PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

Teks penuh

(1)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Alma, Buchori. (2009). Kewirausahaan. Bandung. Alfabeta.

Arifin, Zainal. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung. Rosda Karya.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta.

Basrowi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta. Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. (2010). Penelitian Kualitatif. Jakarta. Kencana.

Gary A. Yukl. (1989). Leadership in Organizations. USA. Prentice-Hall, Inc.

Hamzah B. Uno. (2009). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta. Bumi Aksara.

Hasibuan, Malayu. (2008). Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta. Bumi Aksara.

Nazsir, Nasrulloh. (2008). Dinamika Kelompok dan Kepemimpinan. Bandung. Widya Padjajaran.

Soekanto, Soerjono. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. Rajawali.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung. Alfabeta.

Tim Penyusun. (1995). Sistem Keyakinan pada Masyarakat Kampung Naga dalam Mengelola Lingkungan Hidup. Jakarta. Depdikbud RI.

Sumber lain :

Gusnawan, Agus. (2009). Handout Kewirausahaan dan Ekonomi Kerakyatan. Cimahi. STKIP Siliwangi.

(2)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia pada hakikatnya akan hidup sebagai kelompok, hal tersebut

dikarenakan manusia adalah makhluk sosial. Kelompok-kelompok tersebut akan

tergabung pada suatu lingkungan masyarakat yang hidup bersama dalam rangka

menuju tujuan yang sama. Seperti yang diungkapkan oleh Soerjono bahwa

masyarakat (Community):

Istilah Community dapat diterjemahkan sebagai masyarakat setempat yang merujuk pada suatu warga sebuah desa, kota, suku atau bangsa. Apabila anggota-anggota suatu kelompok, baik kelompok itu besar atau kecil, hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama, kelompok kecil disebut dengan masyarakat setempat. (Soerjono, 1982: 132)

Sesuai dengan pendapat Soerjono tersebut memang sudah dapat dikatakan

bahwa masyarakat setempat merupakan suatu kelompok yang hidup bersama

dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidupnya. Di Negara Kesatuan Republik

Indonesia ada banyak masyarakat yang termasuk ke dalam berbagai macam suku,

adat, kebudayaan dan bangsa. Kemajemukan dari bangsa ini tersebar di setiap

wilayah yang kemudian dikenal dengan masyarakat adat. Kehidupan kelompok

masyarakat ini memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda pada dinamika

kehidupan masyarakat, mulai dari budaya, agama, adat istiadat, kepemimpinan,

bahasa dan nilai-nilai dasar kehidupan.

Salah satu masyarakat adat yang ada di Negara Indonesia adalah

Masyarakat Adat Kampung Naga. Masyarakat adat atau komunitas adat ini hidup

(3)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari, Kecamatan Salawu. Komunitas masyarakat ini

sudah sangat terkenal, baik di dalam negeri sendiri maupun luar negeri. Hal ini

dikarenakan masyarakat Kampung Naga memiliki kehidupan kebudayaan yang

sangat khas dengan nilai-nilai berbeda dari masyarakat mayoritas lainnya.

Senada dengan apa yang telah diungkapkan oleh Soerjono mengenai

pengertian masyarakat setempat, masyarakat Kampung Naga juga merupakan

kelompok masyarakat yang hidup bersama dengan beragam kebudayaan,

nilai-nilai dasar, adat istiadat, kepemimpinan dan falsafah hidup lainnya.

Komponen-komponen yang ada pada kehidupan tersebut merupakan Komponen-komponen yang

memiliki tujuan untuk menjaga kehidupan masyarakat dan memenuhi kebutuhan

hidupnya secara bersama.

Menjaga komponen kehidupan masyarakat Kampung Naga seperti budaya,

peribadatan, adat istiadat, ritual, usaha-usaha dan hal lainnya di masyarakat

dikontrol oleh seorang pemimpin. Pemimpin ini dikenal dengan istilah Sesepuh

Adat. Sesepuh Adat memiliki peranan yang penting pada dinamika kehidupan

Masyarakat Kampung Naga. Segala bentuk kehidupan yang ada di masyarakat

tersebut akan senanatiasa dikendalikan oleh Sesepuh Adat sebagai pemimpin

mutlak. Tipe kepemimpinan Sesepuh Adat di setiap masyarakat adat relatif sama

yaitu sebagai penguasa mutlak dalam pengendalian kehidupan masyarakat.

Kepemimpinan yang mutlak pada Sesepuh Adat disebabkan adanya kekuasaan

yang ia miliki di dalam masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Soerjono

(4)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Kekuasaan memiliki memiliki peranan yang dapat menentukan nasib berjuta-juta manusia. Oleh karena itu, kekuasaan sangat menarik perhatian para ahli ilmu pengetahuan kemasyarakatan dalam melihat dinamika kehidupan masyarakat adat. (Soerjono, 1983 : 227)

Setiap aktivitas kehidupan dari masyarakat Kampung Naga, ditentukan

oleh kekuasaan Sesepuh Adat. Aktivitas tersebut seperti dari segi agama, adat

istiadat, melahirkan, kematian, dan ritual-ritual kehidupan masyarakat, juga

mengenai aspek kehidupan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti

beternak, bertani, bahkan berwirausaha. Seperti melaksanakan ritual upacara hajat

sasih, pelaksanaan sholat lima waktu yang dilakukan hanya pada hari Jum’at,

ngukusan pare artinya memberikan sesajen dan do’a-do’a pada waktu akan

menanam dan memanen padi dan hal-hal lainnya. Oleh karena itu, seorang

Sesepuh Adat menjadi komponen penting yang harus diteliti bila kita akan

melihat suatu dinamika kehidupan masyarakat adat atau komunitas adat.

Permasalahan berikutnya ada pada kondisi masyarakat Kampung Naga

pada aspek pemenuhan kebutuhan hidup, khususnya bidang ekonomi. Pada aspek

ini masyarakat Kampung Naga mulai beralih dari kegiatan yang semula hanya

bertani dan beternak sekarang telah menuju pada kegiatan wirausaha. Hal ini

dapat dilihat pada perkembangan pembangunan fasilitas wirausaha seperti

Jongko-jongko dan fasilitas penunjang lainnya untuk mendukung perkembangan

ekonomi masyarakat Kampung Naga. Hal tersebut muncul atas inisiatif dari

Sesepuh Adat yang mulai berupaya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat

dalam pemenuhan kebutuhan dasar, inisiatif tersebut muncul karena daerah

kampung Naga telah dijadikan sebagai daerah pariwisata kampung Adat oleh

(5)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga untuk mulai mengalihkan mata pencaharian masyarakat Kampung Naga yang

selama bertahun-tahun telah dijalankan diantaranya beternak dan bertani dialihkan

pada kegiatan wirausaha. Sehingga hal ini akan memunculkan tantangan bagi

Sesepuh Adat supaya mampu meningkatkan kepedulian Masyarakat Kampung

Naga agar menggunakan dan memanfaatkan fasilitas wirausaha yang telah

dibangun dan kesempatan yang juga telah diberikan oleh Sesepuh Adat tersebut.

Demi menciptakan Masyarakat Kampung Naga yang memiliki motivasi

untuk melakukan aktivitas wirausaha, kunci keberhasilan tersebut ada pada

Sesepuh Adat, hal ini didasarkan pada peran Sesepuh Adat yang bersifat mutlak

pada setiap perintah yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga ketika Sesepuh

Adat memiliki upaya dalam menciptakan kondisi Masyarakat Kampung Naga

yang memiliki motivasi berwirausaha, harus muncul dari perintah sebagai bentuk

motivasi eksternal yaitu motivasi atau dorongan yang muncul pada seseorang

akibat adanya intervensi dari luar dirinya.

Dari apa yang telah dipaparkan di atas, maka perlu dikaji lebih lanjut

bagaimana sebenarnya peranan sesepuh adat dalam meningkatkan motivasi

berwirausaha masyarakat kampung Naga, dengan demikian masalah di atas

memerlukan suatu kajian mendalam (penelitian) yang akan mendekatkan kepada

pemecahan masalah yang lebih objektif.

Maka dari itu penulis mengangkat judul penelitian mengenai “Peran

Sesepuh Adat dalam meningkatkan motivasi berwirausaha Masyarakat Kampung

(6)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Dalam sebuah penelitian perlu adanya identifikasi yang dimaksudkan agar

permasalahan (fakta-fakta) dilapangan bisa diuraikan dan nantinya akan

memudahkan peneliti dalam penelitian selanjutnya. Berdasarkan hal tersebut

maka masalah yang telah identifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Masyarakat Kampung Naga sebagai masyarakat adat mempunyai seorang

pemimpin yang disebut dengan Sesepuh Adat. Sesepuh Adat akan

menentukan segala bentuk aktivitas masyarakat baik dari segi adat istiadat,

melahirkan, kematian, dan ritual-ritual kehidupan masyarakat, juga mengenai

aspek kehidupan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti

beternak, bertani, bahkan berwirausaha.

2. Sebagai masyarakat yang sangat menghormati keberadaan Sesepuh Adat,

Masyarakat Kampung Naga akan senantiasa mengikuti perintah yang keluar

dari Sesepuh Adat.

3. Masyarakat Kampung Naga mulai beralih dari kegiatan bertani dan beternak

menuju kegiatan wirausaha. Berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan

oleh peneliti, hal tersebut terjadi karena daerah kampung Naga telah dijadikan

sebagai daerah pariwisata kampung Adat oleh Dinas Pariwisata, dan hal

tersebut dijadikan kesempatan bagi masyarakat kampung Naga untuk mulai

mengalihkan mata pencaharian mereka yang selama bertahun-tahun

dijalankan diantaranya beternak dan bertani dialihkan pada kegiatan

wirausaha. Kegiatan wirausaha yang dilakukan masyarakat Kampung Naga

(7)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga membuat kerajinan tangan, akan tetapi ada juga dari para pemuda setempat

yang menjadi tour guide.

4. Sesepuh Adat memiliki peran dalam meningkatkan motivasi berwirausaha di

Masyarakat Kampung Naga. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan

pembangunan fasilitas wirausaha baik yang bersifat fisik ataupun non-fisik

seperti jongko-jongko, upaya-upaya pemberdayaan terhadap calon tour guide

dengan mengadakan kursus Bahasa Inggris dikarenakan tamu yang

berkunjung ke kampung Naga tidak hanya berasal dari dalam negeri saja akan

tetapi banyak yang berasal dari luar negeri, para pengrajin diberikan

keterampilan membuat souvenir khas setempat dan fasilitas penunjang

lainnya.

5. Fakta lain beralihnya pola pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kampung

Naga dari bertani dan beternak menjadi wirausaha adalah terbentuknya

koperasi Sauyunan sebagai wadah bagi masyarakat kampung Naga baik yang

melakukan wirausaha ataupun belum melakukannya, adanya tarif parkir bagi

pengunjung yang berkunjung ke kampung Naga untuk menambah

kemakmuran dan pengembangan daerah kampung Naga.

Dari Identifikasi masalah tersebut maka peneliti merumuskan masalah

penelitian tersebut ke dalam bentuk pertanyaan penelitian, yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana motivasi masyarakat Kampung Naga dalam berwirausaha?

2. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat motivasi masyarakat

(8)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 3. Bagaimana peran Sesepuh Adat dalam meningkatkan motivasi wirausaha

Masyarakat Kampung Naga?

4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk memperoleh gambaran tentang motivasi masyarakat Kampung Naga

dalam berwirausaha.

2. Untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat masyarakat

kampung naga dalam berwirausaha.

3. Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana peran Sesepuh Adat dalam

kegiatan wirausaha Masyarakat Kampung Naga.

4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan

sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai

pendidikan luar sekolah.

2. Manfaat Praktis (Operasional)

a. Bagi Peneliti

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan

pengetahuan dan pengembangan pola pikir peneliti khususnya bidang

pemberdayaan masyarakat dalam Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

b. Bagi Pihak Masyarakat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berarti bagi

(9)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga masyarakatnya untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui

bidang ekonomi sebagai salah satu aspeknya.

c. Bagi Dunia Pendidikan Pada Umumnya

Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan sumber inspirasi untuk

lebih memperdalam permasalahan yang berkaitan dengan pemberdayaan

masyarakat sebagai salah satu kajian dari pendidikan luar sekolah.

5. Struktur Organisasi Skripsi

Untuk mempermudah dalam pembahasan dan penyusunan selanjutnya,

maka berikut ini adalah rencana peneliti membagi pokok-pokok pembahasan yang

terdiri dari :

BAB I Pendahuluan terdiri dari Latar Belakang Penelitian, Identifikasi dan Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian

dan Struktur Organisasi Skripsi.

BAB II Kajian Pustaka terdiri dari konsep Kepemimpinan, Konsep Motivasi,

Konsep Wirausaha.

BAB III Metode Penelitian terdiri atas Lokasi dan Subjek Penelitian, Desain Penelitian, Definisi Operasional, Metode Penelitian, Teknik Pengumpulan Data,

Instrumen Penelitian, dan Analisis Data.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan terdiri atas Gambaran Lokasi

Penelitian, Identitas Responden Penelitian, Deskripsi Hasil Penelitian,

Pembahasan Hasil Penelitian.

(10)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi tempat penelitian yang dilakukan oleh peneliti bertempat di

Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten

Tasikmalaya. Kampung Naga termasuk ke dalam salah satu kampung adat yang

ada di Negara Indonesia yang memiliki masyarakat dengan karakteristik yang

khas dalam aktivitas kehidupan sehari-harinya dan sebagaimana kampung adat

lainnya, di setiap kampung adat selalu memiliki pemimpin yang memiliki

pengaruh yang sangat besar dalam menentukan aktivitas kehidupan

masyarakatnya yang disebut dengan sesepuh adat. Selain hal tersebut alasan

peneliti memilih lokasi di Kampung Naga karena berdasarkan pada objek kajian

penelitian yang peneliti ambil yaitu tentang peran sesepuh adat dalam

meningkatkan motivasi berwirausaha di masyarakat kampung Naga

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian menurut Arikunto (2006: 129) adalah sumber informasi

dari mana data dapat diperoleh. Selanjutnya menurut Arikunto (2006: 129) jika

teknik pengumpulan datanya melalui wawancara maka sumber datanya disebut

dengan responden, yaitu orang yang merespon atau memberikan jawaban terhadap

pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Agar mempermudah dalam

mengidentifikasi sumber data maka Arikunto (2006: 129) mengklasifikasikannya

(11)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 1. p = person (sumber datanya berupa orang),

2. p = place (sumber datanya berupa tempat) dan 3. p = paper (sumber datanya berupa simbol).

Maka berdasarkan pernyataan di atas yang dijadikan sebagai dasar untuk

memperkuat peneliti dalam memilih subjek penelitian, dengan keterangan di atas

peneliti akan memilih subjek penelitian (responden) melalui tiga p tersebut.

Pertama untuk person peneliti akan memilih sesepuh adat sendiri sebagai

objek pertama dan utama dalam penelitian ini, selanjutnya agar ada keseimbangan

informasi data yang diperoleh peneliti juga akan melakukan wawancara terhadap

masyarakat kampung Naga yang melakukan wirausaha dan yang terakhir peneliti

akan mewawancara responden yang berasal dari masyarakat kampung Naga yaitu

Ketua Rt yang akan peneliti harapkan adanya informasi yang benar dan akurat.

Hal tersebut (pemilihan subjek penelitian) didukung oleh pernyataan Spradley

dalam Basrowi (2008: 188) mengenai pemilihan subjek penelitian yang baik harus

memperhatikan setidaknya tiga syarat, yaitu:

1. Mereka sudah cukup lama dan intensif menyatu dalam kegiatan atau bidang kajian yang dijadikan penelitian,

2. Mereka terlibat penuh dengan kegiatan atau bidang tersebut, dan 3. Mereka memiliki cukup waktu untuk dimintai informasi.

Kedua untuk place, yaitu tentang lokasi/tempat yang akan diteliti oleh

peneliti di antaranya mengenai jenis-jenis wirausaha yang dilakukan oleh

masyarakat kampung Naga, tempat yang dijadikan wirausaha dan kegiatan

wirausahanya.

Ketiga adalah paper, yaitu merupakan sumber-sumber yang berupa

tanda-tanda huruf, angka, gambar ataupun simbol-simbol lainnya (Arikunto, 2006:129).

(12)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga penduduk kampung naga, hal tersebut akan dilakukan selain dengan wawancara

juga dilakukan melalui meneliti manuskrip yang ada di kampung Naga.

B. Desain Penelitian

Desain untuk penelitian ini terdapat beberapa tahapan penelitian yang

dilakukan oleh peneliti:

1. Tahap Perencanaan

Tahapan perencanaan ini sebagai langkah awal untuk persiapan dalam

melakukan penelitian, dalam tahapan ini langkah-langkah apa yang harus terlebih

dahulu dilakukan agar penelitiannya dapat berlangsung secara sistematis. Tahapan

perencaan ini di antaranya, pemilihan masalah yang merupakan langkah awal dari

suatu penelitian, tanpa adanya masalah mustahil penelitian dapat dilakukan.

Masalah dalam penelitianpun haruslah masalah yang dapat diteliti atau dengan

kata lain masalah yang memerlukan penelitian terlebih dahulu untuk dapat

memecahkan atau mengungkap kebenaran dari masalah tersebut.

Pada tahap pencarian masalah ini, peneliti memulai dengan studi

pendahuluan ke lapangan yang berlokasi di Kampung Naga untuk membuktikan

bahwa masalah yang akan peneliti jadikan sebuah penelitian dapat diteliti. Setelah

melakukan studi pendahuluan peneliti menemukan, ada fakta-fakta menarik

mengenai Kampung Naga sekarang dibandingkan dengan Kampung Naga

sebelumnya, hal-hal yang menarik tersebut peneliti sisipkan dalam hasil

identifikasi pada BAB I, dari fakta-fakta itulah peneliti tertarik untuk mengetahui

bagaimana peran Sesepuh adat dalam meningkatkan motivasi berwirausaha

(13)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Sesuai dengan masalah di atas, maka langkah selanjutnya peniliti

melakukan studi kepustakan melalui buku, majalah cetak maupun elektronik dan

media internet sebagai bahan dalam merancang sebuah proposal penelitian yang

diajukan kepada dosen pembimbing agar mendapat persetujuan. Setelah proposal

mendapatkan izin dari dosen pembimbing, kemudian peneliti meneruskan dengan

membuat berbagai macam surat perizinan untuk pihak-pihak yang terkait dengan

penelitian ini.

Peneliti juga menyiapkan peralatan-peralatan yang dipakai pada saat

penelitian diantaranya pedoman wawancara, pedoman observasi, alat perekam dan

juga buku catatan. Hal tersebut disiapkan untuk memperlancar ketika melakukan

penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan ini, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk

menggali informasi atau data-data yang berkaitan dengan penelitian, di antaranya

dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian (responden), di antaranya

yang menjadi responden telah peneliti sebutkan di poin Subjek penelitian pada

BAB III ini, selain wawancara peneliti sekaligus juga melakukan observasi yang

merujuk pada pedoman observasi terkait hal-hal apa saja yang harus peneliti

observasi.

3. Tahap Pelaporan

Tahap pelaporan ini peneliti memulai dari menganalisis data-data yang

telah terkumpul pada saat observasi dan wawancara, dan selanjutnya dituangkan

(14)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga C. Definisi Operasional

1. Peran

Peran adalah perangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang

yang berkedudukan dalam masyarakat. Peran dipengaruhi oleh beberapa faktor

diantaranya keadaan lingkungan sosial, budaya dan adat istiadat setempat. Peran

yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengenai peran Sesepuh Adat dalam

meningkatkan motivasi berwirausaha masyarakat Kampung Naga .

2. Sesepuh Adat

Menurut Rauch dan Behling dalam Yukl (1989: 3), memberikan

pengertian untuk pemimpin yaitu “Leadership is the process of influencing the

activities of an organized group toward goal achievement”. Beliau (Rauch dan

Behling) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah proses untuk

mempengaruhi aktivitas-aktivitas dalam kelompok yang diorganisir untuk

mencapai suatu tujuan. Berdasarkan pengertian tersebut Carter (1953) dalam

Nazsir (2008: 57) menjelaskan pandangannya mengenai konsep pemimpin dan

kepemimpinan ke dalam lima sudut pandang:

a. Sudut Pandang Polarisasi; Pemimpin di sini diartikan sebagai orang yang

menjadi tumpuan perhatian di antara anggota kelompoknya serta menjadi pusat

komunikasi, juga paling banyak berpengaruh dalam menentukan suatu

keputusan.

b. Sudut Pandang Tujuan Kelompok; Pemimpin di sini diartikan sebagai orang

(15)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga lebih banyak mengarahkan anggotanya untuk mencapai tujuan yang telah

mereka tetapkan bersama.

c. Sudut Pandang Group Sintality; Pemimpin diartikan sebagai orang yang dapat

meningkatkan penampilan kelompok (Group Performance). Peran yang

dituntut adalah kemampuan untuk mengadukan perubahan dalam arti fisik

maupun psikologis.

d. Sudut Pandang Individual; Maksudnya kelompok yang dipimpin itu merupakan

perwujudan dari yang memimpin. Sehingga nama kelompoknyapun

menggunakan nama pemimpinnya.

e. Sudut Perilaku; Pemimpin lebih diartikan sebagai manifestasi atau perwujudan

dari apa yang diperbuat oleh kelompoknya.

Sebutan pemimpin untuk setiap kelompok selalu berbeda-beda, begitupun

dengan sebutan pemimpin bagi masyarakat Kampung Naga yang mempunyai

sebutan Sesepuh Adat.

Merujuk kepada pendapat-pendapat tersebut, peneliti memberikan definisi

bagi Sesepuh Adat masyarakat Kampung Naga yaitu, pemimpin tertinggi dalam

komunitas masyarakat adat Kampung Naga yang menjadi pusat komunikasi, juga

paling banyak berpengaruh dalam menentukan suatu keputusan dan mengetahui

tempat yang dijaganya.

Sesepuh Adat akan dijadikan subjek penelitian ini dalam penelitian ini,

untuk mengetahui perannya dalam meningkatkan motivasi berwirausaha di

(16)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 3. Motivasi

Motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan atau rangsangan

yang melahirkan motivasi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya baik

itu faktor biologis, sosiogenetis ataupun teologis. Sedangkan menurut Hamzah

(2009: 3) motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk

berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi

kebutuhannya. Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini lebih ditekankan

pada motivasi atau sebuah dorongan atau rangsangan yang berasal dari luar

(faktor sosiogenetis) yang diberikan lewat peran seorang Sesepuh Adat untuk

membuat perubahan dalam hal berwirausaha.

4. Wirausaha

Menurut Bygrave dan Zacharkis (Agus Gusnawan, 2009: 1) memberikan

pengertian mengenai wirausaha, yaitu „entrepreneur is someone who perceives an

opportunity and creates an organization to pursue it‟. Wirausaha yaitu seorang

yang mampu melihat peluang pasar sekaligus menciptakan pekerjaan yang baru

dalam bidang barang maupun jasa untuk keuntungan dirinya dan orang

disekitarnya. Penelitian ini membahas mengenai wirausaha yang dilakukan oleh

masyarakat Kampung Naga dengan disertai peran seorang Sesepuh Adat dalam

meningkatkan motivasi masyarakat.

D. Metode Penelitian

Menurut Sugiyono (2011: 3) secara umum metode penelitian diartikan

sebagai “cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan

(17)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga adalah suatu cara ilmiah (sistematis, rasional dan empiris) dalam mendapatkan

sumber informasi, dan digunakan sesuai dengan kegiatan penelitian yang akan

dilakukan agar mendapatkan hasil yang diharapkan. Kebanyakan para peneliti

pemula sering kebingungan pada saat menentukan metode untuk penelitiannya,

karena jika salah dalam memilih metode, maka hasil dari penelitian akan tidak

sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Berkenaan dengan penjelasan di atas, maka pada penelitian ini peneliti

akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena peneliti

merasa cocok dengan apa yang akan peneliti gali dalam penelitian ini, yaitu

peneliti akan meneliti mengenai peran Sesepuh Adat dan menggambarkan peran

Sesepuh Adat tersebut terhadap motivasi berwirausaha masyarakat kampung naga.

Metode yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini sesuai dengan pendapat

Sutaryat (2009: 39) mengenai metode deskriptif, yaitu “penelitian deskriptif

adalah penelitian yang menggambarkan keadaan saat ini”.

Pemilihan metode dan pendekatan ini juga sejalan dengan apa yang

diutarakan oleh Arikunto (2006: 14-15) mengenai pendekatan kualitatif yang

harus mempunyai sekurang-kurangnya empat dasar filosofis karena akan

berpengaruh dalam penelitiannya, yaitu :

1. Fenomologis; yaitu pendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh melalui cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti,

2. Interaksi simbolik; yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif,

3. Kebudayaan sebagai sesuatu yang merupakan hasil karya manusia yang berwujud ke dalam tingkah laku atau benda, bahasa, mata pencaharian, simbol dan lain sebagainya,

(18)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Dasar filosofis yang dikemukakan oleh Arikunto didukung oleh pendapat

Sugiyono (2011: 14) mengenai metode penelitian kualitatif, Sugiyono

mengungkapkan bahwa :

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan dalam penelitian yang kondisi objeknya alamiah di mana peneliti sebagai instrument kunci, menggunakan teknik pengumpulan dengan triangulasi data (gabungan dari data-data yang didapatkan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan lebih menekankan pada makna dari pada generalisasi.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Arikunto dan Sugiyono, maka

peneliti merasa pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif ini cocok

digunakan dalam penelitian ini dengan alasan;

1. Peneliti sebagai instrument kunci,

2. Objek penelitiannya sesuai dengan filosofis Fenomologis, Interaksi simbolik,

Kebudayaan dan Antropologi, karena dalam penelitian ini peneliti akan

menangkap gejala atau fenomena yang terjadi pada masyarakat adat Kampung

Naga, khususnya mengenai Sesepuh Adat yang mempunyai peran yang sangat

penting bagi kehidupan masyarakat Kampung Naga dikhususkan dalam

bidang wirausaha,

3. Peneliti akan memakai triangulasi data ketika akan menganalisis dan

mengumpulkan data-data yang diambil dari beberapa responden.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini

adalah teknik observasi karena menurut Zaenal Arifin (2009: 153), observasi

adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara logis, objektif dan rasional

(19)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Merujuk pada pendapat tersebut peneliti akan melakukan observasi di

tempat penelitian yaitu di Kampung Naga dan akan mengobservasi mengenai

peran Sesepuh adat terutama pada cara Sesepuh adat memimpin, selain itu yang

akan diobservasi oleh peneliti adalah mengenai sarana dan prasana yang dapat

menunjang pada motivasi masyarakat Kampung Naga dalam berwirausaha.

Selain teknik tersebut peneliti juga akan menggunakan teknik wawancara.

Wawancara menurut Arikunto (2006:155) adalah sebuah dialog yang dilakukan

oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (narasumber).

Sejalan dengan pendapat dari Arikunto tersebut maka dalam penelitian ini peneliti

akan melakukan wawancara kepada sumber-sumber yang telah disebutkan dalam

poin subjek penelitian.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian menurut Arikunto (2006: 149) adalah alat pada waktu

penelitian menggunakan sesuatu metode. Jadi instrumen penelitian adalah alat

bantu dari metode/teknik pengumpulan data yang berfungsi membantu untuk

memperoleh data/mengumpulkan data.

Berdasarkan teknik pengumpulan data yang peneliti pilih yaitu observasi

dan wawancara maka penelitian ini akan memakai instrumen penelitian berupa

pedoman observasi untuk teknik observasinya, pembuatan pedoman observasi

tersebut disesuaikan dengan aspek-aspek dalam kisi-kisi penelitian yang telah

dibuat sebelumnya dan pedoman tersebut akan peneliti lampirkan di halaman

(20)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga Berikutnya karena teknik pengumpulan data selanjutnya yang peneliti pilih

adalah wawancara, maka untuk mempermudah peneliti pada saat kegiatan

wawancara untuk penelitian ini peneliti menyusun pedoman wawancara,

mengenai hal-hal yang ditanyakan peneliti berpatokan pada indikator-indikatir

yang terdapat dalam kisi-kisi. Seperti halnya pedoman observasi maka pedoman

wawancara pun akan peneliti lampirkan di halaman lampiran skripsi ini.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah sebuah tahapan yang dilakukan ketika semua

data-data telah pada saat penelitian dilapangan. Bogdan dalam Sugiyono (2011:334)

mengungkapkan:

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain sehingga akan mudah dipahami dan dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Merujuk pada apa yang disampaikan Bogdan mengenai analisis data, jadi

dapat disimpulkan bahwa dalam menganalisis data ada sekurang-kurangnya lima

hal yang dilakukan, yaitu mengorganisasikan data, menjabarkan data, melakukan

sintesa, menyusunnya ke dalam suatu pola dan kemudian membuat suatu

kesimpulan.

Menganalisis data pastilah akan ada suatu tujuan yang ingin dicapai.

Adapun tujuan dari analisis data ini menurut Burhan Bungin (2010:153):

(21)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 2. Menganalisis makna yang ada dibalik informasi, data dan proses suatu

fenomena sosial.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, maka penelitian yang

peneliti lakukan ini, mempunyai tujuan:

1. Mengungkapkan semua fenomena-fenomena yang terjadi pada masyarakat

Kampung Naga tentang motivasi berwirausaha setelah adanya pergantian

Sesepuh Adat dan mendeskripsikan peran dari Sesepuh Adat tersebut dalam

hal pemberian motivasi kepada masyarakat Kampung Naga untuk

berwirausaha,

2. Mengungkapkan segala sesuatu yang berasal dari fenomena-fenomena sosial

yang terjadi pada masyarakat Kampung Naga juga Sesepuh Adat yang berasal

dari data-data, informasi dan proses pada saat penelitian berlangsung dengan

dukungan dari sumber-sumber lain yang relevan seperti teori atau dalil-dalil

yang melandasai penelitian ini sehingga nantinya akan dapat mengungkap

fenomena sosial yang terjadi secara komprehensif.

Data-data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari berbagai sumber

(person, place, and paper). Sumber informasi yang berasal dari orang ini

dilakukan dengan wawancara dan observasi, untuk sumber informasi tempat yaitu

dilakukan hanya dengan observasi dan sumber paper didapatkan melalui

buku-buku, jurnal-jurnal, majalah yang relevan dengan penelitian ini.

Untuk menganalisis data ini agar mendapatkan hasil yang kredibel maka

peneliti pun melakukan penelitian secara terus menerus sampai benar-benar

mendapatkan data yang diinginkan, hal tersebut sesuai dengan pendapat Miles dan

(22)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara

interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya

sudah jenuh.

Adapun dalam menganalisis data karena penelitian ini memakai

pendekatan kualitatif, maka peneliti merujuk pada model Miles dan Huberman

(1984) dalam Sugiyono (2011:337) mengenai analisis data kualitatif, yaitu

tentang: data reduction, data display and conclusion drawing/verification.

Pendapat tersebut peneliti jadikan sebagai pijakan dalam menganalisis data

untuk penelitian ini, proses analisis data yang peneliti lakukan, yaitu sebagai

berikut:

1. Reduksi data (Data Reduction)

Penelitian yang dilakukan peneliti ini memiliki tujuan yaitu memperoleh

gambaran tentang peran Sesepuh Adat kampung Naga dalam meningkatkan

motivasi berwirausaha masyarakat Kampung Naga, jadi dengan hal tersebut

peneliti akan mencatat informasi-informasi atau data-data yang ditemukan dalam

penelitian ini. Dari banyaknya data dan informasi yang diperoleh, maka peneliti

akan memilah-milah data atau informasi yang benar-benar mendukung pada fokus

penelitian yang sedang dilakukan ini.

2. Penyajian data (Data Display)

Penyajian data yang akan dilakukan oleh peneliti adalah dengan uraian

singkat, karena penelitian yang dilakukan ini memakai pendekatan kualitatif. Hal

tersebut senada dengan apa yang diutarakan oleh Miles dan Huberman (1984)

(23)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga qualitative research data in the past has been narrative tex”. Maksudnya adalah

yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif

adalah dengan teks yang bersifat naratif.

Selain dengan teks yang bersifat naratif dalam penelitian ini akan disajikan

data hasil penelitian berupa table hasil wawancara dengan responden yang akan

dilampirkan pada skripsi ini, hal tersebut (penyajian data ke dalam table)

dilakukan untuk mempermudah peneliti sendiri dalam memahami penelitian

mengenai Peran Sesepuh Adat dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha pada

masyarakat Kampung Naga.

3. Menarik kesimpulan (Drawing Conclusion/Verification)

Langkah dalam menarik kesimpulan ini peneliti akan memakai Triangulasi

data sebagai bahan untuk menguji kredibilitas data yang telah diperoleh, dari hasil

penyajian tersebut akan ditemukan poin-poin mana yang sama antara ketiga

sumber dan itu akan dijadikan bahan kesimpulan oleh peneliti untuk mengetahui

Peran Sesepuh adat dalam meningkatkan motivasi berwirausaha masyarakat

Kampung Naga.

(24)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Motivasi Masyarakat Kampung Naga dalam Berwirausaha

Motivasi berwirausaha pada masyarakat kampung Naga cukup tinggi, baik itu

dari motif biogenetis atau dari motif sosiogenetis, hal tersebut diperkuat dengan bukti

telah berjalannya wirausaha dikampung Naga seperti adanya warung-warung di area

parkir kampung Naga yang sekarang telah bertambah, adanya Perhimpunan

Pramuwisata Kampung Naga sebagai wadah bagi para pemandu dan juga berdirinya

Koperasi Sauyunan sebagai sarana untuk masyarakat Kampung Naga memenuhi

kebutuhan hidup sehari-hari ataupun ketika akan melakukan wirausaha.

2. Faktor Pendukung dan Penghambat Masyarakat Kampung Naga dalam Berwirausaha

Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat bagi masyarakat

Kampung Naga dalam berwirausaha telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Faktor Pendukung:

a. Faktor personal: 1) adanya ketidak puasan terhadap pekerjaan sebelumnya

seperti bertani dan beternak yang kurang memenuhi pendapatan sehari-hari, 2)

(25)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga

b. Faktor lingkungan: 3) adanya potensi dari Kampung Naga sebagai kampung

adat yang dijadikan tempat pariwisata, 4) adanya pelatihan membuat kerajinan

untuk masyarakat dan kursus bahasa inggris untuk para pemandu,

c. Faktor sociological: 5) adanya motivasi dari sesepuh adat dengan memberikan

akses bagi masyarakat untuk memulai wirausaha

2. Faktor Penghambat:

a. Kepemimpinan: kebijakan sesepuh adat.

b. Modal: bagi sebagian masyarakat kampung Naga yang belum berwirausaha,

modal ini menjadi salah satu faktor penghambatnya.

c. Pengalaman: bagi para pemandu pengalaman dan kendala bahasa kadang kala

menjadi faktor penghambatnya.

d. Lokasi berwirausaha: kampung Naga tidak jarang sepi oleh pengunjung.

3. Peran Sesepuh Adat dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha

Masyarakat Kampung Naga

Adapun peran Sesepuh Adat sebagai pemimpin tertinggi masyarakat Kampung Naga

untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam berwirausaha, memang ada dan terbukti

setelah hasil lapangan. Menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin dan berusaha

memimpin sebaik mungkin telah dilakukan, akan tetapi alat motivasi dan jenis-jenis motivasi

yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi masyarakatnya belum dilaksanakan secara

optimal atau ideal secara konsep. Berikut adalah peran sesepuh adat dalam meningkatkan

(26)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga

a. Sebagai pembuat keputusan mengenai wirausaha dengan mengizinkan masyarakat

kampung naga untuk berwirausaha,

b. Mempengaruhi masyarakat kampung Naga dengan cara memotivasi mereka untuk

melakukan wirausaha,

c. Membangun hubungan (relasi) dengan pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya

khususnya departemen pariwisata, dan

d. Memberikan informasi-informasi kepada masyarakat kampung Naga untuk

meningkatkan wirausaha di Kampung Naga, seperti membentuk HIPANA dan

mendirikan Koperasi Sauyunan.

B. Saran

1. Saran untuk Sesepuh Adat

Saran ini secara khusus peneliti sampaikan kepada sesepuh adat, dengan

harapan agar sesepuh adat melakukan perbaikan dalam meningkatkan wirausaha terus

dilaksanakan untuk menunjang kesejahteraan warga masyarakat Kampung Naga

khususnya dan diharapkan juga seorang sesepuh adat lebih mengupayakan cara-cara

yang lain agar seluruh masyarakat Kampung Naga mau memanfaatkan dan menjaga

fasilitas yang ada sekarang, seperti adanya koperasi bisa digunakan untuk

menyelesaikan masalah modal yang dialami masyarakat Kampung Naga untuk

memulai wirausaha dan juga agar menambah pemuda-pemuda yang menjadi

(27)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 2. Saran untuk Masyarakat Kampung Naga

Adapun saran dari peneliti untuk masyarakat kampung Naga adalah agar

menjaga dan memanfaatkan sarana dan prasarana atau fasilitas-fasilitas berwirausaha

yang telah tersedia, selain itu untuk para pemandu agar lebih memperdalam keahlian

(28)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga DAFTAR ISI A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian... 7

E. Struktur Organisasi Skripsi ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Konsep Kepemimpinan ... 9

1. Pengertian Kepemimpinan ... 9

2. Syarat-Syarat Kepemimpinan ... 11

3. Tipe-Tipe Kepemimpinan ... 12

4. Tugas dan Fungsi Kepemimpinan ... 15

5. Sifat-sifat Kepemimpinan ... 17

B. Konsep Motivasi ... 19

1. Pengertian Motivasi ... 19

2. Tujuan, Alat-alat dan Jenis Motivasi ... 21

3. Teori Motivasi………...23

C. Konsep Kewirausahaan ... 25

1. Pengertian Kewirausahaan ... 25

(29)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga

3. Faktor-faktor yang Mendorong Wirausaha ... 28

4. Faktor-faktor Penghambat Wirausaha... 28

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 30

1. Lokasi Penelitian ... 30

E. Teknik Pengumpulan Data ... 38

F. Instrumen Penelitian ... 39

G. Analisis Data ... 40

1. Reduksi Data ... 42

2. Penyajian Data/ Display Data ... 42

3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Lokasi Penelitian ... 44

1. Lokasi dan Keadaan Alam Kampung Naga ... 44

2. Sejarah Kampung Naga ... 45

3. Kepemimpinan dalam Masyarakat Kampung Naga ... 47

4. Penduduk Kampung Naga ... 50

B. Identitas Responden Penelitian... 51

C. Deskripsi Hasil Penelitian ... 54

D. Pembahasan Hasil Penelitian...69

(30)

Hilmi Ahmad Fauzi, 2012

Peran Sesepuh Adat Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Di Masyarakat Kampung Naga 2. Faktor Pendukung dan Penghambat Masyarakat Kampung Naga dalam

Berwirausaha………...72 3. Peran Sesepuh Adat dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha

Masyarakat Kampung Naga………...74

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan...82 B. Saran...84

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Latar Belakang PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Struktur Organisasi Skripsi Lokasi Penelitian Subjek Penelitian Desain Penelitian PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Definisi Operasional PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data PERAN SESEPUH ADAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA : Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Adat Kampung Naga di Kampung Naga Rt.01 Rw.01 Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Motivasi Masyarakat Kampung Naga dalam Berwirausaha Faktor Pendukung dan Penghambat Masyarakat Kampung Naga dalam