• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 : Kenaikan Jumlah Kendaraan Roda Dua

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Lampiran 1 : Kenaikan Jumlah Kendaraan Roda Dua"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 : Kenaikan Jumlah Kendaraan Roda Dua

(2)

Lampiran 1 : Kenaikan Jumlah Kendaraan Roda Dua (sambungan)

Jawa Post, 7 September 2006

(3)

Lampiran 2 : Angka Kecelakaan Akibat Tidak Memakai Helm Standar

Jawa Post, 16 September 2006

(4)

Lampiran 3 : Fenomena Unik Tentang Helm

Jawa Post, 17 September 2006

(5)

Lampiran 4 : Artikel : 2010 Macet Total, Lalu Lintas Surabaya Tetap Terbaik

Surabaya-Surya

Surabaya kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), Senin (30/4) dan langsung dipamerkan di Balai Kota Surabaya. Sudah sebelas kali Surabaya mendapat penghargaan ini meski lalu lintas di kota ini semakin sulit diurai.

Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Mas Bambang Suprihadi, bahkan meramalkan pada 2010 lalu lintas Surabaya bakal macet total. Setiap kendaraan yang keluar rumah tidak bisa bergerak. Hal ini karena jumlah kendaraan pribadi membengkak, sedangkan ruas jalan tidak bertambah sejengkal pun. Sehingga diasumsikan jika seluruh kendaraan ini dijajarkan di jalan arteri, kapasitasnya sama dengan luas jalan raya utama. “ Ini karena perkembangan ruas jalan tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan,” ujar Bambang. Senin (30/4).

Menurut catatan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, laju pertumbuhan kendaraan pribadi rata-rata 11 persen per tahun. Data yang dihimpun Surya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, menyebutkan terdapat sembilan titik kemacetan di Surabaya yang memiliki rasio kepadatan lalu lintas alias traffic density ratio (TDR) sekitar 0,8. Padahal, lalu lintas dikategorikan lancar apabila memiliki TDR di bawah 0,6 dan disebut macet total apabila TDR bernilai 1. TDR merupakan perbandingan volume kendaraan terhadap kapasitas jalan.

Saat ini, tercatat 1,4 juta unit kendaraan menyusuri jalanan Surabaya tiap hari, atau membengkak jauh dari tahun 2005, yaitu 1 juta unit. Rata-rata pertambahan jumlah kendaraan adalah 110.000 unit per tahun. Pada 2005, selama Januari hingga Maret 2005, tercatat ada 34.430 unit kendaraan baru ada di kota ini.

Perinciannya, sebanyak 28.563 kendaraan roda dua dan 5.867 unit roda empat.

Kendaraan roda dua menempati urutan teratas dalam jumlah yaitu 1 juta unit atau 77 persen dari seluruh jumlah kendaraan bermotor. Mobil pribadi di urutan kedua dengan jumlah 200.000 unit lebih atau 12 persen dari total kendaraan bermotor.

(6)

Lantas di mana angkutan umum? Menurut data, kendaraan umum menjadi juru kunci dengan jumlah sekitar 90.000 uni delapan persen.

Di luar jumlah kendaraan yang tak terkendali, seluruh proyek jalan mandek atau setidaknya berjalan seperti siput. Menurut catatan Surya, ada 11 titik yang masih menjadi pekerjaan rumah pemkot, di antaranya lingkar timur Middle East Ring Road (MERR), Rangkah-Kenjeran, Menur, Kedung Baruk, Jolotundo- Pacarkeling, terusan Masjid Al Akbar, akses Suramadu, jalur lambat A Yani, jalur kembar Gunungsari, terusan Wiyung, dan HR Muhamad.

Ini belum termasuk gagasan proyek jalur arteri lain yang masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya namun belum pernah dibahas kembali dalam rancangan teknis. Di antaranya proyek lingkar timur luar yang melewati Gununganyar- Sukolilo-Kenjeran, dua proyek lingkar barat, Wiyung Margomulyo dan Lakarsantri-Benowo, jalan kembar Banyuurip-Benowo, Pelebaran Raya Rungkut, jalur kembar Arief Rahman Hakim, jalur kembar Jagir, jalur kembar Gunungsari-Lakarsantri dan lain sebagainya. “Jika gagasan tentang transportasi massa tidak terealisasi ramalan kemacetan total 2010 tidak mustahil terjadi,” ujar Bambang.

Sementara menunggu proyek-proyek itu diselesaikan, kemacetan di segala penjuru Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan. Tengok saja di enam titik Jl A Yani, perempatan Semolowaru, Nginden, Jemursari, Kalirungkut, Kapasari, Kapas Krampung, Gembong dan sebagainya. Dishub Surabaya harus memutar otak untuk mengurangi kemacetan demi kemacetan. “Kami hanya merekayasa lalu lintas dengan menambah rambu dan memikirkan mengubah arus agar lebih efektif,” tegasnya.

Sedangkan Wali Kota Surabaya, Bambang DH, mengaku belum puas dengan WTN meskipun tiap tahun diberikan. ”Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk perbaikan ini,” tegasnya.

Sumber : www.surya.co.id Senin, 30 April 2007

(7)

Lampiran 5 : Artikel : Volume Penjualan Kendaraan Pada 2007

Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata menyatakan, pangsa pasar penjualan automotif (mobil dan motor) pada 2007 akan membaik dibandingkan penjualan 2006 lalu.

JAKARTA (SINDO) – Meski kenaikan itu tidak terlalu tinggi, cukup memberikan angin segar bagi bisnis kendaraan di Indonesia. Dia memprediksi, volume penjualan kendaraan roda empat pada 2007 akan mencapai 400 ribu unit kendaraan atau naik tipis dibandingkan pada 2006 sekitar 350 ribu unit.

Sementara itu, penjualan kendaraan roda dua pada 2007 juga diprediksi meningkat menjadi sekitar 5,5 juta unit dibandingkan pada 2006 sekitar 4,5 juta unit.

’’Rendahnya penjualan tahun lalu (2006) karena industri automotif masih terimbas kenaikan harga BBM pada 2005 lalu dan adanya kebijakan pengetatan uang karena tingginya biaya,” ujar dia di Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, dia mengaku optimistis, penjualan mobil dan motor hingga tiga tahun ke depan akan terus meningkat. Bahkan, Gunadi memproyeksikan, angka penjualan kendaraan roda dua bisa mencapai 10 juta unit pada 2010, sedangkan untuk roda empat bisa mencapai 1 juta unit. ’’Kenaikan jumlah penjualan kendaraan bermotor itu akan mempengaruhi aktivitas di sektor riil dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. Namun, dia menyatakan, sektor riil akan terpengaruh jika distribusi kendaraan bermotor lebih merata dan tidak terpusat pada kota-kota besar seperti Jakarta, melainkan merambah hingga pulau- pulau di luar Jawa. Untuk penjualan roda empat, DKI Jakarta masih menempati peringkat pertama. (kurniana ufik)

Sumber : Koran Seputar Indonesia, 14/05/2007

(8)

Lampiran 6 : Artikel : Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik?

Helm sepeda motor yang kualitasnya memenuhi persyaratan merupakan perlengkapan yang penting bagi pengemudi sepeda motor.

Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau yang menggunakan helm/topi proyek/plastik, jika mengalami kecelakaan akan mempunyai peluang luka otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm kualitasnya yang memenuhi persyaratan.

Helm dengan kualitas yang baik harus dibuat khusus untuk pengendara sepeda motor. Bila helm ini diikat dengan benar, maka helm ini akan melindungi kepala dengan baik. Apabila terjadi benturan dengan benda yang tidak bergerak, helm akan menghambat/meredam benturan yang tertuju ke tengkorak dan otak.

Topi plastik “mainan” atau helm proyek tidak didesain untuk dipakai pengendara sepeda motor dan karenanya topi/helm ini tidak dapat melindungi kepala dan otak bila terjadi kecelakaan yang menimpa pengemudi sepeda motor.

Mengapa harus PILIH Helm yang Benar? Tidak semua Helm memenuhi persyaratan keamanan. Helm yang baik adalah helm yang menutupi kepala secara penuh (full face) atau helm yang hanya terbuka pada bagian muka hingga rahang (open face).

(9)

Lampiran 6 : Artikel : Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik? (sambungan)

Tipe Full Face memberi perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, batu, dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan gigi.

(10)

Lampiran 6 : Artikel : Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik? (sambungan)

Namun demikian tipe full face maupun open face harus memiliki 3 (tiga) lapisan :

1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell)

Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan polycarbonate

2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner)

Di sebelah dalam dari lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya untuk dampak pelapis–penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polystyrene (styrofoam). Lapisan tebal ini memberikan bantalan yang berfungsi menahan goncangan sewaktu helm terbentur benda keras sementara kepala masih bergerak

Sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras, lapisan keras luar dan lapisan dalam helm menyebarkan tekanan keseluruh materi helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan tengkorak.

Benturan yang kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat lapisan dalam rusak. Proses ini memberikan waktu ekstra, reduksi tekanan dan jarak kepada kepala/otak untuk lebih teredam. Ketika lapisan dalam terkoyak, dapat memberikan hambatan yang cukup terhadap menghambat kepala/otak dengan berhenti secara lebih perlahan/lembut, dibanding proses benturan keras yang terjadi terhadap kepala/otak tanpa menggunakan helm.

(11)

Lampiran 6 : Artikel : Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik? (sambungan)

3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)

Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.

Tali pengikat dagu.

Selain itu, helm yang memenuhi persyaratan juga harus memiliki tali pengikat dagu (chin strap) yang kuat untuk menahan helm agar tetap dalam posisinya melindungi kepala ketika terjadi benturan.

Tali pengikat dagu harus dilengkapi dengan pengunci yang dapat diatur untuk menahan helm sehingga tetap pada dudukannya di kepala. Setiap kali memakai helm pastikan mengunci tali dengan benar.

Sumber : http://www.hubdat.go.id/Ditllaj/keselamatan/helm/helmbagus.htm

(12)

Lampiran 7 : Daftar Produk dan Harga Helm di U.D Surya Motor

(13)

Lampiran 7 : Daftar Produk dan Harga Helm di U.D Surya Motor (sambungan)

(14)

Lampiran 7 : Daftar Produk dan Harga Helm di U.D Surya Motor (sambungan)

(15)

Lampiran 8 : Contoh Faktur Pembayaran

(16)

Lampiran 9 : Contoh Nota Order

(17)

Lampiran 10 : Artikel : How To Choose a Good Distributor

MIX No. 02/MARET 2006

(18)

Lampiran 11 : Artikel : The Powerful Distribution System

MIX No. 02/MARET 2006

(19)

Lampiran 12 : Artikel “Kamadjaja Logistics: Hadirkan Total Logistic Solutions”.

KAMADJAJA LOGISTICS: HADIRKAN 'TOTAL LOGISTICS SOLUTIONS'

Dengan pengalaman selama 34 tahun di Bisnis Logistik, PT. Kamadjaja Logistics telah membuktikan Layanan Terintegrasi dengan Kualitas Global terhadap para pelanggan dan memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Untuk bisnis logistik di Indonesia, PT. Kamadjaja Logistics (KL) boleh dibilang sebagai salah satu pionernya. Perusahaan yang didirikan oleh Hura Kamadjaja pada tahun 1972 INI telah mengembangkan bisnis 'kontrak logistik' yang memberikan nilai tambah dibidang 'supply chain management'. KL menawarkan kepada pelanggan beragam solusi di bidang supply chain yang didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pelanggan.

Ivy Kamadjaja, Direktur KL, menjelaskan bahwa di era 'logistik' ini banyak perusahaan yang meng-klaim nama 'logistik' walaupun belum memberikan layanan terintegrasi maupun solusi kepada pelanggannya. Sebagai contoh perusahaan transport dengan beberapa armada truk atau perusahaan jasa pengiriman dokumen lewat udara sudah menyatakan dirinya sebagai perusahaan 'logistik'. Untuk KL, kami memegang komitmen untuk benar-benar memberikan layanan 'Total Logistics Solutions'. Kami menawarkan layanan terintegrasi dan komprehensif berupa: jaringan infrastruktur pergudangan, manajemen pergudangan, manajemen distribusi, manajemen transport laut dan darat, IT (Information Technology) dan solusi industri yang memberikan konsultasi bagi pelanggan yang memerlukan.

Didukung dengan SDM yang professional di masing-masing lini, KL terus menerus mengembangkan kapasitas dan memberikan solusi-solusi yang mendukung pelanggan untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan yang ditargetkan dengan biaya seefisien mungkin.

(20)

Lampiran 12: Artikel “Kamadjaja Logistics: Hadirkan Total Logistic Solutions” (sambungan).

Ivy menambahkan "Kami percaya bahwa kombinasi infrastruktur, jaringan bisnis, sistem IT yang didukung oleh Sumber daya professional di bidangnya akan memberikan layanan yang berkualitas prima (service excellence) untuk menghasilkan nilai tambah dan keuntungan bagi para pelanggan.”.

Ivang Kamadjaja, Direktur KL, mengungkapkan bahwa investasi infrastruktur pergudangan yang dilakukan KL di Surabaya, Bali, Manado, Makasar, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, dan Jakarta di atas areal seluas total 120.000 m membuktikan keseriusan komitmen KL untuk menjalankan bisnis mi.

Selain itu, KL juga sedang mempersiapkan infrastruktur untuk pengembangan ke wilayah Indonesia bagian Barat yaitu di Medan yang direncanakan akan dioperasikan pada awal November 2006.

Infrastruktur pergudangan KL didesain baik untuk shared-user (penggunaan untuk berbagai pelanggan dalam 1 gudang) maupun dedicated user (untuk 1 pelanggan saja). Dengan desain ini, KL akan dapat memenuhi setiap kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda dan masing-masing mendapatkan keuntungan dan sinergi untuk memperoleh efisiensi biaya di bidang supply chain.

Industri logistik memiliki potensi pasar yang sangat besar, karena rantai bisnis akan terus memerlukan jasa logistik. Persaingan di pasar pun juga semakin sengit, khususnya competitor yang selama ini dihadapi oleh KL adalah pemain asing.

Seringkali dalam tender yang diikuti KL akan berhadapan dengan perusahaan logistik asing dan selama ini sebagai pemain lokal KL mampu bersaing dengan para pemain asing dalam bisnis logistik terintegrasi, hal ini membuktikan bahwa sebagai perusahaan logistik lokal KL dapat memberikan pelayanan dengan kualitas global.

Menurut Ivy, pengalaman, jaringan yang luas dan profesionalisme yang dimiliki KL merupakan keunggulan bersaing tersendiri. Saat ini KL telah memiliki jaringan lebih dan 120 drop points (titik tujuan) untuk jasa domestic freight forwarding (manajemen transport laut) di seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan tersebut tersebar dan Barat sampai ke Timur, bahkan jangkauan KL sampai pada tujuan-tujuan terpencil yang ada.

(21)

Lampiran 12: Artikel “Kamadjaja Logistics: Hadirkan Total Logistic Solutions” (sambungan).

Produk-produk yang kami kelola juga beranekaragam, terutama kebutuhan konsumen (consumer goods) mulai dan makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga (home care), kebutuhan pribadi (personal care), spare part, dll. Hal ini pula yang membuat KL mendapatkan kepercayaan untuk menjadi partner kerja di bidang logistik bagi raksasa consumer goods seperti "Unilever' dan para pemain global antara lain Nestle, Perfetti Van Melle, Reckitt Benckiser, Grup Indofood, dll. Dengan pola outsourcing (alih daya) kepada penyedia jasa logistik maka produsen dapat lebih focus pada bisnis intinya, yaitu sebagai produsen dan penjual. Mereka hanya memikirkan strategi pemasaran, penjualan, promosi dan juga pengembangan produk, tanpa harus dipusingkan oleh urusan distribusi.

Selain itu, produsen juga tidak perlu melakukan investasi untuk membangun gudang dan infrastruktur pendukung lainnya.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis saat ini maka alih daya kepada penyedia jasa logistik yang tepat seperti KL akan memberikan niiai tambah kepada produsen karena fokus dan kompetensi (core competence) kami adalah dibidang logistik, sehingga setiap layanan yang kami berikan secara sinergi akan memberikan keuntungan berupa penurunan total biaya 'supply chain'. Aspek penting lainnya adalah proses distribusi produk, yang dalam penyeienggaraannya kegiatan ini tidak boleh dianggap sepele mengingat setiap barang harus terdistribusi dengan baik dan sampai ke tangan konsumen sesuai yang diinginkan. Di sini, kecepatan proses dan ketepatan waktu menjadi suatu keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi, sehingga tingkat kepuasan pelayanan kepada konsumen (high service level) dapat dijaga dengan baik. "Seluruh proses tersebut dapat kami lakukan sesuai dengan kebutuhan dan untuk membantu mencapai tujuan dan pelanggan", tambah Ivy.

Di samping menjalankan tugas utamanya dalam mengelola barang pelanggan, KL juga secara terus-menerus memberikan masukan-masukan kepada pelanggannya untuk mendapatkan struktur biaya pengiriman yang lebih efisien.

(22)

Lampiran 12: Artikel “Kamadjaja Logistics: Hadirkan Total Logistic Solutions” (sambungan).

"Dengan pengetahuan yang kami miliki, kami bisa memberikan advis kepada klien untuk memperoleh biaya yang lebih efisien" imbuh Ivan. Selain itu, setiap pelanggan dapat memonitor dan mengukur kinerja KL melalui indikator indikator yang sudah disepakati bersama oleh kedua belah pihak yang dituangkan dalam KPI (Key Performance Indicator). Ivan menambahkan, selain jasa logistik yang terintegrasi, KL juga menawarkan jasa ekspor-impor (custom clearance) yang ditangani oleh anak perusahaannya, yaitu PT. Pusaka Lintas Samudra.

Misinya, KL akan terus meningkatkan layanan yang diberikan kepada konsumennya agar dapat menjaga visi perusahaan untuk menjadi the preferred one stop logistics solutions.

Sumber: Majalah SWA Sembada No. 17/XXII/24 Agustus - 6 September 2006

(23)

Lampiran 13: Artikel "Rekayasa Ulang Supply Chain Management"

Rekayasa Ulang Supply Chain Management 31 Agu 2006 09:55

Oleh: Andi Ilham Said, Ph.D.

Board member of Asosiasi Logistik Indonesia e-mail: ais@ppm,ac.id

(artikel ini pernah dimuat di majalah eksekutif, Juni 2005)

Bila Anda merasa implementasi Supply Chain Management (SCM) Anda belum optimal, belum efektif, tidak efisien, atau bahkan gagal sama sekali, jangan dulu berkecil hati. Hal yang sama dirasakan oleh banyak perusahaan yang mengaku sudah mengaplikasikan SCM dengan baik. Hasil survai di AS menunjukkan bahwa kurang dan 50% investasi teknologi di SCM yang betul-betul digunakan secara efektif. Sementara di Amerika Utara, meskipun 91% pabrikan menyatakan bahwa SCM sangat penting bahkan krusial mendukung sukses perusahaan namun hanya 2 % di antaranya yang mengakui aplikasi SCM-nya sudah berkelas dunia. Memang belum ada penelitian serupa di Indonesia tapi kalau melihat infrastruktur, geografi, maupun suprastruktur yang masih kurang kondusif terhadap implementasi SCM rasa-rasanya data aplikasi SCM di negeri kita ini tidak akan lebih baik dan apa yang terjadi di Amerika.

Sebenarnya kesadaran untuk mengintegrasikan semua fungsi dalam aliran barang, mulai dan pemasok sampai ke konsumen, sudah sejak dulu dirasakan keperluannya. Namun, karena tingkat persaingan, tuntutan konsumen, dan dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang belum memadai, pengintegrasian itu belum dilakukan. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat dalam dekade terakhir ini, sementara iklim persaingan yang dipertajam oleh arus globalisasi yang membuat konsumen menjadi semakin banyak pilihan, sehingga semakin "demanding,"

pengintegrasian end-to-endpemasok ke konsumen itu pun tidak dapat dihindari. Hal ini yang kemudian mendorong banyak perusahaan menerapkan SCM.

Strategi Utama dan Kebijakan SCM Strategi

utama Sumber

keunggulan Dasar

bersaing Peran utama SCM Inovasi

Merek dan keunikan teknologi

Produk

Inovasi Kecepatan waktu dan volume ke pasar Biaya Efisiensi

Operasi Harga Murah Infrastruktur yang efisien dan murah

Pelayanan

Pelayanan

terbaik Sesuai kebutuhan khusus konsumen

Dan fleksibelitas produk akhir mutu

Keandalan dan keamanan produk

Produk yang terkenal keandalannya

Pengendalian mutu dan keamanan di sepanjang SCM

(24)

Lampiran 14 : Artikel "Menjual Nilai, Bukan Harga"

MENJUAL NILAI, BUKAN HARGA Oleh : Hermawan Kartajaya

Berkali-kali saya ditanya, apa yang bisa dilakukan seorang marketer jika produk yang dijualnya sama dengan produk pesaing, dan sama sekali tidak ada bedanya? Yang sering melontarkan pertanyaan semacam ini adalah para pemasok MRO atau Maintenance, Repair, dan Operation.

Biasanya, MRO Supplier ini adalah barang-barang yang sama saja, hanya dibedakan oleh fitur. Ada yang berkualitas rendah, menengah, dan atas. Lalu?

Karena ada tiga kualitas seperti itu, maka juga ada tiga harga, masing-masing sesuai dengan kualitasnya. Tapi repotnya, kalau situasi yang terjadi adalah "supply lebih besar daripada demand", biasanya yang terjadi adalah banting bantingan harga. Padahal nobody wins in a price war, apalagi jika para pemasok itu tidak sempat berkomunikasi satu sama lain.

Kalau Anda belajar Game Theory, tentunya ada sebuah cerita klasik, yaitu Prisoner's Dilemmas. Kira-kira begini ceritanya: ada dua orang yang ditangkap polisi karena dituduh mencuri. Polisi bilang pada si A, kalau dia mengaku dan si B tidak mengaku, si A hanya akan dihukum 6 bulan dan si B dihukum berat sekali. Tapi kalau si B mengaku juga, si A akan dihukum 2 tahun. Si B juga dibilang begitu, kalau si B mengaku dan si A tidak mengaku, si B hanya akan dihukum 6 bulan dan si A dihukum berat sekali. Tapi kalau si B mengaku dan si A mengaku juga, si B akan dihukum 2 tahun. Jadi, lebih baik mengaku saja!

Padahal, sebenarnya, kalau sampai keduanya tidak mengaku, situasinya jadi lain.

Kalau tidak ada bukti, keduanya hanya akan ditahan satu minggu. Tapi, karena tidak bisa berkomunikasi satu sama lain, si A dan si B takut untuk tidak mengaku.

Si A berpikir, kalau dia tidak mengaku dan si B mengaku, dia akan dihukum berat. Demikian juga si B. Dia tidak berani untuk tidak mengaku karena takut kalau si A mengaku. Dan karena tidak bisa berkomunikasi, keduanya akhirnya mengaku. Karena itu, keduanya dihukum 2 tahun.

Sebenarnya, kalau tidak mengaku, keduanya hanya ditahan satu minggu!

Jadi? Nobody wins in a price war!

(25)

Lampiran 14 : Artikel “Menjual Nilai, Bukan Harga” (sambungan)

Kalau Anda bersaing secara ngawur, artinya hanya untuk kepentingan Anda sendiri tanpa memperhatikan kompetitor, Anda akan rugi sendiri. Tapi, berkomunikasi dengan competitor untuk "mengatur" harga tidaklah mudah.

Asosiasi yang biasanya mengumpulkan pengusaha sejenis pun sering kali tidak efektif Pada waktu rapat, masing-masing mulai menyusun strategi dan taktik.

Ketemu orang, salaman di depan, tapi memegang bedil di belakang! Berjanji untuk tidak memberi diskon, tapi di belakang kasih diskon diam-diam. Belum lagi, bisa terjadi ada tindakan kartel yang sering dianggap merugikan konsumen.

Padahal, sudah ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Nah, kalau sudah begini, biasanya para pemasok kehilangan akal.

Kebanyakan dan mereka tidak percaya pada marketing. Apa gunanya merek, positioning, dan differentiation? "Pembeli itu pintar. Mereka minta kualitas yang terbaik, tapi dengan harga termurah!" ini komentar yang sering saya dengar.

Mereka tidak peduli pada servis. Apa saja yang kita berikan, juga diberikan oleh kompetitor kita. James C. Anderson dan James A. Narus menulis di Harvard Business Review bahwa sebenarnya Anda tak perlu putus asa. Dalam business marketing yang sering dianggap sangat rasional, justru merek, positioning, dan differentiation berperan sangat penting. Kenapa begitu? Karena justru di situlah Anda mesti mengajak pelanggan Anda untuk berpikir rasinal tentang value yang bisa Anda berikan. Karena itu, mereka lantas mengajak untuk membuat yang namanya Customer Value Model. Artinya, Anda mesti mencari komponen apa saja yang sebenarnya ada dalam proses pengadaan barang itu, yang bisa memberikan kontribusi value kepada pelanggan Karena itu, Anda kemudian harus melihat pada customer's point of view. Coba telusuri proses pengadaan mereka;

mu dan menetapkan spesifikasi sampai tahap mengundang pemasok. Coba evaluasi pemasok, terus sampai ke permintaan pemasok, pengiriman, pengecekan kualitas, penggunaan produk Anda, hingga akhirnya mungkin ada sisa dan produk setelah dipakai.

Di situ Anda bisa mencari bagaimana memberikan value kepada pelanggan. Kontribusi itu bisa dalam dua bentuk. Yang pertama adalah bentuk cost-reduction; yang kedua adalah bentuk additional-benefit.

(26)

Lampiran 14 : Artikel “Menjual Nilai, Bukan Harga” (sambungan)

Jika Anda mempermudah proses pelanggan Anda dalam pengadaan barang, hal tersebut bisa merupakan cost reduction bagi dia. Sedangkan, jika Anda memberikan sesuatu yang bisa membuat mereka mendapatkan suatu manfaat lebih besar dalam proses pengadaan, itulah additional benefit. Tujuannya adalah supaya pelanggan Anda lebih kompetitif di industrinya. Nah, inilah yang repot. Inilah yang membedakan business marketing dan consumer marketing. Di consumer marketing, Anda cukup memperhatikan pesaing dalam ha! melayani konsumen.

Di business marketing, selain memperhatikan ulah pesaing, Anda harus mau mempelajari industri pelanggan Anda. Termasuk persaingan yang ada didalamnya. Dan cost reduction maupun additional benefit bisa dilakukan dalam empat ha!, yaitu teknik, ekonomi, servis, dan sosial. Kalau Anda meningkatkan fitur produk yang dijual, itu berarti Anda memberikan kontribusi teknikal. Tapi, bisa juga yang terjadi bukan cuma peningkatan fitur produk. Anda bisa melakukan substitusi dan beberapa bagian produk yang memberikan manfaat sama tapi dengan harga lebih murah, sehingga dengan demikian, pelanggan akan mendapat manfaat yang sama dengan cost lebih rendah.

Sedangkan, jika Anda memberikan invoice sekali sebulan, ha! tersebut merupakan kontribusi kepada pelanggan, dibanding kalau Anda menagih setiap minggu. Sistem pembayaran yang bisa dicicil tanpa biaya, atau dengan subsidi tertentu, merupakan economic benefit yang lain. Sedangkan, tambahan servis bisa dilakukan antara tam dengan melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh pelanggan. Seorang pemasok bisa melakukan quality assurance di tempatnya untuk mengurangi aktivitas serupa yang biasanya dilakukan pelanggan pada waktu penerimaan. Pengetahuan yang update tentang industri pelanggan juga bisa diberikan secara gratis. Dengan demikian, mereka jadi lebih tahu cara bersaing.

Bahkan, kalau bisa, Anda juga mulai memberitahukan tren yang terjadi. Berikan nasihat untuk survive dalam situasi yang ham nanti. Bahkan, Anda bisa menawarkan din untuk menyertai mereka supaya tidak ketinggalan tren.

Sedangkan, rasa aman dan kemudahan dalam berhubungan merupakan dua hal yang merupakan contoh dan social value.

(27)

Lampiran 14: Artikel “Menjual Nilai, Bukan Harga” (sambungan)

Tapi, yang terakhir ini harus diakui sebagai elemen yang paling sulit dikuantifikasi. Yang pertama justru harus diusahakan kuantifikasi. Dengan demikian, Anda lantas bisa menunjukkan kepada pelanggan beberapa saving yang terjadi serta beberapa tambahan benefit yang terjadi jika mereka membeli produk dan Anda.

Kalau mereka sudah menyadari hal itu, bisa jadi Anda bakal jadi perusahaan utama. Yang penting bagi orang, bisnis sebenarnya bukan membeli dengan harga murah, tapi membeli sesuatu supaya untung lebih besar. Inilah yang dinamakan Value Selling. Bukan sekadar Features & Price Selling. Welcome to the era of value!

Sumber: Buku Sen 9 Elemen Marketing Hermawan Kartajaya on Process

(28)

Lampiran 15: Artikel "Perhatikan Kualitas, Biaya, dan Penghantaran Produk"

PERHATIKAN KUALITAS, BIAYA, DAN PENGHANTARAN PRODUK Oleh: Hermawan Kartajaya

Dalam perbisnisan, proses merupakan salah satu faktor pemasaran terpenting. Mengapa begitu? Dalam konsep pemasaran, proses mencerminkan kualitas (quality), biaya (cost), dan penghantaran produk (delivery) dan perusahaan kepada pelanggannya. Kualitas produk dan jasa Anda merupakan buah dan proses yang baik; yang dimulai dan produk sampai delivery kepada pelanggan secara tepat waktu, efektif, dan dengan biaya yang efisien. Jadi, Anda wajib memahami proses. Dengan begitu, Anda bisa memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi pesaing-pesaing Anda.

Dalam konteks kualitas, proses adalah bagaimana perusahaan Anda mampu menciptakan suatu sistem yang pada akhirnya dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Untuk itu, perusahaan Anda perlu lebih memperhatikan supply-chain, mulai dan proses produksi bahan mentah hingga menjadi barang jadi. Bahkan, sebenarnya proses menuntut perusahaan Anda menjadi the captain of supply chain. Karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dan perusahaan Anda untuk dapat menciptakan nilai yang lebih baik. Dan tentunya, Anda akan dapat mereduksi aktivitas pengikisan nilai dalam perusahaan.

Lihatlah Apple Computer. Setelah sekian lama menggunakan chip Power PC dan IBM, akhirnya Apple memutuskan untuk membuat komputer yang menggunakan chip Intel. Ketertarikan Apple pada chip Intel karena selama ini Apple percaya bahwa Intel sangat focus dalam mengembangkan chip yang secara khusus ditujukan bagi laptop. Sehingga, dengan menggunakan chip Intel, kualitas dan performa komputer Apple tentunya akan semakin baik dan lebih cepat.

Untuk meningkatkan performanya, strategi yang dilakukan Apple adalah dengan menanamkan chip Intel berotak ganda ke dalam dua produknya, desktop iMac dan Laptop terbaru, MacBook Pro. Strategi ini memungkinkan pemilik laptop Apple dapat menjalankan aplikasi Microsoft Windows dan software- software lainnya yang kompatibel dengan chip tersebut.

(29)

Lampiran 15: Artikel "Perhatikan Kualitas, Biaya, dan Penghantaran Produk" (sambungan)

Sedangkan dalam konteks cost, perusahaan Anda perlu menciptakan suatu proses yang bisa meningkatkan efisiensi secara financial dengan tetap mengedepankan kualitas yang terbaik bagi pelanggan.

Satu contoh menarik telah dilakukan Telkomsel dengan produk terbarunya, Simpati Jim. Dengan dukungan jaringan dan infrastrukturnya yang terbanyak di seluruh pelosok Indonesia, Simpati Jitu diluncurkan untuk menciptakan produk dengan harga murah, tanpa meninggalkan kualitas komunikasi. Kelebihan-kelebihan yang hendak ditawarkan Simpati Jitu adalah harga yang terjangkau, tariff hemat, hingga kualitas produk yang memenuhi parameter kenyamanan berkomunikasi. Sejalan dengan tujuan awal, produk Simpati Jim dimaksudkan untuk membidik segmen pasar kelas bawah. Sehingga, masyarakat luas dapat menikmati produk telekomunikasi seluler yang berkualitas dan terjangkau. Alhasil, Simpati Jim dapat meraih pangsa pasar yang besar di Indonesia.

Proses dalam konteks delivery adalah bagaimana melakukan suatu proses penyampaian produk atau jasa secara tepat dan benar sehingga mampu memuaskan pelanggan. Proses delivery yang tepat waktu jelas dapat membawa nilai lebih bagi para pelanggan. Contoh-contoh perusahaan yang bagus delivery nya adalah perusahaan jasa pengiriman, seperti DHL, FedEx, PT Pos, dan Tiki.

Tak hanya solusi pengiriman, perusahaan-perusahaan tersebut juga harus mampu bersaing dalam layanan solusi pergudangan dan transportasi. Jika pergudangan dan transportasinya bagus, waktu pengiriman akan semakin singkat, dan itu berarti daya saing perusahaan tersebut semakin tinggi. Dengan begitu, perusahaan jasa pengiriman akan semakin powerful untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada para pelanggan. Contoh lain yang sudah sangat terkenal dengan kekuatan delivery-nya adalah Coca Cola. Sampai saat in sebagian besar produk Coca Cola didistribusikan melalui lebih dan 120 pusat penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk Coca Cola diangkut dengan truk-truk yang bila dideretkan kira-kira panjangnya mencapai 17 kilometer.

(30)

Lampiran 15: Artikel "Perhatikan Kualitas, Biaya, dan Penghantaran Produk" (sambungan)

Inilah yang menjadikan Coca Cola sebagai perusahaan sukses dengan kekuatan saluran distribusi terbesar di Indonesia.

Selanjutnya, elemen proses mengharuskan perusahaan Anda untuk menjadi simpul dan sebuah network organization.

Anda perlu membangun relasi dengan organisasi yang berpotensi untuk menambah value. Strategi ini biasa disebut sebagai aliansi strategis. Organisasi- organisasi ini bisa terdiri dan pemasok, pelanggan, atau bahkan pesaing Anda.

Yang terpenting, kerja sama yang terjadi bisa meningkatkan value. Contoh langkah-langkah dalam memanfaatkan aliansi strategis ini adalah benchmarking, re-engineering, outsourcing, serta merger dan akuisisi (M&A). Langkah-langkah tersebut jelas akan meningkatkan kualitas proses bisnis Anda.

Saya mencontohkan kerja sama Telkomsel dengan Siemens. Sebagai upaya meningkatkan kapasitas jaringan seluler, Telkomsel telah menandatangani kontrak lanjutan untuk memakai peralatan switching milik Siemens. ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas yang lebih baik. Strategi ini dilakukan karena Telkomsel sukses meningkatkan jumlah pelanggan sampai dua kali lipat. Saat ini, Telkomsel memiliki hampir 23 juta pelanggan dan menguasai 56 persen pasar telekomunikasi seluler. Demi pelanggannya, Telkomsel menggunakan jaringan switching yang dipasangi Signaling Transfer Point yang merupakan platform signaling milik Siemens. Alat ini berfungsi untuk mengakomodasi lonjakan penggunaan SMS dan trafik signaling. Hasil akhirnya, customer value pelanggan terhadap Telkomsel akan bertambah.

Contoh kerjasama lainnya adalah aliansi Yahoo! Dengan Microsoft. Untuk meningkatkan layanan bagi pelanggannya, Yahoo! dan Microsoft melakukan terobosan bani. Mereka mengadakan perjanjian kerja sama untuk menghubungkan pelanggan layanan pesan instant atau instant messaging (TM) mereka ke lingkungan berbasis global. Kerjasama tersebut akan memberikan kesempatan kepada pelanggan MSN Messenger dan Yahoo! Messenger untuk saling berinteraksi satu sama lain. Dan tentunya, mereka ingin membentuk komunitas IM terbesar di dunia diperkirakan mencapai lebih dan 275 juta.

(31)

Lampiran 15: Artikel "Perhatikan Kualitas, Biaya, dan Penghantaran Produk" (sambungan)

Yahoo! dan Microsoft telah berbagi komitmen untuk menyediakan inovasi layanan dengan kualitas setinggi mungkin bagi para konsumen. Karena itu, kedua perusahaan berencana mengenalkan kepada pelanggan kemampuan interkoneksi antar MSN Messenger dan Yahoo! Messenger ini pada kuartal kedua tahun 2006.

Contoh Strategi Akuisisi bisa disaksikan pada Nokia. Demi mewujudkan ambisi menjadi perusahaan dengan produk dan layanan terlengkap di industri email nirkable, Nokia membeli perusahaan penyedia layanan e-mail nirkabel, Intellisync. Nokia ingin membuat sebuah sistem yang memungkinkan pelanggan dapat mengirim dan menerima e-mail melalui perangkat mereka. Nokia berharap layanan ini bisa dipakai pada lebih banyak tipe ponsel, serta lebih menghemat biaya. Penerapan strategi proses akuisisi akan memungkinkan Nokia mendapat software terbaru dan sumber daya bagi generasi ponsel yang lebih canggih. Dan pastinya, proses yang dilakukan Nokia ini akan memperkuat Iayanan enterprise Nokia.

Contoh penerapan akuisisi lainnya adalah seperti yang dilakukan Telekom Malaysia (TM). TM mengakuisisi sebagian kepemilikan Exelcomindo (XL) dalam rangka go regional. Dengan cermat, TM mampu menilai potensi XL sebagai operator seluler terbesar ketiga di Indonesia. Apalagi, XL telah dikenal sebagai operator seluler yang positioning-nya di pasar korporat dan premium cukup jelas.

Jadi, dengan mengakuisisi XL, TM berharap bisa memperluas pasarnya di tingkat regional Asia Pasifik. Untuk menggenjot kinerja XL, TM mentransfer keunggulan-keunggulan dan anak usaha TM agar bisa dimanfaatkan XL. TM melihat XL juga memiliki banyak keunggulan terutama di supply chain process.

XL telah memiliki banyak jaringan infrastruktur dan distribusi; inilah kehebatan XL yang menarik minat TM untuk membelinya. Pengalaman TM yang telah memiliki cakupan pasar luas akan membuat XL jadi lebih kompetitif. Bukan tidak mungkin bila TM mampu menggapai ambisinya, menjadikan XL sebagai pemain nomor dua di bisnis seluler wilayah Indonesia.

(32)

Lampiran 15 : Artikel "Perhatikan Kualitas, Biaya, dan Penghantaran Produk" (sambungan)

Setelah XL, grup Sinar Mas ikut masuk ke bisnis mi. Sinar Mas berinvestasi di sektor telekomunikasi karena melihat cerahnya prospek sektor mi.

Ketertarikan Sinar Mas membeli sebagian besar saham operator seluler Mobile-8 merupakan upaya untuk memperluas bisnis perusahaan. Dengan mengakuisisi Mobile-8, seluruh jaringan bisnis Sinar Mas Grup yang terdiri dan empat divisi, seperti pulp & paper, agrobisnis, jasa keuangan, dan jasa properti, akan dapat terintegrasi dengan bagus. Alhasil, kinerja perusahaan Sinar Mas secara keseluruhan diharapkan akan bisa meningkat pesat. Namun, langkah-langkah penciptaan value, seperti brand, servis, dan proses seharusnya tidak sebatas penciptaan value bagi pelanggan eksternal dan investor. Langkah tersebut harus juga bisa menjadi kredo bagi pelanggan internal seperti karyawan. Dengan peningkatan nilai yang dirasakan oleh internal perusahaan, langkah pemasaran ini bisa meliputi semua lingkungan perusahaan Anda. Semua karyawan Anda bisa menjadi marketer produk perusahaan Anda.

Selain itu, lingkungan perusahaan Anda seharusnya menghindari arogansi fungsional di perusahaan. Mengapa begitu? Karena setiap orang memiliki keyakinan bahwa customer value adalah hasil akhir, bukan lagi jabatan dan posisi kerja. Sebaiknya, prinsip proses mengacu pada penciptaan value. Prinsip ini merupakan value enabler dan suatu perusahaan. Dengan proses di samping servis dan brand- Anda dapat menerapkan konsep pemasaran untuk membangun value Anda. Value yang Anda tawarkan kepada pelanggan akan semakin lengkap sehingga mereka pun semakin terpuaskan. Dan, dalam jangka panjang, proses akan menjadi pendukung penting untuk produk Anda.

Sekali lagi, Anda perlu menerapkan prinsip proses, setelah brand dan servis. Dan Anda bakal mampu merebut heart share pelanggan.

Sumber: Buku Sen 9 Elemen Marketing Hermawan Kartajaya on Process.

(33)

Lampiran 16: Contoh Iklan Produk Helm di Tabloid

(34)

Lampiran 17: Dokumentasi

Referensi

Dokumen terkait

Oleh itu, kefahaman dan pengetahuan ini akan membentuk sistem kepercayaan dan kepatuhan kepada Tuhan serta implikasi kepada pembentukan masyarakat Malaysia yang

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk (1) meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam perkuliahan Kalkulus I melalui

Berdas arkan has il analis is regres i berganda yaitu dilihat dari r s quare pada koefis ien determinas i dinyatakan bahwa budaya organis as i dan self-efficacy

(4) Paket C sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c merupakan proses pelayanan penerbitan akta kematian sekaligus diterbitkan Kartu Keluarga (KK) bagi anggota

1) Indikasi arahan peraturan zonasi sistem provinsi adalah arahan dalam penyusunan ketentuan umum peraturan zonasi dan peraturan zonasi yang lebih detail dan

Dari hasil perancangan yang telah dibuat, diperoleh bahwa robot yang menggunakan Dual Processor untuk mengatur kecepatan motor pada roda robot lebih baik dibandingkan dengan yang

Pada tahun 1985 industri keramik Plered mulai berupaya untuk meningkatkan keramik gerabahnya baik secara kualitas dan kuantitasnya ke industri kerajinan keramik hias