E-Commerce Pada Bank BCA
Tugas UAS Mata Kuliah : E-Commerce Dosen : Prof. Dr. Rudy C. Tarumingkeng
Disusun Oleh :
Stefanus Garry
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
▸ Baca selengkapnya: nd lainnya bca artinya apa
(2)BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hampir seluruh perbankan di Indonesia sekarang ini telah memberikan pelayanan secara real time on line dalam bertransaksi. Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap costumer. Dengan kemajuan teknologi saat ini perusahaan perbankan harus menggunakan metode E-Commerce sebagai unggulan dari perusahaan tersebut. Di BCA sudah menggunakan E-Commerce untuk kelangsungan perusahaannya dan untuk mempermudah pelayanan customer.
1.2 Sejarah
BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN ) lalu mengambil alih BCA pada tahun 1998. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ketiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada tahun 2000.
Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung pada tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA. Dalam tahun 2002, BPPN melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.
1.3 Visi dan Misi
Visi
Visi dari Bank BCA adalah Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.
Misi
1. Membangun institusi yang unggul di bidang penyelesaian pemabayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan.
2. Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan financial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah.
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian E-Commerce
E-Commerce merupakan konsep baru yang biasa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet. E-Commerce merupakan kegiatan bisnis yang dijalankan secara elektronik melalui suatu jaringan internet atau kegiatan jual beli barang atau jasa melalui jalur komunikasi digital.
Pada dasarnya E-Commerce adalah melakukan bisnis online. Dalam bentuknya yang paling jelas E-Commerce menjual produk kepada konsumen secara online, tapi faktanya jenis bisnis apapun yang dilakukan secara elektronik adalah E-Commerce. Sederhananya E-Commerce adalah membuat, mengelola dan meluaskan hubungan komersial secara online.
2.1.1 Fungsi Website E-Commerce
Fungsi Website E-Commerce bagi suatu perusahaan, yaitu:
1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer electronic atau pemabayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
3. Mempercepat pelayanan ke pelanggan dan pelayanan lebih responsif. 4. Akses informasi menjadi lebih cepat.
2.1.2 Karakteristik E-Commerce
Karaktersitik E-Commerce terdiri dari:
A. Terjadinya transaksi antar dua belah pihak. B. Adanya pertukaran barang, jasa dan informasi.
C. Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.
A. Electronic Data Interchange (EDI), sebagai pertukaran data antara komputer antar berbagai organisasi.
B. Digital currency, memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik C. Electronic Catalogs, merupakan antar muka grafis (GUI) yang umumnya berbentuk halaman www berisi informasi tentang penawaran produk dan jasa.
2.1.4 Jenis Situs Web E-Commerce
Dalam terminology E-Commerce yang popular, transaksi yang dilakukan didasarkan pada beberapa jenis yaitu:
1. B2B ( Business to Business ) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis antar pelaku kegiatan bisnis. Adapun karakteristik dari jenis B2B yaitu:
a. Pertukaran data berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
b. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partnernya.
2. B2C ( Business to Customer ) Yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnisnya langsung dengan konsumen. Karakteristik B2C ( Business to Customer ) yaitu: a. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
b. Servis yang diberikan bersifat umum dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
c. Servis diberikan berdasarkan permohonan. Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
3. B2G ( Business to Goverment ) yaitu situs web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis dengan pemerintah.
4. C2B ( Consumen to Business ) dalam C2B konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan.
5. C2C ( Customer to Customer ) yaitu situs Web E-Commerce yang melakukan kegiatan bisnis antar konsumen. Contoh C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online yang dimiliki oleh individu yang pada umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot.
6. Mobile Commerce ( M-Commerce ) yaitu transaksi dan aktivitas EC dilakukan dengan tekonologi wireless ( misal telepon selular )
7. E-Learning yaitu penyampaian informasi secara online untuk tujuan pelatihan dan pendidikan.
8. Exchange ( e-Exchange ) yaitu pasar elektronik untuk umum yang beranggotakan banyak pembeli dan penjual.
2.1.5 Komponen Dalam Perdagangan E-Commerce
Ada beberapa pihak yang terlibat dalam transaksi on-line ini. Sesuai dengan standar protokol Secure Electonic Transaction ( SET ), Ustadiyanto menjelaskan komponen-komponen yang terlibat dalam E-Commerce, yaitu:
A. Cardholder ( pembeli )
Dalam lingkup perdagangan elektronik, berhubungan dengan penjual melalui computer PC. Pembeli menggunakan pemabayaran dari kartu yang dikeluarkan oleh issuer, SET menjamin hubungan yang dilakukan antara pembeli dan penjual, menyangkut pula data nasabah, merupakan hal yang dirahasiakan.
B. Issuer
Merupakan lembaga keuangan dimana pembeli menjadi nasabahnya dan menerbitkan kartu pembayaran. Issuer menjamin pembayaran atas transaksi yang disetujui yang menggunakan kartu pembayaran sesuai dengan merk yang tertera pada kartu dan peraturan setempat. Pembeli untuk melakukan transaksi dengan aman. Penjual yang menerima pembayaran dengan kartu kredit harus memiliki hubungan dengan Acquirer. C. Acquirer
Merupakan lembaga keuangan dimana penjual menjadi nasabahnya dan memproses otorisasi kartu pembayaran.
D. Payment Gateway
Merupakan sarana yang dioperasikan oleh Acquirer atau pihak ketiga, yang ditunjuk untuk memproses pesan-pesan pembayaran penjual, termasuk instruksi pembayaran penjual.
E. Certificate Authority ( otoritas Sertifikat )
Merupakan lembaga yang di percaya dan mengeluarkan sertifikat-sertifikat dan ditandantangani secara digital oleh si pengguna.
2.1.6 Keuntungan E-Commerce
Keuntungan Internet sebagai berikut:
a. Kemampuan untuk mencari produk dan membandingkan harganya menjadi sangat mudah.
b. Konsumen dapat dengan mudah memakai beberapa menit dari waktunya didepan komputer dari pada meluangkan waktunya untuk menunjungi toko untuk mendapatkan informasi tentang produk dan harganya.
c. Konsumen juga dapat pergi ke toko untuk melihat barang yang akan dibeli dan kemudian melalui internet mencari harga yang paling sesuai.
Ada beberapa keuntungan perdagangan elektronik antara lain: A. Keuntungan bagi Perusahaan
1) Memperpendek Jarak
Dengan hanya mengklik link-link yang ada pada situs-situs, konsumen dapat menuju ke perusahaan dimanapun saat itu mereka berada.
2) Perluasan Pasar
Jangkauan pemasaran menjadi sangat luas dan tidak terbatas oleh area geografis dimana perusahaan berada.
3) Perluasan Jaringan Mitra Bisnis
Pada perdagangan konvensional, sangat sulit bagi suatu perusahaan untuk mengetahui posisi geografis mitra kerjanya yang berada di negara-negara lain atau benua lain.
4) Efisien
B. Keuntungan bagi Konsumen 1) Efektif
Konsumen dapat memperoleh informasi tentang produk/jasa yang dibutuhkan dan bertransaksi dengan cara yang cepat dan murah.
2) Aman Secara Fisik
Karena konsumen tidak perlu mendatangi toko-toko untuk mendapatkan produk dan ini memungkinkan konsumen aman secara fisik.
3) Fleksibel
Konsumen juga dapat bertransaksi dimanapun dia berada. C. Keuntungan bagi Masyarakat Umum
1) Mengurangi Pencemaran dan Polusi Lingkungan
Konsumen tidak perlu mendatangi toko-toko, dimana hal ini akan mengurangi jumlah kendaraan yang berlalu-lalang, berarti menghemat bahan bakar dan tingkat polusi.
2) Membuka Peluang Kerja Baru
Era perdagangan elektronik akan membuka peluang-peluang kerja baru bagi mereka yang tidak “buta” akan tekonologi.
3) Menguntungkan Dunia Akademis
Berubahnya pola hidup masyarakat dengan hadirnya perdagangan elektronik, kalangan akademis akan semakin diperkaya dengan kajian-kajian psikologis, antropologis, sosial budaya, dan sebagainya.
4) Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia
Perdagangan elektronik ini yang nantinya akan merangsang dan memacu orang-orang untuk mempelajari teknologi computer demi kepentingan mereka sendiri.
2.1.7 Kerugian E-Commerce
Di samping segala hal yang menguntungkan di atas, E-Commerce juga memiliki sedikit kerugian, yaitu:
a. Meningkatkan Individualisme
Pada E-Commerce seseorang dapat bertransaksi tanpa bertemu dengan penjual produk/jasa tersebut, ini menimbulkan beberapa orang menjadi berpusat pada diri
sendiri ( egois ) dan tidak terlalu membutuhkan kehadiran orang lain. b. Terkadang Menimbulkan Kekecewaan
Apa yang dilihat dari layar komputer kadang berbeda dengan apa yang dilihat secara kasat mata.
c. Tidak Manusiawi
Di internet, meski kita dapat mengobrol dengan orang lain, kita mungkin tidak dapat merasakan jabat tangannya, senyuman ramahnya, atau candannya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Analisis Sistem Informasi Manajemen pada Bank BCA
Bank Cental Asia baru serius menggunakan teknologi informasi sekitar tahun 1989 dengan tujuan untuk membedakan pelayanan dengan bank lain. Untuk itu Bank Cental Asia harus menginvestasikan dana yang besar untuk membangun sistem informasinya. Dengan menggunakan VSAT, BCA mampu menghubungkan antar cabangnya secara on line. Produk BCA yang selama ini memanfaatkan teknologi informasi meliputi telegraphic tansfer, mail transfer, ATM dan phone banking. Sampai tahun 1995 jumlah ATM BCA mencapai 500 unit. Hal ini berkat kemudahan yang selama ini ditawarkan BCA.
Sistem informasi BCA juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas cabang. Penjurnalan pembukuan sekarang dilakukan secara otomatis, begitu juga pemindahan antar rekening. Dengan demikian pekerjaan para auditor menjadi lebih ringan. Kehadiran Local Area Network (LAN) digunakan untuk pendistribusian data entry dan pemrosesan transaksi. Pada hari-hari sibuk tak kurang dari 1 juta transaksi harus diproses. Sedangkan fasilitas e-mail digunakan untuk mempermudah komunikasi antar cabang. Pada masa sekarang agar suatu perusahaan tetap mampu survive di tengah jaman yang terus menerus berubah secara cepat seperti sekarang ini, salah satu kata kuncinya adalah adaptif. Hal ini disebabkan perubahan jaman akan membawa pula perubahan pada sifat masyarakat dan tentu saja pada sifat dunia ekonomi secara khusus. Agar perusahaan mampu selalu adaptif terhadap perubahan yang muncul, maka perusahaan harus mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Untuk itu perusahaan harus mempunyai berbagai data dan informasi tentang segala sesuatu yang ada di sekitar perusahaan. Dengan data-data yang ada tersebut, perusahaan dapat membuat berbagai macam alternatif skenario strategi. Selanjutnya dengan pengolahan informasi yang terus menerus dari data yang masuk dari hari ke hari, perusahaan dapat melakukan analisis atas alternatif-alternatif skenarionya, untuk mencapai skenario terbaik bagi pelaksanaan kegiatan di waktu-waktu mendatang, demikian seterusnya. Hal seperti ini tentu saja memerlukan dukungan suatu sistem
informasi yang baik.
3.2 E-Commerce Pada Bank BCA
Pengguna internet di Indonesia dan di seluruh dunia dalam satu dasawarsa terakhir, mengalami perkembangan sangat pesat. Bahkan kini, internet telah menjadi sarana bisnis dan digunakan lebih dari 1,5 miliar orang di dunia. Pesatnya jumlah pengguna internet, memacu PT. Bank Central Asia.Tbk (BCA) meluncurkan E-Commerce BCA, yakni sebuah layanan pemrosesan transaksi online kartu kredit di website merchant BCA.
Layanan E-Commerce BCA dirancang untuk memenuhi kebutuhan para merchant dalam meningkatkan penjualan dan menggarap potensial market yang lebih luas. Melalui layanan E-Commerce BCA, para merchant dapat memiliki online payment processing menu pada website mereka serta dilengkapi layanan penyelesaian transaksi settlement. Untuk memberikan layananE- Commerce ini, BCA didukung MasterCard internet Gateway Service (MiGS) sebagai payment gateway yang memberikan solusi pembayaran komprehensif. Pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan di website merchant dengan menggunakan kartu kredit MasterCard ataupun Visa, dapat diproses melalui fasilitas E-Commerce BCA.
E-Commerce BCA terlihat dari item pelayanan yang terdapat pada I-Banking bank BCA terdapat 10 Service yang bisa digunakan oleh nasabahnya, yaitu: Pembelian, Pembayaran, Transfer Dana, Informasi Rekening, Informasi Kartu Kredit, Informasi Lainnya, Status Transaksi, Historis Transaksi, Administrasi, dan E-mail.
3.3 Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi yang Dimiliki Bank BCA
Dengan klik BCA, menyediakan bagi individu maupun pemilik bisnis berbagai layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing melalui Internet. Sementara itu, bagi mereka yang selalu bepergian, disediakan jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top Up BCA, BCA by Phone dan Halo BCA. BCA telah mengembangkan infrastrukturbroadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data berkecepatan tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang.
Para nasabah BCA dapat menghubungi 889 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Jasa-jasa khusus bagi
pelanggan premium BCA Prioritas BCA juga tersedia di 130 kantor cabang. Di tingkat international, kami bekerja sama dengan lebih dari 1.831 bank koresponden di 108 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
3.4 Intranet dan Ekstranet
Intarnet adalah jaringan komputer-komputer yang saling tersambung digunakan suatu sistem organisasi. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berinternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet.
Ekstranet merupakan Penerapan teknologi internet dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama lain, dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier membutuhkan biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain itu, dibutuhkan sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang digunakan tiap perusahaan.
Penggunakan sistem informasi manajemen dalam operasional Bank BCA ini menghasilkan sesuatu yang positif demi kelangsungan berjalannya sistem perbankan, dampak positif tersebut diantaranya:
1. Sistem informasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas cabang 2. Memudahkan komunikasi antar cabang dengan adanya fasilitas E-mail
Layanan E-Commerce BCA berdampak positif bagi kebutuhan para merchant dalam meningkatkan penjualan dan menggarap potensial market yang lebih luas. Dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannya baik jaringan konvensional maupun elektronis untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah.
Kemudahan Nasabah dalam Mengaksses informasi: Bank BCA telah memakai teknologi yang strategis, dan penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan kompetitif Bank BCA. Dengan teknologi ini, Bank BCA mengupayakan kemudahan nasabah Bank BCA untuk mengakses informasi tentang apa saja mengenai Bank BCA, sehingga nasabah dengan mudahnya memperoleh informasi yang mereka ingnkan tersebut.
Dengan sistem intranet dan ekstranet yang diterapkan BCA. Sebagai contoh, melalui layanan I-Banking BCA atau melalui ATM BCA para nasabah dapat secara langsung membayar rekening listrik atau telepon tanpa harus mendatangi PLN atau pun Telkom.
Selain dampak positif, dampak negatif akan ditimbulkan oleh penggunaan SIM pada Bank BCA, ini biasanya terjadi diantaranya Bank BCA akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen yang disebabkan karena berbagai macam, diantaranya penggunaan teknologi internet yang kerap dengan namanya pembobolan sistem oleh seorang hacker, pembobolan sistem informasi manajemen ini bisa berlangsung dan berdampak yang besar bagi perusahaan karena sumber-smber informasi penting telah dicuri,
Yang kedua, Bank BCA bisa kehilangan kepercayaan dari para pelangan karena kesalahan sistem pada website miliknya, biasanya karena website yang kurang diupdate atau karena gangguan sistem, sehingga konsumen akan kesulitan untuk mendapatkan informasi yang jelas serta up to date dari Bank BCA. Padahal informasi ini sangat penting untuk menarik para konsumen.
Yang terakhir dampak negatif dari penggunaan sistem informasi manajemen pada Bank BCA adalah kerugian yang tidak terduga, disebabkan oleh ganguan yang disebabkan secara sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik. Ekstranet merupakan Penerapan teknologi internet dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama lain, dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier membutuhkan biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain itu, dibutuhkan sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang digunakan tiap perusahaan, ini merupakan dampak negative yang ditimbulkan pada penggunaan system informasi manajemen pada Bank BCA.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. E-commerce yaitu berarti membeli atau menjual secara electronic yang dilakukan pada jaringan internet. E-commerce terlihat lebih nyata, dengan adanya kebutuhan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.
2. E-business saat ini merupakan kunci atau factor penyuksesan perusahaan yang dapat membuat perusahaan terus berkembang dan maju karena dengan pemanfaatan bisnisdengan cara ini dapat memberikan kepuasan konsumen atas fasilitas yang cepat dan memadai.Dalam penerapan e-business BCA haruslah diperhatikan juga aspek security karena dunia internet sangat riskan terhadap keamanan perusahaan.
Saran
Dalam penerapan e-business tidak boleh dilakukan dengan setengah-setengah, karena dalam e-business ini jika sudah diimplementasikan oleh perusahaan, perusahaanpun harus tetap mengembangkan e-business ini agar konsumen semakin puas atas fasilitas yang disediakan, karena itu merupakan asset profit bagi perusahaan
Daftar Pustaka
https://agilbox.wordpress.com/2015/01/21/analisis-sistem-informasi-management-pada-b ank-bca/
http://elib.unikom.ac.id/files/disk/496/jbptunikompp-gdl-ernapurnaw-2456-2-unikom_e-i. pdf
Nugroho, Adi , 2006. Memahami Perdagangan Modern di Dunia Maya, Informatika Alumni, Bandung
O‟Brien & Marakas. (2006). Management Information Systems, McGraw-Hill/Irwin. Website BCA dapat di akses pada https://www.bca.co.id/id/about_bca_landing.jsp