i
Universitas Muhammadiyah Makassar) SAMPUL
SKRIPSI
DITHA PRATIKA 105721121617
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021
ii
HALAMAN JUDUL
PENGARUH ADVERTISING, PERCEIVED VALUE, DAN SOCIAL INFLUENCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
PRODUK KOSMETIK WARDAH
(Studi Kasus Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)
SKRIPSI
Disusun Dan Diajukan Oleh:
DITHA PRATIKA 105721121617
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021 M/1443
iii
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
JL. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Tel. (0411) 866 972 Makassar90221
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Tetap istiqomah dalam ketaatan walau terkadang kita merasa terasingkan.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.
QS Al Baqarah 286
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulillah Rabbil‟alamin.
Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta
Orang-orang yang saya sayangi dan almamaterku
iv
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Peneltian : “Pengaruh Advertising, Perceived Value dan
SocialInfluence Terhadap Keputusan PembelianProduk Kosmetik Wardah” (Studi Kasus Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)
Nama Mahasiswa : Ditha Pratika No. Stambuk : 105721121617 Program Studi : Manajemen
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Menyatakan bahwa skripsi ini telah diteliti, diperiksa dan diujikan didepan panitia penguji skripsi strata satu (S1) pada tanggal 15 Januari 202 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, 13 Jumadil Akhir 1443 H
16 Januari 202 M Menyetujui,
Mengetahui,
Pembimbing II
Sherry Adelia, S.E., M.MKtg NIDN : 0916018603
Pembimbing I
Dr. Andi Mappatompo, SE., M.M NIDN : 0921037201
Dekan
Dr. H. Andi Jam’an,S.E., M.Si NBM : 651507
Ketua Program Studi
Muh. Nur Rasyid, SE., MM NBM : 1085576
v
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi atas Nama: Ditha Pratika, NIM: 105721121617, diterima dan disahkan oleh Paniltia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor: 0012/SK- Y/61201/091004/2022 M, tanggal 12 Jumadil Akhir 1443 H/ 15 Januari 2022 M, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar SARJANA
MANAJEMEN pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi danBisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar,13 Jumadil Akhir 1443 H
16 Januari 2022 M
PANITIA UJIAN1. Pengawas Umum : Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag (...) (Rektor Unismuh Makassar)
2. Ketua : Dr. H. Andi Jam‟an, S.E.,M.Si (...) (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
3. Sekretaris : Agusdiwana Suarni,S.E., M.Acc (...) (WD 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
4. Penguji : 1. Moh. Aris Pasigai, S.E.,M.M (...) 2. Muh. Nur R, S.E.,.M.M (...) 3. Narullah, S.E.,M.M (...) 4. Sherry Adelia, S.E., M.MKtg (...)
Disahkan Oleh,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Dr. H. Andi Jam’an, S.E.,M.Si NBM : 651507
vi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : DithaPratika
Stambuk :105721121617
program Studi : Manajemen
Judul Skripsi : “Pengaruh Advertising, Perceived Value dan
SocialInfluence Terhadap Keputusan PembelianProduk Kosmetik Wardah” (Studi Kasus Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)
Skripsi Yang Saya Ajukan di depan Tim Penguji adalah ASLI Hasil Karya Sendiri, Bukan Hasil Jiplakan dan Tidak Dibuat Oleh Siapapun.
Dengan demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, 13 Jumadil Akhir 1443 H
15 Januari 2022 M Yang membuat pernyataan,
DithaPratika NIM:105721121317
Mengetahui,
Dekan
Dr. H. Andi Jam’an, S.E.,M.Si NBM : 651507
Ketua Program Studi
Muh. Nur Rasyid, SE., MM NBM : 1085576
Materai 10.000
vii
ABSTRAK
Ditha Pratika, 2021 “Pengaruh Advertising, Perceived Value, Dan Social Influence Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah (Studi Kasus Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)”. Skripsi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Andi Mappatompo dan Sherry Adelia.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Advertising, Perceived Value, dan Social Influence berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif.
Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dengan jumlah sampel 346 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS 25.0
Berdasarkan hasil uji validitas dan reabilitas menunjukkan bahwa item pernyataan dalam kuesioner dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji t menunjukkan bahwa Advertising, Perceived Value, dan Social Influence memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah.
Kata kunci: Advertising, Perceived Value, Social Influence dan Keputusan Pembelian.
viii
ABSTRAC
Ditha Pratika, 2021 "The Influence of Advertising, Perceived Value, and Social Influence on Wardah Cosmetic Product Purchase Decisions (Case Study on Undergraduate Student, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar)".Thesis, Management Study Program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by Andi Mappatompo and Sherry Adelia.
The purpose of this study was to determine whether Advertising, Perceived Value, and Social Influence had an effect on the purchasing decision of Wardah cosmetics. This research is a type of quantitative research. This research was conducted at the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar with a total sample of 346 people. The analytical method used in this research is multiple linear regression with SPSS 25.0.
application.
Based on the results of the validity and reliability test shows that the statement items in the questionnaire are declared valid and reliable. The results of the t test show that Advertising, Perceived Value, and Social Influence have a positive and significant influence on the purchasing decision of Wardah cosmetics.
Keywords: Advertising, Perceived Value, Social Influence and Purchase Decisio
ix
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Alhamdulillah penulis penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hambah-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya.
Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakalah penulisan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Advertising, Perceived Value, Dan Social Influence Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah (Studi Kasus Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)”
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewah dan terutama penulis sampaikan ucapan terimah kasih kepada kedua orang tua penulis bapak Ambo Kuku dan Ibu Sitti Hanifa Sofyan yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan seluruh keluarga besar atas segalah pengorbanan, serta dukungan baik materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terimah kasih yang banyak disampaikan dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M. Ag. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. H. Andi Jam‟an, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Muh. Nur Rasyid, S.E., M.M selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Dr. Andi Mappatompo, SE., M.M, selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik
5. Ibu Sherry Adelia. S.E, M.MKtg , selaku pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan muhasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Angkatan 2017 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Sahabat-sahabat saya Andi Noviantika, Feby Hasriani, Maya Rahmasari, MAN F, dan semua teman-teman yang tidak bisa saya sebut satu persatu yang sudah memberi semangat, kesabaran, motivasi dan dukungannya dalam penyelesaian skripsi ini.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karna itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan skripsi ini.
Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi smua pihak utamanya kepada Almamater Tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar
Nashrun Min Allahu Wa Fathun Kariem, Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Makassar, 16 Jumadil Awal 1443H 31 Desember 2021M Penulis
DITHAPRATIKA
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
SURAT PERNYATAAN ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRAC ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penulisan ... 5
D. Kegunaan ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
A. Landasan Teori ... 6
B. Penelitian Terdahulu ... 21
C. Kerangka Pikir ... 24
D. Hipotesis Penelitian... 24
BAB III METODE PENELITIAN ... 25
A. Jenis Penelitian ... 25
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25
C. Devinisi Oprasional Variabel dan Pengukuran ... 25
D. Populasi dan Sampel ... 27
E. Teknik Pengumpulan Data... 29
F. Instrumen Penelitian ... 30
G. Teknik Analisis Data... 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36
A. Gambaran Umum Perusahaan Penelitian ... 36
B. Hasil Penelitian ... 40
C. Pembahasan Penelitian ... 51
BAB V PENUTUP ... 54
A. Kesimpulan ... 54
B. Saran ... 54
C. Keterbatasan Penulis ... 55
DAFTAR PUSTAKA ... 56 LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 22
Tabel 3.1 Rekapitulasi Mahasiswi S1 Aktif FEB UNISMUH MAKASSAR .. 26
Tabel 3.2 Rekapitulasi Mahasiswi S1 Aktif FEB UNISMUH MAKASSAR . .28 Tabel 4.1 Deskripsi Responden Bredasarlan Departemen ... 39
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Jawaban Advertising ... 40
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Jawaban Perceived Value ... 41
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Jawaban Social Influence ... 42
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi dan Jawaban Keputusan Pembelian ... 42
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Validitas ... 44
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas ... 45
Tabel 4.8 Hasil Regresi Liniear Berganda ... 46
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
Gambar 2.1 Proses Pembelian Konsumen Model Lima Tahap ... 15
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran Konseptual ... 22
Gambar 4.1 Struktur organisasi PT Paragon Technology and Innovation ... 38
Gambar 4.2 Uji Normalitas... 47
Gambar 4.4 Heterokedastisitas ... 48
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Populasi Kuesioner ... 69 Lampiran 2 Rekapitulasi Jawaban Responden ... 73 Lampiran 3 Hasil Penelitian ... 75
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jumlah penduduk wanita di Indonesia saat ini sebesar 49,66 persen atau sebanyak 271.349.889 jiwa dengan Seks Rasio adalah 101, yang berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan (BPS, 2017). Dengan jumlah yang tidak sedikit itu, tak heran kita berbagai industri telah banyak melirik wanita sebagai target pasar yang menjanjikan. Berbagai solusi dalam memenuhi kebutuhan wanita pun ditawarkan. Bukan hanya produk kebutuhan utama, namun berbagai produk ditawarkan kepada wanita oleh para produsen agar memenuhi hasrat wanita untuk berbelanja. Salah satu kebutuhan wanita yang semakin banyak mendapat perhatian pelaku bisnis adalah kebutuhan akan penampilan khususnya kulit wajah dan tubuhnya.
Berbagai produsen baik dari dalam ataupun luar negeri menghadirkan berbagai macam produk kecantikan atau yang biasa disebut kosmetik.
Kosmetik yang hadir pun sangat beragam dari segi manfaat, bahan, keunikan kemasan hingga harga. Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian Indonesia (2016) menyebutkan bahwa pertumbuhan pasar industri ini rata- rata mencapai 9,67% pertahun dalam enam tahun terakhir (2009-2015).
Serta diperkirakan besar pasar (market size) pasar kosmetik sebesar Rp.
46,4 triliun di tahun 2017. Pertumbuhan pasar industri ini akan terus meningkat seiring dengan daya beli masyarakat khususnya wanita Indonesia akan kosmetik yang juga terus meningkat.
Dalam menghadapi persaingan pemasaran yang semakin tajam, seorang produsen tidak boleh terpaku pada bentuk produk yang menawarkan
manfaat dasarnya saja. Perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan dan diharapakan oleh konsumennya. Munculnya persaingan insdustri kosmetik dari luar negeri semakin memperketat persingan insdustri kosmetik indonesia. Kosmetik ini menjadi salah satu kebutuhan wajib wanita.
Industri kosmetik di Indonesia semakin bertumbuh dengan pesat.
PT. Pargon Technology and Innovation (PTI) adalah salah satu perusahaan produksi kosmetik di Indonesia yang terus mengembangkan brand kosmetik unggulan. Dari beberapa brand kosmetik unggulan yang dipasarkan oleh PT. Paragon Technoogy and Innovation, salah satu brand kosmetik local yang paling terkenal adalah wardah. Pihak perusahaan telah menciptakan kosmetik Wardah dengan kualitas yang tinggi dan aman bagi konsumen. Hal ini dibuktikan dengan pemberian sertifikat halal dari LP POM MUI dan menjamin setiap produknya non-alkohol.
Wardah merupakan salah satu produk kosmetik yang menerapkan strategi periklanan baik secara konvensional maupun modern. Iklan produk Wardah dapat mudah kita jumpai melalui iklan komersial di televisi, radio, spanduk, pamflet, media sosial, artikel dan sebaginya. Tak heran bahwa hampir seluruh kalangan telah mengenal produk Wardah, termasuk mahasiswi aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar telah mengenal produk Wardah.
Salah satu faktor penting lain yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah Advertisising. Razak (2010) menjelaskan bahwa iklan menjadi salah satu metode efektif yang secara langsung dapat mempengaruhi sikap konsumen tanpa harus melalui perubahan kepercayaan konsumen terhadap produk.
Faktor penting lain yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah perceived value atau nilai yang diterima oleh pelanggan (Prasetyo dan Suseno, 2015; Sweeney dan Soutar, 2001;Haarnett, 1998). Value yang diterima oleh konsumen ini akan mendorong tindakan selanjutnya dari konsumen. Priansa (2017) menjelaskan bahwa Value yang lebih baik dapat mendorong peningkatan keputusan dan loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Kebalikannya bila Value yang diterima itu tidak mampu memuaskan konsumen maka akan menghasilkan kekecewaan (jika harapan dan kinerja yang dirasakan akan suatu produk perusahaan berbeda dengan pengharapan awal).
Dan juga yg menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku pembelian yakni social influence atau pengaruh sosial (Kotler & Keller, 2012).
Keputusan pembelian pada masyarakat ini biasanya terpengaruhi oleh lingkungannya, baik dari keluarga ataupun teman.
Oleh karena itu perusahaan wardah harus melakukan invosi terbaru sesuai dengan kondisi saat ini dalam melakukan strategi penjualan agar tetap mampu bersaing ditengah gempuran produk dari luar negeri dan semakin ketatnya persaingan dalam negeri. Adapun upaya yg dapat dilakukan wardah agar tetap mampu bersaing yaitu dengan menghasilakn inovasi-inovasi baru yang menjadi kunci keberhasilan bagi perusahaan.
Hasil penelitian yang dilakukan Nuri Lulu Khusnaeni, Edi Yulianto, Sunarti (2018) menyatakan bahwa variabel advertising berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembalian. Namun penelitian yang dilakukan Yola Putri Ningsih, Shinta Wahyu Hati (2017) menyatakan bahwa variabel advertising tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian yang dilakukan Finacia Marda Serawati (2019) menyatakan bahwa variabel perceived value berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun penelitian yang dilakukan Desak Ayu Made Eva Suari Adyani, I Putu Gde Sukaatmadja (2019) menyatakan bahwa perceived value tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelia.
Hasil penelitian yang dilakukan Steven Haryono, Ritzky Karina M.R, Brahmana, S.E., M.A (2017) menyatakan bahwa variabel social influence berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun penelitian yang dilakukan Ervie Sabrina Nuari, Ahmad Nurkhin, Kardoyo (2019) menyatakan bahwa variabel social influence tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Dengan mempertimbangan pentingnya menerapkan advertising, perceived value dan social influence dalam meningkatkan penjualan.
Berdasarkan research gap dari masalah penelitian maka peneliti ini akan menyesaikan bagaimana meningkatkan keputusan pembelian produk kosmetik wardah.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang permasalahan diatas, maka rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah:
1. Apakah advertising berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah?
2. Apakah perceived value berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah?
3. Apakah social influence berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, tujuan penelitian ini yakni:
1. Untuk mengetahui pengaruh advertising terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah
2. Untuk mengetahui pengaruh perceived value terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah
3. Untuk mengetahui pengaruh social influence terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah
D. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu : 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai manajemen pemasaran. Dan dapat meningkatkan pemahaman tentang pengaruh advertising, perceived value, dan social influence terhadap keputusan pembelian.
2. Manfaat Bagi
Manajerial Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan perilaku pembelian konsumen. Serta penelitian ini dapat dipergunakan oleh pelaku usaha dalam melihat prospek kegiatan pemasaran sebagai perbandingan dalam menentukan strategi pemasaran.
6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Konsep Pemasaran
Dalam dunia usaha, mendapatkan keuntungan merupakan tujuan utama. Produk merupakan hal yang penting dan kadang menjadi satu- satunya perhatian para pengusaha. Mereka berlomba-lomba berinovasi dan menciptakan produk terbaik di bidangnya. Namun hal itu tak dapat menjamin bahwa produk yang dihasilkan akan laku keras di masyarakat.
Tak menutup kemungkinan produk-produk dengan kualitas yang terbaik akan kalah dengan produk-produk yang menggunakan strategi pemasaran yang baik. Pemasaran menjadi jembatan produsen kepada para konsumen dalam hal memperkenalkan dan menjelaskan terkait produk.
Kotler dan Keller (2012) menyatakan pemasaran atau marketing merupakan sebuah fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, berkomunikasi, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para stekholder. Manajemen pemasaran merupakan seni dan ilmu memilih target pasar dan mendapatkan, menjaga, dan berkembang pelanggan melalui menciptakan, memberikan dan menyampaikan nilai kepada pelanggan-pelanggan.
Priansa (2017) menjelaskan bahwa pemasaran merupakan fungsi organisasi dan seperangkat set proses untuk mengkomunikasikan, menciptakan serta menyampaikan nilai kepada konsumen dan untuk
membangun hubungan konsumen yang memberikan keuntungan bagi organisasi dan stakholder organisasi. Pemasaran diharapkan menjadi wadah dimana terjadinya aktivitas dan pertukaran nilai antara bisnis dan perusahaan itu sendiri dan para konsumennya.
Andi Mappatompo (2022) mengatakan suatu kegiatan promosi jika dilaksanakan dengan baik dapat mempengaruhi konsumen mengenai dimana dan dimana konsumen membelanjakan pendapatannya. Promosi dapat membawa keuntungan baik bagi produsen maupun konsumen.
Sunyoto (2012) mengemukakan bahwa pemasaran adalah kegiatan menusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melaui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan dapat menjalin relasi kepada para pelanggan. Selain dari pada itu, pemasaran yang fungsi dan perannya sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan, juga telah membentuk persaingan dalam bisnis dan menuntut para pengusaha untuk tetap berinovasi agar dapat bertahan hidup.
Kegiatan pemasaran menurut Priansa (2017) hendaknya berlangsung berlandaskan filosofi pemasaran yang efisien, efektif, dan bertanggung jawab sosial yang telah dipikirkan secara matang. Sehingga Kotler & Keller (2012) menyatakan bahwa pemasaran dituntut untuk berorientasi pada produksi, produk, penjualan, pemasaran serta masyarakat dalam hal ini sebagai pelanggan.
a. Advertising
Advetising atau periklanan merupakan salah satu dari metode dari bauran pemasaran yaitu promotion yang digunakan oleh para pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Niazi dkk(2012) mengatakan bahwa advertising adalah cara komunikasi dan memberikan informasi untuk meyakinkan orang lain untuk mengambil keputusan pembelian produk atau jasa dan merupakan sebuah bentuk non-personal paid dimana ide, konsep, produk atau jasa, dan infomasi dipromosikan melaui media baik visual, verbal ataupun teks, oleh sponsor untuk menyakinkan atau mempengaruhi perilaku.
Kotler dan Keller (2012) menyatakan bahwa advertising mempunyai peran antara lain:
1) Advertising dapat menjadi wadah memperkenalkan perusahaan dan produk.
2) Jika produk mempunyai fitur-fitur terbaku maka advertising dapat menjelaskannya.
3) Advetising menjadi pengingat akan lebih ekonomis dibandingkan sales
4) Memasang iklan pada browsur yang menyertakan kontak perusahaan maka akan lebih efektif dibandingkan menyebarkan sales representative
5) Advertising dapat meningkatkan pelanggan bagaimana menggunakan produk dan menentramkan pelanggan akan pembeli.
Rangkuti dalam Saidani (2013) menyatakan bahwa dalam periklanan dikenal istilah Iklan Lini Atas (Above The Line) dan Iklan Lini Bawah (Below The Line). Iklan lini atas (Above The Line) merupakan jenis iklan dimana perusahaan harus membayarkan komisi kepada biro iklan atau pihak periklanan, misalnya iklan yang di tayangkan pada media cetak, TV, Radio, Billbord, akun oficial pada media sosial serta SMS blast oleh operator telekomunikasi.
Sedangkan iklan lini bawah (Below The Line) merupakan jenis iklan yang tidak mengharuskan pembayaran komisi seperti brosur, pamflet, dan sebagainya.
Mowen dalam Saidani (2013) mengatakan bahwa tahap pemprosesan informasi konsumen merupakan proses ketika konsumen diekspos untuk menerima informasi, menjadi terlibat dengan informasi tersebut, memperhatikan informasi, memahami informasi, mengingatnya, dan mencari kembali unruk digunakan di masa mendatang. Untuk memahami lebih mengenai konsumen dalam pangsa pasar dapat digunakan suatu konsep pengolahan informasi sehingga iklan dapat efektif, model ini disebut model AIDA (Buis, et al., 2015). Yaitu sebagai berikut :
Attention 1)
Tahap ini merupakan tahap awal dalam proses serta tujuan untuk mendapatkan perhatian para konsumen. Konsumen menjadi sadar, tahu dan memperhatikan akan produk melalui media promosi. Bila pangsa pasar tidak mengetahui eksistensi
suatu produk maka tidak mungkin untuk perusahaan mencapai target penjualan akan barang atau jasa.
Interest 2)
Pada tahap ini perusahaan bukan hanya sampai pada mendapatkan perhatian konsumen akan tetapi harus bisa menumbuhkan minat serta ketertarikan terhadap barang ataupun jasa. Menunjukkan kelebihan serta keunikan dapat membangun minat para pelanggan.
Desire 3)
Pada tahap ketiga, perasaan konsumen berpindah dari yang hanya sekedar minat berubah menjadi keinginan memiliki produk atau jasa. Perusahaan harus memiliki promosi yang baik dan menarik agar membangun rasa ingin memiliki pelanggan dengan memasarkan secara persuasif sehingga mampu memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggan.
Action 4)
Tahap terakhir disini adalah dimana pelanggan yang sebelumnya hanya memikirkan produk atau jasa berubah membeli produk atau jasa.
b. Perceived value
Priansa (2017) mejelaskan bahwa salah satu strategi perusahaan untuk mampu bertahan kompetis dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif adalah dengan cara memberikan customer value yang lebih dari pada kompetitornya. Priansa (2017)
menyatakan bahwa dalam menciptakan value yang superior bagi para pelanggan, perusahaan dapat menerapkan tiga pendekatan yakni : 1) Economic value to the customer atau nilai ekonomi bagi
konsumen. Pendekatan ini dapat diciptakan bila perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas konsumen dalam hal peningkatan penjualan, pengurangan biaya, peningkatan harga serta kemampuan perusahaan dalam hal memberikan solusi.
2) Differential adventage dapat diciptakan bila konsumen memiliki persepsi dimana produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan memiliki keunggulan yang dirasakan sangat penting sehingga mereka lebih menyukai dibandingkan kompetitornya.
3) Brand development atau pengembangan merek. Pendekatan ini dapat tercipta dengan dibentuknya atribut, manfaat atau personifikasi uang dimiliki merek tersebut sehingga target pasarnya berpeluang besar dibeli oleh pelanggan.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam mengharapkan value yang besar dari konsumen maka perusahaan harus berorientasi pelanggan pula dalam hal ini bagaimana pelanggan memutuskan produk atau jasa yang dipilih.
salah satu faktor penting lain yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah perceived value atau nilai yang diterima oleh pelanggan (Prasetyo dan Suseno, 2015; Sweeney dan Soutar, 2001;
Haarnett, 1998). Sweeney dan Soutar (2001) juga menyebutkan bahwa perceived value dapat menjadi penilaian secara keseluruhan dari pelanggan dimana persepsi pelanggan berdasarkan taksiran
akan utilitas dari suatu produk atau jasa yang diterima dan biaya yang dikeluarkan.
Customer-perceived value atau yang biasa disebut Perceived value merupakan sesuatu yang didapatkan pelanggan berdasarkan perbedaan akan manfaat yang didapatkan dengan biaya yang dikeluarkan terhadap pilihan yang berbeda (Kotler dan Keller, 2012).
Ariffin dalam Eriyadi (2016) menyebut bahwa perceived value merupakan penilaian konsumen secara keseluruhan akan faedah dari suatu produk berdasarkan persepsi mengenai apa yang telah mereka terima dan apa yang telah mereka berikan.
Menurut Sweeney dalam Ariffin (2013) seta Priansa (2017), pengukuran persepsi nilai dibentuk oleh empat indikator atau dimensi dimana semakin tinggi nilai dimensi tersebut maka semakin tinggi pula perceived value bagi konsumen.
Empat indikator yang dimaksud yakni :
1) Emotional value. Emotional value atau bisa disebut sebagai nilai emosional merupakan utilitas yang berasal dari perasaan atau efektif /emosi positif ataupun negatif oleh konsumen yang ditimbulkan dari mengkonsumsi suatu produk.Priansa (2017) menyatakan bahwa dengan adanya nilai emosional yang menjadi ciri khas bagi perusahaan maka akan membuat kompetitornya sulit meniru. Dimana elemen-elemen dari emotional value terdiri dari equity/trust, experience/relationship, serta energy (convenience).
2) Social value, yaitu utilitas berdasarkan persepsi konsumen atas kemempuan produk untuk meningkatkan konsep diri atau nilai sosial konsumen.
3) Quality/Performance Value yakni persepsi konsumen akan kualitas dan manfaat produk yang didapatkan apakah sesuai dengan harapan dari konsumen. Maka perusahaan memerlukan riset terlebih dahulu terkait terkait apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan yang tersembunyi di hati konsumen. Poin ini berkaitan dengan utulitas yang didapatkan dari produk karena reduksi biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang.
4) Price/value for money, yakni persepsi konsumen berdasarkan harga dari atau produk melihat dari kemampuan financial konsumen. Hal ini berkaitan dengan utilitas yang diperoleh terhadap kualitas dan kinerja yang diharapkan atas produk.
c. Social influence
Sejak dilahirkan, konsumen sebagai makhluk individu telah berada di tengah masyarakat dan berinteraksi dengan masyarakat tempat ia berada. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku individu yakni adanya pengaruh dari lingkungan sosialnya. Menurut Sangadji Eryadi (2016), menyatakan bahwa social influence atau pengaruh sosial merupakan faktor utama yang mempengaruhi seorang konsumen dalam proses pembelian. Masyarakat atau faktor sosial disekitarnyalah yang mempengaruhi dan menjadi bahan pertimbangan perilaku konsumen dalam menentukan minat beli serta keputusan pembelian.
Goldsmith (2015) menyatakan bahwa social influence merupakan sebuah teori dimana diseimbangan perbuatan atau keputusan antara self-interest dan milik orang lain. Penjelasan berikutnya oleh Goldsmith yakni perilaku konsumen biasanya berfokus akan dirinya, bila sesuatu muncul mengenai orang lain dan kemudian sesuatu itu diperlukan maka sesuatu tersebut akan menjadi penting bagi dirinya. Oleh sebab itu, perilaku orang lain akan berefek dan mempengaruhi konsumen dalam bertindak.
Deutsch dan Gerard dalam Gershman, dkk (2017) membedakan social influence dalam dua tipe yakni informational social influence dan normative social influence. Informational social influence merupakan pengaruh dimana informasi yang diterima diperoleh oleh bukti-bukti atau fakta berdasarkan observasi.
Sedangkan normative social influence merupakan pengaruh dimana informasi didapatkan berlandaskan persetujuan sosial. Pengaruh ini membuat seseorang menginginkan dirinya untuk mencocokkan dengan ekspektasi orang lain.
Eryadi dan Yuliana (2016) bahwa social influence memiliki tiga indikator, yakni :
Family (Keluarga) 5)
Schiffman dan Kanuk dalam Prasetijo (2005) bahwa individu-individu yang membentuk keluarga adalah angota- anggota dari kelompok sosial yang paling mendasar yang hidup bersama-sama dan saling berinterkasi untuk memuaskan kebutuhan pribadi masing-masing. Morissan (2010)
mengemukakan bahwa keluarga merupakan organisasi pembelian paling penting dalam masyarakat yang telah menjadi objek penelitian yang luas. Bagi seorang individu, keluarga adalah kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Pengaruh yang di dapatkan dari keluarga trautama dalam budaya yang cenderung kolektif sangat menetukan perilaku, pilihan produk dan aktivitas pemebelian seseorang. Di keluarga, konsumen belajar dan bersosialisasi menjadi konsumen kelak.
Reference Group (Kelompok Acuan) 6)
Reference Group atau kelompok acuan merupakan kelompok yang menjadi panutan dan referensi dari konsumen.
Kelompok ini dianggap memiliki relevansi yang signifikan pada seseorang dalam hal mengevaluasi, memberikan aspirasi, atau dalam berperilaku. Dalam hal ini kelompok acuan dapat berwujud seseorang atau kelompok yang menjadi pembanding atau acuan seseorang dalam bentuk nilai-nilai, sikap atau perilaku baiksecara umum ataupun secara khusus. Kelompok inilah yang menjadi kiblat konsumen dalam membeli produk atau jasa. Kelompok yang sering dijumpai dalam lingkungan misalnya teman sejawat, kelompok belajar, kelompok kerja dan sebagainya.
Cultur and social class (Kelas sosial dan budaya yang dianut).
7)
Masyarakat yang ditandai dengan adanya perbedaan didalamnya. Beberapa orang memiliki berbagai perbedaan dalam hal kultur, kelas sosial sehingga budaya yang dianut. Hal ini pula
yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam membeli suatu produk atau jasa.
Keputusan pembelian 8)
Menurut Kotler (2012), keputusan pembelian merupakan proses yang dialami oleh konsumen sebelum memutuskan hingga memilih produk yang diinginkan. Sciffman dan Kanuk dalam Sangadji (2013) Mendefinisikan bahwa keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan jika tersedia beberapa alternatif pilihan. Setiadi dalam Sangadji (2013) bahwa inti dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua perilaku alternatif atau lebih, dan memiliki salah satu diantaranya. Hasil dari proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan yang disajikan secara kognitif sebagai keinginan berperilaku.
Kotler dan Keller (2012) menjelaskan bahwa dalam proses keputusan pembelian melewati beberapa tahap yang terdiri dari:
gambar 2. 1 Proses Pembelian Konsumen Model Lima Tahap Pengenalan masalah
9)
Pengenalan masalah muncul ketika konsumen menghadapi suatu masalah, yaitu suatu keadaan di mana terdapat perbedaan antara keadaan yang di inginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi atau yang menjadi kebutuhan. Proses
Perilaku Pascapembelian Pengenalan
Masalah
Pencarian Informasi
Evaluasi Alternatif
Keputusan Pembelian
pembelian diawali dengan pengenalan masalah atau kebutuhan.
Suatu kebutuhan dapat berasal dari stimulan ekstern. Semua stimulan ini dapat memicu suatu masalah atau kebutuhan. Jika kebutuhan tersebut diketahui, maka konsumen akan segera memahami kebutuhan yang belum perlu segera dipenuhi atau masih bisa ditunda pemenuhannya serta kebutuhan yang sama- sama harus segera dipenuhi.
Pencarian informasi 10)
Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuahan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengonsumsi suatu produk. Semakin seorang konsumen memandang perlu akan suatu produk maka ia akan mencari lebih banyak informasi. Konsumen akan mencari informasi baik melalui pencarian internet (ingatan dan pengalaman sendiri atas penggunaan produk tersebut) atau melalui pencarian eksternal (diluar dirinya) dari berbagai sumber informasi.
Sumber informasi konsumen menurut Kotler terdiri dari empat kelompok yakni :
a) Sumber pribadi: keluarga, tetangga, teman, kenalan
b) Sumber komersial: ikan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
c) Sumber publik: media massa, organisasi penentu peringkat konsumen.
d) Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk
Evaluasi alternatif 11)
Setelah melakukan pencarian informasi sebanyak mungkin tentang banyak hal maka selanjutnya konsumen harus melakukan penelitian tentang beberapa alternatif yang menentukan langkah selanjutnya. Peter & Olson (2013) menjelaskan bahwa tahap ini konsumen mengevaluasi dan menilai berbagai alternatif dalam arti kepercayaan menonjol mengenaii berbagai konsekuensi relevan dan menggabungkan pengetahun tersebut untuk membuat pilihan.
Perubahan ini tidak dapat terpisah dari pengaruh sumber-sumber yang dimilki konsumen (waktu, uang, dan informasi). Dalam proses ini konsumen melakukan evaluasi berdasarkan manfaat, kebutuhan, atribut yang terdapat dalam produk untuk mendapatkan kepuasan maksimal.
Keputusan membeli 12)
Pada tahap sebelumnya yaitu evaluasi alternatif, konsumen membentuk preferensi di antara merek-merek dalam kelompok pilihan. Diantara pilihan yang telah hadir, pada tahap ini, dihasilkan keputusan akhir akan pembelian suatu produk. Akan tetapi ada dua faktor yang dapat mempengaruhi maksud pembelian dan keputusan pembelian.
Faktor pertama adalah sikap atau pendirian orang lain.
Bagaimana sikap atau pendirian orang lain ini mempengaruhi bahkan mengurangi alternatif yang disukai seseorang tergantung pada intensitas dari pendirian negatif orang lain terhadap alternatif
yang disukai konsumen serta motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain menurut Sunyoto (2015).
Perilaku pasca pembelian 13)
Setelah pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu dan hal tersebut tidak dapat dihindari. Konsumen akan melakukan tindakan setelah kegiatan membeli dalam hal penggunaan produk tersebut sehingga harus diperhatikan oleh para pemasar bahwa tugas pemasar tidak berakhir ketika produk sudah dibeli tetapi terus sampai pada periode setelah pembelian. Keputusan dan ketidakpuasan konsumen dengan suatu produk akan memengaruhi perilaku selanjutnya. Jika konsumen merasa puas, dia akan menunjukkan probabilitas yang lebih tinggi untuk membeli produk tersebut lagi.
Menurut Kotler (2005) keputusan pembelian mempunyai indikator sebagai berikut:
Prioritas Pembelian 14)
Pemilihan produk atau jasa adalah alasan mengapa konsumen memilih produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Produk atau jasa yang dapat menanamkan citranya dengan baik pada pikiran konsumen akan menjadi pertimbangan utama ketika konsumen melakukan pilihan pembelian.
Pertimbangan dalam Membeli 15)
Pemilihan merek yaitu bagaimana suatu merek memposisikkan dirinya di dalam benak konsumen yang meliputi citra (image) merek yang unik dari sebuah produk atau jasa.
Kemantapan Membeli 16)
Waktu adalah salah satu unsur terpenting bagi konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa. Produsen harus mengetahui dengan baik pemilihan waktu yang tepat bagi konsumen untuk melakukan pembelian agar konsumen mantap membeli sihingga dapat meningkatkan penjualan
.
Kecepatan Memutuskan 17)
Memilih Merek Konsumen harus mengambil pilihan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli.
Produsen harus mengetahui cara pembayaran yang dilakukan konsumen agar dapat membuat keputusan untuk meningkatkan penjualan melalui strategi harga sehingga konsumen dengan cepat bisa memilih merek.
Kemudahan mendapatkan/memperoleh 18)
Konsumen pada akhirnya akan mengambil pilihan pada produk yang mudah didapatkan bila dibutuhkan. Efektivitas menjadi pertimbangan. Produsen harus cerdas dalam mendistribusikan produknya agar mudah dijangkau oleh konsumen.
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya untuk mempermudah dalam pengumpulan data. Metode analisis yang digunakan dan pengelolaan data yang dilakukan penelitian-penelitian tersebut sebagai berikut.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Husni Bramantyo (2017) dengan judul
“Pengaruh Advertising Value Pada E-Commerce Melalui Aplikasi Mobile Terhadap Keputusan Membeli (Analisis Regresi Linier Sederhana Pada Pengguna Aplikasi Sale Stock Toko Baju Online)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Advertising Value Pada E- Commerce Melalui Aplikasi Mobile Terhadap Keputusan Membeli (Analisis Regresi Linier Sederhana Pada Pengguna Aplikasi Sale Stock Toko Baju Online). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan peneliti menggunakan cara kuesioner/angket dalam pengumpulan datanya Hasil penelitian ini, Advertising value melalui aplikasi mobile berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli penggunannya.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Suri Amilia (2017) dengan judul “Pengaruh Citra Merek, Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Xiaomi di Kota Langsa” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Citra Merek, Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Xiaomi di Kota Langsa Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan peneliti menggunakan cara kuesioner/angket dalam pengumpulan datanya Hasil penelitian ini, Citra merek harga dan kualitas produk secara
simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian handphone Xiaomi di Kota Langsa.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Zodi Petralfa Dani (2019) dengan judul
“Pengaruh Periklanan Terhadap Keputusan Pembelian The Stone Cafe Dago Bandung” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Periklanan Terhadap Keputusan Pembelian The Stone Cafe Dago Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini, Periklanan berpengaruh cukup baik terhadap keputusan pembelian dari aspek mission, money, media, maessage dan measurement kepada 9 aspek keputusan pembelian.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Finacia Marda Serawati (2019) dengan judul “Pengaruh harga dan Perceived Value Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Oppo (Studi Kasus Maha Santri Ma‟had Al- Jami‟ah IAIN Bengkulu)” Tujuan penelitian ini untuk mengetahu seberapa besar Pengaruh Periklanan Terhadap Keputusan Pembelian The Stone Cafe Dago Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Hasil penelitian ini, Harga dan perceived value berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone pada mahasantri ma‟had aljami‟ah IAIN Bengkulu.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Dwi Septi Haryani (2019) dengan judul Pengaruh Periklanan dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Perumahan Griya Puspandari Asri Tanjung Pinang Tujuan penelitian ini untuk mengetahu adanya Pengaruh Periklanan dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Perumahan Griya Puspandari Asri Tanjung Pinang Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan
pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini, Periklanan dan promosi penjualan secara persial dan simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian di perumahan griya puspandari asri tanjung pinang
tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
Penulis Judul Penelitian Hasil Penelitian
Husni Bramantyo (2017)
Pengaruh Advertising Value Pada E-Commerce Melalui Aplikasi Mobile Terhadap Keputusan Membeli (Analisis Regresi Linier Sederhana Pada Pengguna Aplikasi Sale Stock Toko Baju Online)
Advertising value melalui aplikasi mobile berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli penggunannya.
Suri Amilia (2017)
Pengaruh Citra Merek, Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Xiaomi di Kota Langsa
Citra merek harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian handphone Xiaomi di Kota Langsa
Zodi Petralfa Dani (2019)
Pengaruh Periklanan Terhadap Keputusan Pembelian The Stone Cafe Dago Bandung
Periklanan berpengaruh cukup baik terhadap keputusan pembelian dari aspek mission, money, media, maessage dan measurement kepada 9 aspek keputusan pembelian
Finacia Marda Serawati
(2019)
Pengaruh harga dan Perceived Value Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Oppo (Studi Kasus Maha Santri Ma‟had Al-Jami‟ah IAIN Bengkulu)
Harga dan perceived value berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone pada mahasantri ma‟had al-jami‟ah IAIN Bengkulu
Dwi Septi Haryani (2019)
Pengaruh Periklanan dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Perumahan Griya Puspandari Asri Tanjung Pinang
Periklanan dan promosi penjualan secara persial dan simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian di perumahan griya puspandari asri tanjung pinang
Sumber: google scholar
C. Kerangka Pikir
Berdasarkan latar belakang penelitian ini menggunakan kerangka pikir dibawah ini :
Gambar 2. 2 kerangka pemikiran konseptual
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir yang dari hasil kajian literatur penulis, maka hipotesis penulis dapat diuraikan sebagai berikut:
H1 : Advertising berpengaruh postif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah.
H2 : Perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah.
H3 :Social Influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah.
Advertising (X1)
Perceived Value (X2) (X2)
Social Influence (X3) (X3)
Keputusan Pembelian (Y) (Y)
25 BAB III
METODE PENELITIAN
E. Jenis Penelitian
Penelitian ini akan meneliti mengenai pengaruh Advertising, perceived value, dan social influence terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik Wardah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data primer yang didapatkan melalui metode penyebaran kuesioner dan wawancara di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan penelitian kuantitatif, akan dicari ada tidaknya pengaruh varibael tersebut terhadap keputusan pembelian kosmetik Wardah.
F. Lokasi dan Waktu Penelitian 2. Lokasi
Penelitian akan dilakukan pada Mahasiswi di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar JL. Sultan Alauddin No.
259 Gedung Iqra Lt. 7 2.
Waktu
Penelitian akan dilaksanakan dua bulan dengan rincian. Bulan pertama pengurusan izin Oktober 2021. Bulan kedua pengumpulan data, riset dan analisis data November 2021.
G. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 3. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu :
a. Variabel Independen (X)
Variabel independen atau sering disebut sebagai variabel bebas, yang terbagi atas tiga yaitu Advertising (X1), Perceived value (X2), dan Social Influence (X3).
b. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen sering disebut sebagai variabel terikat yaitu dalam penelitian variabel Y adalah Keputusan Pembelian.
Definisi Operasional
Advertising dalam penelitian ini didefisnisikan sebagai cara komunikasi untuk menyakinkan orang lain untuk mengambil keputusan pembelian produk atau jasa dan memberikannyaa informasi Advertising diukur dengan 4 indikator Attention, Interest, Desire, Action Yang diadopsi dari pendapat (Brightayati, 2010)
Perceived Value dalam penelitian ini didefinisikan sebagai sesuatu yang didapatkan pelanggan berdasarkan perbedaan akan manfaat yang didapatkan dengan biaya yang di keluarkan terhadap pilihan yang berbeda. Perceived Value diukur dengan 4 indikator yaitu Emotional Value, Social Value, Performance Value, Value For Money Yang diadopsi dari pendapat (Suprapti, 2010)
Social Influence dalam penelitian ini didefinisikan sebagai faktor yang mempengaruhi dan menjadi bahan pertimbangan perilaku konsumen dalam menentukan minat beli serta keputusan pembelian yang berasal dari lingkungan sosialnya. Perceived Value diatur dengan 3 indikator yaitu Family, reference Group, Cultur and Social Class Yang diadopsi dari pendapat (Priyatmoko, 2015).
Keputusan Pembelian dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu proses pemilihan dan penilaian dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingaan-kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan Keputusan pembelian diukur dengan 5 indikator, Prioritas pembelian, Pertimbangan dalam membeli, Kemantapan membeli, Kecepatan memutuskan memilih merek , Kemudahan mendapatkan/memperoleh Yang diadopsi dari pendapat (Suprapti, 2010 ).
H. Populasi Dan Sampel 4. Populasi
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswi S1 aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu angkatan 2017-2020 Dengan rekapitulasi jumlah data mahasiswi empat angkatan yaitu :
Tabel 3. 1 rekapitulasi mahasiswi s1 aktif FEB UNISMUH MAKASSAR No Departemen
Angkatan Studi
Jumlah Jumlah Sampel 2017 2018 2019 2020
1 Ekonomi
Pembangunan 89 34 56 38 217 30
2 Ekonomi Islam 8 19 10 24 61 9
3 Manajemen 317 331 308 246 1202 170
4 Akuntansi 281 297 199 199 976 137
Jumlah 695 681 573 507 2456 346
Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik sampling kuota yang merupakan salah satu jenis nonprobability sampling dengan menggunakan rumus slovin. Nonprobability samping merupakan teknik
pengambilan data dimana unsur-unsur dalam populasi yang telah ditentukan tidak memiliki probabilitas yang melekat pada mereka yang dipilih sebagai subjek sampel (Sekaran & Bougie, 2016). Menurut Sugiyono (2017), nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasii yang mempunyai ciri-ciri yang ditentukan sampai memenuhii jumlah (kuota) yang diinginkan.
Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus slovin sebagai berikut :
Dimana:
n = Jumlah elemen/anggota sampel N = Jumlah elemen/anggota populsi
e = Eror level (tingkat kesehatan, umumnya digunakan 1% atau 0,01,5% atau 0,05 dan 10% atau 0,1)
Populasi yang terdapat dalam penelitian ini berjumlah (data) orang dan nilai signifikan yang ditetapkan yaitu 5% atau 0,05, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah:
Dalam penelitian ini peneliti mengambil keterwakilan sampel sebanyak 346 orang maka diharpkan peneliti ini akan memperoleh hasil yang akurat.
Teknik sampel adalah Simple rendom sampling sesuai dengan proporsi tiap jurusan
tabel 3. 2 Rekapitulasi Mahasiswi S1 Aktif FEB UNISMUH MAKASSAR
No Departemen
Angkatan Studi
Jumlah Jumlah Sampel 2017 2018 2019 2020
1 Ekonomi
Pembangunan 89 34 56 38 217 30
2 Ekonomi Islam 8 19 10 24 61 9
3 Manajemen 317 331 308 246 1202 170
4 Akuntansi 281 297 199 199 976 137
Jumlah 695 681 573 507 2456 346
Sumber : SIMAK Universitas Muhammadiyah Makassar, 2021 I. Teknik pengumpulan data
5. Jenis Data
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, dimana data tersebut berupa angka yang siap untuk diolah yang berasal dari hasil kuesioner dan wawancara.
2. Sumber Data
a. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dan wawancara pada jumlah sampel yang telah ditentukan menjadi responden dalam penelitian ini.
b. Data sekunder yang digunakan dalam bentuk data-data dokumen perusahaan atau instansi bersangkutan serta informasi tertulis lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dengan penelitian ini.
J. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2017) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan suatu objek rancangan suatu produk, proses membuat produk yang telah dikembangkan atau diciptakan tentang fenomena sosial, sehingga untuk mengetahui pengukuran jawaban responden pada penlitian ini yang mana menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan wawancara, penulis menggunakan metode skala Likert (Likert’s Summated Ratings). Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Dalam pengukuran jawaban responden, pengisian kuesioner pengaruh advertising, perceived value,dan social influence terhadap keputusan pembelian produk wardah oleh mahasiswi aktif S1 FEB UNISMUH, diukur dengan menggunakan skala Likert.
Skala Likert 1-5 dengan keterangan sebgai berikut : 1) Skor 5 untuk jawaban Sangan Setuju (SS)
2) Skor 4 untuk jawaban Setuju (S)
3) Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) 4) Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS)
5) Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS)
Instrumen penelitian yang baik memenuhi persyaratan yaitu valid daan reliabel. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner makan perlu dilakukan pengujian atas kuesioner dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Karena validitas dan reliabilitas ini bertujuan menguji apakah kuesioner yang disebarkan adalalah valid dan reliabel, maka penelitian ini akan melakukan kedua uji ini terhadap instrumen penelitian (kuesioner).
6. Uji Validitas
Uji validitas untuk memastikan bahwa masing-masing item dalam instrumen penelitian mampu mengukur variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini. Uji validitas menurut Sekaran dan Bougie (2016) adalah suatu tes untuk mengetahui seberapa baik instrumen yang dikembangkan dapat mengukur konsep tertentu yang dimaksudkan untuk diukur.
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono 2017). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Berdasarkan hal tersebut kesahihan sangat berkaitan dengan ketetapan hasil pengukuran suatu alat ukur. Ada dua langkah yang dapat ditempuh untuk memperoleh alat ukur yang sahih, yaitu : langkah petama, adalah dengan menentukan construct item-item berdasarkan konsep operasional variabel beserta indikator-indikatornya, sehingga diperoleh alat ukur yang memiliki kesesuaian dengan teori. Langkah kedua, adalah dengan analisis uji coba item dengan menguji korelasi antar skor tiap item dengan skor total item. Untuk mengetahui apakah penelitian tersebut
valid, maka digunakan uji validitas. Bilamana koefisien korelasi antar skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator adalah positif dan lebih besar 0,3 (r ≥ 0,3) maka instrumen tersebut dianggap valid (Sugiyono, 2017)
Uji Reliabilitas
Reabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Sekaran dan Bougie (2016) menjelaskan bahwa uji reabilitas merupakan tes yang terapkan untuk mengetahui seberapa konsisten alat ukur dalam mengekur konsep apapun yang diukurnya. Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok individu walaupun dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan yang sudah valid, untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap gejala yang sama. Sugiyono (2017), mengatakan reliablitas insrumen dihitung dengan cara mengkorelasikan antara data instrumen yang satu dengan data instrumen yang dijadikan equivalen. Bila korelasi postif dan signifikan maka instrumen dapat dinyatakan reliabel. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik cronbach alpa (α) masing-masing dalam satu variabel. Instrumen dapat dikatakan handal (reliabel), satu instrumen dikatakan reliabel jika memiliki cronbach alpa ≥ 0,6.
K. Teknik Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
7. Penelitian Lapangan
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner dan wawancara langsung kepada responden. Kuesioner dan wawancara ini.
terdiri dari pertayaan-pertayaan yang memuat setiap indikator pertanyaan dari setiap variabel penelitian dan identitas dari responden tersebut dengan jelas.
8. Penelitian Kepustakaan
Pengumpulan bahan dan informasi dari penelitian ini bersumber dari literatur/jurnal, buku, laporan-laporan tertulis dan bahan referensi lainnya yang menjadi landasan teori dalam penelitian ini.
L. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum generalisasi Sugiyono (2017). Metode yang bertujuan mengubah kumpulan data mentah mejadi bentuk yang mudah dipahami dengan mendeskripsikan atau menguraikan data yang telah terkumpul dan selanjutnya menganalisis data dengan
analisis yang dioleh dengan program SPSS for Windows yang mana analisis tersebut akan dibentuk kesimpulan.
2) Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah susunan data yang telah dikelompokkan menurut kategori tertentu dalam sebuah tabel yang disertai dengan frekuensi yang sesuai. Tujuannya untuk mengatur data mentah (belum dikelompokkan) kedalam bentuk yang lebih rapi tanpa mengurangi inti informasi yang ada.
3) Persamaan Regresi Linier Berganda
Penggunaan analisis regresi linier berganda bertujuan untuk menghitung besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu perubahan kejadian (variabel X) terdapat kejadian lainnya (variabel Y) (Sugiyono 20114). Janie (21012) juga menjelaskan bahwa uji regresi linier berganda dimaksdukan untuk menguji pengaruh dari dua atau lebih variabel independen terhadap suatu variabel dependen. Dimana dalam penelitian ini dikonversikan untuk menguji ada tidaknya pengaruh advertising perceived value and social influence terhadap keputusan pembelian produk wardah oleh mahasiswi aktif S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Analisis regresi linier berganda seperti yang dikutip dalam Jenie (2012), yaitu :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan :
Y = Variabel dependen, yaitu keputusan pembelia b1...b3 = Koefisien regresi
X1 = Variabel independen yaitu advertising X2 = Variabel independen yaitu perceived value X3 = Variabel indipenden yaitu social influence E = Standar eror.
4) Asumsi Klasik
Asumsi klasik adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi pada model regresi linear OLS agar model tersebut menjadi valid sebagai alat penduga.
5) Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis ini dapat dilakukan dengan menggunakan Uji t (parsial) dan uji koefisien determinasi (R2),:
a. Uji t
Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan (lihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Enter).
c. Keofisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) yang pada intinya akan melihat besarnya model menggambarkan fakta melihat besarnya koefisien determinasi totalnya (R2) (Sugiyono, 2014). Nilai koefisien determinasi untuk variabel bebas lebih dari dua digunakan Adjusted R Square.
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
M. Gambaran Umum Perusahaan Penelitian
9. Sejarah Umum PT Paragon Technology and Innovation
PT Paragon Technology and Innovation merupakan perusahaan kosmetik yang berasal dari Indonesia dan telah berdiri sejak tahun 1985.
Awal kemunculannya, perusahaan ini bernama PT Pusaka Tradisi Ibu yang kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation pada tahun 2011.
Perusahaan yang bergerak di bidang kosmetika ini didirikan oleh pasangan suami-istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. pada tanggal 28 Februari 1985. Produk kosmetik yang pertama kali di produksi oleh perusahaan adalah produk perawatan rambut. Pada tahun 1987, perusahaan ini memproduksi produk perawatan rambut dengan merek Ega yang lingkup pemasarannya adalah salon-salon. Kemudian lahirlah produk Putri yang sampai sekarang masih diproduksi. Produk utama dari Putri adalah shampoo, yang kemudian berkembang menjadi produksi obat keriting, creambath, hair tonic, hair spray, dan produk perawatan rambut lainnya.
Tahun 1995 produk Wardah Cosmetics diluncurkan. Pada tahun 1995, Wardah masih belum bisa berkembang dikarenakan manajemennya masih kurang baik. Pada tahun 1996, PTI kembali mencoba mengembangkan produk kosmetik Wardah. Sejak itu penjualannya mulai menanjak dan PTI memasuki pasar tata rias (decorative). Tahun 1999 PTI mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM