Materi Pendidikan Islam dan Tujuan
Pendidikan Pada Masa Keemasan Islam
( Islamic Golden Age )
Muhammad Rafeli Fakhlipi
- Sejarah Pendidikan Islam (SPI) -
RUMUSAN MASALAH
01 Para Khalifah Pada Masa Keemasan Islam
02 Materi Pendidikan Islam Pada Masa Keemasan Islam
03
Tujuan Pendidikan Islam
Pada Masa Keemasan Islam
Para Khalifah Pada Masa Keemasan Islam
01 Mengetahui Siapa Saja Para
Khalifah di Masa Keemasan Islam
Masa Keemasan Islam (750 M - 1258 M) adalah masa ketika para penguasa Muslim mendirikan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah. Selama periode ini, seniman, insinyur, cendekiawan, penyair, filsuf, ahli geografi, dan pedagang di dunia Islam berkontribusi pada banyak aspek kehidupan.
Pada saat itu, dunia Muslim menjadi pusat intelektual utama yaitu di Kota Bagdad bagi ilmu umum : sains, kedokteran, dsb. Begitu pula ilmu agama : Ilmu Fiqih, Hadits dsb. Para cendekiawan yang terdiri dari Muslim dan non-Muslim mendirikan
"Rumah Kebijaksanaan". Salah satu tujuannya ialah menerjemahkan pengetahuan dunia ke dalam bahasa Arab.
Pengertian Masa
Keemasan
Islam
●Sehingga Masa Keemasan Islam adalah di mana Daulah Abbasiyah Mencapai Puncak Kejayaannya. Yaitu dari masa kekhalifahan al Mahdi (775-785), dan mencapai puncaknya secara khusus pada masa pemerintahan Harun al- Rasyid (786-809) dan putranya al-Ma’mun (813-833). Pada masa Harun al-Rasyid Baghdad mulai muncul sebagai pusat peradaban dunia, dengan tingkat kemakmuran dan peran internasional yang luar biasa.
●Kemajuan ilmu pengetahuan menjadi salah satu karakteristik masa kejayaan Islam (Golden Age) pada Dinasti Abbasiyah, terutama pada masa Harun Al-Rashid (766-809) dan Al Ma’mun (786 –833) khalifah kelima dan ketujuh dari dinasti Bani Abbassiyah.
Pengertian Masa
Keemasan
Islam
PARA KHALIFAH
Tahun 775-785 M
Khalifah Al- Mahdi
Tahun 766-809 M
Khalifah Harun Al- Rasyid
Tahun 813-833 M
Khalifah Al- Makmun 20%
A B C
30% 40%
KHALIFAH AL-
MAHDI
Khalifah Al-Mahdi adalah khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah (775-785 M). Nama dan nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas. Dia biasa dipanggil Abu Abdullah dan bergelar Al-Mahdi.Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat. Utamanya peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi. Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.
Kota kosmopolitan Bagdad berkembang selama masa al-Mahdi. Kota itu menarik pendatang dari seluruh Arab, Irak, Suriah, Persia, dan daerah sejauh India dan Spanyol.
Bagdad merupakan tempat tinggal orang Kristen, Yahudi, Hindu, dan Zoroastrianisme, di samping bertambahnya penduduk Muslim. Menjadi kota terbesar dunia di luar Tiongkok.
KHALIFAH HARUN AL- RASYID
Khalifah Harun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari Dinasti Abbasiyah. Ia merupakan putra dari pasangan Muhammad Al- Mahdi, khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah, dan al-Khayzuran binti Atta, seorang mantan budak perempuan dari Yaman yang memiliki kepribadian kuat.
Harun Ar-Rasyid lahir di Ray, Iran pada 766 M dengan nama lengkap Abu Ja'far bin Al-Mahdi bin Al-Manshur Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullan bin Al-Abbas.
Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid kekayaan negara banyak dimanfaatkan untuk keperluan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Selama pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan. Faktor yang paling utama penyebab tumbuhnya peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah adalah didirikannya tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan. Pada masa itu, perpustakaan berperan layaknya universitas pada zaman sekarang. Kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan berada pada zaman keemasannya. Hal tersebut menjelaskan perkembangan pada bidang ekonomi, pendidikan dan hukum pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada masa inilah negara Islam menempatkan diri sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.
KHALIFAH AL-
MA’MUN
Khalifah Al-Ma’mun adalah khalifah ke-7 dari dinasti Abbasiyah. Ia berkuasa selama 20 tahun 813-833, nama lengkapnya adalah Abdullah Abu Abbas bin Ar-Rasyid Al- Ma’mun. Kata Al -Ma’mun yang berarti hamba Allah yang dipercaya. Pemberian gelar yang berbau agama ini merupakan tradisi dalam Dinasti Abbasiyah. Mereka menggangap diri mereka sebagai khalifah pengganti nabi Muhamad SAW. Yang memiliki peran sebagai pemimpin agama sekaligus pimpinan negara di muka bumi.(Muhamad Syafii Antonio, 2012:121).
Pada Masa Kekhalifahan Al-Ma’mun sisi yang menonjol adalah dalam hal gerakan intelektual dan ilmu pengetahuan dengan menerjemahkan buku-buku dari Peadaban Yunani. Kecenderungan orang- orang Muslim secara sukarela sebagai anggota milisi mengikuti perjalanan perang sudah tidak lagi terdengar. Keaskaran kemudian terdiri dari prajurit-prajurit Turki yang profesional. Militer Daulah Bani Abbasiyah menjadi sangat kuat. Akibatnya, tentara itu menjadi sangat dominan sehingga Khalifah berikutnya sangat dipengaruhi atau menjadi boneka mereka.
Materi Pendidikan Islam Pada Masa Keemasan Islam
Mengenal Para Pendidik di Masa Keemasan Islam
02
MATERI PENDIDIKAN ISLAM
Ilmu Agama Di samping ilmu pengetahuan umum, pada masa itu berkembang pula ilmu agama dengan tokoh-tokohnya sebagai berikut. Baca Juga : Mencari Kesempurnaan Spiritual, Ini Sejarah Tarian Darwis dalam Islam Sejarah Islam di Spanyol Terungkap dari Ditemukannya Komplek Pemakaman
.
1. Ilmu Tafsir Pada masa itu berkembang 2 macam tafsir dengan tokoh-tokohnya, a . Tafsir Bil Ma’tsur (penafsiran ayat Al Qur’an oleh Al Qur’an atau Hadits Nabi), diantara tokohnya adalah Ibnu Jarir At Tabari, Ibnu Atiyah al Andalusy, Muhammad Ibn Ishak dan lain-lain. b. Tafsir Bir-Ra’yi (Tafsir dengan akal pikiran), diantara tokohnya adalah Abu Bakar Asam, Abu Muslim Muhammad bin Bahr Isfahany, Ibnu Juru Ak Asadi dan lain-lain.
2. Ilmu Hadis Pada masa itu sudah ada pengkodifikasian hadis sesuai kesahihannya. Maka lahirlah ulama-ulama hadis terkenal seperti Imam Bukhori, Muslim, At Tirmadzi, Abu Dawud, Ibn Majah dan An Nasa’i. Dan dari merekalah diperoleh Kutubus Sittah.
MATERI PENDIDIKAN ISLAM
3. Ilmu Bahasa Pada masa itu kota Basrah dan Kuffah menjadi pusat kegiatan bahasa. Di antara tokohnya ialah Sibawaih, AL Kisai dan Abu Zakariya al Farra.
4. Ilmu Fikih Pada masa itu ilmu fikih juga berkembang pesat. Terbukti pada masa ini muncul 4 mazhab fikih, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.
Bagi para ilmuwan Muslim yang hanya berjarak beberapa tahun dari masa kehidupan nabi, mendapatkan rida Allah adalah alasan utama melakukan penelitian dan belajar. Literatur ilmiah dari masa keemasan biasanya dimulai dengan ayat Alquran yang mendorong pencari ilmu dan menyeru orang Islam agar merenungkan dunia sekitar mereka.
Di samping itu, Islam sendiri memerintahkan untuk mencari ilmu, menjadikan penelitian sebagai tindakan ibadah. Banyak ayat dalam Alquran dan hadis nabi yang menekankan peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan seorang Muslim yang saleh. Nabi dikabarkan bersabda bahwa Allah memudahkan jalan ke surga bagi mereka yang melangkahkan kaki untuk mencari ilmu.
Tujuan Pendidikan Islam Pada Masa Keemasan Islam
03 Mengetahui Tujuan Pendidikan
Islam di Masa Keemasan Islam
TUJUAN
PENDIDIKAN
Dinasti Abbasiyah berhasil mencapai puncak kejayaan dalam segala bidang. Satu yang yang mendasari kondisi ini adalah transformasi pendidikan. Terdapat perbedaan tujuan pendidikan zaman Nabi Muhammad dan Sahabat-sahabatnya dengan tujuan pendidikan zaman Abbasiyah (Dinasti Abbasiyah juga dikenal dengan zaman keemasan Islam).
Bila pada zaman Nabi dan Sahabat pendidikan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, namun zaman Abbasiyah tujuan pendidikan itu sudah kompleks karena pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan umum. Tujuan itu disimpulkan oleh Yunus (1989: 46) sebagai berikut: 1.
Tujuan keagamaan dan akhlaq, 2. Tujuan kemasyarakatan, 3. Tujuan cinta akan ilmu pengetahuan, 4. Tujuan kebendaan (memenuhi kebutuhan hidup material). Pola-pola pendidikan Dinasti Abbasiyah yang khas ini mewakil kebudayaan Timur yang cenderung Etis.
RUANG LINGKUP SPI
Ilmu Tafsir, Ilmu Fikih, Ilmu Hadis dll
Materi Pendidikan
Sibawaih, Imam Bukhari, 4 Imam
Madzhab dll
Pendidik
Tujuan Keagamaan, Kemasyarakatan
dll
Tujuan
Pendidikan
ADA 3 RUANG LINGKUP
KESIMPULAN
Kejayaan pendidikan Islam dimulai dengan perkembangan lembaga lembaga pendidikan Islam non formal diantaranya; kuttab, pendidikan rendah di istana, toko-toko kitab, rumah para ulama, majelis atau salon kesusastraan, badiah (padang pasir,dusun tempat tinggal badwi), rumah sakit, perpustakaan, masjid, dan ribath.
Diantara faktor-faktor yang menyebabkan berdirinya sekolah-sekolah Khalaqah-khalaqah (lingkaran) untuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan. berkembang luasnya ilmu pengetahuan, baik mengenai agama maupun umum maka diperlukan semakin banyak khalaqah khalaqah (lingkaran pengajaran), yang tidak mungkin keseluruhan tertampung dalam ruang masjid.
Namun demikian, kemajuan di bidang pendidikan tersebut berkembang pesat tatkala para pemimpinnya memberikan dorongan dan motivasi tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Bukti dari antusias seorang pemimpin terhadap dunia pendidikan salah satunya adalah disediakannya sarana dan prasarana. Dan juga reward (hadiah) kepada siapa saja yang bisa dianggap memajukan ilmu pengetahuan.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik
THANKS!
Jazzakumullahu Khairan
Please keep this slide for attribution