• Tidak ada hasil yang ditemukan

keanekaragamanhayatiindonesia 130927093706 phpapp02

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "keanekaragamanhayatiindonesia 130927093706 phpapp02"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KEANEKARAGAMAN HAYATI

(2)

Keanekaragaman

Hayati Indonesia

Indonesia

terletak pada 6°LU - 11°LS terletak di

daerah Beriklim tropis dan

dilewati oleh garis

(3)

Indonesia dikenal dengan

sebutan

megadiversity

country”

, Selain Brazil

dan Zaire,

karena

mempunyai

keanekaragaman hayati

yang sangat tinggi dengan

(4)

Alfred Russel Wallace dan Weber

ilmuwan, yang

membagi wilayah

persebaran hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia

menjadi tiga

(5)

3 zona Persebaran Makhluk Hidup

di Indonesia

1. Orientalis (Asia), 2. Peralihan,

(6)

Faktor Penyebab Biodiversitas

Indonesia

Indonesia merupakan

negara kepulauan

dimana setiap pulau

memiliki keadaan alam

(7)

Banyak pulau yang tersebar di Nusantara terisolasi beribu-ribu tahun sehingga tingkat endemisnya tinggi.

(8)
(9)

Apa Hewan-hewan khas pada Zona Orientalis ?

badak jawa (Rhinoceros sondaicus)

harimau jawa (Panthera tigris

sondaicus),

harimau sumatra (Panthera tigris

(10)

Hewan khas lain pada Zona Orientalis ?

orang utan (Pongo pygmaeus),

Bekantan= monyet berhidung panjang (Nasalis larvatus)

tarsius (Tarsius

(11)

Apa Hewan yang ada di Zona Peralihan ?

komodo (Varanus komodoensis)

burung maleo,

babi rusa (Babyroussa babyrussa)

anoa (Bubalus

(12)

Apa Hewan-hewan khas pada zona Australis ?

burung cendrawasih (Paradisaea sp.)

Burung kasuari

(Casuarius bennetti)

KakaTua Raja

(13)

kanguru pohon (Dendrolagus inustus),

Hewan-hewan khas pada zona Australis Yang Lain

Kuskus (Phalanger sp.),

(14)

Flora di zona

Orientalis memiliki ciri-ciri, berikut ini.

1) Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga,

misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan

sejenisnya.

2) Selalu hijau sepanjang tahun.

3) Bersifat heterogen.

(15)

FLORA DI ZONA PERALIHAN

Longusei (Ficus minahasae)

Gofasa, gupasa (Vitex cofassus)

Eboni (Diospyros celebica)

Anggrek serat

(Dendrobium utile)

Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis)

Lontar (Borassus flabellifer)

Ajan kelicung

(Diospyros macrophylla) Cendana (Santalum

album)

Cengkeh (Syzygium aromaticum)

(16)

Nilai Manfaat Keanekaragaman Hayati

Nilai Konsumtif, Memberikan

manusia sumber daya untuk mencukupi kebutuhan pangan (Contoh : Padi, jagung, ayam), perumahan (Contoh : Kayu,jati, meranti) dan Kesehatan (Contoh :

Kunyit,Jahe, Temulawak)

Nilai Ekonomi, dapat

(17)

Nilai Biologis, dibutuhkan sebagai

penunjang kehidupan bagi mahluk hidup terutama manusia . Contoh : Tumbuhan menghasilkan oksigen untuk pernafasan Mahluk Hidup

Nilai Ekologis, memiliki peranan dalam mempertahankan kelestarian ekosistem.

Contoh : Keberadaan terumbu karang

mendukung keberlangsungan hidup ikan dan hewan air.

Nilai Estetika, dapat memenuhi kebutuhan

(18)

Keanekaragaman Hayati sebagai

Sumber Sandang dan Papan

Kapas, rami, yute, kenaf,

abaca, dan acave serta ulat

(19)

Sebagai sumber pangan, perumahan, dan kesehatan

Pangan:

• Sumber karbohidrat: padi, jagung, singkong, kentang, dan lain-lain. • Sumber protein: kedelai, kecipir, ikan, daging, dan lain-lain.

• Sumber lemak: ikan, daging, telur, kelapa, alpukat, dll

(20)

2. Sebagai sumber pendapatan/devisa

a. Bahan baku industri kerajinan: kayu, rotan, karet

b. Bahan baku industri kosmetik: cendana, rumput laut

3. Sebagai sumber plasma nutfah, Misalnya hutan Di hutan masih terdapat tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat unggul, karena itu hutan dikatakan sebagai sumber plasma

nutfah/sumber gen.

4. Manfaat ekologi

Selain berfungsi untuk menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki

(21)

Manfaat keilmuan

Keanekaragaman hayati merupakan lahan

penelitian dan

pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk

kehidupan manusia.

Manfaat keindahan

Bermacam-macam

(22)

Sumber daya Hayati sebagai Sumber

Obat dan Kosmetik Indonesia memiliki

940 jenis tanaman

obat, tetapi hanya 120 jenis yang masuk

dalam Materia medika Indonesia. Masyarakat pulau Lombok

mengenal 19 jenis tumbuhan sebagai

(23)

Dapat menjaga kestabilan iklim global,

(24)

Nilai Sosia

l

Budaya

Keanekaragaman hayati dapat dikembangkan

sebagai tempat rekreasi atau pariwisata, di

samping untuk

(25)

Konservasi

Keanekaragaman Hayati

A. Pelestarian in situ : melakukan perlindungan terhadap tumbuhan dan hewan agar dapat

hidup sesuai dengan habitat aslinya. Contohnya pelestarian komodo di Pulau Komodo, badak

(26)

B.Pelestarian ex situ adalah

melakukan

perlindungan dan pemeliharaan

hewan dan

tumbuhan di luar habitat aslinya. Antara lain

dengan cara:

Kebun botani,

yaitu kebun yang

mengoleksi

berbagai jenis tumbuhan yang hidup. Seperti Kebun Raya Bogor

Kebun koleksi, kebun yang

(27)

 sumber; Indun Kistinnah, dkk. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA X: Jakarta. BSE 2009 Sri Widayati, dkk. Biologi SMA/MA Kelas X: Jakarta BSE.

http://eofdreams.com/orangutan.htmlhttp://

www.satwa.net/551/burung-cendrawasih-ciri-ciri-dan-habitat-cendrawasih.html http://gambaraneh.16mb.com/2012/04/kakatua-raja-4/

Referensi

Dokumen terkait

itu, ekspor bahan baku rotan masih jauh lebih besar daripada ekspor barang setengah jadi atau.. barang setengah

Oleh karena itu, pemanfaatan kayu karet sebagai bahan baku industri pengolahan kayu telah cukup banyak dikembangkan oleh negara-negara produsen karet alam

Dunia Kayu Jaya menggunakan bahan baku berupa kayu Mahoni, kayu Karet dan Veneer yang disuplai dari Tasikmalaya, Pasuruan dan Bekasi, sehingga dokumen Deklarasi

Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya/ Wood Industry, Goods of Wood and Cork

Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya/ Wood Industry, Goods of Wood and Cork

Predictors: (Constant), ekspor kakao, ekspor kopi, ekspor karet, ekspor kelapa sawitb. Dependent Variable: pdrb

CV Dewata Classsic Teak melakukan ekspor produk mebel dari kayu dengan menggunakan bahan baku kayu olahan jenis Jati (Tectona sp) dengan demikian jenis tersebut tidak

pasar ekspor kopi Eropa merupakan pasar potensial untuk ekspor berbagai jenis kopi, hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa tingginya nilai konsumsi kopi di