Pengembangan Titanium Dioksida Untuk Aplikasi Sebagai Material Antiburam.
Dyah Purwaningsih dan Hari Sutrisno Jurdik Kimia FMIPA UNY Email: [email protected]
ABSTRAK
Bahan semikonduktor seperti titanium dioksida (TiO2) secara luas
digunakan sebagai fotokatalis zat organik pada sinar UV, fotokatalis dengan bantuan sinar matahari, fotodegradasi polutan organik, elektroforetik, bahan pigmen putih dan aplikasi lain seperti fotovoltaik dan fotohidrofilik. TiO2
memerankan peranan yang sangat besar sebagai fotokatalis semikonduktor karena harganya yang murah, inert, stabilitas kimianya yang relatif tinggi dan kemungkinan menggunakan sinar matahari sebagai sumber penyinaran. Pemaparan permukaan TiO2 (bersifat semikonduktor) oleh sinar matahari (UV)
menghasilkan pasangan elektron (e-) dan hole (h+) pada permukaannya, sehingga menjadikan permukaan tersebut bersifat polar dan hidrofilik, kemudian akan berubah lagi menjadi nonpolar atau hidrofobik setelah beberapa lama tidak mendapatkan penyinaran. Sifat hidrofilik dan hidrofobik salah satunya ditandai dengan ukuran sudut kontak butiran air pada permukaan lapis tipis TiO2, yaitu
sedikit lebih besar dari 500 pada saat sebelum disinari kemudian berubah menjadi 0o setelah disinari UV. Material dengan sudut kontak sekecil itu akan sangat hidrofilik (superhidrofilik). Proses pengurangan sudut kontak air oleh lapisan TiO2 melalui bantuan UV terjadi sebagai akibat efek fotokatalis. Manfaat dari
superhidrofilisitas permukaan adalah sebagai material anti buram dan sebagai lapisan anti debu. Dalam artikel berikut akan dibahas tentang sifat-sifat TiO2,
fotoaktivitas TiO2 sehingga dapat dipergunakan sebagai material anti buram dan
sebagai lapisan anti debu dan metode sintesis yang dapat dipergunakan untuk rekayasa TiO2 sebagai material anti buram.