• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL SEDRAINPOND UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR BERBASIS MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODEL SEDRAINPOND UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR BERBASIS MASYARAKAT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL SEDRAINPOND UNTUK KONSERVASI TANAH DAN AIR BERBASIS MASYARAKAT

Sriyana

Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Undip

ABSTRACT

There are impacts of critical land condition, such as flood in rainy season and dryness in dry season resulting lack of water for human consumption, agriculture and so on. Efforts have been made by building hydraulic structures ( reservoir, weir etc), but gradually become full of sediment, resulting insufficient work and high maintenance cost. Moreover, wells in houses which is used for fresh water, and wells in paddy field or agriculture which is used as retention also suffers dryness which result in crop failure. The purpose of this article is to develop SeDrainPond modeling of land and water conservation for community basis, where community especially farmers participate well in implementation and maintenance. There are benefits in using SeDrainPond model such as able to control sediment transport flowing to rivers, reservoir or other hydraulic structures, reduce flood rate, increase ground water recharge, contain water for agriculture, and to control fertility of paddy field or agriculture. The cost of making 1 unit of SedrainPond ( 1,5 x1,5)m, 2-3 meters depth, as for stimulus cost is relatively cheap that is Rp. 50.000 to Rp. 100.000; and maintenance is being done by farmers, and cost nothing for government. When SedrainPond model becomes functional, besides containing water in rainy season, in dry season, the water can be used as sustain water for agriculture so that there is no more crop failure. When Pond becomes dry, farmers can harvest suspension sediment such as clay or soft materials, and can spread them to their land to keep its fertility.

Keywords: Model, SeDrainPond

ABSTRAK

Dampak kondisi lahan kritis, bila saat musim hujan terjadi banjir dan saat musim kemarau terjadi kekeringan sehingga mengalami kekurangan air baik utk air minum, pertanian dan sebagainya.

Upaya telah dilakukan dengan membangun bangunan air ( Waduk, Bendung, dll), tetapi lambat laun penuh sedimen, sehingga menyebabkan kinerja sdh tidak memadai dan dibutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Disamping itu sumur – sumur gali di permukiman yang dimanfaatkan untuk kepentingan air bersih menjadi kering, dan sumur – sumur gali pada lahan sawah atau tegalan tadah hujan yang berfungsi sebagai retensi juga mengalami kekeringan sehingga terjadi gagal panen. Tujuan tulisan ini adalah mengembangkan Model SeDrainPond untuk konservasi tanah dan air berbasis masyarakat, dimana masyarakat khususnya para petani terlibat langsung baik dalam pelaksanaan maupun pemeliharaan. Manfaat Model SeDrainPond adalah untuk Mengendalikan angkutan sedimen yg masuk ke sungai, waduk atau bangunan air lainnya, Mengurangi debit banjir, Menambah cadangan air tanah (Recharge), Menampung air untuk pertanian, Mengendalikan kesuburan tanah sawah atau ladang. Biaya pembuatan satu SedrainPond ( 1,5 x1,5)m, kedalaman 2 m sampai 3 m, sebagai biaya stimulus relatif murah yaitu sebesar Rp.

50.000 ; sampai Rp. 100.000; dan pemeliharaan dilakukan oleh para petani, pihak Pemerintah tidak mengeluarkan biaya.

Pada saat model SedrainPond sudah berfungsi, selain menampung air saat musim hujan, maka pada saat musim kemarau, tampungan air pada Pond, dimanfaatkan sebagai penyangga air untuk pertanian agar tidak terjadi gagal panen. Apabila Pond sudah kering, maka para petani akan memanen hasil tangkapan berupa sedimen layang berupa lempung atau material halus, lalu disebarkan ke sawah atau ladang miliknya, sehingga tanah tetap subur.

Kata kunci : Model, SeDrainPond.

(2)

1. PENDAHULUAN

Kerusakan DAS ( Daerah Aliran Sungai), sebagai salah satu penyebab terjadinya pemanasan global., sehingga akan mempengaruhi Iklim, dimana pada saat musim hujan menjadi pendek, sehingga intensitas hujan menjadi tinggi akibatnya terjadi banjir dan pada musim kemarau menjadi panjang. Sehingga terjadi kekeringan atau kekurangan air. Sungai – sungai yang ada tidak mampu mengalirkan aliran air pada saat musim hujan, dan tidak ada aliran air pada saat musim kemarau. PerMenHut RI (2009) mendefinisikan bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak – anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografi dan batas laut sampai daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas di daratan. Disamping itu, akibat kondisi lahan kritis, apabila turun hujan akan terjadi erosi permukaan lahan, sehingga air permukaan mengandung sedimen tersuspensi (sedimen layang). maka lambat laun sedimen tersuspensi tersebut akan mengakibatkan pendangkalan pada bangunan air, atau waduk, sehingga akan memperpendek umur waduk. maka perlu upaya pengendalian sedimen. PerMenHut (2008) Konservasi tanah dan air adalah merupakan upaya untuk penggunaan lahan sesuai dengan syarat–syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Sedang tujuan konservasi tanah dan air adalah untuk mempertahankan tanah dan air dari kehilangan dan kerusakannya melalui pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir sehingga lahan dan air dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Menurut PerMenHut RI (2009) bahwa lahan kritis adalah lahan yang keadaan fisiknya demikian rupa sehingga lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksi maupun sebagai media tata air Pada lahan sawah atau tegalan tadah hujan, tidak terdapat simpanan air, sehingga hasil panen tidak optimal dan sering mengalami kegagalan panen.

Upaya telah dilakukan dengan membangun bangunan air (Waduk, Bendung, dll), tetapi lambat laun penuh sediment, sehingga menyebabkan kinerja sdh tidak memadai dan apabila berharap menoptimalkan kinerja bangunan air tersebut, dibutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Disamping itu sumur – sumur gali yang ada mengalami kekeringan, sehingga pada lahan sawah atau tegalan tadah hujan, maupun permukiman, mengalami krisis air. Hugo A. Loaciga and Alison Huang (2007), pengadakan penelitian dengan menggunakan persamaan Green – Ampt bahwa kedalaman air pada Pond dipengaruhi oleh laju infiltrasi. Dalam penelitian tersebut belum memperhitungkan hasil sedimen tangkapan untuk dipanen, seta belum melibatkan masyarakat langsung. PerMenHut (2008), pedoman Teknis Rehabilitasi Hutan dan lahan, menyarankan bahwa dalam upaya konservasi air salah satunya adalah pembuatan Rorak ( saluran buntu) yang berfungsi untuk menampung air dan meresapkannya kedalam tanah, dengan maksud mengurangi aliran permukaan dan menampung sedimen. Kekurangan konstruksi Rorak, adalah daya tampung air relatif sedikit ( hanya pada saluran yang ada) dan setelah beberapa waktu, hujan reda kecendurungan air yang tertampung pada saluran relatif sedikit dan terkadang sdh tidak ada air. Konstruksi Torak, kecendurungan bersifat untuk mengendalikan erosi saja, bukan menampung sedimen tersuspensi.

Yuan Cheng ( 2008) melakukan penelitian tentang debit sedimen terhadap air banjir yang tertampung pada Pond.

dimana dalam evaluasi menunjukkan bahwa besaran kandungan sedimen pada Pond tergantung lokasi inlet. D.N Powell dkk, (2008) melakukan penelitian, dengan model detension basin, dimana model tersebut mampu menurunkan debit puncak sebesar 20%. Kekurangan model tersebut adalah belum memperhitungkan hasil sedimen tangkapan untuk dipanen, belum memperhitungkat infiltrasi, tidak melibatkan masyarakat langsung.

Tujuan tulisan ini adalah mengembangkan Model SeDrainPond untuk konservasi tanah dan air berbasis masyarakat, dimana masyarakat khususnya para petani terlibat langsung baik dalam pelaksanaan maupun pemeliharaan. Ruang lingkup bahasan meliputi apa arti Model SedrainPond, Maksud dan Tujuan Pembuatan Model SeDrainPond, Manfaat Model SeDrainPond, Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Keterlibatan dalam Penerapan Model SeDrainPond, Pemilihan Lokasi Penerapan Model SeDrainPond, Konstruksi Model SeDrainPond , Cara Kerja Model SeDrainPond. serta Kesimpulan dan Saran

2. BAHASAN UTAMA

(3)

Maksud dan Tujuan Pembuatan Model SeDrainPond

Maksud pembuatan Model SeDrainPond adalah untuk konservasi tanah dan air pada Daerah Tangkapan Air.

Sedang tujuan pembuatan Model SeDrainPond adalah untuk menampung air permukaan dan sedimen tersuspensi (sedimen layang).

Manfaat Model SeDrainPond

Manfaat pembuatan Model SeDrainPond, yang diaplikasikan dilahan pertanian tadah hujan pada petak sawah atau ladang adalah sebagai berikut :

a. Mengurangi intensitas hujan atau debit banjir

Saat turun hujan, air permukaan yg telah mengumpul pada saluran pembuang, tidak langsung mengalir menuju sungai, tetapi mengalir menuju Pond lewat saluran gendong , yang ada pada petak – petak sawah atau ladang tersebut.

b. Meningkatkan kapasitas Resapan (recharge) air hujan kedalam lapisan tanah

Air permukaan yang telah mengalir di petak – petak sawah atau ladang, dan menggenang dengan tinggi 5 cm sampai 10 cm, dan air yang tetampung pada Pond akan meresap ketanah, sehingga akan meningkatkan kandungan air dalam tanah.

c. Mengurangi laju sedimen yg masuk ke sungai, waduk atau bangunan air lainnya,

Setelah air permukaan yang mengandung sedimen tersuspensi tersebut menggenang pada petak – petak sawah atau ladang, dan air permukaan yang tertampung pada Pond tersebut, maka sedimen tersebut akan mengendap pada petak – petak sawah atau ladang maupun mengendap pada Pond, sehingga akan mengurangi angkutan sedimen yang mengalir ke sungai atau bangunan air lainnya.

d. Mengurangi biaya pemeliharaan akibat pendangkalan sungai atau waduk.

Akibat adanya sedimen yang telah mengendap pada petak – petak sawah atau ladang maupun mengendap pada Pond, maka angkutan sedimen yang mengalir ke sungai atau waduk akan berkurang, sehingga akan mengurangi biaya pemeliharaan.

e. Memperpanjang Umur Bangunan Air (Waduk)

Mengingat sedimen tersebut telah mengendap pada petak sawah atau ladang maupun mengendap pada Pond, maka angkutan sedimen yang mengalir ke sungai atau waduk akan berkurang, sehingga akan memperpanjang umur bangunan air atau waduk.

f. Kesuburan tanah sawah terjaga, dari hasil panen sedimen

Sedimen yang telah mengendap pada petak sawah atau ladang menyebabkan kesuburan akan terjaga. Disamping itu sedimen yang telah mengendap pada Pond, akan dipanen oleh para petani, lalu disebarkan ke petak – petak atau ladang milik para petani itu sendiri, agar kesuburan tanah miliknya tetap terjaga kesuburannya.

g. Produksi hasil pertanian meningkat .

Adanya ketersediaan air yang tersimpan pada Pond, maka saat musim kemarau, dan tanaman masih membutuhkan air, maka air pada pond tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman, sehingga tanaman tidak kekurangan air, maka hasill panen akan lebih meningkat. Hal tersebut terbukti berdasarkan kajian awal pembuatan SeDrainPond, pada lahan sawah di DAS Kamplong tepatnya pada lahan sawah atau tegalan di Dukuh Kamplong, Desa Ngadirojo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.di Dukuh Keduang, Kab. Wonogiri, dimana pada lokasi tersebut telah terbentuk Paguyuban Petani Keduang Lestari, dengan jumlah anggota sebanyak 95 orang

Pelaksanaan di lapangan pembuatan SeDrainPond pada petak sawah atau tegalan, dengan ukuran (1,5 x 1,5 ) m, kedalam bervariasi antara 2,0 m sampai 3,0 m, pembiayaan dibantu oleh Balai PSDA Bengawan Solo, dimana bantuan tersebut bersifat stimulus sebesar Rp. 50.000,- per titik petak sawah atau tegalan. Pelaksanaan pembuatan SeDrainPond saat ini sebanyak 120 buah titik pada masing – masing petak sawah/tegalan atau seluas kurang lebih 15 Ha. Contoh gambar pellaksanaan model Sedrainpond di lapangan ( Ds. Keduang), lihat pada Gambar 1. dibawah ini.

(4)

Gambar. 1. Pelaksanaan SedrainPond

Setelah dievaluasi dengan adanya model SeDrainPond, maka ada dampak perubahan, dimana hasil panen padi, polowijo atau jagung yang dihasilkan sebelum di buat SeDrainPond sebanyak 600 kg sampai 900 kg/Ha dan tidak muncul rembesan – rembesan mata air. Sedang setelah dibuat SeDrainPond banyak rembesan air dan tampungan sebagai cadangan air serta hasil panen yang dihasilkan sebanyak 1,0 sampai 1,2 ton per hektar, artinya ada peningkatan hasil panensebesar 1,2 sampai 1,7 kali dibandingkan dari hasil panen sebelumnya. Contoh Pond , yg ada di petak – petak sawah, dan kondisi tanaman disekitar Pond ( lihat gambar 2)

Gambar 2. Tanaman di sekitar Pond

Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Berbasis Pemberdayaan Masyarakat artinya di lakukan melalui proses pendekatan yang bersifat menyeluruh (holistik), dengan tindakan bersifat terpadu antara pembangunan fisik dan non fisik, dengan mendatangkan penghasilan bagi masyarakat. Penghasilan yang diperoleh masyarakat para petani meliputi pada saat pelaksanaan pembangunan fisik, mendapat bantuan dana. Pada saat model sudah berfungsi maka lahan sawah pertanian (petak – petak sawah) mereka terdapat tampungan air, dan kapasitas resapan meningkat, sehingga semakin meningkatnya produksi pertanian. Disamping itu para petani juga akan memanen hasil tangkapan berupa sedimen layang berupa lempung atau material halus yang subur untuk tanaman. Dengan demikian para petani sadar apa yg dilakukan demi kepentingan mereka sendiri . sehingga dengan menerapkan model tersebut akan terjamin kelestariannya.

Pemilihan Lokasi Penerapan Model SeDrainPond

(5)

Gambar 3. Lahan milk rakyat

Agar diperoleh manfaat yang optimal, maka kemiringan lahan tersebut dibuat terazering, dengan kemiringan kearah kedalam dan masing – masing petak , dibuat pematang dan ditanami dengan rumput yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Gambar contoh lahan terazering dapat dilihat pada gambar 4, dibawah ini

Gambar. 4. Contatoh lahan Terazering

b. Lokasi sawah tadah hujan

Pada lokasi sawah tadah hujan, usahakan manfaatkan saluran pembuang atau afvour yang ada supaya mendapatkan hasil yang optimal. Seandainya saluran pembuang belum ada , buatlah saluran pembuang terlebih dahulu dimana saluran tersebut berfungsi sebagai saluran pembawa pada saat musim hujan, dimana air permukaan mengandung sedimen tersuspensi. Contoh Lahan sawah tanah hujan dapat dilihat pada gambar 5.

dibawah ini.

Gambar 5. Lahan sawah tadah hujan

(6)

Konstruksi Model SeDrainPond

Konstruksi Model SeDrainPond terdiri dari Saluran pembuang berfungsi sebagai inlet, yang terbuat dari saluran tanah dengan gebalan rumput. Pengadaan saluran tanah tersebut dapat memanfaatkan saluran pembuang yang ada atau membuat saluran baru. Kontruksi Pond berfungsi sebagai tampungan air hujan dan sedimen tersuspensi, dengan membuat sumur – sumur gali yang berbentuk bulat atau lingkaran, segiempat, dengan perkuatan batu blondos (apabila tanah jelek) dengan kedalaman satu meter dari permukaan tanah. Pembuatan Pond sebaiknya terletak ditengah tepi batas petak sawah, dengan maksud penyebaran cadangan air lebih merata, dan penyebaran hasil tangkapan sedimen ke sawah lebih mudah. Sedang konstruksi Saluran pembawa berfungsi menghubungkan antara Saluran pembuang dengan Pond. Agar lahan sawah tidak berkurang, maka pembuatan Saluran pembawa sebaiknya terletak sejajar tepi batas petak sawah (saluran gendong), yang terbuat dari saluran tanah dengan gebalan rumput. ( Lihat gambar 6. denah SedrainPond dan gambar7. potongan SedrainPond dibawah ini).

Gambar 6. Denah SedrainPond

(7)

Cara Kerja Model SeDrainPond

Cara kerja model SeDrainPond adalah pada saat hujan air mengalir dari saluran pembuang (inlet) melalui saluran pembawa maka pond – pond yang ada akan terisi air permukaan dan sedimen tersuspensi (sedimen layang).

Usahakan disamping Pond sudah penuh, peta petak sawah yang ada biar tergenang air sampai tinggi genangan kurang lebih 5 cm, Buatlah saluran bukaan pada pematang petak sawah dengan tinggi kurang lebih 5 cm terhadap dasar sawah, apabila tinggi genangan melebihi 5 cm, maka air akan melimpas dan mengalir kembali pada saluran pembuang atau ke petak-petak sawah berikutnya. Hal tersebut dimaksudkan ada waktu dimana sedimen layang akan mengendap baik pada pond pond dan pada petak- petak sawah yang ada, sehingga lambat laun Pond tersebut banyak menampung hasil endapan sedimen layang dan sebagian akan mengendap di petak-petak sawah yang ada.

Lakukan pemeliharaan bangunan Pond, oleh Para Petani yaitu saat musim kemarau seandainya cadangan air yang tertampung di Pond sudah habis, maka Pond yang berisi endapan sedimen layang tersebut diambil disebarkan merata pada petak sawah yang ada guna kesuburan tanah .

Tahapan Pelaksanaan Pembangunan Tahapan pelaksanaan pembangunan Model SeDrainPond yang harus dilakukan agar diperoleh hasil yang optimal adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan data, dari pihak terkait misalnya dari Balai Koservasi Daerah Aliran Sungai, Dinas Pertanian, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, dll. Data – data tersebut digunakan sebagai informasi awal, kondisi Lahan kritis, status kepemilikan sawah atau ladang, sistem pengelolaan, sistem pengolahan sawah atau ladang dll.

b. Orientasi ke lapangan bersama Dinas terkait, untuk melakukan survei awal, melakukan checking kondisi lahan atau sawah, sebagai bahan untuk evaluasi terhadap data yang ada. Dan sekaligus menemui Kepala Desa, Kecamatan, atau Wakil petani untuk menggali informasi kondisi lahan, sosial budaya masyarakat.

c. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang manfaat model Sedrainpond, bagi para petani, maupun manfaat secara umum. Kalau masyarakat petani menyadari dan menyetujui, lalu bentuk Paguyuban para petani, sebagai media untuk mempermudah komunikasi dll.

d. Dan ajak para petani, yang mempunyai petak sawah diharuskan membuat sumur – sumur sebagai penampung air , yang bisa dimanfatakan untuk tanaman mereka.

e. Lakukan pengukuran pada lokasi lahan sawah atau tegalan yang di rencanakan.

f. Manfaatkan saluran pembuang yang ada

g. Buatlah Layout, tata letak Model SedrainPond ( sesuai hasil disain).

h. Tentukan ketinggihan titik inlet terhadap Pond, supaya secara gravitasi (alami) dapat mengalir.

i. Buatlah Pond,dengan ukuran ( 1,5 x 1.5) , dengan kedalaman 2 m sampai 3 m ( sesuai kondisi tanah) j. Buatlah dari anyaman bambu, setinggi miniman 0.5 m, pada Pond , yang berfungsi untuk keamanan k. Buat saluran gendong,( tidak perlu) dengan konstruksi pasangan tetapi dengan gebalan rumput

Siapa Saja Yang Terlibat Dalam Pelaksanaan maupun Pemeliharaan

Keberhasilan penerapan teknologi konservasi tanah dan air tersebut sangat tergantung pada kesesuaian dan kemampuan lahan, biaya murah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan dalam pelaksanaannya diarahkan untuk menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat.

Konsep penerapan Model SeDrainPond adalah Pemberdayaan Masyarakat khususnya Para Petani dan didukung Para Stakeholder. Tugas Para Petani adalah terlibat langsung baik dalam pelaksanaan maupun pemeliharaan. Para Petani terlibat dalam pelaksanaan terutama dalam pembuatan pond – pond dan saluran pembawa sesuai kepemilikan sawah, sedang dalam pemeliharaan para Petani mengambil hasil panen berupa sedimen yang ada di dalam Pond – Pond, kemudian sedimen tersebut disebar ke sawah sesuai kepemilikan masing – masing, demi kesuburan tanah sawah. mereka. Disamping itu diperlukan dukungan Para Stakeholder dari pelbagai instansi Pemerintah maupun Swasta misalnya Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, KIMPRASWIL Pusat. Dinas Pengairan, Balai – Balai PSDA, Balai Konservasi, LSM dan lain lain. Bentuk dukungan dapat berupa dana, terutama dalam pembuatan Pon – Pond, saluran pembawa, dan bantuan teknik terutama saat pelaksaaan, dan sosiali tentang manfaat model tersebut. Semua ini demi mewujudkan impian bersama yaitu menyelamatkan Tanah dan Air.

3. KESIMPULAN

a. Model SeDrainPond merupakan teknologi tepat guna, bermanfaat untuk konservasi tanah dan air.

b. Ukuran Model SedrainPond ( 1,5 x1,5)m, kedalaman 2 m sampai 3 m, dibangun pada petak sawah atau ladang.

c. Mudah dilaksanakan dan biaya pembuatan murah yaitu sebesar Rp. 50.000 ; sampai Rp. 100.000; per model d. Tidak dibutuhkan biaya pemeliharaan

4. SARAN - SARAN

(8)

a. Perlu dilakukan Penelitian dengan uji model fisik atau model matematik b. Perlu melibatkan para petani baik saat pelaksanaan maupun pemeliharaan c. Usahakan lahan dibuat terazering sebelum membangun Model SeDrainPond.

DAFTAR PUSTAKA

D.N. Powell; A.A. Khan and N.M. Aziz (2008) “Impact of New Rainfall Patterns on Detentions Pond Design”

Journal of Irrigation and drainage Engineering ., 197 - 201.

Hugo A. Loaciga and Alison Huang (2007)” Ponding Analysis with Green and Ampt Infiltration” Journal of Irrigation and drainage Engineering ., 109 - 112.

PerMenHut (2008),” Pedoman Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan”, Departemen Kehutanan Republik Indonesia, Jakarta

PerMenHut (2009),” Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu”, Departemen Kehutanan Republik Indonesia, Jakarta.

Robert Pitt,P.E.,M.ASCE

1

(2008), “Compaction’s Impacts on Urban Storm-Water Infiltration” Journal of Irrigation and Drainage Engineering ©ASCE/September/October/2008/657.

Verstraeten, G., and Poesen, J. (2001). “Modelling the long-term sediment trap efficiency of small retention ponds.”

Hydrolog.Process., 15(14), 2797–2819.

Wilson, B. N., and Barfield, B. J. (1984). “A sediment detention pond model using CSTRS mixing theory.” Trans.

ASAE,27(5), 1339– 1344.

Yuan Cheng (2008), “Sediment Discharge from a Storm Water Retention Pond” Journal of Irrigation and Drainage Engineering ©ASCE/September/October/2008/601.

Gambar

Gambar 2. Tanaman di sekitar Pond
Gambar 3. Lahan milk rakyat
Gambar 6. Denah  SedrainPond

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Visi Komnas Plasma Nutfah (Diwyanto dan Setiadi 2003) dapat ditetapkan Visi Komda Plasma Nutfah, de- ngan pertimbangan bahwa plasma nutfah atau sumber daya genetik

Maksud dari kerja praktek ini adalah untuk mengenal tentang dunia pertambangan secara umum di PT Adaro Indonesia, Kelanis serta mengaplikasikan secara langsung teori

Berdasarkan hasil dari penelitian khotbah Jumat berbahasa Jawa di Masjid Ageng, Jatinom, Kabupaten Klaten menunjukkan kekhasan atau register dalam isi ceramah berkaitan

Dari sisi pengeluaran, kontraksi ekonomi triwulan IV-2016 ( q-to-q ) terutama disebabkan oleh pertumbuhan minus komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga... Pertumbuhan

Adapun hasil dari penyelesaian penetapan pembobotan relatif pada setiap level hirarki dan untuk sejumlah s fungsi kendala goal untuk model fuzzy dalam bentuk cara linier

Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan pada bab pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun dengan proses stemming dapat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otentik mempunyai pengaruh yang positif terhadap komitmen organisasi dengan dengan nilai signifikansi

Masyarakat modern adalah masyarakat konsumtif. 7 Masyarakat yang terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yang dilakukan bukan lagi hanya sekedar kegiatan yang