• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketenagakerjaan Indonesia dan Distribusi Upah Peserta Jaminan Pensiun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ketenagakerjaan Indonesia dan Distribusi Upah Peserta Jaminan Pensiun"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Prepared by actuarialteam@bpjsketenagakerjaan

Ketenagakerjaan Indonesia dan Distribusi Upah

Peserta Jaminan Pensiun

E. Ilyas Lubis

Direktur Perluasan Kepesertaan Dan Hubungan Antar Lembaga

ver.17.02.28.0

Hotel Grand Cempaka, 1 Maret 2017

(2)

SEBAGIAN BESAR TENAGA KERJA INDONESIA TIDAK DAPAT MEMPERSIAPKAN HARI TUA-NYA SENDIRI

Struktur Ketenagakerjaan Indonesia

(3)

3

Kondisi Ketenagakerjaan

Pekerja Penerima Upah (PU)

Komposisi Berdasarkan Pendidikan

342,908

2,262,733

6,669,114 7,023,654

9,947,931

6,734,883

2,316,739

7,084,186

0 2000000 4000000 6000000 8000000 10000000 12000000

Tidak pernah sekolah

Tidak/belum

tamat SD SD SMP SMU SMK DI/II/III Univ

77,82% dari total pekerja PU memiliki pendidikan di bawah diploma.

50,58% diantaranya adalah lulusan sekolah menengah atas

Sumber: Buku BPS 2015

http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/

Total TK PU: 42.382.148

(4)

4

Kondisi Ketenagakerjaan

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) Komposisi Berdasarkan Pendidikan

Sumber: Buku BPS 2015

Lulusan SD memiliki prosentase terbesar untuk pekerja BPU sebesar 26,28%

4,844,586

13,552,754

26,283,442

13,327,184

8,631,806

3,785,874

640,041 1,180,191 0

5000000 10000000 15000000 20000000 25000000 30000000

Tidak pernah sekolah

Tidak/belum

tamat SD SD SMP SMU SMK DI/II/III Univ

Total TK BPU: 72.245.878

(5)

5

Kondisi Ketenagakerjaan

Total Angkatan Kerja berdasarkan Umur

- 2,000,000 4,000,000 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 16,000,000 18,000,000

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+

Total Angkatan kerja Bekerja

Kelompok Umur (th)

Total

Angkatan kerja Bekerja

Proporsi Tenaga Kerja

terhadap Angkatan Kerja

(%) 15-19 7.424.665 5.174.517 69,69 20-24 12.703.718 10.485.734 82,54 25-29 13.965.087 12.949.359 92,73 30-34 17.039.112 16.424.492 93,39 35-39 14.481.863 14.155.638 97,75 40-44 15.270.955 15.010.358 98,29 45-49 12.485.843 12.285.477 98,40 50-54 10.949.561 10.754.512 98,22 55-59 7.396.670 7.296.823 98,65 60+ 10.155.457 10.091.116 99,37

Proporsi tenaga kerja masih didominasi oleh usia produktif.

Namun tenaga kerja, secara umum, masih belum menyiapkan kehidupan masa tuanya dengan baik

Sumber: Buku BPS 2015

(6)

6

Bonus Demografi Indonesia

% population aged 65 and older : 5,01%

Ages 0 – 64 : 94,99%

% population aged 65 and older : 9,23%

Ages 0 – 64 : 90,77%

% population aged 65 and older : 15,78%

Ages 0 – 64 : 84,22%

Bonus demografi bukan hanya memberi peluang tetapi juga risiko baru untuk manusia Indonesia ketika

memasuki usia pensiun

Data : Divisi Aktuaria, BPJS Ketenagakerjaan

(7)

7

Angkatan Kerja

Berdasarkan Tingkat Pendidikan

7

• Tahun 2013, angkatan kerja didominasi oleh pendidikan SD ke bawah. Sulit bekerja di sektor yang memiliki nilai tambah tinggi

• Untuk sektor formal, umumnya hanya dapat terserap di industri manufaktur yang padat tenaga kerja dan

berteknologi rendah.

Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi, 2016

(8)

8

Rasio Upah Tenaga Kerja

Per Tingkat Pendidikan

Pendidikan Rasio Upah terhadap SD

Universitas 3,13

D1 – D3 2,35

Sekolah Menengah Kejuruan 1,73

Sekolah Menengah Atas 1,73

Sekolah Menengah Pertama 1,21

• Apakah menarik untuk masuk SMK?

• Presentase kenaikan upah untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi semakin turun.

Insentif untuk sekolah lebih tinggi semakin rendah?

Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016 3.13

2.35

1.73 1.73

1.21

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Universitas D1 – D3 Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Atas Sekolah Menengah Pertama

(9)

9

Lama Mencari Kerja

Tahun 2010

Pendidikan 2010

SD ke bawah 2,2

Lulus SD 2,9

Lulus SMP 1,8

Lulus SMA 5,1

Lulus SMK 4,8

Universitas 3,0

• Apakah menarik melanjutkan SMA

• Paling cepat mencari kerja bagi lulusan SMP

Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016 2.2

2.9

1.8

5.1

4.8

3

0 1 2 3 4 5 6

SD ke bawah Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Lulus SMK Universitas

(10)

10

Kualitas Pekerja & Produktivitas

Berbanding Lurus

• Hanya 5% dari pekerja yang memperoleh pelatihan,

menyebabkan sebagian besar tenaga kerja memiliki keahlian rendah (Sakernas 2014)

• Pelambatan ketrampilan pekerja, menyebabkan produktivitas tenaga kerja secara keseluruhan rendah, termasuk

dibandingkan negara-negara ASEAN

Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016

(11)

Project : Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat Muda

Sebagian besar tenaga kerja Indonesia hanya mengandalkan JHT dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan

untuk hari tua-nya.

11

http://ds106.kendallparker.com/wp-content/uploads/2015/02/peeking-pano_18817.jpg

(12)

STATISTIK UPAH PEKERJA DAN PESERTA JAMINAN PENSIUN

Distribusi Upah Jaminan Pensiun

(13)

Upah Minimum Provinsi (UMP)

13

 Formula UMP berdasarkan ketentuan PP 78/2015 tentang Pengupahan

 Formula UMP

t

= UMP

t-1

x {1+(Inflasi

t-1

+ PDB_Growth

t-1

)}

 Rata-rata kenaikan UMP 2017 sebesar 8,25%

 UMP tertinggi (Rp.3.355.750) di DKI Jakarta, dan UMP terendah (Rp.1.337.645) di DI Yogyakarta

 UMP ditetapkan serentak setiap 1 November

 UMK ditetapkan Gubernur selambat-lambatnya setiap tanggal 21 November

- 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.500.000 3.000.000 3.500.000 4.000.000 DI Aceh

Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur

Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat

Papua UMP 2017

UMP 2016

Rata-rata UPM 2017: 2.104.538

Sumber : Diolah dari Sakernas BPS

(14)

Statistik UMP dan Upah Pekerja

14

Provinsi UMP 2016 Upah 2016 UMP 2017

DI Aceh 2.118.500 2.223.969 2.500.000 Sumatera Utara 1.811.875 2.000.121 1.961.354 Sumatera Barat 1.800.725 2.343.454 1.949.284 Riau 2.095.000 2.523.061 2.266.722 Jambi 1.906.650 2.066.856 2.063.000 Sumatera Selatan 2.206.000 2.097.351 2.388.000 Bengkulu 1.605.000 2.150.361 1.737.412 Lampung 1.763.000 1.847.210 1.908.447 Bangka Belitung 2.341.500 2.424.225 2.534.673 Kepulauan Riau 2.178.710 3.270.224 2.358.454 DKI Jakarta 3.100.000 3.980.808 3.355.750 Jawa Barat 2.250.000 2.788.634 2.435.625 Jawa Tengah 1.875.026 1.367.000 DI Yogyakarta 1.975.721 1.337.645 Jawa Timur 2.129.937 1.388.000 Banten 1.784.000 3.531.518 1.931.180 Bali 1.807.600 2.788.711 1.956.727 NTB 1.482.950 2.044.877 1.631.245

Provinsi UMP 2016 Upah 2016 UMP 2017

NTT 1.425.000 2.143.074 1.525.000 Kalimantan Barat 1.739.400 2.204.481 1.882.900 Kalimantan Tengah 2.057.558 2.687.091 2.227.307 Kalimantan Selatan 2.085.050 2.574.148 2.258.000 Kalimantan Timur 2.161.253 3.719.982 2.354.800 Kaliimantan Utara 2.175.340 3.176.765 2.358.800 Sulawesi Utara 2.400.000 2.849.993 2.598.000 Sulawesi Tengah 1.670.000 2.290.133 1.807.775 Sulawesi Selatan 2.250.000 2.494.064 2.435.625 Sulawesi Tenggara 1.850.000 2.696.009 2.002.625 Gorontalo 1.875.000 2.291.309 2.030.000 Sulawesi Barat 1.864.000 2.144.605 2.017.780 Maluku 1.775.000 2.443.695 1.925.000 Maluku Utara 1.681.266 2.538.918 1.975.000 Papua Barat 2.237.000 2.865.109 2.421.500 Papua 2.435.000 3.487.512 2.663.646 INDONESIA 1.997.819 2.552.962 2.104.538

(15)

UMP 2017 vs Upah Peserta Jaminan Pensiun

15

 Rata-rata upah peserta Jaminan Pensiun Rp.3.990.242

 Rata-rata UMP 2017 Rp.2.104.538

 Rata-rata upah peserta Jaminan Pensiun 90% lebih tinggi dari rata-rata UMP 2017

 Sesuai dengan UMP tertinggi dan terendah, DKI Jakarta memiliki rata-rata upah peserta JP tertinggi (Rp.5.777.836) dan DI Yogyakarta memiliki rata-rata upah peserta JP terendah (Rp.1.696.455)

- 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 DI Aceh

Sumatera Utara Sumatera Barat

Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur

Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua

Upah JP UMP 2017

Sumber : Diolah dari Sakernas BPS dan Statistik Upah Peserta

Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

(16)

Manfaat Minimum dan Maksimum, serta Batasan Upah Maksimum

1. Besar manfaat pensiun minimum dan maksimum ditinjau dan disesuaikan setiap tahun sebesar inflasi umum tahun sebelumnya

2. Batas upah maksimum disesuaikan setiap tahun sebesar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun sebelumnya

16

2015 2016 2017

Manfaat Minimum 300.000 310.050 319.450

Manfaat Maksimum 3.600.000 3.720.600 3.833.000

Upah Maksimum 7.000.000 7.335.300 7.703.500

Dasar Inflasi Umum - 3,35% 3,02%

Dasar Kenaikan PDB - 4,79% 5,02%

(17)

Distribusi Upah terhadap Batas Upah Maksimum

17

 Batas upah maksimal Rp.7.703.500

 Hanya 5,37% peserta yang upahnya diatas ceiling

 DKI Jakarta dan Papua adalah

provinsi yang memiliki proporsi

jumlah peserta dengan upah diatas

ceiling lebih dari 10%

(18)

Distribusi Persentil Upah Peserta JP

18

 10% peserta JP masih memiliki upah di bawah Rp.1,75 juta

 Nilai tengah upah peserta JP ada Rp.3,04 juta

 5% peserta JP memiliki upah diatas Rp.9,56 juta

(19)

SIMULASI MANFAAT PENSIUN DI BPJS KETENAGAKERJAAN

Manfaat Jaminan Pensiun

(20)

Formula Manfaat Pensiun Bulanan

1. Manfaat pensiun yang diterima peserta (pensiun hari tua atau pensiun cacat) untuk 1 tahun pertama dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun bulanan (MB)

2. Manfaat pensiun untuk tahun-tahun selanjutnya diberikan penyesuaian (indeksasi) manfaat sebesar inflasi tahun sebelumnya, setiap awal bulan ulang tahun pensiun

20

𝑴𝑩

𝟎

= 𝟏% × 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒖𝒓

𝟏𝟐 × 𝒓𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒖𝒑𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒖𝒓 𝟏𝟐

𝑴𝑩

𝑻+𝟏

= 𝑴𝑩

𝑻

× 𝟏 + 𝑰𝒏𝒇𝒍𝒂𝒔𝒊

𝑻

*) Bagi peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap dengan masa iur kurang dari 180 bulan, tetapi memenuhi ketentuan penerima manfaat pensiun bulanan, masa iur yang diperhitungkan adalah 180 bulan

Manfaat Pensiun Perhitungan Manfaat Bulanan Pensiun Hari Tua 100% x MB

0

Pensiun Cacat 100% x MB

0

Pensiun Janda/Duda 50% x MB

0

atau 50% x MB terakhir

Pensiun Anak 50% x MB

0

atau 50% x MB terakhir

Pensiun Orangtua 20% x MB

0

atau 20% x MB terakhir

(21)

21

Simulasi Perhitungan Manfaat

Jaminan Pensiun

Upah per bulan = Rp. 3.000.000,00

Iuran JP per bulan= Rp. 90.000,00 Rp. 30.000,00

(dipotong dari upah bulanan Bpk. A)

Rp. 60.000,00

(ditanggung perusahaan Bpk A)

Asumsi

 Tingkat pengembangan saat ini sebesar 8,95%

 Rata – rata inflasi : 4,75% - 5%

 Asumsi tingkat kenaikan upah per tahun sebesar 9,5 – 10%

Bpk. A

1 istri, 1 anak

(22)

22

Simulasi Perhitungan Manfaat

Jaminan Pensiun

Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 15 tahun

Perhitungan manfaat [1% x 15 x 10.106.872] = Rp. 1.516. 031/bulan

Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 20 tahun

Perhitungan manfaat [1% x 20 x 14.600.931] = Rp. 2.993. 191/bulan

Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 30 tahun

Perhitungan manfaat [1% x 30 x 26.591.563] = Rp. 8.110. 427/bulan

Keterangan:

Bapak A dalam skema ini akan tetap mendapatkan manfaat sebesar Rp. 8.110.427 karena nilai manfaat maksimum

sebesar 3.600.000 (PP 45/2015) akan direview secara berkala sesuai tingkat inflasi.

(23)

23

(24)

SKEMA IURAN DAN MANFAAT JAMINAN PENSIUN

Distribusi Upah Jaminan Pensiun

(25)

Bentuk Manfaat Jaminan Pensiun

UU 40/2004 – SJSN Pasal 41

• Diterima peserta setelah memasuki usia pensiun

• Manfaat bulanan diterima setelah peserta memiliki masa iur minimal 15 tahun

• Manfaat bulanan diterima sampai peserta (pensiunan) meninggal dunia

Pensiun Hari Tua

• Diterima peserta yang mengalami cacat total tetap sebelum memasuki usia pensiun

• Manfaat bulanan diterima sampai peserta (pensiunan) meninggal dunia

Pensiun Cacat

• Diterima janda/duda ahli waris peserta yang meninggal dunia

• Manfaat bulanan diterima sampai janda/duda meninggal dunia atau menikah lagi

Pensiun Janda/Duda

• Diterima anak ahli waris peserta yang meninggal dunia

• Manfaat bulanan diterima sampai anak mencapai usia 23 tahun, bekerja, menikah, atau meninggal dunia

• Jumlah anak yang menerima manfaat bulanan maksimal 2 orang anak

Pensiun Anak

• Diterima orangtua ahli waris peserta lajang yang meninggal dunia

• Manfaat bulanan diterima sampai batas waktu tertentu

Pensiun Orangtua

25

(26)

Kriteria Penerima Manfaat Pensiun Bulanan

Pensiun Hari Tua, Cacat, Janda/Duda, Anak, dan Orangtua

26

Pensiun Hari Tua , diterima peserta secara bulanan dengan ketentuan:

peserta telah memasuki usia pensiun; dan

 memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan)

Pensiun Cacat , diterima peserta secara bulanan dengan ketentuan:

 peserta mengalami cacat total tetap;

kejadian penyebab cacat total tetap terjadi setelah kepesertaan sedikitnya 1 bulan; dan

 peserta sebelum mengalami cacat total tetap memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan) atau kepadatan iuran (contribution density rate) sedikitnya 80%

Pensiun Janda/Duda, Pensiun Anak, atau Pensiun Orangtua , diterima janda/duda, anak, atau orangtua ahli waris peserta secara bulanan dengan ketentuan:

 peserta meninggal dunia;

peserta meninggal dunia setelah kepesertaan sedikitnya 1 tahun; dan

peserta sebelum meninggal memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan) atau kepadatan iuran (contribution density rate) sedikitnya 80%

Manfaat Lumpsum , diterima oleh peserta yang memasuki usia pensiun atau cacat total tetap, atau oleh ahli waris

(anak, janda/duda, atau orangtua) peserta yang meninggal dunia secara sekaligus sebesar akumulasi iuran ditambah

pengembangannya, jika tidak memenuhi ketentuan penerimaan manfaat pensiun bulanan

(27)

Aspek yang perlu diperhatikan

dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial

27

•Sustainability : sistim jaminan sosial harus dapat memberikan kepastian keberlangsungan dan kesinambungan penyelenggaraan jaminan sosial

•Affordability : sistim jaminan sosial diselenggarakan dengan pembiayaan yang terjangkau

•Adequacy: sistim jaminan sosial memberikan manfaat yang memadai sesuai dengan tujuan

penyelenggaraannya

•Acceptability : sistim jaminan sosial diterima oleh masyarakat secara luas

•Intergenerational fairness : sistim jaminan sosial memberikan rasa keadilan bagi seluruh generasi

(28)

Sistem Multi-Pilar

28

(29)

Perbandingan Tingkat Pengganti Penghasilan

Skema Pensiun Publik di Beberapa Negara

29

Negara Jenis Faktor Manfaat Dasar Penghasilan Pensiun Indeksasi Manfaat

Indonesia Manfaat Pasti 1,00% selama masa iur dengan valorisasi inflasi Inflasi 30,00%

Austria Manfaat Pasti 1,73% 40 tahun terakhir dengan valorisasi upah AdHoc 51,90%

Belgia Manfaat Pasti 1,33% selama masa iur dengan valorisasi inflasi Inflasi 39,90%

Kanada Manfaat Pasti 0,63% 34 tahun upah terbaik dengan valorisasi upah Inflasi 18,90%

Finlandia Manfaat Pasti 1,50% selama masa iur dengan valorisasi 80% upah dan 20% inflasi 20% upah dan 80% inflasi 45,00%

Perancis Manfaat Pasti/Poin 1,06% 25 tahun upah terbaik dengan valorisasi inflasi Inflasi 31,80%

Jerman Poin 1,00% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah 30,00%

Yunani Manfaat Pasti 0,8-1,5% selama masa iur dengan valorisasi inflasi 50% Inflasi dan 50% GDP 24,00%-45,00%

Italia NDC 1,75% selama masa iur dengan valorisasi GDP Inflasi 52,50%

Jepang Manfaat Pasti 0,55% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 16,50%

Korea Manfaat Pasti 0,89% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 26,70%

Belanda Manfaat Pasti 1,75% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah 52,50%

Norwegia NDC 0,98% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah - 0,75 29,40%

Polandia NDC 0,52% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 15,60%

Portugal Manfaat Pasti 2,25% selama masa iur dengan valorisasi 25% upah dan 75% inflasi Inflasi dan GDP 67,50%

Spanyol Manfaat Pasti 2,70% 25 tahun upah terakhir dengan valorisasi inflasi Inflasi 81,00%

Swedia NDC 0,75% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah - 1,6 22,50%

Turki Manfaat Pasti 1,50% selama masa iur dengan valorisasi inflasi + 30% GDP Inflasi 45,00%

Inggris Manfaat Pasti 0,21-0,83% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 6,30%-24,90%

Amerika Manfaat Pasti 0,91% 35 tahun upah terbaik dengan valorisasi upah Inflasi 27,30%

Skema Program Pensiun Publik Konversi TPP

(masa iur 30 tahun)

Sumber: Diolah dari OECD (2013), Pensions at a Glance 2013 : OECD and G20 Indicators, OECD Publishing, dan RPP Jaminan Pensiun

(30)

Komparasi Manfaat dan Iuran Beberapa Negara

30 Sumber: Diolah dari OECD (2013), Pensions at a Glance 2013 : OECD and G20 Indicators, OECD Publishing

Negara Pekerja Pemberi Kerja Total

Indonesia 1,00% 30,00%

Austria 1,73% 51,90% 10,30% 12,60% 22,90%

Belgia 1,33% 39,90% 7,50% 8,90% 16,40%

Kanada 0,63% 18,90% 5,00% 5,00% 10,00%

Finlandia 1,50% 45,00% 5,20% 17,70% 22,90%

Perancis 1,06% 31,80% 6,80% 9,90% 16,70%

Jerman 1,00% 30,00% 9,80% 9,80% 19,60%

Yunani 0,8-1,5% 24,00%-45,00% 6,70% 13,30% 20,00%

Italia 1,75% 52,50% 9,20% 23,80% 33,00%

Jepang 0,55% 16,50% 8,40% 8,40% 16,80%

Korea 0,89% 26,70% 4,50% 4,50% 9,00%

Belanda 1,75% 52,50% 17,90% 17,90%

Norwegia 0,98% 29,40% N/A N/A N/A

Polandia 0,52% 15,60% 9,80% 9,80% 19,60%

Portugal 2,25% 67,50% N/A N/A N/A

Spanyol 2,70% 81,00%

Swedia 0,75% 22,50% 4,70% 23,60% 28,30%

Turki 1,50% 45,00% 9,00% 11,00% 20,00%

Inggris 0,21-0,83% 6,30%-24,90% N/A N/A N/A

Amerika 0,91% 27,30% 4,20% 6,20% 10,40%

Konversi TPP

(masa iur 30 tahun)

Iuran Faktor Manfaat

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Manfaat Pensiun dari Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti yang telah diterima setiap bulan oleh pensiunan, janda/duda atau anak yang

(4) Dalam hal Peserta Karyawan Perusahaan meninggal dunia sekurang-kurangnya pada Usia Pensiun Dipercepat dan tidak memiliki Janda/Duda yang sah, maka Manfaat Pensiun

Manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yang

 Minimum masa iur untuk memperoleh manfaat bulanan adalah 15 tahun ATAU 30 bulan iur dalam 36 bulan sebelum peserta meninggal atau cacat total tetap KHUSUS untuk pensiun

Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS commit to user.. Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia

Program Jaminan Hari Tua (JHT) adalah program jangka panjang yang diberikan secara berkala sekaligus sebelum Peserta memasuki masa pensiun, bisa diterimakan kepada janda/duda,

Tinggi Negara atau penerima pensiun meninggal dunia sedangkan ia tidak mempunyai isteri/suami yang berhak menerima pensiun janda/duda atau apabila janda/duda yang bersangkutan

beristeri/bersuami atau janda/duda meninggal dunia dan meninggalkan anak (anak-anak) yang berhak diberikan pensiun, maka kepada anak (anak-anak) itu diberikan terus