• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

4

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Business Model Canvas

Business Model Canvas adalah sebuah tools analisis yang diciptakan

oleh Alexander Osterwalder untuk memetakan model bisnis yang rumit dan

kompleks menjadi lebih sederhana sehingga dapat dipahami dengan lebih

sistematis.

Menurut Osterwalder (2010), titik awal yang baik untuk setiap diskusi,

rapat, atau workshop tentang inovasi model bisnis haruslah berupa

pemahaman yang sama tentang apa yang dimaksud dengan model bisnis.

Untuk itu diperlukan konsep model bisnis yang dapat dipahami oleh semua

orang, yang dapat memfasilitasi deskripsi dan diskusi. Konsep model bisnis

tersebut haruslah sederhana, relevan, dan secara intuitif dapat dipahami,

namun dengan tidak terlalu menyederhanakan segala kerumitan tentang

bagaimana sebuah usaha berjalan.

Gambar 2.4. Komponen Utama dalam Business Model Canvas

Melalui pendekatan kanvas, model bisnis perusahaan, ditampilkan

dalam suatu gambaran kanvas yang berisi pemetaan sembilan blok

komponen penting, yakni:

1. Customer Segment

Komponen ini menggambarkan sekelompok orang atau

organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh

perusahaan. Perusahaan dapat menetapkan untuk melayani satu

atau lebih segmen. Penetapan segmen pelanggan ini akan

menentukan blok komponen lainnya dalam model bisnis.

(2)

5

2. Value Proposition

Merupakan komponen kedua dalam kanvas yang merujuk pada

manfaat yang ditawarkan organisasi kepada segmen pelanggan

yang dilayani. Proposisi nilai tersebut akan mempengaruhi

blok elemen lainnya seperti channel dan customer relationship.

3. Channel

Komponen ini menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan

berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau

mereka untuk memberikan proposisi nilai.

4. Customer Relationship

Komponen yang menggambarkan jenis hubungan yang

dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang

spesifik.

5. Revenue Stream

Komponen yang menggambarkan pendapatan yang dihasilkan

perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan.

6. Key Resources

Komponen yang menggambarkan asset-aset terpenting yang

diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi

7. Key Activities

Komponen yang menggambarkan hal-hal terpenting yang

harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat

bekerja.

8. Key Partnership

Komponen yang menggambarkan jarinan pemasok dan mitra

yang membuat model bisnis dapat bekerja.

9. Cost Structure

Komponen ini menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan

untuk mengoperasikan model bisnis.

Untuk memulai analisi menggunakan tools ini, organisasi dapat

memulainya dari potret kondisi saat ini, diikuti dengan analisis SWOT atau

TOWS. Hasil analisis SWOT atau TOWS dapat digunakan untuk merancang

model bisnis perbaikan dan prototipe model-model bisnis masa depan.

2.2 Perbandingan Antara tools Pemodelan Bisnis Lainnya

Ditengah-tengah pertumbuhan kewirausahaan, ada satu hal yang

memainkan peranan yang sangat penting, yakni komunikasi. Proses

komunikasi sangat dibutuhkan untuk dapat menyampaikan atau

mengemukakan berbagai ide-ide bisnis, inovasi ataupun

penemuan-penemuan baru.

Permasalahan yang seringkali terjadi adalah terdapat kesenjangan

(gap) dalam komunikasi yang terjadi antara stakeholder, sehingga ide atau

inovasi bisnis tidak dapat tersampaikan dengan baik. Permasalahan tersebut

menunjukkan adanya kebutuhan untuk akan suatu media atau alat yang

dapat digunakan untuk menggambarkan ide atau gagasan dalam

(3)

6

pemahaman yang sama. Berangkat dari latar belakang tersebut kemudian

muncul konsep pemodelan bisnis.

Saat ini terdapat banyak sekali alat pemodelan bisnis, Business

Model Canvas adalah salah satunya. Masing-masing tools memiliki

kelebihan, kekurangan serta fokus konseptual yang berbeda-beda. Berikut

ini beberapa perbandingan tools pemodelan bisnis yang kerapkali digunakan

menurut Lambert (2012).

Tabel 2.2 Structural Attributes of Existing Business Model

Frameworks (Sumber: Lambert, 2012)

Model

Unit of Analysis (Scope)

Level of Analysis

(Abstraction)

Conceptual

Focus

Internal

External

Low

High

Business Model Framework (BMF) Hamel (2000) Equal weighting to internal and external factors • Core Strategy • Strategic Resources • Configuration • Company Boundaries • Value Network Partners • Customer Interface • Value Network • Customer Benefits Narrative • 16 sub-elements • 3 bridges Schematic • 4 elements • 3 bridges

Strategy and the links between strategic aspects of the business Atomic e-business Model Will & Vitale (2001) • Strategic Objectives • Value Proposition • Revenue source • Success factors • Core competencies • IT infrastructure • Entity of Interest • Channels • Customers • Suppliers • Allies • Flows of Value Narrative • External factors • Internal factors Schematic • 6 external factors The relationships and transactios between the enterprise and the other network actors (supliers, customers, allies) e3-value ontology Gordijn et al. (2000; 2001; 2002) • Value object • Profitability Calculation • Value Interface • Value Port • Actor • Value Activity • Value Exchange • Value Object Multiple schematic • 8 main components and the relationship s between components Multiple schematics using combinations of components Value exchanges and economic feasibility of the initiative Generic Business Model (GBM) Hedman & Kalling (2003) Emphasis on internal aspects of the business • Offering • Activities & Organisation • Resources • Longitudinal process component • Customers • Competitors • Supply of factor & production inputs Narrative • 7 factors Schematic • 7 factors Business strategy aiming to link entity resources, activities, and product offerings to market related factors Business Model Canvas (BMC) Osterwalder et al (2009) Emphasis is on the company itself • Value Propositions • Channels • Key Activities • Cost Structure • Revenue Streams • Key Resources • Customer Segments • Customer Relations • Key Partnership Structured narrative and numerical data • 16 sub-elements Schematic • 9 building blocks Multiple foci

(4)

7

MSA Morris et al (2005) Economic, operational and strategic levels include internal aspects Strategic level includes external aspects Structured narrative • 32 variables No schematic

• 6 components Multiple foci Decision variables STOF Business Model Framework Bouwman et al (2005) Parts of • Organisational Domain • Financial Domain Service Domain • Technology Architecture • Organisational Domain • Financial Domain Narrative • 4 domains and multiple elements Schematic • 4 domains Creating and capturing value from technological innovation

Oleh karena masing-masing model memiliki fokus konseptual yang

berbeda-beda, maka dalam kegiatan pemodelan bisnis dapat menggunakan

satu atau lebih tools pemodelan bisnis sesuai dengan konteks

permasalahannya (Lambert, 2012).

Dalam membangun suatu bisnis baru, sangatlah penting untuk

mendapatkan gambaran atas keseluruhan aspek bisnis. Hal tersebut yang

menjadi tantangan bagi setiap tools pemodelan. Osterwalder et al (2010)

mengemukakan perlunya sebuah konsep pemodelan bisnis yang dapat

dipahami oleh setiap orang, yang memfasilitasi pendeskripsian dan diskusi.

Konsep pemodelan bisnis tersebut haruslah sederhana, relevan, dapat

dipahami, namun tidak berarti menyepelekan kompleksitas atas bagaimana

seharusnya sebuah entitas beroperasi.

Lambert (2012) mengemukakan bahwa terdapat 6 elemen yang

umumnya digambarkan dalam pemodelan bisnis, yakni value proposition,

value in return, customer, channel, other entitites, dan value adding

processes. Dalam penelitiannya Lambert (2012) melakukan pemetaan dan

membandingkan elemen-elemen yang terdapat dari beberapa tool

pemodelan bisnis terhadap keenam elemen dasar bisnis yang dapat dilihat

pada table berikut ini

Tabel 2.3 Pemetaan tools Pemodelan Bisnis terhadap Elemen

Model Bisnis (Sumber: Lambert, 2012)

Model

Name

Value

Proposition

Velu in

Return

Customer

Channel

Other

Entities

Value Adding

Processes

Business Model Framework (BMF) Hamel (2000) Customer Interface Value Network Core Strategy Strategic Resources Atomic e-business Model Weill & Vitale (2001) Value Proposition Flows of Value Revenue Source Flows of Value

Customers Channels Entity of Interest Supliers Allies Strategic Objectives Success Factors Core Compentencies IT Infrastructure e3-value ontology Gordijn et al (2000; 2001; 2002) Value Offering Value Interface Value Port Profitability Calculation

Actor Actor Value Activity

Value Exchange Value Object

(5)

8

Generic Business Model (GBM) Hedman & Kalling (2003)

Offering Customer Competitors

Supply & Factor of Production Inputs Activities & Organisation Resources Longitudinal Process Component Business Model Canvas (BMC) Osterwalder et al (2009) Value Proposition Revenue Stream Cost Structure Customer Segments Customer Relations Distribution Channel Key Partnership Key Resources Key Activities MSA Morris et al (2005) Factors Related to the Offering Economic Factors Market Factors Competitive Strategy Factors Internal Capability Factors Competitive Strategy Factors Internal Capability Factors Personal Investor Factors Competitive Strategy Factors STOF Business Model Framework Bouwman et al (2005) Service Domain Finance Domain Service Domain Organisation Domain

Berdasarkan pada tabel perbandingan diatas, maka dapat dilihat

bahwa tools Business Model Canvas dapat menggambarkan keenam elemen

dalam bisnis. Menurut Ching dan Fauvel (2013), Business Model Canvas

dapat digunakan oleh para entrepreneur atau pebisnis dalam tahap awal

perancangan bisnis, namun perlu dikombinaskan juga dengan tools lainnya,

karena pada model tersebut tidak terdapat gambaran tentang unsur

persaingan produk atau layanan.

2.3 Penelitian Sebelumnya

Saat ini semakin banyak produk dan jasa yang ditawarkan melalui

sistem penjualan online atau e-commerce. Melalui penelitian yang telah

dilakukan, Cheng, Yu, Shen, dan Liu (2012) menyatakan bahwa pelanggan

online menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan pencarian

produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhannya serta

mempertimbangkan keputusan pembelian. Oleh karenanya diperlukan suatu

fitur atau fasilitas pre-commerce untuk membantu pelanggan sejak awal

interaksi dengan sistem e-commerce dan pada akhirnya mendorong

terjadinya transaksi pembelian.

Teknologi penyajian konten 3D interaktif dapat membantu dalam

fitur pre-commerce tersebut, untuk memberikan visualisasi dan nuansa yang

mendekati kenyataan sehingga mendorong niat pembelian pelanggan.

Beberapa penelitian telah dilakukan terkait dengan penerapan konten 3D

interaktif dapat dijabarkan pada tabel berikut

(6)

9

Tabel 2.4 Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya

Penelitian

Area Penelitian

Metode / Subjek

Penelitian

Hasil

Cheng, Yu, Shen, Liue (2012) Pengembangan mobile pre-commerce system

dengan fitur penyajian konten 3D secara interaktif, dimana pelanggan dapat melakukan kustomisasi terhadap produk yang akan dibeli.

Tidak dijelaskan Sistem pre-commerce dengan penyajian konten 3D yang interaktif meningkatkan kepercayaan (trust) pelanggan terhadap produk yang ditawarkan

Jiang, Chan, Tan, Chua (2010)

Pengaruh interaktifitas

website dan keterlibatan

pelanggan pada keputusan pembelian.

• Penelitian eksperimental terhadap 186 responden.

• Hasil penelitian menunjukan bahwa website yang memberikan tingkat interaktifitas yang tinggi mendorong keterlibatan kognitif, dan pada beberapa kasus keterlibatan afektif. • Website dengan komunikasi dua arah dapat

mendorong keterlibatan afektif untuk produk-produk fungsional namun tidak untuk produk-produk ekspresif.

• Peningkatan pada keterlibatan pengguna pada website mendorong peningkatan niat pembelian. Edwards &

Gangadharbatla (2010)

Pengaruh penyajian produk secara 3D terhadap perilaku pengunjung online. • Penelitian ekseperimental terhadap 138 mahasiswa

• Teknik presentasi produk secara 3D memberikan manfaat bagi pelanggan dan pemasar.

• Presentasi produk secara 3D dapat memberikan informasi atas produk kepada pengguna dengan cara yang unik, yang dikenal sebagai

pengalaman virtual (virtual experience). • Dalam penerapannya, online retailer harus

memberikan informasi tambahan yang dibutuhkan untuk membantu pengambilan keputusan pelanggan.

• Gabungan kedua macam informasi tersebut dapat mendorong pelanggan dalam membuat keputusan yang pembelian yang lebih baik. Algharabat &

Dennis (2010)

Investigasi terhadap efek yang ditimbulkan antara penerapan visualisasi produk 3D secara otentik dengan penerapan

telepresence 3D melalui

pengalaman maya (virtual

experience). • Penelitian ekperimental terhadap 312 mahasiswa London University

• Klarifikasi terhadap konsep authenticity dan

telepresence. Telepresence merujuk pada ilusi

atau perasaaan akan keberadaan dalam lingkungan yang berbeda, sementara

authenticity merujuk pada kemampuan untuk

memvisualisasikan objek maya seperti benda nyata.

• Authenticity lebih berdampak signifikan dibanding dengan telepresence

• Kendali dan interaktifitas terhadap objek yang di-visualisasikan dapat meningkatkan tingkat

Gambar

Gambar 2.4. Komponen Utama dalam Business Model Canvas
Tabel 2.2 Structural Attributes of Existing Business Model  Frameworks (Sumber: Lambert, 2012)
Tabel 2.3 Pemetaan tools Pemodelan Bisnis terhadap Elemen  Model Bisnis (Sumber: Lambert, 2012)
Tabel 2.4 Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya  Penelitian  Area Penelitian  Metode / Subjek

Referensi

Dokumen terkait

Menurut James Martin (1990,p.467), perencanaan strategis informasi adalah suatu periode pada system life cycle dimana arsitektur informasi, arsitektur sistem bisnis dan

Menurut Zikmund, McLead dan Gilbert (2003, p3), CRM adalah suatu strategi bisnis yang menggunakan teknologi informasi untuk menghasilkan perusahaan yang berkompeten, terpercaya

Menurut Project Management Institute/PMI (PMI, 2004) pre-project planning merupakan bagian dari kegiatan proses inisiasi, yaitu tahapan awal perencanaan sebuah

Menurut Connoly & Begg (2010, p371), salah satu aspek yang sulit dalam perancangan database adalah kenyataan bahwa perancang, programmerdan pemakai akhir cenderung

Definisi Pasar Bisnis menurut Micheal Hutt dan Thomas Speh dalam buku “Business Marketing Management: B2B” adalah sebuah pasar untuk produk dan jasa baik itu lokal

ƒ Perancangan Basis data Fisikal untuk Model Relasional Tujuan dari langkah ini menurut Connolly dan Begg (2002, p282) adalah untuk mendeskripsikan pengimplementasian dari

Menurut Antonius Aditya Hartanto dalam bukunya yang berjudul “Mengenal Aspek Teknik dan Bisnis LBS” Bahwa Global Positioning System atau sering disingkat dengan GPS

Menurut Mohammed, Fisher, Jaworski, & Paddison (2003, p8), tujuh tahap dalam Internet marketing adalah membentuk peluang pasar, menyusun strategi pemasaran, merancang