• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MUNAS KE-1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MUNAS KE-1"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MUNAS KE-1

“Menegakan Marwah dan

Martabat Media Siber Indonesia”

(2)
(3)

Tim Penyusun:

Rahiman Dani

Wakil Ketua Umum JMSI Mahmud Marhaba Sekretaris Jendral PP JMSI Dede Zaki Mubarak Bendahara Umum PP JMSI Jimmy Senduk

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PP JMSI Bambang Irwan Syahputra

Sekbid Organisasi dan Keangotaan PP JMSI Ari Rahman

Ketua Bid. Kesekretariat, Verifikasi, dan Pendataan Riki Susanto

Ketua JMSI Bengkulu

Editor:

Rahiman Dani

Wakil Ketua Umum JMSI Mahmud Marhaba Sekjen PP JMSI Desain Cover:

Denni N. JA JMSI DKI Jakarta Jaka Dernata JMSI Bengkulu Penerbit:

Pengurus Pusat

Jaringan Media Siber Indonesia Periode 2020-2025

(4)

DAFTAR ISI

Tim Penyusun Kata Pengantar

Sambutan Ketua Umum JMSI Periode 2020-2025

Keputusan Induk Munas Ke-1 JMSI Jadwal Munas Ke-1 JMSI

Tata Tertib Munas Ke-1 JMSI

Penetapan Pimpinan Sidang Ke-1 JMSI Penetapan Anggaran Dasar

Rekomendasi Munas Ke-1 JMSI

Program Kerja JMSI Periode 2020-2025 Pandangan Umum Pengurus Daerah JMSI Penetapan Ketua Umum JMSI Periode 2020-2025

Penetapan Formatur Pengurus Pusat JMSI Periode 2020-2025 Surat Keputusan Pengurus Pusat JMSI Periode 2020-2025

Lampiran-Lampiran Mars JMSI

Foto Kegiatan Rangkaian Munas Ke-1 JMSI Piagam Penghargaan Rekor MURI JMSI 03

05 06

07 10 14 15 24 27 32 33 34 35

40 41 43

(5)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah SWT, karena atas rahmat dan kasih sayang-Nya jua Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) periode 2020-2025 dapat menyusun keputusan-keputusan hasil Musyawarah Nasional I JMSI yang diselenggarakan pada tanggal 16 sampai 29 Juni 2020 di Pakanbaru, Provinsi Riau.

Ada tantangan tersendiri bagi teman-teman pengurus JMSI se-Indonesia ketika harus dihadapkan dengan situasi Pandemi COVID-19 sementara agenda Munas telah ditetapkan saat Deklarasi JMSI tanggal 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, langkah tak pernah surut, ide selalu terbuka, dan rintangan adalah peluang. Munas JMSI disepakati dilakukan dengan cara virtual. Syukur yang tak terhingga, Munas JMSI justru menjadi forum tertinggi organisasi pertama di Indonesia dan dunia yang dilakukan secara virtual. Rekor baru MURI pun tercatat.

Torehan awal itulah yang menyakinkan kami bahwa JMSI akan menghadirkan ruh baru dalam mewujudkan produk pers yang sehat sehingga perusahaan media yang tergabung di JMSI mampu menjadi refrensi dalam produk sekaligus menjadi panutan dalam membangun bisnis di era digital.

JMSI harus menjadi lembaga berhimpun yang mampu menjadi fasilitator sekaligus pioneer dalam menata perusahan media yang taat regulasi sehingga kehadiran JMSI tidak hanya sebagai wadah untuk mewujudkan kesejahteraan anggota namun untuk kepentingan bangsa yang lebih luas.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada tim perumus “Hasil-Hasil Munas I JMSI” yang telah berkerjasama dengan baik serta bantuan dari seluruh Pengurus Pusat JMSI yang telah mengamanahkan kepada Bidang Organisasi dan Keanggotan JMSI untuk menyusun kumpulan keputusan ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi pedoman kita dalam menatap masa depan cerah JMSI sebagai organisasi perusahaan media di Indonesia.

Terimakasih spesial untuk Ketum Teguh Santosa yang bertangan dingin, berwibawa, cerdas, sosok perfect yang bersedia ‘mengurus’ kami di JMSI, Waketum Rahiman Dani yang kepadanya lebih tepat disematkan gelar sutradara dalam membidani lahirnya organisasi ini. Terima kasih kepada Sekjen JMSI, Mahmud Marhaba, sosok ceria penuh semangat yang tanpa kenal lelah merajut tenun JMSI. Andaikan Bung Sekjen Mahmud tak hadir di line up kelahiran JMSI mungkin kami semua kehilangan gairah.

Pak Haji Dheni Kurnia yang memperlihatkan totalitas saat menjadi tuan rumah sehingga Munas I JMSI menjadi lebih dinamis dengan ide segar lomba baca puisinya. Bung Eko Pamuji, Bung Mursyid Sonsang, Bung Kawar Dante, Bung Ramon Damora, Senior Bang Yal Azis yang kehadiran telah menambah dosis keyakinan kami bahwa JMSI akan hebat dimasa depan. Bung Dede Zaki Mubarak yang walaupaun beliau tak banyak bercerita, tapi kami tahu adalah sosok muda yang selalu mem-back up Pengurus Pusat JMSI sehingga Munas I JMSI terselenggara.

Bung Ridwan Mooduto dari Gorontalo dan Bung Jimmy R Senduk dari Sulut yang paling ‘rewel’

di Munas JMSI. Tanpa kalian, Munas JMSI dipastikan kehilangan canda dan tawa. Terakhir untuk sosok senior yang telah menjadikan Banjarmasin sebagai saksi Deklarasi JMSI pada 8 Februai 2020.

Terimakasih untuk Bung Milhan Rusli serta seluruh pengurus JMSI seluruh Indonesia yang hebat.

Semoga kumpulan keputusan-keputusan ini bermanfaat dan menjadi barokah bagi organisasi dan seluruh perusahaan media siber yang tergabung di JMSI.

Kami selaku perumus mohon maaf yang sebesar besarnya apabila ada kesalahan dan kekhilafan yang kami lakukan. Kami menyakini, “Pers yang sebenar-benarnya akan tetap ada.”

Jakarta, 20 Juli 2020 Tim Penyusun

(6)

SAMBuTAN KETuA uMuM JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA

Periode 2020-2025

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) kita deklarasikan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 8 Februari 2020, bersamaan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. Pilihan waktu untuk deklarasi itu adalah simbolisasi dari itikad dan tekad kita mendukung kehidupan pers yang bebas dan profesional.

Bebas, karena pers adalah salah satu tonggak penting dalam sistem demokrasi yang kita percaya dapat bekerja untuk menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pers adalah suluh penerang dalam perjalanan bangsa ini mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Profesional, karena tujuan ideal di atas hanya bisa dicapai bila perusahaan pers, khususnya media massa berbasis internet atau media siber, bekerja secara profesional baik dalam  membangun bisnis media maupun dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik. Kita sepakat, bahwa produk pers yang kita hasilkan harus sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dan dikerjakan dengan standar etika yang tinggi.

Menerbitkan buku kumpulan hasil-hasil Munas I JMSI yang diselenggarakan pada 29 Juni 2020 secara virtual dari Provinsi Riau, adalah kelanjutan dari dua tonggak penting JMSI,  yakni deklarasi dan Munas I.

Melihat apa yang sudah kita kerjakan dalam waktu yang cukup singkat ini, saya seperti juga kawan-kawan semua, semakin optimistis bahwa organisasi ini bisa tumbuh dan berkembang.

Dengan demikian, penerbitan buku ini bukan sekadar untuk memenuhi kriteria tertib organisasi, melainkan juga sebagai catatan perjalanan penting untuk sama-sama kita renungi.

Bahwa tugas dan tanggung jawab kita semakin besar dalam mendukung terciptanya ekosistem pers nasional seperti yang kita semua harapkan.

Jakarta, 30 Juli 2020 Teguh Santosa Ketua Umum JMSi 

(7)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 01/KPTS-MuNAS/JMSI/VI/2020

TENTANG

JADWAL ACARA MuNAS KE-1 JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan Jadwal Acara Musyawarah Nasional Ke-1 Jaringan Media Siber Indonesia

1. Jadwal Acara yang dimaksud pada poin 1 sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini dan merupakan satu kesatuan dengan keputusan ini.

2. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya dan berakhir hingga Munas Ke-1 JMSI dinyatakan selesai.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani

(8)

RANGKAIAN KEGIATAN MuSYAWARAH NASIoNAL I 2020 JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI)

Selasa, 16 Juni 2020

Diskusi Virtual “Covid-19: Belajar New Normal dari Negeri China”

Narasumber: Dutabesar RI untuk RRC, Y.M. Djauhari Oratmangun https://www.youtube.com/watch?v=mRYTEryciko

Kamis, 18 Juni 2020

Diskusi Virtual “Tangkis Corona Cara Korea”

Narasumber: Dutabesar RI untuk Republik Korea, Y.M. Umar Hadi https://www.youtube.com/watch?v=GiNiXzpyYeI

Sabtu, 20 Juni 2020

Diskusi Virtual “Kisah Sukses Vietnam Tangani Covid-19”

Narasumber: Dutabesar RI untuk Republik Vietnam Y.M. Ibnu Hadi https://www.youtube.com/watch?v=uyDRHy1s7mw

Selasa, 23 Juni 2020

Orasi Virtual dalam rangka Pembukaan Munas I JMSI “Cetak Biru Ekonomi Nasional dalam Kerangka New Normal”

Narasumber: Menko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto https://www.youtube.com/watch?v=jxMrPMEyqSg

Kamis, 25 Juni 2020

Diskusi Virtual “Perusahaan Media Siber di Era Pandemi: Strategi Bertahan dan Berkembang”

Narasumber: Pendiri CekNRicek, Ilham Bintang dan Pendiri Jagaters, Joko Intarto https://www.youtube.com/watch?v=cXy7jJRPa3A

Minggu, 28 Juni 2020

Lomba Baca Puisi Virtual dalam rangka memeriahkan Munas I JMSI Dewan Juri: H. Dheni Kurnia, Ramon Domora, Fakhrunas MA Jabbar https://www.youtube.com/watch?v=0uPCDFKDxMM&t=3019s

https://www.youtube.com/watch?v=MvKsZkqTQ0s Senin, 29 Juni 2020

Puncak Acara Munas I JMSI

Pembukaan Musyawarah Nasional I Jaringan Media Siber Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=TjmarkKoaRo

https://www.youtube.com/watch?v=rKCkceIXlPI

https://www.youtube.com/watch?v=us6UdtV_qF4&t=820s

(9)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 02/KPTS-MuNAS/JMSI/VI/2020

TENTANG

TATA TERTIB MuNAS KE-1 JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan Tata Tertib Acara Musyawarah Nasional Ke-1 Jaringan Media Siber Indonesia.

2. Tata tertib yang dimaksud pada poin 1 sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini dan merupakan satu kesatuan tak terpisahkan.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya dan berakhir hingga Munas Ke-1 JMSI dinyatakan selesai.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani

(10)

TATA TERTIB

MuSYAWARAH NASIoNAL KE-1 JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA

BAB I

KETENTuAN uMuM Pasal 1

Dalam peraturan tata tertib ini yang dimaksud dengan:

1. Munas adalah forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi yang sepenuhnya berada di tangan anggota Musyawarah Nasional.

2. Organisasi adalah organisasi Jejaring Medis Siber Indonesia untuk selanjutnya disingkat JMSI 3. Peserta adalah peserta Munas yang telah terdaftar pada panitia Munas, terdiri dari anggota

JMSI, Pengurus, Pusat, Badan Pengawas dan peninjau.

4. Anggota adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai anggota JMSI 5. Badan Pengawas organisasi adalah Badan Pengawas JMSI

6. Pengurus adalah Pengurus JMSI

7. Peninjau adalah Peserta Munas yang diundang sebagai panitia MUnas JMSI sebagai peninjau 8. Panitia Munas adalah Panitia Pengarah (Steering comittee) dan Panitia Pelaksana (organizing

committee) Munas yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat JMSI 9. Sidang atau Rapat Pleno adalah sidang yang diikuti oleh peserta Munas

10. Sidang Komisi adalah sidang yang diikuti oleh anggota Komisi.

BAB II

MuSYAWARAH NASIoNAL Pasal 2 Kewenangan Musyawarah Nasional

1. Menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) JMSI 2. Menetapkan Garis-Garis Besar Program Kerja JMSI

3. Memilih dan menetapkan Ketua Umum.

4. Mengesahkan Badan Pengurus & Dewan Pertimbangan JMSI 5. Menetapkan keputusan-keputusan lain yang dianggap perlu

BAB III

PESERTA MuSYAWARAH NASIoNAL Pasal 3 Peserta Munas

1. Anggota yakni perwakilan perusahaan medis terdaftar sebagai anggota JMSI dengan menunjukkan SK dan Surat Mandat Peserta Munas.

2. Peninjau yakni perwakilan perusahaan media yang belum menjadi anggota JMSI namun berminat menjadi anggota.

3. Badan Pengawas JMSI Pasal 4 Hak Peserta Munas:

1. Peserta anggota JMSI memiliki hak bicara, memilih dan dipilih.

2. Dalam pemandangan umum yang disampaikan dalam rapat pleno yang berhak berbicara adalah peserta anggota.

(11)

Pasal 5 Kewajiban Peserta:

1. Peserta berkewajiban mematuhi ketentuan Tata Tertib Munas 2. Peserta berkewajiban memelihara kelancaran dan ketertiban Munas.

BAB IV

ALAT KELENGKAPAN MuSYAWARAH NASIoNAL Pasal 6 Alat Kelengkapan Munas

1. Pimpinan Sidang 2. Komisi

3. Sarana Virtual Sidang Pasal 7 Pimpinan Sidang

1. Pimpinan Sidang dipilih dari peserta Munas yang memiliki hak pilih dengan mengendepankan musyawarah mufakat.

2. Sebelum Pimpinan Sidang dipilih, Munas dipimpin oleh SC sebagai pimpinan sementara.

3. Tugas Pimpinan sementara Munas adalah memimpin sidang pleno untuk menetapkan Agenda Acara dan Tata Tertib Kongres serta Pemilihan Pimpinan Sidang.

4. Pimpinan Sidang merupakan satu kesatuan kolektif berbentuk Presidium yang dipilih peserta anggota dengan jumlah paling banyak 5 (lima) orang dan paling sedikit 3 (tiga) orang yaitu terdiri dari unsur SC, unsur pengurus pusat, dan unsur pengurus provinsi.

Pasal 8 Wewenang Pimpinan Sidang

1. Pimpinan Sidang berwenang memimpin rapat pleno dan menjaga kelancaran dan ketertiban Munas

2. Pimpinan Sidang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Panitia Munas Pasal 9 Komisi-komisi

1. Komisi A membidangi materi Organisasi.

2. Komisi B membidangi materi Program Kerja.

3. Komisi C membidangi Rekomendasi.

Pasal 10 Anggota Komisi

1. Peserta Munas berhak menjadi anggota Komisi.

2. Jumlah anggota Komisi ditetapkan berdasarkan kesepakatan peserta Munas dengan memper- timbangkan jumlah Komisi dan jumalah anggota Munas.

Pasal 11 Sidang Komisi

1. Sidang-sidang Komisi dipimpin oleh Pimpinan Sidang Komisi.

2. Komposisi Pimpinan Komisi terdiri dari:

a. Seorang ketua merangkap anggota,

b. Seorang sekretaris merangkap anggota, dan Anggota Komisi.

c. Pimpinan Komisi dipilih oleh peserta Sidang Komisi.

Pasal 12

1. Komisi bertugas memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai bidang tugas Komisi yang besangkutan.

2. Pimpinan Komisi menyampaikan laporannya kepada rapat pleno Munas.

(12)

BAB V

MuSYAWARAH DAN SIDANG Pasal 13 Jenis Sidang

1. Sidang Pleno 2. Sidang Komisi Pasal 14

1. Sebelum menghadiri sidang peserta menandatangani daftar hadir.

2. Pimpinan sidang membuka sidang dan menghitung quorum.

3. Jika quorum belum tercapai, maka pimpinan sidang dapat bertindak sesuai dengan ketentuan Pasal 20 Peraturan Tata Tertib ini.

Pasal 15

1. Setelah sidang dinyatakan sah, pimpinan sidang menjelaskan agenda siding

2. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada peserta sidang untuk berperan serta menggunakan hak dan kewajibannya secara tertib.

3. Apabila pimpinan sidang hendak berbicara sebagai peserta, maka untuk sementara fungsi pimpinan sidang diserahkan kepada salah seorang anggota pimpinan sidang.

4. Pimpinan sidang mengambil kesimpulan berdasarkan pendapat yang diajukan dalam persidangan.

Pasal 16 Hak Interupsi

Peserta sidang dapat melakukan interupsi untuk:

a. Meminta penjelasan tentang pokok materi yang dijelaskan.

b. Mengajukan usul tata cara pembahasan materi.

c. Mengajukan usul penundaan rapat.

d. Menjelaskan mengenahi hal-hal yang menyangkut pembicaraan mengenai dirinya.

e. Meluruskan persidangan.

Pasal 17

Apabila peserta sidang dalam menggunakan hak bicara telah melanggar peraturan tata tertib yang mengganggu persidangan, pimpinan sidang dapat melakukan tindakan sebagai berikut:

a. Memberikan peringatan pertama dan atau kedua.

b. Membatalkan hak bicara untuk sebagian atau untuk seluruh acara.

c. Mempersilahkan yang bersangkutan meninggalkan rapat.

d. Apabila dianggap perlu, pimpinan sidang dapat menunda sidang dengan persetujuan peserta.

BAB VI

TATA CARA PEMILIHAN PENGuRuS Pasal 18

1. Pemilihan Pengurus sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dilakukan dengan terlebih dahulu memilih Ketua Umum

2. Pemilihan dilakukan secara langsung, bebas dan rahasia, oleh peserta Kongres yang memiliki hak suara.

Pasal 19

1. Tata cara pemilihan Ketua Umum dilakukan melalui tiga tahap dengan terlebih dulu melakukan penjaringan bakal calon.

(13)

2. Bakal calon dapat dilakukan melalui:

3. Mengajukan diri secara langsung.

4. Dicalonkan oleh peserta Kongres.

5. Tahap-tahap pemilihan:

6. Pemilihan Ketua Umum berdasarkan azas muyawarah mufakat apabila musyawarah mufakat tidak tercapai maka dilanjutkan denegan tahapan pemilihan Ke-I, Ke-II, dan Ke-III.

a. Tahap I: Penjaringan bakal calon dan memilih sebanyak-banyaknya 5 (lima) calon yang memperoleh suara terbanyak.

b. Tahap II: Memilih 2 (dua) orang calon dari hasil pemilihan tahap pertama yang memperoleh suara terbanyak.

c. Jika dalam tahap kedua terdapat seorang calon yang mendapat suara lebih dari 50 persen, otomatis menjadi Ketua Umum terpilih, dan tidak perlu pemilihan tahap ketiga.

d. Tahap III: Memilih Ketua Umum dari 2 (dua) calon tahap II yang memperoleh suara terbanyak.

7. Ketua Umum terpilih otomatis menjadi Ketua Formatur.

8. Calon yang memperoleh suara terbanyak pada tahap I, secara otomatis menjadi Anggota Formatur.

9. Formatur terpilih bersama anggota Formetur melakukan rapat membentuk Anggota Pengurus BAB VII

QuoRuM DAN TATA CARA PENGAMBILAN KEPuTuSAN Pasal 20

1. Setiap Sidang adalah sah jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah jumlah peserta yang terdaftar.

2. Apabila Quorum yang dimaksud tidak tercapai, maka rapat ditunda paling lama setengah jam.

3. Penundaan rapat paling banyak dilakukan dua kali dengan selang waktu paling lama setengah jam.

4. Setelah rapat ditunda dan quorum belum juga tercapai, maka pimpinan rapat dapat melangsung- kan rapat dan dinyatakan sah.

Pasal 21

1. Pengambilan Keputusan diusahakan sedapat mungkin lewat musyawarah untuk mencapai mu- fakat.

2. Jika musyawarah tidak menghasilkan mufakat, maka putusan dapat dilakukan melalui pemungut- an suara atau voting.

3. Pemungutan suara yang menyangkut orang dilakukan secara tertulis dan rahasia.

Pasal 22

Setiap keputusan, baik yang diambil melalui mufakat maupun pemungutan suara, harus diterima dan dilaksanakan dengan kesungguhan, kejujuran dan penuh tanggung jawab.

BAB VIII PENuTuP Pasal 23

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Tata Tertib ini diserahkan kepada kebijaksanaan Pimpinan Munas atas persetujuan Peserta Munas

(14)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 03/KPTS-MuNAS/JMSI/VI/2020

TENTANG

PENETAPAN PIMPINAN SIDANG MuNAS KE-1 JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan Pimpinan Sidang Musyawarah Nasional Ke-1 Jaringan Media Siber Indonesia.

2. Pimpinan Sidang tetap yang dimaksud pada poin 1 adalah Mahmud Marhaba, Rahiman Dani, dan Dheni Kurnia.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya dan berakhir hingga Munas Ke-1 JMSI dinyatakan selesai.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani

(15)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 04/KPTS-MuNAS/JMSI/VI/2020

TENTANG

PENETAPAN ANGGARAN DASAR JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor:3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indoensia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang Rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan Anggaran Dasar Jaringan Media Siber Indonesia.

2. Anggaran Dasar yang dimaksud pada poin 1 sebagaiman terlampir dan merupakan satu kesatuan dengan keputusan ini.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir apabila dilakukan perubahan pada forum permusyaaawaratan sebagaimana ketentuan Anggaran Dasar ini.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG SEMENTARA MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani Dheni Kurnia

(16)

ANGGARAN DASAR

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) MuKADIMAH

Hakikat pers adalah suluh atau penerang perjalanan umat manusia dalam membangun peradaban.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam dekade belakangan ini mendorong pertumbuhan perusahaan media siber di seluruh pelosok tanah air dan memperluas ruang publik yang menjadi prasyarat utama negara demokratis.

Kami menyadari, perusahaan media siber yang dibutuhkan untuk memperkokoh pondasi demokrasi adalah perusahaan media siber yang dikelola secara profesional sehingga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang baik juga konstruktif, serta di saat bersamaan memberikan kesejahteraan bagi karyawan dan wartawan.

Kami yang mendeklarasikan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam pertemuan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 8 Februari 2020, menyadari tantangan ini.

Kami bertekad membangun perusahan media siber yang profesional dan memiliki integritas, yang mengelola sisi bisnis secara sehat dan bertanggungjawab, serta menciptakan budaya kerja di lingkungan redaksi yang menghormati UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Kode Perilaku Wartawan.

Kami bertekad membangun jaringan perusahaan media siber yang dapat menjadi suluh bagi Indonesia.

BAB I uMuM Pasal 1 Nama

Perkumpulan ini bernama Jaringan Media Siber Indonesia, disingkat JMSI.

Pasal 2 Waktu

JMSI berdiri pada tanggal 8 Februari 2020 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3 Tempat

JMSI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia dan dapat mendirikan kantor pengurus di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

BAB II

AZAZ DAN SIFAT, MAKSuD DAN TuJuAN, FuNGSI Pasal 4 Azas dan Sifat

JMSI berazaskan Pancasila, dan bersifat non-profit.

Pasal 5 Maksud dan Tujuan

1. JMSI bermaksud membangun jaringan Perusahaan Media Siber yang dapat mendukung kehidupan bernegara yang demokratis dan berorientasi pembangunan.

2. JMSI bertujuan membantu anggota perkumpulan sehingga dapat memiliki manajemen usaha, produk pemberitaan, dan infrastruktur teknologi informasi yang memadai dan berkualitas baik.

(17)

Pasal 6 Fungsi

1. JMSI mendukung kemerdekaan pers yang diamanatkan Pancasila, UUD 1945, dan UU 40/1999 tentang Pers, serta peraturan-peraturan lain yang tidak bertentangan dengan semangat melindungi kemerdekaan pers.

2. JMSI melakukan pembinaan terhadap anggota perkumpulan sehingga dapat menjadi Perusahaan Media Siber yang profesional sesuai standar yang ditetapkan Dewan Pers.

3. JMSI menyelenggarakan berbagai pelatihan, pendidikan, seminar, dan/atau lokakarya yang dapat dimanfaatkan anggota perkumpulan untuk meningkatkan kualitas manajemen usaha, produk pemberitaan dan infrastruktur teknologi informasi.

4. JMSI menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan, organisasi dan kelompok baik di dalam maupun di luar negeri, yang bermanfaat bagi JMSI dan ekosistem pers nasional secara umum, serta tidak bertentangan dengan asas dan tujuan JMSI.

BAB III KEPENGuRuSAN Pasal 7 Jenjang Pengurus

1. JMSI memiliki pengurus yang menyelenggarakan perkumpulan di tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

2. Penyelenggara JMSI di tingkat Nasional adalah Pengurus Pusat JMSI yang didampingi Dewan Pembina Pusat JMSI.

3. Penyelenggara JMSI di tingkat Provinsi adalah Pengurus Daerah JMSI yang didampingi Dewan Pembina Daerah JMSI.

4. Penyelenggara JMSI di tingkat Kabupaten/Kota adalah Pengurus Cabang JMSI yang didampingi Dewan Pembina Cabang JMSI.

Pasal 8 Pengurus Pusat

1. Pengurus Pusat dipimpin seorang Ketua Umum yang dipilih di dalam Musyawarah Nasional.

2. Dalam menjalankan tugas Ketua Umum Pengurus Pusat dibantu Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum dan beberapa Ketua Bidang sesuai kebutuhan.

3. Ketua Umum menyusun Pengurus Pusat.

4. Pengurus Pusat bekerja selama 5 (lima) tahun sejak Ketua Umum dipilih di dalam Musyawarah Nasional.

5. Periode kepengurusan Ketua Umum maksimal 2 (dua) periode berturut-turut.

6. Apabila terjadi kekosongan jabatan karena salah seorang anggota Pengurus Pusat tidak dapat menjalankan tugas secara permanen, Ketua Umum memiliki kewenangan untuk menunjuk pejabat pengganti.

Pasal 9 Pengurus Daerah

1. Pengurus Daerah di sebuah Provinsi dapat didirikan apabila terdapat sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) Perusahaan Media Siber yang memenuhi persyaratan menjadi Anggota di Provinsi tersebut.

2. Pengurus Daerah dipimpin seorang Ketua yang dipilih di dalam Musyawarah Daerah.

3. Dalam menjalankan tugas Ketua Pengurus Daerah dibantu sekurang-kurangnya oleh Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa bidang tertentu sesuai kebutuhan.

4. Pengurus Daerah bekerja selama 5 (lima) tahun sejak Ketua Pengurus Daerah dipilih di dalam Musyawarah Daerah.

(18)

5. Periode kepengurusan Ketua Pengurus Daerah maksimal 2 (dua) periode berturut-turut.

6. Apabila terjadi kekosongan jabatan karena salah seorang anggota Pengurus Daerah tidak dapat menjalankan tugas secara permanen, Ketua Pengurus Daerah memiliki kewenangan untuk menunjuk pejabat pengganti.

7. Dalam hal di sebuah Provinsi belum terdapat Pengurus Daerah, maka Perusahaan Media Siber yang ingin menjadi Anggota JMSI di Provinsi tersebut dapat bergabung dengan Provinsi terdekat yang telah memiliki Pengurus Daerah.

Pasal 10 Pengurus Cabang

1. Pengurus Cabang di sebuah Kabupaten/Kota dapat didirikan apabila terdapat sekurang- kurangnya 5 (lima) Perusahaan Media Siber yang memenuhi persyaratan sebagai Anggota di Kabupaten/Kota tersebut.

2. Pengurus Cabang dipimpin seorang Ketua yang dipilih di dalam Musyawarah Cabang.

3. Dalam menjalankan tugas Ketua Pengurus Cabang dibantu sekurang-kurangnya oleh Sekretaris dan Bendahara.

4. Pengurus Cabang bekerja selama 5 (lima) tahun sejak Ketua Pengurus Cabang dipilih di dalam Musyawarah Cabang.

5. Periode kepengurusan Ketua Pengurus Cabang maksimal 2 (dua) periode berturut-turut.

6. Apabila timbul kekosongan jabatan karena salah seorang anggota Pengurus Pusat tidak dapat menjalankan tugas secara permanen, Ketua Pengurus Cabang memiliki kewenangan untuk menunjuk pejabat pengganti.

7. Dalam hal di sebuah Kabupaten/Kota belum terdapat Pengurus Cabang, maka Perusahaan Media Siber yang ingin menjadi Anggota JMSI dapat bergabung di Kabupaten/Kota yang telah memiliki Pengurus Cabang/Daerah.

Pasal 11 Dewan Pembina

1. Dewan Pembina Pusat dipimpin seorang Ketua yang ditunjuk Ketua Umum Pengurus Pusat terpilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional.

2. Ketua Dewan Pembina Pusat mempunyai kewenangan menunjuk anggota berdasarkan pertimbangan kepakaran tertentu.

3. Dewan Pembina Pusat memberikan saran dan pertimbangan kepada Pengurus Pusat baik diminta atau tidak.

4. Dewan Pembina Daerah dipimpin seorang Ketua yang ditunjuk Ketua Pengurus Daerah terpilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Daerah.

5. Ketua Dewan Pembina Daerah mempunyai kewenangan menunjuk anggota berdasarkan pertimbangan kepakaran tertentu.

6. Dewan Pembina Daerah memberikan saran dan pertimbangan kepada Pengurus Daerah baik diminta atau tidak.

7. Dewan Pembina Cabang dipimpin seorang Ketua yang ditunjuk Ketua Pengurus Cabang terpilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Cabang.

8. Ketua Dewan Pembina Cabang mempunyai kewenangan menunjuk anggota berdasarkan pertimbangan kepakaran tertentu.

9. Dewan Pembina Cabang memberikan saran dan pertimbangan kepada Pengurus Cabang baik diminta atau tidak.

(19)

BAB III KEANGGoTAAN Pasal 12 Anggota

1. Anggota JMSI adalah Perusahaan Media Siber yang memiliki badan hukum sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan Dewan Pers, serta menyetujui dan menjunjung tinggi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga JMSI.

2. Individu dan/atau Lembaga yang dinilai memiliki jasa istimewa kepada JMSI dan/atau masyarakat pers nasional dapat diangkat sebagai Anggota Kehormatan JMSI.

Pasal 13 Pendaftaraan Anggota

1. Perusahaan MediaSiber berbadan hukum Indonesia yang ingin menjadi Anggota JMSI mendaftar melalui Pengurus Daerah maupun Pengurus Cabang.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan menjadi Anggota JMSI diuraikan dalam Anggaran Rumah Tangga dan/atau peraturan lain yang disusun khusus untuk itu.

Pasal 14 Hak Anggota

1. Terlibat aktif dalam setiap kegiatan perkumpulan.

2. Mengikuti pelatihan, pendidikan, seminar, dan/atau lokakarya yang diselenggarakan JMSI untuk meningkatkan profesionalisme manajemen perusahaan, kualitas pemberitaan, dan infrastruktur teknologi informasi.

3. Mendapatkan perlindungan dan pembelaan dalam sengketa yang terjadi dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan Perusahaan Media Siber selama tidak melanggar peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Pasal 15 Kewajiban Anggota

1. Mematuhi dan mentaati, serta wajib menjunjung tinggi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta berbagai peraturan lain yang ditetapkan.

2. Menjaga kehormatan dan martabat serta nama baik JMSI.

3. Membayar iuran yang akan ditentukan dalam peraturan berikutnya.

Pasal 16 Status dan Pemberhentian Anggota

1. Status keanggotaan JMSI beserta hak dan kewajiban yang melekat bersamanya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain dengan dalih apapun.

2. Status keanggotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas diberlakukan sejak terbitnya keputusan pengangkatan dan pengukuhan anggota oleh Pengurus Daerah di tingkat Provinsi.

3. Status keanggotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas dapat dicabut dan dihapus melalui mekanisme formal apabila Perusahaan Media Siber yang bersangkutan:

a. Mengundurkan diri sebagai anggota secara terbuka dengan mekanisme dan prosedur serta tata cara yang diatur kemudian.

b. Membubarkan diri.

c. Diberhentikan oleh JMSI karena melakukan dan/atau terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, peraturan dan perundang-undangan.

(20)

BAB IV

FoRuM PENGAMBILAN KEPuTuSAN Pasal 17

1. Forum pengambilan keputusan tertinggi JMSI adalah Musyawarah Nasional.

2. Keputusan juga dapat diambil dalam Rapat Kerja Nasional dan Rapat Pleno Pengurus Pusat selama tidak bertentangan dengan keputusan yang diambil dalam Musyawarah Nasional.

3. Di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota diselenggarakan Musyawarah Daerah, Rapat Kerja Daerah, Musyawarah Cabang, dan Rapat Kerja Cabang yang mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan keputusan yang diambil dalam Musyawarah Nasional.

Pasal 18 Musyawarah Nasional

1. Musyawarah Nasional diselenggarakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun oleh Pengurus Pusat dengan mempertimbangkan pengarahan dari Dewan Pembina.

2. Musyawarah Nasional dihadiri Pengurus Daerah sebagai peserta, Pengurus Cabang sebagai peninjau, dan pihak-pihak lain yang dinilai perlu untuk diundang.

3. Sebagai peserta, Pengurus Pusat dan setiap Pengurus Daerah memiliki satu suara.

4. Rencana Acara dan Tata Tertib Musyawarah Nasional disusun Pengurus Pusat untuk disahkan dalam Musyawarah Nasional.

5. Musyawarah Nasional mendengarkan laporan dan pertanggungjawaban Ketua Umum Pengurus Pusat, memilih Ketua Umum Pengurus Pusat, menetapkan kebijakan-kebijakan umum dan strategis, serta apabila dipandang perlu meninjau dan melakukan perubahan pada Anggaran Dasar.

6. Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Dewan Pembina yang ditunjuk oleh Ketua Umum terpilih.

7. Penyelenggaraan Musyawarah Nasional dinilai sah apabila dihadiri sekurang-kurangya 2/3 (dua per tiga) jumlah Pengurus Daerah.

8. Keputusan Musyawarah Nasional dinilai sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) peserta yang hadir.

9. Bila dianggap perlu, Musyawarah Nasional Luar Biasa dapat diadakan oleh Dewan Pengurus Pusat dengan persetujuan Dewan Pembina atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Pengurus Daerah.

10. Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri oleh minimal 1/2 (setengah) plus satu jumlah Pengurus Daerah.

Pasal 19 rapat Kerja Nasional

1. Rapat Kerja Nasional diselenggarakan Pengurus Pusat sekurang-kurangnya 1 (satu) kali selama 1 (satu) periode kepengurusan, dan dihadiri anggota Pengurus Pusat, Dewan Pembina, dan Pengurus Daerah.

2. Rapat Kerja Nasional dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 1/2 (setengah) plus satu jumlah Pengurus Daerah.

3. Rapat Kerja Nasional membahas dan memutuskan kebijakan organisasi berdasarkan strategi umum yang digariskan Musyawarah Nasional untuk menjadi bahan bagi program kerja Pengurus Pusat, Dewan Pembina, dan Pengurus Daerah.

4. Rapat Kerja Nasional tidak mengambil keputusan yang bertentangan dengan keputusan Musyawarah Nasional.

(21)

Pasal 20 Musyawarah Daerah

1. Musyawarah Daerah diselenggarakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun oleh Pengurus Daerah dan dibuka oleh Pengurus Pusat.

2. Musyawarah Daerah dihadiri Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang sebagai peserta dan pihak-pihak lain yang dinilai perlu untuk diundang.

3. Sebagai peserta, Pengurus Daerah dan setiap Pengurus Cabang memiliki satu suara.

4. Rencana Acara dan Tata Tertib Musyawarah Daerah disusun Pengurus Daerah untuk disahkan dalam Musyawarah Daerah.

5. Musyawarah Daerah mendengarkan laporan dan pertanggungjawaban Ketua Pengurus Daerah, memilih Ketua Pengurus Daerah, dan menetapkan kebijakan-kebijakan umum dan strategis yang tidak bertentangan dengan kebijakan umum dan strategis yang ditetapkan Musyawarah Nasional.

6. Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Dewan Pembina Daerah yang ditunjuk oleh Ketua Pengurus Daerah terpilih.

7. Penyelenggaraan Musyawarah Daerah dinilai sah apabila dihadiri sekurang-kurangya 2/3 (dua per tiga) jumlah Pengurus Cabang.

8. Keputusan Musyawarah Daerah dinilai sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga)peserta yang hadir.

9. Bila dianggap perlu, Musyawarah Daerah Luar Biasa dapat diadakan oleh Dewan Pengurus Daerah dengan persetujuan Dewan Pembina Daerah atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Pengurus Cabang.

10. Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri oleh minimal 1/2 (setengah) plus satu jumlah Pengurus Daerah.

Pasal 21 rapat Kerja daerah

1. Rapat Kerja Daerah diselenggarakan Pengurus Daerah sekurang-kurangnya 1 (satu) kali selama 1 (satu) periode kepengurusan, dan dihadiri anggota Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabang.

2. Rapat Kerja Daerah dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 1/2 (setengah) plus satu jumlah Pengurus Cabang.

3. Rapat Kerja Daerah membahas dan memutuskan kebijakan organisasi berdasarkan strategi umum yang digariskan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Daerah untuk menjadi bahan bagi program kerja Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang.

4. Rapat Kerja Daerah tidak mengambil keputusan yang bertentangan dengan keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional.

Pasal 22 Musyawarah Cabang

1. Musyawarah Cabang diselenggarakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun oleh Pengurus Cabang dan dibuka oleh Pengurus Daerah.

2. Musyawarah Cabang dihadiri Anggota dan pihak-pihak lain yang dinilai perlu untuk diundang.

3. Sebagai peserta, setiap anggota memiliki satu suara.

4. Rencana Acara dan Tata Tertib Musyawarah Cabang disusun Pengurus Cabang untuk disahkan dalam Musyawarah Cabang.

5. Musyawarah Cabang mendengarkan laporan dan pertanggungjawaban Ketua Pengurus Cabang, memilih Ketua Pengurus Cabang, dan menetapkan kebijakan-kebijakan umum dan strategis yang tidak bertentangan dengan kebijakan umum dan strategis yang ditetapkan Musyawarah Nasional.

(22)

6. Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Dewan Pembina Cabang yang ditunjuk oleh Ketua Pengurus Cabang terpilih.

7. Penyelenggaraan Musyawarah Cabang dinilai sah apabila dihadiri sekurang-kurangya 2/3 (dua per tiga) jumlah Anggota.

8. Keputusan Musyawarah Cabang dinilai sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) peserta yang hadir.

9. Bila dianggap perlu, Musyawarah Cabang Luar Biasa dapat diadakan oleh Dewan Pengurus Cabang dengan persetujuan Dewan Pembina Cabang atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Anggota.

10. Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri oleh minimal 1/2 (setengah) plus satu jumlah Anggota.

Pasal 23 rapat Kerja Cabang

1. Rapat Kerja Cabang diselenggarakan Pengurus Cabang sekurang-kurangnya 1 (satu) kali selama 1 (satu) periode kepengurusan, dan dihadiri anggota Pengurus Daerah dan Anggota.

2. Rapat Kerja Cabang dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 1/2 (setengah) plus satu jumlah Anggota.

3. Rapat Kerja Cabang membahas dan memutuskan kebijakan organisasi berdasarkan strategi umum yang digariskan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Daerah untuk menjadi bahan bagi program kerja Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang.

4. Rapat Kerja Cabang tidak mengambil keputusan yang bertentangan dengan keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional.

BAB V

KEKAYAAN DAN PENDAPATAN Pasal 24 Kekayaan Perkumpulan

1. Kekayaan awal JMSI diperoleh dari para pendiri.

2. Kekayaan JMSI terdiri atas harta bergerak dan tidak bergerak, serta surat-surat berharga.

3. Kekayaan organisasi diperoleh dari uang iuran, dan usaha-usaha sah yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan organisasi.

4. Pengelolaan keuangan JMSI di tingkat Nasional diselenggarakan Pengurus Pusat berdasarkan rencana anggaran tahunan dan dipertanggungjawabkan dalam Musyawarah Nasional.

5. Pengelolaan keuangan JMSI di daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota diselenggarakan berdasarkan rencana anggaran tahunan yang ditetapkan Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang, serta dipertanggungjawabkan dalam Musyawarah Daerah dan Musyawarah Cabang.

6. Setiap Anggota JMSI berkewajiban mematuhi etika bisnis yang disusun oleh organisasi.

BAB VI PERuBAHAN Pasal 25

1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional atas usul sekurang- kurangnya 2/3 (dua per tiga) Pengurus Daerah, serta keputusannya dinyatakan sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) Pengurus Daerah yang hadir.

2. Jika dalam Musyawarah Nasional yang diselenggarakan untuk perubahan Anggaran Dasar itu jumlah Pengurus Daerah yang hadir tidak mencukupi quorum sebagaimana yang ditetapkan

(23)

dalam ayat 1 (satu) di atas, maka Pengurus Pusat harus menyelenggarakan Musyawarah Nasional untuk perubahan Anggaran Dasar yang berikutnya maksimal dalam waktu 14 (empat belas) hari setelahnya.

3. Pengambilan keputusan dalam Musyawarah Nasional untuk perubahan Anggaran Dasar yang berikutnya itu dapat dilakukan secara musyawarah atau pemungutan suara tanpa memandang jumlah quorum, dan hasilnya akan dianggap sah.

BAB VII PEMBuBARAN Pasal 26

1. Apabila terbukti melakukan tindakan melanggar hukum yang telah diputuskan oleh Pengadilan, perkumpulan JMSI dapat dibubarkan Pemerintah.

2. Pembubaran JMSI oleh Anggota dimungkinkan dan dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang diselenggarakan Pengurus Pusat untuk itu.

3. Dalam hal pembubaran JMSI, seluruh Pengurus baik di tingkat Pusat, Daerah, maupun Cabang, harus menyelesaikan seluruh hal yang menjadi tanggung jawab.

BAB VIII PENuTuP Pasal 27

Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan/atau aturan lain.

(24)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMor: 05/KPTS-MUNAS/JMSi/Vi/2020

TENTANG

REKoMENDASI MuNAS KE-1 JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Mengingat:

1. Undang-undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

3. Anggaran Dasar Jaringan Media Siber Indonesia.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang Rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan Rekomendasi Munas Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 Tahun 2020.

2. Rekomendasi Munas yang dimaksud pada poin 1 sebagaimana terlampir dan merupakan satu kesatuan dengan keputusan ini.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir apabila dilakukan perubahan pada forum permusyawaratan sebagaimana ketentuan Anggaran Dasar.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani Dheni Kurnia

(25)

REKoMENDASI

MuSYAWARAH NASIoNAL KE-1 JARINGAN MEDIA SIBER INDNESIA PENGANTAR

Sebagai eskpresi dari kedaulatan yang berada di tangan rakyat, media massa yang dapat menopang demokrasi adalah media massa yang sehat dan profesional, yang menghasilkan karya jurnalistik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas (public journalism); bukan media massa yang menghasilkan karya jurnalistik yang menempatkan kepentingan kelompok dan golongan di atas kepentingan masyarakat luas (private jornalisme).

Media massa yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas tersebut memiliki kewajiban melayani kebutuhan informasi publik sehingga kebenaran dan keadilan tidak kabur, serta ekerja tanpa membeda-bedaka suku, agama, ras dan golongan. Hanya dengan demikian pers dapat menjadi pers sebagai pilar demokrasi yang sesungguhnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, JMSI hadir sebagai wadah berhimpun perusahaan media siber di Indonesia dan secara sadar mengambil tanggung jawab untuk ikut menciptakan ekosistem pers nasional yang ideal dan dapat diharapkan menjadi pondasi yang kuat bagi negara. Ini adalah peran eksternal JMSI.

JMSI juga memiliki tanggung jawab internal dalammembangun organisasi yang kuat yang sejalan dengan tujuan membangun tatanan masyarakat dan negara demokratis. Dalam hal itu,

JMSI dituntut menghadirkan ruh baru dalam mewujudkan produk pers yang sehat sehingga perusahaan media yang tergabung di JMSI mampu menjadi referensi sekaligus menjadi panutan dalam membangun bisnis secara professonal pula di era digital.

JMSI harus menjadi lembaga berhimpun yang memfasilitasi dan mempelopori penataan perusahan media siber yang taat regulasi. Dengan demikian kehadiran JMSI tidak hanya sebagai wadah untuk mewujudkan kesejahteraan anggota namun untuk kepentingan bangsa yang lebih luas.

Bahwa, untuk mewujudkan cita-cita itu, JMSI melalui forum permusyawaratan pertama berkepentingan menetapkan rekomendasi-rekomendasi hasil Musyawarah Nasional ke- 1 yang digelar secara virtual dan dari tanggal 16 sampai 29 Juni 2020.

Rekomendasi ini agar ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan AD/ART, Peraturan Organisasi (PO) dan seluruh peraturan perundang-undangan sehingga rekomendasi ini dapat bermanfaat untuk kepentingan organisasi dan masyarakat bangsa dan negara.

REKoMENDASI A. Internal

1. Pengurus JMSI periode 2020-2025 segera menyusun berbagai strategi dan langkah agar JMSI dapat menjadi konstituen Dewan Pers.

2. Pengurus JMSI agar segera melengkapi kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan target anggota sebanyak 400 perusahaan media di 34 provinsi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

3. Kepada Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 agar memfasilitasi proses sertifikasi dan verifikasi di Dewan Pers baik administrasi maupun faktual untuk seluruh anggota perusahaan media yang tergabung di JMSI.

4. Kepada Pengurus Pusat JMSI Periode 2020-2025 terpilih untuk segera melakukan sosialisasi hasil-hasil Munas Ke-1 dan rapat kerja nasional dalam rangka mendukung dan mewujudkan keputusan-keputusan Munas Ke-1 JMSI.

(26)

5. Kepada Pengurus Pusat JMSI Periode 2020-2025 untuk melakukan pendataan kepada seluruh anggota JMSI sebagai bahan kelengkapan dalam penyusunan data anggota JMSI dan segera melakukan pengukuhan untuk pengurus provinsi dan kabupaten/kota.

6. Kepada Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 diminta segera melakukan konsolidasi untuk menempatkan perwakilan JMSI di struktur Dewan Pers sebagai perwakilan kalangan media siber Indonesia di struktur Dewan Pers.

7. Kepada Pengurus Pusat JMSI agar melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota. Pengurus JMSI agar membentuk lembaga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas keanggotaan JMSI agar mampu bersaing di tengah industri media massa berbasis siber/digital.

8. Kepada Pengurus Pusat JMSI harus membentuk lembaga bantuan hukum dan advokasi untuk menangani masalah hukum yang menjerat seluruh insan pers yang tergabung di keanggotaan JMSI.

9. Kepada Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 harus memberikan pendidikan literasi kepada masyarakat. Pengurus JMSI juga diminta menyosialisasikan pemahaman tentang kode etik media siber kepada masyarakat.

10. Kepada Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 agar memperkuat jaringan kerjasama organisasi baik dalam skala lokal, nasional, dan international untuk memperkuat kapasitas anggota dan organisasi.

11. Kepada Pengurus Pusat JMSI Daerah Sementara untuk segera menyusun kepengurusan definitif dan apabila pengurusnya menjadi pengurus pusat terkecuali untuk jabatan Dewan Pembina dan Dewan Pakar agar segera menggelar forum khusus untuk Menyusun kepengurusan baru dalam waktu 1 (satu) bulan setelah Musyawarah Nasional.

B. Eksternal

1. Bahwa, terkait dengan kondisi bangsa dan negara hari ini JMSI meminta kepada pemerintah agar melakukan upaya-upaya yang komprehensif dan berkesinambungan untuk merekatkan kembali sendi-sendi kehidupan sosial dan politik berdasarkan prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Bahwa, berkaitan dengan penegakan hukuam, JMSI mendesak agar pemerintah memperkuat lembaga hukum dan peradilan agar kebenaran dan keadilan benar-benar terwujud dan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan demi memberi jaminan hukum bagi seluruh warga negara Republik Indonesia.

3. Bahwa, berkaitan dengan wabah COVID-19 JMSI mendesak pemerintah untuk mengedepankan kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan masyarakat dengan cara mendahulukan kepentingan keselamatan masyarakat diatas seluruh kebijakan lainnya.

4. Bahwa, terkait dengan Omnibus Law, JMSI meminta agar pemerintah tidak perlu memasukan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dalam agenda reformasi hukum nasional (Omnibus Law).

5. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara memadai kepada seluruh lapisan masyarakat sampai pelosok-pelosok desa dan mendesak pemerintah agar segera meninjau kembali kebijakan dan sistem pengelolaan BPJS.

6. Bahwa, berkaitan dengan marknya berita hoax, JMSI mendesak agar pemerintah mengeluarkan resolusi khusus untuk menangkal berita hoax dan kepada seluruh aparat kepolisian dan penegak hukum untuk menindak dengan tegas.

7. Bahwa, berkaitan dengan kasus-kasus kekerasan terhadap pers, JMSI meminta pemerintah segera menuntaskan dan menghadirkan hukum yang seadil-adilnya dan menjamin kemerdekaan pers benar-benar terwujud dalam tatanan berbangsa dan bernegara.

(27)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 06/KPTS-MuNAS/JMSI/VI/2020

TENTANG

ProGrAM KerJA JMSi Periode 2020-2025

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

3. Anggaran Dasar Jaringan Media Siber Indonesia Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Program Kerja Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia periode 2020-2025.

2. Program Kerja yang dimaksud pada poin 1 sebagaimana terlampir dan merupakan satu kesatuan dengan keputusan ini.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir apabila dilakukan perubahan pada forum permusyawaratan sebagaimana ketentuan Anggaran Dasar.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani Dheni Kurnia

(28)

PRoGRAM KERJA

PENGuRuS PuSAT JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA Periode 2020-2025

PENGANTAR

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dideklarasikan pada 9 Februari 2020 dengan dihadiri 21 perwakilan provinsi se-Indonesia dan bertepatan dengan puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kaliman Selatan. JMSI dideklarasikan atas dasar kesamaan niat untuk mendorong pengembangan produk media massa berbasis digital agar menghasilkan produk pers yang sehat, jujur, dan profesional.

Kesamaan niat itu kemudian melebur dalam kesamaan tujuan untuk menghadirkan produk pers yang berkomitmen penuh untuk menjaga marwah jurnalisme yang sebenar-benarnya.

Jurnalisme yang dimaksud adalah produk pers yang fair, bebas intervensi, dan strict informasi publik tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan sehingga konsesi keadilan dapat terwujud. Melalui deklarsi itu pula, seluruh anggota perusahaan media tergabung di JSMI diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraanan.

Deklarasi JMSI dihadiri 21 perwakilan provinsi se-Indonesia, unsur dari Dewan Pers, perwakilan Kominfo RI, perwakilan PWI, Wali Kota Banjarmasin, tokoh-tokoh pers seperti Ilham Bintang (Jakarta), Teguh Santosa (Jakarta), Rosianna Silalahi (Jakarta), Syahrial Aziz (Padang), Rahiman Dani (Bengkulu), Eko Pamuji (Jawa Timur), Dheni Kurnia (Riau) Mahmud Marhaba (Gorontalo), Mursyid Songsang (Jambi), Kawar Dante (Sumsel), Milhan Rusli (Kalsel) Ramon Damora (Kepri) dan lain-lain yang memiliki tujuan yang sama.

JMSI hadir di tengah merebaknya berita bohong, berita palsu, atau yang kerap diistilahkan sebagai hoax di tengah masyarakat. Hoax telah menjadi fenomena baru dalam arus informasi yang diterima publik terutama dalam platform digital. Upaya untuk memberantas penyebaran hoax itu turut melatarbelakangi kehadiran JMSI yang bertekad menjadi wadah perhimpunan media berbasis internet yang berkomitmen penuh untuk memerangi hoax melalui produk pers yang sehat dan profesional.

Secara spesifik, kehadiran JMSI juga diperuntukkan sebagai mitra Dewan Pers dalam mewujudkan perusahan media yang profesional melalui peran serta aktif melakukan verifikasi dan sertifikasi media, mengadakan pelatihan, pendidikan, dan meningkatkan kemampuan teknis maupun pemahaman etik tentang membangun media siber yang profesional sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

JMSI dalam tujuan besar itu menyadari penuh bahwa tantangan terberat media berbasis digital di masa depan adalah kemampuan beradapatasi dengan perkembangan teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, penguatan struktur organisasi, serta kemampuan dalam membangun kolaborasi. Tantangan itu kemudian akan bermuara pada upaya media massa dalam mendorong tumbuh kembang demokrasi serta mewjudukan kesejahteraan angota sebagaimana tujuan didirikannya JMSI.

Untuk itu dibutuhkan instrumen sebagai konsepsi terencana dalam menterjemahkan tujuan besar didirikannya JMSI yaitu; melalui program kerja pengurus JMSI periode 2020-2025.

MAKSuD DAN TuJuAN

Program kerja JMSI periode kepengurusan 2020-2025 mencakup aspek internal yang dimaksudkan agar berdampak langsung pada perusahaan media siber yang tergabung dalam JMSI dan aspek eksternal sebagai wujud dari peran serta JMSI di tengah masyarakat sehingga berdampak pada kepentingan bangsa dan negara.

(29)

Adapun maksud dan tujuan program kerja ini adalah sebagai berikut:

1. Program adalah kerja wujud dari visi-misi pendirian JMSI sebagai wadah berhimpun perusahaan media siber di Indonesia.

2. Sebagai landasan kerja Pengurus Pusat JMSI periode 2020-2025 dalam menjalankan tata Kelola organisasi sehingaa tujuan dari pendirian JMSI dapat terwujud sesuai ketetapan Muyawarah Nasional.

3. Sebagai kebutuhan eksistensi organisasi, program kerja adalah ciri organisasi profesional sekaligus menjadi kebutuhan organisasi sebagai pedoman dalam membangun kemitraan kerja dan jaringan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota organisasi.

4. Sebagai pedoman bagi pengurus JMSI di tingkat provinsi maupuan kabupaten/kota dalam menyusun program kerja di tingkat daerah.

5. Sebagai prasyarat dalam mewujudkan tujuan pendirian JMSI untuk menjadi konstituen Dewan Pers.

PRoGRAM KERJA

Program kerja Jejaring Medis Siber Indonesia (JMSI) meliputi program kerja di tingkat nasional yaitu program kerja berbasis jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Adapun program kerja JMSI adalah sebagai berikut:

A. Jangka Pendek

1. Menjadikan JMSI konstituen Dewan Pers setelah diselenggarakannya Musyawarah Nasional Ke-1.

2. Melengkapi seluruh kebutuhan organisasi untuk memudah konsolidasi organisasi yaitu;

pengadaan secretariat JMSI di tingkat Nasional seluruh perlengkpan dan kebutuahan sarana dan prasarana JMSI termasuk seragam pengurus, bendera petaka, bendera, dan lain-lain.

3. Melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selambat-lambatnya 3 bulan setelah Musyawarah Nasional JMSI Ke-1.

4. Pengukuhan/pelantikan seluruh Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia yang sudah terbentuk di Tahun 2020.

5. Terbentuknya kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan mutu Jaringan Media Siber Indonesia.

6. Melakukan pendataan seluruh anggota JMSI yang tergabung dan diwajibkan terdaftar di website JMSI terutama anggota JMSI di tingkat provinsi yang sudah terbentuk.

B. Jangka Menengah dan Panjang Bidang organisasi dan Keanggotaan

1. Membentuk seluruh kepengurusan JMSI di 34 provinsi di Indonesia serta 50 persen kepengurusan di tingkat kabupaten/kota

2. Melakukan pendataan keanggotan JMSI berbasis online sehingga anggota JMSI dapat diakses secara online.

3. Melakukan manajemen organisasi yang transparan, akuntabel dan handal dengan cara meningkatakn kapasitas pengurus baik di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota melalui pelatihan manajemen organisasi.

4. Meningkatkan kapasitas Jumlah anggota dengan target 300 media siber bergabung di JMSI di akhir tahun 2020. Media yang yang tergabung harus melalui verifikasi yang ketat sesuai dengan AD/ART dan peraturan organisasi.

(30)

5. Menargetkan anggota JMSI adalah perusahan media siber yang memiliki pengaruh dan berkapasitas sebagai media mainstream di daerah dan nasional.

Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Literasi

1. Membantu peningkatan kualitas media siber di Indonesia melalui pelatihan-pelatihan jurnalistik agar sumber daya manusia yang ada di perusahaan media yang tergabung di JMSI mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bertanggung jawab serta mengedepankan prinsip dan etika jurnalistik.

2. Melakukan pelatihan manajemen bisnis media masa berbasis digital untuk meningkatkan kesejahteraan anggota perusahaan medis siber yang tergabung di JMSI sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan iklim usaha media siber.

3. Melakaukan literasi kepada publik untuk memerangi berita hoax sehingga eksistensi produk pers yang dihasilkan oleh media siber di Indonesia mampu menjadi refrensi utama di tengah- tengah masyarakat.

4. Memfasilitasi kegiatan pelatihan jurnalistik dan peningkatan kapasitas profesi insan pers yang tergabung di JMSI termasuk diantarnya memfasilitasi sertifikasi wartawan.

5. Melakukan kegitan-kegiatan literasi media melalui seminar, FGD, diskusi untuk meningkatkan wawasan anggota dalam memeperluas wawasan jurnalistik dan bisnis media.

6. Mendorong pengurus dan anggota JMSI untuk menjadi penguji sertifikasi wartawan

7. Membentuk pusat literasi media massa (laboratorium pendidikan jurnalistik) sebagai upaya meningkatkan kualitas produk-produk jurnalistik yang dihasilkan perusahaan media yang tergabung di JMSI.

8. Membentuk lembaga khsusus yang menaungi dan bertugas melakukan anugerah karya jurnalistik berbasis siber sebagai bentuk peran serta JMSI mewujudkan pers yang professional 9. Membentuk lembaga khusus untuk kegiatan pers dalam pengawasan kepemiluan sebagai

upaya JMSI dalam mewujudkan penguatan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Bidang Pengembangan Potensi Daerah

1. Melakukan pendataan potensi daerah yang dapat didayagunakan dalam pengembangan perusahaan media siber anggota JMSI.

2. Membantu kordinasi lintas daerah sehingga terbentuk pola komunikasi yang konstruktif dalam konteks pengembangan potensi daerah.

3. Melakukan pelatihan-pelatihan pengembagan usaha agar kesejahteraan anggota yang tergabung dapat terjamin dan mampu bersaing dengan seluruh perusahaan media di Indonesia.

4. Membangun kerjasama bisnis dengan pemerintah dan swasta melalui event-event strategis dalam upaya mendorong kesejahteraan anggota JMSI.

5. Mendorong anggota perusahaan media yang tergabung di JMSI untuk ikut dalam berbagai event berskala lokal, nasional, dan international.

6. Mendirikan pusat cirisi centre dalam menghadapi bencana nasional dan internasional serta mendorong seluruh anggota JMSI untuk terlbat dalam aksi-aksi sosial.

Bidang Pengembangan ICT

1. Melakukan observasi mengenai kemampuan teknologi informasi dan komunikasi anggota JMSI.

2. Menyediakan berbagai format dan forum untuk peningkatan kapasitas ICT anggota JMSI.

Bidang Kerjasama Antar Lembaga

1. Menjalin hubungan dengan berbagai pihak eksternal.

2. Menyediakan berbagai format dan forum untuk peningkatan kapasitas JMSI yang melibatkan berbagai pihak.

(31)

Bidang Hubungan Luar Negeri

1. Melakukan konsolidasi dan penjajakan kerjasama JMSI dan media massa Indonesia dengan du- nia international baik dalam upaya meningkatkan kapasistas produk pers maupun kesejahter- aan anggota.

2. Memperkuat posisi pers Indonesia dalam pergaulan pers international.

3. Menjalin kerjasama-kerjasama strategis JMSI dan pers Indonesia dengan komunitas pers international.

4. Mendorong pengurus atau anggota JMSI untuk terlibat aktif dan menjadi bagian dari struktur di organisasi–organisasi komunitas pers international.

Bidang Hukum dan Advokasi

1. Meningkatkan kapasistas advokasi sengketa pers anggota JMSI melalui pembentukan Badan hukum dan advokasi khusus anggota JMSI.

2. Meningkatakan pemahaman regulasi seluruh pengurus JMSI dan insan pers yang tergabung di JMSI melalui pelatihan dan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan seluruh aspek pemberitaan.

3. Terlibat aktif dalam melakukan advokasi dan pembelaan terhadap seluruh bentuk intervensi, intimidasi, dan upaya-upaya yang dapat menghalangi kemerdekaan pers.

Bidang Penelitian dan Pengembangan

1. Melakukan penelitian baik bagi kepentingan internal maupun eksternal dalam hal ini yang terkait dengan upaya menciptakan ekosistem pers nasional yang sehat dan profesional.

2. Mempersiapkan penerbitan hasil penelitian dan studi secara berkala dalam berbagai bentuk, termasuk jurnal ilmiah yang membahas perkembangan teknologi siber, produk pers media siber, dan hal-hal lain yang memiliki kaitan dengan tema-tema tersebut.

Bidang Kesekretariatan, Pendataan Anggota, dan Verifikasi

1. Mempersiapkan kantor Sekretariat JMSI Pusat yang permanen dan seluruh fasilitas keorganisasi sehingga eksistensi JMSI sebagai wadah berhimpun perusahaan media di Indonesia semakin kuat.

2. Memfasilitasi kebutuahan administrasi JMSI Pusat dan Daerah dalam lingkup penguatan organisasi dan kapasitas JMSI.

3. Membentuk pelayanan adminsitrasi satu pintu bagi anggota dan pengurus JMSI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memudahkan proses konsolidasi internal JMSI.

4. Memfasilitasi seluruh anggota JMSI untuk mendapatkan akses verifikasi baik administrasi maupun faktual dari Dewan Pers serta menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga uji komptensi wartawan agar anggota media siber yang tergabung di JMSI memenuhi ketentuan- ketentuan regulasi pers dan kode etik.

5. Membentuk divisi khusus yang menangani kebutuahan verifikasi anggota JMSI di Dewan Pers untuk memudahkan akses informasi dan konsolidasi dalam mewujudkan 100 persen anggota JMSI terverifikasi oleh Dewan Pers.

6. Memfasilitasi proses verifikasi Dewan Pers untuk JMSI di tingkat nasional dan daerah dalam rangka menuju JMSI sebagai konstituen Dewan Pers.

PENuTuP

Bahwa, program kerja ini disusun sebagai draft Munas Ke-1 JMSI di Riau yang direfleksikan dari kebutuhan internal organisasi dan dinamika peran serta media massa berbasis siber di tengah-tengah masyarakat. Program kerja ini akan dibahas dan ditinjau dalam Munas serta akan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan dalam Musyawarh Nasional.

(32)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 07/KPTS-MuNAS/JMSI/VII/2020

TENTANG

PANDANGAN uMuM PENGuRuS DAERAH SEMENTARA JMSI

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

3. Anggaran Dasar Jaringan Media Siber Indonesia.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan menerima seluruh Pandangan Umum Pengurus Daerah Sementara Jaringan Media Siber Indonesia.

2. Pandangan Umum yang dimaksud pada poin 1 akan ditindaklanjuti melalui Rakernas 1 JMSI.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir apabila dilakukan perubahan pada forum permusyawaratan sebagaimana ketentuan Anggaran Dasar.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani Dheni Kurnia

(33)

KEPuTuSAN MuNAS

JARINGAN MEDIA SIBER INDoNESIA (JMSI) NoMoR: 08/KPTS-MuNAS/JMSI/VII/2020

TENTANG

PeNeTAPAN KeTUA UMUM JMSi Periode 2020-2025

Pimpinan Munas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) setelah:

Menimbang:

1. Bahwa hasil Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada hari Sabtu, tanggal 8 Februari, tahun 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

2. Bahwa guna terjaminnya ketertiban pelaksanaan Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia Ke-1 yang diselenggarakan secara virtual.

3. Bahwa perlu ditetapkan melalui Surat Keputusan Hasil-Hasil Musyawarah Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Mengingat:

1. Undang-Undang Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

2. Peraturan Dewan Pers Nomor: 3/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Organisasi Perusahan Pers.

3. Anggaran Dasar Jaringan Media Siber Indonesia.

Memperhatikan:

1. Surat Keputusan Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nomor: 01/

Mandat/PP-JMSI/II/2020 tanggal 10 Februari tentang pembentukan dan pengesahan panitia Munas Ke-1 JMSI.

2. Rapat Pengurus Pusat Sementara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Tanggal 17 Juni 2020 dan 28 Juni 2020 tentang rapat penyelenggaran Munas Ke-1 JMSI.

MEMUTUSKAN Menetapkan:

1. Menetapkan saudara Teguh Santosa sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia periode 2020-2025.

2. Ketua Umum yang dimaksud pada poin 1 di atas secara ex officio menjadi Ketua Formatur pembentukan struktur Pengurus Pusat JMSI Periode 2020-2025.

3. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan berakhir apabila dilakukan perubahan pada forum permusyawaratan sebagaimana ketentuan Anggaran Dasar.

Ditetapkan di Pekanbaru, Riau Senin, 29 Juni 2020

PIMPINAN SIDANG MuNAS KE-1 JMSI

Mahmud Marhaba Rahiman Dani Dheni Kurnia

Referensi

Dokumen terkait

Apabila shuttlecock jatuh di lantai atau menyangkut di net maka permainan berhenti (Herman Subardjah, 2000: 13). Dengan demikian yang dimaksud permainan bulutangkis dalam

Pada sistem penerima superhet, kedua sinyal yang dikalikan itu adalah sinyal RF (f  RF ) dari pemancar yang diinginkan dan sinyal dari osilator lokal (f  LO ) dimana.. f  LO

Merupakan kebanggaan tersendiri karena telah melalui perjuangan sangat berat, dan akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul “Penggunaan Metode Sosiodrama Melalui

Hasil penelitian ini antara lain: (1) kompensasi bonus tidak mempengaruhi manajemen laba; (2) perbankan syariah dengan jumlah dewan direksi perempuan memiliki

Secara alamiah spline kubik merupakan model matematis untuk sejenis thin strip , yang mana melalui semua titik kontrol yang dapat meminimalkan energi dasar... Hal

Pola usaha penggemukan 100 ekor ternak domba skala yang terbagi menjadi dua skala usaha masing-masing 50 ekor sistem domba perlakuan (R I ) dan sistem domba kontrol (Ro) dengan

Sukuk, yang tadinya merupakan produk sampingan pada industri keuangan Islam yang tumbuh dengan cepat, telah memastikan kelangsungan hidupnya sebagai suatu proses alternatif untuk

Proton dari suatu molekul tidak akan membalikkan spinnya pada frekuensi resonansi yang sama yang menyebabkan semua spektrum NMR yang diperoleh dari