• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Terhadap Discrepancies Tujuan Ekspor Air Freight Oleh Freight Forwader Agility Logistics Surakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penanganan Terhadap Discrepancies Tujuan Ekspor Air Freight Oleh Freight Forwader Agility Logistics Surakarta."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

Penanganan Terhadap Discrepancies Tujuan Ekspor Air Freight Oleh Freight Forwader Agility Logistics Surakarta

Aldi Dwi Kurniawan F3111005

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui langkah proses dan tahapan Agility Logistics dalam melakukan pengiriman barang melalui udara serta identifikasi permasalahan dan penanganan yang diperlukan demi terlaksananya kegiatan tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu mengambil suatu obyek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada kepengurusan air freight di Agility Logistics. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dan tidak langsung serta analisa lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku ataupun sumber bacaan lainnya yang berkenaan dan relevan.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa prosedur ekspor Air Freight yang dilakukan oleh Agility Logistics dalam pelaksanaan pengiriman barang melalui udara dimulai dari : eksportir meminta penanganan Agility Logistics saat barang siap diekspor, setelah menerima informasi dari eksportir Agility membuat SI ditujukan ke air line untuk booking space pesawat, lalu dilakukan pembuatan job dan dokumen shipper oleh pihak Agility, sebelum barang dikirim diberi label dan dilampiri dokumen-dokumen yang mempunyai setiap fungsinya masing-masing, EMKU membuat PEB dan disahkan oleh pihak beacukai maka barang baru boleh diberangkatkan dengan dilampiri dokumen tersebut. Dokumen-dokumen ekspor yang digunakan: SI (Shipping Instruction), Booking Confirmation , MAB (Master Airway Bill) , HAB (House Airway Bill), PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), COO (Certificate Of Origin) , SKA (Surat Keterangan Asal), Certificate of Insurance, Certificate of Fumigation. Namun terjadi penyimpangan pada nama perusahaan consignee yang disebabkan oleh shipper yang tidak mengetahui detail perusahaan consignee. Masalah kecil inilah yang bisa berakibat fatal bagi pihak-pihak yang terkait.

Saran dari penulis yang dapat diberikan kepada Agility Logistics dan customernya adalah sebaiknya shipper melakukan kroscek yang lebih dalam dengan consignee. Serta pihak Agility juga harus lebih responsif dan cermat dalam menangani dokumen agar terhindar dari masalah yang bisa merugikan beberapa pihak.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) proses ekspor menggunakan pola LCL yang dilakukan Freight Forwarder Agility dimulai dari Shipping Instruction

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peranan freight forwarding dalam pengiriman ekspor barang

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman tentang penanganan ekspor barang perishable melalui udara yang dilakukan PT MSA Kargo

melalui freight forwarder pada PT. Arindo Jaya Mandiri Semarang. Untuk mengetahui pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam prosedur.. penanganan kegiatan ekspor melalui

Schenker Petrolog Utama Surabaya sebagai freight forwarder dalam kegiatan ekspor melalui udara yaitu dapat bertindak sebagai eksportir atau pemilik barang serta membantu

Kargo Udara, menurut IATA 2005 adalah semua barang yang diangkut atau yang akan diangkut dengan pesawat udara menggunakan Air Way Bill atau SMU surat muatan udara tetapi tidak

kegiatan pengiriman barang ekspor yaitu risiko pembayaran dan risiko pengiriman. Risiko pembayaran meliputi; risiko kurs mata uang asing, risiko produksi, risiko