• Tidak ada hasil yang ditemukan

No INDIA and INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "No INDIA and INDONESIA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

No. 19475

INDIA INDONESIA and

Agreement on the extension of the 1974 continental shelf boundary between the two countries in the Andaman Sea and the Indian Ocean (with chart). Signed at New Delhi on 14 January 1977

Authentic texts: Hindi, Indonesian and English.

Registered by India on 22 December 1980.

INDE et INDONÉSIE

Accord relatif au prolongement de la délimitation du plateau continental entre les deux pays dans la mer d'Andaman et l'océan Indien convenue en 1974 (avec carte marine). Signé à New Delhi le 14 janvier 1977

Textes authentiques: hindi, indonésien et anglais.

Enregistré par l'Inde le 22 décembre 1980.

Vol. 1208, 1-19475

(2)

162 United Nations — Treaty Series • Nations Unies — Recueil des Traités 1980

[HINDI TEXT - TLXTE HINDI]

3TTT tV^ qç'IfllTl * THïT aTTT *«Hf>WI * wfa "*V 1974

?TÇ7«" tflTT ¥ Tft^HT « ^tafg 8 îPTRï 1974 ^T 17 f*W«rT 1974 fT

q* arr

*TTT ^ Trrf^ fO" t^ iç % qrnr* ÎWT ît iprw *r

«flr

?T*TT flwiii arrr "Pr^TT ift

V^r ^Pr ^«rraT IT wnft

«IT WFW ¥iîi ^gç, f^w "ftnr ?^B 'ÎTHT «nnî*

3ir«wi <T «

STTT

«rn

F WT

\ol I20X. I-I9475

(3)

1980 United Nations — Treaty Series » Nations Unies — Recueil des Traités 163

w :

•pr=r ï » 06 38' .5 ** 94 38» .0 f"

_ » o o

fVs=e « ï O? 02' 24"^ 94 56' 37" V

o o

^f J 07 401 06"^ï 95 25 1 45"ç

» o o _

an » 07 46' 06"^ 95 31' 12"*

«T ï

«ï Tn?T 8ITT

* •• _* _

F «rr 1%^ '4'«TT 'rtf1^ TTT *t» I^PÇ *TT arrr

• ^ % » » ^ _ « « •

%_ _ « « _. *J_.* * -»» * _C_.* *

*T» i*^ ^ ^TT T"! 8^ ci *T ?WT Tw^ cT ai

»^ ^_. _t ••

*r twRfr F ï

o o

4 : 06 00'.0 ** 94 10» .3 *

~ ° °

: 05 25' 20"c^ 93 41' 12"*

o o

I 04 27' 34"csf 92 51' 17"*

o o

s 04 18' 31 "TW 92 43' 31"*

o o .

t 04 01' 40"^f 92 23' 55"*

- III

*• ^^^^ _ . %» % -. ^> » • %

I ITT II *f WÎT W W^gjil w PWIIf «TTïï

** * ** — * **. » »

F «ITT 7W THC'H TTcT fH9 WK W 1»UT ¥ fTPT

***** * **

1 See insert in a pocket al tite end of thi> \olurne Voir ht>i's-tcxte dan.s une pin.'helie a la hn du volume.

v,.! i:ns I I'M-

(4)

Sit-61-I '80ZI I°A

I Ib&ik j?J> m»Ua ft *l>u fcfciifcitac i* blfi • » »° "^% »

kià ft kâlk BA life HI» lh*l Lftifc » ikllli |>l*^|hf »» » % ~- » % %° ^

BfkJ. 4k bJkkJ. Iht* fcJi 'ifckiJk BA Jkj. 4j£ft bftfc£

Ufc ttijhbft b lik Ba life Jlik JJfc iBl-HkA l>l <u>' te IH* b t*u% • •» » « '•*•% » » ~~ >» •% • • ft* Uifclft iblk 112 '* Ittla^iaOJHiy. lih-life Jk lbJ.B Jk bll life I fctetfe bJAkJ. fekOla^Ai* Ufc Ujfcfc tt«fe ^h JM1-

Bit ^yjlfc Ibbfe

A -

À JJàbfc Iiis|.^i life À 1£* J£*asJib 4*

bkfcl *lb JXU HKBifft UHlfr A Ifelblft UliilM. '.>-t* Jk Ul* BA

•% " •% « ^ » •* ^ w »

* > i M AI -

bftA ÛfcjjJta. /i* ttlbJJli 1119 EftJK life (JÉ& *

* - %

kik kft 4cftikkji kkk iJ^k b toteo * fe&LU^s Ifei^JklftA life u" vw »% •» •• » •» •

«11*1* UUb^ft U^Jtei J^> Ai* fi&yj£ ilH fôJfc bfeJl lift iklft% • % % ^% % i>nfct.ji<. hjfrft > vKie.i%oid jtfaik. Uk ULAlft kLWt b feUi *

^-xr cj—— % % o- •% • • »

Z ->MJ:ilh Jk

là iUhâÔ IbiUb b IteU^^M^ ^- l^ * i).^lfe ii-.ii Ua ft

1.1* JAJJaU Jk^Jiaik b iî:^ Jt Ifel&j. k£ '3

0861 sajiBJX sap HBHDDH — sajuQ SUOIJBM • sauag ^|B3JX — SUOIJBN psiiUQ (79 [

(5)

1980 United Nations — Treaty Series • Nations Unies — Recueil des Traités 1«?

- vi

«TTT _

5r KTffT F fiT

wrepfrrr « BTTT frrft.^çAr f^rrcrr

«rnr

** r arr^rr irf^ wnrr"

«TRIT i

^^^^

BTTT «•

Tw IF i ami, 14

^ "wrVr ^, «i

__ *•

Tw 're w»

«ITT

*

1977,

** ** * »

-i T«I i «T «TT-TT

^^ q,

TWT

«TTTT

Vol I20S.

(6)

166 United Nations — Treaty Scries • Nations Unies — Recueil des Traités 1980

[INDONESIAN TEXT—TEXTE INDONÉSIEN]

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERPANJANGAN GARIS BATAS LANDAS KONTINEN TAHUN 1974 ANTARA KEDUA NEGARA DI LAUT ANDA MAN DAN SAMUDERA HINDIA

Pemerintah Republik India dan Pemerintah Republik Indonesia,

Mengingat Persetujuan antara Republik India dan Republik Indo nesia tentang penetapan garis bâtas landas kontinen antara kedua negara yang ditandatangani padâ tanggal 8 Agustus 1974, mulai berlaku sejak saat pertukaran piagam-piagam pengesahan di New Delhi tanggal 17 Desem- ber 1974,

Berhasrat untuk memperpanjang bâtas antara kedua Negara ini di Laut Andaman dan Samudera Hindia didaerah-daerah yang tidak dicakup dalam Persetujuan tersebut diatas,

Dan memutuskan, sebagai tetangga-tetangga yang baik dan di da lam semangat kerjasama dan persahabatan, untuk menetapkan secara tetap batas-batas dari daerah-daerah yang disebut dalam ayat terdahulu dimana masing-masing Pemerintah akan menjalankan hak-hak berdaulat me- reka,

Telah menyetujui hal-hal sebagai berikut:

Posai 1. Di daerah Laut Andaman:

Bâtas dasar laut antara India dan Indonesia di Laut Andaman adalah garis-garis lurus yang menghubungkan titik-titik 1 dan K, titik-titik K dan N, dan titik-titik N dan O.

Koordinat-koordinat dari titik-titik ini diperinci sebagai berikut:

Titik 1: 06° 38'.5 Lintang Utara, 94° 38'.0 Bujur Timur Titik K : 07° 02' 24" Lintang Utara, 94° 55' 37" Bujur Timur Titik N : 07° 40' 06" Lintang Utara, 95° 25' 45" Bujur Timur Titik O: 07° 46' 06" Lintang Utara, 95° 31' 12" Bujur Timur

Pasal 2. Di daerah Samudera Hindia:

Bâtas dasar laut antara India dan Indonesia di Samudera Hindia adalah garis-garis lurus yang menghubungkan titik-titik 4 dan R, titik-titik R dan S, titik-titik S dan T, dan titik-titik T dan U.

Vol, 1208, 1-19475

(7)

1980 United Nations — Treaty Series • Nations Unies — Recueil des Traités 167

Koordinat-koordinat dari titik-titik ini diperinci sabagai berikut:

Titik 4: 06e OO'.O Lintang Utara, 94° 10'.3 Bujur Timur Titik R : 05° 25' 20" Lintang Utara, 93° 41' 12" Bujur Timur Titik S: 04° 27' 34" Lintang Utara, 92e 51' 17" Bujur Timur Titik T: 04" 18' 31" Lintang Utara, 92" 43' 31" Bujur Timur Titik U : 04 01' 40" Lintang Utara, 92° 23' 55" Bujur Timur Pasal 3. 1. Koordinat-koordinat dari titik-titik yang diperinci dalam pasal-pasal 1 dan 2 adalah koordinat-koordinat geografi dan garis-garis lurus yang menghubungkannya ditunjukkan diatas péta yang dilampirkan sebagai lampiran B dari Persetujuan ini. '

2. Letak sebenarnya dari titik-titik ini di laut dan garis-garis yang meng hubungkannya akan ditentukan dengan suatu cara yang disetujui bersama oleh pejabat-pejabat berwenang dari kedua Pemerintah.

3. Yang dimaksud sebagai "pejabat-pejabat yang berwenang" dalam ayat 2 pasal ini, bagi Republik India adalah ketua Hidrografi Pemerintah India dan setiap orang yang dikuasakannya dan bagi Republik Indonesia adalah Ketua Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional dan setiap orang yang dikuasakannya.

Pasal 4. Pemerintah Republik India dan Pemerintah Republik In donesia mengakui dan membenarkan hak-hak berdaulat masing-masing Pemerintah di dan atas daerah-daerah dasar laut tersebut, termasuk ta- nah di bawahnya di dalam batas-batas yang ditentukan berdasarkan Persetu juan ini.

PasalS. Apabila terdapat suatu struktur atau lapangan minyak bumi atau gas alam, atau deposit mineral lainnya jenis apapun yang me- lintasi garis bâtas tersebut dalam pasal-pasal 1 dan 2, maka kedua Pe merintah akan saling menyampaikan semua keterangan mengenai haï ini dan akan berusaha mencapai persetujuan tentang cara yang paling efek- tip untuk mengeksploitasi struktur, lapangan atau deposit dan keun- tungan-keuntungan yang diperoleh dari eksploitasi tersebut, akan dibagi seca- ra adil.

Pasal 6. Setiap perselisihan antara kedua Pemerintah mengenai penafsi- ran atau pelaksanaan persetujuan ini akan diselesaikan secara damai melalui konsultasi atau perundingan.

Pasal 7. Persetujuan ini akan disyahkan sesuai dengan syarat-syarat ketatanegaraan Negara masing-masing. Persetujuan ini akan mulai berlaku pada tanggal pertukaran Piagam Pengesyahan yang akan dilakukan secepat mungkin di Jakarta.

1 See insert in a pocket at the end of this volume —Voir hors-texte dans une pochette à la fin du présent volume.

Vol. 1208. 1-19475

(8)

168 United Nations — Treaty Series • Nations Unies — Recueil des Traités 1980

UNTUK MEMBUKTIKANNYA, yang bertanda tangan di bawah ini, yang dikuasakan untuk maksud ini oleh Pemerintah masing-masing, telah menanda tangani Persetujuan ini.

DlBUAT dalam rangkap dua di New Delhi pada tanggal 14 Januari 1977, dalam bahasa Hindi, Indonesia dan Inggeris. Dalam haï timbul perbedaan antara naskah-naskah tersebut, maka naskah dalam bahasa Inggeris akan menentukan.

Untuk Pemerintah Untuk Pemerintah

Republik India: Republik Indonesia:

[Signed—Signé] [Signed—Signé]

M. A. VELLODI Let. Jen. Tni. SOEGIH ARTO

Vol. 1208, 1-1 «75

Referensi

Dokumen terkait

menyampaikan laporan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengenai pelaksanaan kegiatan usaha Pengangkutan Minyak

Di samping itu, pengusahaan dan penambangan sumber daya energi dan mineral juga menghadapi beberapa masalah yaitu (1) belum dapat dikembangkannya beberapa lapangan minyak dan gas

Sumber Daya Energi Konvensional adalah potensi alam yang berasal atau diambil dari alam dengan teknologi yang biasa digunakan (natural), seperti minyak bumi, gas alam, panas bumi,

Minyak bumi, batu bara, gas, dan barang-barang tambang lainnya merupakan contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.. Oleh karena itu, kita harus mengelolanya dengan

Sumber Daya Energi Konvensional adalah potensi alam yang berasal atau diambil dari alam dengan teknologi yang biasa digunakan (natural), seperti minyak bumi, gas alam, panas bumi,

(1) Tempat penimbunan minyak dan gas bumi beserta hasil pemurnian dan pengolahannya, termasuk gas bumi yang dicairkan, bahan cair dan gas lainnya yang mudah terbakar dan atau

(1) Tempat penimbunan minyak dan gas bumi beserta hasil pemurnian dan pengolahannya, termasuk gas bumi yang dicairkan, bahan cair dan gas lainnya yang mudah terbakar dan atau

peraturan pembuatan sumur minyak bumi dan gas