PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 8 KOTA BENGKULU TERAKREDITASI “A”
Jl.Wr.Supratman Pematang Gubernur Kec.Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Telp.7310228 Email:[email protected] – Website : http://Smandelbkl.sch.id
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN KLASIKAL SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/2023
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Kesehatan Reproduksi Remaja
D Fungsi Layanan Pemahaman dan Pencegahan
E Tujuan Umum Peserta didik mengetahui pentingnya
menjaga kesehatan reproduksi.
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik dapat mengemukakan dampak pergaulan yang tidak sehat.
2. Peserta didik dapat memahami masalah kesehatan reproduksi.
3. Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
G Sasaran Layanan Kelas XI IPA 1
H Materi Layanan
1. Pengertian kesehatan reproduksi remaja 2. Organ reproduksi dan fungsinya3. Masalah kesehatan reproduksi remaja 4. Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi
remaja
5. Cara menjaga kesehatan organ reproduksi remaja
I Waktu 1 x 45 Menit
J Sumber Materi
1. BKKBN, 2016. Himpunan Materi Program GenRe. Bengkulu: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bengkulu.2. Lubis, N.L. 2016. Psikologi Kespro Wanita &
Perkembangan Reproduksinya Ditinjau Dari Aspek Fisik dan Psikologisnya. Jakarta:
Kencana
3. http://promkes.kemkes.go.id/pentingnya- menjaga-kebersihan-alat-reproduksi diakses pada 10 September 2019.
K Metode Ceramah, tanya jawab, diskusi, presentasi
L Strategi/Teknik
Discovery LearningM Media / Alat
LCD, laptop, Video kesehatan reproduksiremaja, lembar kerja kelompok, kertas,
pena, lembar evaluasi peserta didik.
N Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan A. Kegiatan guru BK
1. Memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa
2. Mengecek kehadiran dan mengajak berempati kepada peserta didik yang tidak hadir karena sakit
3. Mengajak peserta didik untuk mengikuti kegiatan pelayanan dengan penuh perhatian dan semangat
4. Menampilkan topik dan tujuan layanan tentang pengendalian emosi marah kepada peserta didik melalui tampilan power point.
B. Kegiatan peserta didik
1. Menjawab salam dan berdoa 2. Merespon absensi dari Guru BK dan
berempati kepada teman yang tidak hadir karena sakit
3. Mengikuti kegiatan pelayanan dengan penuh perhatian dan semangat
4. Memperhatikan dan memahami tujuan pelayanan.
2. Tahap Inti
A. Kegiatan Guru BK
1. Menyampaikan strategi layanan yang digunakan
2. Membagi peserta didik menjadi 6 kelompok terdiri dari 6 orang masing-masing kelompok
(kelompok dibentuk dengan cara berhitung)
Stimulation (Stimulasi)
3. Menayangkan video tentang
kesehatan reproduksi remaja
Problem Statmen (Merumuskan Masalah)4. Guru BK meminta peserta didik menanggapi video tentang kesehatan reproduksi remaja
Data Collecting (Pengumpulan Data)5. Guru BK membagikan lembar kerja kelompok kepada masing- masing kelompok
6. Guru BK meminta peserta didik mendiskusikan materi dan mencatat hasil diskusi
Verification ( Verifikasi)7. Guru BK meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok
B. Kegiatan Peserta Didik
1. Memperhatikan penjelasan guru BK 2. Membentuk kelompok diskusi
3. Memperhatikan video yang ditayangkan
4. Menanggapi video tentang kesehatan reproduksi remaja
5. Peserta didik menerima lembar kerja kelompok
6. Mendiskusikan materi dan mencatat hasil diskusi
7. Peserta didik mempresentasikan
hasil diskusi kelompok
Generalization ( Kesimpulan)
8. Guru BK membimbing peserta
didik dalam menyimpulkan materi tentang kesehatan reproduksi remaja
8. Peserta didik menyimpulkan materi tentang kesehatan reproduksi remaja
3. Penutup
A. Kegiatan Guru BK
1. Meminta peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti layanan 2. Meminta peserta didik untuk
mengerjakan lembar evaluasi terkait materi layanan
3. Memberikan tugas untuk minggu selanjutnya yaitu “Pendewasaan Usia Perkawinan”
4. Menutup kegiatan layanan dengan salam.
B. Kegiatan Peserta Didik
1. Peserta didik mengungkapkan perasaan setelah mengikuti layanan 2. Mengerjakan lembar evaluasi
3. Menyimak penjelasan Guru BK dan mencatat hal yang diperlukan untuk minggu depan
4. Menjawab salam.
O Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses peserta didik selama mengikuti layanan klasikal:
1. Mengadakan refleksi hasil materi “ Bagaimana menjaga kesehatan reproduksi remaja” setiap siswa menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan klasikal.
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau bertanya.
2. Evaluasi Hasil 1. Merasakan pemahaman baru,
mendapat pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan reproduksi remaja.
2. Merasakan perasaan positif tentang topik yang dibahas dan cara guru BK menyampaikan materi layanan.
3. Merencanakan kegiatan materi
selanjutnya “Pendewasan Usia
Perkawinan”
Lampiran : 1. Uraian materi
2. Lembar kerja kelompok 3. Lembar penilaian proses 4. Lembar evaluasi siswa
Mengetahui ,
Kepala SMAN 8 Bengkulu Guru Bimbingan Konseling
Hidayatul Mardiah, M.Pd Wanda Marika DP, S.Pd.I, Gr NIP. 19791001.200312.2.008 NIPPPK. 198812142022212014
Lampiran 1: Uraian Materi
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA 1. Pengertian kesehatan reproduksi remaja
Kesehatan reproduksi remaja merupakan serangkaian kalimat yang tidak asing lagi, bahkan sering terdengar oleh remaja. Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata “produksi” yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi. Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum menikah dan sesudah menikah (BKKBN, 2016).
Berdasarkan hal tersebut kesehatan reproduksi remaja dapat dipahami sebagai keadaan sehat seorang remaja mencakup fieik, mental, dan kehidupan sosial, yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi sehingga remaja tersebut memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.
2. Organ reproduksi remaja laki-laki dan fungsinya
1) Penis, sebagai alat senggama, saluran untuk pembuangan sperma dan air seni
2) Glans, bagian depan atau kepala penis. Kulit yang menutupi bagian disebut foreskin (preputium)
3) Saluran kencing (uretra), saluran untuk mengeluarkan air seni dan air mani
4) Saluran sperma (vas deferens), saluran yang menyalurkan sperma dari testis menuju prostat
5) Epidydirmis, merupakan tempat berkumpulnya sperma yang dihasilkan testis
6) Buah zakar (testis), berjumlah 2 buah untuk memproduksi sperma. Scrotum adalah kandung kulit yang melindungi testis dan sebagai tempat berantungnya testis
7) Scrotum, merupakan kantung kulit yang melindungi testis. Berwarna gelap dan berlipat- lipat, dan sebagai tempat bergantungnya testis
8) Kelenjar prostat, kelenjar yang menghasilkan cairan mani yang ikut mempengaruhi kesuburan sperma
9) Vesikula seminalis, memiliki fungsi yang hampir sama dengan kelenjar prostat
10) Kandung kencing, tempat penampungan sementara hasil ekskresi (pengeluaran) dari ginjal (air seni).
3. Organ reproduksi remaja laki-laki dan fungsinya
1) Ovarium (indung telur), organ yang berfungsi menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon- hormon (estrogen dan progesteron)
2) Umbai-umbai (fimbrae), menangkap ovum yang dikeluarkan indung telur
3) Saluran telur (tuba fallopi), sebagai saluran sel telur dari indung telur menuju rahim (proses ovulasi) dan tempat pembuahan (konsepsi) atau bertemunya sel telur dan sperma. Ujung dari tuba fallopi adalah fimbrae
4) Rahim (uterus), tempat pertumbuhan janin. Dinding rahim yang menebal dan berisi pembuluh darah akan keluar sebagai menstruasi
5) Leher rahim (cervix), bagian bawah rahim bagian luar, ditetapkan sebagai batas penis waktu masuk ke dalam vagina, dan pada saat persalinan, leher rahim membuka sehingga bayi dapat keluar
6) Vagina (lubang senggama) yaitu sebuah saluran berbentuk silinder yang bersifat elastis dengan berlipat-lipat. Bibir vagina bagian luar (labia mayora), memberikan perlindungan kepada klitoris, lubang kencing dan lubang vagina. Bibir vagina bagian dalam (labia minora) terletak di belakang labia mayora, memiliki banyak pembuluh darah dan syaraf 7) Mulut vagina merupakan rongga penghubung rahim dengan bagian luar tubuh. Lubang
vagina ditutupi oleh selaput dara, vagina berfungsi untuk bersenggama, tempat keluarnya menstruasi dan jalan lahir bayi
8) Kelentit (klitoris), benjolan daging kecil yang paling peka karena banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf
9) Lubang kencing, saluran tempat keluarnya air seni dan kandung kemih 10) Anus, berfungsi membuang fases melalui proses buang air besar 11) Selaput dara (hymen), selaput tipis di muka liang vagina
12) Payudara, terkait proses menyusui. Pada masa remaja payudara mulai membesar.
4. Masalah kesehatan reproduksi remaja
Tahukah kamu, apa saja masalah kesehatan reproduksi remaja? Terdapat banyak masalah dalam kesehatan reproduksi remaja, namun dalam hal ini masalah kesehatan reproduksi remaja akan dikelompokkan menjadi 3 masalah yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA.
A. Seksualitas
Mengapa seksualitas dikatakan masalah dalam kesehatan reproduksi remaja? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan. Dalam hal ini emosi, perasaan, kepribadian, sikap yang berkaitan dengan perilaku seksual, hubungan seksual dan orientasi seksual telah menyimpang. Sehingga terjadi perilaku seksual yang beresiko, seperti:
1. Seks Pra Nikah
Kontak seksual ini dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah, sehingga dapat menimbulkan kehamilan tidak diinginkan dan aborsi. Kedua hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi tetapi juga psikologis, sosial dan untuk kehamilan tidak diinginkan berdampak pula bagi anak yang dilahirkan.
2. IMS (Infeksi Menular Seks)
IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, oral maupun anal. Pada dasarnya orang yang sudah aktif secara seksual dapat tertular IMS.
Khususnya pada orang yang suka berganti-ganti pasanganseksual dan orang yang punya satu pasangan, tetapi pasangan seksualnya suka berganti-ganti pasangan seksual.
Perlu disadari bahwa remaja perempuan lebih besar beresiko terkena IMS daripada laki-laki, sebab alat reproduksi perempuan lebih rentan. Infeksi tersebut dapat menimbulkan peradangan pada alat reproduksi, menurunkan kualitas ovulasi sehingga mengganggu siklus dan banyaknya haid, serta menurunkan kesuburan,sakit berkepanjangan dengan munculnya bekas bisul atau nanah di daerah alat kelamin, nyeri pada saat buang air kecil karena peradangan saluran kemih, lebih mudah terinfeksi HIV, kemandulan dan kematian.
Adapun jenis IMS adalah sebagai berikut:
• Gonnorrhea (GO/kencing nanah)
• Sifilis (Raja singa)
• Herpes genitalis
• Trikomonas vaginalis
• Chancroid
• Akuminata (Jengger ayam)
• Kutu pubis
• Hepatitis B
Mengingat sebagian besar penularan IMS melalui hubungan seksual maka cara pencegahan yang paling efektif adalah menghindari hubungan seksual sebelum menikah, melakukan kegiatan positif dan meningkatkan ketahanan moral melalui pebdidikan agama.
Adapun pengobatan IMS sebaiknya konsultasikan langsung pada dokter dan datang ke pusat pelayanan informasi IMS setempat ayau puskesmas.
B. HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus), yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan mnusia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sekumpulan gejala penyakit yang timbul akibat melemahnyasistem kekebalan tubuh, kerena terinfeksi virus HIV.
Mengapa HIV/AIDS menjadi masalah pada kesehatan reproduksi remaja? Hal ini dikarenakan HIV/AIDS menyerang tubuh manusia, yang media penularannya melalui darah, cairan sperma dan cairan vagina. Adapun cara penularan HIV/AIDS sebagai berikut:
1. Transfusi darah atau produk darah 2. Transplantasi organ atau jaringan tubuh
3. Pemkaian jarum suntik/alat tajam yang tidak steril secara bergantian atau tercemar HIV, misalnya jarum tato, jarum tindik dan peralatan pencet jerawat
4. Hubungan seksual yangtidak aman
5. Ibu hamil yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya.
Hal yang perlu dilakukan remaja agar tidak tertular HIV/AIDS adalah:
1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah ataupun perilaku seksual beresiko 3. Menghindari penggunaan NAPZA
4. Menghindari perilaku tidak sehat dan tidak bertanggung jawab
5. Tidak melakukan kontak langsung percampuran darah dengan orang terpapar HIV
6. Mencari informasi lengkap dan benar terkait HIV/AIDS serta mendiskusikan secara terbuka dengan orang tua, guru, teman atau orang yang memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut.
C. NAPZA
NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psokotropika dan Zat Adiktif lainnya. NAPZA menjadi salah satu masalah pada kesehatan reproduksi remaja. Adapun gangguan sistem reproduksi yang diserang akibat dari penyalahgunaan NAPZA meliputi gangguan fungsi seksual (mandul dan impotensi), menstruasi yang tidak teratur dan cacat pada janin selain itu juga dapat terinfeksi virus hepatitis B serta HIV.
5. Memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja
Haruskah kita menjaga kesehatan reproduksi? Untuk apa kesehatan reproduksi dijaga?
Pertanyaan seperti itu akan muncul pada remaja yang mulai mempelajari perkembangan reproduksinya. Penting bagi seorang remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Hal ini dikarenakan kesehatan reproduksi merupakan modal dasar seorang remaja untuk mencapai masa dewasanya yang sehat.
Kesehatan reproduksi seorang remaja tidak hanya sehat secara sistem, fungsi, dan proses reproduksi saja, tetapi juga mempengaruhi sehat secara fisik, mental, dan sosial. Mengapa sistem, fungsi, dan proses reproduksi mempengaruhi fisik, mental, dan sosial seorang remaja?
Hal ini dikarenakan apabila sistem, fungsi, dan proses reproduksi seorang remaja sehat maka secara fisik, mental, dan sosial remaja juga sehat. Sebaliknya apabila sistem, fungsi, dan proses reproduksi remaja tidak sehat maka secara fisik sudah pasti tidak sehat dan secara mental serta sosial remaja akan terganggu.
Sebagai contoh:
Selain itu, penting bagi seorang remaja menjaga kesehatan reproduksi agar terhindar dari berbagai macam masalah kesehatan reproduksi seperti:
A. Perilaku seksual beresiko
1. Seks pranikah yang dapat berakibat pada kehamilan tidak diinginkan 2. Perilaku seksual berganti-ganti pasangan
3. Aborsi tidak aman
4. Perilaku beresiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV B. Perilaku berisiko lain yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi
1. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA)
2. Perilaku gizi buruk yang dapat menyebabkan masalah gizi khususnya anemia.
Oleh karena itu penting bagi seorang remaja untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Agar remaja tersebut menjadi remaja yang sempurna serta mampu menyiapkan masa dewasa untuk menikah dan menjadi orang tua pada usia yang matang.
6. Cara menjaga kesehatan organ reproduksi remaja
Pada dasarnya cara menjaga kesehatan organ reproduksi tidak jauh berbeda dengan cara menjaga kesehatan secara umum. Agar organ reproduksi tetap sehat, Anda sebaiknya
Seorang remaja di Kota Anggrek, selalu mengalami masalah setiap menstruasi.
Darah menstruasi yang keluar selalu banyak bahkan seperti orang pendarahan. Hal
ini tidak hanya menggnggu pada sistem reproduksi remaja tersebut, secara fisik
remaja tersebut terlihat lemas dan mudah lelah. Karena masa menstruasi jelas
membuat emosional remaja tersebut menjadi tidak stabil. Tidak hanya itu,
kecemasan akan darah yang selalu banyak tersebut membuat dia stres dan
mengganggu hubungan sosialnya dengan orang lain.
menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan. Jadi pengenalan tentang cara menjaga organ reproduksi sudah harus dilakukan sejak usia remaja. Lalu, langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi baik untuk pria maupun wanita?
A. Menjaga kebersihan reproduksi
Menjaga kesehatan reproduksi merupakan salah satu cara menjaga kesehatan organ reproduksi paling dasar. Seperti yang kita ketahui secara umum memang kebersihan sangat terkait dengan kesehatan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi adalah seperti berikut ini:
• Menjaga organ reproduksi agar tidak lembap. Pastikan untuk mengeringkan area kelamin menggunakan handuk yang lembut, kering dan bersih setiap diperlukan.
• Rutin mengganti pakaian dalam paling tidak 2 kali sehari.
• Menggunakan pakaian dalam yang nyaman dan menyerap keringat.
• Perempuan disarankan untuk membersihkan alat kelamin dari depan ke belakang untuk mencegah kuman di anus masuk ke organ reproduksi.
• Laki-laki disarankan untuk khitan atau sunat untuk menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual.
B. Menghindari aktivitas seksual yang berisiko
Pemahaman tentang aktivitas seksual yang berisiko adalah hal yang penting. Aktivitas seksual berisiko memiliki beragam bentuk mulai dari hubungan seksual tanpa kontrasepsi hingga berganti-ganti pasangan. Kedua aktivitas ini sama-sama memiliki risiko tinggi menularkan penyakit seksual. Maka dari itu, mengenalkan risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya pada remaja perlu dilakukan. Jika telah memahami risiko dari aktivitas dan risiko dari berbagai penyakit organ seksual, tentunya seseorang akan lebih sadar akan pentingnya aktivitas seksual yang aman.
C. Asupan makanan gizi seimbang
Cara menjaga kesehatan organ reproduksi selanjutnya adalah dengan menjaga asupan makanan. Makanan yang paling baik untuk kesehatan adalah makanan dengan gizi seimbang yaitu dengan memenuhi nutrisi sesuai dengan takarannya.
D. Hindari rokok dan alkohol
Rokok dan minuman beralkohol adalah dua hal yang sebaiknya dihindari oleh pria maupun wanita. Keduanya dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Kebiasan merokok dan minum alkohol pada wanita dikaitkan dengan gangguan ovulasi. Sedangkan pada pria, rokok dan alkohol dianggap dapat memengaruhi kualitas sperma.
E. Istirahat cukup Istirahat cukup adalah salah satu kunci dari hidup sehat. Cara ini juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Kurangnya istirahat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berpengaruh pada kesuburan
F. Perhatikan produk yang digunakan
Menggunakan produk untuk area organ intim tidak bisa dilakukan sembarangan, karena area ini merupakan area yang cukup sensitif. Wanita dihimbau untuk tidak menggunakan produk pembersih organ kewanitaan secara rutin. Produk pembersih tersebut ditakutkan akan membunuh semua bakteri baik pada area kewanitaan. Padahal bakteri ini sangat penting untuk menjaga pH area tersebut. Jika bakteri baik juga hilang, risiko infeksi justru akan lebih tinggi.
Lembar Kerja Kelompok 1
Pengertian Kesehatan Reproduksi
Diskusikanalah dalam kelompok tentang materi dibawah ini:
1. Asal dan arti kata reproduksi.
2. Pengertian kesehatan reproduksi remaja menurut BKKBN.
Lembar Kerja Kelompok 2
Organ Reproduksi Remaja laki-laki dan Fungsinya
Diskusikanalah dalam kelompok tentang materi dibawah ini:
1. Sebutkan apa saja organ reproduksi laki-laki
2. Jelaskan Fungsi dari masing-masing organ reproduksi
Lembar Kerja Kelompok 3
Organ Reproduksi Remaja Perempuan dan Fungsinya
Diskusikanalah dalam kelompok tentang materi dibawah ini:
1. Sebutkan apa saja organ reproduksi perempuan 2. Jelaskan Fungsi dari masing-masing organ reproduksi
Lembar Kerja Kelompok 4
Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja
Jelaskanlah materi dibawah ini:
Masalah kesehatan reproduksi remaja yang dikelompokkan dalam:
1. Seksualitas.
2. HIV/AIDS.
3. NAPZA.
Lembar Kerja Kelompok 5
Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja
Diskusikanalah dalam kelompok tentang materi dibawah ini:
1. Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja.
2. Menjaga kesehatan reproduksi agar terhindar dari:
• Perilaku seksual beresiko.
• Perilaku berisiko lain yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
Lembar Kerja Kelompok 6
Cara menjaga kesehatan organ reproduksi remaja
Diskusikanalah dalam kelompok tentang materi dibawah ini:
Cara menjaga kesehatan reproduksi remaja dari aspek:
1. Kebersihan 2. Aktifitas 3. Pola hidup
LEMBAR PENILAIAN PROSES
Hari/Tanggal : Materi : Kesehatan Reproduksi Remaja
Kelas : XI IPA 1 Pertemuan : 1
NO NAMA ASPEK PENILAIAN JUMLAH
Keaktifan Kerjasama Komunikasi Toleransi 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Skala Penilaian:
4: Sangat Baik 3: Baik
2: Cukup 1: Kurang
Nama : ...
Kelas : ...
Lembar evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ananda mengenai materi layanan yang telah diberikan.
1. Jelaskan pengertian kesehatan reproduksi remaja dengan tepat menurut BKKBN!
Jawab :
...
...
...
...
...
Perhatikan gambar berikut!
2. Sebutkan minimal 4 contoh organ reproduksi remaja (laki-laki dan perempuan) beserta fungsinya!
Jawab :
...
...
...
...
...
...
...
LEMBAR EVALUASI PESERTA DIDIK
MATERI: KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
3. Jelaskan minimal 2 masalah kesehatan reproduksi yang dialami remaja!
Jawab :
...
...
...
...
...
...
...
...
4. Mengapa seorang remaja harus menjaga kesehatan reproduksi dengan baik?
Jawab :
...
...
...
...
...
5. Pada dasarnya cara menjaga kesehatan organ reproduksi tidak jauh berbeda dengan cara menjaga kesehatan secara umum. Agar organ reproduksi tetap sehat, Ananda sebaiknya menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan.
Sebutkan cara dalam menjaga kesehatan reproduksi bagi remaja!
Jawab :
...
...
...
...
...
...
...
** Selamat Mengerjakan **