangan
1. Pengelolaan Pendapatan Daerah 1. Target dan Realisasi Pendapatan 2. Permasalahan yang dihadapi 2. Pengelolaan Belanja Daerah
a. Target dan Realisasi Belanja b. Permasalahan yang dihadapi
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
5
Bab IV Kebijakan Akuntansia. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan
b. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan c. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
1. Pengukuran Aset 2. Pengukuran Kewajiban 3. Pengukuran Ekuitas
4. Pengukuran Pendapatan LRA 5. Pengukuran Belanja
6. Pengukuran Pendapatan LO 7. Pengukuran Beban
Bab V Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan
a. Penjelasan Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 1. Pendapatan
2. Belanja 3. Pembiayaan
b. Penjelasan Pos-pos Laporan Operasional a. Kegiatan Operasional
b. Kegiatan Non Operasional c. Pos Luar Biasa
d. Surplus/Defisit LO
c. Penjelasan Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas a. Ekuitas Awal
b. Surplus/Defisit LO
c. Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan / Kesalahan Mendasar d. Ekuitas Akhir
d. Penjelasan Pos-pos Neraca a. Aset
b. Kewajiban c. Ekuitas e. Analisa
Bab VI Informasi Non Keuangan
a. Organisasi dan Tata Kerja OPD Tahun 2020 b. Rencana Strategis OPD
c. Informasi Non Keuangan Lainnya Bab VII Penutup
LAMPIRAN-LAMPIRAN
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
6 BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
1. Ekonomi Makro
Pertumbuhan ekonomi Salatiga Tahun 2019 yang ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010, mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Laju pertumbuhan PDRB tiga Tahun terakhir atas dasar harga konstan 2010 adalah sebagai berikut:
Tahun PDRB atas Dasar Harga Konstan 2010 = 100 (juta rupiah) 2017 8.624.240,98
2018 9.127.749,57 2019 9.664.500,70
Pada Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,88 persen, dan di Tahun 2018 pertumbuhan sebesar 5,84 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 10,19 persen sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian yakni sebesar 1,36 persen. Sektor Industri Pengolahan memberikan sumbangan tertinggi terhadap ekonomi Kota Salatiga yaitu sebesar 31,15 persen, dengan laju pertumbuhan sebesar 6,26 persen. Sektor Konstruksi dan sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang juga merupakan sektor dominan memberikan sumbangan yang cukup signifikan yaitu masing-masing sebesar 14,45 persen dan 13,19 dengan pertumbuhan sebesar 4,40 dan 5,54 persen.
Kondisi perekonomian Kota Salatiga yang relatif baik juga ditunjukkan dengan tingkat inflasi yang rendah. Inflasi Kota Salatiga Tahun 2018 sebesar 2,47 persen, angka tersebut lebih rendah dari inflasi Tahun 2017 (3,5 persen), namun lebih tinggi dari Tahun 2016 (2,19 persen).
Walaupun perekonomian Kota Salatiga dalam kondisi baik, namun berbagai tantangan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kota Salatiga masih ada antara lain:
a. Masih besarnya ketergantungan penerimaan daerah dari sumber dana perimbangan;
b. Kondisi perekonomian daerah masih banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, kondisi perekonomian nasional maupun perekonomian global.
Jika terjadi perubahan terhadap kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap kenaikan harga barang/jasa yang berdampak pada inflasi daerah;
c. Tuntutan untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif;
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
7 d. Pengaruh fluktuasi ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Melihat potensi, peluang dan tantangan yang dihadapi maka kebijakan ekonomi makro Pemerintah Kota Salatiga Tahun 2017 diarahkan pada peningkatan pendapatan perkapita melalui pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, penanggulangan kemiskinan serta pengurangan pengangguran. Data jumlah pengangguran terbuka tiga Tahun terakhir adalah sebagai berikut:
Tahun Jumlah Pengangguran Terbuka (orang)
2017 4.155
2018 4.648
2019 4.528
Tingkat pengangguran terbuka pada Tahun 2019 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan data Tahun 2018. Tingkat pengangguran terbuka Kota Salatiga Tahun 2018 sebesar 4,28 persen menjadi 4,43 persen pada Tahun 2019.
Para pencari kerja yang memiliki idealisme terhadap jati diri mereka tentang lapangan pekerjaan yang diinginkan, memilih menganggur dan mencari lapangan pekerjaan yang dianggap sesuai.
Dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang semakin positif sesuai dengan target yang telah direncanakan, dengan memperhatikan kondisi perekonomian global dan nasional serta kebijakan ekonomi Jawa Tengah, kebijakan diarahkan pada peningkatan perekonomian daerah berbasis potensi unggulan daerah sehingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas dapat dicapai. Upaya yang dilakukan antara lain melalui:
a. Pengembangan sarana prasarana perekonomian daerah;
b. Konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi tinggi dengan rendah dengan meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur yang semakin baik;
c. Meningkatkan daya saing produk UMKM/IKM berbahan baku lokal;
d. Peningkatan akses pasar dan promosi bagi potensi unggulan di daerah;
e. Peningkatan iklim usaha kondusif terutama bagi investasi yang menyerap tenaga kerja yang mendukung ekonomi kerakyatan;
f. Peningkatan kelancaran arus distribusi barang kelompok kebutuhan masyarakat dan barang strategis serta kelompok jasa.
Arah dan skema dari kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi adalah mengenai upaya optimalisasi pengelolaan dan pendayagunaan potensi daya lokal melalui:
a. Pemanfaatan sumber daya alam yang mampu menghasilkan nilai ekonomi
sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat;
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
8 b. Pelibatan dan peningkatan daya saing Usaha Kecil Menengah dan Koperasi dengan
menekankan produk unggulan daerah serta produk industri unggulan daerah serta produk industri kreatif Kota Salatiga;
c. Pengembangan sistem pemasaran hasil produk unggulan daerah serta produk industri kreatif Kota Salatiga;
d. Peningkatan program kemitraan, sarana dan prasarana pendukung dalam rangka pembentukan wirausaha baru;
e. Peningkatan peran dan layanan koperasi, lembaga jasa keuangan.
Kebijakan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan pelayanan publik serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui:
a. Peningkatan iklim usaha yang kondusif bagi investor;
b. Pengembangan produk unggulan daerah dan kewirausahaan untuk mendorong daya saing;
c. Peningkatan nilai tambah barang dan jasa yang berorientasi pada pengembangan produk dan pendapatan petani;
d. Melanjutkan pembangunan dan revitalisasi infrastruktur wilayah;
e. Pengembangan struktur perekonomian daerah melalui pengembangan potensi dan produk unggulan daerah yang memiliki daya saing.
Kondisi pandemi akibat Covid-19 sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hingga kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat negatif 5,32 persen. Perekonomian Kota Salatiga pada Tahun 2020 tidak akan lepas dari pengaruh perkembangan perekonomian nasional maupun global. Untuk proyeksi Tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga optimis akan membaik, namun perlu adanya keseimbangan pertumbuhan makro dan mikro diberbagai sub sektor. Kondisi ekonomi Tahun 2020 sangat dipengaruhi faktor eksternal maupun internal dimana faktor eksternal diperkirakan sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19. Tahun 2020 bukan menjadi Tahun terbaik. Pasalnya, pandemi covid-19 telah membuat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan covid-19 di Salatiga. Hal ini menyebabkan banyak kegiatan yang tidak bisa terlaksana di Tahun 2020. Kebijakan dari pemerintah lebih kepada pencegahan dan penanganan Covid-19, peningkatan pelayanan publik dan menciptakan penguatan ekonomi masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan ketenagakerjaan dan kemiskinan akibat pandemi Covid-19 di Kota Salatiga.
2. Kebijakan Keuangan
Kebijakan keuangan meliputi:
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
9 a. Kebijakan Anggaran Pendapatan
Kebijakan anggaran pendapatan merupakan rencana Tahunan sebagai upaya pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran yang diinginkan di bidang pendapatan daerah dalam rangka memperkuat pelaksanaan otonomi daerah, sehingga kebijakan anggaran pendapatan pada Tahun anggaran 2020 diarahkan untuk memberdayakan potensi pendapatan daerah melalui:
a. Optimalisasi penggalian sumber-sumber pendapatan daerah (ekstensifikasi dan Intensifikasi);
b. Peningkatan pengelolaan, pemanfaatan dan pengawasan aset daerah yang berdayaguna dan berhasil guna untuk meningkatkan pendapatan daerah;
c. Peningkatan Sistem Pelayanan Unit Pelayanan Teknis Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;
d. Peningkatan profesionalisme sumber daya manusia dalam pengelolaan pendapatan daerah;
e. Peningkatan koordinasi dengan instansi penghasil;
f. Pengembangan fasilitas sarana dan prasarana sumber pendapatan daerah.
b. Kebijakan Anggaran Belanja
Belanja daerah diarahkan pada upaya peningkatan proporsi belanja untuk memihak kepentingan publik, disamping untuk tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan di daerah, sehingga kebijakan anggaran belanja disusun dengan lebih mengutamakan pembiayaan pembangunan yang bersifat investasi yang strategis serta pembiayaan pembangunan dalam rangka penyediaan sarana prasarana untuk menunjang program-program mendasar yang didasarkan pada kebutuhan riil dalam rangka menunjang kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari satuan kerja yang ada di Pemerintah Kota Salatiga, dengan berpegang pada prinsip-prinsip penganggaran:
a. Partisipasi masyarakat
b. Transparansi dan akuntabilitas anggaran c. Disiplin anggaran
d. Keadilan anggaran
e. Efisiensi dn efektifitas anggaran
f. Taat azas
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
10 c. Kebijakan Anggaran Pembiayaan
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan untuk menutup Defisit atau untuk memanfaatkan Surplus. Defisit atau Surplus terjadi apabila ada selisih antara Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah. Dalam menyusun APBD diupayakan agar belanja daerah tidak melampaui pendapatan dalam Tahun anggaran bersangkutan, apabila terjadi surplus maka penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi sehingga penggunaannya diutamakan untuk membentuk dana cadangan, namun apabila terjadi defisit maka jumlah kumulatif defisit APBD tidak diperkenankan melebihi 3% dari PDRB Tahun bersangkutan.
3.
Indikator
Pencapaian Target Kinerja APBDSecara keseluruhan anggaran belanja Dinas Sosial pada Tahun anggaran 2020 sebesar Rp.10.375.029.000,00 terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 4.459.803.000,00 dan Belanja Langsung sebesar Rp 5.915.226.000,00. Dari anggaran tersebut realisasi per 31 Desember 2020 sebesar Rp 9.454.156.498,00 atau 91,12% terdiri dari Belanja Tidak Langsung terealisasi sebesar Rp 4.075.609.593,00 atau 91,39% dan Belanja Langsung terealisasi sebesar Rp 5.378.546.905,00 atau 90,93%.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
11
BAB IIIIKHTISAR PENCAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN
1. Pengelolaan Pendapatan Daerah
Dinas Sosial Kota Salatiga bukan unit kerja penghasil sehingga tidak mengelola pendapatan daerah.
2. Pengelolaan Belanja Daerah
a. Target dan Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020
Target dan realisasi APBD yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun Anggaran 2020 dapat dilihat sebagaimana pada uraian dibawah ini:
Target : Rp 10.375.029.000,00 Realisasi : Rp 9.454.156.498,00 Prosentase : 91,12%
Belanja terdiri atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung:
1) Belanja Tidak Langsung
Target : Rp 4.459.803.000,00 Realisasi : Rp 4.075.609.593,00 Prosentasi : 91,39%
Terdiri dari : 1) Belanja Pegawai
Target : Rp 4.459.803.000,00 Realisasi : Rp 4.075.609.593,00 Prosentase : 91,39%
2) Belanja Langsung
Target : Rp 5.915.226.000,00 Realisasi : Rp 5.378.546.905,00 Prosentasi : 90,93%
Terdiri dari :
1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Target : Rp 13.000.000,00
Realisasi : Rp 12.670.200,00 Prosentase : 88,41%
2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Target : Rp 59.000.000,00
Realisasi : Rp 46.648.979,00 Prosentase : 79,07%
3) Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah
Target : Rp 40.000.000,00
Realisasi : Rp 24.648.975,00 Prosentase : 61,62%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
12
4) Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan KendaraanDinas/Operasional
Target : Rp 23.000.000,00
Realisasi : Rp 10.482.250,00 Prosentase : 45,57%
5) Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Target : Rp 133.500.000,00 Realisasi : Rp 125.087.516,00 Prosentase : 93,70%
6) Penyediaan Alat Tulis Kantor
Target : Rp 90.000.000,00
Realisasi : Rp 89.498.600,00 Prosentase : 99,44%
7) Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan
Target : Rp 16.000.000,00
Realisasi : Rp 15.998.550,00 Prosentase : 99,99%
8) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Target : Rp 12.000.000,00
Realisasi : Rp 11.996.000,00 Prosentase : 99,97%
9) Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Target : Rp 59.000.000,00
Realisasi : Rp 59.000.000,00 Prosentase : 100,00%
10) Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-undangan
Target : Rp 4.000.000,00
Realisasi : Rp 3.795.000,00 Prosentase : 94,88%
11) Penyediaan Bahan Logistik Kantor
Target : Rp 3.500.000,00
Realisasi : Rp 3.483.500,00 Prosentase : 99,53%
12) Penyediaan Makanan dan Minuman
Target : Rp 15.000.000,00
Realisasi : Rp 14.960.000,00 Prosentase : 99,73%
13) Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah Target : Rp 150.000.000,00 Realisasi : Rp 149.094.000,00 Prosentase : 99,40%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
13
14) Penyediaan Jasa Administrasi Teknis dan KeamananTarget : Rp 55.000.000,00
Realisasi : Rp 50.094.324,00 Prosentase : 91,08%
15) Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Target : Rp 160.000.000,00 Realisasi : Rp 157.454.000,00 Prosentase : 98,41%
16) Pengadaan Mebeleur
Target : Rp 168.000.000,00 Realisasi : Rp 162.199.000,00 Prosentase : 96,55%
17) Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
Target : Rp 80.000.000,00
Realisasi : Rp 79.829.300,00 Prosentase : 99,79%
18) Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan Dinas/Operasional Target : Rp 130.000.000,00
Realisasi : Rp 103.174.447,00 Prosentase : 79,36%
19) Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor
Target : Rp 5.000.000,00
Realisasi : Rp 3.525.000,00 Prosentase : 70,50%
20) Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor
Target : Rp 20.000.000,00
Realisasi : Rp 18.804.400,00 Prosentase : 94,02%
21) Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur
Target : Rp 8.000.000,00
Realisasi : Rp 7.760.000,00 Prosentase : 97,00%
22) Pembangunan Gedung Kantor
Target : Rp 544.200.000,00 Realisasi : Rp 534.024.000,00 Prosentase : 98,13%
23) Pemeliharaan Rutin Berkala Taman
Target : Rp 5.000.000,00
Realisasi : Rp 5.000.000,00 Prosentase : 100%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
14
24) Rehabilitasi sedang/berat gedung kantorTarget : Rp 240.000.000,00 Realisasi : Rp 234.828.000,00 Prosentase : 97,84%
25) Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
Target : Rp 0,00
Realisasi : Rp 0,00
Prosentase : 0,00%
26) Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Target : Rp 20.000.000,00
Realisasi : Rp 18.908.300,00 Prosentase : 94,54%
27) Pencapaian Pelaksanaan SPM dan Evaluasi Penyempurnaan SOP
Target : Rp 15.000.000,00
Realisasi : Rp 14.698.900,00 Prosentase : 97,99%
28) Pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin Target : Rp 210.000.000,00 Realisasi : Rp 205.988.000,00 Prosentase : 98,09%
29) Pelatihan keterampilan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial
Target : Rp 91.875.000,00
Realisasi : Rp 90.245.000,00 Prosentase : 98,23%
30) Pelaksanaan KIE Konseling Dan Kampanye Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Target : Rp 28.000.000,00
Realisasi : Rp 27.639.900,00 Prosentase : 98,71%
31) Peningkatan Kualitas Pelayanan, Sarana Dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Bagi PMKS
Target : Rp 250.000.000,00 Realisasi : Rp 240.168.000,00 Prosentase : 96,07%
32) Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat Dan Kejadian Luar Biasa
Target : Rp 390.525.000,00 Realisasi : Rp 329.260.900,00 Prosentase : 84,31%
33) Pendataan dan Validasi Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Target : Rp 317.467.000,00 Realisasi : Rp 257.627.754,00 Prosentase : 81,15%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
15
34) Peningkatan Kesejahteraan Bagi Lanjut UsiaTarget : Rp 50.000.000,00
Realisasi : Rp 48.038.000,00 Prosentase : 96,08%
35) Peningkatan Keamanan dan Keterlibatan bagi PMKS
Target : Rp 50.000.000,00
Realisasi : Rp 48.038.000,00 Prosentase : 96,08%
36) Sosialisasi Pengawasan dan Penegakan Hukum Terhadap Kesejahteraan Sosial
Target : Rp 23.000.000,00
Realisasi : Rp 23.000.000,00 Prosentase : 0,00%
37) Fasilitasi Pemberian Bantuan Pangan
Target : Rp 150.000.000,00 Realisasi : Rp 124.220.000,00 Prosentase : 82,81%
38) Pendataan dan Validasi Data Jaminan Kesehatan Target : Rp 113.130.000,00 Realisasi : Rp 89.397.500,00 Prosentase : 79,02%
39) Pelaksanaan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri Target : Rp 181.745.000,00 Realisasi : Rp 105.423.000,00 Prosentase : 58,01%
40) Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi Anak Terlantar
Target : Rp 45.000.000,00
Realisasi : Rp 44.699.900,00 Prosentase : 99,33%
41) Pengembangan Bakat Dan Keterampilan Anak Terlantar
Target : Rp 85.000.000,00
Realisasi : Rp 83.355.000,00 Prosentase : 98,06%
42) Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Target : Rp 272.000.000,00 Realisasi : Rp 259.244.900,00 Prosentase : 95,31%
43) Operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana panti asuhan/jompo Target : Rp 200.000.000,00
Realisasi : Rp 196.995.900,00 Prosentase : 98,50%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
16
44) Pendidikan Dan Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi EksPenyandang Penyakit Sosial
Target : Rp 60.500.000,00
Realisasi : Rp 60.394.650,00 Prosentase : 99,83%
45) Peningkatan Peran Aktif Masyarakat Dan Dunia Usaha
Target : Rp 25.600.000,00
Realisasi : Rp 25.060.000,00 Prosentase : 97,89%
46) Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat Target : Rp 101.272.000,00
Realisasi : Rp 100.521.900,00 Prosentase : 99,26%
47) Pengembangan Model Kelembagaan Perlindungan Sosial
Target : Rp 36.000.000,00
Realisasi : Rp 28.110.000,00 Prosentase : 78,08%
48) Penanaman Kesetiakawanan sosial dan nilai kepahlawanan
Target : Rp 95.275.000,00
Realisasi : Rp 73.510.800,00 Prosentase : 77,16%
49) Pengembangan dan perlindungan SDM lanjut usia Target : Rp 37.000.000,00
Realisasi : Rp 0,00
Prosentase : 0,00%
50) Peningkatan Kesejahteraan Veteran
Target : Rp 209.880.000,00 Realisasi : Rp 201.345.850,00 Prosentase : 95,93%
51) Penyediaan Sarana dan Prasarana TMP Target : Rp 209.880.000,00 Realisasi : Rp 201.345.850,00 Prosentase : 95,93%
52) Sistem Layanan Rujukan Terpadu
Target : Rp 36.570.000,00 Realisasi : Rp 36.360.000,00 Prosentase : 99,43%
53) Fasilitasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Target : Rp 109.865.000,00
Realisasi : Rp 69.205.960,00 Prosentase : 62,99%
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
17
54) Jaminan Sosial KeluargaTarget : Rp 460.652.000,00 Realisasi : Rp 439.071.000,00 Prosentase : 95,32%
b. Permasalahan Yang dihadapi Dalam Pengembangan Keuangan Daerah
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana, dan secara umum tidak ada kendala/masalah dalam pelaksananaan APBD 2020.
3. Pengelolaan Pembiayaan Daerah
Tidak ada pos pembiayaan yang menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Kota Salatiga.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
18
BAB IVKEBIJAKAN AKUNTANSI
1. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan Pengguna Anggaran / Pengguna Barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Sedangkan Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa Laporan Keuangan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Inspektorat Daerah ditetapkan menjadi Entitas Akuntansi. Sedangkan untuk entitas pelaporannya adalah Badan Keuangan Daerah sebagai Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah.
2. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Basis akuntansi yang mendasari dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2020 adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran. Ini berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh rekening bendahara penerimaan dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan oleh rekening bendahara pengeluaran.
Sedangkan basis akuntansi untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam neraca Tahun 2020 ini menggunakan basis akrual. Ini berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada kondisi keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
3. Basis Pengukuranyang mendasari penyusunan laporan Keuangan
Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan nilai perolehan historis. Pengukuran pos-pos laporan keuangan ini menggunakan mata uang rupiah.
Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Pengukuran lebih lanjut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Pengukuran Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Aset dapat diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan aset non lancar. Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
19
dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset yang tidak dapat dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset non lancar. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, biaya dibayar di muka, dan persediaan. Sedangkan aset non lancar meliputi investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan, dan aset lainnya. Aset non lancar meliputi aset yang bersifat jangka panjang dan aset tak berwujud, yang digunakan secara langsung atau tidak langsung untuk kegiatan Entitas Pelaporan atau yang digunakan masyarakat umum.Dalam hal pengukuran aset, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengukuran Kas dan Setara Kas 1) Pengakuan Kas dan Setara Kas
a) Kas dan setara kas diakui bertambah pada saat diterima dan berkurang pada saat dikeluarkan oleh Entitas Pelaporan.
2) Pengukuran dan Penilaian Kas dan Setara Kas
b) Kas dan setara kas diukur dan dinilai sebesar nilai nominal.
c) Kas dan setara kas dalam bentuk mata uang asing dinilai dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada saat tanggal pelaporan.
3) Penyajian dan Pengungkapan Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas merupakan akun yang paling likuid (lancar) dan lazim disajikan pada urutan pertama unsur aset dalam neraca. Hal-hal yang seharusnya diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan adalah:
1) Kebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas.
2) Rincian jenis dan jumlah kas dan setara kas.
3) Nilai kurs yang digunakan.
2. Pengukuran Investasi Jangka Pendek
a. Investasi Jangka Pendek adalah investasi yang dapat segera diperjualbelikan/dicairkan, ditujukan dalam rangka manajemen kas dan beresiko rendah serta dimiliki selama kurang dari 12 (dua belas) bulan. Investasi jangka pendek yaitu Deposito lebih dari 3 (tiga) bulan, kurang dari 12 (dua belas) bulan;
b. Pengakuan Investasi Jangka Pendek
- Suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi jangka pendek apabila memenuhi salah satu kriteria:
- Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa potensial dimasa yang akan datang atas suatu investasi tersebut diperoleh Pemerintah Kota Salatiga;
- Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable).
- Kriteria pengakuan investasi jangka pendek sebagaimana dinyatakan pada paragraf di atas, dapat dipenuhi karena adanya transaksi pertukaran atau pembelian yang didukung dengan bukti yang mengidentifikasikan biaya perolehannya.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
20
- Hasil investasi jangka pendek, berupa bunga deposito, bunga obligasi, dan dividentunai (cash dividend), diakui pada saat diperoleh dan dicatat sebagai pendapatan.
c. Penyajian dan Pengungkapan Investasi Jangka Pendek
Investasi jangka pendek disajikan dalam pos aset lancar dalam neraca. Hal-hal lain yang seharusnya diungkapkan dalam laporan keuangan Entitas Pelaporan berkaitan dengan investasi jangka pendek, meliputi:
- kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi jangka pendek;
- investasi jangka pendek yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan digunakan nilai wajar; serta
- perubahan pos investasi jangka pendek.
3. Pengakuan Piutang
- Piutang adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada Pemerintah Kota Salatiga dan/atau hak Pemerintah Kota Salatiga yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan atau akibat lainnya yang sah.
- Pos-pos piutang antara lain: piutang pajak, piutang retribusi; piutang denda;
piutang penjualan angsuran; tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TP/TGR); dan piutang lainnya yang diharapkan diterima dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
- Pengakuan piutang yang berasal dari pendapatan daerah diawali dengan pengakuan terhadap pendapatan yang mempengaruhi piutang tersebut. Untuk dapat diakui sebagai piutang harus dipenuhi kriteria sebagai berikut: telah diterbitkan surat ketetapan; dan/atau telah diterbitkan surat penagihan dan telah dilaksanakan penagihan.
- Selain piutang yang berasal dari pendapatan misalnya transaksi pemberian pinjaman, penjualan, kemitraan, dan pemberian fasilitas/jasa oleh Entitas Pelaporan kepada pihak ketiga dapat diakui sebagai piutang dan dicatat sebagai aset lancar dalam neraca apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) harus didukung dengan naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban Entitas Pelaporan dan pihak ketiga secara jelas;
b) jumlah piutang dapat diukur;
c) telah diterbitkan surat penagihan dan telah dilaksanakan penagihan; dan d) belum dilunasi sampai dengan akhir periode pelaporan.
- Piutang yang timbul karena Tuntutan Perbendaharaan (TP)/Tuntutan Ganti Rugi (TGR) diakui pada saat:
e) Diterimanya Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM) sebagai bukti kesanggupan menanggung kerugian apabila TP/TGR diselesaikan secara damai (di luar pengadilan). SKTM merupakan surat keterangan tentang pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi tanggung jawab seseorang dan bersedia mengganti kerugian tersebut; dan/atau
f) diterbitkannya surat ketetapan oleh instansi yang berwenang apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui jalur pengadilan.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
21
- Untuk piutang entitas akuntansi yang penagihannya diserahkan kepada EntitasPelaporan, pengakuan atas piutang tersebut tetap dilakukan oleh entitas akuntansi yang bersangkutan, dengan pengertian tidak terjadi pengalihan pengakuan atas piutang tersebut.
4. Pengukuran Persediaan
a. Persediaan disajikan sebesar:
g) biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
h) biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
i) nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.
b. Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Potongan harga, rabat, dan lainnya yang serupa mengurangi biaya perolehan.
c. Nilai pembelian yang digunakan adalah harga perolehan atau harga beli persediaan.
d. Barang persediaan yang memiliki nilai nominal yang dimaksudkan untuk dijual, seperti karcis peron dinilai dengan harga pembelian.
e. Persediaan dinilai dengan metode FIFO (First In First Out). Harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan menjadi harga barang yang digunakan/dijual pertama kali. Sehingga nilai persediaan akhir dihitung dimulai dari harga pembelian.
f. Persediaan hewan dan tanaman yang dikembangbiakkan dinilai dengan menggunakan nilai wajar. Harga/nilai wajar persediaan meliputi nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan melakukan transaksi wajar.
5. Pengukuran Investasi Jangka Panjang
a. Hasil investasi jangka panjang berupa dividen tunai yang pencatatannya menggunakan metode biaya, diakui sebagai pendapatan hasil investasi jangka panjang.
b. Hasil investasi jangka panjang berupa dividen tunai yang pencatatannya menggunakan metode ekuitas, diakui sebagai pendapatan hasil investasi jangka panjang dan akan mengurangi nilai investasi jangka panjang.
c. Dividen dalam bentuk saham yang diterima tidak akan menambah nilai investasi jangka panjang.
b. Pengukuran Kewajiban
Pengukuran kewajiban adalah sebagai berikut :
a. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca.
b. Nilai nominal atas kewajiban mencerminkan nilai kewajiban Pemerintah Kota Salatiga pada saat pertama kali transaksi berlangsung seperti nilai yang tertera pada
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
22
lembar surat utang Pemerintah Kota Salatiga. Aliran ekonomi setelahnya, seperti transaksi pembayaran, perubahan penilaian dikarenakan perubahan kurs valuta asing, dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Penggunaan nilai nominal dalam menilaikewajiban mengikuti karakteristik dari masing-masing pos.c. Pengukuran Ekuitas
Ekuitas merupakan selisih antara aset dengan kewajiban dalam satu periode.
Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.
d. Pengukuran Pendapatan LRA
Dalam hal pendapatan LRA, pengukuran dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Pencatatan azas bruto dapat dikecualikan dalam hal besaran pengurang terhadap jenis pendapatan-LRA bersifat variable.
b. Pendapatan hibah dalam mata uang asing diukur dan dicatat pada tanggal transaksi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia.
e. Pengukuran Belanja
Pengukuran belanja dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Pengeluaran belanja dicatat sebesar kas yang dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah.
ii. Pengeluaran belanja dalam bentuk barang/jasa dicatat sebesar nilai barang/jasa yang diserahkan. Apabila dalam hasil acara serah terima tersebut tidak dicantumkan nilai barang dan atau jasanya maka dapat dilakukan penaksiran atas nilai barang dan atau jasa yang bersangkutan.
f. Pengukuran Pendapatan LO
Pendapatan LO adalah hak pemerintah dalam hal ini adalah Pemerintah Kota Salatiga yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahan anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali. Pengukuran atas Pendapatan LO, adalah sebagai berikut :
a. Pengukuran atau penilaian transaksi Pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan tidak mencatat jumlah pendapatan setelah dikompensasi dengan pengeluaran atau tidak mencatat pendapatan dengan nilai netonya.
b. Pengukuran pendapatan dengan azas bruto dapat dikecualikan apabila besaran pengurang terhadap pendapatan-LO bruto (biaya) bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat diestimasi terlebih dahulu dikarenakan proses belum selesai.
c. Pendapatan hibah dalam mata uang asing diukur dan dicatat pada tanggal transaksi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
23
g. Pengukuran BebanBeban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. Pengukuran atas beban dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Pada dasarnya beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.
2) Beban dicatat sebesar:
3) Jumlah kas yang dibayarkan jika seluruh pengeluaran tersebut dibayar pada periode berjalan.
4) Jumlah biaya periode berjalan yang harus dibayar pada masa yang akan datang.
Alokasi sistematis untuk periode berjalan atas biaya yang telah dikeluarkan.
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
24
BAB VPENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
1. Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran Dinas Sosial Kota Salatiga menggambarkan posisi keuangan mengenai pendapatan, belanja dan pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2020, dengan uraian sebagai berikut :
a. Penjelasan Pos-pos Pendapatan
Pendapatan ...Rp 0,00 Dinas Sosial Kota Salatiga bukan SKPD Penghasil, sehingga tidak ada pendapatan.
b. Penjelasan Pos-pos Belanja
Belanja……….……….… Rp 9.454.156.498,00 Realisasi belanja Dinas Sosial Kota Salatiga per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp.9.454.156.498,00 atau sebesar 91,12%. Jumlah tersebut terdiri dari belanja operasi dan belanja modal dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 1. Laporan Realisasi Anggaran
No Jenis Belanja
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi
1. Belanja Operasi 9.010.574.000,00 8.115.768.498,00 90,07% 8.968.573.836,00 2. Belanja Modal 1.364.455.000,00 1.338.388.000,00 98,09% 1.775.025.755,00
Jumlah 10.375.029.000,00 9.454.156.498,00 91,12% 10.743.599.591,00
1) Belanja Operasi... Rp 8.115.768.498,00 Anggaran belanja operasi sebesar Rp 9.010.574.000,00 terealisir sebesar Rp.8.115.768.498,00 atau 90,07%. Belanja operasi terdiri dari belanja pegawai dan belanja barang dan jasa dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 2. Pos Belanja Operasi
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi
1. Belanja Pegawai 5.947.311.000,00 5.304.482.343,00 89,19% 5.705.981.785,00 2. Belanja Barang & Jasa 3.063.263.000,00 2.811.286.155,00 91,77% 3.262.592.051,00
Jumlah 9.010.574.000,00 8.115.768.498,00 90,07% 8.968.573.836,00
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
25
a) Belanja Pegawai…... Rp 5.304.482.343,00 Belanja Pegawai dianggarkan sebesar Rp 5.947.311.000,00 terealisir sebesar Rp.5.304.482.343,00 atau sebesar 92,08%. Belanja tersebut terdiri dari belanja pegawai tidak langsung berupa gaji, tunjangan dan tambahan penghasilan PNS serta belanja pegawai langsung berupa honorarium dan uang lembur dengan rincian sebagai berikut :Tabel 3. Pos Belanja Pegawai
No Uraian
2020 % 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi a. Belanja Pegawai Tidak Langsung
- Gaji, Tunjangan 2.403.320.000,00 2.285.685.161,00 95,11% 2.194.994.695,00 - Tambahan Penghasilan PNS 2.056.483.000,00 1.789.924.432,00 87,04% 1.755.953.590,00 Sub Jumlah : 4.459.803.000,00 4.075.609.593,00 91,39% 3.950.948.285,00 b. Belanja Pegawai Langsung
- Honorarium PNS 390.919.000,00 362.670.000,00 92,77% 539.029.000,00
- Honorarium Non PNS 1.096.589.000,00 866.202.750,00 78,99% 1.216.004.500,00
- Uang lembur - - - -
Sub Jumlah : 1.487.508.000,00 1.228.872,750,00 82,61% 1.755.033.500,00 Jumlah Belanja Pegawai : 5.947.311.000,00 5.304.482.343,00 89,19% 5.705.981.785,00
b) Belanja Barang dan Jasa ... Rp 2.780.117.195,00 Dari anggaran yang tersedia sebesar Rp 3.063.263.000,00 terealisir sebesar Rp.2.780.117.195,00 belanja tersebut terdiri dari:
Tabel 4. Rincian Realisasi Belanja Barang dan Jasa Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi
a. Belanja Bahan Pakai Habis 278.447.000,00 191.540.600,00 99,98 146.395.100,00 b. Belanja Bahan/Material 73.788.000,00 155.112.350,00 96,55 137.018.000,00 c. Belanja Jasa Kantor 168.171.000,00 125.482.923,00 74,62 162.203.026,00 d. Belanja Premi Asuransi 106.010.000,00 76.745.935,00 72,39 71.446.030,00 e. Belanja Perawatan Kendaraan
Bermotor 153.000.000,00 113.656.697,00 74,29 169.774.425,00
f. Belanja Cetak dan Penggandaan 139.792.000,00 127.550.650,00 91,24 190.097.550,00 g. Belanja Sewa
Rumah/Gedung/Gudang/Parkir 9.400.000,00 6.400.000,00 68,09 13.050.000,00 h. Belanja Sewa Sarana Mobilitas 17.600.000,00 17.600.000,00 100,00 49.850.000,00
i. Belanja Sewa Perlengkapan dan
Peralatan Kantor 33.853.000,00 11.795.000,00 34,84 36.448.000,00
j. Belanja Makanan dan Minuman 280.480.000,00 230.215.000,00 82,08 421.910.000,00 k. Belanja Pakaian Dinas dan
Atributnya 0,00 0,00 0,00 0,00
l. Belanja Pakaian Kerja 13.927.000,00 13.927.000,00 100,00 54.125.000,00 m. Belanja Pakaian khusus dan hari-hari
tertentu 0,00 0,00 0,00 26.292.200,00
n. Belanja Perjalanan Dinas 150.000.000,00 149.094.000,00 99,40 249.966.870,00 o. Belanja Barang Yang Akan
Diserahkan Kepada
Masyarakat/Pihak Ketiga 1.638.795.000,00 1.592.166.000,00 97,15 1.530.126.250,00
p. Belanja barang ekstrakomptabel 0,00 0,00 0,00 3.889.600,00
Jumlah 3.063.263.000,00 2.811.286.155,00 91,77 3.075.244.941,00
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
26
2) Belanja Modal ... Rp 1.338.388.000,00Tabel 5. Rincian Realisasi Belanja Modal Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020 % 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi Belanja
a) Belanja Tanah 0,00 0,00 0,00% 0,00
b) Belanja Peralatan dan Mesin 528.005.000,00 518.247.000,00 98,15% 283.921.110,00 c) Belanja Gedung dan Bangunan 834.850.000,00 818.590.000,00 98,05% 1.490.038.295,00
d) Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 0,00 0,00 0,00% 0,00
e) Belanja Aset Tetap Lainnya 1.600.000,00 1.551.000,00 96,94% 1.066.350,00
f) Belanja Aset Lainnya 0,00 0,00 96,94% 0,00
Jumlah Belanja Modal 1.364.455.000,00 1.338.388.000,00 98,09% 1.775.025.755,00
Dari Anggaran sebesar Rp 1.364.455.000,00 total terealisir sebesar Rp.1.338.388.000,00. Belanja modal tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
a) Belanja Tanah ... Rp 0,00 Pada Dinas Sosial Kota Salatiga tidak terdapat belanja modal berupa tanah pada Tahun 2020.
Tabel 6. Rincian Realisasi Belanja Modal Tanah Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi
1. Belanja modal Tanah 0,00 0,00 0,00% 0,00
Jumlah 0,00 0,00 0,00% 0,00
b) Belanja Peralatan dan Mesin... Rp 518.247.000,00 Pada Dinas Sosial Kota Salatiga terdapat belanja modal berupa peralatan dan mesin pada Tahun 2020 dari anggaran sebesar Rp 528.005.000,00 terealisasi sebesar Rp.518.247.000,00. Dapat dirinci sebagai berikut:
Tabel 7. Rincian Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020 % 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi i. Belanja modal Pengadaan Alat-alat
Bantu 0,00 0,00 0,00 5.830.000,00
ii. Belanja modal Pengadaan Alat
Angkutan Darat Tak Bermotor 0,00 0,00 0,00 5.984.000,00
iii. Belanja modal Pengadaan Alat Bengkel
Bermesin 0,00 0,00 0,00 2.497.000,00
iv. Belanja modal Pengadaan Alat Kantor 0,00 0,00 0,00 7.000.000,00
v. Belanja modal Pengadaan Alat Rumah
Tangga 95.570.000,00 90.930.800,00 95,15 54.123.400,00
vi. Belanja modal Pengadaan Komputer 168.879.000,00 167.664.000,00 99,28 174.845.630,00 vii. Belanja modal Pengadaan Meja Dan
Kursi Kerja/Rapat Pejabat 96.056.000,00 94.848.200,00 98,74 7.920.000,00
CALK Audited Dinas Sosial Tahun 2020
27
No Uraian
2020 % 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi
viii. Belanja modal Pengadaan Alat Studio 7.500.000,00 7.350.000,00 98,00 7.835.080,00 ix. Belanja modal Pengadaan Alat
Komunikasi 160.000.000,00 157.454.000,00 98,41 17.886.000,00
Jumlah 528.005.000,00 518.247.000,00 98,15 283.921.110,00
Penjelasan Belanja Modal Peralatan dan Mesin dapat dirinci sebagai berikut:
i. Belanja modal Pengadaan Alat-alat Bantu …………. Rp 0,00
Tabel 8. Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bantu Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi a. Belanja modal Pengadaan Electric
Generating Set 0,00 0,00 0,00 5.830.000,00
Jumlah 0,00 0,00 0,00 5.830.000,00
ii. Belanja modal Pengadaan Alat Angkutan Darat Tak Bermotor………..
Rp 0,00
Tabel 9. Belanja modal Pengadaan Alat Pengolahan Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi a. Belanja modal Pengadaan Kendaraan Tidak
Bermotor Angkutan Barang 0,00 0,00 0,00 5.984.000,00
Jumlah 0,00 0,00 0,00 5.984.000,00
iii. Belanja modal Pengadaan Alat Bengkel Bermesin ... Rp 0,00
Tabel 10. Belanja modal Pengadaan Alat Bengkel Bermesin Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi a. Belanja modal Pengadaan Kendaraan Tidak
Bermotor Angkutan Barang 0,00 0,00 0,00 2.497.000,00
Jumlah 0,00 0,00 0,00 2.497.000,00
iv. Belanja modal Pengadaan Alat Kantor …………... Rp 0,00
Tabel 11. Belanja modal Pengadaan Alat Kantor Dinas Sosial Kota Salatiga Tahun 2020
No Uraian
2020
% 2019
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi a. Belanja modal Pengadaan Alat Kantor
Lainnya 0,00 0,00 0,00 7.000.000,00
Jumlah 0,00 0,00 0,00 7.000.000,00