• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN IT BALANCED SCORECARD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN IT BALANCED SCORECARD"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENERAPAN IT BALANCED SCORECARD DALAM PENYUSUNAN PETA STRATEGI

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN

(Studi Kasus : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya)

Bayu Rijal Fadlilah Zein, Aradea, Husni Mubarok

Teknik Informatika Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Email : [email protected]

ABSTRACT

Planning strategies in the IT implementation and measurement performance of the IT Department agriculture

food crops in Tasikmalaya Regency so far haven't gotten attention proportionately. Strategic planning document

(Renstra) which is a Government Organization strategy implementation guidelines undertaken just to meet the

targets that have been set up with limited orientation on activity. The application of the IT strategy for the

achievement of the Organization's business objectives through a continuous improvement process is important in

order to maintain the long-term viability of an organization. So, it takes a map strategy in the utilization of

information technology in order to provide an optimal contribution to the sustainability of the organization. In this

research, the application of the IT Balanced Scorecard approach was chosen for the preparation of the strategy

map in the Department of agriculture food crops. The concept of the IT Balanced Scorecard the balanced

scorecard concept adapted to special interests in evaluating the information technology function. The use of the IT

Balanced Scorecard is one of the most effective ways to assist in the alignment of it and business. Expected results

from the application of the IT Balanced Scorecard strategy maps in drafting in the Department of agriculture food

plants can serve as guidelines in the implementation of the IT organization, in particular in the framework of the

achievement of long-term goals. The result of the measurement of it performance can be known the extent to which

IT was instrumental in creating the connectedness between it performance with the IT strategy, which should be

able to support the business strategy, particularly in this case the Department of Agriculture's food crops.

Keywords: IT Balanced Scorecard, Strategic Planning, Strategy Map

ABSTRAK

Perencanaan strategi dalam implementasi TI beserta pengukuran terhadap kinerja TI di Dinas Pertanian

Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini belum mendapat perhatian secara proporsional. Dokumen

Perencanaan Strategis (Renstra) yang merupakan pedoman implementasi strategi organisasi pemerintah

dilaksanakan hanya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan dengan orientasi sebatas pada kegiatan.

Penerapan strategi TI untuk pencapaian tujuan bisnis organisasi melalui proses perbaikan yang berkelanjutan

merupakan hal penting guna menjaga kelangsungan hidup jangka panjang sebuah organisasi. Sehingga, diperlukan

sebuah peta strategi dalam pemanfaatan teknologi informasi agar memberikan kontribusi yang optimal terhadap

keberlangsungan organisasi. Dalam penelitian ini, penerapan pendekatan IT Balanced Scorecard dipilih untuk

kebutuhan penyusunan peta strategi di Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Konsep IT Balanced Scorecard

diadaptasi dari konsep balanced scorecard untuk kepentingan khusus dalam mengevaluasi fungsi teknologi

informasi. Penggunaan IT Balanced Scorecard merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk membantu

penyelarasan TI dan bisnis. Diharapkan hasil dari penerapan IT Balanced Scorecard dalam penyusunan peta

strategi di Dinas Pertanian Tanaman Pangan ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam implementasi TI pada

organisasi tersebut, khususnya dalam rangka pencapaian tujuan jangka panjang. Hasil dari pengukuran terhadap

kinerja TI dapat diketahui sejauh mana TI berperan dalam menciptakan keterhubungan antara kinerja TI dengan

strategi TI, yang seharusnya mampu mendukung strategi bisnis, khususnya dalam hal ini di Dinas Pertanian

Tanaman Pangan.

Kata kunci: IT Balanced Scorecard, Perencanaan Strategis, Peta Strategi

I.

Pendahuluan

Pada era saat ini, Teknologi Informasi (TI)

merupakan suatu hal yang biasanya dimiliki oleh suatu

organisasi. Penggunaan TI pada organisasi pemerintah

dewasa ini juga semakin meningkat, tidak hanya untuk

proses operasional kegiatan sehari-hari, tetapi sudah

pada proses membantu pengambilan keputusan.

Namun, kenyataan yang kerap kali terjadi pada

organisasi secara umum adalah bahwa implementasi TI

dilaksanakan tanpa melalui proses perencanaan yang

jelas dan penilaian kinerja yang terukur sehingga

pemilihan terhadap strategi TI seringkali menjadi tidak

tepat. Hal ini, tidak terkecuali terjadi pula pada

sebagian besar organisasi milik pemerintah, khususnya

di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten

Tasikmalaya.

Perencanaan strategi dalam implementasi TI

beserta pengukuran terhadap kinerja TI di Dinas

(2)

2

Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya

sejauh

ini

belum

mendapat

perhatian

secara

proporsional.

Dokumen

Perencanaan

Strategis

(Renstra) yang merupakan pedoman implementasi

strategi organisasi pemerintah dilaksanakan hanya

untuk memenuhi target yang telah ditetapkan dengan

orientasi sebatas pada kegiatan. Sementara disisi lain

pengukuran terhadap

kinerja TI sangat perlu

dilaksanakan guna mengetahui sejauh mana TI

berperan dalam menciptakan keterhubungan antara

kinerja TI dengan strategi TI, yang seharusnya mampu

mendukung strategi bisnis, khususnya dalam hal ini di

Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Penerapan strategi

TI untuk pencapaian tujuan bisnis organisasi melalui

proses perbaikan yang berkelanjutan merupakan hal

penting guna menjaga kelangsungan hidup jangka

panjang sebuah organisasi. Karena organisasi dituntut

untuk berkembang secara terencana dan terukur,

diperlukan adanya peta strategi dalam rangka

menghadapi masa depan yang tidak pasti. Upaya

berupa langkah-langkah strategis menjadi kewajiban

yang harus dilaksanakan untuk dapat mewujudkan

tujuan organisasi. Sehingga, diperlukan sebuah peta

strategi dalam pemanfaatan teknologi informasi agar

memberikan

kontribusi

yang

optimal

terhadap

keberlangsungan organisasi.

Dalam penelitian ini, penerapan pendekatan IT

Balanced

Scorecard

dipilih

untuk

kebutuhan

penyusunan peta strategi di Dinas Pertanian Tanaman

Pangan. Konsep IT Balanced Scorecard diadaptasi dari

konsep balanced scorecard untuk kepentingan khusus

dalam mengevaluasi fungsi teknologi informasi.

Penggunaan IT Balanced Scorecard merupakan salah

satu cara yang paling efektif untuk membantu

penyelarasan TI dan bisnis. Tujuannya adalah

membuat sebuah fasilitas bagi pelaporan manajemen,

menumbuhkan konsensus diantara stakeholder kunci

mengenai tujuan strategis TI, menunjukkan efektifitas

dan nilai tambah dari TI dan mengkomunikasikan

kinerja, serta resiko dan kemampuan TI. Dalam

penelitian ini, diharapkan hasil dari penerapan IT

Balanced Scorecard dalam penyusunan peta strategi di

Dinas Pertanian Tanaman Pangan ini dapat dijadikan

sebagai pedoman dalam implementasi TI pada

organisasi

tersebut,

khususnya

dalam

rangka

pencapaian tujuan jangka panjang. Hasil dari

pengukuran terhadap kinerja TI dapat diketahui sejauh

mana TI berperan dalam menciptakan keterhubungan

antara kinerja TI dengan strategi TI, yang seharusnya

mampu mendukung strategi bisnis, khususnya dalam

hal ini di Dinas Pertanian Tanaman Pangan.

Batasan masalah pada penelitian ini yaitu :

1. Studi kasus penelitian dilaksanakan di Dinas

Petanian Tanaman Pangan sebagai organisasi

pemerintah

yang

menangani

sekaligus

bertanggungjawab

di

bidang

Pertanian

dan

Tanaman Pangan di lingkungan Pemerintah

Kabupaten Tasikmalaya.

2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

IT Balanced Scorecard yang digunakan untuk

memetakan

strategi

bisnis

Dinas

Pertanian

Tanaman Pangan, serta pengukuran kinerja Sistem

dan Teknologi Informasi (STI) di Dinas Pertanian

Tanaman Pangan.

3. Analisis KPI dijadikan sebagai acuan untuk

mendapatkan

proses-proses

kritis

yang

membutuhkan sistem dan teknologi informasi.

Tujuan pada penelitian ini akan dibangun suatu

pedoman berupa usulan peta strategi Teknologi

Informasi (TI), yang bersumber dari sasaran strategis

bisnis Dinas Pertanian Tanaman Pangan, guna

menyelaraskan peranan dan strategi Sistem Teknologi

Informasi (STI) yang dimiliki dengan proses bisnis

yang berjalan.

Manfaat pada penelitian ini yaitu :

1.

Rancangan IT Balanced Scorecard yang dibuat,

dapat dijadikan sebagai dasar pengukuran kinerja

TI untuk diterapkan pada organisasi pemerintah

yang bergerak di bidang Pertanian dan Tanaman

Pangan, khususnya Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Kabupaten Tasikmalaya.

2. Penggunaan

IT

Balanced

Scorecard

dalam

pengukuran kinerja TI, akan menghasilkan peta

strategi yang lebih baik, sehingga kinerja Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

Tasikmalaya

dapat diukur

dan

memberikan

kemudahan untuk perencanaan strategi bisnis

organisasi.

3. Penggunaan

IT

Balanced

Scorecard

dapat

menyelaraskan peranan dan strategi STI yang

dimiliki dengan proses bisnis yang berjalan,

sehingga sesuai dengan strategi bisnis yang ada di

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten

Tasikmalaya.

II. Landasan Teori

A. Konsep Dasar IT Balanced Scorecard

Konsep IT Balanced Scorecard diadaptasi dari

konsep balanced scorecard untuk kepentingan khusus

dalam mengevaluasi fungsi teknologi informasi.

Menurut Kaplan dan Norton (1996), Balanced

Scorecard merupakan sekumpulan ukuran yang dapat

memberikan pandangan bisnis yang cepat dan

menyeluruh kepada pihak manajemen, termasuk

kedalamnya adalah ukuran finansial. Selain ukuran

finansial, BSC juga dilengkapi dengan ukuran

operasional, yaitu: kepuasan pelanggan, proses

internal, dan aktivitas improvisasi dan inovasi

organisasi. Ukuran operasional merupakan faktor

pendorong bagi ukuran finansial.

Empat perspektif dalam IT Balanced Scorecard

yaitu; user orientation atau orientasi pengguna,

corporate contribution atau kontribusi perusahaan,

keunggulan operasional atau operational excellence,

dan future orientation atau orientasi masa depan.

(3)

3

Gambar 1. Adaptasi IT Balanced Scorecard dari

Balanced Scorecard (Van Grembergen dan

Van Bruggen, 1997)

B. IT Strategic Map

Menurut Robbins dan Coulter (2002), IT Strategic

Map adalah sebuah representasi visual dan alur logika

(sebab akibat) dari strategi–strategi IT perusahaan,

memperlihatkan dengan jelas tujuan (objectives) dari

proses–proses internal penting yang bermanfaat bagi

perusahaan, serta aset- aset tak berwujud (intangible

assets) yang diperlukan untuk mendukung proses

internal tersebut. Strategi–strategi perusahaan tidak

dapat dengan mudah dilaksanakan karena tidak

dijabarkan secara rinci apa yang harus dilakukan.

III. Metode Penelitian

Berikut ini merupakan langkah-langkah penelitian

yang dilakukan :

A. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ini, kegiatan penelitan

adalah dengan melakukan kajian literatur mengenai

perencanaan strategis, analisis SWOT, IT Balanced

Scorecard dan implementasinya pada organisasi.

Langkah selanjutnya adalah identifikasi masalah

penelitian, penentuan tujuan penelitian dan pembatasan

masalah penelitian.

B. Tahap Pengumpulan Data

Kegiatan penelitian yang dilakukan pada tahap

pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan

observasi langsung pada pimpinan dan staff Kantor

Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

Tasikmalaya serta dengan menggunakan lembar

kuesioner untuk mengetahui perbandingan nilai

kepentingan antara faktor internal dan eksternal Kantor

Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

Tasikmalaya.

C. Tahap Analisis Data

Analisis

data

merupakan

proses

mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam

pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat

ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja

seperti yang disarankan oleh data. Tahap analisis data

yang dilakukan pada penelitian tugas akhir ini terdapat

dua jenis analisis yaitu analisis sistem yang sedang

berjalan dan analisis SWOT (Strengths, Weakness,

Opportunity, Threats) di Kantor Dinas Pertanian

Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya.

D. Tahap Penentuan Strategi

Pada tahap ini, kegiatan penelitian yang dilakukan

adalah menentukan strategi yang cocok untuk Kantor

Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

Tasikmalaya yang didasarkan pada hasil dari analisis

faktor internal dan analisis faktor eksternal juga

analisis SWOT yang kemudian datanya digunakan

untuk

penentuan

strategi

organisasi

dengan

menggunakan matriks SWOT.

E. Tahap Pemodelan

Pada tahap pemodelan ini, kegiatan penelitian

yang dilakukan adalah penyusunan peta strategi yang

diawali dengan penentuan strategi Kantor Dinas

Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah strategi didapatkan, kemudian disesuaikan

kedalam perspektif-perspektif IT Balanced Scorecard

dan selanjutnya dijabarkan sasaran dan tolok ukur

(KPI) dari masing-masing perspektif.

IV. Hasil Dan Pembahasan

A. Analisis Matriks SWOT

Berikut ini merupakan matriks SWOT dari setiap

strategi bisnis yang sudah diketahui Strength,

Weakness, Opportunities dan Threat dari Kantor Dinas

Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya.

Tabel 1. Matriks SWOT

Setelah dibuat matriks SWOT dari setiap faktor

internal dan faktor eksternal, selanjutnya dapat diambil

strategi-strategi untuk pembuatan usulan peta strategis

Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

(4)

4

Tasikmalaya. Berikut ini merupakan usulan-usulan

untuk pembuatan peta strategis :

Tabel 2. Usulan Peta Strategi

B. Perspektif IT Balanced Scorecard

Usulan-usulan strategis yang sudah didefinisikan,

selanjutnya dibagi kedalam beberapa perspektif IT

Balanced Scorecard.

Tabel 3. Perspektif IT Balanced Scorecard

C. Usulan Peta Strategi

Usulan peta strategi dibuat dari perspektif IT

Balanced Scorecard yang sudah dibuat sebelumnya.

Gambar 2. Usulan Peta Strategi

D. Analisis Hubungan Sebab Akibat

(5)

5

E. CSF dan KPI Peta Strategi

Berikut ini merupakan pemetaan dari setiap

perspektif yang ada dalam peta strategi kedalam CSF

dan KPI :

1. Perspektif Orientasi Pengguna (User Orientation)

Tabel 4. CSF dan KPI Perspektif Orientasi Pengguna

2. Perspektif Kontribusi Perusahaan

Tabel 5. CSF

dan

KPI

Perspektif

Kontribusi

Perusahaan

3. Perspektif Keunggulan Operasional

Tabel 6. CSF dan KPI Perspektif Keunggulan

Operasional

4. Perspektif Orientasi Masa Depan

Tabel 7. CSF dan KPI Perspektif Orientasi Masa

Depan

(6)

6

V. Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

Setelah dilakukan proses pengolahan data dan

analisa terhadap hasil penelitian di Dinas Pertanian

Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya, maka dapat

ditarik kesimpulan bahwa :

1. Setelah dilakukan analisis pada diagram matriks

SWOT, maka posisi Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Kabupaten Tasikmalaya diketahui pada

kuadran I. Pada kuadran I (SO Strategi), strategi

umum yang dapat dilakukan adalah menggunakan

kekuatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan

Kabupaten Tasikmalaya untuk mengambil setiap

keunggulan pada kesempatan yang ada.

2. Telah dibuat usulan peta strategi TI dan rencana

strategis yang bersumber dari sasaran strategis

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten

Tasikmalaya guna menyelaraskan peranan dan

strategi teknologi informasi yang dimiliki dengan

proses bisnis yang berjalan.

3. Peta strategi TI yang disusun telah dipetakan

kedalam CSF dan KPI, untuk memastikan bahwa

turunan visi dan misi Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Kabupaten Tasikmalaya dapat diterapkan

menjadi kegiatan sehari-hari.

B. Saran

Berikut ini merupakan beberapa saran untuk

pengembangan penelitian ini :

1. Usulan peta strategi yang sudah dibuat akan lebih

baik

lagi

jika

ditindaklanjuti

dengan

mengimplementasikan

strategi

tersebut

menggunakan indikator-indikator yang diusulkan.

2. Mensosialisasikan

perspektif

IT

balanced

scorecard ke seluruh bagian organisasi di Dinas

Pertanian

Tanaman

Pangan

Kabupaten

Tasikmalaya, dengan demikian dapat meningkatkan

pemahaman setiap personil akan pentingnya

strategi bisnis untuk keberlangsungan organisasi.

3. Dukungan penuh dari pimpinan Dinas Pertanian

Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya dan

provinsi, sangat diperlukan untuk keberhasilan

implementasi program kerja ini.

DAFTAR PUSTAKA

Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian

Keuangan. 2010. Perkembangan Implementasi

Balanced

Scorecard

Kementerian Keuangan.

http://www.reform.depkeu.go.id/mainmenu.php?m

odule=sejarah_iku

, diakses pada tanggal 28

September 2013.

David, Fred R. 2011. Strategic Management –

Concepts And Cases, 13

th

Edition. USA: Prentice

Hall.

Garrison, R. H., Noreen, E. W. dan Brewer, P. C.

2007. Akuntansi Manajerial Buku 2 (Alih Bahasa

Hinduan, N., Tanujaya, E.). Jakarta: Salemba

Empat.

Gasperz, V. 2002. Balanced Scorecard Dengan Six

Sigma Untuk Organisasi Bisnis Dan Pemerintah.

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kaplan, Robert S, dan Norton, David P. 1996. The

Balanced Scorecard: Translating Strategy Into

Action, Massachusetts: Harvard Bussiness School

Publishing Corporation.

Luis, Suwardi dan Biromo, Prima A. 2008. Step by

Step in Cascading Balanced Scorecard to

Functional Scorecard. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama.

Moeheriono. 2012. Perencanaan, Aplikasi dan

Pengembangan Indikator Kinerja Utama (IKU)

Bisnis dan Publik. Jakarta: Rajawali Pers.

Mulyadi. 2007. Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja

Personel

Berbasis

Balanced

Scorecard.

Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen

YKPN.

Niven, P. R. 2002. Balanced Scorecard Step-By-Step:

Maximizing Performance And Maintaining Results.

New York: John Wiley and Sons Inc.

Pearce dan Robinson. 2007. Manajemen Strategi.

Jakarta: Salemba Empat.

Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah

Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka

Utama.

Robbins, S. P. dan Coulter, M. 2002. Management

Jilid 2. Jakarta: PT. INDEKS Kelompok Gramedia.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Bandung:

CV. Alfabeta.

Tunggal, A. W. 2001. Pengukuran Kinerja Dengan

Balanced Scorecard. Jakarta: Penerbit Harvarindo.

Tunggal, A. W. 2002. Memahami Konsep Balanced

Scorecard. Jakarta: Penerbit Harvarindo.

Tunggal, A. W. 2008. Memahami Internal Auditing.

Jakarta: Penerbit Harvarindo.

Van Grembergen W. dan Van Bruggen R. 1997.

Measuring and Improving Corporate Information

Technology Through The Balanced Scorecard,

University of Antwerp.

Walpole, R.E, dan Myers. 1995. Pengantar Statistika

Edisi Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gambar

Tabel 1.  Matriks SWOT
Gambar 3. Hubungan Sebab Akibat
Tabel 5.  CSF  dan  KPI  Perspektif  Kontribusi  Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja ini disusun berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan berpedoman pada

3 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemurnian sapi Bali di Kabupaten Barru berdasarkan identifikasi fenotipe (bentuk tanduk, warna bulu,

14 Penelitian lain yang tidak sejalan menyatakan ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat stress pada ibu hamil dengan sampel berjumlah 158 orang dan dalam

嗗Besi tuang paduan dengan kadar Ni tinggi (Ni-Hard Cast Iron), dengan 13 – 36% Ni + 6% Cr : memiliki ketahanan korosi, keausan dan suhu tinggi yang sangat baik (untuk

Pada saat pengiriman paket, paket tersebut dapat melewati jaringan yang berbeda.Intermediary device, seperti router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan

Pengelolaan tanah yang baik (pengolahan dan pemberian bahan organik) akan lebih memperbaiki sifat fisik tanah itu, sedangkan kesuburan dan produktivitasnya akan dapat

Sedangkan planning base on coverage adalah suatu metode planning yang menitikberatkan kemampuaan site untuk mengcover suatu lokasi yang diukur

Tujuan yanq hedak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin melihat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru yang menggunakan model mengajar Rdvance Organizer