Prepared by actuarialteam@bpjsketenagakerjaan
Ketenagakerjaan Indonesia dan Distribusi Upah
Peserta Jaminan Pensiun
E. Ilyas Lubis
Direktur Perluasan Kepesertaan Dan Hubungan Antar Lembaga
ver.17.02.28.0
Hotel Grand Cempaka, 1 Maret 2017
SEBAGIAN BESAR TENAGA KERJA INDONESIA TIDAK DAPAT MEMPERSIAPKAN HARI TUA-NYA SENDIRI
Struktur Ketenagakerjaan Indonesia
3
Kondisi Ketenagakerjaan
Pekerja Penerima Upah (PU)
Komposisi Berdasarkan Pendidikan
342,908
2,262,733
6,669,114 7,023,654
9,947,931
6,734,883
2,316,739
7,084,186
0 2000000 4000000 6000000 8000000 10000000 12000000
Tidak pernah sekolah
Tidak/belum
tamat SD SD SMP SMU SMK DI/II/III Univ
77,82% dari total pekerja PU memiliki pendidikan di bawah diploma.
50,58% diantaranya adalah lulusan sekolah menengah atas
Sumber: Buku BPS 2015
http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/
Total TK PU: 42.382.148
4
Kondisi Ketenagakerjaan
Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) Komposisi Berdasarkan Pendidikan
Sumber: Buku BPS 2015
Lulusan SD memiliki prosentase terbesar untuk pekerja BPU sebesar 26,28%
4,844,586
13,552,754
26,283,442
13,327,184
8,631,806
3,785,874
640,041 1,180,191 0
5000000 10000000 15000000 20000000 25000000 30000000
Tidak pernah sekolah
Tidak/belum
tamat SD SD SMP SMU SMK DI/II/III Univ
Total TK BPU: 72.245.878
5
Kondisi Ketenagakerjaan
Total Angkatan Kerja berdasarkan Umur
- 2,000,000 4,000,000 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 16,000,000 18,000,000
15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+
Total Angkatan kerja Bekerja
Kelompok Umur (th)
Total
Angkatan kerja Bekerja
Proporsi Tenaga Kerja
terhadap Angkatan Kerja
(%) 15-19 7.424.665 5.174.517 69,69 20-24 12.703.718 10.485.734 82,54 25-29 13.965.087 12.949.359 92,73 30-34 17.039.112 16.424.492 93,39 35-39 14.481.863 14.155.638 97,75 40-44 15.270.955 15.010.358 98,29 45-49 12.485.843 12.285.477 98,40 50-54 10.949.561 10.754.512 98,22 55-59 7.396.670 7.296.823 98,65 60+ 10.155.457 10.091.116 99,37
Proporsi tenaga kerja masih didominasi oleh usia produktif.
Namun tenaga kerja, secara umum, masih belum menyiapkan kehidupan masa tuanya dengan baik
Sumber: Buku BPS 2015
6
Bonus Demografi Indonesia
% population aged 65 and older : 5,01%
Ages 0 – 64 : 94,99%
% population aged 65 and older : 9,23%
Ages 0 – 64 : 90,77%
% population aged 65 and older : 15,78%
Ages 0 – 64 : 84,22%
Bonus demografi bukan hanya memberi peluang tetapi juga risiko baru untuk manusia Indonesia ketika
memasuki usia pensiun
Data : Divisi Aktuaria, BPJS Ketenagakerjaan
7
Angkatan Kerja
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
7
• Tahun 2013, angkatan kerja didominasi oleh pendidikan SD ke bawah. Sulit bekerja di sektor yang memiliki nilai tambah tinggi
• Untuk sektor formal, umumnya hanya dapat terserap di industri manufaktur yang padat tenaga kerja dan
berteknologi rendah.
Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi, 2016
8
Rasio Upah Tenaga Kerja
Per Tingkat Pendidikan
Pendidikan Rasio Upah terhadap SD
Universitas 3,13
D1 – D3 2,35
Sekolah Menengah Kejuruan 1,73
Sekolah Menengah Atas 1,73
Sekolah Menengah Pertama 1,21
• Apakah menarik untuk masuk SMK?
• Presentase kenaikan upah untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi semakin turun.
Insentif untuk sekolah lebih tinggi semakin rendah?
Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016 3.13
2.35
1.73 1.73
1.21
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
Universitas D1 – D3 Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Atas Sekolah Menengah Pertama
9
Lama Mencari Kerja
Tahun 2010
Pendidikan 2010
SD ke bawah 2,2
Lulus SD 2,9
Lulus SMP 1,8
Lulus SMA 5,1
Lulus SMK 4,8
Universitas 3,0
• Apakah menarik melanjutkan SMA
• Paling cepat mencari kerja bagi lulusan SMP
Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016 2.2
2.9
1.8
5.1
4.8
3
0 1 2 3 4 5 6
SD ke bawah Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Lulus SMK Universitas
10
Kualitas Pekerja & Produktivitas
Berbanding Lurus
• Hanya 5% dari pekerja yang memperoleh pelatihan,
menyebabkan sebagian besar tenaga kerja memiliki keahlian rendah (Sakernas 2014)
• Pelambatan ketrampilan pekerja, menyebabkan produktivitas tenaga kerja secara keseluruhan rendah, termasuk
dibandingkan negara-negara ASEAN
Sumber: Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Peluang Usaha dan Penciptaan lapangan Pekerjaan di Indonesia oleh Sonny Harry B Darmadi , 2016
Project : Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat Muda
Sebagian besar tenaga kerja Indonesia hanya mengandalkan JHT dan Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan
untuk hari tua-nya.
11
http://ds106.kendallparker.com/wp-content/uploads/2015/02/peeking-pano_18817.jpg
STATISTIK UPAH PEKERJA DAN PESERTA JAMINAN PENSIUN
Distribusi Upah Jaminan Pensiun
Upah Minimum Provinsi (UMP)
13
Formula UMP berdasarkan ketentuan PP 78/2015 tentang Pengupahan
Formula UMP
t= UMP
t-1x {1+(Inflasi
t-1+ PDB_Growth
t-1)}
Rata-rata kenaikan UMP 2017 sebesar 8,25%
UMP tertinggi (Rp.3.355.750) di DKI Jakarta, dan UMP terendah (Rp.1.337.645) di DI Yogyakarta
UMP ditetapkan serentak setiap 1 November
UMK ditetapkan Gubernur selambat-lambatnya setiap tanggal 21 November
- 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.500.000 3.000.000 3.500.000 4.000.000 DI Aceh
Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur
Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat
Papua UMP 2017
UMP 2016
Rata-rata UPM 2017: 2.104.538
Sumber : Diolah dari Sakernas BPS
Statistik UMP dan Upah Pekerja
14
Provinsi UMP 2016 Upah 2016 UMP 2017
DI Aceh 2.118.500 2.223.969 2.500.000 Sumatera Utara 1.811.875 2.000.121 1.961.354 Sumatera Barat 1.800.725 2.343.454 1.949.284 Riau 2.095.000 2.523.061 2.266.722 Jambi 1.906.650 2.066.856 2.063.000 Sumatera Selatan 2.206.000 2.097.351 2.388.000 Bengkulu 1.605.000 2.150.361 1.737.412 Lampung 1.763.000 1.847.210 1.908.447 Bangka Belitung 2.341.500 2.424.225 2.534.673 Kepulauan Riau 2.178.710 3.270.224 2.358.454 DKI Jakarta 3.100.000 3.980.808 3.355.750 Jawa Barat 2.250.000 2.788.634 2.435.625 Jawa Tengah 1.875.026 1.367.000 DI Yogyakarta 1.975.721 1.337.645 Jawa Timur 2.129.937 1.388.000 Banten 1.784.000 3.531.518 1.931.180 Bali 1.807.600 2.788.711 1.956.727 NTB 1.482.950 2.044.877 1.631.245
Provinsi UMP 2016 Upah 2016 UMP 2017
NTT 1.425.000 2.143.074 1.525.000 Kalimantan Barat 1.739.400 2.204.481 1.882.900 Kalimantan Tengah 2.057.558 2.687.091 2.227.307 Kalimantan Selatan 2.085.050 2.574.148 2.258.000 Kalimantan Timur 2.161.253 3.719.982 2.354.800 Kaliimantan Utara 2.175.340 3.176.765 2.358.800 Sulawesi Utara 2.400.000 2.849.993 2.598.000 Sulawesi Tengah 1.670.000 2.290.133 1.807.775 Sulawesi Selatan 2.250.000 2.494.064 2.435.625 Sulawesi Tenggara 1.850.000 2.696.009 2.002.625 Gorontalo 1.875.000 2.291.309 2.030.000 Sulawesi Barat 1.864.000 2.144.605 2.017.780 Maluku 1.775.000 2.443.695 1.925.000 Maluku Utara 1.681.266 2.538.918 1.975.000 Papua Barat 2.237.000 2.865.109 2.421.500 Papua 2.435.000 3.487.512 2.663.646 INDONESIA 1.997.819 2.552.962 2.104.538
UMP 2017 vs Upah Peserta Jaminan Pensiun
15
Rata-rata upah peserta Jaminan Pensiun Rp.3.990.242
Rata-rata UMP 2017 Rp.2.104.538
Rata-rata upah peserta Jaminan Pensiun 90% lebih tinggi dari rata-rata UMP 2017
Sesuai dengan UMP tertinggi dan terendah, DKI Jakarta memiliki rata-rata upah peserta JP tertinggi (Rp.5.777.836) dan DI Yogyakarta memiliki rata-rata upah peserta JP terendah (Rp.1.696.455)
- 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 DI Aceh
Sumatera Utara Sumatera Barat
Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur
Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua
Upah JP UMP 2017
Sumber : Diolah dari Sakernas BPS dan Statistik Upah Peserta
Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan
Manfaat Minimum dan Maksimum, serta Batasan Upah Maksimum
1. Besar manfaat pensiun minimum dan maksimum ditinjau dan disesuaikan setiap tahun sebesar inflasi umum tahun sebelumnya
2. Batas upah maksimum disesuaikan setiap tahun sebesar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun sebelumnya
16
2015 2016 2017
Manfaat Minimum 300.000 310.050 319.450
Manfaat Maksimum 3.600.000 3.720.600 3.833.000
Upah Maksimum 7.000.000 7.335.300 7.703.500
Dasar Inflasi Umum - 3,35% 3,02%
Dasar Kenaikan PDB - 4,79% 5,02%
Distribusi Upah terhadap Batas Upah Maksimum
17
Batas upah maksimal Rp.7.703.500
Hanya 5,37% peserta yang upahnya diatas ceiling
DKI Jakarta dan Papua adalah
provinsi yang memiliki proporsi
jumlah peserta dengan upah diatas
ceiling lebih dari 10%
Distribusi Persentil Upah Peserta JP
18
10% peserta JP masih memiliki upah di bawah Rp.1,75 juta
Nilai tengah upah peserta JP ada Rp.3,04 juta
5% peserta JP memiliki upah diatas Rp.9,56 juta
SIMULASI MANFAAT PENSIUN DI BPJS KETENAGAKERJAAN
Manfaat Jaminan Pensiun
Formula Manfaat Pensiun Bulanan
1. Manfaat pensiun yang diterima peserta (pensiun hari tua atau pensiun cacat) untuk 1 tahun pertama dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun bulanan (MB)
2. Manfaat pensiun untuk tahun-tahun selanjutnya diberikan penyesuaian (indeksasi) manfaat sebesar inflasi tahun sebelumnya, setiap awal bulan ulang tahun pensiun
20
𝑴𝑩
𝟎= 𝟏% × 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒖𝒓
𝟏𝟐 × 𝒓𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝒖𝒑𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒖𝒓 𝟏𝟐
𝑴𝑩
𝑻+𝟏= 𝑴𝑩
𝑻× 𝟏 + 𝑰𝒏𝒇𝒍𝒂𝒔𝒊
𝑻*) Bagi peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap dengan masa iur kurang dari 180 bulan, tetapi memenuhi ketentuan penerima manfaat pensiun bulanan, masa iur yang diperhitungkan adalah 180 bulan
Manfaat Pensiun Perhitungan Manfaat Bulanan Pensiun Hari Tua 100% x MB
0Pensiun Cacat 100% x MB
0Pensiun Janda/Duda 50% x MB
0atau 50% x MB terakhir
Pensiun Anak 50% x MB
0atau 50% x MB terakhir
Pensiun Orangtua 20% x MB
0atau 20% x MB terakhir
21
Simulasi Perhitungan Manfaat
Jaminan Pensiun
Upah per bulan = Rp. 3.000.000,00
Iuran JP per bulan= Rp. 90.000,00 Rp. 30.000,00
(dipotong dari upah bulanan Bpk. A)
Rp. 60.000,00
(ditanggung perusahaan Bpk A)
Asumsi
Tingkat pengembangan saat ini sebesar 8,95%
Rata – rata inflasi : 4,75% - 5%
Asumsi tingkat kenaikan upah per tahun sebesar 9,5 – 10%
Bpk. A
1 istri, 1 anak
22
Simulasi Perhitungan Manfaat
Jaminan Pensiun
Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 15 tahun
Perhitungan manfaat [1% x 15 x 10.106.872] = Rp. 1.516. 031/bulan
Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 20 tahun
Perhitungan manfaat [1% x 20 x 14.600.931] = Rp. 2.993. 191/bulan
Bpk A Pensiun pada usia 56 tahun dan telah membayar iuran JP secara rutin selama 30 tahun
Perhitungan manfaat [1% x 30 x 26.591.563] = Rp. 8.110. 427/bulan
Keterangan:
Bapak A dalam skema ini akan tetap mendapatkan manfaat sebesar Rp. 8.110.427 karena nilai manfaat maksimum
sebesar 3.600.000 (PP 45/2015) akan direview secara berkala sesuai tingkat inflasi.
23
SKEMA IURAN DAN MANFAAT JAMINAN PENSIUN
Distribusi Upah Jaminan Pensiun
Bentuk Manfaat Jaminan Pensiun
UU 40/2004 – SJSN Pasal 41
• Diterima peserta setelah memasuki usia pensiun
• Manfaat bulanan diterima setelah peserta memiliki masa iur minimal 15 tahun
• Manfaat bulanan diterima sampai peserta (pensiunan) meninggal dunia
Pensiun Hari Tua
• Diterima peserta yang mengalami cacat total tetap sebelum memasuki usia pensiun
• Manfaat bulanan diterima sampai peserta (pensiunan) meninggal dunia
Pensiun Cacat
• Diterima janda/duda ahli waris peserta yang meninggal dunia
• Manfaat bulanan diterima sampai janda/duda meninggal dunia atau menikah lagi
Pensiun Janda/Duda
• Diterima anak ahli waris peserta yang meninggal dunia
• Manfaat bulanan diterima sampai anak mencapai usia 23 tahun, bekerja, menikah, atau meninggal dunia
• Jumlah anak yang menerima manfaat bulanan maksimal 2 orang anak
Pensiun Anak
• Diterima orangtua ahli waris peserta lajang yang meninggal dunia
• Manfaat bulanan diterima sampai batas waktu tertentu
Pensiun Orangtua
25
Kriteria Penerima Manfaat Pensiun Bulanan
Pensiun Hari Tua, Cacat, Janda/Duda, Anak, dan Orangtua
26
Pensiun Hari Tua , diterima peserta secara bulanan dengan ketentuan:
peserta telah memasuki usia pensiun; dan
memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan)
Pensiun Cacat , diterima peserta secara bulanan dengan ketentuan:
peserta mengalami cacat total tetap;
kejadian penyebab cacat total tetap terjadi setelah kepesertaan sedikitnya 1 bulan; dan
peserta sebelum mengalami cacat total tetap memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan) atau kepadatan iuran (contribution density rate) sedikitnya 80%
Pensiun Janda/Duda, Pensiun Anak, atau Pensiun Orangtua , diterima janda/duda, anak, atau orangtua ahli waris peserta secara bulanan dengan ketentuan:
peserta meninggal dunia;
peserta meninggal dunia setelah kepesertaan sedikitnya 1 tahun; dan
peserta sebelum meninggal memiliki masa iur sedikitnya 15 tahun (180 bulan) atau kepadatan iuran (contribution density rate) sedikitnya 80%
Manfaat Lumpsum , diterima oleh peserta yang memasuki usia pensiun atau cacat total tetap, atau oleh ahli waris
(anak, janda/duda, atau orangtua) peserta yang meninggal dunia secara sekaligus sebesar akumulasi iuran ditambah
pengembangannya, jika tidak memenuhi ketentuan penerimaan manfaat pensiun bulanan
Aspek yang perlu diperhatikan
dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial
27
•Sustainability : sistim jaminan sosial harus dapat memberikan kepastian keberlangsungan dan kesinambungan penyelenggaraan jaminan sosial
•Affordability : sistim jaminan sosial diselenggarakan dengan pembiayaan yang terjangkau
•Adequacy: sistim jaminan sosial memberikan manfaat yang memadai sesuai dengan tujuan
penyelenggaraannya
•Acceptability : sistim jaminan sosial diterima oleh masyarakat secara luas
•Intergenerational fairness : sistim jaminan sosial memberikan rasa keadilan bagi seluruh generasi
Sistem Multi-Pilar
28
Perbandingan Tingkat Pengganti Penghasilan
Skema Pensiun Publik di Beberapa Negara
29
Negara Jenis Faktor Manfaat Dasar Penghasilan Pensiun Indeksasi Manfaat
Indonesia Manfaat Pasti 1,00% selama masa iur dengan valorisasi inflasi Inflasi 30,00%
Austria Manfaat Pasti 1,73% 40 tahun terakhir dengan valorisasi upah AdHoc 51,90%
Belgia Manfaat Pasti 1,33% selama masa iur dengan valorisasi inflasi Inflasi 39,90%
Kanada Manfaat Pasti 0,63% 34 tahun upah terbaik dengan valorisasi upah Inflasi 18,90%
Finlandia Manfaat Pasti 1,50% selama masa iur dengan valorisasi 80% upah dan 20% inflasi 20% upah dan 80% inflasi 45,00%
Perancis Manfaat Pasti/Poin 1,06% 25 tahun upah terbaik dengan valorisasi inflasi Inflasi 31,80%
Jerman Poin 1,00% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah 30,00%
Yunani Manfaat Pasti 0,8-1,5% selama masa iur dengan valorisasi inflasi 50% Inflasi dan 50% GDP 24,00%-45,00%
Italia NDC 1,75% selama masa iur dengan valorisasi GDP Inflasi 52,50%
Jepang Manfaat Pasti 0,55% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 16,50%
Korea Manfaat Pasti 0,89% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 26,70%
Belanda Manfaat Pasti 1,75% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah 52,50%
Norwegia NDC 0,98% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah - 0,75 29,40%
Polandia NDC 0,52% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 15,60%
Portugal Manfaat Pasti 2,25% selama masa iur dengan valorisasi 25% upah dan 75% inflasi Inflasi dan GDP 67,50%
Spanyol Manfaat Pasti 2,70% 25 tahun upah terakhir dengan valorisasi inflasi Inflasi 81,00%
Swedia NDC 0,75% selama masa iur dengan valorisasi upah Upah - 1,6 22,50%
Turki Manfaat Pasti 1,50% selama masa iur dengan valorisasi inflasi + 30% GDP Inflasi 45,00%
Inggris Manfaat Pasti 0,21-0,83% selama masa iur dengan valorisasi upah Inflasi 6,30%-24,90%
Amerika Manfaat Pasti 0,91% 35 tahun upah terbaik dengan valorisasi upah Inflasi 27,30%
Skema Program Pensiun Publik Konversi TPP
(masa iur 30 tahun)
Sumber: Diolah dari OECD (2013), Pensions at a Glance 2013 : OECD and G20 Indicators, OECD Publishing, dan RPP Jaminan Pensiun
Komparasi Manfaat dan Iuran Beberapa Negara
30 Sumber: Diolah dari OECD (2013), Pensions at a Glance 2013 : OECD and G20 Indicators, OECD Publishing
Negara Pekerja Pemberi Kerja Total
Indonesia 1,00% 30,00%
Austria 1,73% 51,90% 10,30% 12,60% 22,90%
Belgia 1,33% 39,90% 7,50% 8,90% 16,40%
Kanada 0,63% 18,90% 5,00% 5,00% 10,00%
Finlandia 1,50% 45,00% 5,20% 17,70% 22,90%
Perancis 1,06% 31,80% 6,80% 9,90% 16,70%
Jerman 1,00% 30,00% 9,80% 9,80% 19,60%
Yunani 0,8-1,5% 24,00%-45,00% 6,70% 13,30% 20,00%
Italia 1,75% 52,50% 9,20% 23,80% 33,00%
Jepang 0,55% 16,50% 8,40% 8,40% 16,80%
Korea 0,89% 26,70% 4,50% 4,50% 9,00%
Belanda 1,75% 52,50% 17,90% 17,90%
Norwegia 0,98% 29,40% N/A N/A N/A
Polandia 0,52% 15,60% 9,80% 9,80% 19,60%
Portugal 2,25% 67,50% N/A N/A N/A
Spanyol 2,70% 81,00%
Swedia 0,75% 22,50% 4,70% 23,60% 28,30%
Turki 1,50% 45,00% 9,00% 11,00% 20,00%
Inggris 0,21-0,83% 6,30%-24,90% N/A N/A N/A
Amerika 0,91% 27,30% 4,20% 6,20% 10,40%
Konversi TPP
(masa iur 30 tahun)
Iuran Faktor Manfaat