• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN UMUM PEREKRUTAN TENAGA PENGAJAR/ DOSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEDOMAN UMUM PEREKRUTAN TENAGA PENGAJAR/ DOSEN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

i

PEDOMAN UMUM PEREKRUTAN

TENAGA PENGAJAR/

DOSEN

AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

2013

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas karunianya sehingga pedoman Umum Perekrutan tenaga Pengajar ini dapat terselesaikan.

Pedoman Umum Perekrutan Tenaga Pengajar ini dimaksudkan agar dapat dipahami secara lebih mudah oleh penyelenggara di tingkat perguruan tinggi.

Semoga dikeluarkannya pedoman ini dapat memperlancar Perekrutan Tenaga Pengajardi tiap bagian.

Tenaga Pengajar merupakan tenaga kependidikan yang berdiri paling depan dalam pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat lainnya. Tenaga Pengajar diharapkan mampu melayani dengan prima sesuai dengan aturan dan juga kebutuhan pemangku kepentingan.

Dengan diselenggarakannya perekrutan Tenaga Pengajar diharapkan Akbid Harapan Mulya Ponorogo memiliki sistem penghargaan yang terprogram bagi Tenaga Pengajar dalam pelaksanaan kegiatan tridharmanya.

Pedoman ini hendaknya dapat menjadi acuan baik bagi penyelenggaran di Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

Ponorogo, Juni 2013 Direktur ,

Hariyanto, M.Pd

(3)

iii DAFTAR ISI

Hal.

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Dasar Hukum 2

C. Tujuan dan Manfaat 2

II. PENGERTIAN DAN PROSES PEMILIHAN 3

A. Pengertian dan Ketetapan 3

B. Proses Pemilihan 3

III. KOMPONEN PENILAIAN 4

A. Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman kerja 4

B. Integritas dan Kepribadian 4

IV. PROSES PENILAIAN 4

A. Dokumen yang diperlukan 4

B. Penilaian Tahap Awal 4

C. Penilaian Tahap Akhir 5

D. Cara Penyampaian Hasil Pemilihan 5

V. PENUTUP 7

Lampiran

(4)

1

I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu yang harus diupayakan oleh suatu negara untuk meningkatkan taraf hidup bangsa. Demikian halnya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menyelenggarakan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa, dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Dalam pengelolaan pendidikan tinggi terdapat 3 (tiga) unsur utama yaitu Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Peserta didik pada tingkat perguruan tinggi adalah mahasiswa.

Peran tenaga kependidikan untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis menjadikan perlunya tenaga kependidikan memiliki komitmen profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan kedudukan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Berkaitan dengan tenaga akademik yang mengelola layanan pendidikan dalam hal teknis administrasi ditangani oleh bagian administrasi bidang akademik.

(5)

2

Perguruan tinggi perlu secara terus menerus meningkatkan layanan kepada masyarakat baik warga perguruan tinggi maupun masyarakat di luar perguruan tinggi. Layanan yang mengutamakan prinsip efisiensi dan produktivitas merupakan spesifikasi teknis tentang tolak ukur layanan minimum yang diberikan perguruan tinggi kepada masyarakat dengan mempertimbangkan kualitas layanan, pemerataan, kesetaraan layanan, biaya, serta kemudahan untuk mendapatkan layanan.

Layanan pengajarmeliputi penyediaan sarana, penyediaan pedoman dan prosedur layanan, registrasi dan herregistrasi, layanan Kartu Rencana Studi (KRS) Mahasiswa, layanan perkuliahan, administrasi evaluasi perkuliahan, serta layanan pengajarlainnya yang menjadi bagian dari layanan pengajarunit kerjanya, Akademi/ unit kerja yang setara.

Besarnya tanggung jawab dalam layanan pengajarini, tentu juga harus didukung oleh kompetensi sumber daya manusianya. Pelaksana layanan pengajaradalah tenaga pengajarsetingkat Kepala Bagian Pengajartingkat Akademi/ unit kerja yang setara atau yang setara dengan jabatan itu untuk unit kerja masing-masing.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Dan Pengelolaan Perguruan Tinggi 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no 19 tahun 2015 Tentang Standar

Nasional Pendidikan Tinggi.

5. Higher Education Long Term Strategy (HELTS) Tahun 2003-2010. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Tinggi Nasional.

(6)

3

6. SK Direktur No 31 Tentang Struktur Organisasi dan Tata kerja Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

C. Tujuan Dan Manfaat

Tujuan rekrutmen Tenaga Pengajar adalah memberi pengakuan secara nyata, terhadap komitmen pemikiran yang kreatif, inovatif dan tanggung jawabnya dalam melayani urusan pengajar untuk mengkondisikan terciptanya suasana yang bermakna dalam proses perkuliahan.

Seleksi/ Perekrutan Calon Tenaga Pengajar diharapkan bermanfaat dalam:

1. Meningkatkan komitmen secara berkelanjutan dalam bertugas membantu aktivitas proses belajar mengajar.

2. Meningkatkan daya kreatifitas dan inovatif.

3. Meningkatkan tanggungjawab pada layanan kegiatan proses pembelajaran.

4. Menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan di kalangan tenaga pengajar terhadap profesinya.

II. PENGERTIAN DAN PROSES PEREKRUTAN

Pemilihan dan perekrutan Calon Tenaga Pengajar dilaksanakan dalam rangka melengkapi dan mengoptimalkan proses pembelajaran. Pedoman pemilihan dan perekrutan ini diatur sebagai berikut:

A. Pengertian Dan Ketetapan

Calon tenaga pengajar adalah pegawai yang melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai penyediaan pedoman dan prosedur layanan pembelajaran mahasiswa, layanan perkuliahan, evaluasi perkuliahan, serta layanan pengajarlainnya.

B. Proses Pemilihan

(7)

4

Pemilihan dan perekrutan calon Tenaga Pengajar dilakukan dengan tahapan,yaitu:

Dilakukan dua tahap seleksi, yaitu tahap awal dan tahap akhir. Pada tahap awal akan dilakukan desk evaluation untuk memilih Calon Tenaga Pengajar yang berhak mengikuti mengikuti tes selanjutnya. Seleksi dilakukan melalui: (i) tes tertulis pengetahuan umum; tes psikologi; dan (ii) wawancara yang berisikan komponen: (1) deskripsi diri, (2) dunia kerja, l. Hasil seleksi tahap akhir akan memilih orang Calon Tenaga Pengajar sesuai analisa kebutuhan pegawai yang diperlukan Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

III. KOMPONEN PENILAIAN

Komponen penilaian calon tenaga pengajar meliputi:

A. Kualifikasi Pendidikan, dan Pengalaman Kerja

Kualifikasi pendidikan minimum adalah S2, dan memiliki pengalaman di dalam dunia kerja( bagian yang di butuhkan) sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.

Pengalaman kerja dapat dituliskan pada maksimal dua halaman.

B. Integritas dan Kepribadian

Prestasi seharusnya dilandasi integritas dan kepribadian yang unggul.

Penilaian terhadap integritas dan kepribadian dilakukan oleh atasan langsung.

Surat pernyataan dari atasan langsung diungkapkan secara deskriptif kualitatif, yang nantinya akan menjadi acuan dalam penilaian seleksi rekrutmen.

IV. PROSES PENILAIAN

Penilaian di kbid Harapan Mulya Ponorogo diserahkan kepada Pembantu Direktur II bidang kepegawaian.

A. Dokumen yang diperlukan

Dokumen calon Tenaga pengajar dikirim/ diserahkan langsung ke bagianAdministrasi umum dan paling lambat diterima paling lambat satu minggu

(8)

5

setelah pengumuman perekrutan di umumkan, dengan menyertakan dokumen yang terdiri atas:

1. Deskripsi diri, maksimal 2 (dua) halaman diatas kertas A4 (huruf Arial font 12, 1½ spasi) dan lampiran yang diperlukan (dijilid rapi).

2. Daftar kualifikasi pendidikan dan keahlian di bidangnya atau yang relevan disertai dengan bukti (ijasah dan sertifikat) sesuai dengan panduan format terlampir.

B. Penilaian Tahap Awal

Penilaian tahap awal dilakukan melalui penilaian terhadap berkas/dokumen yang masuk dari calon tenaga pengajar. Pada tahap ini akan ditentukan calon Tenaga Pengajar terbaik yang akan diundang/ dipanggil kembali untuk mengikuti pemilihan tahap akhir

C. Penilaian Tahap Akhir

Penilaian tahap akhir akan dilakukan untuk menentukan perekrutan calon Tenaga Pengajar yang dibutuhkan.

D. Cara Penyampaian Hasil Pemilihan

1. Hasil pemilihan calon tenaga pengajar disampaikan oleh Pembantu Direktur II Bagian Kepegawaian Akbid Harapan Mulya Ponorogo melalui pengumuman di mading atau lewat surat panggilan.

(9)

Bagan Jadwal Rekrutmen

No Kegiatan

Minggu ke 1 Minggu ke 2 Minggu ke 3 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7

1 Penyebaran informasi

2 Pengumunan seleksi administrasi

3 Panggilan mengikuti tes

4 Pengumuman hasil tes

6

(10)

7

PEDOMAN TATA KRAMA DOSEN

I. LATAR BELAKANG

Tenaga kependidikan di perguruan tinggi terdiri atas dosen dan tenaga penunjang akademik. Dosen adalah seseorang yang berda sarkan pendidikan dan keahliannya diangkat oleh penyelanggara perguruan tinggi dengan tugas utama mengajar pada perguruan tinggi yang bersangkutan.

Dosen dapat merupakan dosen biasa, dosen luarbiasa, dan dosen tamu.

Dosen biasa adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada perguruan tinggi yang bersangkutan. Dosen luar biasa adalah dosen yang bukan tenaga tetap pada per guruan tinggi yang bersangkutan. Dosen tamu adalah seseorang yang diundang dan diangkat untuk menjadi dosen pada perguruan tinggi selama jangka waktu tertentu. Sedangkan jenjang jabatan akademik dosen pada dasarnya terdiri atas asisten, lektor dan guru besar.

Dosen Akbid Harapan Mulya Ponorogo berasal dari berbagai kulturral dan latar belakang. Organisasi Akbid Harapan Mulya Ponorogo berkewajiban menciptakan kultur organisasi untuk menyelaraskan perbe daan yang ada di antara berbagai kultur yang dibawa oleh masing masing individu sehingga menjadi kultur yang diterima di lingkungan Akbid Harapan Mulya Ponorogo. Untuk itulah perlu dibuat suatu Pedoman Tata Krama Dosen di lingkungan Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

II. TUJUAN YANG AKAN DICAPAI Pedoman tata krama dosen bertujuan untuk :

a. Membentuk citra dosen yang dapat dijadikan teladan bagi mahasiswa yang akan memasuki lingkungan masyarakat modern dan profesional.

b. Membentuk citra dosen sebagai figur yang memiliki integritas intelektual dan terbuka terhadap semua perubahan.

c. Membentuk citra lingkungan civitas akademika yang peduli terhadap

(11)

8 lingkungan, kesehatan, dan waktu.

d. Membentuk citra profesional dalam penyelenggaraan manajemen pendidikan Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

III. TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Syarat untuk menjadi dosen adalah :

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Berwawasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 3. Memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar

4. Mempunyai moral dan integritas yang tinggi

5. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan Negara

Pasal 2

Secara umum tugas seorang dosen meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni:

1. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan wewenang jenjang Jabatan akademiknya.

2. Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pendidikan dan pengajaran atau dalam kegiatan pengembangan ilmu sesuai dengan wewenang jenjang jabatan akademiknya.

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pendidikan dan pengajaran atau dalam kegiatan lain yang menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan sesuai dengan wewenang jenjang jabatan akademiknya.

(12)

9 BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 3

Tenaga akademik mempunyai hak :

1. Melakukan kegiatan akademik sesuai dengan Tri Dharma

Perguruan Tinggi secara bebas dan bertanggungjawab dengan mengingat norma- norma kemanusiaan, martabat ilmuwan,fasilitas yang tersedia danperaturan yang berlaku.

2. Menyumbang karya ilmiah dan prestasi kerja sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

3. Memperoleh perlakuan yang adil sesuai dengan prodesinya.

4. Memperoleh penghargaan untuk mendorong dan meningkatkan prestasi serta untuk memupuk kesetiaan terhadap Akbid Harapan Mulya Ponorogo kepada warga atau unsure organisasi yang telah menunjukkan kesetiaan, prestasi, atau telah berjasa terhadap Akbid Harapan Mulya Ponorogo

Pasal 4

Setiap dosen Akbid Harapan Mulya Ponorogo wajib :

1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta taat kepada negara dan pemerintah Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945.

2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta kewiba waan dannama baik Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

3. Mengutamakan kepentingan Akbid Harapan Mulya Ponorogo dan masyarakat dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

4. Berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagai anggota masyrakat ilmiah, luhur budi, jujur, bersemangat, bertanggung jawab dan menghindari perbuatan tercela, antara lain perbuatan plagiat.

5. Bersikap terbuka dan menjunjung tinggi kejujuran akademik serta menjalankan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.

6. Berdisiplin, bersikap rendah hati, peka, teliti, hati-hati, dan menghargai

(13)

10 pendapat orang lain.

7. Memegang teguh rahasia negara dan rahasia jabatan serta tidak menyalah gunakan jabatan.

8. Menolak dan tidak menerima sesuatu pemberian yang nyata dike tahui dan 9. patut diduga secara langsung atau tidak langsung berhubungan secara tidak sah dengan profesinya.Memperhatikan batas kewenangan dan tanggung jawab ilmiah dalam menggunakan kebebasan mimbar akademik serta tidak melangkahi wewenang keahlian atau keahlian teman sejawatnya.

10. Menghormati sesama dosen maupun pegawai dan berusaha melurus kan perbuatan tercela dari teman sejawat.

11. Membimbing dan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

12. Membimbing dan mendidik mahasiswa ke arah pembentukan kepri badian insan terpelajar yang mandiri dan bertanggung jawab.

13. Bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa.

14. Menjaga/memelihara kehormatan dan kesehatan dirinya.

15. Mengikuti, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian sesuai dengan bidangnya.

16. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

BAB III

TATA KRAMA PERGAULAN DAN TANGGUNG JAWAB Pasal 5

Tata karma pergaulan di dalam lingkungan kampus Akbid Harapan Mulya Ponorogo didasarkan atas azas-azas kekeluargaan serta menjujung tinggi keselarasan dan keseimbangan sesuai dengan pandangan hidup Pancasila.

(14)

11 Pasal 6

Keluarga Besar Akbid Harapan Mulya Ponorogo mempunyai tanggungjawab untuk menjaga nama baik Almamater serta menyadari bahwa Perguruan Tinggi harus benar-benar merupakan masyarakat ilmiah yang akan berkembang terus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga untuk itu suasana yang kondusif demi terselenggaranya proses belajar mengajar secara luas merupakan tanggung jawab bersama.

BAB IV PELANGGARAN

Pasal 7

Pelanggaran oleh dosen dapat berbentuk:

1. Bersikap dan bertindak yang dapat merongrong, menjatuhkan nama baik Almamater /Keluarga Besar Kampus Akbid Harapan Mulya Ponorogo.

2. Merongrong kewibawaan pejabat dilingkungan Universitas atau Fakultas dalam menjalankan tugas dan jabatan.

3. Bertindak menyalahgunakan dan melampaui wewenang yang ada padanya.

4.Bertindak sewenang-wenang dan tidak adil baik terhadap bawahannya maupun sesame pejabat.

5. Membocorkan rahasia jabatan dan atau rahasia Negara 6. Membocorkan soal dan atau kunci jawabannya

7. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun di dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan pribadi atau golongan

8. Melawan dan meolak tugas dari atasan.

9. Menghalangi, mempersulit peneyelengaraan kegiatan akademi dan non akademik yang telah ditetapkan Akbid harapan Mulya Ponorogo.

10. Mencampuri urusan administrasi pendidikan dan lain-lain tanpa wewenang sah dari Akbid harapan Mulya Ponorogo.

11. Melakukan pengotoran/pengrusakan, berbuat curang serta memalsukan surat / dokumen yang sah seperti nilai, ijazah maupun sertifikat dan document lain.

(15)

12

12.Melakukan tindakan kesusilaan baik dalam sikap,perkataan, tulisan maupun gambar.

13.Menyalahgunakan nama, lambang, tanda Akbid Harapan Mulya Ponorogo 14.Menggunakan secara tidak sah ruangan, bangunan, maupun sarana lain milik

Akbid Harapan Mulya Ponorogo tanpa izin.

15.Memeras, berjudi, membawa, menyalahgunakan obat-obat terlarang di lingkungan Kampus Akbid Harapan Mulya Ponorogo

16.Menyebarkan tulisan-tulisan dan faham-faham yang terlarang oleh Pemerintah.

17.Mengadu domba dan menghasut antar civitas akademika Akbid harapan Mulya Ponorogo

18.Melakukan plagiat dalam karya ilmiah.

19.Dan lain-lain yang dilarang oleh peraturan dan perundang- undangan yang berlaku.

BAB V

Sanksi Terhadap Dosen :

Setiap dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo yang melanggar kode etik, disiplin, tata tertib, dan peraturan yang berlaku dikenai sanksi.

Sanksi yang dikenakan kepada dosen dapat berupa : 1. Teguran lisan

2. Teguran tertulis 3. Peringatan keras

4. Penundaan kenaikkan gaji berkala 5. Penundaan kenaikan pangkat 6. Penundaan pangkat

7. Pembebasan tugas 8. Pemberhentian

(16)

13 BAB VI

PANITIA PERTIMBANGAN PELANGGARAN TATA TERTIB (PANTIB)

Pasal 9

Keluarga Besar Kampus Akbid harapan Mulya Ponorogo yang melakukan pelanggaran seperti tercantum dalam pasal 7 sebagaimana tercantum diatas akan diproses oleh Panitia Pertimbangan pelanggaran Tata Tertib (PANTIB) yang dibentuk dengan Surat Keputusan Rektor. Keanggotaan PANTIB terdiri dari tenaga akademik yang diangkat olehRektor atas usul :

Dekan Fakultas, untuk masa jabatan 2 (dua)tahun.

PANTIB menyampaikan hasil pemeriksaan pelanggaran tata tertib ini kepada Rektor, dan keputusan terakhir di tangan Rektor.

BAB VII

KETENTUAN TAMBAHAN Pasal 10

Keluarga Besar Kampus Akbid harapan Mulya Ponorogo yang melakukan pelanggaran seperti tersebut pada pasal 14 diberikan hak untuk membeladiri di hadapan Rektor, baik lisan maupun tertulis sebelum Rektormemberikan keputusan akhir.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 11

1. Tata tertib ini berlaku juga bagi:

a. Tenaga akademik tidak tetap/honorer

b.Tenaga penunjang akademik, yakni tenaga laboran, perpustakaan,teknisi dan administrasi baik tetap dan honorer.

(17)

14

2. Tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuansegala sesuatunya akan diubah bila ternyata di kemudian hari terdapatkesalahan.

IV. ETIKA DOSEN

A. Etika Dosen dalam berpakaian

1. Pakaian dosen harus disesuaikan dengan peran yang disandang olehdosen pada waktu pakaian tersebut dikenakan.

2. Pakaian formal bagi dosen pria yang mencerminkan citra profe sional danmodern adalah celena panjang dan kemeja berdasi dengan sepatu formal.Pakaian formal bagi dosen wanita yang mencerminkan citra wanita profesional dan modern adalah rok dan blouse (ditambah bleser jikamemungkinkan) dengan sepatu formal.

3. Pakaian dosen harus senantiasa dijaga kebersihan dan kerapian nyaselama dosen yang bersangkutan menjalankan tugas. Dosen harus senantiasa menjaga personal hygiene untuk menghindarkan dirinya menimbulkan bau tubuh yang dapat menggangu suasana kerja di kantor.

B. Etika dalam memenuhi komitmen waktu 1. Memiliki komitmen tinggi terhadap waktu.

2. Memulai tatap muka di kelas pada minggu pertama setiap semester dan mengakhiri tatap muka di kelas pada minggu terakhir setiap semester, sesuai dengan kalender akademik yang ditetapkan Akbid harapan Mulya Ponorogo.

3. Memulai dan mengakhiri tatap muka di kelas tepat waktu.

4. Memenuhi komitmen waktu yang telah dijanjikan kepada mahasiswa, baik dalam memberikan pelayan di luar acara tatap muka di kelas maupun dalam pembimbingan skripsi.

5. Menyediakan waktu diskusi di luar jam kuliah untuk membicara kan bahan pelajaran antara 2-4 jam per minggu.

6. Menghargai mahasiswa dengan memberitahukan di muka pembatalan komitmen waktu tatap muka di kelas atau komitmen waktu yang telah dijanjikan kepada mahasiswa, baik dalam memberikan pelayanan di luar acara

(18)

15

tatap muka di kelas maupun dalam pembimbingan skripsi.

C. Etika dosen dalam pelaksanaan tugas pengajaran, penelitian danpengabdian masyarakat Dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo:

1. Sapaan yang digunakan (dalam perannya sebagai dosen) kepada mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas adalah "Saudara".

2. Memperlakukan mahasiswa sebagai manusia dewasa. Dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo memperlakukan mahasiswa secara sama, tanpa memandang status sosial, agama, ras mahasiswa.

3. Berkewajiban untuk merencanakan materi kuliah dan penugasan kepadamahasiswa serta aturan bagi mahasiswa yang mengikuti kuliahnyasebelum kuliah semester tertentu di mulai. Perenca naan tersebutdituangkan ke dalam silabus rinci yang dibagi kan kepada mahasiswa padasaat tatap muka di minggu pertama semester tertentu.

4. Mentaati cara pengajaran di Akbid harapan Mulya Ponorogo yang dite tapkandalam satu semester yaitu untuk tatap muka atau tutorial antara 12- 14kali, diskusi yang dijadwalkan oleh dosen pembimbing antara 2-4 kali,penugasan dosen antara 5-6 kali, penyajian lisan oleh mahasiswa sebanyak 1-3 kali, pemanfaatan Komputer antara 1-6 kali dan kuliah lapangan atau praktikum sebanyak 8-12 kali.

5. Tidak merokok pada saat tatap muka dalam ruang kelas maupun dalam ruang kantor. Dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo perokok dapat merokok hanya di tempat telah disediakan, diatur dan ditentukan olehAkbid harapan Mulya Ponorogo.

6. Terbuka untuk menerima pertanyaan mengenai pelajaran yang diasuhnya dan bersedia menolong bagimahasiswa yang mengaju kanpertanyaan di kelas maupun ditempat lain.

7. Terbuka terhadap perbedaan pendapat dengan mahasiswa

8. Menyediakan waktu konsultasi bagi mahasiswa di luar waktu tatap muka terjadwal di kelas. Di luar waktu yang telah disediakan, pertemuan antara dosen dengan mahasiswa dilaksa nakan terlebih dahulu dengan pembuatan janji.

(19)

16

9. Senantiasa melakukan up dating materi kuliah dan sumber acuan yangdipakai dalam pemberian kuliah di kelas, untuk menyesuaikan tuntutan dunia bisnis yang senantiasa berubah dan berkembang.

10. Berintegritas tinggi dalam mengevaluasi hasil pekerjaan ujian dan bentukpenugasan lain dalam memenuhi komitmen seperti yang telah disusundalam silabus

11.Cara evaluasi yang ditetapkan oleh dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo dalamsatu semester adalah ujian antara 1-4 kali, ujian lisan antara 1-3 kali,penulisan makalah 1-3 kali penyajian makalah antara 1-3 kali, laporanlaboratorium atau kerja lapangan antara 10-15 kali dan kuis antara 3- 6kali.

12. Berkewajiban membuat soal ujian dan memberikan soal ujian kepadapanitia ujian sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.

13. Wajib menyerahkan nilai ujian dan memasukkan nilai ujian ke bagianBiro Administrasi Akademik.

14. Rata-rata beban kerja dalam jumlah jam per semester bagi Dosen Seniordan Dosen Yunior untuk kegiatan pengajaran antara 40-50 jam dan antara310-330 jam, pembimbingan antara 50-60 jam dan antara 30-40 jam,penelitian antara 50-70 jam dan antara 30-40 jam, Seminar atau Diskusi 30-50 jam dan antara 30-50 jam, pengabdian kepada masyarakat antara15-20 jam dan antara 30-50 jam serta untuk kegiatan administrasi antara10-30 jam dan antara 30-50 jam . 15. Merupakan panutan bagi mahasiswa sebagai figure yang memiliki kepedulian tinggi

terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, lingkungan,dan kesehatan.

16. Senantiasa berusaha meningkatkan mutu pengajaran, penelitian, danpengabdian masyarakat sebagai perwujudan tanggung ja wabnya untukmembawa generasi muda memasuki peradaban yang lebih maju di masa yang akan datang.

(20)

17 KODE ETIK, PENGHARGAAN

Setiap dosen Akbid harapan Mulya Ponorogo wajib :

17. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta taat kepada negara danpemerintah Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar1945.

18. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta kewiba waan dannama baik Akbid harapan Mulya Ponorogo.

19. Mengutamakan kepentingan Akbid harapan Mulya Ponorogo dan masyarakat daripada kepentingan pribadi atau golongan.

20. Berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagai anggota masyrakat ilmiah, luhurbudi, jujur, bersemangat, bertanggung jawab dan menghindari perbuatantercela, antara lain perbuatan plagiat.

21. Bersikap terbuka dan menjunjung tinggi kejujuran akademik sertamenjalankan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.

22. Berdisiplin, bersikap rendah hati, peka, teliti, hati-hati, dan menghargai pendapat orang lain.

23. Memegang teguh rahasia negara dan rahasia jabatan serta tidak menyalah gunakan jabatan.

24. Menolak dan tidak menerima sesuatu pemberian yang nyata dike tahui danpatut diduga secara langsung atau tidak langsung berhubungan secara tidaksah dengan profesinya.

25. Memperhatikan batas kewenangan dan tanggung jawab ilmiah

26.Dalam menggunakan kebebasan mimbar akademik serta tidak melangkahi wewenang keahlian atau keahlian teman sejawatnya.

27. Menghormati sesama dosen maupun pegawai dan berusaha melurus kan perbuatan tercela dari teman sejawat.

28. Membimbing dan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

29. Membimbing dan mendidik mahasiswa ke arah pembentukan kepri badianinsan terpelajar yang mandiri dan bertanggung jawab.

(21)

18

30. Bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa.

31. Menjaga/memelihara kehormatan dan kesehatan dirinya.

32. Mengikuti, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi,dan kesenian sesuai dengan bidangnya.

33. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di Akbid harapan Mulya Ponorogo.

Penghargaan Terhadap Dosen

1. Untuk mendorong dan meningkatkan prestasi serta untuk memupuk kesetiaan terhadap Universitas Gunadarma kepada warga atau unsure organisasi yang telah menunjukkan kesetiaan, prestasi, atau telah berjasa terhadap Universitas Gunadarma dapat diberikan penghargaan oleh pimpinan.

2. Penghargaan yang diberikan disesuaikan dengan prestasi, kesetiaan, atau jasa yang disumbangkan.

3. Penghargaan yang dimaksud dalam butir (1) dan (2) dapat berupa piagam, lencana, uang, benda, atau kenaikan pangkat istimewa.

(22)

19 Lampiran

A. Tabel pengajuan tenaga pengajar yang di butuhkan

No. Tenaga Pengajar yang di butuhkan

Jumah tenaga yang di butuhkan

Jenjang pendidikan

yang di butuhkan

Keterangan

(23)

20 V. PENUTUP

Buku Pedoman umum pemilihan Tenaga Pengajar ini diharapkan menjadi acuan bagi Akbid Harapan Mulya Ponorogo. Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini jika dipandang perlu akan disampaikan dikemudian hari.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kepribadian dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar kimia dengan menerapkan pendekatan scientific pada materi pokok sistem

Statement  ); Fraudulent statement  meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan

Penyampaian Hasil DSP usulan wilayah dan indikator kinerja utama dan indikator kinerja kunci beserta target yang akan dicapai sesuai sasaran prioritas pembangunan

Waduk Cikoncang terletak di dataran rendah sehingga kemungkinan terjadinya up welling (umbalan) sangat kecil. Pemanfaatan lahan waduk masih di bawah batas maksimum yang

- Penyatuan beberapa mata kuliah pada kurikulum sesuai SK Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan No

Dalam peristilahan ‘terumbu karang’, “karang” yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai

Kemungkinan perang demikian - seperti halnya di Libia - akan menjadi suatu perang udara (Bld.:luchtoorlog), karena AS setelah kampanye yang sangat berat di Irak mengetahui bahwa

Pemahaman pada struktur pengendalian internal harus bisa memadai, diikuti atas pengumpulan sebuah bukti yang kompeten didapat dari pengamatan,inspeksi, konfirmasi