• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA HUKUM KEBEBASAN PERS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS SKRIPSI. Oleh: IZZA ENGGAR PRASETYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISA HUKUM KEBEBASAN PERS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS SKRIPSI. Oleh: IZZA ENGGAR PRASETYA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA HUKUM KEBEBASAN PERS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS

SKRIPSI

Oleh:

IZZA ENGGAR PRASETYA 201610110311352

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM

2020

CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk

Provided by UMM Institutional Repository

(2)

i ANALISA HUKUM KEBEBASAN PERS DALAM PROSES PERADILAN

PIDANA ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS HALAMAN JUDUL

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar kesarjanaan

dalam bidang ilmu hukum

Oleh:

IZZA ENGGAR PRASETYA 201610110311352

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM

2020

(3)

ii LEMBAR PENGESAHAN

(4)

iii

(5)

iv SURAT PERNYATAAN

(6)

iv MOTTO

Kita adalah bangsa pejuang yang tak mengenanal lelah dan kalah (BJH)

(7)

v ABSTRAKSI

Nama : Izza Enggar Prasetya

NIM : 201610110311352

Program Studi : Ilmu Hukum

Judul : Analisa Hukum Kebebasan Pers Dalam Proses Peradilan Pidana Antara Indonesia Dan Inggris

Pembimbing : Dr. Haris S.H M.H

Nu’man Aunuh S.H M.Hum

Pada awal tahun 2020, publik Inggris dan Indonesia digemparkan dengan berita Reynhard Sinaga, seorang pelajar asal Indonesia atas 190 kasus perkosaan dengan rentang waktu 2,5 tahun pada periode 2015-2017. Salah satu hal yang menarik dari persidangan ini adalah pemberitaan media atas perkara tersebut baru serentak diterbitkan usai dijatuhkanya putusan yang dibacakan pada Januari 2020, meski kasus tersebut telah disidangkan sejak 2018 berdasarkan perintah pengadilan Manchester Crown Court.

Skripsi ini berfokus pada analisa mengenai kedudukan pers, hakim dan juri dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan Inggris serta hubungan asas kebebasan pers dan asas praduga tak bersalah dalam sistem peradilan pidana.

Penelitian skripsi ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbeda dengan sistem peradilan Inggris yang mengenal juri dalam proses peradilan pidana tertentu, sistem peradilan pidana Indonesia tidak mengenal juri dalam proses persidangannya.

Kedua negara mengakui asas kebebasan pers, dengan beberapa pembatasan. Di Indonesia, kebebasan pers ini dibatasi utamanya untuk menghindari terjadinya trial by the press yang terkadang mengesampingkan asas praduga tidak bersalah yang harus diimplementasikan kepada setiap terdakwa, maupun untuk menjaga ketertiban jalannya persidangan. Hal ini berbeda dengan di Inggris, karena menggunakan sistem juri, salah satu pembatasan kebebasan pers berupa penundaan pemberitaan proses persidangan dapat memiliki tujuan spesifik untuk menjaga asas praduga tidak bersalah dari para juri yang menilai kasus tersebut.

Kata kunci: kebebasan pers, peradilan, pidana, hakim, juri

(8)

vi ABSTRACT

Nama : Izza Enggar Prasetya

NIM : 201610110311352

Major : Ilmu Hukum

Tittle : The Analysis of the Press Freedom Law in the Criminal Justice Process between Indonesia and the United Kingdom

Supervisor : Dr. Haris S.H M.H

Nu’man Aunuh S.H M.Hum

In early 2020, United Kingdom and Indonesian public were shocked by the news of Reynhard Sinaga, an Indonesian student of 190 rapes in a period of 2.5 years in the 2015-2017 period. One of the interesting things about this trial is that the media coverage of the case was only published simultaneously after the verdict was read out in January 2020, although the case has been tried since 2018 based on the order of the Manchester Crown Court.

This thesis focuses on the analysis of the position of the press, judges and jury in the Indonesian and United Kingdom criminal justice system and the relationship of the principle of freedom of the press and the principle of presumption of innocence in the criminal justice system. This thesis research is a normative juridical research with literature study. The results showed that in contrast to the United Kingdom justice system which knew juries in certain criminal justice processes, the Indonesian criminal justice system did not recognize juries in its trial process. Both countries recognize the principle of freedom of the press, with some restrictions. In Indonesia, this freedom of the press is limited primarily to avoid trial by the press which sometimes overrides the principle of presumption of innocence that must be implemented for each defendant, as well as to maintain orderliness of the proceedings of the trial. This is different from in the UK, because it uses a jury system, one of the restrictions on press freedom in the form of delaying the reporting of the trial process can have a specific goal to preserve the presumption of innocence from the judges who judge the case.

Keywords : Freedom of Press, Justice System, Criminal, Judge, Jury.

(9)

vii KATA PENGANTAR

Bissmillahirohmanirohim

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat san rahmat- Nya. Penulis dapat menyelesaikan yang berjudul “ANALISA HUKUM KEBEBASAN PERS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANTARA INDONESIA DAN INGGRIS ” untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Huukum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH- UMM).

Banyak pihak yang telah memberi bantuan selama penulisan iskripsi ini maupun selama masa perkuliahan penulis di FH-UMM. Ddalam kesempatan ini, mohon perkenankan penulis untuk mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kepada kedua orang tua penulis. Almh Mama Solichah (If my mom could know, I wish she will happy up there) dan Papa Pujianto, karena telah melahirkan dan membesarkan penulis hingga kini. Terima kasih pada kakak tercinta, Puji Prasetyawati S.H, yang selalu pasrah apabila penulis merepotkan, tak lupa kepada Ibu Irma.

2. Terima kasih kepada Dekan Fakultas Hukum Bapak Dr. Tongat, S.H., M.Hum, 3. Terima kasih kepada Bapak Dr. Haris S.H. M.H dan Bapak Nu’man Aunuh

S.H. M.Hum selaku pembimbing yang telah ,memberikan arahan dan masukan untuk pengembangan penulisan skripsi ini hingga akhirnya Penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.

4. Civitas akademika FH UMM, yang telah membantu Penulis menuntut ilmu fsn menyelesaikan program sarjana hukum di FH UMM selama 8 semester ini.

(10)

viii 5. Kepada Manchester Crown Court karna telah bersedia memberikan sumber yang dibutuhkan penulis berupa perintah pengadilan (court order) sebagai salah satu sumber utama karya tulis ini.

6. Kepada 印尼大学中文系的老师们, Bapak-Ibu Guru di SMAN 3 Malang, Ustad Ustadzah di SMP Al-Izzah dan Bapak Ibu Guru di MIN Malang 1.

7. Kepada sahabat penulis selama penulis berkuliah Grup Keluarga Bahagia Rifa Wijdani S.H, Imanita Chusnul S.H, Puspa Amjad S.H, T. Poppy S.H Ananda Fitriana L. S.H, Irma Junianti C.SH. Sahabatku Geng Girls Emilia Kurniasari S.Hum, Mita Widawati S,Hum, Silmina S.Hum, Ekawati C.Shum. Sahabatku Ance Rimba S,H dan Dinda Akalistya C.SM. Penulis sampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan semangat dari kalian.

8. Kepada Instruktur Lab FH UMM, teman-teman asisten Lab FH UMM, BEM FH UMM periode 2017-2018, HMI Hukum UMM sebagai wadah penulis mengembangkan diri dalam organisasi selama di kampus.

9. Kepada seluruh jajaran PT ASABRI (Persero) sebagai tempat penulis mengikuti PMMB, khususnya divisi personalia bidang kirbangkarobin kepada Ibu Linda Harumania selaku mentor penulis, dan seluruh jajaran hakim dan staff PN Bekasi sebagai tempat penulis menggenal dunia kerja.

10. Kepada Almh Bapak B.J Habibie dan 슈퍼주니어

(이특,희절,에성,신동,은혁,동해,시원,려욱,규현) karena telah

menginspirasi penulis.

Penulis

(11)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ...iv

MOTTO ...iv

ABSTRAKSI ... v

ABSTRACT ...vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ...ix

DAFTAR TABEL ...xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Kegunaan Penelitian ... 9

F. Metode Penelitian ... 9

1. Metode Penelitian ... 9

2. Metode Pendekatan ... 9

3. Jenis bahan hukum ... 10

G. Sistematika Penulisan ... 10

H. Originalitas ... 12

BAB II LANDASAN TEORI ... 13

A. Perbandingan Sistem Peradilan Pidana Indonesia dan Inggris ... 13

1. Pengertian dan Konsep Sistem Peradilan Pidana ... 13

2. Sistem Peradilan Pidana di Indonesia ... 14

3. Sistem Peradilan Pidana Inggris ... 25

B. Tinjauan Umum tentang Kebebasan Pers... 31

1. Teori dalam Pers ... 32

2. Fungsi Pers... 35

2. Pengaturan mengenai Pers dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia 36

(12)

4. Pengaturan mengenai Pers dalam Sistem Hukum Inggris ... 40

BAB III PEMBAHASAN ... 42

A. Kedudukan Pers, Hakim dan Juri dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia dan Inggris ... 42

1. Kedudukan Pers dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia ... 42

2. Kedudukan Hakim dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia ... 46

3. Kedudukan Hakim dan Juri dalam Sistem Peradilan Pidana Inggris ... 50

B. Hubungan Asas Kebebasan Pers dan Asas Praduga Tidak Bersalah dalam Sistem Peradilan Pidana ... 54

BAB IV PENUTUP ... 62

A. Kesimpulan ... 62

B. Saran ... 64 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penulisan terdahulu. ... 12

Tabel 2. Perbandingan antara sistem hakim dan Juri dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia dan Inggris. ... 53

(14)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Tugas

Lampiran 2 Surat Permohonan Kasus Reynhard Sinaga Lampiran 3 Kartu Kendali Bimbingan

Lampiran 4 Berita Acara

Lampiran 5 Daftar Hadir Seminar Proposal

(15)

DAFTAR PUSTAKA

BUKU :

1. Azhar. 2018. Sistem Hukum Indonesia. Palembang. UNSRI Press 2. Bergas Prana Jaya. 2017. Pengantar Ilmu Hukum. Bantul. Legality.

3. Darwan Prist, 2002. Hukum Acara Pidana Dalam Praktik. Djambatan 4. Hamzah A. 2008. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta. Sinar Grafika.

5. Najih M, dan Soimin. 2016 Pengantar Hukum Indonesia Malang. Setara Press.

6. Radita Gora, MM. Irwanto M.Ikom. 2015. Hukum, Etika & Kebijakan Media (Regulasi Praktik dan Teori). Yogyakarta, Deepublish

7. Peter, Mahmud Marzuki. 2005. Penelitian Hukum. Prenada Media. Jakarta.

8. Peter Mahmud Marzuki. 2008. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.

MAJALAH/KORAN/JURNAL

1. Dahlan Surbakti. 2015. Peran dan Fungsi Pers Menurut Undang-Undang Pers Tahun 1999 serta Perkembangannya. Jurnal Hukum Prioris. Vol. 5 No1

2. Ida Keumala Jeumpa. 2014. Contempt of Court : Suatu Perbandingan antara Berbagai Sistem Hukum. Kanun Jurnal Ilmu Hukum No 62, Th. XVI 3. Itsna Hidayatul K, dan Nuning Susilowati. 2015. “Regulasi Media di

Indonesia (Kajian terhadap Keterbukaan Informasi dan Penyiaran”.

Promedia Volume I No 2 2015.

4. John D. Lawson, dan Edwin R. Keedy. “Criminal Procedure in England”.

Journal of Criminal Law and Criminology Northwestern University Volome 1 Issue 4 Article 7.

5. Kamri Ahmad dan Hardianto Djanggih. 2017. Batasan Penerapan Asas Persidangan Terbuka untuk Umum dan Siaran Persidangan Pidana oleh Media Jurnal Hukum JH Ius Quia Iustum

(16)

6. Mahrus Ali, 2007. “Sistem Peradilan Pidana Progresif ; Alternatif dalam Penegakan Hukum Pidana”. Jurnal Ius Quia Instum, Volume 14, Nomor 2.

7. Vivi Ariyanti. 2010. “Kebebasan Pers dalam Perspektif Peradilan Pidana”.

Komunika Jurnal Dakwah dan Komunikasi.

INTERNET

1. Ade Mudhoffar. “Mengesampingkan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Media Elektronik, Media Cetak Maupun Pandangan Masyarakat Merupakan Salah Satu Bentuk Tidak Menghargai Proses Hukum”.

https://primetimes.id/. Diakses pada 22 Maret 2020

2. Aida Mardatillah. “MA Larang Ambil Foto dan Rekam Persidangan, Ini Kata Dewan Pers: https://www.hukumonline.com. Diakses pada 05 Juli 2020

3. Agus Riyanto. “Sistem Hukum & Pengaruhnya Terhadap Keputusan Peradilan” https://business-law.binus.ac.id. Diakses pada 27 Juni 2020 4. Aju Putrijanti. “Prinsip Hakim Aktif (Domini Litis Principle) dalam

Peradilan Tata Usaha Negara”. https://ejournal.undip.ac.id. Diakses pada 30 Juni 2020

5. Anonim,“can the media attend my court case?”

https://assets.publishing.service.gov.uk. Diakses pada 22 Juli 2020

6. Anonim. “Fungsi Kontrol Media Bamtu Wujudkan Peradilan Bersih”

https://www.komisiyudisial.go.id. Diakses pada 06 Juli 2020

7. Anonim. “Gerak Wartawan Selalu DIbayangi Dugaan Penghakiman dan Penghinaan”. https://www.hukumonline.com. Diakses pada 07 Mei 2020 8. Anonim “Inisial tidak untuk semua tersangka”.

https://nasional.kompas.com. Diakses pada 20 Juli 2020

9. Anonim. “Ketua MA: Pers adalah partner lembaga peradilan”

http://www.pn-sabang.go.id. Diakses pada 06 Juli 2020

10. Anonim. Peraturan”https://pa-semarang.go.id. Diakses pada 07 Juli 2020 11. Anisyah Alfaqir. Kasus Pencabulan Saipul Jamil Divonis Tiga Tahun.

https://www.merdeka.com. Diakses pada 22 Maret 2020

(17)

12. Aswab Nanda Pratama. “Hari HAM Sedunia, Perjalanan dari Magna Carta hingga Deklarasi Universal PBB” https://internasional.kompas.com.

Diakses pada 23 Maret 2020.

13. Awaluddin. “Hukum Sebagai Suatu Sistem (Perbandingan Sistem Konstitusi di Negara Inggris dan Turki)” http://jurnal.untad.ac.id. Diakses pada 26 Mei 2020

14. Choky.R Ramadhan,. 2018. “Konvergensi Civil Law dan Common Law di Indonesia dalam Penemuan dan Pembentukan Hukum”.

https://jurnal.ugm.ac.id. Diakses pada 22 Desember 2019

15. Dani Prabowo. “Perjalanan Belva sebagai Stafsus Milenial hingga Kejanggalan Kartu Prakerja” https://nasional.kompas.com. Diakses pada 06 Juli 2020

16. Didit Agus T, “The Four Press Media Theories; Authoritarianism Media Theory, Libertarianism Media Theory, Social Responsibility Media Theory, and Totalitarian Media Theory”. https://jurnal.polines.ac.id. Diakses pada 3 Juni 2020

17. Edi Sumardi “Mengapa Pembunuhan Mirna Begitu Heboh?”

https://makassar.tribunnews.com. . Diakses pada 06 Mei 2020

18. Egi Adyatama. “Soal RUU PKS, DPR DInilai Tak Pandang Kebutuhan Rakyat”. https://nasional.tempo.co. Diakses pada 06 Juli 2020

19. Fitriani Nasution. “ Kebebasan Pers, Cacat Kode Etik Jurnalistik”.

https://www.kompasiana.com. Diakses pada 16 Juni 2020

20. Fitri N. Heriani. “Ternyata, Beginilah Intisari Pertimbangan Hakim atas Vonis Jessica”. https://www.hukumonline.com. Diakses pada 05 Mei 2020“.

21. Humas. “Jumlahnya Sangat Kurang, IKAHI Tolak Ususlan DPR Soal Pemajuan Usia Pensiun Hakim” https://detak.co. Diakses pada 05 Juli 2020.

22. Ilman Hadi. “Definisi Contempt of Court” https://www.hukumonline.com Diakses pada 02 Juli 2020

23. Ilman Hadi “Pemberitaan Pers dan Asas Praduga Tak Bersalah”

https://www.hukumonline.com. Diakses pada 05 Juli 2020

24. Ilman Hadi. “Syarat Pendirian Perusahaan Media Online”.

https://www.hukumonline.com Diakses pada 12 Juli 2020.

25. Inge Hutagalung. “Dinamika Sistem Pers di Indonesia”. Interaksi Jurnal Ilmu Komunikasi. https://ejournal.undip.ac.id. Diakses pada 17 Juni 2020

(18)

26. James Peter N.C. Paath. “Wajibkah ada Keterangan Saksi dalam Perkara Pidana?” https://www.hukumonline.com.. Diakses pada 03 Juli 2020 27. Lilik Mulyadi, “Pergeseran Perspektif dan Praktik dari Mahkamah Agung

Republik Indonesia mengenai Pemutusan Pemidanaan”.

https://badilum.mahkamahagung.go.id. Diakses pada 28 Februari 2020.

28. Mahfud Achyar. “Kebebasan Pers dan

Demokrasi”https://www.kompasiana.com. Diakses pada 04 Juli 2020 29. Modul 02 Hukum dan SIstem Peradilan Pidana. https://aclc.kpk.go.id. Hal

36 Diakses pada 27 Mei 2020,

30. Nursita Sari, “Kaleidoskop 2016: Kopi Sianida, Mirna, dan Jessica”.

https://megapolitan.kompas.com. Diakses pada 05 Mei 2020.

31. Raja Eben Lumbanrau. “Reynhard Sinaga: Menjaga kerahasiaan proses persidangan di Inggris”. https://www.bbc.com. Diakses pada 12 Januari 2020.

32. Rangga Sasmita. “Penerapan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Praktek Penanganan Tindak Pidana Pencurian (Studi Kasus Kota Mataram)”.https://ejournal.undip.ac.id/. Diakses pada 21 Maret 2020 33. Rohma, Pertiwi. “Hukum Pembuktian pada Hukum Acara Pidana”

https://www.kompasiana.com. Diakses pada 15 Maret 2020.

34. Serafica Gischa. “Sistem Hukum Anglo Saxon, Perbedaannya dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental”. https://www.kompas.com. Diakses pada 02 Juli 2020

35. Sofyan, Mukhtar. “Hukum Pembuktian Inggris”. http://jhp.ui.ac.id. Diakses pada 15 Maret 2020

36. Sofyan, WImbo A.P. dan Hartiwiningsih, Hari Purwadi. “Transplantasi Sistem Peradilan Jury pada SIstem Peradilan Pidana Indonesua”

https://jurnal.uns.ac.id. Diakses pada 02 Juli 2020

37. Sovia Hasanah, “ Dapatkah Penggeledahan Dilakukan dalam Proses Penyelidikan”. https://www.hukumonline.com. Diakses 23 Mei 2020 38. Sovia Hasanah. “Perbedaan Karakteristik Civil Law dengan Common Law”

https://www.hukumonline.com. Diakses pada 01 Juli 2020

39. Terjemahan bebas dari “Court of Appeal” https://www.judiciary.uk.

Diakses pada 3 Juni 2020

(19)

40. Terjemahan bebas dari “Criminal” https://www.judiciary.uk. Diakses pada 08 Juli 2020.

41. Terjemahan bebas dari “Crown Court” https://www.gov.uk. Diakses pada 1 Juni 2020

42. Terjemahan bebas dari “Crown Court” https://www.judiciary.uk. Diakses pada 10 Juli 2020

43. Terjemahan bebas dari “Crown Court Trial Paty 3 : Summing-up, Jury retirement &Verdict” https://www.defence-barrister.co.uk. Diakses pada 10 Juli 2020

44. Terjemahan bebas dari ‘”Jury Vetting : Right of Stand by Guidelines”

https://www.gov.uk. Diakses pada 08 Juli 2020.

45. Terjemahan bebas dari “The Supreme Court”

https://www.supremecourt.uk. Diakses pada 10 Juni 2020

46. Terjemahan bebas dari “Court Structure and Hierarchy”

https://england.shelter.org.uk. Diakses pada 11 Juni 2020

47. Terjemahan bebas dari “Magistrates Court” https://www.gov.uk. Diakses pada 1 Juni 2020

48. Terjemahan bebas dari “Media Law, Ethics and Regulation”.

https://www.bbc.co.uk.Diakses pada 22 Juni 2020.

49. Terjemahan bebas dari “Section 24 Serious Organised Crime and Poluce Act 2005” http://www.legislation.gov.uk. Diakses pada 12 Juni 2020 50. Terjemahan bebas dari “What Powers do the Police have to Arrest and

Detain Me?” https://www.inbrief.co.uk. Diakses pada 12 Juni 2020

51. Terjemahan bebas dari “The Crown Prosecution Service”

https://www.cps.gov.uk. Diakses pada 12 Juli 2020

52. Terjemahan bebas dari “What we do” https://www.ipso.co.uk/what-we-do/

53. Tri Jata A. P. “ Kasus Belum Dinyatakan P-21, Apakah Berarti Tersangka DIbebaskan?” https://www.hukumonline.com. Diakses pada 24 Mei 2020 54. Vidya Prahassaccitta. “Keterbukaan dan Fair Trial dalam Siaran Langsung

Persidangan Pidana”. https://business-law.binus.ac.id. Diakses pada 24 Maret 2020

55. Yaqub Wiranata. “ Perbandingan Sistem Peradilan Pidana Indonesia dengan Inggris”. https://www.slideshare.net. Diakses pada 01 Juni 2020.

(20)

56. Yeremia Sukoyo. “Surat Edaran MA Correng Prinsip dan Asas Keterbukaan Sidang” https://www.beritasatu.com. Diakses pada 05 Juli 2020

SKRIPSI

1. Ahli Digital Forensik” http://repository.umy.ac.id. Diakses pada 28 Februari 2020

2. “Bab II, Kajian Teoritis Sistem Peradilan Pidana dan Upaya Hukum Kasasi Terhadap Tindak Pidana Korupsi”. http://media.unpad.ac.id. Diakses pada 14 Maret 2020.

3. Bab II. http://repository.unpas.ac.id. Diakses pada 10 April 2020

4. “Bab III Pembuktian dalam Sistem Peradilan Pidana dan Alat Bukti Keterangan

5. “Bab II Tinjauan Pustaka”. http://digilib.unila.ac.id. Diakses pada 24 Mei 202

6. Bab II. http://digilib.unila.ac.id. Diakses pada 02 Juli 2020

7. Ruchoyah, “Urgensi Plea Bargaining System dalam Pembaharuan Sistem Peradilan Pidana di Indonesia”. http://eprints.umm.ac.id. Diakses pada 15 Maret 2020

8. II. Tinjauan Pustaka. http://digilib.unila.ac.id. Diakses pada 29 Mei 2020.

PERATURAN-PERATURAN 1. Undang-Undang Dasar 1945

2. Undang-Undang No 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana 3. Undang-Undang No 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung’

4. Penjelasan Umum Undang-Undang No 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung ”

5. Undang-Undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

6. Undang-Undang 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman 7. KUHP

(21)

8. SEMA NO 2 TAHUN 2020 Tentang Tata Tertib Persidangan

9. Keputusan Jaksa Agung RI No 518/J.A/11/2001 Tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung RI No. 132/J.A/11/1994 Tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana.

10. Peraturan Dewan Pers No 4/Peraturan-DP/III/2008 Tentang Standar Perusahaan Pers

11. Kode Etik Jurnalistik 12. Contempt of Court Act 198

13. Crown Prosecutor Service Act 1985 14. Communication Act 2003

15. European Convention on Human Rights 16. Juries Act 2003

17. NUJ Rules 2018-2020

18. Serious Organized Crime and Police Act 200

(22)

Gambar

Tabel 1. Penulisan terdahulu. ................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Saat ini banyak sekali orang yang terjun ke dunia industri terutama industri dibidang pakaian. Di daerah pekalongan khususnya di desa Babalan kecamatan Bojong ada salah satu industri

Kesimpulan dari penulisan ilmiah ini adalah penggunaan komputer dengan memakai program Foxbase sangat mendukung aktifitas kegiatan pada usaha penyewaan alat alat pesta, karena

(1) Setiap produsen atau distributor susu formula bayi dan/ atau produk bayi lainnya dilarang memberikan hadiah dan/ atau bantuan kepada tenaga kesehatan, penyelenggara

Guna meningkatkan produktivitas kerja penerapan sistim kabel layang Expo-2000 Generasi-3 perlu prakondisi yang baik meliputi posisi kayu sedapat mungkin terkumpul dekat dengan

Kelengkapan Dokumen yang harus Saudara bawa pada saat acara dimaksud terdiri atas: - asli Dokumen Pengadaan sebagaimana yang telah diunggah pada LPSE Kota Medan; - asli

Tetapi, jauh lebih dalam dari itu, substansi urusan tanah adalah sejauh mana manusia menghargai tanah sebagai bagian dari hidup dan kehidupanya?... Dorongan

Berdasarkan pemikiran tersebut, peneliti mengadakan penelitian dengan judul: “ Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Salah satu bukti kemerosotan yang terjadi adalah pada enkulturasi ketiga sudah tidak dilakukan lagi membahasakan oleh orang tua, sehingga generasi keempat pada